<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Do the evolution..!!!</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 06:15:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Konsistensi dan Passion : itu kuncinya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 06:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[review blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[daeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[
Namanya Kamaruddin Azis, di komunitas Blogger Makassar dan Panyingkul kami mengenalnya dengan nama Daeng Nuntung, karena memang itu nama paddaengannya. Orangnya ramah, santai dan senang melucu. Hebatnya lagi, joke yang dia sebar itu adalah joke-joke cerdas, beda sama joke-joke yang kebanyakan wara-wiri di layar televisi kita.
Dalam dunia blog, boleh dibilang beliau ini masih junior saya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/denun.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-600" title="denun" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/denun.jpg" alt="" width="500" height="396" /></a></p>
<p>Namanya <a href="http://www.denun.net/">Kamaruddin Azis</a>, di komunitas <a href="http://angingmammiri.org">Blogger Makassar</a> dan <a href="http://panyingkul.com">Panyingkul</a> kami mengenalnya dengan nama Daeng Nuntung, karena memang itu nama <a href="http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/">paddaengannya</a>. Orangnya ramah, santai dan senang melucu. Hebatnya lagi, joke yang dia sebar itu adalah joke-joke cerdas, beda sama joke-joke yang kebanyakan wara-wiri di layar televisi kita.</p>
<p>Dalam dunia blog, boleh dibilang beliau ini masih junior saya. Dia bergabung di Blogger Makassar dan Panyingkul selang beberapa bulan setelah saya bergabung. Pun sebagai kontributor di Panyingkul, dia berkontribusi belakangan, selang beberapa bulan setelah saya. Tapi, soal kualitas tulisan semuanya jadi terbalik. Meski terhitung junior sebagai Blogger dan Panyingkuler, tapi kualitas tulisannya luar biasa.</p>
<p>Di awal bergabung dengan Panyingkul, beliau konsisten menulis tentang berbagai isu kelautan karena latar belakang pekerjaannya yang aktif pada LSM yang membahas tentang isu kelautan serta tentu saja lata belakang pendidikannya sebagai sarjana kelautan. Topik lain yang selalu jadi cirri khasnya adalah tentang berbagai cerita dari tanah rencong, Aceh. Yah, kisaran tahun 2007-2008 beliau memang sedang berada di Aceh dan ikut serta dalam berbagai proyek pembangunan kembali Aceh pasca Tsunami.</p>
<p>Setelah kembali ke Makassar, topik tulisannya makin beragam, tidak melulu tentang laut dan Aceh lagi. Namun, meski topiknya beragam, Daeng Nuntung tetap setia pada garis yang diyakininya sejak awal. Garis yang lebih banyak berpihak pada mereka yang kadang tak pernah diekspos media, mereka yang kadang jadi komoditi para penguasa. Beberapa orang di komunitas Panyingkul menyebutnya sebagai penulis beraliran sosialis, yang banyak membahas tentang persoalan-persoalan sosial yang ada di sekitar kita.</p>
<p>Makin lama saya merasa tulisannya makin memikat. Gaya bertuturnya khas, ringan, lancar dan memikat. Meski kadang topik yang diangkatnya termasuk berat, tapi caranya bertutur membuat topik itu terasa ringan dan gampang dicerna. Daeng Nuntung juga punya kelebihan dari segi pengambilan sudut pandang, beberapa cerita mungkin sudah pernah kita lihat atau baca di tempat lain tapi dengan sudut pandang yang berbeda Daeng Nuntung menjadikan cerita itu berbeda dan terasa fresh.</p>
<p><span id="more-599"></span>Tahun 2009 kemarin Daeng Nuntung mendapatkan kehormatan. Komunitas Panyingkul membukukan kumpulan tulisannya dalam sebuah buku berjudul : Semesta GALESONG, Senarai Catatan Seorang Warga. Buku ini bercerita banyak tentang Galesong, tanah kelahiran Daeng Nuntung yang memang menyimpan banyak cerita. Buku itu menjadi sebuah tonggak pembuktian akan eksistensi dan konsistensi seorang Daeng Nuntung.</p>
<p>Yah, konsistensi. Ini adalah kata keramat yang jadi momok bagi banyak blogger dan penulis lepas. Di tengah kesibukan kerjaan sehari-hari, kami para blogger dan penulis lepas sering berlindung di balik kalimat klise : SUSAH CARI WAKTU UNTUK MENULIS. Ini juga jadi kalimat pembenaran yang sering saya gunakan. Blog ini sudah mulai jarang diupdate, sayapun sudah lupa kapan terakhir kalinya berkontribusi di Panyingkul. Semua karena kesibukan pekerjaan yang banyak menyita waktu, serta hal-hal lain yang kadang memang rasanya tidak mau mengalah untuk member saya waktu menulis.</p>
<p>Tapi Daeng Nuntung berbeda. Dia menolak berlindung di balik kalimat itu dan menolak menjatuhkan semua kesalahan pada kalimat itu. Dia punya cara sendiri untuk menjaga konsistensi. Simak blog pribadinya, dan lihat juga website panyingkul. Di sana tulisan-tulisannya hadir hampir seperti siramanan hujan di bulan Desember. Atau kalau belum cukup juga cek notesnya di Facebook, deretan notesnya begitu panjang dan hadir hampir setiap hari.</p>
<p>Dalam sebuah pertemuan di hotel Santika beberapa waktu yang lalu dia sempat berkata kalau targetnya memang menulis setiap hari meski hanya satu halaman dan hanya untuk konsumsi notes di Facebook. Targetnya tidak terlalu muluk menurut saya, tapi melaksanakannya butuh perjuangan luar biasa utamanya untuk seseorang yang punya pekerjaan professional dan punya keluarga.</p>
<p>10 maret kemarin dua buah tulisannya hadir di harian Kompas , tepatnya di Klasika zona Makassar. Ini menjadi satu bukti lagi kalau tulisannya memang bernas dan layak dibaca orang banyak. Hey, kita bicara tentang Kompas di sini, harian terbesar di Indonesia yang tentu saja punya standard tinggi dalam menentukan tulisan yang layak muat dan bila tulisan anda dimuat di sana maka jelaslah sudah kualitas tulisan anda.</p>
<p>Tulisan di Kompas ini adalah puncak pembuktian tentang kualitas tulisan Daeng Nuntung. Di harian lokal Tribun Timur, Daeng Nuntung juga sudah sangat sering wara-wiri. Di rubrik Opini maupun di rubrik khusus citizen reporter.</p>
<p>Dua hal itu berawal dari dua kata, passion dan konsistensi. Seorang blogger dan penulis lepas harus punya kedua hal itu. Anda tidak cukup punya passion tanpa punya konsistensi, tulisan anda mungkin bagus, berbobot tapi jika anda tidak punya konsistensi semua akan sia-sia. Anda juga tidak bisa hanya punya konsistensi tapi tidak punya passion. Tulisan anda akan terus hadir, tapi kualitasnya mungkin tidak akan berkembang, karena anda tidak punya passion untuk membuatnya berkembang. Daeng Nuntung membuktikan kalau dia punya kedua hal itu, dua hal yang dikawinkannya dan membuatnya mampu memukau banyak orang. Saya yakin dia akan memiliki dua hal itu dalam waktu yang lama, sangat lama.</p>
<p>Dia adalah role model saya. Bravo Daeng..!!</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/&amp;title=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/&amp;t=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/&amp;t=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/&amp;title=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya&amp;link=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/&amp;Title=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NAKED TRAVELER -2, Catatan Perjalanan yang Bikin Iri</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 06:10:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku-ku]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[naked traveler]]></category>
		<category><![CDATA[trinity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=592</guid>
		<description><![CDATA[Di dunia ini ada 2 wanita yang paling mampu membuat saya sirik plus iri. Yang pertama adalah Riyani Djangkaru dan yang kedua adalah Trinity.
