<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; Sepakbola</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/sepakbola/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sepakbola Kita, Mundur Menuju Jurang</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 03:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmad Darmawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2152</guid>
		<description><![CDATA[Entah mau dibawa ke mana sepakbola Indonesia. Pengurus sudah berganti, tapi masalah tetap sama bahkan makin kusut Lelaki itu terlihat tegap di usianya yang ke 45. Lelaki kelahiran Metro, Lampung tahun 1966 itu memang seorang perwira menengah, seorang marinir yang kemudian lebih terkenal sebagai pelatih sepakbola di Indonesia. Lelaki yang senang menutupi kepalanya dengan topi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2153" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/rahmad_darmawan_01.jpg"><img class="size-full wp-image-2153" title="rahmad_darmawan_01" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/rahmad_darmawan_01.jpg" alt="Rahmad Darmawan" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Rahmad Darmawan ( sumber : Persibholic.com )</p></div>
<blockquote>
<h3>Entah mau dibawa ke mana sepakbola Indonesia. Pengurus sudah berganti, tapi masalah tetap sama bahkan makin kusut</h3>
</blockquote>
<p>Lelaki itu terlihat tegap di usianya yang ke 45. Lelaki kelahiran Metro, Lampung tahun 1966 itu memang seorang perwira menengah, seorang marinir yang kemudian lebih terkenal sebagai pelatih sepakbola di Indonesia. Lelaki yang senang menutupi kepalanya dengan topi adalah salah satu pelatih terbaik negeri ini. Persipura, Sriwijaya FC sudah pernah dibawanya ke level paling atas sepakbola kita. Terakhir timna U23 dibawanya membawa medali perak lewat serangkaian perjalanan yang menyita perhatian penggemar sepakbola Indonesia.</p>
<p>Tegas tapi mengayomi dan dekat dengan anak asuhnya. Itu komentar banyak orang yang sudah pernah merasakan sentuhan lelaki itu. Saat sedang bertanding memang terlihat jelas raut ketegasan dari wajahnya, bersanding dengan ketenangan kala memberikan instruksi. Di luar lapangan dia terlihat sebagai pria santai namun disegani.</p>
<p>Lelaki itu bernama Rahmad Darmawan. Tiga bulan terakhir namanya menjadi pujaan banyak orang di Indonesia. Dia berhasil menyuburkan rasa bangga dan kebersamaan dengan caranya sendiri. Mendorong 23 anak muda Indonesia untuk maju, bahkan hingga satu langkah dari puncak juara. Kekalahan menyesakkan diterima di ujung perjalanan perebutan emas sepakbola SEA Games. Tapi bagi banyak orang itu adalah harapan, harapan untuk melihat negeri ini kembali disegani di ASEAN, bahkan mungkin di Asia.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu Rahmad Darmawan yang akrab disapa RD kembali menjadi pusat perhatian. Sebuah surat pengunduran diri dialamatkan ke PSSI. Secara resmi RD mengundurkan diri sebagai pelatih timnas U23. Alasannya karena dia merasa gagal membawa Indonesia meraih medali emas di SEA Games kemarin. Alasan yang masuk akal, tapi tetap membuat banyak orang ragu.</p>
<p>RD tidak gagal seratus persen. Merski gagal meraih medali emas SEA Games, RD telah berhasil meletakkan pondasi kokoh di timnas U23. Belasan anak-anak muda disatukannya menjadi tim yang menjanjikan. Beberapa bakat-bakat luar biasa dimunculkannya ke permukaan. Tak bisa dibilang gagal 100% meski tetap saja kita harus takluk pada negeri seberang di partai puncak.</p>
<p>Tapi RD tetap memilih mundur. Banyak yang berspekulasi kalau lelaki berkulit gelap itu terlalu frustasi untuk mengurai benang kusut sepakbola negeri kita. Era NH sudah lewat, NH yang jadi public enemy sepakbola Indonesia sudah lengser, berganti Djohar Arifin Husain. Semua publik menaruh harapan besar pada lelaki? yang dulu juga pernah menjadi pemain sepakbola itu.</p>
<p>Bulan berganti bulan, tapi tanda-tanda perbaikan belum ada. Timnas senior gagal di penyisihan grup Pra Piala Dunia sekaligus kembali memupus harapan berlaga di kasta tertinggi sepakbola bumi ini. Timnas muda kita lumayan, di tangan RD harapan itu masih ada. Medali perak di tangan, rasa bangga membuncah.</p>
<p>Tapi, rasa bangga itu hanya sesaat. Kusut masai sepakbola kita terus berlanjut. Liga yang jadi pondasi dasar sebuah pembinaan sepakbola suatu negeri justru jadi cermin betapa kacaunya sepakbola kita. Dua liga sama-sama mengaku sebagai liga yang syah, LPI dan LSI.</p>
<p>LPI mengaku sebagai satu-satunya liga yang disetujui PSSI, sementara LSI mengaku masih berpegang pada kontrak dengan PSSI. Semua sama-sama menegangkan urat leher, sama-sama mengencangkan promosi dan sama-sama tak mau kalah dianggap mentereng.</p>
<p>Hebatnya lagi karena kedua liga yang berseberangan itu didukung oleh raksasa media tanah air. Raksasa media yang kalau dirunut ke belakang sama-sama ditunggangi partai politik. Ujung-ujungnya kita tahu arahnya ke mana, bukan ? Dari dulu sepakbola kita memang tidak pernah bisa bersih dari politik, tidak pernah bisa bersih dari kepentingan politikus.</p>
<p>Ketika RD mengundurkan diri, mungkin dia sedang berpikir jernih. Mungkin juga dia sedang frustasi. Keputusan PSSI untuk tidak memanggil pemain-pemain yang bermain di liga saingan LPI tentu memusingkan RD. Sebuah tim yang sudah dibangunnya sedemikian rupa akan kehilangan para pemain terbaiknya hanya karena perselisihan politis tingkat atas. RD sudah lama meminta agar para pemain jangan sampai diseret-seret dalam perseteruan politik para petinggi. Biarkan mereka bermain, biarkan mereka menjadi pemain seperti bagaimana seharusnya, tak usah dilibatkan dalam urusan politik.</p>
<p>RD mungkin frustasi dan kecewa, seperti juga kita para pecinta sepakbola Indonesia. Terlalu lama kita menunggu prestasi sepakbola kita membaik, tapi yang muncul selau berita tentang kisruh sepakbola kita. Liga yang kacau, pengurus yang kebingungan. Masalah klasik yang terus berulang. Sementara di luar sana berbagai negara tetangga sudah siap dengan programnya masing-masing. Siap menuai prestasi lebih tinggi. Sedangkan kita ?</p>
<p>Ketika laga el clasico Real Madrid vs Barcelona berlangsung, saya melempar sebuah kicauan : Kalau di Spanyol ada El Clasico, di Indonesia ada masalah klasik.</p>
