<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; Tips</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/tips/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:56:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Memotret Dalam Hujan</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 01:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Memotret Hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2171</guid>
		<description><![CDATA[Artikel berikut adalah terjemahan bebas dari artikel di National Georgaphic, laman aslinya bisa diakses di sini. Menjelang akhir tahun dan awal tahun, hujan menjadi kawan akrab untuk sebagian besar daerah di Indonesia.? Kondisi seperti ini juga kadang kala menjadi musuh besar bagi para pemotret. Masalah utama adalah karena para pemotret tentu sangat memikirkan nasib kamera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2172" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_5056-1.jpg"><img class="size-full wp-image-2172" title="_IMG_5056-1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_5056-1.jpg" alt="Potret Hujan" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Potret Hujan ( koleksi pribadi )</p></div>
<blockquote>
<h3>Artikel berikut adalah terjemahan bebas dari artikel di National Georgaphic, laman aslinya bisa diakses <a href="http://photography.nationalgeographic.com/photography/photo-tips/taking-photos-in-rain-richardson/">di sini.</a></h3>
</blockquote>
<p>Menjelang akhir tahun dan awal tahun, hujan menjadi kawan akrab untuk sebagian besar daerah di Indonesia.? Kondisi seperti ini juga kadang kala menjadi musuh besar bagi para pemotret. Masalah utama adalah karena para pemotret tentu sangat memikirkan nasib kamera mereka dan air adalah musuh terbesar.</p>
<p>Air tentu saja membuat kamera lebih cepat rusak dan selain itu membuat lensa jadi kabur dan akhirnya akan berjamur. Itu belum termasuk sulitnya menangkap gambar dalam situasi? di mana cuaca sedang mendung, agak gelap dan hanya ada jutaan tetes hujan.</p>
<p>Kebetulan saya menemukan sebuah artikel menarik di National Geographic yang ditulis oleh Jim Richardson, salah seorang fotografer senior NatGeo yang memberikan<a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/"> tips tentang memotret di dalam kondisi hujan</a>.</p>
<p>Berikut adalah tips dari Jim Richardson yang coba saya terjemahkan :</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Membawa pelindung hujan untuk kamera</strong>. Saat ini sudah ada jutaan pilihan pelindung hujan untuk kamera yang tersedia di pasaran. Masalah utamanya hanyalah bagaimana membawa semuanya ketika hujan mulai turun. Semua pelindung yang kira-kira bisa melindungi kamera dari hujan, petir bahkan badai sebaiknya memang dibawa setiap saat. Saran terbaik adalah memberikan tempat di tas kamera untuk keperluan tersebut.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Membawa kantongan plastik besar untuk kamera. </strong>Kadang kala ada tugas yang mengharuskan kamera tetap kering dan kantongan plastik besar bisa sangat berguna. Masukkan kamera di dalam kantongan dan lubangi sedikit untuk lensa di bagian depan.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Cari beranda atau tempat berteduh</strong>. Cobalah mencari tempat berteduh dan tunggulah sampai gambar yang mendatangi anda. Tenggak minuman kesukaan, bacalah buku atau lakukan apa saja. Bersabarlah.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Memotret dari dalam mobil</strong>. Kadang-kadang cara ini adalah cara paling praktis saat terjebak dalam kondisi hujan. Tetaplah berada di dalam kendaraan, turunkan kaca sedikit dan rekamlah beberapa gambar. Jim sendiri pernah mendapatkan sebuah foto menarik dalam kondisi seperti ini, hanya saja cara yang dilakukannya agak esktrim dan tidak disarankan untuk dicoba.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Belilah sebuah payung</strong>. ketika berada dalam cuaca hujan tapi tetap harus melakukan pemotretan, maka payung bisa menjadi sebuah pilihan. Memang akan sangat membantu bila ada seorang asisten yang bisa memayungi kita saat memotret, tapi bila memang tidak ada maka cara terbaik adalah memegang payung di tangan kiri yang juga memegang grip kamera.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Masukkan payung sebagai elemen dalam foto anda. </strong>Sebenarnya payung yang anda bawa bisa menjadi elemen komposisi yang sangat menarik. Ketika memotret dengan lensa lebar, payung bisa mengisi bagian atas bingkai dan akan menyajikan kesan bahwa hujan benar-benar sedang turun. Ketika memotret jalanan yang penuh dengan orang yang membawa payung, memasukkan payung ke dalam bingkai tentu memberikan kesan yang sangat pas. Di sisi lain, payung juga bisa menetralisir apabila ternyata cahaya matahari terlalu terang meskipun sedang hujan. Gunakan payung untuk meminimalkan cahaya yang berlebih dan anda bisa mendapatkan eksposur yang pas.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Perhatikan bayangan. S</strong>ebenarnya agak susah untuk mendapatkan potret hujan, kecuali anda berada di bawah hujan deras, jadi anda harus memotret sebuah petunjuk yang menandakan bahwa hujan benar-benar sedang turun. Cara terbaik adalah dengan memotret bayangan hujan atau bekas yang ditinggalkan hujan di atas bumi. ?Lihat sekeliling anda dan coba temukan bayangan hujan yang paling menarik untuk direkam.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Tempatkan hujan pada backlight</strong>. Hujan akan terlihat lebih jelas saat berada pada posisi backlight ( membelakangi sumber cahaya ). Cahaya yang datang dari belakang hujan akan sangat terkonstrasi dan tentu saja membuat tetesan hujan lebih terlihat terang. Hanya saja perlu diperhatikan jangan sampai anda terlalu over exposure karena menghadap ke arah cahaya. ?Carilah terus angle terbaik antara low exposure dan over exposure. Payung yang anda bawa juga bisa sangat berfungsi untuk mengatur exposure.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Tembakkan sedikit flash.</strong> Cahaya flash tentu saja bisa menambah cahaya pada tetesan hujan, hanya saja ?hal buruk bisa terjadi saat cahaya yang keluar terlalu banyak sehingga malah mengaburkan tetesan hujan. Coba set chaya flash ( sekitar -3.0 stops) . Cara ini biasanya membutuhkan banyak percobaan, kadang tidak berhasil 100% tapi hasilnya tetap menakjubkan.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Tangkap kesedihan dan keceriaan di bawah hujan</strong>. Hujan mempengaruhi banyak orang. Kadang ada yang merasa sedih atau malah marah karena hujan tapi ada juga anak-anak yang begitu gembira bermain hujan. Tangkap dengan baik reaksi mereka dan anda akan mendapatkan foto hujan yang menarik.</p>
<p>Itulah beberapa<a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/"> tips dan trik</a> dari Jim Richardson yang saya terjemahkan. Saya sendiri belum mencoba semua tips dan trik di atas, tapi sepertinya memang menarik. Mumpung sekarang sedang hujan, bagaimana kalau kita coba ?</p>
<p>Mari <a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/">memotret</a>.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/" title="tips memotret">tips memotret</a> (19)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/" title="trik memotret">trik memotret</a> (18)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/" title="bagaimana melindungi kamera dari hujan">bagaimana melindungi kamera dari hujan</a> (12)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/" title="motret plastik kamera">motret plastik kamera</a> (9)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/" title="cara memotret">cara memotret</a> (7)</li></ul><div class="shr-publisher-2171"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Ftips-memotret-dalam-hujan%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengikuti Lomba Blog</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/tips-mengikuti-lomba-blog/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/tips-mengikuti-lomba-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 15:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2146</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pembuka tulisan saya mau minta maaf dulu. Bukan maksud hati mau sok mengajar apalagi menyombongkan diri. Tips ini hanya sekadar membagi pengalaman dari yang sudah saya lalui dan pernah saya baca. Salah satu hal yang paling menantang untuk para blogger adalah ketika sebuah lomba ngeblog digelar. Biasanya lomba menjadi alasan untuk para blogger agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2147" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/journal.jpg"><img class="size-full wp-image-2147" title="journal" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/journal.jpg" alt="Lomba Blog" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Journal, foto by Google</p></div>
<blockquote>
<h3>Sebagai pembuka tulisan saya mau minta maaf dulu. Bukan maksud hati mau sok mengajar apalagi menyombongkan diri. Tips ini hanya sekadar membagi pengalaman dari yang sudah saya lalui dan pernah saya baca.</h3>
</blockquote>
<p>Salah satu hal yang paling menantang untuk para blogger adalah ketika sebuah <a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-mengikuti-lomba-blog/">lomba ngeblog digelar</a>. Biasanya lomba menjadi alasan untuk para blogger agar bisa menghasilkan tulisan dengan kualitas yang di atas rata-rata. Apalagi jika lomba tersebut memberikan hadiah yang cukup menggiurkan.</p>
<p>Saya sendiri sudah berkali-kali ikut lomba ngeblog. Saking seringnya sampai tidak ingat lagi sudah berapa lomba yang saya ikuti. Alhamdulillah karena dari beberapa lomba tersebut saya juga sudah beberapa kali mendapatkan hadiah, dari buku, kaos hingga gadget. Meski sudah berkali-kali memenangkan hadiah, tapi jumlah lomba yang tidak berhasil saya menangkan jelas masih banyak.</p>