Riyani ?terkenal sebagai icon dari acara Jejak Petualang di Trans-7. Riyani yang mempopulerkan acara jalan-jalan di stasiun televisi, selepas kepergiannya acara Jejak Petualang makin merosot pamornya. Medina Kamil sang pengganti tampaknya kesulitan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/naked-traveler_n36814787199_7656.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-593" title="naked traveler_n36814787199_7656" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/naked-traveler_n36814787199_7656.jpg" alt="" width="200" height="321" /></a>Di dunia ini ada 2 wanita yang paling mampu membuat saya sirik plus iri. Yang pertama adalah Riyani Djangkaru dan yang kedua adalah Trinity.</p>
<p>Riyani ?terkenal sebagai icon dari acara Jejak Petualang di Trans-7. Riyani yang mempopulerkan acara jalan-jalan di stasiun televisi, selepas kepergiannya acara Jejak Petualang makin merosot pamornya. Medina Kamil sang pengganti tampaknya kesulitan untuk meneruskan nama besar Riyani.</p>
<p>Riyani mampu membuat saya iri bin sirik karena dia punya banyak kesempatan untuk jalan-jalan, sebagian besarnya adalah ke tempat-tempat non turistik yang eksotis di pelosok-pelosok Indonesia dan beberapa Negara tetangga. Yang lebih mengasyikkan adalah karena dia digaji..!!. Bagi saya ini kerjaan yang luar biasa enak, seperti bukan bekerja saja rasanya.</p>
<p>Wanita kedua yang selalu membuat saya iri bin sirik adalah Trinity. Saya mulai kenal dia lewat buku Naked Travel sekitar setahun lebih yang lalu. Agak telat memang, apalagi ternyata Trinity sudah sangat terkenal di jagad maya. Wanita bertubuh subur dengan tampang mirip Pinoy (menurut dia) ini adalah seorang traveler sejati, tujuan utama hidupnya hanyalah agar bisa berjalan-jalan sebanyak mungkin dan sejauh mungkin. Total telah 43 negara dan hampir seluruh propinsi di Indonesia telah didatanginya.</p>
<p>Inti dari tulisan perjalanan Trinity yang dicatat di buku Naked Traveler dan Naked Traveler 2 bukanlah tentang informasi lokasi-lokasi wisata yang menarik di berbagai tempat yang dia datangi. Trinity tidak seperti agen wisata yang menceritakan tentang keindahan objek wisata di sebuah tempat berikut informasi perjalanan dan akomodasinya, Trinity hanya mencatat berbagai hal yang justru jauh lebih menarik.</p>
<p>Trinity banyak bercerita tentang kebudayaan, kebiasaan, kelucuan dan hal remeh temeh lainnya yang dia jumpai di semua tempat yang dia kunjungi. Inilah perbedaan besar antara buku Naked Traveler-nya Trinity dengan brosur wisata atau info wisata lainnya yang banyak bertebaran.</p>
<p><span id="more-592"></span>Lewat buku Naked Traveler kita bisa tahu banyak tentang berbagai hal-hal unik, lucu dan mengasyikkan yang bertebaran di berbagai tempat di dunia ini. Salah satu contohnya adalah tulisan tentang Negara Palau, salah satu Negara kecil di Samudra Pasifik, daerah Micronesia.</p>
<p>Di Negara yang jumlah penduduknya hanya sekitar 30.000 orang itu, Trinity menceritakan tentang banyak hal yang lucunya sungguh absurd. Tentang bagaimana ?kemalasan? penduduk lokal, ?tentang bagaimana kecilnya Negara itu dan sedikitnya penduduk sehingga untuk sekedar flirting saja mereka harus mengusut asal-usul seseorang karena jangan sampai mereka adalah keluarga sendiri.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/Naked_Traveler_Depan.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-594" title="Naked_Traveler_Depan" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/Naked_Traveler_Depan.jpg" alt="" width="91" height="144" /></a>Cerita tentang Palau hanya satu dari sekian banyak cerita yang dipaparkan Trinity di bukunya. Khusus di buku Naked Traveler 2 ini, Trinity juga banyak menuliskan tentang latar belakang hobinya berjalan-jalan juga tentang siapa saja yang sering menjadi teman jalan-jalannya.</p>
<p>Naked Traveler 2 ini menurut saya mutunya sedikit di bawah Naked Traveler 1. Ada beberapa cerita yang berulang di NT2 ini dan sama sekali tidak mengulangi pengeditan ulang sehingga rasanya hanya mengejar setoran saja. Unsur surprise juga sepertinya agak hilang dari buku ini, tidak seperti yang saya rasakan waktu membaca buku Naked Traveler 1 meski unsur lucunya masih tetap ada. Yah, ini salah satu hal yang paling menarik dari Naked Traveler. Trinity (dan editornya) mampu mengemas sebuah cerita ringan menjadi sebuah cerita yang lucu dan menarik. Saya sampai tergeli-geli sendiri membaca beberapa cerita Trinity di buku ini.</p>
<p>Intinya, Naked Traveler 2 ini tetap merupakan sebuah buku yang menarik bagi saya. Buku yang mampu menerbitkan rasa iri saya pada Trinity yang sudah berani (dan bisa) melakukan perjalanan ke berbagai Negara dan propinsi di Indonesia. Segala macam perjalanan yang sudah dilewatinya tentu akan memperluas wawasannya dan memberikan pengalaman-pengalaman tak ternilai dalam hidupnya.</p>
<p>Sayangya, menurut saya buku terlalu mahal (Rp. 61.000,-) agak kurang sesuai dengan isinya karena (sekali lagi menurut saya) buku Naked Traveler 1 masih lebih menarik, lebih lucu dan lebih punya unsure surprise. Meski begitu Naked Traveler 2 bolehlah saya rekomendasikan untuk anda yang senang baca buku, ratingnya saya beri 3,5/5.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/&amp;title=NAKED+TRAVELER+-2%2C+Catatan+Perjalanan+yang+Bikin+Iri" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/&amp;t=NAKED+TRAVELER+-2%2C+Catatan+Perjalanan+yang+Bikin+Iri" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/&amp;t=NAKED+TRAVELER+-2%2C+Catatan+Perjalanan+yang+Bikin+Iri" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/&amp;title=NAKED+TRAVELER+-2%2C+Catatan+Perjalanan+yang+Bikin+Iri" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=NAKED+TRAVELER+-2%2C+Catatan+Perjalanan+yang+Bikin+Iri&amp;link=http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/&amp;Title=NAKED+TRAVELER+-2%2C+Catatan+Perjalanan+yang+Bikin+Iri" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/03/06/naked-traveler-2-catatan-perjalanan-yang-bikin-iri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jujurnya si Tukang Parkir</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 06:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[parkir motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[

Mall Ratu Indah, malam minggu jam 20.30 WITA. Pameran masih berlangsung, tapi saya tak bisa berlama-lama lagi. Saya harus menjemput Nadaa di rumah sepupunya sebelum malam kian larut. Setelah berpamit-pamitan pada rekan sejawat saya menuju ke parkiran, tepatnya di sebelah parkiran mall. Ya, saya memarkir motor di luar mall, bukan di parkiran resmi dalam mall. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/parkirmotor.jpg"><img class="size-full wp-image-590  aligncenter" title="parkirmotor" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/parkirmotor.jpg" alt="" width="551" height="412" /></a></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Mall Ratu Indah, malam minggu jam 20.30 WITA. Pameran masih berlangsung, tapi saya tak bisa berlama-lama lagi. Saya harus menjemput Nadaa di rumah sepupunya sebelum malam kian larut. Setelah berpamit-pamitan pada rekan sejawat saya menuju ke parkiran, tepatnya di sebelah parkiran mall. Ya, saya memarkir motor di luar mall, bukan di parkiran resmi dalam mall. Tujuannya hanya supaya lebih hemat. Parkir dalam mall pasti akan kena charge maksimum karena waktunya yang di atas 3 jam, sementara kalau parkir di luaran (baca: parkir liar) Cuma bayar Rp. 1000,- tanpa batas waktu.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan santainya saya berjalan ke arah parkiran sambil merogoh kantong celana mencari kunci motor yang biasanya ada di sana. Lama saya merogoh kantong kanan, pindah ke kantong kiri terus ke kantong belakang tapi si kunci tidak juga ketemu. Saya pindah merogoh kantong jaket, biasanya saya simpan di sana juga, tapi sama saja..nihil.</p>
<p style="text-align: left;">&#8221; Apa terjatuh di lemari ya..?&#8221; pikir saya, tadi jaket memang saya taruh di lemari di counter pameran kami, saya berharap kunci motor memang tercecer dalam lemari counter itu jadi berbaliklah saya kembali ke counter. Lemari counter saya obok-obok tapi kunci tidak ketemu, berarti memang jatuhnya bukan di sana. Saya berpikir keras, berusaha mengingat-ingat rute yang saya lewati sejak siang tadi. Ada kemungkinan kuncinya ikut jatuh waktu saya mengeluarkan uang dari kantong. Tapi rasanya koq tidak mungkin, kunci motorku ada gantungannya jadi kalaupun dia ikut keluar dan terjatuh waktu menarik uang pasti saya akan sadar.</p>
<p style="text-align: left;">Tiba-tiba sebuah pikiran melintas dikepala. Jangan-jangan kuncinya kelupaan di motor. Saya ingat selepas memarkir motor saya sempat membuka bagasi dan memasukkan sesuatu ke sana dan mungkin saja kuncinya memang kelupaan di bagian samping motor tempat membuka bagasi.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-589"></span>Dengan tergesa-gesa saya ke parkiran, pikiran pertama yang melintas adalah : kalau motornya sudah tidak di tempat berarti benar, kuncinya ketinggalan dan ada orang yang membawa lari motor. Wuihh..rasanya sudah benar-benar deg-degan sebelum sampai ke parkiran. Dari jauh saya lihat motornya masih di sana, pfiuhhh?syukurlah, berarti motornya masih aman. Hanya saja masalah belum selesai karena kuncinya belum ketemu.</p>
<p style="text-align: left;">Saya mendekati seorang lelaki tua yang jaga parkiran. Saya tanya, ada ndak orang yang sempat nitip kunci motor karena siapa tau saja ada orang yang berbaik hati mengambil kunci saya dan menitipkannya ke tukang parkir. Si bapak menjawab, &#8221; saya tidak tahu, tadi yang jaga anak saya dan dia gak bilang apa-apa&#8221; . Yaaahh..berarti kuncinya benar-benar hilang.</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimana nih ? saya mulai bingung. Untuk kembali ke rumah dan mengambil kunci serep kayaknya tidak mungkin, kunci yang satunya sudah duluan hilang. Berbagai kemungkinan mulai berseliweran dalam kepala, salah satunya adalah meminjam kunci motor teman, siapa tau aja bisa soalnya motor Honda biasanya punya kelemahan di kunci yang gampang dijebol.</p>
<p style="text-align: left;">Akhirnya dengan kunci motor punya Irdin di tangan saya kembali ke parkiran, mencoba mengutak-atik stop kontak motor, tapi hasilnya juga nihil. Saya mulai kehabisan option.</p>
<p style="text-align: left;">Si bapak tua tukang parkir kembali mendekati saya, dia nanya &#8221; kuncinya sudah ketemu ?&#8221;, saya jawab belum. Dengan lemas tentu saja. Seorang wanita tua dengan rompi oranye khas tukang parkir juga ikut mendekat, dia bertanya &#8221; kenapa pak ? kuncinya hilang ya ?&#8221;, saya jawab iya sambil berharap dia punya solusi.</p>
<p style="text-align: left;">Si ibu menjawab, &#8221; tunggu pak, tadi anak saya nitip kunci. Siapa tau itu kuncinya bapak &#8220;, tiba-tiba harapan saya kembali membuncah. Si ibu bergegas ke rumahnya yang tak jauh dari parkiran meninggalkan saya yang menunggu dengan deg-degan, berharap kunci yang dia maksud memang benar kunci saya. Tak berapa lama si Ibu datang kembali berjalan kea rah saya, di tangannya saya lihat ada sebuah kunci. Dari jauh saya sudah mengenali gantungannya, ya itu gantungan kunci saya. Dan benar saja, ketika dia menyerahkan si kunci ke saya dengan segera saya tahu itu kunci yang sempat membuat saya kuatir tadi.</p>
<p style="text-align: left;">Akhirnya dengan penuh rasa lega dan bersyukur saya menjabat tangan si Ibu sambil menyelipkan selembar uang. Si Ibu kelihatan senang, tapi sebenarnya saya yang jauh lebih senang. Segala macam kebingungan yang tadi sempat hinggap dengan segera lenyap. Rasanya lega luar biasa?!!</p>
<p style="text-align: left;">Malam itu saya belajar tentang sebuah kejujuran dari sepasang (atau tepatnya satu keluarga) tukang parkir. Bayangkan kalau mereka bukan orang-orang yang jujur. Mereka bisa saja membawa lari motor saya, toh kuncinya ada di motor dan statusnya juga adalah parkiran liar. Saya sebagai konsumen sama sekali tidak punya hak untuk menuntut mereka, saya yang teledor dan saya juga yang memilih memarkir motor di parkiran liar. Kondisinya mungkin berbeda kalau motor saya hilang di parkiran mall yang resmi. Saya bisa menuntut pihak parkir kalau saya kehilangan motor, karena untuk mengeluarkan motor dari mall harus memakai karcis atau kalau karcisnya hilang harus menunjukkan STNK.</p>