<p>Mudah-mudahan kita tidak sedang melihat sepakbola negeri ini yang berjalan mundur menuju jurang.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/" title="marinir lampung">marinir lampung</a> (10)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/" title="timnas senior pra piala dunia bln februari">timnas senior pra piala dunia bln februari</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/" title="contoh berita duka">contoh berita duka</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/" title="sepakbola kita">sepakbola kita</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/" title="sepakbola">sepakbola</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-2152"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fsepakbola-kita-mundur-menuju-jurang%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sihir Dari Catalunya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/05/sihir-dari-catalunya/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/05/sihir-dari-catalunya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 05:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Pep Guardiola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1488</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak pernah terlalu suka pada Barcelona, tapi pencapaian pada beberapa tahun terakhir ini memaksa saya untuk mengangkat topi pada klub asal Catalunya ini. Gol dari David Villa di Wembley hari Sabtu 28 Mei 2011 menjadi pamungkas malam itu, sekaligus menandai kali kedua Barcelona memukul Manchester United untuk meraih gelar Liga Champion mereka yang keempat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1489" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Barca_1.jpg"><img class="size-full wp-image-1489" title="Barca_1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Barca_1.jpg" alt="" width="600" height="302" /></a><p class="wp-caption-text">Kegembiraan Barcelona ( sumber : UEFA.com )</p></div>
<h3><em>Saya tidak pernah terlalu suka pada Barcelona, tapi pencapaian pada beberapa tahun terakhir ini memaksa saya untuk mengangkat topi pada klub asal Catalunya ini.</em></h3>
<p>Gol dari David Villa di Wembley hari Sabtu 28 Mei 2011 menjadi pamungkas malam itu, sekaligus menandai kali kedua Barcelona memukul Manchester United untuk meraih gelar Liga Champion mereka yang keempat. Pertemuan kedua mereka di partai puncak final liga champion Eropa tahun ini seperti mengulang kisah 2 tahun lalu ketika Barca menekuk MU dengan 2 gol tanpa balas. Tahun ini margin golnya tetap dua meski MU sempat membalas satu lewat Wayne Rooney.</p>
<p>Barca memang luar biasa. Semua orang yang mengerti sepakbola pasti akan setuju kalau Barca adalah klub dengan permainan yang indah. Mereka memainkan sepakbola dari kaki ke kaki atau yang lazim disebut tiki-taka. Sepanjang permainan, pemain mereka selalu bergerak dengan penempatan bola yang akurat.</p>
<h2>Barcelona yang menghibur</h2>
<p>Saya kenal Barcelona sejak jamannya Ronald Koeman, Hristho Stoijkov dan Romaria Faria dengan Johann Cruijff sebagai pelatih. Tapi waktu itu saya sama sekali belum tertarik pada klub dari propinsi Catalunya itu. Belakangan saya malah lebih tertarik pada Real Madrid.</p>
<p>Ketika Frank Rijkaard menukangi Barca, atensi saya tersedot. Faktor utamanya adalah karena Rijkaard. Sebagai salah satu pilar kesuksesan AC Milan di tahun 90-an, Rijkaard selalu menjadi salah satu idola saya. Jadi ketika dia berada di belakang Barca, mau tak mau pandangan saya ikut menatap ke sana.</p>
<p>Rijkaard menetapkan pondasi awal untuk kesuksesan Barca. Rijkaard yang mulai membawa pakem 4-2-3-1 dengan mengandalkan Ronaldinho dan Deco sebagai kreator lapangan tengah. Barca perlahan melambung ke puncak, pelan tapi pasti. Hingga akhirnya gelar Champion Eropa pun mereka rebut.</p>
<p><span id="more-1488"></span>Tapi Rijkaard tidak bertahan lama. Manajemen menggantikan tempatnya setelah beberapa kekisruhan dalam internal Barca mulai melanda. Pep Guardiola didaulat untuk duduk di kursi pelatih menggantikan si meneer berambut gimbal itu.</p>
<div id="attachment_1490" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Barca_2.jpg"><img class="size-medium wp-image-1490" title="Barca_2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Barca_2-300x295.jpg" alt="" width="240" height="237" /></a><p class="wp-caption-text">Pep di final ECL (sumber:UEFA.com)</p></div>
<p>Pep bukan orang baru di Barca. Mantan gelandang di era 90an awal itu adalah anak didik Johann Cruijf. Bersama Romario Faria, Hristo Stoickov dan Ronald Koeman mereka sempat menjadi raja Eropa dan bahkan memenangi piala Toyota. Wajar ketika Pep kemudian terlihat begitu fasih memperbaiki pondasi klub yang sudah diletakkan oleh Rijkaard. Pep berani membuang Ronaldinho dan Deco, dua pilar utama di masa Rijkaard melatih. Pep juga berani memaksimalkan pemain-pemain muda yang dibawanya dari Barca B, pusat pelatihan Barcelona tempat pemain-pemain muda dipupuk.</p>
<p>Pep berhasil. Barca disulapnya sebagai tim dengan materi mayoritas pemain muda yang dimantapkan dengan pengalaman dan jam terbang tinggi dari beberapa senior. Nama-nama seperti Busquet, Pedro dan Bojan muncul ke permukaan mengikuti nama yang sebelumnya sudah terlanjur terkenal seperti Xavi, Iniesta dan tentu saja si messiah, Lionel Messi.</p>
<p>Paduan pemain-pemain ini membuat Barca bebas bermain dengan indah di dalam lapangan. Mereka menguasai permainan sepenuhnya lewat penguasaan bola yang disertai umpan-umpan yang akurat. Angka penguasaan bola selalu di atas 50% dan dengan angka seperti itu maka gol hanya menunggu waktu. Dari Catalunya, <a href="http://daenggassing.com/sihir-dari-catalunya/">mereka menyihir dunia</a>.</p>
<h2>Barcelona yang rendah hati</h2>
<p>Dengan tipe permainan menyerang, tim yang solid dan suasana yang selalu kondusif Barcelona mulai mengumpulkan tropi satu per satu. Dalam waktu 3 tahun, Pep Guradiola mengumpulkan 10 tropi, dari level lokal, Eropa hingga dunia. Barcelona terlihat begitu rakus mengumpulkan keping demi keping tropi.</p>
<p>Tapi, hebatnya Barca karena mereka kemudian tidak berbesar mulut. Utamanya sang pelatih, Pep Guardiola.</p>
<p>Dua tahun lalu ketika mengalahkan Manchester United di final, Pep mendedikasikan kemenangan tersebut untuk Paolo Maldini yang baru saja mengundurkan diri dari lapangan hijau. Pep menganggap Maldini adalah seorang pesepakbola besar yang pantas menjadi panutan bagi seluruh pemain sepakbola di dunia. Sebuah sikap yang rendah hati.</p>
