<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Do the evolution..!!! &#187; World Cup 2010</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/world-cup-2010/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 00:10:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Yang Terbaik dan Terburuk Versi Saya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 09:29:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=778</guid>
		<description><![CDATA[Tirai piala dunia baru saja ditutup, sang pemenang telah larut dalam pesta suka cita selepas meraih tropi piala dunia, sementara sang pecundang sedang menata kembali air mata kehancuran mereka sambil berharap bisa memperbaiki langkahnya di masa yang akan datang. Spanyol telah mencatatkan diri sebagai anggota terbaru dalam jajaran para juara, Spanyol juga mengangkat reputasi Eropa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tirai piala dunia baru saja ditutup, sang pemenang telah larut dalam pesta suka cita selepas meraih tropi piala dunia, sementara sang pecundang sedang menata kembali air mata kehancuran mereka sambil berharap bisa memperbaiki langkahnya di masa yang akan datang. Spanyol telah mencatatkan diri sebagai anggota terbaru dalam jajaran para juara, Spanyol juga mengangkat reputasi Eropa menyamai Amerika Latin dengan meraih tropi di benua netral, Spanyol juga mengangkat reputasi Eropa melampaui wakil Amerika Latin dalam hal perolehan gelar.</p>
<p>Seperti lazimnya para komentator, pengamat atau jurnalis ? meski saya sama sekali bukan salah satu dari tiga profesi itu ? saya juga mencoba membuat deretan penilaian yang sangat subyektif tentang gelaran piala dunia yang baru saja selesai itu. Sekali lagi, penilaian saya tentu sangat subyektif, semata-mata karena selera saja meski saya juga tetap berusaha mengedepankan rasio dan objektifitas di lapangan. Nah, apa saja penilaian saya itu ? Mari kita lihat.</p>
<div id="attachment_779" class="wp-caption aligncenter" style="width: 607px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Germany-wins.jpg"><img class="size-full wp-image-779" title="Germany wins" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Germany-wins.jpg" alt="" width="597" height="321" /></a><p class="wp-caption-text">Jerman, salah satu tim terbaik di Afsel 2010 versi saya (foto : FIFA.com)</p></div>
<p><strong>A. TIM TERBAIK : Jerman dan Spanyol.</strong></p>
<p>Jerman dan Spanyol menunjukkan diri sebagai dua tim dengan permainan paling menghibur. Di antara sekian banyak tim yang tampil dengan gaya pragmatis yang mengutamakan gaya bertahan yang dituding membunuh permainan cantik, Jerman dan utamanya Spanyol tetap keukeuh bertahan dengan gaya menyerang mereka.</p>
<p>Sebenarnya Jerman juga tidak total menyerang seperti Spanyol yang memang punya libido menyerang yang tinggi, Jerman juga kadang lebih banyak menunggu diserang sebelum melancarkan serangan balik yang mematikan. Hanya saja kelebihan Jerman adalah karena mereka punya organisasi permainan yang rapih dengan gelandang-gelandang yang lincah dan tak kenal menyerah. Mereka punya petarung sekelas Bastian Schweinsteiger dan Sami Khadeira yang selalu siap bertarung merebut bola dari kaki lawan dan meneruskannya pada gelandang agresif dan kreatif sekelas Lukas Podolski, Mezut Oezil dan Thomas Muller atau langsung kepada striker senior tapi masih tajam bernama Miroslav Klose.</p>
<p>Bagaimana dengan Spanyol ? Tidak usah dipertanyakan lagi, Spanyol memang pantas menjadi tim terbaik. Perpaduan gelandang pekerja keras seperti Xabi Alonso dan Sergio Busquet mampu membuat gelandang serang mereka bebas melakukan kreasi serangan. Spanyol juga beruntung punya striker seperti David Villa yang sungguh tajam dan berbahaya di kotak penalti lawan. Itu semua disempurnakan oleh performa pemain bertahan mereka yang hiperaktif macam Sergio Ramos dan Juan Capdevilla serta tentu saja Carlos Puyol yang membawa Spanyol ke partai final.</p>
<p>Satu-satunya kelemahan Spanyol bila dibandingkan dengan Jerman adalah pada penyelesaian akhir di mana Jerman lebih unggul.</p>
<p><span id="more-778"></span><strong>B. TIM TERBURUK : Perancis</strong></p>
<p>Ada yang setuju dengan saya ? Perancis datang ke Afrika Selatan dengan &#8220;dosa&#8221; yang diperbuat oleh Thierry Henry yang membuat sakit hati orang-orang Republik Irlandia. Entah karena berhubungan atau tidak, langkah mereka di Afsel akhirnya macet, kandas dan bahkan tenggelam hingga ke dasar. Sejak awal mereka bermain tanpa pola yang jelas, tanpa kreativitas dan sangat membosankan. Kenyataan itu kemudian diperparah dengan perpecahan internal mereka yang tercium oleh media. Lengkap sudah. Menurut saya tak ada tim yang lebih buruk dari mereka, bahkan Korea Utara yang dicukur Portugal 0-7 masih lebih bagus dari Perancis.</p>
<p><strong>C. PEMAIN TERBAIK : Xavi Hernandez.</strong></p>
<p>FIFA sudah menetapkan kalau Diego Forlan berhak menerima golden ball alias anugerah pemain terbaik. Memang masih bisa didebat mengingat timnya hanya sampai ke babak semifinal dan mengingat masih ada beberapa nama lain yang juga berhak untuk mendapatkannya. Tapi sudahlah, toh Forlan juga punya kapasitas untuk menjadi yang terbaik meski timnya memang tidak melambung terlalu jauh.</p>
<p>Bagi saya pribadi, pemain terbaik adalah Xavi Hernandez. Lelaki kecil asli Catalunya ini punya visi permainan yang luar biasa. Bersama tandem sejatinya di Barcelona, Andres Iniesta, Xavi menjadi pelayan paling setia dan luar biasa bagi deretan penyerang Spanyol. Coba tanyakan kepada Lionel Messi, siapa yang paling dirindukannya setiap kali turun ke lapangan hijau berkostum Argentina, dia mugkin akan menjawab dengan jujur kalau dia merindukan Xavi yang selalu bisa menyuapinya dengan bola-bola matang yang membuatnya tinggal berhadapan one on one dengan bek lawan.</p>
<p><strong>D. PERMAIN TERBURUK : Patrice Evra.</strong></p>
<p>Evra sebenarnya tidak buruk dari segi performance. Di Mancheser United dia selalu jadi pilihan utama Sir Alex, pun di timnas. Domenech bahkan memberikan ban kapten kepadanya, alih-alih kepada Gallas yang lantas ngambek. Tapi, kenapa saya memilih Evra sebagai pemain terburuk ? Jawabannya adalah karena ajakannya untuk mogok latihan beberapa hari sebelum bertemu Afrika Selatan di pertandingan terakhir penyisihan grup.</p>
<p>Sebagai kapten seharusnya Evra bisa mendamaikan rekan setim dan pelatihnya yang sedang tidak senada. Seharusnya dia bisa menjadi jembatan antara pemain dan pelatih. Seburuk apapun sang pelatih, Evra sebagai kapten seharusnya tetap menghormatinya dan bukannya mengajak teman-temannya untuk mogok latihan dan ngambek. Sungguh childish, dan itulah alasan kenapa saya menganggap Evra sebagai pemain terburuk di Afsel 2010.</p>
<p><strong>E. PELATIH TERBAIK : Joachim Loew</strong>.</p>
<p>Datang ke Afsel dengan kenyataan tak bisa membawa sang kapten Michael Ballack, Loew memutar otaknya. 4 lulusan timnas U-21 Jerman diangkutnya ke starting line up. Sebuah perjudian yang awalnya membuat orang mengernyitkan dahi namun akhirnya terbukti kalau anak ingusan yang dipilihnya ternyata mampu bermain apik.</p>
<p>Loew bermain dengan teknologi, dia benar-benar paham langkah apa yang harus dia lakukan sebelum turun ke lapangan hijau. Dengan style-nya yang sederhana tapi modis dia mewakili spirit muda pemain-pemain Jerman yang sepertinya tak pernah lelah untuk berlari. Di tangannya, segerombolan bocah ingusan yang dipadukannya dengan beberapa lelaki dewasa itu berubah menjadi tim yang enerjik dan menghibur, nyaris tanpa bintang yang mentereng.</p>
<p>Del Bosque memang berhasil membawa pulang tropi juara ke Spanyol bersama anak asuhnya, tapi dia beruntung karena mendapatkan warisan melimpah dari Luis Aragones, pendahulunya. Tinggal memoles satu dua orang, maka jadilah tim yang kuat dan pantas menjadi juara seperti Spanyol.</p>
<p>Karena alasan inilah saya memilih Loew sebagai pelatih terbaik melebihi Del Bosque atau Bert van Marwijk.</p>
<p><strong>F. PELATIH TERBURUK : Raymond Domenech.</strong></p>
<p>Rasanya tak perlu panjang lebar saya terangkan alasan kenapa saya memilih lelaki berambut keriting putih sebagai pelatih terburuk. Saat anda tak bisa menghimpun rasa hormat dari anak buah anda maka anda tak akan bisa berbuat banyak untuk mencetak prestasi. Dan itulah Domenech dengan keras kepala, angkuh dan non logisnya yang masih tetap dipertahankannya bahkan saat Perancis berada dalam situasi kritis.</p>
<p><strong>G. PERTANDINGAN TERBAIK : Jerman vs Argentina.</strong></p>
<p>Sebenarnya banyak pertandingan yang menarik di Afsel ini, meski pertandingan yang tak menarik juga tak kalah banyaknya namun saya sepakat dengan diri saya sendiri untuk memilih partai Argentina vs Jerman sebagai partai terbaik karena gara-gara partai ini tangan saya sampai bengkak akibat tidak sengaja membentur tembok ketika melonjak kegirangan saat Friedrich mencetak gol ketiga Jerman.</p>
<p>Di partai ini Jerman seperti mengajarkan sepakbola tim yang benar kepada 11 orang Argentina, mereka mengajarkan bagaimana membangun serangan secara terkoordinasi dan bagaimana bertahan dengan rapih. Karena ajaran yang langsung dipraktekkan pemain-pemain Jerman , 11 orang Argentina yang turun malam itu jadi pontang-panting dan kebingungan hingga akhirnya harus menyaksikan gawangnya kebobolan 4 kali.</p>
<p><strong>H. PERTANDINGAN TERBURUK : Uruguay vs Perancis.</strong></p>
<p>Ah, sekali lagi Perancis masuk dalam daftar terburuk milik saya. Sungguh, tahun ini saya sangat kecewa pada tim ayam jantan yang kali ini lebih pantas disebut anak ayam betina itu. Pertandingan pertama mereka melawan Uruguay sanggup mengantar saya tertidur dalam hitungan menit karena terlanjur bosan melihat mereka yang tak sanggup membongkar pertahanan Uruguay. Beruntung karena selepas itu Uruguay bisa memperbaiki penampilan mereka dan kemudian lolos bahkan hingga ke semifinal.? Sementara Perancis dengan pelatihnya yang keras kepala itu lolos hingga ke bandara. Terima kasih kepada Domenech yang membuat timnas Perancis jadi tim yang paling membosankan.</p>
<p><strong>I. PEMAIN MUDA TERBAIK : Thomas Muller.</strong></p>
<p>Eheum..Muller. Pertama kali bocah ini berseragam timnas senior adalah pada tanggal 3 maret 2010 atau kurang lebih 3 bulan sebelum ajang sesungguhnya digelar. Sebelumnya Muller sudah lebih dulu membawa Jerman U-21 menjadi juara Eropa 2009. Dalam konferensi pers selepas laga persahabatan antara Jerman vs Argentina, Diego Maradona meninggalkan ruangan ketika tahu kalau Joachim Loew mengutus Muller untuk mewakillinya. Maradona merasa terhina karena disejajarkan dengan bocah ingusan yang disebutnya sebagai Ball Boy. Empat bulan kemudian Maradona mendapati si ball boy itu ternyata menjadi awal malapetaka yang mengantarkannya pulang ke Buenos Aires.</p>