<p style="text-align: left;">Malam itu saya bersyukur dipertemukan dengan keluarga tukang parkir itu. Mereka adalah orang-orang yang meninggikan kualitas mereka sendiri karena kejujurannya. Mereka dengan tampilan yang sangat sederhana bahkan terkesan kumal itu telah mengajarkan sesuatu pada saya, mereka mungkin tidak punya banyak harta tapi mereka punya sesuatu yang sangat berharga. <strong>KEJUJURAN.</strong></p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/&amp;title=Jujurnya+si+Tukang+Parkir" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/&amp;t=Jujurnya+si+Tukang+Parkir" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/&amp;t=Jujurnya+si+Tukang+Parkir" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/&amp;title=Jujurnya+si+Tukang+Parkir" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Jujurnya+si+Tukang+Parkir&amp;link=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/&amp;Title=Jujurnya+si+Tukang+Parkir" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Maret</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2010 05:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[George Remi lahir di Belgia, 22 mei 1907. Penggemar komik mengenalnya dengan nama panggung Herge, pencipta tokoh komik terlaris dan legendaries, TinTin. Awalnya Herge hanya menempatkan TinTin sebagai suplemen di harian Le Petit Vengtieme, harian tempatnya bekerja. TinTin lahir 10 januari 1929 dalam episode TinTin di tanah Sovyet. Belakangan TinTin hadir dalam bentuk komik dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/200px-Herge.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-581" title="200px-Herge" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/200px-Herge-166x300.jpg" alt="" width="166" height="300" /></a><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Herg%C3%A9">George Remi</a> lahir di Belgia, 22 mei 1907. Penggemar komik mengenalnya dengan nama panggung Herge, pencipta tokoh komik terlaris dan legendaries, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tintin">TinTin</a>. Awalnya Herge hanya menempatkan TinTin sebagai suplemen di harian Le Petit Vengtieme, harian tempatnya bekerja. TinTin lahir 10 januari 1929 dalam episode TinTin di tanah Sovyet. Belakangan TinTin hadir dalam bentuk komik dan disebar ke seluruh dunia. Kepopulerannya dengan cepat menanjak, utamanya di Perancis, Belgia dan Belanda.</p>
<p>Selama bertahun-tahun Herge terus membesarkan TinTin yang sudah dianggapnya anak sendiri. Tercatat 24 episode TinTin lahir dari kemampuannya merangkai cerita dan gambar. TinTin terus bertransformasi menjadi sososk legenda dalam dunia komik. Dari generasi ke generasi penggemarnya tak pernah surut.</p>
<p>Herge dan TinTin adalah salah satu favorit saya sepanjang masa. Saya pertama kali mengenal TinTin ketika masih belia berseragam putih merah, tepatnya di tempat sepupu saya yang lebih tua. Saya lupa episode mana yang pertama kali saya baca, yang jelas setiap kali saya berkunjung ke tempat sepupu saya itu, TinTinlah yang pertama kali saya cari.</p>
<p>Tahun 1983, Herge sedang dalam proses pembuatan buku terakhir dari TinTin. Judulnya TinTin et L?alph Art atau TinTin dan Alpha Art. Sayang, Herge tak sempat menyelesaikan karya terakhirnya itu. Goresannya belum final ketika dia harus menghadap yang kuasa tepat di tanggal 3 maret 1983.</p>
<p>5 tahun sebelum Herge meninggal dunia, di tanggal yang sama di tempat yang terpisah jarak ribuan mil jauhnya, seorang bayi wanita mungil baru saja hadir ke bumi. Tepatnya di sebuah tempat bernama Kutowinangun di Kabupaten Kebumen, kota yang berada di arah Selatan kota Semarang. Wanita mungil ini hadir sebagai anak kedua sepasang suami istri sederhana.</p>
<p>Perjalanan hidup membuat si gadis kecil harus melintas berbagai kota. Semarang dan Jogja menjadi salah satu kota tempatnya tumbuh. Jakarta sempat pula menjadi tempatnya mencari nafkah sebelum akhirnya berlabuh di kota Makassar. Seorang lelaki medioker yang ditemuinya di Bekasi berhasil meyakinkannya untuk menyeberang pulau ke sebuah tempat yang belum pernah dia didatangi sebelumnya (keduali sekali waktu masih berpacaran dengan sang lelaki medioker).</p>
<p>Agustus 2002 awal perjalanan hidupnya yang baru mulai. Dengan niat yang tulus dan suci dia menyeberang lautan, memasrahkan diri diboyong sang lelaki medioker yang kemudian resmi menjadi suaminya. Bukan hal yang mudah, dia harus beradaptasi dengan semua hal baru. Lingkungan yang baru, suasana yang baru, budaya yang baru, status yang baru dan kehidupan yang baru tanpa pekerjaan yang baru. Perlahan-lahan dia terus menyesuaikan diri meski ombak deras masih saja jadi bagian hidupnya.</p>
<p><span id="more-579"></span>Tapi, si wanita bukan wanita biasa. Dia adalah wanita yang kuat, mandiri dan punya tekad baja. Mimpi-mimpinya yang sederhana mampu terus dia jaga, membuatnya tetap bertahan menjalani semuanya. Bukan sekali dua kali mimpi itu sempat mengabur bahkan seperti sangat jauh dan tidak mungkin untuk diraih. Dia pernah hampir menyerah, tapi sekali lagi tekadnya yang sekeras baja membuatnya kembali berdiri dan terus berjalan. Sang lelaki medioker hampir tak pernah sadar betapa besar anugerah yang dia punya.</p>
<p>Si wanita adalah wanita yang luar biasa. Sejak sekolah sampai bekerja dia memiliki semangat yang luar biasa. Dia bukanlah wanita yang senang berdandan dan bersolek, dia lebih senang menghabiskan banyak waktu dan uangnya untuk sesuatu yang bernama ilmu. Semasa sekolah dia lebih rela menjual kalungnya demi mendapatkan sebuah kalkulator yang bisa membantunya menyelesaikan pendidikan.</p>
<p>Di lingkungan kerjanya juga sama. Semangat, dedikasi dan etos kerjanya membuat banyak orang menyenanginya. Dia tidak pernah main-main pada sebuah hal bernama pekerjaan. Sejak tahun 2004 dia memilih menjadi abdi Negara karena dipikirnya pekerjaan itu lebih cocok untuk ibu rumah tangga, sekaligus dia pikir pekerjaan itu akan memudahkan dirinya menjemput impian belajar di negara yang lebih maju. Menjadi abdi Negara ternyata membuatnya berada dalam pusaran masalah yang berbeda. Dia merasa intelegensia dan kemampuan akademiknya &#8220;dilecehkan&#8221; dan nyaris tak digunakan. Dia risau. Dia yang terbiasa bekerja dengan otak harus pasrah mengerjakan pekerjaan yang shallow dan sama sekali tak membutuhkan kemampuan otaknya.</p>
<p>Dua bocah kecil kemudian lahir dari rahimnya. Seorang wanita mungil dan seorang lelaki mungil. Seluruh cintanya tercurah pada sepasang malaikat kecilnya.</p>
<p>Akhir tahun 2008, sebuah badai besar datang dalam kehidupannya. Sebuah badai yang membuatnya memikirkan ulang tentang semua mimpinya bersama sang lelaki medioker. Sebuah badai yang membuatnya meragukan langkah-langkahnya untuk meraih mimpi itu, <strong>semua karena si lelaki medioker yang tak punya penghargaan pada berkah luar biasa yang dia miliki</strong>. Si lelaki medioker tak pernah sadar betapa besar arti kehadiran si wanita luar biasa itu untuknya, wanita yang membuatnya bukan lagi seorang lelaki medioker. Dia pernah sadar, tapi dia juga sering lupa.</p>
<p>Si wanita kembali terhempas, meski dia wanita sekuat baja namun ada titik di mana kekuatannya jatuh ke titik terendah. Dia hampir saja menuliskan kalimat &#8221; THE END &#8221; pada episode mimpi bersama lelaki medioker itu dan menuliskan kalimat &#8221; START &#8221; pada episode lain. Tapi dia bertahan.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/rez_Bunda-Nadaa-Hilmy.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-580" title="rez_Bunda Nadaa Hilmy" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/rez_Bunda-Nadaa-Hilmy-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>3 maret 2010. Hari Rabu, dia sedang berada di Jogja, kota tempatnya menamatkan pendidikan universitas, kota yang juga dicintainya seperti dia mencintai kota kelahirannya. Tahun ini dia berada di sana, menjalani episode mimpinya yang lain. Dia jauh <strong>bukan karena ingin menjauhi dan meninggalkan keluarganya</strong>. Dia jauh karena ingin memperbaiki semuanya, dan semua merestuinya. Tahun ini dia masih berjuang di kota yang dicintainya, berjuang menuju sebuah harapan dan mimpi yang sudah ditanamnya sejak bertahun-tahun yang lalu. Dia masih punya banyak mimpi, masih selalu yakin untuk bisa meraih semua mimpinya meski dia juga menolak untuk mengemis demi mimpinya. Dia hanya mau berjuang untuk mimpi itu, bukan mengemis..!!</p>
<p>Wanita itu bernama Ofie, dan lelaki medioker itu adalah saya. 3 maret 2010, 27 tahun selepas kepergian Herge-kartunis favorit saya-Ofie merayakan ulang tahunnya yang ke-32 di sebuah kota yang dicintainya. Dari kota yang telah menorehkan banyak kenangan buruk untuknya saya hanya bisa mengirim doa, semoga mimpi indahnya bisa jadi kenyataan, semoga kebahagiaan selalu jadi miliknya dan milik dua buah hatinya.</p>
<p><em><strong>Selamanya..</strong></em></p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/&amp;title=3+Maret" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/&amp;t=3+Maret" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/&amp;t=3+Maret" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/&amp;title=3+Maret" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=3+Maret&amp;link=http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/&amp;Title=3+Maret" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/03/03/3-maret/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Level Fans Pearl Jam</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 00:30:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kupikir]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[pearl jam fans]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[
Saya adalah fans Pearl Jam. Mungkin sudah masuk dalam kategori terobsesi karena selama bertahun-tahun saya hampir hanya mendengarkan musik dan lagu dari mereka. Prosentasenya mungkin di atas 80% lagu-lagu Pearl Jam berbanding kurang dari 20% lagu-lagu dari kelompok atau musisi dan penyanyi yang lain. Alasannya tidak usah saya ceritakan lagi, semua ada di blog ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Ed_and_fans.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-575" title="Ed_and_fans" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Ed_and_fans.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Saya adalah fans <a href="http://pearljam.com">Pearl Jam</a>. Mungkin sudah masuk dalam kategori terobsesi karena selama bertahun-tahun saya hampir hanya mendengarkan musik dan lagu dari mereka. Prosentasenya mungkin di atas 80% lagu-lagu Pearl Jam berbanding kurang dari 20% lagu-lagu dari kelompok atau musisi dan penyanyi yang lain. Alasannya tidak usah saya ceritakan lagi, semua ada di blog ini. Meski tergila-gila pada Pearl Jam, saya juga belum berani mengklaim diri sejajar dengan <a href="http://helmantaofani.blogspot.com">Hilman</a> dan Reza, dua orang kamus berjalan Pearl Jam di Indonesia.</p>
<p>Sebagai fans berat sebuah band yang masa keemasannya sudah lewat namun belum cukup memenuhi kriteria sebagai legenda, adalah sebuah kesulitan sendiri untuk menemukan orang-orang yang senasib dan searah dengan saya, utamanya di dunia nyata. Saya cukup beruntung bisa berkenalan dengan para &#8220;Lost Dog&#8221; se Indonesia yang membuat saya benar-benar tidak merasa sendirian.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saat iseng mencari seorang teman di jejaring sosial Facebook saya menemukan sebuah account bernama Pearl Jam. Pemiliknya adalah seorang lelaki muda yang berdomisili di Makassar. Didasari oleh keinginan untuk berkenalan dengan sesama Jamily utamanya yang berdomisili di Makassar, saya menambahkan dia sebagai teman. Tak lama kemudian ajakan saya bersambut. Dengan segera saya menulis di dindingnya, bertanya apakah dia benar-benar seorang fans Pearl Jam sambil tak lupa memperkenalkan diri sebagai seorang penggemar Pearl Jam juga.</p>