<p>Dari beberapa pengalaman ikut lomba dan beberapa di antaranya keluar sebagai salah satu pemenang itu saya akhirnya bisa membaca beberapa tips yang bila diterapkan akan menambah kemungkinan sebagai pemenang. Selain itu, saya juga beberapa kali ditunjuk sebagai juri untuk beberapa lomba blog sehingga setidaknya saya bisa membagikan beberapa tips dari perspektif sebagai juri.</p>
<p>Berikut beberapa <a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-mengikuti-lomba-blog/">tips mengikuti lomba blog</a> yang mungkin bisa saya bagi untuk teman-teman yang berniat mengikuti lomba blog.</p>
<h3 style="padding-left: 30px;">Pelajari siapa jurinya.</h3>
<p style="padding-left: 30px;">Biasanya sebuah lomba blog akan menuliskan siapa saja yang akan menjadi juri. Kalau memang ada maka artinya anda punya kesempatan untuk mempelajari kira-kira model tulisan apa yang disenangi sang juri. Coba cari tahu sebanyak mungkin soal jenis dan gaya tulisan yang disenangi para juri.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Bila mereka punya blog tentu mudah untuk mengetahuinya, begitupun bila mereka adalah penulis yang sudah terkenal, anda mungkin dengan gampang bisa mencari tulisannya ( usahakan lebih dari satu ) dan kemudian merumuskan gaya dan jenis tulisan seperti apa yang disenangi sang juri.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Ada juri yang menyenangi tulisan bertipe cerita dan ada juga yang menyenangi tulisan bertipe laporan atau opini yang mungkin agak lebih kaku. Bila juri lebih dari satu dan punya selera yang berbeda-beda maka usahakan membuat satu tulisan yang mungkin memikat mereka semua.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Masalah baru akan muncul bila lomba tersebut tidak menuliskan nama juri, itu berarti anda harus meraba-raba kira-kira model tulisan seperti apa yang disukai para juri.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Soal ini tentu menjadi perdebatan karena ada juga blogger yang tidak sudi mengubah gaya tulisannya hanya untuk mengejar kemenangan meski itu bisa saja berarti berseberangan dengan selera para juri. Saya pikir tidak ada masalah, apalagi bila anda memang sudah punya karakter yang kuat, maka silakan berjalan dengan karakter tulisan anda. Mungkin saja juri yang berbeda selera akan berubah pikiran.</p>
<h3 style="padding-left: 30px;">Pelajari aspek penilaian</h3>
<p style="padding-left: 30px;">Yah, sebelum memulai menulis ada baiknya anda mencari tahu dulu kira-kira aspek apa saja yang akan dinilai oleh para juri. Biasanya sebuah lomba blog akan menilai 3 aspek paling mendasar seperti kesesuaian tema, orisinalitas dan gaya tulisan. Percuma bila misalnya anda punya gaya tulisan yang bagus tapi ternyata tidak orisinal dan tidak sesuai dengan tema. Percuma juga anda punya tulisan yang sesuai dengan tema, orisinil tapi gaya tulisannya kacau.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Jadi memang penting untuk mencari tahu aspek penilaian seperti apa yang akan dinilai oleh para juri.</p>
<h3 style="padding-left: 30px;">Perhatikan waktu penjurian.</h3>
<p style="padding-left: 30px;">Perhatikan baik-baik waktu akhir pengumpulan tulisan dengan waktu pengumuman. Sebuah lomba yang bagus adalah lomba yang memberi kesempatan banyak kepada para juri untuk menilai sehingga hasil penilaian bisa lebih objektif. Waktu yang sempit apalagi dengan kondisi juri yang sibuk maka bisa saja mereka akan menilai dengan asal-asalan atau setidaknya menyampingkan banyak aspek objektifitas. Bagaimanapun juri juga manusia biasa bukan ?</p>
<p style="padding-left: 30px;">Sebenarnya panitia yang baik adalah panitia yang menyicil form penilaian sehingga juri tidak perlu sibuk memeriksa tulisan para peserta yang menumpuk dengan waktu yang sempit. Tapi kadang-kadang panitia lupa memikirkan kemungkinan seperti itu atau juri sendiri yang menunda waktu penilaian.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Jadi ketika anda berniat mengikuti lomba blog yang jeda antara batas waktu pengumpulan dan pengumumannya singkat ( di bawah 3 hari ) maka mengumpulkan tulisan menjelang tenggat waktu adalah putusan yang mungkin kurang tepat karena artinya bisa saja tulisan anda dinilai juri ketika energinya sudah habis terkuras.</p>
<h3 style="padding-left: 30px;">Perhatikan tampilan blog anda.</h3>
<p style="padding-left: 30px;">Bayangkan bila blog anda termasuk di antara puluhan atau bahkan mungkin ratusan blog yang harus diperiksa oleh juri sementara tampilan blog anda kurang rapih, kebanyakan iklan, warna mencolok dan membuat mata lelah atau susunan header, sidebar dan main content yang tidak beraturan. Saya yakin para juri akan malas duluan ketika membuka blog anda, tidak peduli konten anda bagus atau tidak.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Usahakan menggunakan tampilan blog yang rapih dan nyaman di mata. Ini mugkin faktor X dari sebuah penilaian, tapi bisa saja masuk akal dan malah menjadi faktor yang menjegal anda menjadi juara.</p>
<h3 style="padding-left: 30px;">Stand out the crowd</h3>
<p style="padding-left: 30px;">Berpikirlah sekreatif mungkin. Pikirkan berbagai jenis angle atau sudut pandang cerita yang mungkin berbeda dengan puluhan atau bahkan ratusan peserta lainnya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Kuncinya ada di maksimal 3 paragraf utama. Bila 3 paragraf utama anda sudah <em>nendang </em>maka yakinlah juri akan bertahan lama membaca hingga akhir, artinya anda sudah berhasil menarik perhatian juri sehingga kemungkinan untuk menang makin besar.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Ketika anda menulis dengan angle atau bahkan gaya tulisan yang sama dengan puluhan peserta lainnya maka anda potensial membuat juri dengan cepat melupakan anda. Kemenangan akan kabur dengan sendirinya.</p>
<h3 style="padding-left: 30px;">Berdoalah, semoga keberuntungan mendekati anda.</h3>
<p style="padding-left: 30px;">Anda telah mengetahui jenis tulisan yang disukai para juri, telah membuat tulisan yang berbeda dan kira-kira sesuai dengan selera juri, sudah memperbaiki tampilan blog menjadi nyaman dipandang dan sudah mengirimkan tulisan jauh-jauh hari sebelum batas waktu, maka sekaranglah saatnya berdoa. Berdoa semoga keberuntungan mendekati anda.</p>
<p style="padding-left: 30px;">Intinya, semua butuh keberuntungan. Kadangkala kita sudah merasa berbuat semaksimal mungkin tapi karena keberuntungan belum menghampiri, maka hasil dari perjuangan kita belum terasa maksimal. Usaha dan berdoa, kata orang bijak.</p>
<p>Teman-teman, sekali lagi apa yang saya tuliskan di atas sama sekali tidak bermaksud menggurui apalagi menyombongkan diri. Semua hanya karena ingin berbagi pengalaman sebagai peserta dan juri beberapa lomba blog. Mungkin tips saya tidak berguna, tapi mungkin? juga berguna bagi teman-teman yang ingin ikut lomba blog. Silakan teman-teman sendiri yang menentukan.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-mengikuti-lomba-blog/">Tips ikut lomba blog</a> di atas mungkin juga belum lengkap. Mungkin ada teman-teman yang ingin menambahkan ? silakan.</p>
<p>Untuk teman-teman yang ingin ikut lomba, selamat berjuang. Semoga anda menjadi pemenang. Jangan pernah takut gagal, lebih sering anda ikut mencoba maka kemampuan anda akan makin terasah. Ujung-ujungnya anda sendiri yang akan merasakan keuntungannya.</p>
<p>Selamat menulis !!</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-mengikuti-lomba-blog/" title="lomba blog">lomba blog</a> (15)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-mengikuti-lomba-blog/" title="menilai tulisan blog">menilai tulisan blog</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-mengikuti-lomba-blog/" title="lomba">lomba</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-mengikuti-lomba-blog/" title="tips memenangkan hadiah">tips memenangkan hadiah</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-mengikuti-lomba-blog/" title="kreteriatampilan blog rapih">kreteriatampilan blog rapih</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-2146"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Ftips-mengikuti-lomba-blog%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/tips-mengikuti-lomba-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komposisi Dalam Fotografi</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 04:01:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Komposisi]]></category>
		<category><![CDATA[Rule Of Third]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2126</guid>
		<description><![CDATA[Komposisi itu sangat fleksibel, apa yang kita anggap bagus belum tentu dianggap bagus oleh orang lain ; Arbain Rambey Salah satu acara televisi yang paling saya sukai adalah Klik Arbain Rambey, acara yang ditayangkan di staasiun televisi Kompas TV setiap Selasa jam 23:30 ini berisi banyak pelajaran penting soal fotografi yang dibawakan seorang fotografer senior [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2127" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4659.jpg"><img class="size-full wp-image-2127" title="IMG_4659" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4659.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Fotografer</p></div>
<blockquote>
<h3>Komposisi itu sangat fleksibel, apa yang kita anggap bagus belum tentu dianggap bagus oleh orang lain ; Arbain Rambey</h3>
</blockquote>
<p>Salah satu acara televisi yang paling saya sukai adalah Klik Arbain Rambey, acara yang ditayangkan di staasiun televisi Kompas TV setiap Selasa jam 23:30 ini berisi banyak pelajaran penting soal fotografi yang dibawakan seorang fotografer senior Indonesia, Arbain Rambey.</p>
