Cerita Ringan

2018 Ganti Template

Bagi sebagian bloger, template atau tema blog adalah sesuatu yang krusial. Penting dan perlu perhatian khusus. Tapi tidak semua, hanya sebagian saja.

MEREKA YANG MENGANGGAP template itu penting adalah mereka yang punya cita rasa visual yang tinggi, karenanya mereka menganggap penting sekali untuk memilih template yang bisa menggambarkan karakter mereka, plus nyaman dilihat. Meski nyaman dilihat belum tentu berarti nyaman dibuka, karena kadang template yang nyaman dilihat justru membuat pengunjung jadi susah mengakses blognya.

Orang-orang yang menganggap template blog ini penting biasanya sampai rela menghabiskan ratusan ribu sampai jutaan rupiah duitnya untuk membeli template yang sesuai dengan kemauan (dan kebutuhan). Jadi bukan hanya sekadar memakai template gratisan yang banyak beredar, tapi sekaligus membeli template pro.

Memang bedanya apa? Tanya sebagian orang yang belum mengerti.

Bedanya banyak sekali. Kalau template gratisan, biasanya kita diberi batasan untuk mengutak-atiknya, fiturnya pun jadi lebih sedikit. Misalnya, kita tidak bisa dengan mudah mengganti warna bar semau kita, atau mengganti huruf seenaknya. Selain itu, memasang template gratisan dari pihak ketiga (di luar yang disetujui oleh WordPress.com atau penyedia blog lainnya) katanya bisa berisiko. Si pembuat template bisa saja menanamkan beberapa script yang memungkinkan dia untuk mengontrol atau bahkan mengambil alih blog kita kalau dia mau.

Nah, bagaimana dengan template berbayar? Karena namanya berbayar, maka tentu saja ada kelebihannya. Kita bisa mengubah tampilan sesuai kemauan kita, bisa mengganti warna tema dan jenis huruf. Pokoknya bebas, semaunya kita! Namanya juga berbayar, kan?

Macam-macam template gratisan WordPress

Selain itu, tema berbayar juga memberikan bantuan kepada pembelinya untuk menghubungi customer service dari pembuat template tersebut, kapan saja bila kita butuh bantuan.

Kelebihan lainnya, template berbayar tentu meningkatkan harkat dan martabat si pemilik blog. Memberi tanda kalau si pemilik blog serius, sampai harus membeli template dan bukan sekadar pakai yang gratisan. Intinya, memakai template berbayar menghindarkan si pemilik blog dari kesan sebagai bloger misquin. Ha-ha-ha-ha.

*****

MEMILIH TEMPLATE BERBAYAR atau gratis sebenarnya hanya soal kenyamanan saja. Ada bloger yang sudah merasa puas dengan template gratisan dan tidak merasa perlu membeli template berbayar. Entah karena merasa sudah pas, atau bisa juga merasa template tidak penting, yang penting adalah isinya.

Saya kenal salah satunya. Namanya Eka, blognya bisa kalian lihat di sini. Eka ini walaupun bisa dibilang salah satu seleb blog Indonesia yang namanya sudah cetar membahana, tapi soal tampilan blog dia bisa dibilang biasa saja. Sederhana dan tidak macam-macam. Sekarang tampilan blognya sudah lebih bagus, tapi saya ingat selama bertahun-tahun blognya hanya menggunakan template standar dari WordPress. Saya lupa, apakah Twenty Eleven atau Twenty Twelve ya? Pokoknya template standar yang tampilannya juga standar. Di salah satu komentarnya di status Facebook saya, Eka bilang kalau dia memang tidak terlalu pusing dengan tampilan blog dan makanya dia santai saja memakai template standar itu sampai tujuh tahun.

“Sama theme blog aja aku setia, apalagi sama pasangan,” katanya. Oke deh Eka!

Beda Eka, beda lagi teman yang lain. Saya tidak perlu sebuat namanya, tapi yang jelas dia adalah bloger yang gampang sekali galau soal template blog. Dia sampai butuh ruang besar di hosting-nya hanya untuk menyimpan beragam template yang dicobanya satu per satu. Ada satu masa ketika dia lebih sering mengganti template dibanding menerbitkan tulisan. Luar biasa kan?

Barusan saya cek, domainnya ternyata sudah mati. Lupa diperpanjang karena terlalu sibuk mencari template yang pas mungkin?

Urusan template ini memang agak repot buat orang yang memang punya kebutuhan tinggi pada persoalan tampilan. Selera tiap orang beda-beda, ada yang senang dengan tampilan yang sederhana dengan warna pastel atau bahkan putih hitam, ada yang senang dengan tampilan yang agak ramai menyerupai halaman media daring, ada juga yang senang dengan tampilan yang penuh dengan kejutan.

Perkembangan teknologi memang berpengaruh juga pada perkembangan dunia bloging. Seingat saya, 10 tahun lalu tema itu tidak banyak macamnya. Hanya ada tema standar seperti blog pada umumnya, dan tema magazine atau serupa media daring. Selain itu mungkin hanya ada tema sederhana untuk para photoblogger, bagian depan hanya menampilkan foto-foto tanpa banyak tulisan.