<p>Tahun ini, meski kembali berhasil mengalahkan Manchester United dan kali ini bahkan di depan rumah mereka sendiri, Pep tidak lantas menjadi jumawa. Pep menganggap keberhasilannya belum ada apa-apanya bila dibandingkan dengan prestasi yang diukir pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson. Pep bahkan menganggap mustahil untuk bisa menyamai perolehan Sir Alex.</p>
<p>Bagi anda yang menyaksikan final Champion Eropa, pasti anda bisa melihat bagaimana Pep dan Sir Alex bersalaman sebelum dan sesudah partai tersebut. Mereka terlihat saling segan dan hormat satu sama lain. Pep yang fenomenal menaruh hormat pada Sir Alex yang legendaris, pun sebaliknya.</p>
<p>Musim 2010-2011resmi ditutup, ?untuk sementara tirai panggung sepakbola Eropa akan diturunkan sebelum kemudian diangkat lagi pada pertengahan Juli untuk sebuah musim baru. Pep masih mengisyaratkan untuk tetap ada di Camp Nou, minimal hingga akhir musim depan. Menarik untuk menantikan kiprahnya di musim yang baru.</p>
<p>Kira-kira berhasilkan Pep kembali membuat Mourinho meradang ? Berhasilkan Pep membuat Mourinho kembali mencari kambing hitam untuk kegagalannya membendung laju Barca ? Atau justru Pep yang akan dibuat bertekuk lutut oleh Mourinho ? Atau mungkin ada pelatih lain yang bisa meredam Pep dan anak asuhnya ?</p>
<p>Mari menunggu musim yang baru. Bagaimana menurut anda ? Apakah <a href="http://daenggassing.com/sihir-dari-catalunya/">sihir Catalunya</a> masih akan bertahan lama ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/sihir-dari-catalunya/" title="barca membuang ronaldinho">barca membuang ronaldinho</a> (6)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/sihir-dari-catalunya/" title="b\\permainan barcelona tiki taka">b\\permainan barcelona tiki taka</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/sihir-dari-catalunya/" title="pusat pelatihan barcelona yang baru">pusat pelatihan barcelona yang baru</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/sihir-dari-catalunya/" title="catalunya itu apa ?">catalunya itu apa ?</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/sihir-dari-catalunya/" title="lapangan Catalunya">lapangan Catalunya</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1488"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F05%2Fsihir-dari-catalunya%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/05/sihir-dari-catalunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mou Kena Batunya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/05/mou-kena-batunya/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/05/mou-kena-batunya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 07:17:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Mou]]></category>
		<category><![CDATA[Mourinho]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1427</guid>
		<description><![CDATA[The Special One sudah berkoar di tiga negara berbeda. Kemampuannya dan mulut besarnya membungkam banyak pelatih senior. Tapi di Spanyol, dia kena batunya Semifinal leg kedua Liga Champion Eropa di Camp Nou kota Barcelona. Mou tidak bisa mendampingi anak asuhnya menuntaskan misi yang hampir mustahil. Menang dengan lebih dari 3 gol atas Barcelona di kandang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1428" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/mou-tc.jpg"><img class="size-full wp-image-1428" title="ARC_0026916" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/mou-tc.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Gaya khas Mourinho</p></div>
<h2><em>The Special One sudah berkoar di tiga negara berbeda. Kemampuannya dan mulut besarnya membungkam banyak pelatih senior. Tapi di Spanyol, dia kena batunya</em></h2>
<p>Semifinal leg kedua Liga Champion Eropa di Camp Nou kota Barcelona. Mou tidak bisa mendampingi anak asuhnya menuntaskan misi yang hampir mustahil. Menang dengan lebih dari 3 gol atas Barcelona di kandang sang lawan agar bisa menjejakkan kaki di final.</p>
<p>Sayangnya, itu betul-betul jadi misi yang tidak mungkin. <em>An impossible mission</em>. Jangankan unggul dengan tiga gol, unggul satu golpun tidak. Beruntung mereka tidak sampai kalah dan hanya bermain imbang. Seminggu sebelumnya Mou dan anak asuhnya menelan malu di kandang sendiri, kalah 0-2 dari tamu mereka.</p>
<p>Mou mendarat di Santiago Bernabeu sebagai bagian dari kampanye ambisius sang presiden Real Madrid, Florentino Perez. Kedatangan Mou dianggap pelengkap untuk taburan bintang yang dihuni Christiano Ronaldo dan Kaka. Mou kemudian juga menggandeng Sami Khedira, Mezut Ozil dan Xabi Alonzo sebagai bagian dari ambisi besarnya menguasai Spanyol dan Eropa.</p>
<p><strong><em>Mou sudah pernah membuktikannya di tiga negara berbeda sebelumnya. </em></strong></p>
<p><span id="more-1427"></span>Di Portugal, bersama FC. Porto dia menguasai Portugal dan bahkan 2004 menguasai Eropa lewat pasukan sederhana yang kurang bintang miliknya. Selang setahun kemudian Roman Abramovich, melagomaniak lainnya dari tanah Rusia membuatnya tidak bisa menolak sodoran kontrak untuk bergabung dengan Chelsea.</p>
<p>Hanya butuh setahun, Mou langsung menggebrak. Dia menyempil di antara rivalitas Ferguson dan Wenger yang sudah mulai berkarat. Ada Benitez juga di sana yang kemudian ditelikungnya seakan Benitez dan klubnya hanyalah medioker yang tak perlu ditakuti. Chelsea yang lama duduk di papan tengah diubah Mou menjadi klub yang menakutkan. Tentu saja dia dibantu oleh uang sang bos yang nyaris tak berseri.</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p><strong><em></p>
<div id="attachment_1429" class="wp-caption alignleft" style="width: 225px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Jose_Mourinho_493685a.jpg"><img class="size-medium wp-image-1429" title="Jose_Mourinho_493685a" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Jose_Mourinho_493685a-215x300.jpg" alt="" width="215" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Mulut tajamnya efektif memancing emosi lawan</p></div>
<p></em></strong></p>
<p><strong><em>Mou bukan orang sembarangan.</em></strong> Dia punya percaya diri yang tinggi, keangkuhan yang kadang menebar rasa benci dan tentu saja, mulut tajam yang efektif memancing emosi. Ferguson, Wenger dan Benitez adalah mereka yang berhasil dia pancing emosinya. Tukar menukar celaan dan sindiran di media massa jadi menu wajib ketika Chelsea bertemu dengan klub dari tiga pelatih itu.</p>