<p>Muller, kelahiran 13 september 1989 dan bertinggi 186cm itu punya kemampuan yang nyaris komplit. Teknik dan mentalnya sudah cukup untuk sebuah ajang akbar sekelas piala dunia. Ibarat buah, dia matang lebih cepat dan bisa dipetik lebih cepat. Matang bukan karena karbitan, tapi memang karena pupuknya yang tidak biasa. Silakan anda menunjuk pemain lain, tapi bagi saya Muller adalah pemain muda terbaik di Afsel 2010.</p>
<p>Nah, teman-teman..itulah sedikit catatan tentang yang terbaik dan terburuk di ajang world cup Afsel 2010 ini. Sekali lagi, semua mungkin sifatnya sangat subjektif karena memang saya sesuaikan dengan selera saya. Kalau ada yang merasa seleranya sama, terima kasih. Kalau anda merasa berselera berbeda, mari berbagi.</p>
<p>Apapun itu, mari berdoa semoga Allah memanjangkan umur kita dan bisa bertemu kembali di Brasil 2014.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/&amp;title=Yang+Terbaik+dan+Terburuk+Versi+Saya" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/&amp;t=Yang+Terbaik+dan+Terburuk+Versi+Saya" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/&amp;t=Yang+Terbaik+dan+Terburuk+Versi+Saya" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/&amp;title=Yang+Terbaik+dan+Terburuk+Versi+Saya" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Yang+Terbaik+dan+Terburuk+Versi+Saya&amp;link=http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/&amp;Title=Yang+Terbaik+dan+Terburuk+Versi+Saya" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/07/12/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belanda vs Spanyol = Nike vs Adidas</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 09:31:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[
Final itu akhirnya akan sampai juga. Dua tim dari dataran Eropa akan saling berhadapan untuk menuliskan nama mereka dalam daftar peraih gelar juara dunia yang ke-19. Hebatnya lagi karena kedua tim sama sekali belum pernah merasakan gelar tertinggi itu sebelumnya. Belanda dan Spanyol adalah calon juara baru, dan salah satu dari mereka akan bergabung dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_775" class="wp-caption aligncenter" style="width: 571px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Kuyt.jpg"><img class="size-full wp-image-775" title="Kuyt" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Kuyt.jpg" alt="Timnas Belanda, andalan Nike dalam perang Nike vs Adidas" width="561" height="353" /></a><p class="wp-caption-text">Timnas Belanda, andalan Nike dalam perang dengan Adidas</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Final itu akhirnya akan sampai juga. Dua tim dari dataran Eropa akan saling berhadapan untuk menuliskan nama mereka dalam daftar peraih gelar juara dunia yang ke-19. Hebatnya lagi karena kedua tim sama sekali belum pernah merasakan gelar tertinggi itu sebelumnya. Belanda dan Spanyol adalah calon juara baru, dan salah satu dari mereka akan bergabung dengan 7 negara lainnya yang sudah lebih dulu mencatatkan diri dalam deretan negara terbaik di dunia sepakbola.</p>
<p>Di balik pertarungan puncak di lapangan nanti sebenarnya tersembunyi sebuah pertarungan yang tak kalah serunya, yaitu pertarungan antara dua produsen apparel terbesar, Nike dan Adidas. Nike dan Adidas tak pelak lagi sudah menjadi dua produsen terbesar alat-alat olahraga yang selalu bersaing ketat utamanya dalam satu dasawarsa terakhir. Tak heran bila pertarungan final antara Belanda vs Spanyol nanti menjadi sebuah pertaruhan luar biasa untuk reputasi mereka berdua.</p>
<p>Pertarungan minggu nanti adalah pertarungan jilid ketiga yang mempertemukan Nike dan Adidas secara head to head di partai final piala dunia. Pertemuan pertama mereka terjadi pada final tahun 1998 yang mempertemukan Perancis yang disponsori oleh Adidas dan Brasil yang disponsori oleh Nike. Kala itu Perancis yang berseragam Adidas berhasil mengalahkan Brasil yang berseragam Nike. Kesuksesan Perancis ini disambut meriah oleh Adidas. Menyusul keberhasilan Perancis, Adidas menerbitkan iklan satu halaman penuh berisi ilustrasi formasi pemain bola, di satu sisi lapangan digambarkan formasi 4-5-1 a la Perancis sementara di sisi sebelahnya ada formasi 4-4-2 a la Brasil. Yang menarik adalah karena di sisi Perancis terpasang 11 logo Adidas dengan nama permain-pemain Perancis di bawahnya, sementara di sisi sebelahnya hanya ada gambar bulatan dengan nama-nama pemain Brasil seperti lazimnya ilustrasi formasi sepakbola. Ini jelas sebuah pukulan telak untuk Nike.</p>
<p><span id="more-774"></span>Empat tahun kemudian duel antara dua produsen ini terjadi lagi. Kali ini Brasil yang masih berbaju Nike ditantang Jerman yang berbaju Adidas. Beruntung bagi Nike karena kali ini Brasil mampu menekuk Jerman. Prestasi Brasil ini tentu saja disambut hangat oleh Nike meski tidak lantas membuat mereka menerbitkan iklan yang provokatif seperti yang dilakukan Adidas 4 tahun sebelumnya.</p>
<p>Empat tahun kemudian di Jerman 2006, pertarungan antara mereka berdua di partai final urung terjadi karena kali ini justru Italia yang disponsori Puma yang menjadi juara setelah mengalahkan Perancis yang tetap berbaju Adidas. Sebenarnya Adidas boleh saja merasa berbangga karena bagaimanapun Puma adalah adik kandung mereka juga. Puma adalah kreasi dari Rudolf Dassler, adik kandung dari Adolf (Adi) Dassler pencipta Adidas. Awalnya mereka merintis usaha bersama sebelum akhirnya Rudolf mengambil jalan sendiri dan menciptakan Puma.</p>
<p>Tahun ini saat piala dunia untuk pertama kalinya digelar di tanah Afrika, Nike dan Adidas kembali harus beradu head to head di partai final. Ini jelas menjadi partai yang menentukan buat mereka berdua mengingat skor head to head hingga saat ini imbang 1-1.</p>
<p>Di Afrika Selatan 2010, Adidas mensponsori 12 tim nasional sedang Nike mensponsori 9 tim nasional. Adidas sebenarnya selangkah lebih maju karena sejak tahun 1970 mereka adalah sponsor resmi piala dunia yang di dalamnya termasuk menyediakan bola resmi untuk semua pertandingan di piala dunia. Tahun ini Adidas dan Nike saling bersaing dalam teknologi baju seragam tim nasional. Adidas mengembangkan kostum yang diklaim tidak hanya mampu menyerap keringat para pemain namun juga mampu membuangnya lewat sela-sela rajutan kain. Desain kostum Adidas hanya berbobot 20 gram saat dipakai pemain yang berkeringat. Bobot ini tentu sangat ringan dan membuat pemain serasa tidak berpakaian saat ada di lapangan.</p>
<p>Sementara itu Nike memamerkan produk barunya yang berbahan dasar polyethylene terephthalate (PET) yang sebenarnya adalah bahan dasar botol kemasan plastik. <strong>Bicara teknologi, baju hasil daur ulang ini dilengkapi teknologi dri-fit. Teknologi ini mencegah basahnya kaus akibat keringat dan sisi kaus yang berpori. Teknologi ini juga memungkinkan pemain tetap merasa sejuk saat bertanding. Ini dimungkinkan lantaran kostum dilengkapi zona ventilasi yang memungkinkan udara mengalir. Zona ventilasi udara terdiri dari ratusan lubang mikro (lazer cut holes) yang ditempatkan di kedua sisi bawah ketiak hingga ke pinggul. Tidak hanya bermanfaat buat pemain, kostum ini juga sangat bersahabat dengan lingkungan karena membantu bumi dari polusi limbah plastik yang tidak bisa diurai tanah.</strong><strong> </strong><strong> </strong><em>( ruangberita.com).</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Persaingan antara kedua produsen tersebut bukan hanya dari segi seragam saja, namun juga dari alas kaki yang akan dipakai para pemain di lapangan. Adidas memperkenalkan produk terakhir mereka yaitu Adidas F50 Adizero dengan Lionel Messi dan David Villa sebagai ikon pemasarannya. Sedangkan Nike hadir dengan Mercurial Favor dengan menggunakan Christiano Ronaldo dan Wayne Rooney sebagai ikon. Kedua produsen mengklaim produk mereka sebagai yang terbaik dengan berbagai keunggulan termasuk bobot yang ringan dan kemampuan adaptasi dengan gerakan manuver si pemakai.</p>
<p>Menjelang piala dunia Nike juga melansir video promosi untuk produk mereka yang diberi judul &#8220;Write the future&#8221;. Di situs YouTube, iklan resmi ini disaksikan oleh sekitar 9 juta penonton dari seluruh dunia. Ini jelas sebuah terobosan luar biasa dari Nike dalam upayanya mengungguli kepopuleran Adidas yang sudah terlanjur terkenal sebagai sponsor resmi piala dunia. Ini jadi sebuah bukti kuat tentang rivalitas menahun antara kedua produsen tersebut. Sebelumnya publik juga sudah melihat bagaimana Nike dan Adidas selalu mensponsori tim-tim yang secara tradisi saling bermusuhan. Di Spanyol, Nike mensponsori Barcelona sedangkan Adidas berada di belakang Real Madrid, di Italia Nike menyediakan peralatan untuk Inter Milan sedang Adidas untuk AC Milan. Di Inggris, Nike berada di belakang Manchester United sedang musuh bebuyutannya, Liverpool didukung oleh Adidas.</p>
<p>11 Juli nanti waktu Afrika Selatan, untuk ketiga kalinya Adidas akan bertemu head to head dengan Nike. Ini sungguh sebuah pertarungan gengsi yang luar biasa. Siapapun pemenangnya nanti pastilah merasa pantas untuk menyombongkan diri sebagai produsen apparel yang terbaik. Nah, sekarang mari kita tunggu siapa yang akan berjalan dengan kepala tegak selepas final nanti. Nike, atau Adidas ?</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/&amp;title=Belanda+vs+Spanyol+%3D+Nike+vs+Adidas" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/&amp;t=Belanda+vs+Spanyol+%3D+Nike+vs+Adidas" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/&amp;t=Belanda+vs+Spanyol+%3D+Nike+vs+Adidas" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/&amp;title=Belanda+vs+Spanyol+%3D+Nike+vs+Adidas" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Belanda+vs+Spanyol+%3D+Nike+vs+Adidas&amp;link=http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/&amp;Title=Belanda+vs+Spanyol+%3D+Nike+vs+Adidas" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/07/10/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Tentang Mereka Yang Gagal</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 07:16:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Afrika Selatan 2010]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=764</guid>
		<description><![CDATA[
Piala dunia makin mendekati ujungnya, hingga yang saat ini hanya tersisa 4 tim dengan kesempatan yang sama besarnya untuk melaju ke babak pamungkas 11 Juli nanti. Dari total 736 pemain yang tercatat berpartisipasi dalam ajang piala dunia ini, sudah 644 orang yang meninggalkan Afrika Selatan plus 28 orang pelatih dari 28 negara berbeda.