<p>Saya suka cara Arbain Rambey membagikan ilmunya. Dia bukan tipe orang yang menjelaskan dengan penuh penjelasan teknis yang <em>njlimet</em>. Semua diterangkannya dengan kalimat-kalimat sederhana dan bahkan sering menggunakan kalimat &#8220;terserah anda&#8221;. Bagi fotografer pemula atau yang baru mau mencemplungkan diri dalam dunia fotografi, segala macam keterangan berbau teknis dengan bahasa yang membingungkan bisa saja membuat mereka mundur teratur dan lantas menganggap fotografi itu ternyata susah. Tapi tidak dengan cara yang diberikan oleh Arbain Rambey.</p>
<p>Itulah salah satu alasan kenapa saya selalu berusaha bisa mengikuti acara Klik Arbain Rambey.</p>
<p>Episode Selasa (6/12) semalam membahas tentang <a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/">komposisi</a> dalam fotografi. Menurut Arbain Rambey, komposisi adalah hal utama yang dinilai dalam sebuah karya foto karena komposisilah yang pertamakali dilihat oleh mata.</p>
<p>Dalam fotografi ada 4 unsur yang menjadi bagian utama yaitu ;</p>
<ol>
<li><strong>Teknis :</strong> menyangkut masalah jenis kamera yang digunakan, bukaan diafragma, kecepatan bukaan, pemilihan white balance dan sebagainya.</li>
<li><strong>Komposisi ;</strong> penempatan objek dalam foto yang menghasilkan sebuah foto yang tidak biasa.</li>
<li><strong>Posisi ;</strong> yaitu menyangkut posisi pengambilan foto apakah diambil dengan berdiri, jongkok, di atas pohon atau apa saja.</li>
<li><strong>Momen ;</strong> foto yang baik adalah foto yang diambil dalam momen yang tepat. Bila memotret pemandangan misalnya, tentu diperlukan momen yang tepat untuk merekam keindahan pemandangan yang kita inginkan.</li>
</ol>
<p>Nah, dari keempat unsur itu, komposisi adalah unsur yang paling fleksibel dan nyaris tidak ada aturan yang mengikat karena semua kemudian kembali kepada rasa si pemotret.</p>
<p>Meski dianggap fleksibel, tapi ada aturan umum yang dipegang para fotografer yaitu <strong><em>rule of third</em></strong> atau aturan pembagian bidang menjadi 3 bagian. Biasanya yang dijadikan acuan adalah garis cakrawala, di mana kita menentukan sendiri di bagian mana garis cakrawala itu akan ditempatkan. Apakah di sepertiga bagian bawah atau di sepertiga bagian atas.</p>
<div id="attachment_2128" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/rule-of-third.jpg"><img class="size-full wp-image-2128" title="rule of third" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/rule-of-third.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi rule of third</p></div>
<p>Aturan itu kemudian dibawa ke pemotretan lainnya meski bukan pemotretan landscape atau pemandangan. Misalnya bila memotret manusia, maka terlebih dahulu secara maya kita tentukan bagian mana yang akan mejadi cakrawala atau garis pembatas imajiner dari objek yang akan kita foto. Setelah itu baru kita tempatkan objek tersebut pada salah satu bagian dari <em>rule of third</em> entah yang berposisi portrait ataupun landscape.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/">Komposisi</a> sendiri terbagi atas 3 bagian :</p>
<ol>
<li><strong>Komposisi 1/3</strong> ; adalah komposisi paling umum digunakan di mana rumus rule of third dipakai untuk menempatkan objek utama di sepertiga frame.</li>
<li><strong>Komposisi simetris</strong> ; adalah komposisi yang menempatkan objek utama di tengah frame. Biasanya digunakan untuk merekam gambar formal semisal foto KTP.</li>
<li><strong>Komposisi abstrak</strong> ; adalah komposisi yang tidak termasuk komposisi 1/3 atau komposisi simetris. Komposisi ini memang sangat relatif dan sama sekali tidak mengikuti teori komposisi.</li>
</ol>
<p>Masih menurut Arbain Rambey, komposisi itu memang tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat. Kemampuan menemukan dan menentukan komposisi yang baik didapat dari pengalaman. Semakin banyak kita memotret maka rasa untuk mendapatkan komposisi yang baik tentu akan makin terasah. Dalam belajar <a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/">komposisi</a> fotografer memang harus sering-sering mencoba komposisi baru yang mungkin tidak sesuai dengan teori-teori dasar fotografi. Sebagai tambahan, komposisi sangat relatif. Apa yang menurut kita sudah bagus belum tentu menurut orang lain bagus.</p>
<p>Di akhir pemaparannya, Arbain Rambey menegaskan kalau fotografi itu adalah sebuah proses belajar panjang. Bukan sebuah proses instant dengan kamera mahal.</p>
<p>Jadi buat anda yang hobi memotret, mari terus belajar, mari terus memotret sampai bisa menemukan hal-hal baru yang menarik dari fotografi. Selamat memotret.</p>
<p><em>Catatan : tulisan ini saya buat bukan dengan maksud mengajar atau menggurui. Semata-mata hanya karena ingin berbagi karena sesungguhnya sayapun masih dalam tahap belajar.</em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/" title="klik arbain rambey">klik arbain rambey</a> (13)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/" title="komposisi dalam fotografi">komposisi dalam fotografi</a> (11)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/" title="komposisi fotografi">komposisi fotografi</a> (10)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/" title="komposisi">komposisi</a> (8)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/" title="klik arbain">klik arbain</a> (5)</li></ul><div class="shr-publisher-2126"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fkomposisi-dalam-fotografi%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengembalikan File Yang Rusak Dari Media Storage</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/10/mengembalikan-file-yang-rusak-dari-media-storage/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/10/mengembalikan-file-yang-rusak-dari-media-storage/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 06:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1942</guid>
		<description><![CDATA[Semoga Tuhan memberkati orang-orang yang menciptakan software yang berguna ini. Selasa 4 Oktober kemarin saya dimintai tolong teman-teman kantor untuk mendokumentasikan pertandingan final kejuaraan sepakbola antar anak perusahaan dalam rangka ulang tahun grup perusahaan kami. Seperti biasa tim kami masuk final dan kali ini bertemu tim yang sepertinya lebih bagus. Jam 4 sore saya sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1943" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/stress.jpg"><img class="size-full wp-image-1943" title="stress" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/stress.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Stress</p></div>
<blockquote>
<h3><strong>Semoga Tuhan memberkati orang-orang yang menciptakan software yang berguna ini.</strong></h3>
</blockquote>
<p>Selasa 4 Oktober kemarin saya dimintai tolong teman-teman kantor untuk mendokumentasikan pertandingan final kejuaraan sepakbola antar anak perusahaan dalam rangka ulang tahun grup perusahaan kami. Seperti biasa tim kami masuk final dan kali ini bertemu tim yang sepertinya lebih bagus.</p>
<p>Jam 4 sore saya sudah siap di lapangan dengan kamera dan lensa lumayan panjang. Sepanjang pertandingan saya berusaha menangkap momen-momen terbaik. Sore itu dewi fortuna sedang berpihak kepada tim kami. Meski terus ditekan sepanjang pertandingan namun tim kami mampu menciptakan 2 gol cantik yang kemudian hanya mampu dibalas dengan satu gol dari tim lawan.</p>
<p>Tim kami berhasil menjadi juara dan saya berhasil menangkap momen penyerahan hadiah serta tentu saja foto tim bersama piala. Momen yang bersejarah dan mungkin baru akan terulang paling cepat setahun kemudian.</p>
<p>Tadi pagi saya bermaksud mentransfer file dari MMC ke hard disk. Prosedurnya seperti biasa, colok MMC dan copy. Awalnya berhasil sampai kemudian di tengah jalan masalah mulai muncul. Filenya tidak mau tercopy lagi dan MMC tidak mau dikenali.</p>
<p>Saya lepas colokannya dan coba untuk colok ulang. Pesan yang muncul malah bikin stress. MMC nya tidak terformat dan windows meminta untuk menformat ulang. Hadduh !! parah..bagaimana nasib foto-foto saya ? Mengingat teman-teman sudah berharap banyak bisa menikmati rekaman pertandingan mereka meski dalam bentuk foto.</p>
<p>Saya coba berkali-kali pesan yang sama tetap saja muncul. Windows minta MMC diformat ulang. Stress, saya coba googling seperti biasa dan menemukan beberapa referensi software yang bisa digunakan untuk melakukan recovery pada file yang hilang dari media storage. Salah satunya adalah <strong>PC Inspector Smart Recovery.</strong></p>
<p>Alhamdulillah karena ternyata software ini benar-benar bisa mengembalikan semua foto dari MMC yang korup, bahkan setelah MMC tersebut diformat ulang.</p>
<div id="attachment_1944" class="wp-caption aligncenter" style="width: 620px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/Screenshot-Studio-capture-014.jpg"><img class="size-full wp-image-1944" title="Screenshot Studio capture #014" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/Screenshot-Studio-capture-014.jpg" alt="" width="610" height="446" /></a><p class="wp-caption-text">Screenshot penggunaan PC Inspector Smart Recovery</p></div>
<p>Hebatnya lagi karena software ini gratis, tinggal download dan install. Setelah itu jalankan program seperti biasa. Anda hanya perlu menentukan dari drive mana file yang akan direstore serta menentukan di folder mana file tersebut akan disimpan. Setelah semua siap, tinggal menekan tombol start dan tunggu sampai prosesnya selesai. Lama proses tergantung besaran MMC tentu saja.</p>
<p>Setahu saya ada banyak jenis file yang bisa direcover lewat software ini, rata-rata adalah file-file yang biasa disimpan dalam MMC seperti AVI, MOV, JPG atau file-file lainnya.</p>