<p>Tak berapa lama pertanyaan saya terjawab. Dia mengaku suka pada Pearl Jam. Sampai di sini saya sudah mulai kehilangan semangat dan bisa menebak seperti apa kadar &#8220;suka&#8221; si cowok ini. seorang fans berat (setahu saya) tidak akan menggunakan kata &#8220;suka&#8221; apabila dipancing berbicara tentang idolanya. Setidaknya dia akan menggunakan kata &#8220;suka banget&#8221; atau bahkan &#8220;tergila-gila&#8221;. Percakapan kami lewat dinding FB berlanjut dan berujung pada kekecewaan di pihak saya.</p>
<p><span id="more-574"></span>Pasalnya, saat saya bertanya lagu Pearl Jam yang mana yang paling dia sukai, jawabannya : Last Kiss. Oke, jawaban itu sudah cukup untuk mengindikasikan level &#8220;suka&#8221; si pemilik account Pearl Jam itu. Pembicaraan kemudian lebih banyak berkutat pada tema yang basi. Saya kehilangan semangat, pupus sudah harapan untuk bertemu dengan sesama penggila Pearl Jam dari kota Makassar.</p>
<p>Saya kemudian teringat pada teori tentang 3 level fans Pearl Jam yang saya ciptakan sendiri. Teori saya mungkin sangat gampang untuk didebat dan dipatahkan, tapi setidaknya teori itu saya muculkan seiring dengan beberapa pengalaman saya saat bertemu dengan orang yang mengaku kenal dan suka dengan Pearl Jam. Saya jelaskan teori 3 level fans Pearl Jam menurut saya ya, 3 level itu adalah sebagai berikut :</p>
<p>Level &#8220;Last Kiss&#8221;<br />
Level ini adalah level terendah seorang fans Pearl Jam, bahkan kalau menurut saya level ini adalah level non fans. Orang-orang yang termasuk pada level ini adalah orang-orang yang ketika ditanya, &#8221; suka Pearl Jam, nggak ?&#8221; kemudian menjawab, &#8221; Oh iyya, suka. Last Kiss keren tuh..saya paling suka sama lagu yang itu&#8221;, atau jawaban lain yang sejenis seperti, &#8221; hmmm..cuman tau satu lagu aja sih, Last Kiss. Keren juga tuh lagunya&#8221;.</p>
<p>Nah, bagi saya orang-orang yang menjawab dengan jawaban seperti itu otomatis saya masukkan pada level Last Kiss, atau level terendah menurut saya. Kenapa ? jujur saja, bagi fans berat Pearl Jam, Last Kiss bukan Pearl Jam banget. Aslinya lagu ini juga adalah &#8220;Supposed to be a joke from Pearl Jam&#8221;, meski memang lagu ini kemudian jadi single terlaris Pearl Jam sepanjang masa. Untungnya juga semua keuntungan dari lagu ini disetor Pearl Jam ke sebuah gerakan kemanusiaan untuk para pengungsi Kosovo di akhir milenium pertama.</p>
<p>Banyak memang orang yang mengenal Pearl Jam lewat Last Kiss ini dan bagi yang tidak terlalu paham mereka kemudian menganggap Pearl Jam adalah band cemen degan lagu yang menye-menye. Jadi mereka yang mengaku kenal dan suka Pearl Jam dari lagu ini maka kualitas &#8220;suka&#8221;-nya sudah langsung ketahuan.</p>
<p>Level &#8220;Jeremy&#8221;</p>
<p>Nah, level kedua ini menurut saya adalah level milik seorang yang bisa jadi seorang fans tapi belum termasuk kategori fans berat.? Saat bertanya, lagu mana dari Pearl Jam yang paling kamu suka dan kemudian dia menjawab, &#8221; aku paling suka sama Jeremy, Daughter, Given to Fly atau I Am Mine&#8221;, maka otomatis saya akan memasukkan ke level yang kedua ini.</p>
<p>Level kedua ini menurut saya dihuni oleh orang-orang yang lumayan kenal Pearl Jam, utamanya lewat lagu-lagu mereka yang sempat hits dan sering wara-wiri di stasiun radio di jamannya. Orang-orang di level ini suka dan kenal Pearl Jam meski kadar kualitas sukanya masih dipertanyakan. Untuk menguji lebih lanjut, bisa dengan pertanyaan seperti , &#8221; kalau Hunger Strike tau nggak ?&#8221;, atau &#8221; Suka gak sama In My Tree..?&#8221; atau pokoknya sebut saja semua lagu-lagu Pearl Jam yang tidak terlalu populer utamanya di album No Code, Binaural, Riot Act atau Avocado. Kalau jawabannya &#8221; Oh iyya..bagus juga tuh&#8221;, atau &#8221; Iyya, aku pernah dengar tapi gak terlalu suka &#8221; maka si penjawab punya potensi untuk naik ke level ketiga, level tertinggi untuk para fans Pearl Jam. Kalau jawabannya, &#8221; wah..gak tau tuh..taunya Cuma sampe Daughter aja &#8220;, atau jawaban semacamnya maka si penjawab cukup berada di level kedua.</p>
<p>Level &#8221; In My Tree &#8221;<br />
Naaahhh&#8230;.level ini adalah level tertinggi untuk para fans Pearl Jam.</p>
<p>Di level ini berkumpul orang-orang yang kalau ditanya &#8221; suka lagu Pearl Jam yang mana ? &#8221; tidak akan langsung menjawab. Bukan karena tidak tahu lagunya tapi karena bingung untuk memilih lagu mana yang paling disukainya di antara ratusan lagu Pearl Jam. Orang-orang di level ini punya kadar kecintaan pada setiap lagu Pearl Jam, entah lagu asli dari Pearl Jam ataupun lagu cover dari musisi lain. Orang-orang di level ini selalu kesulitan apabila disuruh membuat list 5 lagu Pearl Jam yang paling disukai, dan biasanya bila berhasil dia akan menempatkan lagu-lagu yang kurang dikenal publik tapi punya arti dan muatan filosofis yang tinggi. Biasanya lagi nih, orang-orang di level ini akan menyodorkan jawaban yang berbeda bila pertanyaan yang sama diajukan beberapa hari kemudian.</p>
<p>Intinya, orang-orang di level ini mencintai semua lagu yang pernah dibawakan oleh Pearl Jam. Ujung-ujungnya, orang di level ini tanpa sadar akan memancarkan binar penuh semangat di matanya ketika diajak berdiskusi tentang Pearl Jam. Dan, setidaknya saya termasuk pada level ini. Namun sayangnya di dunia nyata saya sangat sulit untuk bertemu dengan orang-orang di level ini. Dunia maya adalah satu-satunya ruang bagi saya untuk bertemu dengan teman-teman di level ini.</p>
<p>Sekali lagi, teori level yang saya ciptakan di atas benar-benar sebuah teori asal-asalan yang sangat rapuh dan sangat bisa untuk didebat. Mungkin ada di antara anda yang punya teori berbeda , Silakan..</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/&amp;title=3+Level+Fans+Pearl+Jam" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/&amp;t=3+Level+Fans+Pearl+Jam" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/&amp;t=3+Level+Fans+Pearl+Jam" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/&amp;title=3+Level+Fans+Pearl+Jam" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=3+Level+Fans+Pearl+Jam&amp;link=http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/&amp;Title=3+Level+Fans+Pearl+Jam" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/02/23/3-level-fans-pearl-jam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macet..Macet..Macet</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Feb 2010 07:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Dua hari yang lalu saya pulang malam, seperti biasa rutenya selalu lewat jalan Antang Raya kemudian berbelok ke arah Jl. Borong Raya. Seperti biasanya juga, jalur itu kembali padat oleh kendaraan dan ujung-ujungnya terjadi kemacetan luar biasa. Dari arah Tello kemacetan sudah bisa dirasakan mulai dari depan pompa bensin, terus memanjang sampai ke arah Antang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua hari yang lalu saya pulang malam, seperti biasa rutenya selalu lewat jalan Antang Raya kemudian berbelok ke arah Jl. Borong Raya. Seperti biasanya juga, jalur itu kembali padat oleh kendaraan dan ujung-ujungnya terjadi kemacetan luar biasa. Dari arah Tello kemacetan sudah bisa dirasakan mulai dari depan pompa bensin, terus memanjang sampai ke arah Antang. Pusat kemacetan adanya di pertigaan Antang Raya dan Borong Raya di mana kendaraan roda dua, roda tiga maupun roda empat seperti saling bertumpuk.</p>
<p>Beberapa tahun belakangan ini rasaya pusat kemacetan di kota Makassar semakin bertambah saja. Saya pernah bertanya ke seorang teman, &#8221; adakah jalan di kota Makassar yang tidak macet di jam bubaran kantor ?&#8221;, jawabannya mungkin &#8220;ada&#8221;, tapi saya yakin anda pasti perlu waktu untuk berpikir dulu sebelum menjawab.</p>
<p>Kalau dari Antang masuk ke Borong, Toddopuli kemudian ke Hertasning maka saya yakin kita akan dengan mudahnya menemukan titik-titik kemacetan. Jalur yang saya sebut tadi sepertinya sudah mulai terkenal sebagai titik kemacetan mengikuti jalur-jalur lainnya seperti Abdullah Dg.Sirua dan Adhyaksa Baru.</p>
<p>Volume kendaraan yang terus bertambah dengan pesat sangat tidak berbanding lurus dengan volume jalan yang daritahun ke tahun nyaris stagnan. Ini kemudian diperparah oleh perilaku pengguna jalan yang kurang patuh, egois dan tidak sabaran. Kita tidak usah lagi menyalahkan sopir mikrolet yang sejak dulu sudah jadi terdakwa utama penyebab kemacetan. Sekarang ini hampir semua pengguna kendaraan sudah masuk kategori terdakwa penyebab kemacetan.</p>
<p>Motor bisa dengan seenaknya keluar jalur, menyalip ke sana ke mari tapi alih-alih keluar dari kemacetan, tindakan ini malah kadang Cuma memperparah kemacetan. Belum lagi para pengguna jalan yang membawa gerobak besi, mobil bisa mengkilap tapi kelakuan tetap saja supir angkot. Akibatnya, ya macet hanya tinggal tunggu waktu saja.</p>
<p>Sampai sekarang saya belum tahu apa yang ada dalam benak para pengambil keputusan di kota Makassar terkait kemacetan ini. Akar masalahnya masih tetap sama, pemerintah kota gagal menghadirkan angkutan massal yang nyaman, terjangkau dan mudah diakses untuk mengurangi nafsu warga untuk punya kendaraan pribadi. Pemerintah kalah cepat dari pemodal yang berani memberikan banyak kemudahan untuk para warga yang mau punya kendaraan sendiri. Untuk sebuah unit motor saja anda hanya perlu menyiapkan uang 500 ribu, dan ta..da..satu unit motor sudah siap jadi tunggangan anda ke sana ke mari. Persoalan bayar per bulannya bisa ditutupi atau tidak itu urusan belakangan.</p>
<p>Di sisi yang berbeda, pengurusan SIM juga tidak kalah mudahnya. Anda tidak perlu ikut test segala macam untuk membuktikan anda layak menyimpan selembar kertas berlaminating itu di dompet anda, cukuplah membayar beberapa ratus ribu dan silakan nikmati kenyamanan berkendara .</p>
<p>Pemerintah kota harusnya sudah mulai mempersiapkan diri sejak sekarang, mereka harusnya lebih fokus untuk membenahi hal-hal mendasar yang sesungguhnya lebih dibutuhkan oleh warga kota. Apalah gunanya menambah mall baru di kota Makassar kalau kebutuhan dasar warga seperti jalanan yang lancar dan tak berlubang serta tak tergenang air di musim hujan tetap tak terpenuhi.</p>
<p>Rencana menghadirkan transportasi massal bagi seluruh warga hanya sebatas wacana yang terus bergulir dari tahun ke tahun tanpa pernah kita tahu progress realisasinya sudah sampai mana. Kalau kondisi ini terus dibiarkan maka saya yakin suatu saat nanti kita akan terbangun dengan sebuah kenyataan kalau kota Makassar sudah sama semrawutnya dengan Jakarta. Suatu hari nanti pemerintah kota akan sadar kalau benang kusut tata kota Makassar sudah benar-benar susah untuk diurai.</p>
<p>Anda mau kota Makassar sama macetnya dengan kota Jakarta..?, terus terang saya tidak mau.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/&amp;title=Macet..Macet..Macet" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/&amp;t=Macet..Macet..Macet" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/&amp;t=Macet..Macet..Macet" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/&amp;title=Macet..Macet..Macet" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Macet..Macet..Macet&amp;link=http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/&amp;Title=Macet..Macet..Macet" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/02/17/macet-macet-macet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It is Hard To Be a Single Parent</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 06:58:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[single parent]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu film favorit saya sepanjang masa adalah &#8220;Pursuit of Happyness&#8221;, film ini sungguh menyentuh saya. Terus terang saya sampai meneteskan air mata saat menyaksikan film ini. Kisah tentang perjuangan Christopher Gardner yang berjuang seorang diri membesarkan sang anak adalah sebuah kisah perjuangan yang luar biasa. Hebatnya lagi karena film ini diangkat dari kisah nyata.
Perjuangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Pursuit-of-Happyness.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-567" title="Pursuit of Happyness" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Pursuit-of-Happyness.jpg" alt="" width="320" height="399" /></a>Salah satu film favorit saya sepanjang masa adalah <strong>&#8220;Pursuit of Happyness&#8221;</strong>, film ini sungguh menyentuh saya. Terus terang saya sampai meneteskan air mata saat menyaksikan film ini. Kisah tentang perjuangan Christopher Gardner yang berjuang seorang diri membesarkan sang anak adalah sebuah kisah perjuangan yang luar biasa. Hebatnya lagi karena film ini diangkat dari kisah nyata.</p>
<p>Perjuangan Chris Gardner ini kembali menginspirasi saya akhir-akhir ini. Minggu lalu sebuah kabar sempat mampir ke telinga saya, bagian HRD dan bapak direktur kabarnya geram melihat catatan prosentase ketepatan waktu saya yang sangat rendah. Dalam sebulan nilai keterlambatan saya mencapai angka 80%, jauh di atas sebagian besar teman-teman kantor. Sampai sekarang memang surat teguran belum terbit, dan kabar kegeraman tersebut saya dengar dari OB yang di kantor saya kadang berfungsi sebagai mata-mata yang bisa menyerap berbagai informasi tanpa terlihat atau terdeteksi.</p>
<p>Harus saya akui, saya memang bukan tipikal orang yang disiplin apalagi soal waktu. Rasanya sungguh sulit bagi saya untuk selalu patuh pada timeline yang sebenarnya sering saya buat sendiri. Semuanya kemudian jadi lebih rumit karena sekitar 8 bulan ini saya jadi orang tua tunggal sehingga aktifitas di pagi hari jadi lebih rumit.</p>
<p>Saya agak susah untuk bangun pagi. Alarm disetel jam 5 pagi meski kenyataannya saya lebih banyak terbangun untuk kemudian mematikan alarm. Walhasil saya baru bisa bangun yang betul-betul bangun sekitar setengah jam kemudian atau bahkan 45 menit kemudian. Acara kemudian akan diisi dengan acara cuci piring, menyiapkan sarapan dan bekal untuk Nadaa, kemudian membangunkan dia, membuatkan susu, mandi untuk diri sendiri sebelum kemudian memandikan Nadaa. Kadang-kadang diselingi dengan acara menyetrika pakaian untuk hari itu dan beberapa hari ke depan. Setelah semua selesai acara akan dilanjutkan dengan mengantar Nadaa ke sekolah yang arahnya berkebalikan dengan arah kantor. Sebenarnya kalau bisa lebih cepat keluar rumah saya masih sempat mengantar Nadaa ke rumah sepupunya yang kebetulan satu sekolah, sayangnya kadang sang sepupu sudah berangkat lebih dulu sebelum saya tiba.</p>
<p><span id="more-566"></span>Ok, anda mungkin bisa bilang kalau beberapa hal yang saya kerjakan di pagi hari sebenarnya bisa saja dipersiapkan malam sebelumnya biar acara pagi hari tidak terlalu padat. Teorinya sih seperti itu, tapi kembali ke masalah kedisiplinan. Saya bukan orang yang disiplin, lagipula malam hari setiba di rumah badan rasanya sudah tidak bisa diajak kompromi. Itu belum termasuk kalau ada kerjaan ekstra yang juga menyita waktu. Walhasil, teori-teori tersebut harus kembali mentah.</p>
<p>Pada titik inilah saya kembali mengagumi sosok Chris Gardner yang digambarkan di film Pursuit of Happyness.</p>
<p>Di sana, Chris digambarkan sebagai seorang ayah yang punya tekad kuat dan pekerja keras. Tanpa kenal lelah dia terus berusaha membesarkan sang anak dengan perhatian penuh sambil tetap mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Itu belum termasuk usahanya mencari tempat berteduh bagi mereka yang pernah bahkan berakhir di toilet stasiun. Benar-benar sebuah perjuangan ekstra keras yang membutuhkan tenaga dan tekad yang luar biasa besar.</p>
<p>Saya masih lebih beruntung dari Chris (sebelum dia jadi orang sukses). Saya masih punya tempat berteduh tetap, masih punya orang tua yang bisa jadi tempat penitipan anak gratis, dan punya pekerjaan tetap sehingga tak mesti berlarian ke sana ke mari mencari pendapatan, lagipula saya juga masih punya istri yang meski jauh tapi sangat supportif dalam kehidupan sehari-hari. Saya harusnya bisa lebih berhasil dari Chris. Tantangan yang saya hadapi bukan apa-apa kalau dibandingkan dengan tantangan dan rintangan yang Chris hadapi.</p>
<p>Pada point ini saya kadang merasa malu pada diri saya sendiri yang kadang terlalu manja dan menganggap saya tidak akan bisa melewati ini semua hingga kemudian mengeluh. Sebuah hasil yang luar biasa tentu tidak akan datang dengan perjuangan yang biasa-biasa saja. Saya jadi ingat kata-kata bijak, seorang pelaut ulung tidak akan lahir dari laut yang tenang.</p>
<p>Bukan sekali dua kali kekaguman saya pada sosok orang tua tunggal yang berhasil seperti Chris hadir. Saya membungkukkan tubuh sedalam-dalamnya pada orang-orang seperti Chris dan ribuan bahkan mungkin jutaan orang lainnya yang berhasil melalui rintangan berat untuk tetap bisa berperan sendirian sebagai orang tua yang berhasil membesarkan dan membahagiakan anak-anaknya. Mereka adalah orang-orang luar biasa yang mampu mengeluarkan semua potensi yang mereka punya. Saya bukan apa-apa dibandingkan dengan mereka, saya hanya sementara menjadi orang tua tunggal tapi sudah berkali-kali nyaris menyerah bahkan dengan kehidupan yang sebenarnya tidak kurang ini.</p>
<p>Jadi, kalau ada yang menganggap kalau menjadi orang tua tunggal itu gampang, pikirkan lagi teman. Saya akan jadi orang pertama yang menentang anggapan anda.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/&amp;title=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/&amp;t=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/&amp;t=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/&amp;title=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent&amp;link=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/&amp;Title=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AMPLANG dan HANGATNYA MENJADI JAMMILY</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 02:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[amplang]]></category>
		<category><![CDATA[jammily]]></category>
		<category><![CDATA[pearl jam fans]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa bulan yang lalu saya sungguh senang ketika seorang jammers (penggemar Pearl Jam) bergabung dengan keluarga besar Pearl Jam Indonesia. Hal yang agak luar biasa dari jammers yang baru jadi jammily (sebutan untuk keluarga besar fans Pearl Jam) ini adalah domisilinya yang berada di Samarinda-Kalimantan Timur.