Sekarang, wow! Perkembangannya pesat sekali. Selain tema-tema sederhana itu sudah ada tema-tema yang lumayan mengejutkan seperti blognya Langit ini. Mengejutkan karena kalau kita menggulung layar ke bawah, sepertinya selalu ada kejutan baru. Ada yang tiba-tiba tampil dari bawah, ada yang bergerak ke arah kanan dan macam-macam deh pokoknya. Apalagi kalau sudah masuk ke artikelnya, kejutan akan bertambah.

Ini hal tidak ditemui oleh para bloger 10 tahun lalu. Teknologi berkembang pesat sehingga sekarang pengguna WordPress bisa menggunakan pengaya (plugin) yang bernama page builder. Dengan pengaya ini, kita bisa merancang satu halaman menjadi lebih menarik dari biasanya. Caranya juga mudah sebenarnya, hanya tinggal tarik dan ubah sedikit. Kalau memang punya kemampuan mengubah kode skrip maka akan jauh lebih mudah lagi.

Baca juga soal Gutenberg, plugin WordPress yang juga salah satu page builder di sini.

****

SAYA SENDIRI UNTUK URUSAN template sebenarnya agak rewel juga. Maklum, saya termasuk orang visual dan mencintai keseimbangan. Saya akan terganggu kalau misalnya panjang antara sidebar kanan dan kiri tidak seimbang, atau ada elemen yang kayaknya agak mengganggu dan tidak senada dengan tema keseluruhan.

Dulu saya juga rajin mengganti tampilan blog, tapi seorang teman aktivis SEO bilang kalau tidak baik terlalu sering mengganti tampilan blog. Katanya itu berpengaruh pada mesin pencari karena mesin Google harus melakukan “perkenalan” ulang setiap kali tampilan kita ganti. Akibatnya, popularitas blog kita akan turun karena semua mulai dari nol lagi.

Saran teman ini akhirnya saya ikuti. Selama bertahun-tahun (sayangnya saya lupa berapa tahun), saya setia pada satu tampilan blog saja. Saya pakai template NewsOnline yang tampilannya seperti media daring. Saya memang lebih suka tema seperti itu karena bisa menampilkan banyak tulisan di halaman depan. NewsOnline ini template berbayar yang saya dapat dari teman, dan selama sekian tahun saya betah saja menggunakannya.

Template ini cukup lama saya pakai

Hanya saja lama-lama bosan juga, apalagi ternyata ada sedikit masalah ketika tampilan hurufnya tidak berubah seperti yang saya inginkan. Padahal saya termasuk rewel juga untuk urusan huruf. Akhirnya, saya memutuskan untuk menggantinya. Awalnya hanya menggunakan tema gratisan bernama Envo Magazine. Tema besarnya tetap sama, magazine hanya ada sedikit kelebihan ketika saya bisa mengatur halaman depan sesuka hati.

Saya cukup puas dengan template gratisan ini, pada awalnya. Sampai kemudian terasa ada yang mengganjal ketika saya ingin mengubah sesuatu tapi tidak bisa, belum lagi warnanya yang agak “kurang saya”. Karena gratisan, jadi semua tidak bisa diubah.

Akhirnya, saya berkelana lagi. Mencari template mana yang pas. Ada beberapa syarat yang saya buat, dan syarat ini harus bisa dipenuhi oleh template yang akan saya pilih. Setelah cukup lama berkelana di web penyedia template berbayar, akhirnya pilihan saya jatuh ke template VMagazine yang saya pakai sekarang ini. Tema ini memenuhi semua syarat yang saya ajukan, dan saya juga bisa melakukan banyak perubahan sesuka saya. Tambahan lagi, support-nya bagus. Hanya butuh beberapa menit sebelum mereka membalas email saya dan memberikan solusi ketika saya menemukan kesulitan.

*****

BEGITULAH, bagi sebagian orang memilih template bukan hal yang mudah, tapi bagi sebagian lainnya memilih template bukan hal yang penting. Buat saya, template itu penting, sama pentingnya dengan kualitas tulisan yang mengisi blog tersebut. Karenanya, saya termasuk rewel soal urusan template blog.

Mudah-mudahan saja kali ini saya bisa kembali bertahan lama bertahun-tahun dengan template yang sekarang saya pakai. Bukan apa-apa, belinya mahal bok! Ha-ha-ha-ha. Bagaimana dengan kalian? Seberapa peduli kalian pada template blog? [dG]

Bagikan Tulisan Ini:

About Author

a father | passionate blogger | photographer wannabe | graphic designer wannabe | loves to read and write | internet junkie | passionate fans of Pearl Jam | loves to talk, watch and play football | AC Milan lovers | a learner who never stop to learn | facebook: Daeng Ipul| twitter: @dgipul | [email protected] |Connect ke Google+ profile

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.