<p>Nah, bagi anda yang kebetulan pernah mengalami masalah yang sama dengan saya, silakan menggunakan software ini yang bisa diunduh gratis <strong><a href="http://download.pcinspector.de/pci_us_smartrecovery.exe">di sini</a>.</strong> Hanya saja sayang sekali karena software ini tidak bisa berjalan di Windows 7 tapi berjalan lancar di Windows XP.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/mengembalikan-file-yang-rusak-dari-media-storage/" title="mengembalikan file yang rusak">mengembalikan file yang rusak</a> (18)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/mengembalikan-file-yang-rusak-dari-media-storage/" title="mengembalikan file yang korup">mengembalikan file yang korup</a> (6)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/mengembalikan-file-yang-rusak-dari-media-storage/" title="mengembalikan file memory card yang rusak">mengembalikan file memory card yang rusak</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/mengembalikan-file-yang-rusak-dari-media-storage/" title="aflikasi untuk mencari file yang rusak">aflikasi untuk mencari file yang rusak</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/mengembalikan-file-yang-rusak-dari-media-storage/" title="mengembalikan file di mmc">mengembalikan file di mmc</a> (3)</li></ul><div class="shr-publisher-1942"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F10%2Fmengembalikan-file-yang-rusak-dari-media-storage%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/10/mengembalikan-file-yang-rusak-dari-media-storage/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Canon atau Nikon ?</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 02:41:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Canon]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Nikon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1760</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya saya mau minta maaf dulu kepada suhu-suhu fotografi karena lancang membuat artikel seperti ini. Tanpa bermaksud sombong, karena sebenarnya saya juga masih baru belajar untuk memotret, artikel ini semata-mata saya buat berdasarkan pengalaman saya, sekaligus berbagi kepada teman-teman yang mungkin memerlukan. Dua hari ini seorang teman, sebut saja Gerhana Pink ( nama sengaja disamarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1761" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/Canon-vs-Nikon.jpg"><img class="size-full wp-image-1761" title="Canon vs Nikon" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/Canon-vs-Nikon.jpg" alt="" width="640" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Hayo, pilih Canon atau Nikon ?</p></div>
<blockquote>
<h3>Sebelumnya saya mau minta maaf dulu kepada suhu-suhu fotografi karena lancang membuat artikel seperti ini. Tanpa bermaksud sombong, karena sebenarnya saya juga masih baru belajar untuk memotret, artikel ini semata-mata saya buat berdasarkan pengalaman saya, sekaligus berbagi kepada teman-teman yang mungkin memerlukan.</h3>
</blockquote>
<p>Dua hari ini seorang teman, sebut saja <strong><a href="http://gerhanapink.com/">Gerhana Pink</a></strong> ( nama sengaja disamarkan demi keamanan si pelaku ) sedang kebingungan untuk menentukan pilihan antara kamera Canon atau Nikon. Entah mendapat kucuran dana dari mana, tapi anak muda itu tiba-tiba berkeinginan kuat untuk membeli kamera DSLR, padahal selama ini setahu saya dia anak muda yang hidup dalam kemelaratan karena uangnya lebih banyak dihabiskan untuk membiayai sejumlah gadis yang jadi tanggungannya.</p>
<p>Pertanyaan yang diajukan si Gerhana adalah pertanyaan biasa yang diajukan oleh para penggemar fotografi pemula. <a href="http://daenggassing.com/pilih-canon-atau-nikon/">Canon dan Nikon</a> adalah dua produsen besar dalam dunia fotografi, istilahnya dua agama terbesar dengan pengikut terbanyak. Sebenarnya masih ada merek lain sebangsa Sony, Pentax, Panasonic, Hasselblad atau merek yang bisa bikin miskin dalam sekejap, Leica tapi entah kenapa Canon dan Nikon sudah terlanjur lekat di kepala penggemar fotografi sehingga pilihan pertama biasanya jatuh kepada dua merek dari Jepang itu.</p>
<p>Kebetulan saya pernah memegang keduanya, minimal menjepret seratus-dua ratus jepretan dan cukup lama menggenggam kedua merek tersebut. Dulu di awal-awal berkeinginan belajar fotografi saya juga sempat bertanya hal yang sama ke beberapa orang yang sudah lebih dulu kenal fotografi. Jawabannya beragam, ada yang secara frontal menyarankan Canon ada juga yang sebaliknya dan malah berkata : <strong>emangnya mau beli mesin fotokopi ? kalau kamera ya jelas Nikonlah.</strong></p>
<p>Ketika kemudian saya mencoba menggunakan keduanya dalam waktu yang berbeda dan agak lama, saya meyakini kalau jawaban salah seorang suhu fotografi idola saya adalah benar. Lelaki yang tidak perlu saya sebutkan namanya itu bilang : <strong>Canon atau Nikon sama saja, yang penting nyaman memakainya dan yang penting siapa yang memakainya.</strong></p>
<p>Nah, jawaban inilah yang kemudian saya ulang setiap kali ada yang bertanya, lebih bagus mana <a href="http://daenggassing.com/pilih-canon-atau-nikon/">Canon atau Nikon</a> ? Dan lewat tulisan ini juga saya mau coba berbagi kepada teman-teman yang mungkin bernasib sama dengan Gerhana, sama-sama bingung memilih Canon atau Nikon.</p>
<p>Berikut adalah pertimbangannya :</p>
<ul>
<li><strong>Pertimbangkan tentang dana</strong>. Kalau nama anda tidak berakhiran Bakrie atau bukan anak kandung OC Kaligis, maka soal dana pasti jadi perhatian utama. Harga Canon dan Nikon sebenarnya tidak berbeda jauh, apalagi kalau membandingkanya <em>pear to pear</em>. Beda kalau misalnya anda membandingkan Canon 450D dengan Nikon D300s misalnya. Beda jauhlah ! Sebagai perbandingan untuk para pemula, kelas yang sama antara Canon dan Nikon adalah : Canon dengan 1000D, 1100D, 500D dan 550D berbanding dengan Nikon D3000, D3100 dan D5000. Kisarannya antara 5 &#8211; 8 juta rupiah.</li>
<li></li>
<li><strong>Fitur</strong>. Canon dan Nikon biasanya punya fitur yang hampir sama, tapi beberapa fotografer profesional setuju kalau untuk kamera pemula fitur Canon lebih banyak daripada Nikon. Kelebihan lain dari Canon adalah jumlah Megapixelnya yang lebih tinggi, tapi di sisi lain Nikon menang di kualitas gambar dengan mengurangi tingkat noise ( titik-titik kecil pada gambar ) yang kadang muncul pada ISO tinggi di cahaya yang rendah. Jadi, silakan berpusing-pusing, mau memilih yang fiturnya banyak dengan MP yang tinggi atau yang fiturnya standar dengan kualitas gambar yang maknyos.</li>
<li></li>
<li><strong>Genggaman / grip</strong>. Ini juga penting dalam memilih kamera karena bagaimanapun kamera itu dipegang, bukan cuma dipelototin. Canon menurut saya punya grip yang sedikit di bawah Nikon, terus terang Nikon memang relatif lebih nyaman digenggam. Sementara soal bodi, kalau membandingkan Canon 1100D dengan Nikon D3100 sepertinya Canon 1100D relatif lebih gendut dan lebih berat daripada Nikon D3100 yang agak mungil. Silakan anda bersemedi menentukan pilihan, lebih suka yang bodinya kecil tapi enak digenggam atau yang bodinya agak gendut tapi kurang pas digenggaman ?</li>
<li></li>
<li><strong>Lensa</strong>. Sebenarnya ini agak <em>advance</em> sih, gonta-ganti lensa baru bisa dilakukan kalau kita sudah cukup familiar dengan kamera yang kita pegang. Tapi tidak apalah sebagai bahan pertimbangan. Lensa Canon relatif lebih murah dari Nikon, pun kamera Canon biasanya kompatibel dengan semua jenis lensa EOS, beda dengan Nikon yang biasanya agak rewel dengan urusan lensa dan harganya sedikit di atas lensa-lensa punya Canon.</li>
<li></li>
<li><strong>Lihat Sekeliling</strong>. Sebelum menentukan pilihan ada baiknya anda melihat sekeliling dulu, maksudnya bukan melihat sekeliling seperti yang dilakukan maling sebelum melakukan aksinya, tapi lihatlah teman-teman anda yang memegang kamera DSLR. Kalau kebanyakan teman anda memegang Canon misalnya, ya adalah lebih baik bagi anda untuk memilih Canon juga karena minimal anda punya tempat untuk bertanya nantinya kalau-kalau mendapat kesulitan mengoperasikan kamera yang baru anda beli. Keuntungan lainnya, kalau misalnya teman anda punya banyak lensa, lumayan kan bisa tukar-tukar lensa tanpa harus beli. Tapi kalau misalnya sekitar anda tidak ada yang megang DSLR, maka beruntunglah anda. Bisa jadi anda orang pertama di lingkungan anda yang punya DSLR.</li>
</ul>
<p>Nah, setidaknya itu beberapa tips yang bisa saya bagi menurut pengamatan dan pengalaman saya yang masih seumur jagung ini. Para ahli mungkin bisa menambahkan, utamanya kalau anda sudah membaca postingan ini dan masih tetap bingung menentukan pilihan seperti teman saya si Gerhana itu.</p>
<p>Oh ya, satu tambahan lagi. Kalau benar-benar bingung, cobalah untuk bersabar sedikit. Coba luangkan waktu untuk mencoba kamera <a href="http://daenggassing.com/pilih-canon-atau-nikon/">Canon dan Nikon</a>, caranya pinjamlah kamera punya teman anda. Luangkan waktu untuk menengok semua fitur dan kelebihan-kelebihan dari tiap-tiap kamera, setelah berbulan-bulan saya yakin anda akan bisa menentukan pilihan dengan catatan dana yang disiapkan belum keburu habis.</p>
<p>Intinya, apapun pilihan anda selama itu diambil menggunakan pikiran yang jernih dan tanpa paksaan dari pihak manapun maka Insya Allah semua akan membawa berkah. Fotografi bukan melulu soal senjata yang digunakan, tapi siapa yang memegangnya. Betul ??</p>
<p>Jadi, pilih mana ? Canon atau Nikon ?</p>