<p>Mou seperti menggebrak tradisi monarki Inggris yang penuh dengan tata krama dan sopan santun. Tapi itulah Mou, banyak yang menyukainya karena kehadirannya membuat liga Inggris makin panas.</p>
<p>Ambisi sang boss melihat trophi liga Champion di lemarinya tidak membuahkan hasil di tangan Mou. Lelaki asli Portugal itu harus minggat. Dan benar saja, di tengah jalan kerjaannya diambil alih Avram Grant yang justru bisa membawa Chelsea setidaknya selangkah dari podium juara.</p>
<p><strong><em>Mou tidak lama menganggur.</em></strong> Jutawan minyak Italia memboyongnya ke kota mode, Milan. Milan biru hitam jadi ladang pembuktian barunya. Inter Milan sudah lama lupa rasanya jadi juara sebelum mereka mendapatkannya secara gratis dari Juventus yang didegradasi. Mereka juga hampir tidak pernah bicara banyak di liga Champion Eropa selain jadi penggembira.</p>
<p><strong><em>Tapi Mou mengubahnya.</em></strong> Sekali lagi tangan dinginnya membuahkan hasil. Inter Milan dibawanya menjadi juara Serie-A dan bahkan dibawanya menjadi juara Liga Champion Eropa tahun kemarin. Okelah, dia berhasil membuktikan kalau dia memang <em>Special One</em>, si Orang Spesial.</p>
<p>Tapi bukan Mou namanya kalau tidak mencari lawan di negeri baru. Pers Italia, wasit dan kemudian beberapa orang pelatih jadi korban mulut tajamnya. Ah ya, itu memang ciri khas Mou kan ? bukan hal baru tentunya.</p>
<p><strong><em>2010/2011 Mou mendapat tantangan baru</em></strong>. Pindah ke Spanyol dan jadi tokoh sentral sebuah klub kesayangan raja Juan Carlos, Real Madrid. Di sana sudah ada pelatih muda lainnya yang juga sudah terlanjur terkenal sebagai pelatih brilian, Josep Guardiola.</p>
<p>Mou percaya diri bisa menumbangkan dominasi Barcelona di bawah Guardiola. Seperti biasa, dia tak pernah lupa pada sesumbarnya. Khas <em>the Special One</em>.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi ? Pada laga <strong>el Clasico</strong> tahap pertama tanggal 29 November 2010 Real Madrid kalah telak 0-5 di Nou Camp. Skor yang sudah lama tidak tertoreh dalam laga penuh emosi antara dua rival bebuyutan itu. Mou masih percaya diri meski berikutnya dia Santiago Bernabeu dia hanya bisa menahan imbang Barcelona.</p>
<p>Tahun ini memang luar biasa, <a href="../../../../../el-clasico-pertaruhan-harga-diri-di-tanah-spanyol/">total 5 kali El Clasico digelar</a>. Dua di liga, dua di semifinal liga Champion Eropa dan satu di final Copa Del Rey. Sayangnya, Mou hanya bisa menang sekali, di final Copa Del Rey dengan skor tipis 1-0. Sisanya ? dua kali kalah ( 0-5 dan 0-2 ) serta dua kali seri masing-masing 1-1.</p>
<p>Dari tiga negara yang pernah ditempatinya berkarya, sepertinya baru di Spanyol ini Mou kena batunya. Jalan memang masih panjang, kalau musim depan Mou masih di Madrid dan Guardiola masih di Barcelona maka masih ada kesempatan mereka untuk kembali bertemu dan Mou pasti gatal ingin membuktikan kapasitasnya.</p>
<p><strong><em>Berhasilkah Mou mengalahkan Guardiola musim depan ? Atau dia akan kembali kena batunya ? </em></strong></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/mou-kena-batunya/" title="ronaldo unik">ronaldo unik</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/mou-kena-batunya/" title="the special one jose mourinho">the special one jose mourinho</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1427"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F05%2Fmou-kena-batunya%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/05/mou-kena-batunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>El Clasico ; Pertaruhan Harga Diri Di Tanah Spanyol</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/04/el-clasico-pertaruhan-harga-diri-di-tanah-spanyol/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/04/el-clasico-pertaruhan-harga-diri-di-tanah-spanyol/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 04:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Barca]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Clasico]]></category>
		<category><![CDATA[Madrid]]></category>
		<category><![CDATA[Real Madrid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1363</guid>
		<description><![CDATA[Dalam dunia sepakbola ada beragam rivalitas yang unik, turun temurun dan berdarah-darah. Salah satu yang paling terkenal adalah rivalitas Real Madrid dan Barcelona yang disebut El Clasico Rabu 14 April 2011, tendangan keras Christiano Ronaldo dari luar kotak penalti tidak dapat ditangkap dengan baik oleh Mario Gomez. 1-0 untuk Real Madrid. Mereka pulang dari White [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><h2>
<p><div id="attachment_1364" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/04/el-clasico2.jpg"><img class="size-full wp-image-1364" title="el-clasico2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/04/el-clasico2.jpg" alt="" width="640" height="436" /></a><p class="wp-caption-text">El Clasico yang sarat emosi</p></div></h2>
<h2><em>Dalam dunia sepakbola ada beragam rivalitas yang unik, turun temurun dan berdarah-darah. Salah satu yang paling terkenal adalah rivalitas Real Madrid dan Barcelona yang disebut El Clasico</em></h2>
<p>Rabu 14 April 2011, tendangan keras Christiano Ronaldo dari luar kotak penalti tidak dapat ditangkap dengan baik oleh Mario Gomez. 1-0 untuk Real Madrid. Mereka pulang dari White Hart Lane dengan status lolos ke Semifinal dengan aggregat 5-0. Sehari sebelumnya Barcelona juga pulang dari Ukraina dengan aggregat 5-1. Sebuah sejarah baru tercipta.</p>
<p>Sejarah yang tercipta bukan karena Madrid atau Barcelona lolos ke semifinal, mereka sudah terbiasa dengan status itu, kecuali mungkin Madrid yang sempat pensiun mencicipi semifinal Liga Champion Eropa selama beberapa musim.</p>
<p>Sejarah baru yang tercipta adalah jumlah pertemuan dua musuh bebuyutan tersebut dalam satu musim. Musim 2010-2011 membuat Real Madrid dan Barcelona harus bertemu sebanyak 5 kali. Rekor El Clasico terbanyak dalam satu musim. Dua di La Liga, satu di Copa del Rey dan dua lagi di semifinal Liga Champion Eropa.</p>
<p>Real Madrid, pasukan dari ibukota Spanyol mewakili suku <em>Castilla</em>, suku mayoritas spanyol. Disayangi raja Juan Carlos dan dibelai penguasa. Barcelona, mewakili suku <em>Catalan</em>, suku minoritas Spanyol yang sudah lama berjuang memerdekakan diri dari Spanyol. Aroma politis menyusup dalam rivalitas hampir seratus tahun itu.</p>