Deretan pemain yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_765" class="wp-caption aligncenter" style="width: 595px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/england2.jpg"><img class="size-full wp-image-765" title="england2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/england2.jpg" alt="" width="585" height="352" /></a><p class="wp-caption-text">Wayne Rooney, salah satu bintang yang gagal bersinar di Afsel 2010 (Foto: FIFA.com)</p></div>
<p>Piala dunia makin mendekati ujungnya, hingga yang saat ini hanya tersisa 4 tim dengan kesempatan yang sama besarnya untuk melaju ke babak pamungkas 11 Juli nanti. Dari total 736 pemain yang tercatat berpartisipasi dalam ajang piala dunia ini, sudah 644 orang yang meninggalkan Afrika Selatan plus 28 orang pelatih dari 28 negara berbeda.</p>
<p>Deretan pemain yang harus meniggalkan Afrika Selatan tentu menyisakan beragam perasaan dalam diri mereka masing-masing. Bagi beberapa orang, meninggalkan Afrika Selatan tanpa sempat menyentuh babak final tentunya menjadi sebuah kekecewaan yang besar, namun ada juga pemain, pelatih dan ofisial yang meninggalkan Afrika Selatan dengan kepala tegak meski tak sempat melangkah terlalu jauh.</p>
<p>Berikut saya mencoba mencatat sedikit tentang rentetan kegagalan yang diderita oleh 644 pemain dan 28 orang pelatih yang sudah harus pulang tersebut. Mari kita lihat sama-sama.</p>
<p><strong>Italia gagal menembus babak penyisihan grup</strong>. Catatan ini sekaligus menempatkan Italia sejajar dengan catatan buruk milik Brasil (1974) dan Perancis (2002) yang lebih dahulu tercatat sebagai juara bertahan yang tak berhasil lolos dari babak penyisihan grup.</p>
<p><strong>Italia gagal menjadi juara dua kali berturut-turut</strong>. Catatan ini sebenarnya tidak terlalu buruk seandainya catatan buruk di atas tidak terjadi lebih dulu. Italia pernah menjadi juara dunia dua kali berturut-turut pada tahun 1934 dan 1938. Satu-satunya negara yang bisa melakukan hal yang sama sekaligus menjadi negara terakhir yang melakukannya adalah Brasil (tahun 1954 dan 1958).</p>
<p><strong><span id="more-764"></span>Diego Maradona dan Carlos Dunga gagal menyamai rekor Franz Beckenbauer dan Mario Zagalo</strong>. Beckenbauer dan Zagalo adalah dua orang yang tercatat sebagai pemain dan pelatih yang mampu meraih tropi piala dunia. Zagalo melakukannya sebagai pemain di tahun 1954 dan 1958 serta sebagai pelatih di tahun 1970, sementara Beckenbauer meraihnya sebagai pemain di tahun 1974 dan sebagai pelatih di tahun 1990. Maradona dan Dunga sama-sama pernah meraih piala dunia di tahun 1986 (Maradona) dan 1994 (Dunga), tahun ini mereka hadir sebagai pelatih Argentina dan Brasil namun sayangnya ambisi mereka harus kandas di babak perempat final.</p>
<p><strong>Argentina gagal membalaskan dendamnya pada Jerman di tahun 2006</strong>. Pada piala dunia 2006 Argentina harus kandas di babak perempat final lewat drama adu penalti yang dilanjutkan dengan perkelahian massal antara pemain-pemain Argentina dan Jerman. Tahun ini mereka kembali bertemu di babak perempat final dan Argentina berambisi membalaskan dendam mereka 4 tahun lalu. Sayangnya Argentina kembali kandas di tangan Jerman, kali ini dengan skor yang lebih memalukan 0-4.</p>
<p><strong>Brasil gagal menjadi juara enam kali</strong>. Prestasi Brasil memang sungguh luar biasa. Sampai saat ini hanya Brasil yang mampu menjadi juara sebanyak 5 kali, catatan ini hanya bisa didekati oleh Italia (4 kali). Sayangnya tahun ini Brasil gagal menjadi negara pertama yang bisa menjadi juara sebanyak 6 kali.</p>
<p><strong>Brasil gagal menjadi juara di semua benua</strong>. Kegagalan Brasil di tangan Belanda juga sekaligus menjadikan Brasil gagal menjadi juara di semua benua tempat piala dunia digelar. Sebelumnya Brasil sudah bisa menjadi juara di benua Amerika (1954, 1970 dan 1994), benua Eropa (1958) dan benua Asia (2002).</p>
<p><strong>Lionel Messi gagal mencetak satu golpun di Afsel 2010</strong>. Hingga akhir peluit panjang pertandingan perempat final Argentina vs. Jerman dengan hasil kekalahan telak bagi Argentina, Lionel Messi sama sekali belum mencetak gol dalam 5 kali penampilannya. Ini tentu ironis mengingat musim lalu Messi mencetak rekor dengan menyarangkan 47 gol di semua kompetisi yang diikutinya bersama klubnya, Barcelona.</p>
<p><strong>Christiano Ronaldo gagal membawa Portugal melangkah lebih jauh</strong>. Ronaldo datang ke Afrika Selatan dengan label pemain termahal di muka bumi setelah berpindah dari Manchester United ke Real Madrid dengan nilai transfer lebih dari 98 juta poundsterling. Tahun 2002 bintang Perancis, Zinedine Zidane juga mengalami kegagalan yang sama. Tahun itu Zidane menjadi pemain termahal setelah dibeli Real Madrid dari Juventus namun gagal berbicara banyak di Korea-Jepang 2002.</p>
<p><strong>Milovan Rajevic dan Grardo Martino gagal menjadi pelatih asing pertama yang membawa negaranya menjadi juara</strong>. Rajevic dan Martino adalah dua pelatih asing yang ditugasi melatih Ghana (Rajevic) dan Paraguay (Martino). Mereka harus kandas di babak perempat final setelah dilibas Uruguay dan Spanyol. Mereka berdua adalah pelatih asing yang tahun ini bisa melangkah paling jauh. Sepanjang perhelatan piala dunia belum ada satupun pelatih asing yang berhasil meraih gelar juara dan tahun ini kutukan tersebut ternyata berlanjut.</p>
<p><strong>Ghana gagal menjadi tim benua Afrika pertama yang lolos ke semifinal</strong>. Selain Ghana sebelumnya ada Kamerun (1990) dan Senegal (2002) yang merupakan tim Afrika yang sudah menyentuh babak perempat final. Ghana hampir saja meyentuh babak semifinal dalam drama menghadapi Uruguay di perempat final yang melibatkan tangan Luis Suarez.</p>
<p><strong>Korea Selatan gagal menyamai pencapaian mereka tahun 2002</strong>. Tahun 2002 saat Korea Selatan bersama dengan Jepang menjadi tuan rumah bersama, Korea Selatan berhasil mencatatkan prestasi terbaik sebagai wakil Asia yaitu maju hingga babak semifinal. Tahun ini Korea Selatan tampil cukup baik dan mampu menembus babak kedua yang sekaligus prestasi terbaik mereka di luar kandang.</p>
<p><strong>Afrika Selatan gagal melaju ke babak kedua</strong>. Ini adalah kali pertamanya dalam sejarah piala dunia tuan rumah gagal maju ke babak kedua. Afrika Selatan hanya kalah selisih gol dari Mexico meski di pertandingan terakhir mereka berhasil mengalahkan Perancis 3-1. Selalu ada awal dari segalanya, bukan ?</p>
<p>Itulah setidaknya beberapa fakta kegagalan yang bisa saya ingat hingga sekarang. Sebagian memang melibatkan bintang-bintang terkenal, bintang-bintang yang sepanjang tahun bersinar namun akhirnya malah redup di ajang sebenarnya.</p>
<p>Mungkinkah daftar kegagalan di atas akan bertambah panjang ? menarik untuk menantikannya hingga akhir pertandingan tanggal 11 Juli nanti.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/&amp;title=Catatan+Tentang+Mereka+Yang+Gagal" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/&amp;t=Catatan+Tentang+Mereka+Yang+Gagal" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/&amp;t=Catatan+Tentang+Mereka+Yang+Gagal" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/&amp;title=Catatan+Tentang+Mereka+Yang+Gagal" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Catatan+Tentang+Mereka+Yang+Gagal&amp;link=http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/&amp;Title=Catatan+Tentang+Mereka+Yang+Gagal" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/07/06/catatan-tentang-mereka-yang-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Lebih Memilih Jerman</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 06:40:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[

&#8221; Fabio Capello harus menyaksikan partai Jerman vs Argentina, supaya dia belajar bagaimana caranya mengalahkan Jerman &#8220;.Itu adalah kalimat yang meluncur dari mulut Diego Armando Maradona, pelatih Argentina ketika memastikan bahwa Argentina akan berjumpa Jerman di babak perempat final. Ucapan itu terasa sangat sombong, tapi sebagian orang sudah paham karena itu keluar dari mulut seorang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_760" class="wp-caption aligncenter" style="width: 574px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Maradona-Cry.jpg"><img class="size-full wp-image-760" title="Maradona Cry" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Maradona-Cry.jpg" alt="" width="564" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">Diego Maradona, meratapi kekalahan telak timnya (Foto: FIFA.com)</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>&#8221; Fabio Capello harus menyaksikan partai Jerman vs Argentina, supaya dia belajar bagaimana caranya mengalahkan Jerman &#8220;.Itu adalah kalimat yang meluncur dari mulut Diego Armando Maradona, pelatih Argentina ketika memastikan bahwa Argentina akan berjumpa Jerman di babak perempat final. Ucapan itu terasa sangat sombong, tapi sebagian orang sudah paham karena itu keluar dari mulut seorang Diego Maradona. Bukan Maradona namanya kalau sepi dari sensasi.</p>
<p>Waktu itu Maradona mungkin terbuai oleh penampilan anak didiknya kala menghempaskan Mexico. Sebelumnya, Maradona sudah berhasil menorehkan catatan 100% dalam kualifikasi grup dengan menang 3 kali, salah satunya dengan skor besar 4-1 atas wakil Asia, Korea Selatan. Dasar-dasar inilah yang kemudian membuat Maradona besar kepala dan menganggap kalau tak ada lagi tim yang mampu menghadang Argentina.</p>
<p>Sampai sebelum bertemu Jerman di perempat final, Argentina sudah cukup mampu membangkitkan optimisme orang kalau mereka memang punya kans jadi juara musim ini. Meski Lionel Messi sang pemain terbaik belum juga mampu mencetak gol, namun orang-orang masih bisa melihat betapa merepotkannya si kutu itu. Messi masih tercatat sebagai pemain dengan shoot on goal terbanyak sejauh ini. Pun orang makin terpukau pada aksi individu Carlos Tevez, utamanya ketika menyarangkan gol indah lawan Mexico.</p>
<p>Sayangnya, Maradona dan mungkin banyak orang lainnya lupa kalau sebagian besar gol-gol Argentina lahir karena kelebihan individu para personilnya, bukan karena kerja tim yang terkoordinasi rapih. Maradona juga mungkin lupa kalau di pertandingan terakhir melawan Inggris, Jerman sudah menunjukkan kalau mereka adalah tim yang paling jago memainkan kolektifitas dan punya koordinasi yang rapih di tiap lini.</p>
<p><span id="more-759"></span>Dari dulu Jerman sudah terlanjur terkenal sebagai tim yang selalu pandai bermain dalam satu kesatuan. Nyaris tak ada satupun pemain Jerman yang menonjol karena aksi individu mereka, yang ada adalah pemain-pemain dengan kemampuan membangun serangan terpadu yang mematikan, atau setidaknya pemain dengan karakter pemimpin yang pantang menyerah. Maradona mungkin lupa itu, dia sudah terlanjur di awang-awang setelah dibuai kesuksesan Argentina di babak penyisihan grup.</p>