<p><em>Dan, kalau mau membaca review yang lebih lengkap dan serius yang ditulis oleh yang lebih berpengalaman, silakan kunjungi <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/11/memilih-kamera-digital-canon-atau-nikon/">laman ini.</a></em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/" title="canon atau nikon">canon atau nikon</a> (66)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/" title="nikon atau canon">nikon atau canon</a> (35)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/" title="perbedaan nikon dan canon">perbedaan nikon dan canon</a> (25)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/" title="pilih canon atau nikon">pilih canon atau nikon</a> (24)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/" title="lebih bagus canon atau nikon">lebih bagus canon atau nikon</a> (21)</li></ul><div class="shr-publisher-1760"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F08%2Fpilih-canon-atau-nikon%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Berpuasa A La Daeng Gassing</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/08/tips-berpuasa-a-la-daeng-gassing/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/08/tips-berpuasa-a-la-daeng-gassing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 07:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Berpuasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1748</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa, tahun ini kita kembali berkesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan. Bagi umat muslin, berpuasa tentu saja merupakan kewajiban yang harus dijalani dengan ikhlas. Berpuasa, apalagi jika dijalani di musim panas seperti sekarang kadang terasa berat. Berikut adalah beberapa tips yang bisa saya bagi, mudah-mudahan berguna untuk anda yang akan menjalankan ibadah puasa. Sahur Tepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1749" class="wp-caption aligncenter" style="width: 623px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/kul_pallubutung.jpg"><img class="size-full wp-image-1749" title="_kul_pallubutung" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/kul_pallubutung.jpg" alt="" width="613" height="458" /></a><p class="wp-caption-text">Pallubutung salah satu makanan khas Makassar untuk berbuka</p></div>
<h3>Tidak terasa, tahun ini kita kembali berkesempatan bertemu dengan bulan Ramadhan. Bagi umat muslin, berpuasa tentu saja merupakan kewajiban yang harus dijalani dengan ikhlas. Berpuasa, apalagi jika dijalani di musim panas seperti sekarang kadang terasa berat.</h3>
<p>Berikut adalah beberapa <a href="http://daenggassing.com/tips-berpuasa-a-la-daeng-gassing/">tips</a> yang bisa saya bagi, mudah-mudahan berguna untuk anda yang akan menjalankan ibadah puasa.</p>
<ul>
<li><strong>Sahur Tepat Waktu</strong>. Sahur adalah pondasi terpenting dalam berpuasa, tanpa sahur yang tepat bisa-bisa kita akan cepat merasa lemas dan tidak kuat berpuasa. Usahakan sahur tepat waktu, sekitar satu jam atau setengah jam sebelum subuh. Jangan sampai sahur ketika jarum jam baru menunjuk pukul 8 malam, itu namanya makan malam !!</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Kurangi kegiatan tidak perlu.</strong> Ketika berpuasa, tubuh kita akan kekurangan asupan cairan. Jadi, tidak bijak rasanya kalau kita memaksakan diri melakukan kegiatan fisik berlebihan yang tidak perlu. Joging di jam 12 siang misalnya, usahakan untuk dihindari yaa.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Perbanyak minum air putih</strong>. Air putih adalah salah satu elemen terpenting dalam kehidupan manusia. Manusia tahan hidup tanpa makanan, tapi tanpa air minum ? Rasanya agak susah. Karena itulah selama berpuasa jangan lupa untuk sering-sering menenggak air putih minimal sejam sekali, Insya Allah puasa akan terasa ringan.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Perbanyak kegiatan berjamaan.</strong> Selain menahan lapar, haus dan godaan lain bulan Ramadhan juga menjadi bulan untuk menimba amal sebanyak-banyaknya. Perbanyaklah kegiatan berjamaah, di siang hari selain sholat dhuhur berjamaan ikutlah kegiatan tidur siang berjamaah di masjid.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Perbanyak ibadah.</strong> Mumpung bulan Ramadhan, cobalah untuk menguatkan diri anda menjalankan banyak ibadah, meski itu ibadah kecil. Sebagai contoh, anda bisa tidur dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore, katanya tidurnya orang berpuasa itu ibadah juga bukan ? Jadi tidak apa-apa diperbanyak.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Jadilah musafir.</strong> Seperti yang kita tahu, musafir atau pengelana termasuk salah satu yang mendapatkan keistimewaan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Kalau anda memang tidak kuat untuk <a href="http://daenggassing.com/tips-berpuasa-a-la-daeng-gassing/">berpuasa</a>, menjadi musafir bisa jadi satu pilihan. Cobalah untuk berjalan kaki misalnya dari Jakarta ke Surabaya atau dari Makassar ke Manado, Insya Allah anda tidak perlu berpuasa selama 1 bulan penuh.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Manfaatkan perbedaan waktu</strong>. Indonesia terbagi atas 3 zona waktu, dan jarak antar satu zona waktu adalah 1 jam. Ini bisa dimanfaatkan untuk mengurangi waktu berpuasa. Cobalah sesekali sahur di Banda Aceh kemudian tempuh perjalanan ke Jayapura. Insya Allah anda akan menghemat waktu puasa 2 jam.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Melambai</strong>. Akhirnya, apabila tips-tips di atas telah anda jalankan dan anda ternyata tetap tidak bisa berpuasa, maka silakan anda melambai ke kamera dan katakan kalau anda sudah tidak kuat, tim kami akan datang menjemput anda.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nah, begitulah <a href="http://daenggassing.com/tips-berpuasa-a-la-daeng-gassing/">tips-tips</a> berpuasa a la Daeng Gassing yang mungkin saja menyesatkan. Tidak usah terlalu dipercaya, atau dimasukkan ke hati. Berpuasalah secara ikhlas, Insya Allah akan ada hikmah dan berkahnya untuk kita semua.</p>
<p><strong>Selamat berpuasaaaa !!</strong></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/tips-berpuasa-a-la-daeng-gassing/" title="makanan khas makassar">makanan khas makassar</a> (20)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/tips-berpuasa-a-la-daeng-gassing/" title="makanan khas musim panas">makanan khas musim panas</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/tips-berpuasa-a-la-daeng-gassing/" title="cara buat masakan makassar">cara buat masakan makassar</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/tips-berpuasa-a-la-daeng-gassing/" title="puasa sahur jam 12">puasa sahur jam 12</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/tips-berpuasa-a-la-daeng-gassing/" title="susahnya jadi musafir">susahnya jadi musafir</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1748"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F08%2Ftips-berpuasa-a-la-daeng-gassing%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/08/tips-berpuasa-a-la-daeng-gassing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SHARE : Proses Kreatif Daenggassing.com</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/02/share-proses-kreatif-daenggassing-com/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/02/share-proses-kreatif-daenggassing-com/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 08:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1174</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari postingan seorang teman baik, pelanggan setia blog abal-abal ini, saya jadi tertarik juga untuk [sok] membagi tips tentang proses kreatif di balik terciptanya semua tulisan di blog ini. Semoga tidak lantas dianggap sombong karena sesungguhnya saya memang hanya berniat berbagi, bukan berniat membanggakan apa yang sudah saya lakukan selama ini. Lagipula, apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1175" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/shutdownyourtv2.jpg"><img class="size-full wp-image-1175" title="shutdownyourtv2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/shutdownyourtv2.jpg" alt="" width="700" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Yes, shutdown your TV and start to write</p></div>
<p>Berawal dari <a href="http://indobrad.wordpress.com/2011/02/25/berbagi-proses-menulis/">postingan seorang teman baik,</a> pelanggan setia blog abal-abal ini, saya jadi tertarik juga untuk [sok] membagi tips tentang proses kreatif di balik terciptanya semua tulisan di blog ini. Semoga tidak lantas dianggap sombong karena sesungguhnya saya memang hanya berniat berbagi, bukan berniat membanggakan apa yang sudah saya lakukan selama ini. Lagipula, apa yang harus dibanggakan ? Blog ini bukan blog para seleb, pun pengunjungnya hanya seiprit.</p>
<p>Tapi bismillah, berbekal keinginan tulus untuk berbagi saya memantapkan diri untuk membuat postingan ini. Mudah-mudahan saja bisa menginspirasi teman-teman blogger yang lain.</p>
<p>Selama hampir sebulan ini saya memang berusaha untuk posting setiap hari, saya <a href="../../../../../2011/01/31/menantang-diri-sendiri/">menantang diri sendiri</a> untuk bisa mengisi blog setiap hari. Sampai tanggal 24 kemarin, semua berjalan lancar. Setiap hari ada saya bisa memposting tulisan tanpa ada yang bolong. Beberapa teman sempat bertanya tentang tips dan trik saya sehingga berhasil menjalani tantangan sejauh ini. Nah, berikut adalah hal-hal yang bisa saya share.</p>
<p><strong>Ide tulisan :</strong></p>
<p>Ini adalah hal krusial bagi sebagian besar blogger. <strong>Banyak blogger yang berhenti menulis ketika merasa mentok pada tatanan ide</strong>. Bingung harus menulis apa dan bingung harus mulai dari mana.</p>
<p>Seperti yang pernah dibilang oleh Dewi Lestari, <strong>ide itu seperti aliran sungai yang mengalir di alam bawah sadar kita.</strong> Sungai itu tidak pernah kering, kita saja yang jarang menengoknya. Kadang kita hanya perlu waktu untuk sesekali turun ke dasar sana, menengok sungai yang terus mengalir itu dan kemudian mengambil beberapa yang kita inginkan. Sesederhana itu.</p>
<p>Metode untuk turun ke bawah dan menengok aliran sungai ide itu beragam, tergantung kita sendiri tentunya. Kadang kita juga butuh senjata khusus untuk melancarkan metode pengambilan air di sungai ide itu. Saya sendiri menggunakan beberapa tools, alat untuk menjaring ide. <strong>Sebuah buku kecil saya gunakan untuk mencatat apa saja yang sedang berkelebat di kepala</strong>.sebaris kalimat yang berisi ide yang sedang berkelebat nantinya akan saya kembangkan menjadi sebuah postingan. Jika si buku kecil tak sedang di tangan, giliran handphone yang berfungsi.</p>