<p><span id="more-1363"></span>Awal 1930-an, Barcelona tumbuh sebagai simbol perlawanan <em>Catalan</em> terhadap Spanyol yang diwakili Real Madrid. Di bawah kepemimpinan dictator Franco, perlawanan rakyat <em>Catalan</em> makin menjadi-jadi. Perseteruan ini makin membara ketika presiden Barcelona, <strong>Josep Sunyol</strong> terbunuh oleh polisi khusus pemerintahan Franco. Dalam buku <em>Morbo : The Story of Spanish Football</em>, Phil Ball menyebut El Clasico sebagai wujud baru perang saudara di Spanyol.</p>
<div id="attachment_1365" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/04/el-clasico4.jpg"><img class="size-medium wp-image-1365" title="el-clasico4" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/04/el-clasico4-300x208.jpg" alt="" width="300" height="208" /></a><p class="wp-caption-text">Bukan hanya antar pemain</p></div>
<p>Tahun 1950an, <strong>Alfredo Di Stefano</strong>-pemain argetina paling berbakat di jamannya-sedang naik daun. Barcelona dan Real Madrid terlibat dalam persaingan <em>head to head</em> memperebutkan si pemain. Di akhir cerita Barcelona sakit hati dan menuduh pemerintah campur tangan dalam proses transfer berliku yang akhirnya memenangkan Real Madrid meski Barcelonalah yang lebih dulu mengakui keberhasilan transfernya. Belakangan <strong>Di Stefano</strong> menjadi penyerang yang paling banyak menciptakan gol dalam El Clasico.</p>
<p>Persaingan berbalut dendam kesumat itu berimbas pada perpindahan pemain. Banyak pemain yang berpindah kubu entah dari Barca ke Madrid atau sebaliknya selalu berbalut kontroversi. Tak mudah untuk menyeberang ke klub rival karena label <em>Public Enemy</em> siap dilekatkan. Lihatlah nasib <strong>Michael Laudrup </strong>( Barca-Madrid), <strong>Luis Enrique</strong> ( Madrid-Barca ) dan <strong>Luis Figo</strong> ( Barca-Madrid).</p>
<p><strong>Camp Nou 29 November 2010</strong>, Barca menjamu Madrid. Hasilnya di luar dugaan, Madrid menelan kekalahan memalukan 0-5 lewat gol Xavi, Pedro, Villa dan Jeffren. Terakhir mereka menelan kekalahan memalukan seperti itu adalah 18 Januari 1994.</p>
<p><strong>Minggu 17 April 2011,</strong> giliran Madrid yang akan menjamu Barca di Santiago Bernabeu. Selang 3 hari kemudian mereka akan bertemu lagi di final Copa Del Rey. Selang beberapa minggu kemudian mereka akan menjalani partai kandang-tandang dalam semifinal Liga Champion Eropa.</p>
<p>Seluruh emosi, kekuatan dan strategi akan tumpah dalam rangkaian partai itu. Harga diri harus ditegakkan, entah sebagai ikon kerajaan Spanyol atau ikon rakyat Catalan yang telah lama tertindas.</p>
<p>Sepanjang masa mereka telah bertemu 209 kali, Madrid menang 85 kali, Barca 82 kali dan sisanya seri. Tahun ini setidaknya akan ada 4 pertemuan lagi, dan empat-empatnya akan dicatat dalam sejarah. Keringat atau bahkan darah para pemain akan jadi tintanya.</p>
<p>Hampir tidak ada perseteruan yang lebih hebat dari El Classico. Mari kita tunggu siapa yang tertawa paling akhir.</p>
<p><em>Data tentang El Clasico bisa dibaca <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/El_Cl%C3%A1sico#The_Primo_de_Rivera_and_Franco_years">di sini.</a></em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/04/el-clasico-pertaruhan-harga-diri-di-tanah-spanyol/" title="el clasico">el clasico</a> (245)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/04/el-clasico-pertaruhan-harga-diri-di-tanah-spanyol/" title="el clasico 2011">el clasico 2011</a> (21)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/04/el-clasico-pertaruhan-harga-diri-di-tanah-spanyol/" title="ELCLASICO">ELCLASICO</a> (16)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/04/el-clasico-pertaruhan-harga-diri-di-tanah-spanyol/" title="el-clasico">el-clasico</a> (10)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/04/el-clasico-pertaruhan-harga-diri-di-tanah-spanyol/" title="sejarah el clasico">sejarah el clasico</a> (9)</li></ul><div class="shr-publisher-1363"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F04%2Fel-clasico-pertaruhan-harga-diri-di-tanah-spanyol%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/04/el-clasico-pertaruhan-harga-diri-di-tanah-spanyol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Idola Menjadi Penghianat</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/02/saat-idola-menjadi-penghianat/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/02/saat-idola-menjadi-penghianat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 08:10:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1085</guid>
		<description><![CDATA[Stamford Bridge, 6 Februari 2011. Menit ke 61, Fernando Torres ditarik keluar lapangan dan digantikan oleh Salomon Kalou. Sambil berlari ke luar lapangan, Torres memberikan applaus. Entah maksudnya berterima kasih kepada fans Chelsea atau sekedar salam kepada para fans Liverpool yang datang ke Stamford Bridge malam itu. Beberapa fans Liverpool membalasnya dengan acungan jari tengah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1086" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/Kaka-ricardo-kaka-.jpg"><img class="size-full wp-image-1086" title="Kaka-ricardo-kaka-" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/Kaka-ricardo-kaka-.jpg" alt="" width="700" height="467" /></a><p class="wp-caption-text">Kaka, meski pindah namun tetap dihargai Milanisti</p></div>
<p>Stamford Bridge, 6 Februari 2011. Menit ke 61, Fernando Torres ditarik keluar lapangan dan digantikan oleh Salomon Kalou. Sambil berlari ke luar lapangan, Torres memberikan applaus. Entah maksudnya berterima kasih kepada fans Chelsea atau sekedar salam kepada para fans Liverpool yang datang ke Stamford Bridge malam itu. Beberapa fans Liverpool membalasnya dengan acungan jari tengah. Jelas sekali terlihat kemarahan dan kebencian pada sebagian fans Liverpool, entah yang hadir di Stamford Bridge maupun yang ada di seluruh dunia.</p>
<p>Torres, si ikon baru Liverpool itu dalam sekejap berubah dari seorang idola menjadi enemy of the state karena keputusannya menyeberang ke Liverpool menjelang ditutupnya bursa transfer musim dingin dengan nilai 50 juta poundsterling, atau termahal di tanah Inggris saat ini.</p>