Domisili jammily baru yang namanya mbak Melli ini agak luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Pearl-Jam-Fans.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-564" title="Pearl Jam Fans" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Pearl-Jam-Fans.jpg" alt="" width="500" height="332" /></a></p>
<p>Beberapa bulan yang lalu saya sungguh senang ketika seorang jammers (penggemar Pearl Jam) bergabung dengan keluarga besar Pearl Jam Indonesia. Hal yang agak luar biasa dari jammers yang baru jadi jammily (sebutan untuk keluarga besar fans Pearl Jam) ini adalah domisilinya yang berada di Samarinda-Kalimantan Timur.</p>
<p>Domisili jammily baru yang namanya mbak Melli ini agak luar biasa bagi saya mengingat selama ini konsentrasi besar fans Pearl Jam di Indonesia hanya terpusat di pulau Jawa dan Bali, dan dengan adanya seorang lagi fans Pearl Jam yang domisilinya di luar Jawa saya serasa menemukan keluarga baru. Saya memang secara tidak syah sudah diangkat oleh teman-teman di Pearl Jam Indonesia sebagai penanggung jawab Pearl Jam Indonesia region Indonesia Timur. Alasannya sederhana saja, saya adalah fans dari Indonesia Timur yang lumayan aktif nimbrung di milis meski belum pernah ikutan acara offline.</p>
<p>Nah, karena merasa mendapatkan teman baru saya kemudian berinisiatif meneruskan program DVD tree yang digagas oleh komunitas Pearl Jam Indonesia. Program ini sejatinya dilandasi oleh semangat berbagi material-material Pearl Jam. Caranya satu orang mengirimkan material-material Pearl Jam (biasanya berupa DVD konser) ke beberapa orang yang jadi penanggung jawab, seterusnya sang penanggung jawab akan meneruskan lagi ke orang-orang yang lain, begitu seterusnya. Tapi perlu digarisbawahi bahwa material yang dibagikan hanya material yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh label sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai barang bajakan. Pearl Jam sendiri melegalkan pembagian material seperti ini.</p>
<p><span id="more-563"></span>Singkat kata saya kemudian menggandakan dan mengirimkan beberapa material Pearl Jam yang saya punya. Tak lama berselang ucapan terima kasih via FB masuk dari mbak Melli. Ok, saya pikir tugas saya sudah selesai. Via FB juga dengan becanda saya bilang kalau balasannya cukuplah dengan amplang yang merupakan kudapan khas dari Kalimantan Timur. Bulan berlalu setelah kejadian itu, sayapun merasa tak ada yang perlu saya tagih karena niat saya murni hanya ingin menjalankan tugas sebagai penanggung jawab PJ.Id region Indonesia Timur.</p>
<p>Kemarin, tanpa saya duga setelah berselang beberapa bulan semenjak pengiriman DVD itu sebuah paket dalam kardus coklat tiba di kantor. Saya bertanya-tanya dari siapa gerangan, tapi sebuah label putih di salah satu sisinya dengan segera memberitahukan siapa sang pengirim. Ternyata mbak Melli dari Samarinda. Tanpa membuka kardusnya saya sudah bisa menebak kalau isinya pastilah amplang. Dan benar saja,ketika malamnya saya membuka si kardus, isinya memang amplang, lampok durian, abon serta kue keminting. Sungguh luar biasa.</p>
<p>Bagi saya hal yang paling luar biasa bukan karena isi si kardus, tapi kerelaan mbak Melli mengirim amplang dan teman-temannya itu. Ini adalah kali kesekian saya bisa merasakan kehangatan dari keluarga besar Jammily di Indonesia.</p>
<p>Sekitar bulan April tahun lalu saya sempat merasakan kehangatan dan keramahan luar biasa dari pasangan Jammily di Surabaya. Hilman dan istrinya Gina menjadi tuan rumah yang hangat yang bersedia menampung saya di Surabaya. Bukan sekedar menampung mereka juga rela menyisihkan waktu menjemput saya di Bungurasih, memberi makan malam, memberi tempat berteduh, memberi sarapan, memberi makan siang dan akhirnya mengantar ke bandara keesokan harinya. Sungguh sebuah kehangatan dan keramahan yang luar biasa. Kami belum pernah bertatap muka sebelumnya, semua pertemanan hanya dijalin di dunia maya lewat milis, FB, Friendster, blog dan YM.</p>
<p>Dua peristiwa di atas adalah pelengkap dari beberapa kehangatan lainnya yang sudah saya rasakan dari sesama Jammers. Ada Dani Satria yang mengirimkan 7 keping DVD berisi bootleg lengkap dari tahun 2004-2006, terus ada Denny yang mengirimkan berkeping-keping DVD konser hasil donlotan.</p>
<p>Apa yang saya rasakan dari kehangatan sesama Jammers mungkin masih tidak ada apa-apanya dibanding kehangatan yang dirasakan Reza, salah seorang sesepuh Pearl Jam Indonesia. Beliau ini sampai pernah ditolong Jammily Belanda sampai bisa menonton langsung Pearl Jam di Duesseldorf. Reza yang tidak punya tiket dan visa untuk menyeberang dari Belanda ke Jerman diselundupkan oleh beberapa orang Jammers sampai kemudian berhasil menonton langsung konser Pearl Jam. Semua itu hanya karena persahabatan yang dibangun via dunia maya.</p>
<p>Sekitar 2 tahun yang lalu juga ada berita dari seorang fans Pearl Jam di Eropa yang tertimpa musibah kebakaran hingga semua material Pearl Jamnya ikut hangus terbakar. Tanpa diminta, para fans Pearl Jam kemudian mengulurkan tangan untuk ikut menyumbangkan kopian material Pearl Jam yang mereka miliki. Sungguh sebuah spontanitas yang luar biasa.</p>
<p>Kenapa keluarga besar fans Pearl Jam bisa sehangat itu ? susah untuk merumuskan penyebab pastinya. Saya hanya bisa meraba kalau hal tersebut terjadi karena kami keluarga besar Jammily mencontoh apa yang dilakukan oleh idola kami. Eddie Vedder dan kawan-kawannya bukanlah tipikal rock star yang begitu berhasil menjual jutaan kopi rekaman kemudian seakan tinggal di tingkatan yang berbeda dengan para fansnya. Eddie dan kawan-kawan tetap menjalin kedekatan dengan para fans, mereka bahkan berpihak kepada fans daripada para promotor. Contohnya ya kasus antitrust mereka kepada Ticketmaster yang mana mereka menganggap Ticketmaster mengambil terlalu banyak keuntungan dari harga tiket yang gila-gilaan dan merugikan fans. Karena kalah dalam kasus tersebut mereka sempat tidak diijinkan manggung besar-besaran dalam waktu yang cukup lama.</p>
<p>Eddie dkk juga pernah menarik kembali tiket yang sudah terjual hanya karena mensinyalir kalau sebagian besar tiket tersebut diborong para calo. Bagi Eddie dan kawan-kawannya, hal yang paling utama adalah kesenangan fans, meski sebagian fans menganggap mereka sudah seperti dewa tapi mereka sendiri tetap menganggap diri mereka manusia biasa yang sama seperti para fansnya.</p>
<p>Penghargaan yang tinggi kepada fans ini kemudian menular kepada fans setianya. Penghargaan tinggi kepada sesama fans menjadi sebuah keharusan yang ujung-ujungnya kemudian menumbuhkan kehangatan antar fans meski mereka tak pernah bertatapan langsung.</p>
<p>Apa yang dicontohkan oleh Eddie dkk dan kemudian dipraktekkan oleh para fansnya membuat saya bangga menjadi bagian dari Jammily. Yup, I’m proud to be Jammily.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/&amp;title=AMPLANG+dan+HANGATNYA+MENJADI+JAMMILY" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/&amp;t=AMPLANG+dan+HANGATNYA+MENJADI+JAMMILY" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/&amp;t=AMPLANG+dan+HANGATNYA+MENJADI+JAMMILY" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/&amp;title=AMPLANG+dan+HANGATNYA+MENJADI+JAMMILY" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=AMPLANG+dan+HANGATNYA+MENJADI+JAMMILY&amp;link=http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/&amp;Title=AMPLANG+dan+HANGATNYA+MENJADI+JAMMILY" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/02/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TIPS WISATA MURAH KE DJOGDJA BAGI ANAK MAKASSAR</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 05:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[djogdja]]></category>
		<category><![CDATA[tips n trick]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[
Djogdja..!!, uhmm, kota kedua yang sangat saya cintai selain Makassar tentu saja. Banyak hal yang selalu membuat saya jatuh cinta pada kota ini bahkan membuat saya berpikir untuk menghabiskan hari tua di sana. Dalam setahun belakangan ini rasa cinta saya akan Djogdja makin kental apalagi karena sekarang Ofie dan Hilmy lagi ada di sana dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/01/tugu-jogja.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-546" title="tugu-jogja" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/01/tugu-jogja.jpg" alt="" width="535" height="304" /></a></p>
<p>Djogdja..!!, uhmm, kota kedua yang sangat saya cintai selain Makassar tentu saja. Banyak hal yang selalu membuat saya jatuh cinta pada kota ini bahkan membuat saya berpikir untuk menghabiskan hari tua di sana. Dalam setahun belakangan ini rasa cinta saya akan Djogdja makin kental apalagi karena sekarang Ofie dan Hilmy lagi ada di sana dan saya jadi punya banyak alasan kuat untuk selalu kembali ke Djogjdja.</p>
<p>Nah, karena sering ke sana dengan modal yang tak seberapa besar saya akhirnya jadi banyak tahu tentang pilihan bagi para pelancong sederhana atau backpacker dari Makassar yang pengen ke djogjdja dengan dana yang tak seberapa besar. Di tulisan ini? saya ingin berbagi kepada anda, mudah-mudahan ada manfaatnya.</p>
<p><strong>KENAPA KE DJOGDJA ?</strong><br />
Kenapa ke djogja..?, mungkin bagi yang belum pernah ke sana akan bertanya seperti itu. Tapi yang sudah pernah ke sana, rata-rata pasti jadi kepengen ke sana lagi. Secara umum Djogdja adalah kota yang nyaman untuk berwisata dan menetap. Biaya hidup di sana relatif lebih murah bila dibandingkan dengan biaya hidup di kota-kota besar lainnya di Indonesia, termasuk Makassar. Aroma kesederhanaan dan budaya lokal masih kental meski menurut teman saya Djogdja sudah mulai berubah karena kuatnya pengaruh dari para pendatang, meski begitu di Djogdja kita masih bisa merasakan kultur Jawa asli.</p>
<p>Tujuan wisatanya juga beragam, dari wisata alam di pinggiran atau luar kota Djogdja sampai wisata budaya yang berada di dalam kota. Satu lagi, Djogja adalah surga bagi pecinta buku karena di sana banyak toko buku, dari buku asli, buku bajakan hingga buku bekas. Dan eitss, wisata kulinernya juga mampu bikin lidah bergoyang tanpa harus menguras kantong. Jadi, ada banyak alasan untuk ke Djogja.</p>
<p><strong><span id="more-550"></span>CARA MURAH KE DJOGDJA.</strong><br />
Oke, sekarang untuk anak-anak Makassar dan sekitarnya yang ingin berliburan ke Djogdja dengan biaya yang tidak begitu besar saya punya tipsnya. Untuk menyeberang ke pulau Jawa sebenarnya ada 2 pilihan, bisa pakai pesawat udara atau kapal laut ke Surabaya. Surabaya memang gerbang utama dan lokasi terdekat yang bisa dijangkau oleh orang Makassar yang ingin ke Jawa. Sebenarnya ada sih pesawat yang langsung ke Djogja meski hanya satu masakapai saja yaitu Merpati, tapi harganya juga lumayan menguras kantong. Untuk hari-hari biasa harganya antara 700-900 ribu rupiah, untuk peak seasons bisa di atas satu juta, jadi untuk perjalanan murah ke Djogdja, via Surabaya adalah pilihan yang masuk akal.</p>
<p>Menyeberang dengan kapal laut memang bisa lebih murah lagi, tapi tentu saja boros di waktu karena untuk ke Surabaya membutuhkan waktu 24 jam dengan biaya sekitar 180-200 ribu untuk kelas ekonomi. Kalau pintar-pintar memilih waktu dan kebetulan sedang beruntung, berangkat dengan pesawat udara ke Surabaya sebenarnya bisa murah juga. Salah satunya adalah pake pesawat dari Citilink. Cek aja di website mereka (http://citilink.co.id), untuk waktu-waktu tertentu kadang mereka memberi harga promo Rp. 99.000,- yang bila ditambah dengan pajak, asuransi dan segala macam jatuhnya hanya sekitar Rp. 219.000,-. Murah kan ? dan lebih cepat lagi bila dibandingkan pake kapal laut.</p>