<p>Tapi, ada juga saat di mana semua ide yang sudah terkumpul itu rasanya kurang sreg untuk segera dituangkan sebagai postingan. Entah karena idenya terlalu berat dan tidak sesuai dengan mood yang sedang santai, atau mungkin juga karena waktunya yang mepet. Nah,saat saya berada dalam kondisi seperti itu maka biasanya saya akan coba melihat kembali database tulisan-tulisan lama yang sudah pernah saya buat sebelumnya.</p>
<p>Beberapa kali saya menemukan draft tulisan lama yang belum sempat selesai dan tentunya belum pernah dipublish. Draft itu kemudian saya sempurnakan dan akhirnya saya posting. Lumayan, tidak perlu susah-susah menulis dari awal. Tinggal menyelesaikan yang sudah ada dan jadilah sebuah postingan baru.</p>
<p><strong>Proses menulis :</strong></p>
<p>Beberapa kali saya selalu bilang ke teman-teman, <strong>mulailah menulis dari apa saja yang kamu suka</strong>. Tidak usah pedulikan tulisannya akan terkesan cemen, tidak penting atau membosankan. <strong>Intinya adalah, anda suka, anda tulis.</strong></p>
<p>Tapi, ini hanya jadi landasan saja. <strong>Setelah terbiasa menulis maka tiba saatnya kita <em>rise the bar</em></strong>, naikkan tantangan. Masak mau menulis yang cemen, tidak penting dan membosankan terus ? Minimal ada perbaikan dari cara bertutur lah. Soal tema yang diangkat, tak ada sebuah keharusan bukan ? Karena ini blog pribadi kita, ya silakan saja menulis dengan tema apa. Tema terlarang sekalipun, toh anda sendiri yang akan menanggung akibatnya.</p>
<p>Ketika pertama kali ngeblog, saya juga selalu memilih tema yang ringan dan tidak penting dan ditulis dengan sangat biasa bahkan cenderung berantakan. Titik baliknya adalah ketika saya bergabung dengan komunitas <a href="http://panyingkul.com/">Panyingkul!</a> , di sanalah saya kemudian belajar banyak tentang teknik menulis yang baik dan benar. Pelan-pelan saya bertemu banyak orang yang saya anggap sebagai guru. Mereka dengan senang hati mau berbagi apa saja tentang menulis. Pelan-pelan juga saya merasakan ada peningkatan pada cara saya menulis.</p>
<p><strong>Pesan moralnya, mulailah dengan apa saja yang anda suka, dengan gaya apa saja yang menurut anda nyaman tapi jangan berhenti di situ. Perbaiki kualitas anda meski perlahan-lahan. </strong></p>
<p><strong>Waktu untuk menulis :</strong></p>
<p>Pfiuhh, ini juga alasan yang paling sering saya dengar dari teman-teman yang lama tidak pernah mengisi blognya dengan postingan terbaru.</p>
<p>Kadang-kadang saya juga menemui kendala seperti ini. Waktu yang terasa sempit di tengah kesibukan lain yang kadang mendominasi waktu 24 jam kita. Bagaimana saya menyikapinya ? Bagaimana saya berhasil menaklukkan tantangan kurangnya waktu untuk menulis ?</p>
<p><strong>Rahasianya ada di passion</strong>. Ketika kita punya passion yang kuat untuk menulis, untuk mengisi blog dengan postingan rasanya soal kurangnya waktu jadi alasan yang tidak dapat dibenarkan. Sedang dalam keadaan apapun, pasti akan ada saja waktu yang bisa dimanfaatkan untuk membuat postingan.</p>
<p>Saya beruntung punya waktu yang agak longgar di siang hari saat kerjaan tidak terlalu berat. Waktu sekitar 2 jam itu saya manfaatkan untuk membuat postingan dan kemudian mempostingnya di blog. Cukupkah dua jam ? Yup, cukup bahkan terkadang lebih. Itu dengan catatan 2 langkah yang saya tulis sebelumnya sudah dijalankan. Tidak akan sulit kok.</p>
<p>Oh ya, ada satu tips lagi. Saat saya betul-betul merasa sedang tidak punya waktu yang lowong, sementara saya sedang berada dalam tuntutan-diri sendiri-untuk membuat postingan maka salah satu caranya adalah <strong>membuat esai foto atau setidaknya membuat postingan yang isinya sebagian besar adalah foto</strong>. Cukup memberi beberapa keterangan tambahan, dan jadilah sebuah postingan.</p>
<p>Itulah sebagian kejadian di belakang layar dalam proses kreatif hadirnya semua postingan di blog ini, utamanya dalam kurun waktu hampir sebulan belakangan ini yang sampai sekarang belum pernah ada bolongnya. Untuk proses teknis seperti pemilihan gambar, waktu posting, promosi ke beberapa social media dan lain-lain, semua saya kira tergantung kepada cara dan selera kita masing-masing.</p>
<p>Okeh, selamat membaca. Semoga apa yang saya tulis ini berguna.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/share-proses-kreatif-daenggassing-com/" title="teman yang baik">teman yang baik</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/share-proses-kreatif-daenggassing-com/" title="teman baik">teman baik</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1174"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F02%2Fshare-proses-kreatif-daenggassing-com%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/02/share-proses-kreatif-daenggassing-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Tips Menemukan Ide</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/02/10-tips-menemukan-ide/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/02/10-tips-menemukan-ide/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 08:34:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1100</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah sebuah terjemahan bebas dari sebuah artikel yang aslinya adalah artikel milik : Jeffrey Baumgartner, seorang seniman pematung terkenal pendiri jpb.com. Semoga berguna Dengarkan musik dari Johann Sebastian Bach. Jika music Bach tidak bisa membuatmu lebih kreatif maka sepertinya ada yang salah dengan otakmu. Segera temui dokter atau ahli bedah otak, utamanya jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1101" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/creative.jpg"><img class="size-full wp-image-1101" title="creative" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/creative.jpg" alt="" width="600" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber ; http://abduzeedo.com</p></div>
<p><strong><em><br />
</em></strong></p>
<table border="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><em>Tulisan ini adalah sebuah terjemahan bebas dari sebuah   artikel yang aslinya adalah artikel milik : <a href="http://www.jpb.com/creative/creative.php">Jeffrey Baumgartner</a>,   seorang seniman pematung terkenal pendiri jpb.com. Semoga berguna</em></p>
<p><strong>Dengarkan musi</strong><strong>k</strong><strong> da</strong><strong>ri Johann Sebastian Bach</strong>. Jika music Bach   tidak bisa membuatmu lebih kreatif maka sepertinya ada yang salah dengan   otakmu. Segera temui dokter atau ahli bedah otak, utamanya jika kamu sering menderita   sakit kepala, halusinasi atau mimpi buruk di malam hari.</p>
<p><strong>Brainstorm</strong>. Jika dilakukan dengan benar, brainstorm bisa membantu anda bukan hanya muncul   dengan banyak ide segar tapi juga memilih mana yang terbaik. Klik <a href="http://www.jpb.com/creative/brainstorming.php">di sini</a> untuk   tambahan informasi tentang brainstorm (link berbahasa Inggris)</p>
<p><strong>Bawalah selalu catatan kecil dan pulpen atau pencil ke mana saja anda   pergi</strong>. Dengan cara itu saat anda mendapatkan ide anda bisa segera   menuliskannya. Suatu saat nanti saat membaca ulang catatan tersebut maka anda   mungkin saja menemukan 90% dari ide anda masih berbentuk draft. Jangan kuatir,   itu normal. Yang paling penting adalah sisa yang 10% untuk membuatnya   sempurna.</p>
<p><strong>Saat anda kehabisan ide, buka kamus dan pilih kata secara acak</strong>. Setelah itu cobalah   memformulasikan ide berdasarkan kata tersebut. Anda akan kaget melihat   bagaimanca cara ini berhasil. Konsep ini berangkat dari sebuah konsep   sederhana tapi selalu benar : jangan membatasi kreatifitas. Tak ada larangan   dan aturan baku dalam cara berpikir.</p>
<p><strong>Rumuskan masalahmu</strong>. Ambil selembar kertas, netbook, computer atau apa   sakja yang bisa digunakan untuk membuat catatan dan mulailah merumuskan   masalahmu dengan detail. Anda mungkin akan menemukan ide positif dengan   melalukan langkah ini.</p>
<p><strong>Saat anda tidak dapat berpikir, cobalah untuk keluar dan berjalan-jalan</strong>. Perubahan atmosfer   dan suasana sangat bagus untuk anda. Sebuah latihan terus menerus dan banyak   berjalan-jalan dapat membantu merangsang sel-sel otak anda.</p>
<p><strong>Jangan menonton TV</strong>. Sebuah eksperiman yang dilakukan oleh <em>JPB Creative Laboratory</em> menunjukkan hasil   kalau menonton TV menyebabkan otak pelan-pelan akan meleleh melalui hidung   dan kuping anda. Kedengarannya tidak menyenangkan bukan ? tapi itu benar-benar   terjadi.</p>
<p><strong>Jangan sentuh narkoba</strong>. Mereka yang menggunakan narkoba merasa dirinya   kreatif. Bagi orang normal, mereka terlihat seperti pengguna narkoba.</p>
<p><strong>Membacalah sebanyak mungkin tentang berbagai macam topik</strong>. Buku melatih   otak anda, member inspirasi dan memberikan bayak informasi yang memungkinkan   anda untuk menggali ide kapan saja dengan mudah.</p>
<p><strong>Latih otak anda</strong>. Otak, seperti juga tubuh butuh latihan untuk membuatnya tetap fit. Tanpa   latihan yang cukup otak akan menjadi lembek dan tidak berguna. Latih otak   anda dengan banyak membaca ( lihat poin 9 ), ngobrol dengan orang pintar, dan   berdebat dengan orang lain. Berdebat dan diskusi bisa menjadi sebuah latihan   yang luar biasa bagi sel otak. Tapi ingat, berdebat tentang sebuah topik yang   menarik ( misalnya tentang politik atau film ) akan bagus untuk anda, tapi   berdebat tentang hal yang remeh temeh hanya membuang-buang waktu</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/10-tips-menemukan-ide/" title="cara mudah menemukan ide-ide menarik dalam dongeng">cara mudah menemukan ide-ide menarik dalam dongeng</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/10-tips-menemukan-ide/" title="tips menemukan ide di kepala">tips menemukan ide di kepala</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1100"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F02%2F10-tips-menemukan-ide%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/02/10-tips-menemukan-ide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tutorial Selective Color di Photosop</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/01/tutorial-selective-color-di-photosop/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/01/tutorial-selective-color-di-photosop/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 08:08:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Photosop]]></category>