<p>Sabtu 4 Juli di Cape Town, Argentina masuk ke dalam stadion masih dengan keyakinan yang tinggi. Sayangnya keyakinan mereka dengan cepat berubah ketika anak muda bernama Thomas Mueller dengan kecerdikannya berhasil menyarangkan Jabulani di gawang Argentina saat belum semua lelaki di lapangan hijau itu basah oleh keringat. Sejak itu Argentina jadi panik. Belum pernah sebelumnya di Afrika Selatan mereka berada dalam posisi seperti itu, tak heran mereka jadi betul-betul kebingungan dan kehilangan akal apalagi para prajurit Jerman menunjukkan karakter asli mereka yang disiplin dan tidak gampang terpancing. Argentina makin panik dan kebingungan.</p>
<p>Memasuki babak kedua tidak ada tindakan berarti dari anak-anak berseragam putih garis-garis biru itu. Mereka malah terbawa irama permainan Jerman yang pelan dan santai. Hanya Tevez dan sesekali Messi yang mencoba mendobrak, tapi sama saja. Khaedira dan Schweinsteiger sudah sigap menghadang mereka sejak dari garis tengah. Argentina makin kebingungan.</p>
<p>Dalam kebingungan mereka, Jerman kembali memberi pelajaran penting tentang , fokus, kecepatan dan penempatan ruang. Mueller yang terduduk di antara dua pemain Argentina ternyata masih bisa menyodorkan bola ke Podolski di bagian kanan pertahanan Argentina. Podolski menggiring sebentar, sementara itu Klose bergerak bagai hantu di belakang para bek Argentina, mencari posisi yang tepat hingga umpan silang Poldi seperti sesendok nasi yang disuapkan tepat di depan mulut. Tak perlu tenaga untuk mendorongnya ke gawang yang sudah kosong. Di belakang Klose, Gabriel Heinze hanya melongo.</p>
<p>Setelah gol itu pertandingan serasa hanya formalitas saja. Gol-gol Jerman seperti tinggal menunggu waktu. Anak-anak Maradona sudah kehilangan semangat, jatuh dan terpuruk. Tak heran bila Schweisnteiger kemudian dengan bebasnya mengirim dua umpan yang segera dikonversi menjadi gol. Hebatnya lagi, seorang Arne Friedrich yang adalah bek tengah bisa merangsek ke atas dan menciptakan gol. Ke mana pemain-pemain Argentina saat itu ? entahlah, mereka sudah kehilangan fokus dan mungkin kehilangan gairah untuk bermain.</p>
<p>Itulah Jerman. Sejauh ini mereka adalah tim yang paling mampu menunjukkan permainan yang solid. Organisasi permainan mereka rapih, kolektifitas mereka mumpuni dan kecepatan mereka luar biasa. Inggris sudah merasakannya dan sabtu kemarin giliran Argentina yang merasakannya.</p>
<p>Selepas peluit panjang dibunyikan, Maradona mungkin tiba-tiba ingat kalau Jerman memang bermain secara tim ketika menghadapi Inggris, tidak seperti timnya yang sejauh ini terbantu oleh individu-individu luar biasa. Mungkin juga Maradona teringat pada Juan Riquelme, lelaki bertalenta luar biasa yang ditinggalkannya jauh di Argentina sana. Riquelme bisa saja menjadi pelayan Messi seperti yang dilakukan Xavi dan Iniesta di Barcelona, tapi Maradona meninggalkannya. Mungkin bila Riquelme ada maka Messi akan bersinar seperti dia bersinar di klubnya.</p>
<p>&#8221; Tuhan ingin Argentina ada di final 11 juli nanti &#8220;, begitu kata Maradona dua hari sebelum laga digelar. Tak usah mendebat kata-katanya, karena malam itu jawabannya sudah terpampang jelas. Malam itu Tuhan lebih memilih Jerman, mungkin hingga partai final nanti. Siapa yang tahu..</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/&amp;title=Tuhan+Lebih+Memilih+Jerman" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/&amp;t=Tuhan+Lebih+Memilih+Jerman" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/&amp;t=Tuhan+Lebih+Memilih+Jerman" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/&amp;title=Tuhan+Lebih+Memilih+Jerman" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Tuhan+Lebih+Memilih+Jerman&amp;link=http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/&amp;Title=Tuhan+Lebih+Memilih+Jerman" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/07/04/tuhan-lebih-memilih-jerman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Drama di Perempat Final</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 09:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=754</guid>
		<description><![CDATA[
Shakespeare adalah seorang yang sangat terkenal di dunia sastra. Salah satu karyanya yang paling fenomenal dan selalu dikenang orang adalah drama berjudul &#8220;Romeo and Juliet&#8221;. Tidak diketahui dengan pasti kapan karya itu pertama kali dituliskan dan dipentaskan oleh Shakespeare, meski beberapa orang bersepekulasi kalau karya itu pertama kali dipublikasikan sekitar tahun 1591 (sumber : Wikipedia). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_755" class="wp-caption aligncenter" style="width: 579px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Asamoah-Gyan.jpg"><img class="size-full wp-image-755" title="Asamoah Gyan" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Asamoah-Gyan.jpg" alt="" width="569" height="352" /></a><p class="wp-caption-text">Asamoah Gyan, aktor pemeran utama dalam drama Ghana vs Uruguay</p></div>
<p>Shakespeare adalah seorang yang sangat terkenal di dunia sastra. Salah satu karyanya yang paling fenomenal dan selalu dikenang orang adalah drama berjudul &#8220;Romeo and Juliet&#8221;. Tidak diketahui dengan pasti kapan karya itu pertama kali dituliskan dan dipentaskan oleh Shakespeare, meski beberapa orang bersepekulasi kalau karya itu pertama kali dipublikasikan sekitar tahun 1591 <em>(sumber : Wikipedia)</em>. Selama beratus-ratus tahun, drama percintaan ini menjadi sebuah drama yang selalu dipuja orang, diadaptasi dalam ratusan atau mungkin bahkan ribuan macam naskah yang berbeda, termasuk ke dalam? layar lebar.</p>
<p>Soccer City Stadium, Johannesburg-Afrika Selatan di hari Jumat 2 Juli 2010. Tanpa dirancang sebelumnya, sebuah drama baru saja tersaji di depan puluhan ribu pasang mata yang hadir langsung di stadion serta jutaan lagi lainnya yang menonton lewat layar kaca. Aktor utamanya adalah seorang lelaki berkebangsaan Uruguay bernama Luis Suarez serta seorang lagi lelaki keling berkebangsaan Ghana bernama Asamoah Gyan.</p>
<p>Saat itu Uruguay berhadapan dengan Ghana dalam partai yang akan menentukan siapa di antara mereka yang akan melaju ke semifinal. Ghana mengejar rekor tampil pertama kalinya di babak semifinal sekaligus sebagai wakil Afrika pertama yang melakukannya. Sementara itu Uruguay ingin mengulang kembali sejarah yang terakhir kali mereka torehkan di tahun 1950, menjadi juara dunia.</p>
<p>Hingga 90 menit, drama masih berlangsung datar. Skor masih imbang 1-1 antara kedua tim. Muntari dan Forlan masih memegang peranan utama dalam pentas drama itu. Karena tak mencapai klimaks, pentas diperpanjang, 2 x 15 menit. Mungkin orang sudah menduga akan ada drama meski mungkin hanya sedikit yang menduga dramanya akan berakhir sangat menyesakkan.</p>
<p><span id="more-754"></span>Menit 119. Drama 2 babak ditambah perpanjangan waktu itu hampir genap sebelum masuk ke babak yang lain yang lebih mencekam. Ghana mendapatkan peluang dari tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Uruguay. Belasan pemain berdesakan di kotak penalti. Orang Ghana berharap bola mampir di kaki mereka hingga bisa mereka lesakkan ke belakang kiper Paraguay sementara orang Paraguay berharap bola jatuh di kaki mereka sehingga bisa dihalau sejauh-jauhnya. Jabulani melayang dan jatuh ke dalam kotak 16 Uruguay. Jabulani semakin liar, mental ke sana ke mari sebelum jatuh di kaki Stephen Appiah yang langsung melesakkannya ke gawang Urugay. Masuk ? ternyata tidak karena masih ada Luis Suarez yang tanpa sengaja menghalau bola keluar dengan kakinya. Bola jatuh di antara pemain-pemain Ghana dan Uruguay yang berdesakan. Seorang pemain Ghana menyundul bola ke gawang Uruguay. Masuk ? ternyata tidak karena sekali lagi Suarez menghalaunya. Bedanya, kali ini dia melakukan hal terlarang, menghalau bola dengan tangannya layaknya pemain volley yang menyelamatkan daerahnya.</p>
<p>Suhu meningkat drastis. Tanpa ampun wasit merogoh koceknya dan mengangkat tinggi-tinggi kartu kecil berwarna merah. Orang-orang Ghana dan mungkin jutaan orang Afrika lainnya melonjak kegirangan. Ini menit terakhir dari drama itu dan mereka punya kesempatan mengakhirinya dengan manis. Tak perlu berselang lama, Asamoah Gyan sudah diam di depan jabulani, sekitar 11 meter dari depan gawang. Sementara itu Suarez menangis meninggalkan lapangan menuju ruang ganti. Pupus sudah harapan orang Uruguay, bayangan semifinal tiba-tiba kabur. Sementara bagi orang Ghana, bayangan final malah semakin terang.</p>
<p>Asamoah Gyan mengambil ancang-ancang. Selama di Afrika Selatan dia sudah dua kali berhasil menjalankan tugas sebagai algojo. Sekali saat menghadapi Serbia dan sekali saat menghadapi Australia. Tanpa ragu-ragu disepaknya Jabulani. Namun, skenario ternyata tak seperti yang mereka kira. Jabulani melambung tinggi menerpa mistar dan terpental keluar. Uruguay selamat !!. Suarez yang berhenti sejenak di depan lorong menuju ruang ganti  tiba-tiba melonjak kegirangan. Dia tahu kalau teman-teman dan negaranya  masih punya peluang.</p>
<p>Kita tahu akhir dari drama itu. Bayangan semifinal menjadi terang benderang ?bagi Uruguay sementara bagi Ghana semua menjadi gelap segelap-gelapnya. Tak ada semifinal bagi mereka tahun ini, sama seperti wakil-wakil Afrika sebelumnya. Benar-benar sebuah panggung drama yang penuh cerita dengan hasil yang menyesakkan bagi orang Ghana dan Afrika namun menggembirakan bagi orang Uruguay.</p>
<p>Sekitar dua jam sebelumnya, di Nelson Mandela bay stadium juga terhampar sebuah drama yang tak kalah seru. Kali ini pemeran utamanya adalah seorang Brasil bernama Felipe Mello dan seorang meneer Belanda bernama Wesley Sneijder.</p>
<p>Belanda kembali bertemu Brasil, tim yang di tahun 1994 dan 1998 menghentikan mereka. Tahun 1994 mereka kalah 1-2, tahun 1998 lebih menyakitkan lagi karena mereka kalah dalam adu penalti. Tahun ini Belanda masih belum sempurna. Meski sederet nama beken berada di barisan depan, penampilan mereka masih membosankan. Tootal Voetball seperti yang terakhir kali dipraktekkan Ruud Gullit dkk. di tahun 1988 sama sekali tidak kelihatan. Sementara itu Brasil meski memulai dengan penampilan yang juga membosankan namun perlahan namun pasti mulai menarik, utamanya ketika di pertandingan terakhir menuntaskan perlawanan tetangga mereka Chili. Tak heran kalau banyak orang yang merasa Brasil bisa meneruskan &#8220;kebiasaan&#8221; mereka menghempaskan orang-orang Belanda itu.</p>
<p>Pertandingan baru berjalan 7 menit ketika Robinho yang pernah berlarian di stadion-stadion di Spanyol dan Inggris melesakkan satu gol. Orang Brasil bersorak, namun ternyata hanya untuk sementara karena Dani Alves sudah terlanjur offside. Hanya berselang 3 menit, Robinho kembali mengguncang Belanda. Kali ini golnya bersih, sah dan tercatat. Orang di balik kesuksesan Robinho membobol gawang Stekelenburg adalah Felipe Mello. Umpan panjangnya langsung ke jantung pertahanan Belanda menjadi awal gol itu. Mello menjadi aktor pembantu dalam pementasan indah itu.</p>
<p>Memasuki babak kedua, Mello mengambil alih peran utama. Sayangnya bukan peran protagonist yang kali ini dilakoninya. Sebuah umpan lambung Sneijder ke kotak 16 Brasil membuat Mello dan Julio Cesar panic. Terjadi salah koordinasi antara mereka sehingga alih-alih menghalau bola, Mello malah membantu Jabulani bersarang di belakang Cesar. Mello bersanding dengan Wesley Sneijder menjadi tokoh utama yang membuat Belanda berhasil menyamakan kedudukan.</p>