<p>Tambahan tips, bila anda kurang kenal Djogdja maka usahakan berangkat ke Surabaya dari Makassar menggunakan pesawat yang berangkat pagi atau maksimal jam 10 pagi. Ini untuk jaga-jaga jangan sampai anda tiba di Djogdja terlalu malam, soalnya bisa repot kalau anda belum kenal Djogjdja tapi tibanya malam hari. Ya sekedar buat jaga-jaga saja.</p>
<p>Kalau pake Citilink, usahakan ambil yang jam 10 pagi dan kalau tidak delay anda akan tiba di Surabaya jam 10 pagi juga, atau kira-kira jam 11 waktu sanalah.? Tiba di bandara Juanda langsung aja jalan keluar dari terminal kedatangan, di luar gerbang bakal banyak calo, supir taksi dan tukang ojek yang menawarkan ini-itu, cuek sajalah berpura-pura anda sudah biasa. Langsung aja jalan ke depan terminal kedatangan, di sana sudah ada DAMRI bandara yang bisa mengantar anda langsung ke terminal Purabaya/Bungurasih tempat kita akan melanjutkan perjalanan ke Djogdja. Tarifnya Rp. 15.000,- sampai Bungurasih.</p>
<p>Setiba di Bungurasih langsung aja masuk ke terminal, sekali lagi jangan pernah tergoda bujukan calo yang akan selalu menggoda anda sepanjang perjalanan dari pintu masuk sampai ke dalam terminal. Saya pernah tertipu sama salah satu dari mereka, dulu sekali waktu saya baru pertama kalinya ke Semarang via Surabaya. Jadi, berhati-hatilah.</p>
<p>Bus yang akan ke Djogja ada di jalur satu. Busnya ada 2 macam, kelas Patas dan Ekonomi, perbedaan harganya lumayanlah. Bus Patas tarifnya Rp. 63.000,- sedang kelas Ekonomi sekitar Rp. 30.000-an. Bedanya, Patas pake AC, tidak ngetem di terminal-terminal kecil dan harga tadi termasuk makan satu kali di Ngawi. Sedang bus Ekonomi, ya namanya saja ekonomi jadi yang pasti siap-siap sengsara saja dalam perjalanan panjang tanpa AC, pengap karena asap rokok dan bus yang rajin mampir dan ngetem di terminal-terminal kecil. Jadi, silakan pilih saja.</p>
<p>Perjalanan darat ke Djogja berkisar antara 8-9 jam dengan bus Patas tapi bisa lebih lagi bila pake bus ekonomi. Sebenarnya ada pilihan lain yaitu pake kereta api, tapi karena jadwal kereta yang pasti dan hanya sekali sehari jadinya agak repot karena kita harus menyesuaikan dengan jadwal pesawat supaya tidak kelamaan di stasiun atau malah ketinggalan kereta. Lagipula belum tentu kita bisa dapat jadwal pesawat yang pas dengan harga tiket yang murah. Jadi, saran saya kita ke Djogdja via Surabaya pake bus saja. Okeh..?</p>
<p><strong>SETIBA DI DJOGDJA.</strong><br />
Setelah melewati perjalanan selama kurang lebih 8-10 jam (tergantung jenis bus yang anda pilih) anda akan tiba di Djogdja. Bus dari Surabaya yang biasanya bertujuan akhir di Magelang akan mampir di Djogja, tepatnya di terminal Giwangan. Terminal Giwangan ini adanya di sebelah selatan kota Djogdja, agak jauh dari pusat kota.</p>
<p>Turun dari terminal anda akan kembali dikerubuti tukang ojek dan supir taksi yang menawarkan jasa. Karena judulnya perjalanan backpacking maka jelas tukang ojek yang jadi pilihan. Selama di Djogdja anda bisa mencari tempat menginap di sekitaran Malioboro, di sana banyak penginapan murah di bawah 100 ribu semalam. Kenapa cari di sekitaran Malioboro ?, Malioboro bisa dibilang adalah pusat kota Djogdja karena di sana denyut nadi pariwisata cukup kencang berdenyut selain itu karena di sana banyak pilihan penginapan murah seperti yang saya bilang tadi.</p>
<p>Dari terminal Giwangan bernegosiasilah dengan tukang ojek. Tarif ke Malioboro adalah Rp. 20.000,-, kalau dia minta lebih bilang aja ? biasanya juga segitu?. Kalau anda tidak kuat menawar ya paling tidak jangan lebih dari Rp. 25.000,- lah. Sepanjang perjalanan anda bisa ngobrol sama tukang ojek, siapa tahu anda bisa janjian untuk mencarter ojeknya keliling kota Djogdja atau minta diantar ke tempat-tempat wisata. Sebagai gambaran, sewa motor di Djogja untuk sehari biasanya berkisar antara Rp. 50.000,-</p>
<p>Sekarang soal penginapan, seperti yang saya bilang tadi penginapan murah banyak berserakan disekitar Malioboro, salah satunya adalah di sekitar jalan Sosrowijayan. Dulu saya pernah nginap di losmen 105 dengan tarif Rp. 35.000,- semalam. Tempatnya lumayan bersih, satu kamar dengan satu kamar mandi plus kipas angin di plafond. Anda juga bisa keluar masuk satu losmen ke losmen yang lain, mencari yang paling pas sebelum menjatuhkan pilihan. Jangan takut, mereka tidak akan marah kalau anda sudah melihat kondisi kamar tapi batal menginap.</p>
<p>Untuk makan, silakan cari makanan di sekitaran Malioboro. Tapi bagi backpacker, makan di lesehan kayaknya bukan pilihan utama deh, soalnya harga makanan di sana adalah harga makanan untuk turis jadi jelas lebih mahal. Carilah makanan yang dijajakan di gerobak di jalan-jalan kecil yang bermuara di Malioboro. Harganya lebih murah dan rasanya juga tidak kalah lezatnya. Kalau misalnya sempat, di malam hari anda bisa ke daerah Jl. Kaliurang sekitar kampus UGM. Di sana lebih banyak lagi pilihan tenda makan pinggir jalan dengan harga yang juga murah.</p>
<p>Sebagai perbandingan, saya pernah makan di warung tenda pinggir jalan dengan menu 2 porsi pecel lele, 1 porsi tempe penyet dan 3 gelas air jeruk, saya hanya harus membayar Rp. 15.000,- !!, saya juga pernah makan di rumah makan permanen (namanya SS=Spesial Sambel) dengan menu 2 porsi pecel lele (isi 4 ekor), 1 porsi ikan kecil, nasi sebakul, sambel 2 macam dan 3 es teh dengan harga Rp. 26.000,-. Lumayan murah kan ? rasanya lezat lagi..</p>
<p>Tujuan wisata yang bisa dikunjungi selama di Djogdja ada banyak macam. Di dalam kota sendiri ada Keraton, berbagai museum, candi Prambanan dan tentu saja Malioboro sendiri. Bagi penggemar buku, dari Malioboro anda bisa jalan ke arah timur menuju area Shopping, pusat penjualan buku bekas dan buku murah. Untuk mengunjungi keraton anda bisa berjalan kaki dari Malioboro atau bisa naik becak yang tarifnya Rp. 5.000,- sampai ke keraton di arah selatan Malioboro. Untuk tujuan wisata di luar kota anda bisa mengunjungi candi Borobudur, Kaliurang dan Pantai Parangtritis yang berombak tinggi.</p>
<p>Sebagai informasi, anda bisa mendapatkan peta Djogdja secara gratis yang bisa diambil di toko Mirota Batik di ujung selatan Malioboro pas di seberang pintu masuk pasar Beringharjo. Meski tidak skalatis tapi petanya lumayan informatif kok.</p>
<p>Untuk mengunjungi objek-objek wisata itu anda bisa berjalan kaki atau naik becak (untuk objek wisata yang dekat dari Malioboro) atau naik trans Djogdja (untuk ke Prambanan atau objek wisata yang lain). Tarif trans Djogdja lumayan murah, Rp. 3.000,- sekali jalan. Di jalan Malioboro ada shuttle-nya, anda bisa bertanya-tanya dan cari informasi di sana. Atau kalau anda berani jalan sendiri berbekal peta anda bisa saja mencari rental motor, informasi bisa didapat dari losmen tempat anda menginap. Harganya seperti yang saya bilang di atas, sekitar Rp. 50.000,- sehari.</p>
<p>Oh ya, tambahan informasi untuk penginapan. Kalau anda berniat tinggal di Djogdja lebih dari seminggu maka sebenarnya akan lebih murah bila anda menginap di kost-kostan. Anda bisa menyewa satu kamar dengan membayar sekitar Rp. 200-250 ribu tergantung jenis kostnya. Itu adalah harga sewa untuk sebulan, tapi jelas harga itu lebih murah daripada menyewa kamar untuk seminggu misalnya. Cara ini lebih murah meski memang agak sulit karena anda setidaknya harus sudah tahu mau kost di mana bila tidak mau membuang waktu hanya untuk mencari kostan lebih dahulu.</p>
<p><strong>KEMBALI KE MAKASSAR.</strong><br />
Nah, setelah berpuas-puas menjelajahi Djogdja sekarang anda harus kembali ke Makassar. Jalur yang ditempuh sama saja dengan jalur ketika berangkat. Saran saya, pilihlah penerbangan yang tidak terlalu siang supaya anda tidak terlalu lama di bandara Juanda, atau anda bisa memilih penerbangan malam, tapi yang di atas jam 6 sore. Kalau pake Citilink jadwal berangkat dari Surabaya jam 6 pagi jadi anda harus meninggalkan Djogja sekitar jam 7-8 malam di malam sebelumnya.</p>
<p>Kenapa jangan mengambil penerbangan yang siang hari ? alasannya begini, kalau anda berangkat dari Djogja jam 8 malam, anda akan tiba di Surabaya jam 4 subuh. Kalau pesawat anda misalnya berangkat jam 12 siang artinya anda harus menunggu sekitar 8 jam di bandara. Lumayan bete kan ? Ya, anda bisa saja menggunakan waktu 8 jam itu untuk jalan-jalan dulu di Surabaya, tapi biasanya tubuh capek setelah berwisata sudah tidak bisa diajak kompromi lagi, selain itu isi kantong juga biasanya sudah sangat-sangat menipis.</p>
<p>Saya lebih senang mengambil jadwal penerbangan pagi dari Surabaya ke Makassar dengan asumsi tiba Surabaya subuh sehingga saya hanya harus menunggu sebentar sebelum berangkat ke Makassar. Saya belum pernah mengambil jadwal berangkat malam hari karena saya agak kuatir perjalanan darat dari Djogja ke Surabaya akan kena macet, beda dengan perjalanan darat malam hari yang relatif lebih lancar. Lagipula naik bus malam hari sepertinya memang lebih asyik karena lebih banyak diwarnai dengan tidur, hehehe.</p>
<p>Alur perjalanannya sama saja dengan alur perjalanan ketika berangkat, sekarang hanya kebalikannya saja. Turun di terminal Purabaya/Bungurasih terus langsung ambil DAMRI ke bandara. Selanjutnya terserah anda.</p>
<p>Nah, sepertinya apa yang saya tulis di atas lumayan panjang dan mudah-mudahan tidak membosankan. Setidaknya saya hanya ingin berbagi kepada anak-anak Makassar dan sekitarnya yang ingin berwisata ke Djogdja dengan biaya yang tak begitu besar. Untuk wisata sekitar 4 hari anda kira-kira harus mempersiapkan biaya sekitar Rp. 1.500.000,- tentu saja di luar biaya belanja oleh-oleh. Lumayan murah kan..?</p>
<p>Jadi, silakan berhemat untuk jadwal liburan berikutnya. Siapa tahu nanti kita bisa ke Djogdja sama-sama&#8230;:)</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/&amp;title=TIPS+WISATA+MURAH+KE+DJOGDJA+BAGI+ANAK+MAKASSAR" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/&amp;t=TIPS+WISATA+MURAH+KE+DJOGDJA+BAGI+ANAK+MAKASSAR" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/&amp;t=TIPS+WISATA+MURAH+KE+DJOGDJA+BAGI+ANAK+MAKASSAR" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/&amp;title=TIPS+WISATA+MURAH+KE+DJOGDJA+BAGI+ANAK+MAKASSAR" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=TIPS+WISATA+MURAH+KE+DJOGDJA+BAGI+ANAK+MAKASSAR&amp;link=http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/&amp;Title=TIPS+WISATA+MURAH+KE+DJOGDJA+BAGI+ANAK+MAKASSAR" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/01/25/tips-wisata-murah-ke-djogdja-bagi-anak-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Tentang Daeng</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 03:08:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Hot Issue]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[daeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=542</guid>
		<description><![CDATA[
Tulisan ini mungkin agak terlambat karena heboh pemanggilan ?daeng? kepada JK oleh Ruhut Sitompul sudah terjadi hampir seminggu yang lalu, tapi saya masih tetap merasa tertarik untuk menulis tentang ?daeng? ini, katakanlah sebagai sebuah informasi untuk teman-teman (khususnya teman-teman non SulSel) yang kurang mengerti tentang ?daeng?.