		<category><![CDATA[trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=981</guid>
		<description><![CDATA[Pertama saya minta maaf dulu kalau saya lancang membuat tutorial Photoshop di tengah tingkatan ilmu yang masih cetek ini. Sekedar ingin berbagi sebuah tips sederhana yang saya tahu. Mudah-mudahan berguna. Tips berikut ini adalah tips bagaimana membuat selective color. Selective color sendiri bisa dimaknai sebagai sebuah proses di mana kita memberi warna yang lain pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_982" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/DSC_9384.jpg"><img class="size-full wp-image-982" title="DSC_9384" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/DSC_9384.jpg" alt="" width="700" height="466" /></a><p class="wp-caption-text">Contoh foto yang diolah dengan teknik Selective Color</p></div>
<p><em>Pertama saya minta maaf dulu kalau saya lancang membuat tutorial Photoshop di tengah tingkatan ilmu yang masih cetek ini. Sekedar ingin berbagi sebuah tips sederhana yang saya tahu. Mudah-mudahan berguna.</em></p>
<p>Tips berikut ini adalah tips bagaimana membuat selective color. Selective color sendiri bisa dimaknai sebagai sebuah proses di mana kita memberi warna yang lain pada fokus sebuah foto dari warna-warna lainnya yang ada di sekitarnya.</p>
<p>Lihat foto di atas. Aslinya foto itu adalah foto berwarna yang saya ambil di kawasan kota lama Semarang, setelah dioprek menggunakan teknik selective color warnanya menjadi separuh BW separuh color.</p>
<p>Oke, mari kita mulai proses pengerjaannya.</p>
<div id="attachment_983" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/1l.jpg"><img class="size-medium wp-image-983" title="1l" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/1l-300x183.jpg" alt="" width="300" height="183" /></a><p class="wp-caption-text">Gambar 1</p></div>
<p>Buka Photoshop anda, pada kasus ini kebetulan saya menggunakan Photoshop CS.4 (dan yes, bajakan). Setelah terbuka anda bisa memulai membuka file yang ingin dioprek dengan teknik selective color.</p>
<div id="attachment_984" class="wp-caption aligncenter" style="width: 335px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/2.jpg"><img class="size-full wp-image-984" title="2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/2.jpg" alt="" width="325" height="508" /></a><p class="wp-caption-text">Mengaktifkan Channel Mixer</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Nah, setelah bahan siap kita mulai dengan memilih channel mixer pada gambar yang ada di tab layer sebelah bawah.</p>
<div id="attachment_985" class="wp-caption aligncenter" style="width: 309px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/3.jpg"><img class="size-full wp-image-985" title="3" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/3.jpg" alt="" width="299" height="401" /></a><p class="wp-caption-text">Mengubah channel warna</p></div>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_986" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/4.jpg"><img class="size-medium wp-image-986" title="4" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/4-300x204.jpg" alt="Hasil setelah mengubah channel" width="300" height="204" /></a><p class="wp-caption-text">Hasil setelah channel mixer</p></div>
<p>Setting channel menjadi monochrome dan sesuaikan kepekatannya sesuai selera.</p>
<div id="attachment_987" class="wp-caption aligncenter" style="width: 309px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/5.jpg"><img class="size-full wp-image-987" title="5" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/5.jpg" alt="" width="299" height="401" /></a><p class="wp-caption-text">Memulai proses masking</p></div>
<p>Setelah itu kita mulai proses masking. Kembali ke tab layer, di sana sudah ada dua layer. Layer background berisi gambar asli dan layer channel mixer yang fungsinya mengubah foto menjadi BW.</p>
<div id="attachment_988" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/6.jpg"><img class="size-full wp-image-988" title="6" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/6.jpg" alt="" width="150" height="212" /></a><p class="wp-caption-text">set color</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Sekarang aktif di mask layer channel mixer. Siapkan brush dan jangan lupa untuk mengeset warna menjadi hitam sebagai foreground dan putih sebagai background.</p>
<div id="attachment_994" class="wp-caption aligncenter" style="width: 701px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/PSD-Tutorial1.jpg"><img class="size-full wp-image-994" title="PSD Tutorial" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/PSD-Tutorial1.jpg" alt="" width="691" height="488" /></a><p class="wp-caption-text">Proses masking</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Setelah siap, mari kita mulai proses masking. Sapukan kuas ke seluruh bagian becak yang mau dijadikan sebagai fokus dan dikembalikan warnanya. Ingat, lakukan dengan hati-hati supaya warna tidak ke mana-mana. Kalau perlu melakukannya pada bidang yang detail mainkan zoom-nya. Jangan lupa juga untuk mengatur besaran kuas sesuai bidang yang diinginkan, tekan [ dan ] untuk mengatur besaran kuas.</p>
<p>Dan voila !! selesai sudah.. Anda sudah mendapatkan foto yang kelihatan berbeda dari foto biasa. ?Perlu saya tegaskan kalau cara di atas memerlukan ketelatenan dan ketelitian untuk mendapatkan hasil yang sempurna, detail dan sesuai keinginan. Bila sudah selesai anda bisa menambahkan efek dengan mengubah brightness/contrass, level, atau Sharpen. Terserah kreatifitas anda saja.</p>
<p>Dan oh ya, cara ini juga hanya salah satu cara dari sekian banyak cara untuk membuat foto dengan teknik Selective Color. Kalau ada waktu lagi, saya akan mencoba membagi tips dan trick Photosop lainnya.</p>
<p>Itupun bila tidak ada yang keberatan.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/tutorial-selective-color-di-photosop/" title="selective color">selective color</a> (15)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/tutorial-selective-color-di-photosop/" title="ilmu photoshop">ilmu photoshop</a> (10)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/tutorial-selective-color-di-photosop/" title="contoh tutorial photoshop">contoh tutorial photoshop</a> (7)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/tutorial-selective-color-di-photosop/" title="teknik colouring foto">teknik colouring foto</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/tutorial-selective-color-di-photosop/" title="efek selective color">efek selective color</a> (5)</li></ul><div class="shr-publisher-981"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F01%2Ftutorial-selective-color-di-photosop%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/01/tutorial-selective-color-di-photosop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Merenovasi Rumah</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/10/5-tips-merenovasi-rumah/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/10/5-tips-merenovasi-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 10:18:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[Punya rumah adalah impian semua orang, meski tidak semua orang akhirnya benar-benar bisa memiliki rumah sesuai keinginan dan kebutuhan ktia. Bagi masyarakat yang memiliki dana terbatas, prinsip &#8220;asal ada rumah dulu&#8221;, mungkin jadi pegangan utama. Persoalan apakah sudah benar-benar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan menjadi persoalan yang dipikirkan kemudian. Di belakang hari ketika ada rejeki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: center;"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/10/renovasi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-844" title="renovasi" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/10/renovasi.jpg" alt="" width="480" height="319" /></a></p>
<p>Punya rumah adalah impian semua orang, meski tidak semua orang akhirnya benar-benar bisa memiliki rumah sesuai keinginan dan kebutuhan ktia. Bagi masyarakat yang memiliki dana terbatas, prinsip &#8220;asal ada rumah dulu&#8221;, mungkin jadi pegangan utama. Persoalan apakah sudah benar-benar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan menjadi persoalan yang dipikirkan kemudian. Di belakang hari ketika ada rejeki tambahan, barulah rumah direnovasi agar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.</p>
<p>Namun, merenovasi rumah bukanlah persoalan sederhana. Ada banyak hal yang harus dipikirkan. Selain persoalan waktu, tenaga dan biaya, jenis renovasi dan kenyamanan selama renovasi menjadi persoalan juga mengingat sebagian besar <a href="http://daenggassing.com/5-tips-merenovasi-rumah/">renovasi </a>dilakukan saat penghuni masih berada dan beraktifitas di dalam rumah tersebut.</p>
<p>Berikut sedikit tips dari kami dalam melakukan renovasi rumah agar kenyamanan dan faktor penghematan biaya tetap bisa terpelihara.</p>
<p><strong><span id="more-845"></span>TENTUKAN KEBUTUHAN ANDA</strong></p>