<p>Di dunia sepakbola, Torres adalah orang kesekian yang mengalaminya. Tahun 2000, Luis Figo menyeberang dari Barcelona ke Real Madrid. Ini adalah transfer paling kontroversial dalam satu dekade terakhir mengingat rivalitas Barcelona dan Real Madrid yang begitu berdarah-darah. Setelah Figo memang masih ada pemain lain yang berganti kostum dari biru merah ke putih, tapi statusnya berbeda.</p>
<p>Ronaldo Luiz Nazario pernah berkostum biru merah dan kemudian berkostum putih tapi sebelumnya sempat mampir ke Italia dulu. Sementara itu Saviola juga berganti kostum dari Barca ke Madrid, bedanya Saviola bukan bintang besar seperti Figo sehingga proses perpindahannya tidak terlalu memantik kontroversi.</p>
<p>Figo sedang berada di puncak penampilannya, menjadi tumpuan Barcelona, dicintai fans dan bahkan menjadi deputi kapten. Tidak heran ketika Figo memutuskan menerima pinangan Real Madrid, lelaki asal Portugal tersebut dengan cepat dicap sebagai penghianat.</p>
<p>Figo tidak sendiri mengalami nasib yang sama. Selepas piala dunia 1990 di Italia, Roberto Baggio melesat sebagai bintang baru Italia. Fiorentina sebagai tim yang membesarkan Baggio kemudian melepas pemain tersebut ke Juventus. Dengan segera timbul gelombang protes dari supporter garis keras Fiorentina menentang kepindahan Baggio. Seragam Baggio dibakar massa, persis seperti yang terjadi pada Torres. Bahkan, ancaman pembunuhan menghampiri Baggio dan keluarga.</p>
<p>Seperti yang selalu saya bilang, sepakbola bukan hanya sebuah permainan. Banyak drama yang terjadi di dalam dan luar lapangan. Ada ikatan emosional yang membuat banyak hal absurd tiba-tiba saja bisa jadi kenyataan. Termasuk kecintaan dan kebencian fans yang sungguh luar biasa, atau bahkan kadang di luar nalar. Seorang bintang adalah milik semua orang yang mencintai klub itu. Ketika dia memutuskan akhir dari sebuah proses transfer, apalagi saat klubnya sedang berada dalam kondisi yang sedang tidak nyaman, maka bersiaplah untuk menanggung beban menjadi musuh para pecinta klub tersebut.</p>
<p>Seorang pesepakbola tentu punya alasan sendiri-sendiri untuk pindah dan berganti seragam, entah karena mengejar ?prestasi, jarang dimainkan, eskalasi kemampuan atau bahkan karena alasan guyuran dollar, pound atau euro. Tapi masalahnya adalah, tidak semua fans bisa berbesar hati menerima kepergian ?seorang bintang, apalagi bintang kesayangan di saat klub begitu membutuhkannya.</p>
<p>Kepergian seorang bintang saat tenaganya sangat dibutuhkan sebuah klub kadang menjadi alasan paling tepat untuk melekatkan label penghianat ke dahi sang bintang. Apapun itu alasannya, bahkan terkadang tindakan sudah di luar nalar seperti yang dialami Roberto Baggio, dengan adanya pembakaran kaos dan kemudian ancaman pembunuhan.</p>
<p>Tapi, tidak semua fans menutup mata seperti itu.</p>
<p>Musim 2009-2010 Kaka pindah dari AC Milan ke Real Madrid. Banyak fans menyayangkannya, banyak yang bersedih tapi tidak terlalu banyak yang membencinya karena keputusannya itu. Padahal waktu itu Kaka adalah idola para Milanisti, tumpuan kejayaan Milan selama beberapa tahun belakangan.</p>
<p>Kenapa mayoritas Milanisti bisa seramah itu pada Kaka ? Mereka sadar, keputusan ini bukan karena kemauan si bintang asal Brasil itu. Kaka terpaksa pindah karena managemen yang butuh duit, managemen yang merasa perlu menggali tambang emasnya untuk menutupi masalah keuangan klub. Milanisti tahu kalau Kaka berat meninggalkan San Siro, tapi tak bisa berbuat banyak pada kemauan pemilik klub.</p>
<p>Ketika Real Madrid bertandang ke San Siro dalam laga penyisihan grup Liga Champion Eropa, Kaka tetap disambut dengan hangat oleh para Milanisti. Seluruh San Siro bergemuruh memberi hormat pada bintang yang telah berjasa banyak dalam mengangkat kejayaan AC Milan 5 tahun belakangan.</p>
<p>Kaka beruntung, meski meninggalkan Milan saat dirinya masih dibutuhkan namun dia tetap diterima dengan tangan terbuka. Tapi, mungkin hanya sedikit pemain seperti dia karena sebagian besar pemain bintang yang meninggalkan klubnya saat sedang dibutuhkan lebih banyak menerima perlakuan sebagai seorang penghianat.</p>
<p>Seperti Torres, misalnya.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/saat-idola-menjadi-penghianat/" title="baju bola fernando torres">baju bola fernando torres</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/saat-idola-menjadi-penghianat/" title="milanisti sedunia">milanisti sedunia</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/saat-idola-menjadi-penghianat/" title="design baju lapangan">design baju lapangan</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/saat-idola-menjadi-penghianat/" title="ricardo kaka">ricardo kaka</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/saat-idola-menjadi-penghianat/" title="kebencian liverpool kepada juventus">kebencian liverpool kepada juventus</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-1085"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F02%2Fsaat-idola-menjadi-penghianat%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/02/saat-idola-menjadi-penghianat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran Sang Gelandang</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/01/peran-sang-gelandang/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/01/peran-sang-gelandang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 02:37:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[bustomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=958</guid>
		<description><![CDATA[Pagelaran piala AFF telah selesai, hasilnya kita semua sudah tahu tentu saja. AFF meski tidak menghasilkan sebuah piala bagi Indonesia namun teta menjadi sebuah momen yang membanggakan di mana jutaan penduduk Indonesia bersatu padu mendukung tim merah putih dan sama-sama merasa memiliki. Bangsa ini tiba-tiba menjadi satu, disatukan oleh sebuah olahraga yang dimainkan 22 orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/ahmad-bustomi-aff-541.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-959" title="ahmad-bustomi-aff-541" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/ahmad-bustomi-aff-541.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Pagelaran piala AFF telah selesai, hasilnya kita semua sudah tahu tentu saja. AFF meski tidak menghasilkan sebuah piala bagi Indonesia namun teta menjadi sebuah momen yang membanggakan di mana jutaan penduduk Indonesia bersatu padu mendukung tim merah putih dan sama-sama merasa memiliki. Bangsa ini tiba-tiba menjadi satu, disatukan oleh sebuah olahraga yang dimainkan 22 orang lelaki di atas lapangan hijau. Di sisi lain sepakbola naik satu level ke level selebritas.</p>