Sebenarnya ?daeng? ada dua macam. Pertama ?daeng? sebagai sebutan kepada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/01/Warung-Coto.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-543" title="Warung Coto" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/01/Warung-Coto.jpg" alt="" width="480" height="360" /></a></p>
<p>Tulisan ini mungkin agak terlambat karena heboh pemanggilan ?daeng? kepada JK oleh Ruhut Sitompul sudah terjadi hampir seminggu yang lalu, tapi saya masih tetap merasa tertarik untuk menulis tentang ?daeng? ini, katakanlah sebagai sebuah informasi untuk teman-teman (khususnya teman-teman non SulSel) yang kurang mengerti tentang ?daeng?.</p>
<p>Sebenarnya ?daeng? ada dua macam. Pertama ?daeng? sebagai sebutan kepada orang yang lebih tua atau yang dituakan. Sifatnya sama dengan Mas bagi orang Jawa, atau Akang bagi orang Sunda. Panggilan ini awalnya hanya milik suku Makassar saja karena ?daeng? memang sebenarnya adalah bagian dari budaya suku Makassar. Daeng sebagai panggilan kepada orang yang lebih tua dipergunakan merata kepada pria ataupun wanita.</p>
<p>?Daeng? yang kedua atau yang lebih spesifik adalah bagian dari ?paddaengang?. Nah, ?Paddaengang? ini dalam tradisi suku Makassar adalah sebuah bagian penting. Istilah lainnya adalah ?areng alusu? atau nama halus. Seseorang yang bersuku Makassar biasanya akan menerima penyematan nama halus atau paddaengang ini di belakang nama aslinya. Contohnya seperti saya, nama asli saya Syaifullah tapi kemudian ditambahkan dengan paddaengang yaitu daeng gassing, jadilah nama lengkap saya Syaifullah daeng Gassing.</p>
<p><span id="more-542"></span>Nama halus atau paddaengang ini biasanya diambil dari nama para leluhur atau tetua dalam garis keluarga suku Makassar. Biasanya berupa do?a atau harapan, namun ada juga yang berupa ciri fisik atau kelakuan. Nama daeng Gassing di belakang nama saya sendiri diambil dari nama kakek saya dari pihak Ibu. Beliau terkenal sebagai orang yang tegas dan lurus. Gassing sendiri secara harfiah berarti kuat, dan tentu saja saya memilih nama itu karena berharap bisa mewarisi sifat-sifat positif sang kakek.</p>
<p>Penyematan paddaengang di belakang nama seseorang dulu dilakukan dengan upacara khusus namun belakangan seiring perjalanan jaman, paddaengan itu disematkan begitu saja tanpa ada upacara khusus. Saya sendiri sudah mengganti paddaengang saya, awalnya saya ber-paddaengang daeng Bella, merujuk ke nama buyut saya. Saya menggantinya karena nama daeng Bella terkesan agak feminin, meski sebenarnya artinya tidak se-feminin itu. Penggantian ini terjadi begitu saja, tanpa ada acara khusus.</p>
<p>Bagi orang Makassar, setelah resmi menyandang nama paddaengang dan yang bersangkutan sudah masuk masa akhil baliq maka wajib hukumnya bagi orang-orang di sekitarnya apalagi yang lebih muda dari yang bersangkutan untuk memanggil dengan nama paddaengangnya. Memanggil orang tersebut bukan dengan paddaengangnya akan dianggap tidak sopan, karena ya itu tadi paddaengang adalah areng alusu? atau nama halus dari yang bersangkutan. Adik-adik dan keluarga besar saya sekarang ini lebih sering memanggil saya dengan nama daeng Gassing daripada nama asli saya.</p>
<p>Dalam tradisi asli suku Makassar sebenarnya juga dikenal yang namanya kasta. Kasta tertinggi adalah Karaeng atau raja, kemudian di bawahnya ada Tumajai atau orang kebanyakan. Kasta paling bawah adalah Ata atau budak. Mereka yang berkasta Karaeng dan Tumajai berhak mendapat paddaengang sementara pada Ata tidak. Sultan Hasanuddin sendiri punya nama paddaengang yaitu daeng Mattawang plus gelar kebangsawanan sehingga nama aslinya menjadi : I Mallombassi daeng Mattawang Sultan Hasanuddin Karaeng Bontomangape Tu Menanga Ri Balla Pangkana . I Mallombassi adalah nama kecil, daeng Mattawang adalah nama paddaengang, Sultan Hasanuddin adalah nama Islamnya, Karaeng Bontomangape adalah gelar kebangsawanan dan Tu Menanga Ri Balla Pangkana adalah gelar anumerta yang berarti orang yang meninggal di rumah bercabang.</p>
<p>Secara singkat daeng adalah panggilan penuh hormat kepada orang yang lebih tua atau dituakan meski belakangan generasi yang lebih muda mengalami kesalahan persepsi dikarenakan penggunaannya yang lebih bersifat umum. Para pengayuh becak, pedagang sayur dan ikan keliling serta beberapa pelaku industri non formil lainnya biasa disapa dengan panggilan daeng sehingga kemudian banyak orang yang menganggap kalau daeng itu asosiasinya lebih kepada mereka yang berada di strata sosial rendah. Pandangan yang sama sekali tidak benar tentu saja.</p>
<p>Selepas heboh kasus panggilan daeng oleh Ruhut Sitompul kepada JK saya sempat melihat sebuah aksi demonstrasi oleh mahasiswa di Makassar. Salah seorang pendemo mengatakan keberatan atas sikap Ruhut tersebut, alasannya ? JK yang mantan wakil presiden itu tidak pantas dipanggil daeng karena biasanya daeng itu hanya identik dengan daeng becak dan sebagainya?. Astaga..!! saya sampai geleng-geleng kepala melihatnya. Alasannya kok seperti itu, alasan yang sama sekali tak berdasar.</p>
<p>Menurut saya alasan yang paling tepat untuk mengecam tindakan Ruhut adalah alasan kesopanan semata. Tidaklah layak dalam sebuah forum formil berskala nasional seperti itu Ruhut memanggil JK dengan sebutan daeng, ini sama saja dengan misalnya dalam forum yang sama dia memanggil SBY dengan sebutan Mas. Daeng atau Mas-nya tidak salah hanya tempatnya saja yang tidak tepat. Saya yakin JK juga pasti senang-senang saja dipanggil daeng oleh orang lain dalam forum yang berbeda yang sifatnya lebih santai dan tidak formil. Sama seperti para perantau asal SulSel yang bangga dengan panggilan daeng di tanah seberang? Jadi sekali lagi menurut saya bukan daengnya yang salah, tapi tempat dan waktunya yang tidak tepat.</p>
<p>Sayangnya dalam kasus Ruhut ini saya merasa tidak banyak pemberitaan yang secara jelas menggambarkan ?kesalahan? yang dilakukan oleh Ruhut sehingga seakan-akan yang salah adalah panggilan daeng-nya. Saya hanya kuatir banyak orang yang belum mengerti tentang panggilan daeng jadi merasa kalau panggilan daeng itu ternyata kurang sopan, tidak bagus dan bisa menimbulkan rasa tidak senang. Padahal sama sekali bukan seperti itu. Yah, mudah-mudahan tulisan saya ini bisa sedikit membuat teman-teman di luar SulSel mengerti tentang daeng dan panggilan daeng itu. Apapun itu, saya bangga menggunakan paddaengang saya karena setidaknya saya masih memelihara sedikit warisan budaya Makassar saya dan tentu saja warisan budaya nusantara saya di antara sekian banyak warisan budaya luar yang saya serap dan praktekkan sehari-hari.</p>
<p>Buat anda yang masih ingin tahu banyak tentang daeng, silakan baca di <a href="http://panyingkul.com/view.php?id=545&amp;jenis=tahukahkita">sini</a> :</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/&amp;title=Sekilas+Tentang+Daeng" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/&amp;t=Sekilas+Tentang+Daeng" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/&amp;t=Sekilas+Tentang+Daeng" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/&amp;title=Sekilas+Tentang+Daeng" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Sekilas+Tentang+Daeng&amp;link=http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/&amp;Title=Sekilas+Tentang+Daeng" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