<p>Sebelum memulai renovasi sebaiknya anda menentukan dulu kebutuhan renovasi seperti apa. Ini ada kaitannya dengan biaya dan lamanya proses renovasi. Apakah anda berniat melakukan penambahan kamar tidur ? atau mungkin mau menambah ukuran ruang keluarga ? apakah renovasi cukup dilakukan dengan menambah ruang saja atau harus dengan menambah lantai ? Semua pertanyaan tersebut tentunya menjadi dasar dalam melakukan perencanaan renovasi sehingga anda bisa memperkirakan berapa total biaya dan total waktu untuk pelaksanaan renovasi.</p>
<p>Semakin besar rencana renovasi tentu akan semakin besar pula biaya yang dikeluarkan demikian juga dengan waktu pelaksanaannya. Apabaila anda tetap tinggal di dalam rumah sementara rumah direnovasi, lamanya waktu pelaksanaan renovasi tentu akan berpengaruh besar pada kenyamanan anda sehari-hari. Jadi, pintar-pintarlah menentukan prioritas renovasi berdasarkan kebutuhan, budjet dan waktu pelaksanaan.</p>
<p><strong>PERTIMBANGKAN DANA ANDA</strong></p>
<p>Setelah anda menetapkan kebutuhan renovasi untuk rumah anda maka saatnya bagi anda untuk menentukan besaran biaya yang bisa anda sediakan untuk proses renovasi tersebut. Anda boleh meminta referensi dari tetangga, teman atau keluarga yang sudah lebih dahulu melakukan renovasi agar anda tahu kira-kira seberapa besar biaya yang harus anda siapkan untuk proses renovasi tersebut.</p>
<p>Sebagai gambaran, pekerjaan renovasi biasanya lebih mahal 5-10% dari proses pembangunan biasa karena renovasi berarti pekerja harus sedikit lebih repot dalam bekerja karena harus mempertimbangkan suasana rumah yang sudah ditempati plus penghuni yang masih berada dalam rumah tersebut.  Untuk kawasan Makassar dan sekitarnya, besaran anggaran biaya pembangunan rumah berkisar di angka Rp. 1.5 juta hingga Rp. 2 juta per meter persegi tergantung jenis material yang digunakan. Untuk amannya anda bisa mengambil angka tertinggi dari rata-rata biaya renovasi kemudian mengalikan dengan luasan rencana renovasi yang akan anda lakukan. Lebih baik punya cadangan dana daripada kehabisan dana, bukan ?</p>
<p><strong>MINTALAH BANTUAN TENAGA AHLI</strong></p>
<p>Ini juga adalah point penting dalam melakukan renovasi ataupun membangun baru. Kadang bagi orang-orang yang tidak mengerti, sebuah proses pembangunan rumah atau <a href="http://daenggassing.com/5-tips-merenovasi-rumah/">renovasi</a> kecil-kecilan dianggap tidak perlu untuk melibatkan tenaga ahli padahal bantuan dari tenaga ahli sangat berguna.</p>
<p>Para tenaga ahli (arsitek/drafter) selain mampu memberikan gambaran perencanaan yang detail tentang model renovasi yang sesuai dengan keinginan anda. Gambar rencana sangat penting dalam sebuah proses pembangunan agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sempurna serta tentu saja bisa menjadi dasar perhitungan anggaran biaya renovasi agar bisa lebih mempersiapkan anggaran renovasi. Renovasi yang terhenti di tengah jalan karena masalah anggaran tentu akan sangat tidak mengenakkan bagi penghuni, jadi peran tenaga ahli dalam merencanakan renovasi dan memberikan gambaran kasar tentang biaya renovasi tentu sangat kita butuhkan.</p>
<p>Biaya konsultasi, desain dan gambar dari tenaga ahli sebenarnya sudah ada standarisasinya. Berkisar pada angka 10% dari nilai konstruksi (untuk proyek di bawah 1M) dan 7% dari nilai konstruksi (untuk proyek di atas 1M), tapi angka ini masih bisa berubah tergantung negosiasi anda dan jenis pekerjaan, desain atau konsultasinya. Renovasi biasanya tidak memerlukan gambar yang terlalu detail, kecuali bila memang anda memerlukannya. Kebanyakan pekerjaan renovasi hanya membutuhkan gambar pra rencana seperti denah, tampak dan potongan plus beberapa gambar konstruksi seperti rencana pembesian dan struktur bila memang dibutuhkan.</p>
<p>Meski tidak semua tenaga ahli mematok harga sesuai ketentuan namun bukan berarti anda juga dapat semena-mena meminta harga rendah kepada mereka. Ingat, kemampuan mereka butuh dihargai..!!</p>
<p><strong>TENTUKAN WAKTU YANG TEPAT</strong></p>
<p>Renovasi sebuah rumah biasanya dilakukan saat rumah tersebut masih dalam kondisi ditempati, jadi waktu pelaksaan renovasi tentu menjadi sebuah pertimbangan yang harus dipikirkan masak-masak. Usahakan jangan melakukan renovasi di saat musim hujan karena biasanya renovasi juga berarti pembongkaran atap sebagian atau bahkan seluruhnya. Bagian bangunan yang atapnya dibongkar pastilah bukan tempat yang menyenangkan saat hujan datang, begitu pula dengan suasana halaman yang mungkin akan penuh dengan bongkaran material, tumpukan material dan tentu saja becek atau genangan air. Sangat tidak menyenangkan bukan ?</p>
<p>Anda juga harus memastikan jangan sampai renovasi dilakukan saat rumah sedang dihuni seorang bayi, seorang lansia atau orang yang sedang sakit. Kenapa ? Kita mungkin sudah tahu kalau sebuah proses pembangunan tentu menyebabkan timbulnya suara-suara gaduh apalagi sebagian besar renovasi biasanya memerlukan proses pembongkaran bangunan lama. Suara gaduh tersebut pastinya membuat para bayi, lansia atau yang sedang sakit merasa sangat tidak nyaman. Jadi kalau di rumah anda ada salah satu yang disebutkan tadi mungkin sebaiknya anda menunda renovasi dulu atau jika memang mendesak sebaiknya mereka diungsikan ke tempat yang lebih nyaman dulu untuk sementara waktu.</p>
<p><strong>PILIHLAH PEKERJA YANG BISA DIANDALKAN</strong></p>
<p>Pekerja atau tukang adalah dua elemen terakhir yang sangat penting dalam sebuah proses renovasi. Setelah anda memiliki perencanaan model dan anggaran biaya serta telah menentukan waktu yang tepat untuk memulai renovasi maka saatnya anda mencari pekerja atau tukang yang dapat diandalkan. Persoalan ini gampang-gampang susah mengingat begitu banyak pekerja yang berseliweran di sekitar kita namun belum tentu semuanya berkualitas dan dapat dipercaya. Salah satu cara terbaik untuk mengetahui kredibilitas sang pekerja adalah dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya atau mencari &#8220;penjamin&#8221; yang juga dapat dipercaya.</p>
<p>Biasanya perencana (desainer/arsitek) sudah punya tukang atau pekerja yang mereka andalkan, entah itu yang sifatnya freelance atau yang memang menjadi bagian dari jasa mereka. Anda bisa memanfaatkannya sambil tentu saja tetap mencari informasi di luar sana. Jika sempat anda bisa melihat langsung hasil pekerjaan sang tukang di tempat lain yang sudah lebih dulu diselesaikannya. Jangan ragu dan malu untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin agar anda tidak menyesal di kemudian hari.</p>
<p>Sistem pembayaran untuk pekerjaan konstruksi biasanya ada dua bagian. Dengan sistem borong upah dan material atau borong upah saja. Borong upah dan material artinya anda tak perlu repot-repot mengurusi ketersediaan material di lapangan, cukup melakukan pengawasan pada mutu pekerjaan dan melakukan pembayaran bila masa pembayaran sesuai perjanjian tiba. Kekurangannya adalah biasanya harga akan menjadi sedikit lebih mahal karena tukang juga ikut ambil untung dalam harga material.</p>
<p>Sementara sistem kedua (borong upah) anda bisa mendapatkan harga lebih murah karena anda sendiri bebas mencari material yang anda suka atau yang sesuai dengan kantong anda tanpa perlu kuatir ada mark up harga atau penipuan dari segi kualitas material. Tapi, sistem ini jelas akan membuat anda lebih repot karena harus mengontrol ketersediaan material setiap hari jangan sampai stok material kosong dan tukang jadi nganggur.</p>
<p>Oh ya, sistem borong upah ini juga terbagi dua. Upah harian atau upah borongan. Untuk upah harian anda hanya melakukan negosiasi harga berapa jumlah rupiah yang anda bayarkan untuk setiap tukang dan buruh setiap harinya. Sistem ini ada kekurangannya,pengawasan yang tidak ketat membuat anda bisa tertipu oleh tukang yang lebih malas, mereka datang ke lokasi tapi tidak bekerja sebagaimana mestinya sehingga progress pekerjaannya terlambat sementara anda tetap harus membayar kehadirannya.</p>
<p>Sistem upah borongan lebih baik, anda hanya melakukan negosiasi tentang harga borongan sebuah item pekerjaan (misalnya pekerjaan pasangan batu), sehingga setiap akhir pekan-biasanya hari sabtu-anda tinggal menghitung prosentase pekerjaan yang sudah diselesaikan tukang tersebut dan membayarnya. Kekurangannya adalah pada proses penghitungan bobot pekerjaan. Bila tak hati-hati dan hanya berdasarkan taksiran saja, anda bisa tertipu kepala tukang yang nakal dan melakukan mark up bobot sehingga anda harus membayar lebih dari yang seharusnya anda bayarkan.</p>
<p>Demikianlah sedikit tips tentang merenovasi rumah, semoga bisa menjadi masukan yang berharga bagi anda yang sedang merencanakan untuk melakukan renovasi atau mungkin membangun rumah baru. Sebelum melakukan pekerjaan renovasi atau membangun baru jangan lupa untuk mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sebagai kewajiban sebagai warga negara yang baik.</p>
<p>Selamat <a href="http://daenggassing.com/5-tips-merenovasi-rumah/">merenovasi</a> !!</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2010/10/5-tips-merenovasi-rumah/" title="tips merenovasi rumah">tips merenovasi rumah</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/10/5-tips-merenovasi-rumah/" title="Renovasi Penambahan Lantai">Renovasi Penambahan Lantai</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/10/5-tips-merenovasi-rumah/" title="upah tukang borong semarang">upah tukang borong semarang</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/10/5-tips-merenovasi-rumah/" title="kebutuhan tambahan">kebutuhan tambahan</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/10/5-tips-merenovasi-rumah/" title="pembangunan rumah di parepare yang belum jadi">pembangunan rumah di parepare yang belum jadi</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-845"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F10%2F5-tips-merenovasi-rumah%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/10/5-tips-merenovasi-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