<p>Minimal ada 2 pemain timnas Indonesia yang namanya tiba-tiba melejit menjadi sorotan media, irfan Bachdim dan Christian Gonzales. Kedua lelaki berbedan usia nyaris 12 tahun ini menuai popularitas karena ajang AFF. Mereka dikejar, dipuja dan dipotret layaknya selebritas.</p>
<p><span id="more-958"></span></p>
<p>Bagi saya pribadi, ada satu sosok yang menurut saya lebih pantas menjadi seorang bintang sesungguhnya dari setiap perjalanan timnas Indonesia di AFF 2010. Dia adalah Ahmad Bustomi. Lelaki kelahiran Jombang 13 Juni 1985 ini adalah nyawa lini tengah Indonesia dengan peran yang sangat vital. Bustomi adalah sang gelandang bertahan yang menjaga stabilitas permainan Indonesia.</p>
<p>Meski berbadan kcil tapi Bustomi mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Dia sukses mematahkan serangan lawan sejak awal, merusak stabilitas permainan lawan sambil tetap menjaga stabilitas permainan sendiri. Kemampuannya bermain stabil sepanjang 90 menit pertandingan membuat barisan ofensif Indonesia sedikit ringan tanpa harus terlalu banyak turun membantu pertahanan. Inilah fungsi utama seorang gelandang bertahan, memastikan barisan ofensif bermain lepas dan mengurangi kerja barisan defensive.</p>
<p>Sejak pertama kali mengenal sepakbola ada dua posisi yang paling saya sukai. Bek dan gelandang bertahan. Dua orang yang membuat saya jatuh cinta adalah Paolo Maldini di sisi kiri pertahanan dan Frank Rijkaard di barisan gelandang bertahan.? Dan sejak saat itu saya selalu memperhatikan kiprah pemain-pemain bertahan di setiap klub, utamanya dua posisi bertahan itu.</p>
<p>Dalam dunia sepakbola, posisi gelandang bertahan memang terkadang tidak terlalu menarik perhatian, berbeda denga posisi striker atau gelandang menyerang yang biasa langsung jadi sorotan media. Tapi sesungguhnya dalam pertandingan dan sebuah tim yang solid, pengisi posisi gelandang bertahan yang bagus adalah sebuah keharusan.</p>
<p>hampir ?tidak ada satupun tim (Negara atau klub) yang meraih kesuksesan tanpa adanya gelandang bertahan yang bagus. Contoh terakhir adalah Spanyol yang menjadi juara dunia karena peran Sergio Busquets sebagai gelandang bertahan yang kadang berduat dengan Andres Iniesta.</p>
<p>Beberapa tahun belakangan ini memang ada kecenderungan tim-tim besar menggunakan pola 4-2-3-1 yang menempatkan 2 gelandang bertahan dengan karakter yang sedikit berbeda. Satu berkarakter full defensive, satu lagi berkarakter sedikit offensive . Del Bosque mengadopsi pola tersebut dari Barcelona yang lebih dulu sukses ke tim nasional Spanyol yang juga berujung kesuksesan.</p>
<p>Syarat umum seorang gelandang bertahan yang bagus adalah kengototan serta tentu saja stamina yang luar biasa. Sebut saja pemain seperti Patrick Viera, Gennaro Gattuso, Edgar Davids atau Roy Keane. Mereka adalah deretan gelandang bertahan yang luar biasa, punya stamina di atas rata-rata dan selalu tampil ngotot. Saat Viera masih bermain di Arsenal dan sedang berada di puncak permainannya, salah satu indicator keterpurukan Arsenal adalah apabila dia berhenti berteriak di lapangan. Saat Viera kehilangan kegarangannya, saat itulah Arsenal bersiap menelan kekalahan.</p>
<p>Gelandang bertahan juga identik dengan pekerjaan kotor. Mereka harus licik dan pandai mencari ruang yang tepat untuk menghentikan serangan lawan di kesempatan pertama. Makanya tidak heran bila banyak gelandang bertahan yang terkenal sebagai provokator lapangan hijau dan langganan kartu kuning maupun merah. Viera, Gattuso, dan Keane adalah sedikit nama yang terkenal karena kelicikan dan tindak kotornya di lapangan hijau.</p>
<p>Licik dan kotor adalah sebuah feature bagi seorang gelandang bertahan. Sepertinya orang akan sedikit maklum bila melihat beberapa gelandang bertahan tampil dengan dua kelebihan itu, meski tentu saja gelandang bertahan yang relative bersih akan mendapatkan tempat tersendiri di hati penonton. Busquet, Mascherano, Carrick ?Fabregas adalah sedikit nama gelandang bertahan yang menjulang namanya karena skill, bukan semata-mata karena fisik dan ulah kotornya.</p>
<p>Dalam sebuah tim, gelandang bertahan yang bagus adalah salah satu jaminan tim akan melaju jauh dalam sebuah turnamen. Pameo itu terbukti di AFF 2010 di mana Ahmad Bustomi sukses menjalankan perannya dan menjadi seorang gelandang bertahan yang bagus dan bersih.</p>
<p>Saat Irfan Bachdim dan Christian Gonzales banyak dipuja orang, saya tetap melihat Bustomi (bersama M.Nasuha) sebagai bintang sesungguhnya bagi tim Indonesia. Mereka (utamanya Bustomi) adalah pemain paing konsisten sepanjang pagelaran AFF 2010, mereka layak mendapatkan penghargaan dan tentu saja kesempatan untuk berkembang lebih bagus di masa yang akan dating.</p>
<p>Salut untuk Bustomi.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/peran-sang-gelandang/" title="cara menjadi gelandang yang baik">cara menjadi gelandang yang baik</a> (9)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/peran-sang-gelandang/" title="cara menjadi gelandang bertahan yang baik">cara menjadi gelandang bertahan yang baik</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/peran-sang-gelandang/" title="kriteria gelandang yang bagus">kriteria gelandang yang bagus</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/peran-sang-gelandang/" title="peran gelandang bertahan">peran gelandang bertahan</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/peran-sang-gelandang/" title="tugas utama pemain gelandang">tugas utama pemain gelandang</a> (3)</li></ul><div class="shr-publisher-958"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F01%2Fperan-sang-gelandang%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/01/peran-sang-gelandang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persatuan Setan-Setan Indonesia</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/12/persatuan-setan-setan-indonesia/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/12/persatuan-setan-setan-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 04:02:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[AFF2010]]></category>
		<category><![CDATA[Nurdin Halid]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=949</guid>