<p>Tak lama berselang Sneijder giliran mengambil peran utama. Sundulannya meneruskan tendangan pojok dari Arjen Robben yang menyentuh kepala Dirk Kuyt tak bisa dibaca pemain Brasil. Gol..!!, skor 2-1 untuk Belanda. Dengan segera angin bertiup kencang ke kubu Belanda, mereka segera menjadi jauh lebih bersemangat menuntaskan pertandingan. Satu kaki sudah di semifinal. Brasil menjadi panik, mereka tak terbiasa berada dalam posisi tertinggal sehingga mereka makin membabi buta. Sayangnya mereka tak semuanya bisa tenang hingga kemudian Felipe Mello membuat kebodohan. Tidak cukup dengan mengganjal Robben dari belakang, dia menambahinya dengan menginjak paha Robben. Cukup sudah, tak ada alasan untuk menolak kartu merah langsung. Mello pasrah, tidak berontak dan berlari dengan tenang ke ruang ganti. Sekali lagi dia mengambil jatah peran utama.</p>
<p>Brasil tak bisa mengejar ketertinggalannya, salah satunya karena Mello yang sudah tenang di ruang ganti meninggalkan 10 temannya di lapangan. Dalam kurun waktu 90 menit, Mello jadi pesakitan. Perannya berganti dengan cepat dalam drama yang dilakonkan orang-orang Belanda dan Brasil itu. Entah bagaimana nasib Mello selepas ini yang jelas malam itu dia jadi salah satu pemeran utama dalam drama yang akan ditangisi oleh orang-orang Brasil.</p>
<p>Felipe Mello, Luis Suarez dan Asamoah Gyan menjadi bukti kalau piala dunia memang panggung drama terbesar di planet bumi ini. Drama yang mengundang tawa lebar, tangis pedih dan entah perasaan apa lagi. Panggung drama itu masih akan terus menyajikan lakon-lakon hingga saatnya ketika satu tim tertawa lebar mengangkat tropi 11 Juli nanti. Siapakah mereka ? mari kita nantikan.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/&amp;title=Drama+di+Perempat+Final" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/&amp;t=Drama+di+Perempat+Final" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/&amp;t=Drama+di+Perempat+Final" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/&amp;title=Drama+di+Perempat+Final" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Drama+di+Perempat+Final&amp;link=http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/&amp;Title=Drama+di+Perempat+Final" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/07/03/drama-di-perempat-final/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adu Mental di Adu Penalti</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 03:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>
		<category><![CDATA[penalti]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=750</guid>
		<description><![CDATA[

Rose Bowl, Pasadena, Amerika Serikat 17 Juli 1994. Roberto Baggio berdiri mengambil ancang-ancang. Sebelas meter di depannya, Claudio Taffarel menatap tajam pada lelaki Italia berkuncir itu. Wajah Roberto Baggio yang sepanjang turnamen menjadi dewa penyelamat pasukan Arrigo Sacchi mengguratkan beban yang teramat berat. Franco Baresi dan Danielle Massaro, dua orang kompatriotnya sudah terlebih dahulu gagal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_749" class="wp-caption aligncenter" style="width: 574px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/japan_penalty5.jpg"><img class="size-full wp-image-749" title="japan_penalty5" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/japan_penalty5.jpg" alt="" width="564" height="352" /></a><p class="wp-caption-text">Jepang, tim pertama di Afsel 2010 yang jadi korban adu penalti</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Rose Bowl, Pasadena, Amerika Serikat 17 Juli 1994. Roberto Baggio berdiri mengambil ancang-ancang. Sebelas meter di depannya, Claudio Taffarel menatap tajam pada lelaki Italia berkuncir itu. Wajah Roberto Baggio yang sepanjang turnamen menjadi dewa penyelamat pasukan Arrigo Sacchi mengguratkan beban yang teramat berat. Franco Baresi dan Danielle Massaro, dua orang kompatriotnya sudah terlebih dahulu gagal melaksanakan tugas, sementara di kubu seberang baru Marcio Santos yang gagal. Jutaan rakyat Italia meletakkan harapannya di pundak pemeluk Budha itu. Bila berhasil, Italia punya kesempatan memaksa tambahan penendang. Bila gagal, Brasil akan merebut tropi keempatnya di tanah Amerika.</p>
<p>Seluruh stadion yang hari itu didatangi 94.194 orang terdiam, aroma ketegangan sangat terasa di udara. Jutaan penonton di seluruh dunia juga larut dalam ketegangan menantikan akhir kisah perjalanan piala dunia 1994 itu. Roberto Baggio tak bisa menunggu lebih lama, sebuah keputusan sudah diambilnya. Dengan segenap kekuatan yang tersisa dari kakinya yang sebenarnya cedera dia menendang si kulit bundar. Taffarel bereaksi, tapi sebenarnya tak perlu karena toh tendangan Baggio melambung tinggi ke angkasa. Seisi stadion seakan pecah oleh teriakan para pendukung Brasil, di lapangan para pemain Brasil saling berpelukan. Roberto Baggio menunduk sedih, adegan ini menjadi sangat memorable dan akan dikenang dalam waktu yang lama. Di sudut yang lain, Franco Baresi sang bek legendaris Italia yang biasanya dikenal lugas dan keras di lapangan mendadak menangis seperti anak kecil yang kehilangan mainan.</p>
<p>Roberto Baggio butuh waktu lama untuk menghilangkan traumanya selepas kegagalan di USA&#8217;94 itu. Dia bahkan harus berurusan dengan psikiater karena terus dihantui mimpi buruk. Empat tahun kemudian di France&#8217;98 dia membalas kegagalannya dalam drama adu penalti lainnya menghadapi tuan rumah Perancis. Dia berhasil menuntaskan tugas sebagai eksekutor meski tidak menolong Italia untuk lolos ke semifinal.</p>
<p><span id="more-750"></span>Paragrap di atas menggambarkan beratnya beban kala menjadi seorang eksekutor dalam drama adu penalti, apalagi saat berposisi sebagai penendang pertama dan terakhir. Roberto Baggio bukan satu-satunya pemain tenar yang gagal menjalankan tugas sebagai eksekutor. Nama-nama beken lainnya seperti Diego Maradona, Michel Platini, Zico, Marco van Basten, Frank Lampard dan John Terrypun pernah gagal menjalankan tugasnya. Para pengamat sepakat mengatakan kalau adu penalti 90% adalah kekuatan mental, teknik hanya 10%.</p>
<p>Adu penalti sendiri belum digunakan oleh FIFA dan UEFA sebelum tahun 1970, meski beberapa liga lokal sudah menggunakannya sebelum itu. Sebelum digunakannya adu penalti, beberapa pertandingan internasional yang bersifat knock out selalu diakhiri dengan pertandingan ulang atau- lebih parah lagi &#8211; adu keberuntungan dengan koin. ( sumber : Wikipedia).</p>
<p>Di piala dunia sendiri, adu penalti pertama digelar pada semifinal Spain&#8217;82 antara Perancis vs Jerman Barat. Pada waktu normal skor imbang 0-0 hingga memaksa dilangsungkannya perpanjangan waktu. Perancis sempat unggul 3-0 dalam masa perpanjangan waktu, namun bukan Jerman namanya kalau langsung menyerah. Karl Heinz-Rummanige dan kawan-kawan terus mengejar hingga skor imbang 3-3 dan pertandingan untuk pertama kalinya harus diakhiri dengan drama adu penalti. Jerman (Barat) kemudian tercatat sebagai tim pertama di pagelaran piala dunia yang mampu memenangkan adu tos-tosan dari jarak 11 meter itu.</p>
<p>Entah faktor apa yang membuat orang-orang Jerman itu hingga punya mental yang sangat kuat dalam setiap drama adu penalti. Selama piala dunia mereka sudah 4 kali terlibat dalam drama adu penalti dan semuanya berakhir dengan kemenangan di pihak mereka. Tim lain yang punya mental hampir sekuat Jerman adalah Brasil. Brasil pernah 4 kali beradu penalti dengan catatan 3 kali menang dan hanya sekali kalah. Kemudian di bawahnya ada Perancis yang 4 kali merasakan beratnya beban beradu penalti dengan catatan 2 kali menang dan 2 kali kalah.</p>
<p>Tim besar yang boleh dibilang selalu sial setiap kali adu penalti digelar adalah Inggris dan Italia. Inggris terlibat dalam 3 adu penalti, ketiga-tiganya berakhir dengan kekalahan. Salah satu yang termasyhur adalah kegagalan mereka di semifinal Italy&#8217;90 menghadapi Jerman Barat. Kala itu Stuart Pearce dan Chris Waddle yang jadi pesakitan setelah keduanya gagal menjalankan tugas. Pertandingan itu sendiri digelari sebagai the real final karena kedua tim bermain sangat apik sepanjang 120 menit.</p>
<p>Italia pernah 4 kali terlibat dalam adu penalti, 3 kali kalah dan hanya 1 kali menang. Kekalahan paling menyakitkan bagi mereka mungkin adalah ketika kalah dari Argentina di kandang sendiri tahun 1990. Kala itu Roberto Donadoni menjadi <em>&#8220;enemy of the state&#8221; </em>setelah gagal mengeksekusi penalti penentu. Dalam waktu yang lama orang Italia merasa mendapat pembenaran kalau angka sial mereka memang angka 17 sesuai nomor punggung Roberto Donadoni waktu itu. Dalam 3 gelaran piala dunia berturut-turut, Italia selalu terhenti karena adu mental dari dalam kotak 16 meter itu. Mereka kalah dari Argentina di 1990, kalah dari Brasil di 1994 dan kalah dari Perancis di 1998. Mereka harus menunggu 8 tahun sebelum berhasil keluar dari trauma adu penalti ketika di Berlin tahun 2006 mereka berhasil mengalahkan Perancis di final. Untuk pertama kalinya mereka menang dalam drama adu penalti. Kemenangan yang manis karena itu berarti mereka berhak atas tropi keempat.</p>
<p>Kebintangan seorang pemain atau kepopuleran sebuah tim bukan jaminan akan keberhasilan dalam adu tendangan penalti. Beban yang sangat berat di pundak yang selaras dengan aroma ketegangan yang mencekam di dalam stadion menjadi faktor yang sangat mempengaruhi para penendang. Hanya mereka yang benar-benar bermental baja yang bisa menjalankan tugas dengan baik. Sementara di posisi berseberangan, kiper tak perlu menanggung beban seberat para algojo. Kiper hanya perlu fokus menebak arah tendangan para algojo, mereka terbantu oleh pameo kalau tendangan penalti 90% berarti gol sehingga kalaupun mereka gagal tak perlu merasa tertekan atau merasa bersalah, namun bila berhasil mereka tentu saja akan menjadi pahlawan.</p>
<p>Sebuah artikel di majalah <a href="http://www.vanityfair.com/online/fairplay/2010/06/the-high-drama-of-penalty-kicks.html#ixzz0sJiWdKI6">Vanity Fair online</a> mengatakan kalau : a<em>du penalti sebenarnya tidak didesain untuk pertandingan sepakbola itu sendiri. Pertandingan sepakbola adalah sebuah situasi di mana para pemain tidak pernah berhenti berlari, bola tidak pernah berhenti bergerak dan waktu tidak pernah berhenti berdetak. Dalam adu penalti, tidak ada jam yang berdetak, pemain berdiri di atas sebuah titik berjarak kurang lebih 11 meter dari penjaga gawang dan pemain lainnya tidak melakukan apa-apa selain berdiri dan menatap si eksekutor. Permainan menjadi terhenti saat itu juga. Pemain yang bergaji jutaan dollar setahun yang terlatih untuk menunjukkan skill akrobatik, kemampuan mengolah bola, menembak ke gawang dan berputar dengan bola di kaki tiba-tiba dijatuhkan pada situasi mencekam yang menguji mental mereka. Mereka tidak pernah terlatih untuk situasi seperti ini</em>. Tidak heran bila banyak pemain berkategori bintang yang tetap tidak mampu memikul beban berat pada situasi seperti ini dan akhirnya gagal menjalankan tugas.</p>
<p>Sebenarnya secara kasat mata kita sebagai penonton bisa menebak keberhasilan seorang algojo dalam mengeksekusi penalti. Seorang algojo yang berjalan dengan tegap dan pandangan lurus saat menghadapi bola di titik putih punya kemungkinan yang besar untuk berhasil. Lihat juga bagaimana pandangannya sesaat sebelum menuntaskan tugasnya. Algojo yang berani menatap ke arah kiper biasanya selalu berhasil. Ini berbeda dengan para algojo yang berjalan menunduk tanpa rasa percaya diri, gugup dan tak berani memandang kiper sebelum menendang bola. Bukti terakhir adalah Yuichi Komano . Sebelum dia menendang penalti terlihat sekali beban berat yang disandangnya dan tak sekalipun dia berani menatap mata Justo Villar kiper Paraguay. Intinya, adu penalti memang sebagian besar adalah adu mental, bukan adu teknik.</p>
<p>Sampai tulisan ini saya buat, penalti terakhir di ajang piala dunia adalah pada laga perdelapan final antara Jepang dan Paraguay dengan Yuichi Komano sebagai pesakitan. Menarik untuk menantikan laga-laga lainnya yang harus diakhiri dengan adu penalti. Saya pribadi sangat menikmati drama adu penalti, apalagi di event besar seperti piala dunia. Unsur dramanya sungguh terasa, dan bagi saya inilah esensi ajang piala dunia sebenarnya. Ajang yang kadang digelari sebagai &#8220;panggung drama terbesar di muka bumi&#8221;.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/&amp;title=Adu+Mental+di+Adu+Penalti" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/&amp;t=Adu+Mental+di+Adu+Penalti" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/&amp;t=Adu+Mental+di+Adu+Penalti" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/&amp;title=Adu+Mental+di+Adu+Penalti" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Adu+Mental+di+Adu+Penalti&amp;link=http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/&amp;Title=Adu+Mental+di+Adu+Penalti" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/07/01/adu-mental-di-adu-penalti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Data dan Fakta Memilih Calon Juara</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 09:46:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=733</guid>
		<description><![CDATA[
World Cup sudah kembali ke jalurnya. Pertarungan hidup mati di babak knock out makin menarik. Lupakan sepakbola pragmatis yang kadang dipertontonkan salah satu tim yang merasa kurang percaya diri menghadapi tim yang lebih superior. Sepakbola membosankan antara tim yang ofensif melawan tim yang defensif sudah berlalu, sekarang saatnya menyaksikan pertarungan tim-tim yang saling bermain terbuka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_732" class="wp-caption aligncenter" style="width: 621px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/06/uruguay.jpg"><img class="size-full wp-image-732" title="uruguay" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/06/uruguay.jpg" alt="" width="611" height="354" /></a><p class="wp-caption-text">Uruguay, calon kuat juara dunia 2010 ? (foto : Fifa.com/Getty Images)</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>World Cup sudah kembali ke jalurnya. Pertarungan hidup mati di babak knock out makin menarik. Lupakan sepakbola pragmatis yang kadang dipertontonkan salah satu tim yang merasa kurang percaya diri menghadapi tim yang lebih superior. Sepakbola membosankan antara tim yang ofensif melawan tim yang defensif sudah berlalu, sekarang saatnya menyaksikan pertarungan tim-tim yang saling bermain terbuka demi mengejar kemenangan.</p>
<p>Arah telunjuk pada sang juara makin menyempit. Satu persatu tim berguguran hingga akhirnya 11 Juli nanti hanya tersisa dua tim yang akan memperebutkan trophy yang baru saja dikembalikan oleh Italia. Sebelum menantikan tim juara, ada enaknya menebak-nebak siapa gerangan yang akan jadi pemenangnya. Kadang tanpa kita sadari, selalu ada sejarah yang berulang dalam gelaran World Cup. Berbagai data dan fakta terurai jelas dalam pagelaran tersebut.</p>
<p>Iseng-iseng saya mencoba memaparkan berbagai data dan fakta yang terurai sejak kira-kira 20-24 tahun ke belakang. Anda boleh percaya boleh tidak, yang jelas data dan fakta ituterjadi begitu saja seolah ada tangan besar yang menulis skenarionya, dan memang ada.</p>
<p>Berikut data dan fakta yang saya maksud :</p>
<p><span id="more-733"></span></p>
<p><strong><em>Sejak piala dunia 1990,</em></strong> semua tim juara selalu punya pemain yang dikartumerahkan dalam perjalanannya ke final, maksimal di babak Perempat Final. Ini faktanya :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Italy 1990 ; juara : Jerman (barat).</strong></p>
<p style="text-align: center;">Pemain yang dikartumerah : Rudi Voeller</p>
<p style="text-align: center;">( Jerman Barat vs Belanda di perdelapan final).</p>
<p style="text-align: center;"><strong>USA 1994 ; juara : Brasil</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">Pemain yang dikartumerah : Leonardo</p>
<p style="text-align: center;">(Brasil vs USA di perdelapan final).</p>
<p style="text-align: center;"><strong>France 1998 ; juara : Perancis</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">Pemain yang dikartumerah : Zinedine Zidane</p>
<p style="text-align: center;">(Perancis vs Arab Saudi di pertandingan terakhir penyisihan grup).</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Korea-Japan 2002 ; juara : Brasil</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">Pemain yang dikartumerah : Ronaldinho</p>
<p style="text-align: center;">(Brasil vs Inggris di perempat final).</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Germany 2006 ; juara ; Italy</strong>.</p>
<p style="text-align: center;">Pemain yang dikartumerah ; Daniele De Rossi</p>
<p style="text-align: center;">(Italy vs USA di pertandingan penyisihan grup).</p>
<p>Dari tim yang lolos ke babak knock out tercatat ada 4 tim yang pemainnya sudah mengantongi kartu merah yaitu : Uruguay, Jerman, Chili dan Brazil.</p>
<p><strong><em>Sejak piala dunia 1982</em></strong>, semua tim yang berhasil mengalahkan tuan rumah selalu berhasil melaju hingga final, beberapa di antaranya menjadi juara. Ini faktanya :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Spain 1982, tuan rumah : Spanyol</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Spanyol kalah 1-2 dari Jerman (barat) pada fase kedua grup. Jerman Barat berhasil melangkah ke final sebelum dikalahkan Italia.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Mexico 1986, tuan rumah: Mexico</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Jerman Barat mengalahkan tuan rumah di perempat final 4-1 lewat perpanjangan waktu. Jerman Barat melangkah ke final sebelum dikalahkan Argentina.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Italy 1990, tuan rumah : Italia.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Tuan rumah melangkah hingga ke semifinal sebelum dikandaskan Argentina lewat drama adu penalti. Di final Argentina menyerah dari Jerman Barat.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>USA 1994, tuan rumah : USA</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Brasil mengalahkan tuan rumah USA di perdelapan final dengan skor 1-0. Brasil menjadi juara setelah mengalahkan Italia di final.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>France 1998, tuan rumah : Perancis</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Ini adalah pengecualian karena tuan rumah berhasil menjadi juara dunia.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Korea-Japan 2002, tuan rumah : Korea dan Jepang</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Salah satu tuan rumah, Korea melaju hingga semifinal sebelum dikandaskan Jerman 0-1. Di final Jerman menyerah dari Brasil.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Germany 2006, tuan rumah : Jerman.</strong></p>
<p style="text-align: left;">Italia mengalahkan Jerman di semifinal dengan skor 2-0 lewat perpanjangan waktu. Di final Italia mengalahkan Perancis lewat drama adu penalti.</p>
<p style="text-align: left;">Dari semua tim yang lolos ke babak knock out, hanya Uruguay yang berhasil mengalahkan tuan rumah Afrika Selatan (3-0). Menarik menunggu langkah Uruguay, apakah mereka berhasil melaju hingga final ?.</p>
<p><strong><em>Sejak 1970, distribusi juara selalu bergiliran antara wakil Amerika Latin dan Eropa</em></strong>.</p>
<p style="text-align: center;">Brasil juara di 1970</p>
<p style="text-align: center;">Jerman Barat di tahun 1974.</p>
<p style="text-align: center;">Argentina juara di tahun 1978,</p>
<p style="text-align: center;">Italia di tahun 1982,</p>
<p style="text-align: center;">Argentina juara di tahun 1986.</p>
<p style="text-align: center;">Jerman Barat juara di tahun 1990.</p>
<p style="text-align: center;">Brasil di tahun 1994.</p>
<p style="text-align: center;">Perancis di tahun 1998.</p>
<p style="text-align: center;">Brasil lagi di tahun 2006</p>
<p style="text-align: center;">dan terakhir Italia di tahun 2006.</p>
<p>Kalau mengikuti pola tersebut maka seharusnya tahun ini giliran wakil Amerika Latin yang menjadi juara.</p>
<p><strong><em>Hanya Brasil yang mampu menjadi juara di 3 benua yang berbeda.</em></strong> Ini faktanya :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Brasil juara di benua Amerika</strong></p>
<p style="text-align: center;">tahun 1954 (Chili), 1970 (Mexico) dan 1994 (USA).</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Brasil juara di benua Eropa</strong></p>
<p style="text-align: center;">tahun 1958 (Swedia)</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Brasil juara di benua Asia</strong></p>
<p style="text-align: center;">tahun 2002 (Korea dan Jepang).</p>
<p>Tahun ini untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di benua Afrika. Mampukah Brasil menjadi juara di benua Afrika ?</p>
<p><strong><em>Sepanjang sejarah baru ada dua orang yang berhasil menjadi juara sebagai pemain dan pelatih</em></strong>. Mario Zagalo (Brasil, sebagai pemain di tahun 1958 dan pelatih di tahun 1970) dan Franz Beckenbauer (Jerman Barat, sebagai pemain di tahun 1974 dan pelatih di tahun 1990). Tahun ini ada dua kandidat pelatih yang mampu menyamai rekor Zagalo dan Beckenbauer. Mereka adalah Dunga (Brasil, sebagai pemain di tahun 1994) dan Diego Maradona (Argentina, sebagai pemain di tahun 1986). Mampukah salah satu dari mereka menjadi orang ketiga yang meraih gelar juara dunia sebagai pemain dan pelatih ?</p>
<p><strong><em>Sepanjang sejarah piala dunia, belum ada pelatih asing yang berhasil membawa timnya menjadi juara</em></strong>. Di Afsel 2010, hingga babak knock out tercatat tinggal pelatih Inggris, Ghana dan Chili yang adalah pelatih asing. Sisanya adalah pelatih lokal. Saat tulisan ini dibuat, Inggris sudah memenuhi &#8220;kutukan&#8221; ini dengan tersisih dari Jerman di babak perdelapan final.</p>
<p><strong><em>Sejak 1986, semua tim yang berhasil mengalahkan juara bertahan di babak knock out selalu berhasil melaju minimal hingga semifinal</em></strong>, namun negara yang mengalahkan juara bertahan di babak penyisihan grup langsung gugur di perdelapan final . Ini datanya :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Mexico&#8217;86. Perancis berhasil mengalahkan Italia</strong> di babak perdelapan final dengan skor 2-0. Perancis melaju hingga semifinal sebelum kalah dari Jerman Barat lewat adu penalti.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Italy&#8217;90. Jerman Barat mengalahkan juara bertahan di babak final</strong>.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>USA&#8217;94. Jerman kalah dari Bulgaria di perempat final</strong> dengan skor 1-2. Bulgaria melaju hingga semifinal sebelum kalah dari Italia 0-2.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>France&#8217;98. Juara bertahan Brasil kalah dari tuan rumah di partai final.</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Korea-Japan&#8217;2002. Juara bertahan tidak lolos dari babak penyisihan grup</strong>. Perancis kalah dari Senegal dan Denmark. Senegal dan Denmark kemudian gugur di pedelapan final.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Germany&#8217;06. Juara bertahan Brasil dikandaskan Perancis di perdelapan final</strong>. Perancis bahkan berhasil melaju hingga final sebelum dikalahkan Italia.</p>
<p>Tahun ini juara bertahan Italia gugur di babak penyisihan grup setelah di pertandingan terakhir kalah dari Slovakia 2-3. Kalau menilik pola yang sama di tahun 2002 maka seharusnya Slovakia hanya melaju hingga babak pedelapan final.</p>
<p>Nah, para pembaca sekalian. Itulah sedikit data dan fakta yang bisa saya ingat dan saya hubung-hubungkan minimal dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Ada fakta menarik tentang Uruguay bila kita menengok data dan fakta di atas. Uruguay adalah satu-satunya negara yang mengalahkan tuan rumah, Uruguay juga sudah punya pemain yang dikartumerahkan di babak penyisihan grup dan tahun ini adalah jatahnya wakil Amerika Latin untuk membawa pulang juara piala dunia.</p>
<p>Jadi, percayakah anda kalau saya bilang Uruguay adalah salah satu calon kuat peraih juara dunia tahun 2010 ? atau anda punya analisa yang berbeda ? mari berbagi.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/&amp;title=Data+dan+Fakta+Memilih+Calon+Juara" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/&amp;t=Data+dan+Fakta+Memilih+Calon+Juara" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/&amp;t=Data+dan+Fakta+Memilih+Calon+Juara" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/&amp;title=Data+dan+Fakta+Memilih+Calon+Juara" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Data+dan+Fakta+Memilih+Calon+Juara&amp;link=http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/&amp;Title=Data+dan+Fakta+Memilih+Calon+Juara" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/06/28/data-dan-fakta-memilih-calon-juara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Singa Berhenti Mengaum</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 00:46:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>
		<category><![CDATA[Germany]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=726</guid>
		<description><![CDATA[
13 Juni 1944, tepat seminggu setelah pendaratan tentara sekutu di Normandia, Hitler mulai melepaskan senjata rahasianya, roket V-1 ( V dari vergeltung atau pembalasan) ke Inggris Selatan. Senjata ini berbentuk pesawat tanpa pilot yang bermuatan bahan peledak. Bom ini memang tidak mempengaruhi lagi jalannya peperangan, namun V-1 yang secara membabi buta diarahkan ke Inggris Selatan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_727" class="wp-caption aligncenter" style="width: 578px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/06/Allemagne5.jpg"><img class="size-full wp-image-727" title="Allemagne5" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/06/Allemagne5.jpg" alt="" width="568" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">Keceriaan pemain Jerman selepas gol Mueller (foto:FIFA.com/Getty Images)</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>13 Juni 1944, tepat seminggu setelah pendaratan tentara sekutu di Normandia, Hitler mulai melepaskan senjata rahasianya, roket V-1 ( V dari <em>vergeltung</em> atau pembalasan) ke Inggris Selatan. Senjata ini berbentuk pesawat tanpa pilot yang bermuatan bahan peledak. Bom ini memang tidak mempengaruhi lagi jalannya peperangan, namun V-1 yang secara membabi buta diarahkan ke Inggris Selatan, utamanya London yang luas dengan berjuta-juta penduduknya, tetap merupakan senjata berbahaya. Perang ini dinamakan &#8220;Battle of London&#8221;, di mana Inggris harus bersusah payah menghadapi &#8220;lawan yang tidak kelihatan&#8221;.</p>
<p>67 tahun berselang, di sebuah kota bernama Bloemfontein, Jerman sekali lagi menyerang langsung ke jantung pertahanan Inggris. Bedanya, kali ini mereka bukan lagi menyerang dengan V-1, tapi dengan sebiji bola kaki bernama Jabulani. Bukan hanya sekali, tapi total 4 kali orang-orang Jerman itu berhasil melakukannya. Persis seperti ketika <em>Luftwaffe</em> atau angkatan udara Jerman melakukannya 67 tahun yang lalu. Jerman menghempaskan Inggris di babak 16 besar World Cup 2010. Sekali lagi Inggris terhenti di babak 16 besar, sama seperti pencapaian mereka 4 tahun yang lalu.</p>
<p>Pertemuan kali ini adalah pertemuan ke-27 kedua tim. Sebelumnya mereka sudah saling mengalahkan 12 kali dan sisanya seri. Seperti biasanya, aroma panas sudah menyengat sebelum perang digelar. Franz Beckenbauer sudah menyulut api ketika dia menuding Inggris terlalu bodoh ketika kembali ke masa lalu dengan pola <em>kick and rush</em> yang membuat mereka harus tertahan seri dari USA. Publik Inggris membalasnya dengan artikel berjudul plesetan, <em>&#8221; Kick and Crush You, Franz&#8221;</em>. Belakangan, Franz meminta maaf ke publik Inggris, tapi sudah terlambat. Api sudah terlanjur tersulut.</p>
<p>Di lapangan, Inggris memulainya dengan canggung meski Jerman juga tak kalah canggungnya. Perlahan tapi pasti, 10 orang berseragam merah dengan lambang tiga singa di dada kiri mulai bisa menguasai pertandingan. Mereka menekan ketat, membuat Philip Lahm dan Jerome Boateng yang biasanya rajin naik membantu serangan harus tetap siaga di garis belakang. Meski begitu, anak-anak Inggris sama sekali tak bisa menyentuh kotak 16 milik Jerman.</p>
<p><span id="more-726"></span>Inggris terus menyerang, mereka lupa kalau Jerman punya strategi <em>Blietzkrieg</em>, menyerang secepat kilat. Inilah yang mereka praktekkan hingga hanya dengan dua sentuhan, Klose mampu mencetak gol ke-11 nya selama pagelaran final piala dunia. Inggris tersentak, mereka kelimpungan. Sebelum benar-benar bisa kembali sadar mereka kembali jadi korban <em>blietzkrieg</em> ketika Podolski menuntaskan sebuah tusukan dari sebelah kanan pertahanan Inggris. Matthew Upson sempat membalas kesalahannya dengan satu gol yang membakar semangat pasukan Inggris.</p>
<p>Ketika babak pertama hampir saja selesai, sebuah tendangan dari Frank Lampard mengembalikan kenangan final di Wembley tahun 1966. ketika itu Geoffrey Hurst menendang bola ke gawang Jerman (barat), bola mengenai mistar dan memantul ke garis gawang. Wasit berbincang dengan hakim garis sebelum akhirnya memutuskan kalau itu sebuah gol, meski itu sangat meragukan. Empat puluh empat tahun kemudian, Frank Lampard melakukan hal yang sama. Tendangannya menyentuh mistar, memantul ke tanah sebelum Jabulani dipeluk Neuer. Kali ini wasit tak perlu berdiskusi dengan hakim garis karena dengan tegas hakim garis menolak mengakuinya sebagai gol meski lewat tayangan ulang jelas terlihat kalau bola sudah melewati garis gawang. Keadilan telah ditegakkan, mungkin itu yang ada di benak orang-orang Jerman. Selepas pertandingan ini orang-orang Jerman bisa berhenti bercerita tentang gol Hurst, karena mereka sudah mendapatkan balasannya malam itu.</p>
<p>Inggris kehilangan momentum ketika mereka harus masuk ke kamar ganti selama 15 menit. Walhasil ketika babak kedua dimulai mereka kembali harus memulai dari awal. Hampir berhasil ketika Lampard sekali lagi menyasar mistar. Lampard menjadi tokoh utama malam itu ketika tendangan bebasnya membentur barisan pertahanan Jerman, bola jatuh di kaki Gareth Barry yang dengan canggungnya kembali kehilangan <em>possession</em>. ?Kesalahan Barry dipergunakan sebaik-baiknya oleh anak muda Jerman sekali lagi lewat serangan <em>blietzkrieg</em>.</p>
<p>Mueller yang baru saja naik pangkat dari timnas U-21 menghukum David James dengan tendangan kerasnya. Moral Inggris jatuh, persis ketika <em>Luftwaffe</em> memborbardir kota London di tahun 1940. Jerman tidak memberi kesempatan kepada anak asuhan Capello untuk bernafas ketika Mesut Oesil, ?anak muda yang juga baru naik pangkat itu dengan kecepatannya meninggalkan Glenn Johnson sebelum memberi umpan manis ke kaki Mueller. Di bangku cadangan, David Beckham, pemain Inggris paling flamboyan sudah tahu kalau dia harus segera bersiap mengepak kopernya.</p>
<p>Dengan paniknya Capello memasukkan Joe Cole, Emile Heskey, lalu Shaun Wright-Philips namun tak ada perubahan berarti. Kuartet Friedrich, Mertesacker, Lahm dan Boateng terlalu disiplin di depan Neuer, pun dengan Khaderi yang siap mematahkan semua seranganInggris sebelum dekat dengan kotak penaltinya. Menjelang akhir pertandingan, Rooney yang belum pernah mencetak sebiji golpun di Afsel 2010 hanya menendang dan berlari dengan setengah hati. Hanya Gerard yang terus berusaha, seperti yang biasa dilakukannya di Liverpool. Gerard belum mau menerima kalau dia harus pulang, tak seperti setengah dari rekan timnya yang mungkin sudah berpikir tentang destinasi liburan musim panas sebelum liga digulirkan lagi 2 bulan ke depan.</p>
<p>Ketika Jorge Larrionda meniupkan peluit panjangnya, Gerard menyendiri di sisi permainannya. Sedih dan tak percaya kalau Jerman baru saja meusukkan senjata rahasia mereka. Mungkin dia tak terpikir untuk bertukar kostum seperti yang dilakukan rekan-rekannya meski ini piala dunia terakhirnya. Sulit membayangkan Gerard, Lampard dan Terry berlari untuk <em>three lions</em> 4 tahun ke depan di Brasil. Gerard akan mengenang piala dunia terakhirnya sebagai piala dunia yang pahit. Mungkin untuk waktu yang lama.</p>
<p>Sekali lagi, tiga singa harus berhenti mengaum. Sama seperti 4 tahun yang lalu ketika mereka dijinakkan Potugal. Kali ini Jerman yang melakukannya, lawan yang mereka taklukkan beramai-ramai lebih dari 60 tahun yang lalu. Entah kapan mereka bisa mengaum terus hingga partai puncak, mungkinkah 4 tahun ke depan ? atau mungkin lebih cepat ? kita lihat saja nanti.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/&amp;title=Ketika+Singa+Berhenti+Mengaum" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/&amp;t=Ketika+Singa+Berhenti+Mengaum" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/&amp;t=Ketika+Singa+Berhenti+Mengaum" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/&amp;title=Ketika+Singa+Berhenti+Mengaum" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Ketika+Singa+Berhenti+Mengaum&amp;link=http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/&amp;Title=Ketika+Singa+Berhenti+Mengaum" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/06/28/ketika-singa-berhenti-mengaum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arrivederci Gli Azzuri</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 03:45:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=720</guid>
		<description><![CDATA[.
Santiago Bernabeau, 22 Mei 2010. Jose Mourinho baru saja mengantar Inter Milan sebagai juara Champions Eropa, sekaligus melengkapi 2 gelar lokal yang mereka rengkuh sebelumnya. Inter Milan seperti membawa kembali arwah juara-juara Italia yang sempat beristirahat selepas final Champions 2007. Selepas kemenangan AC Milan, wakil-wakil Italia kemudian selalu memberi jalan kepada tim-tim dari Inggris dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_719" class="wp-caption aligncenter" style="width: 595px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/06/arrivederci3.jpg"><img class="size-full wp-image-719" title="arrivederci3" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/06/arrivederci3.jpg" alt="" width="585" height="348" /></a><p class="wp-caption-text">Antoni Di Natale, kecewa berat setelah gagal membawa Italia ke 16 besar (foto:Getty Images)</p></div>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p>Santiago Bernabeau, 22 Mei 2010. Jose Mourinho baru saja mengantar Inter Milan sebagai juara Champions Eropa, sekaligus melengkapi 2 gelar lokal yang mereka rengkuh sebelumnya. Inter Milan seperti membawa kembali arwah juara-juara Italia yang sempat beristirahat selepas final Champions 2007. Selepas kemenangan AC Milan, wakil-wakil Italia kemudian selalu memberi jalan kepada tim-tim dari Inggris dan Spanyol. Kemenangan Inter Milan kemudian dianggap sebagai momentum kebangkitan kembali sepakbola Italia seperti era 90-an.</p>
<p>Sebenarnya ada anomali pada perayaan Inter Milan tersebut. Dari 11 pemain inti yang dipasang plus beberapa pemain pengganti, tidak ada satupun pemain yang berdarah asli Italia. Semuanya adalah pemain import, bahkan sang peracik strategipun asli Portugal. Beruntung pemilik klub masih berdarah Italia dan bukannya import seperti pemilik Manchester United atau Liverpool.</p>
<p>Selang kira-kira sebulan kemudian, kenyataan di atas berbanding lurus dengan pengumuman skuad Italia yang akan dibawa ke Afrika Selatan. Tak ada seorangpun pemain Inter Milan di antara 23 nama yang dikantongi Marcello Lippi. Bukti kalau sebenarnya Inter Milan memang bergantung nyaris 100% pada kemampuan legiun asing. Tak salah juga kalau ada yang mengatakan bahwa skuad Italia tidak akan melangkah jauh di world cup edisi ke-19 ini. Kenyataan yang disodorkan Inter Milan adalah jawabannya. Italia masih kekurangan stok pemain yang levelnya pas untuk kejuaraan berkasta tertinggi seperti piala dunia. Kemudian datang deretan pembenaran lainnya. Hasil buruk di kualifikasi plus cedera sang dirijen serangan bernama Andrea Pirlo di menit-menit akhir menjelang terbang ke Afrika Selatan. Italia berdiri di jejerang belakang dalam antrian para unggulan. Tak ada yang cukup rasional untuk menyandingkannya dengan tim sekelas Argentina, Spanyol dan Brasil.</p>
<p><span id="more-720"></span>14 Juni 2010. Italia memulai langkahnya dengan kaki yang berat. Paraguay hanya ditahan imbang. Start yang cukup buruk untuk sebuah tim yang berlabel &#8220;Juara Bertahan&#8221;. Kisah seri Italia di pertandingan pertama hampir sama dengan kisah mereka di tahun 1982, 1994 dan 2006. Keduanya diawali dengan start yang buruk, tapi diakhiri dengan finish di partai final plus 2 tropi juara. Sampai di sini masih banyak orang yang percaya kalau Italia tetap bisa melangkah jauh. Toh, Italia juga tidak sendiri. Masih ada Inggris dan Spanyol yang sama-sama jeleknya.</p>
<p>6 hari kemudian pandangan orang mulai berubah. Pesta pendukung New Zealand pecah, untuk pertama kalinya mereka mampu menahan juara dunia. Prestasi buat mereka, aib buat Italia. Meski popularitasnya terus menurun, Italia masih percaya diri. Satu pertandingan sisa harus mereka menangkan, bahkanpun dengan hasil seri mereka akan tetap melanjutkan langkah meski dengan resiko harus berhadapan dengan wakil Eropa lainnya, Belanda.</p>
<p>Dan tragedi itu terjadi di 24 Juni 2010 di Johannesburg. Slovakia yang baru saja jadi negara merdeka setelah pecah dengan Czech Republic ternyata bermain dengan gagah berani, sementara Italia masih saja merindukan seorang Andrea Pirlo yang masih belum tergantikan. Iaquinta seperti seorang artis yang demam panggung dan kebingungan di kotak penalti lawan. De Rossi yang biasanya garang tiba-tiba jadi canggung dan akhirnya membuat kesalahan fatal yang berbuah hukuman dari Slovakia. Kesalahannya diulang lagi di babak kedua yang membantu terciptanya gol ketiga Slovakia.</p>
<p>Italia butuh banyak perbaikan di barisan belakang. Cannavaro sudah lemah dan tak segarang dulu. Sekarang pemegang caps tim nasional terbanyak itu jadi titik lemah di depan kiper. Masuknya Pirlo dan Quagliarella menjadi bukti kalau Italia memang butuh tokoh kreatif di lini tengah plus pejuang di garis depan. Terlambat memang meski mereka sempat memaksa jantung para pendukung berdetak lebih cepat. Setelah lewat lebih dari 5 menit dari waktu normal, akhirnya Italia resmi menemani Perancis untuk masuk kotak. Kedua alumnus final 2006 itu harus memesan tiket pulang lebih awal, menjauh dari tim-tim lain yang masih mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya.</p>
<p>Tak perlu komentar panjang lebar, Italia memang seharusnya berbenah. Banyak hal yang jadi tanggung jawab Cesare Prandelli sebagai pengganti Lippi pasca WC2010 meski tak seberat tanggung jawab Laurent Blanc selepas Raymond Domenech. Italia harus cepat-cepat menempa Montolivo agar bisa selevel dengan Pirlo, atau siapa tahu ada keberuntungan dalam 2 tahun ini dan mereka bisa menemukan pengganti sepadan untuk Pirlo. Setidaknya, masih ada waktu untuk berbenah sebelum Euro&#8217;2012 datang. Italia tetaplah Italia yang meski pernah jatuh tapi tetap akan bisa berdiri. Mereka pernah jatuh lebih buruk dari ini, tapi mereka juga tetap bisa bangkit selepas kejatuhan.</p>
<p>Arrivederci Gli Azzuri.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/&amp;title=Arrivederci+Gli+Azzuri" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/&amp;t=Arrivederci+Gli+Azzuri" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/&amp;t=Arrivederci+Gli+Azzuri" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/&amp;title=Arrivederci+Gli+Azzuri" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Arrivederci+Gli+Azzuri&amp;link=http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/&amp;Title=Arrivederci+Gli+Azzuri" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/06/25/arrivederci-gli-azzuri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asa Asia di Putaran Kedua</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 04:49:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitarku]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=713</guid>
		<description><![CDATA[Putaran kedua South Africa 2010 pungkas digelar, dan seperti biasa piala dunia selalu memunculkan kejutan. Lupakan kekalahan Perancis 0-2 dari Mexico karena memang sebenarnya tim ayam jantan biru itu sudah terluka sebelum tiba di Afrika Selatan. Saya membayangkan ratusan ribu orang Irlandia yang tertawa gembira ketika Cauhtemoc Blanco menjebol gawang Perancis untuk kedua kalinya. Mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_715" class="wp-caption aligncenter" style="width: 595px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/06/Japan.jpg"><img class="size-full wp-image-715" title="Japan" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/06/Japan.jpg" alt="" width="585" height="351" /></a><p class="wp-caption-text">Jepang, salah satu tim Asia yang masih punya harapan ke babak 16 besar. (foto: Getty Image)</p></div>
<p>Putaran kedua South Africa 2010 pungkas digelar, dan seperti biasa piala dunia selalu memunculkan kejutan. Lupakan kekalahan Perancis 0-2 dari Mexico karena memang sebenarnya tim ayam jantan biru itu sudah terluka sebelum tiba di Afrika Selatan. Saya membayangkan ratusan ribu orang Irlandia yang tertawa gembira ketika Cauhtemoc Blanco menjebol gawang Perancis untuk kedua kalinya. Mereka adalah orang-orang teraniaya yang harus rela batal berangkat ke Afrika Selatan gara-gara tangan kiri Thierry Henry. Mungkin kondisi Perancis sekarang adalah buah dari karma yang mereka tabur sendiri.</p>
<p>Tapi bagaimana dengan Jerman dan Inggris ? mereka tidak berdosa pada tim manapun dalam perjalanan ke Capetown. Inggris menang fair dalam 9 dari 10 laga penyisihan grup, Jerman menang secara jujur atas Australia 4 gol tanpa balas di laga pembuka. Kedua penampilan itu membuat banyak orang percaya kalau mereka akan tampil mulus di Afrika Selatan. Sayangnya, harapan itu tidak berumur panjang. Jerman menyerah 0-1 pada Serbia, terima kasih pada Klose yang mendapat kartu merah dan Podolski yang gagal mengeksekusi penalti. Inggris, kembali bermain membosankan dan hanya bisa imbang dari negeri leluhur Zinedine Zidane, Aljazair.</p>
<p>Beruntung masih ada Argentina, Belanda, Brasil dan Portugal yang menyelamatkan muka para tim unggulan meski ada catatan kecil khusus untuk penampilan Belanda yang masih saja belum menunjukkan tipe permainan mereka yang sesungguhnya.</p>
<p>Partai-partai membosankan masih saja tergelar di putaran kedua ini. Tim-tim yang tak percaya diri masih setia bermain defensif. Memasang lebih dari 5 orang di depan kotak penalti demi menghadang serangan lawan yang mereka tahu lebih kuat. Hasilnya, hanya sedikit tim yang berhasil mencetak gol lebih dari satu. Sampai putaran kedua saya masih merasa lebih terhibur oleh partai antara dua tim yang selevel, salah satunya USA vs Slovenia. Merasa sama-sama punya kemampuan setara, kedua tim berani main terbuka dan walhasil kejar mengejar golpun terjadi. Ini berbeda dengan partai ketika tim seperti Serbia menghadapi Jerman atau Aljazair menghadapi Inggris. Tapi syukurlah karena putaran terakhir hanya menyisakan sedikit ruang untuk para tim defensif itu karena sebagian besar partai tersisa adalah partai hidup mati untuk mencari tiket lolos ke 16 besar.</p>
<p><span id="more-713"></span>Lalu, bagaimana dengan wakil Asia ? Dua wakil Asia yang sukses meraih 3 point penuh di putaran pertama kini berbalik 180 derajat. Korsel harus mengakui kehebatan Argentina dengan takluk 1-4 sementara Jepang harus mengakui kelebihan Belanda dengan skor tipis 0-1. Jepang saya garis bawahi karena menurut saya tim ini tampil tidak mengecewakan. Mereka sempat merepotkan Belanda ketika tertinggal 0-1, hanya kelebihan skill individu dan pengalaman level tinggilah yang membuat Belanda bisa bertahan. Korsel sendiri sempat membuat Argentina deg-degan ketika mereka tertinggal 1-2, namun keasyikan menyerang mereka malah kemasukan 1 gol lagi. Gol yang cukup untuk menjatuhkan mental mereka.</p>
<p>Bagaimana dengan Australia ? Pengalaman digebuk 0-4 oleh Jerman di putaran pertama jadi pelajaran berharga menghadapi Ghana. Sayangnya mereka kembali akrab dengan kartu merah, dan sialnya menimpa Harry Kewell salah satu andalan mereka. Sayangnya lagi mereka tidak cukup tenang untuk menyelesaikan peluang yang sebenarnya bisa membenamkan Ghana. Wakil terakhir dari Asia, Korea Utara memang belum cukup beruntung di WC2010. Tergabung dalam grup neraka, mereka sempat memukau ketika hanya kalah 1-2 dari Brasil. Berikutnya mereka kehabisan bensin dan harus takluk pada Portugal dengan skor terbesar hingga saat ini di WC2010, 0-7. Apa mau dikata, mereka memang masih butuh banyak jam terbang untuk bisa terus-terusan membuat kejutan di ajang world cup.</p>
<p>Berbeda dengan Afrika yang sudah pasti kehilangan 2 wakil mereka- Nigeria dan Kamerun ? Asia masih menyimpan asa pada 3 wakilnya dan hanya pasti kehilangan Korea Utara. Korsel masih berpeluang asalkan bisa mengalahkan Nigeria yang sudah tak punya harapan lagi. Jepang, sayangnya harus berhadapan head to head dengan Denmark yang sama-sama mengejar posisi mendampingi Belanda. Sementara Australia bentrok dengan Serbia yang juga sama-sama bernafsu ke babak 16 besar. 3 partai yang dilakoni wakil Asia sepertinya akan jadi partai yang ketat dan seru karena mereka semua berprinsip, now or never.</p>
<p>Saya sangat berharap masih ada wakil Asia di babak 16 besar nanti, terserah tim yang mana karena ketiga tim tersebut sebenarnya memang pantas membawa nama Asia. Mereka adalah tim yang gagah berani bermain terbuka menghadapi lawan yang lebih berkualitas meski konsekuensinya adalah hujan gol bagi mereka.</p>
<p>Sesaat lagi babak ketiga yang jadi babak penentuan akan segera digelar, hingga saat ini asa Asia masih ada di pundak ketiga negara itu. Akankah mereka bertiga mampu menjadi wakil Asia di babak 16 besar, atau malah ketiganya akan kandas dan cukup hanya sampai di penyisihan grup ? ah rasanya sungguh tak untuk menyaksikan prosesnya. Mari kita tunggu dan lihat, apakah asa Asia masih akan terus berkibar atau cukup sampai di sini ?</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/&amp;title=Asa+Asia+di+Putaran+Kedua" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/&amp;t=Asa+Asia+di+Putaran+Kedua" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/&amp;t=Asa+Asia+di+Putaran+Kedua" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/&amp;title=Asa+Asia+di+Putaran+Kedua" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Asa+Asia+di+Putaran+Kedua&amp;link=http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/&amp;Title=Asa+Asia+di+Putaran+Kedua" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/06/22/asa-asia-di-putaran-kedua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