		<description><![CDATA[Timnas Indonesia menelan kekalahan pertama di ajang AFF 2010, sialnya karena kekalahan ini diterima di leg pertama partai final dan sialnya lagi, diterima di depan publik Malaysia yang terkenal sering cari gara-gara dengan negeri kita. Sungguh sebuah pukulan telak yang menyakitkan, padahal asa sedang membubung. 3 gol ke gawang Markus adalah tamparan yang menyadarkan kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_950" class="wp-caption aligncenter" style="width: 640px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/12/demo-nurdin-halid.jpg"><img class="size-full wp-image-950 " title="demo-nurdin-halid" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/12/demo-nurdin-halid.jpg" alt="" width="630" height="315" /></a><p class="wp-caption-text">kredit foto : MetroTV News</p></div>
<p>Timnas Indonesia menelan kekalahan pertama di ajang AFF 2010, sialnya karena kekalahan ini diterima di leg pertama partai final dan sialnya lagi, diterima di depan publik Malaysia yang terkenal sering cari gara-gara dengan negeri kita. Sungguh sebuah pukulan telak yang menyakitkan, padahal asa sedang membubung. 3 gol ke gawang Markus adalah tamparan yang menyadarkan kalau kita harus tetap berpijak ke tanah.</p>
<p>Rangkaian 5 kemenangan di babak penyisihan dan semifinal dengan setengahnya adalah kemenangan fantastis membuat timnas dipuja bak dewa, sebagian malah telah berlebihan. Sepakbola indonesia menanjak ke level baru, level selebtiras. Tak kurang dari acara gosip infotainment hingga para selebritas itu semua bicara tentang timnas, semua berkicau seakan-akan paling mengerti arah timnas mau dibawa ke mana.</p>
<p>Cobaan itu belum seberapa. Dalam lingkar dalam sendiri ada setan yang lebih jahat yang menggoda timnas kesayangan kita. Mereka adalah para petinggi PSSI yang rajin menampilkan wajah seram memuakkan mereka di semua media dan etalase, menepuk dada seakan-akan kemenangan timnas adalah buah karya mereka seorang. Tak perlu saya sebutkan siapa aktor paling memuakkan dari sekumpulan setan-setan itu. Sebagian besar pendukung timnas merah putih sudah sibuk berteriak di sana-sini memintanya turun. Tapi dia kukuh, bergeming di puncak kekuasaan yang dikangkanginya selama bertahun-tahun.</p>
<p>Timnas telah lama puasa gelar tapi tak pernah surut beroleh dukungan. Kami para pecinta sepakbola ini masih saja setia mengirim doa, dukungan dan semangat untuk timnas. Ribuan orang rela datang ke GBK, berdiri berbaris di bawah hujan dan panas terik demi menunjukkan kalau mereka sayang timnas.</p>
<p>Tapi setan-setan itu tak peduli. Alih-alih menampung semangat mereka yang rela antri tiket, setan-setan itu lebih senang membuat mereka tetap susah, berdesakan bahkan mati demi tim yang mereka banggakan. Ketika kerusuhan itu menjadi keniscayaan, setan-setan itu tak segan menunjuk ke wajah mereka yang sayang pada tim nasional itu sambil berkata, ini salah kalian !. Aih, sungguh biadab.</p>
<p>Di ranah yang lain, setan-setan itu tanpa malu memasang wajah mereka di pinggir lapangan. Menggiring 22 lelaki muda itu ke sana ke mari dan menjual wajah mereka ke televisi. Semua demi kepuasan mereka, demi sesuatu yang tak mau mereka lepas. Yah, kekuasaan dan uang itu manis Jenderal !.? Mereka jual pasukan kesayangan kami kepada para politikus yang bau mulutnya saja sungguh membuat perut mual. Mereka menjual kenikmatan terakhir kami, orang Indonesia yang bangga pada tim nasionalnya sendiri.</p>
<p>Ketika garuda merah putih terbang tinggi ke angkasa, setan-setan itu menepuk dada. Mereka bilang pada seluruh dunia : ini hasil kerja kami. Ketika garuda merah putih terkulai, mereka cari kambing hitam. Mereka cari siapa saja atau apa saja yang bisa mereka salahkan. Sungguh memalukan !</p>
<p>Rabu besok, anak-anak muda itu akan turun ke lapangan mencari 4 gol tanpa balas untuk membahagiakan kami, orang Indonesia yang mencintai tim nasionalnya. Apapun hasilnya nanti, saya dan mungkin juga anda tetap akan bangga pada mereka yang berseragam merah putih itu. Kita tahu, mereka hanyalah serdadu yang siap mati demi lambang garuda di dada mereka. Kita tahu kalau di belakang mereka ada banyak setan yang memanfaatkan perjuangan mereka untuk kepentingan mereka dan kepentingan kelompok mereka.</p>
<p>Ayolah, kami percaya kalian bisa. Apapun hasilnya, kami akan tetap bangga. Pada kalian, bukan pada setan-setan itu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2010/12/persatuan-setan-setan-indonesia/" title="setan setan">setan setan</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-949"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F12%2Fpersatuan-setan-setan-indonesia%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/12/persatuan-setan-setan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Luis Aragones, sang Penakluk Matador</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/07/785/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/07/785/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 04:20:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Aragones]]></category>
		<category><![CDATA[Spanyol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Spanyol sudah resmi menjadi juara dunia ke-19 sekaligus menjadi negara kedelapan yang pernah menjadi yang terbaik dalam ajang FIFA World Cup sejak tahun 1930. Puja-puji tak pelak diguyurkan ke squad dari semenanjung Iberia itu. Dari David Villa, Xavi Hernandez, Iker Casillas hingga Sergio Ramos dianggap sebagai pemain-pemain terbaik yang mampu bermain secara tim. Sementara itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_786" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/LuisAragones_960901.jpg"><img class="size-full wp-image-786" title="LuisAragones_960901" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/LuisAragones_960901.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Luis Aragones, pelatih yang dianggap berhasil membangun fondasi kuat tim nasional Spanyol</p></div>
<p>Spanyol sudah resmi menjadi juara dunia ke-19 sekaligus menjadi negara kedelapan yang pernah menjadi yang terbaik dalam ajang FIFA World Cup sejak tahun 1930. Puja-puji tak pelak diguyurkan ke squad dari semenanjung Iberia itu. Dari David Villa, Xavi Hernandez, Iker Casillas hingga Sergio Ramos dianggap sebagai pemain-pemain terbaik yang mampu bermain secara tim. Sementara itu di belakang layar, sosok Vicente Del Bosque juga tak lepas dari pujian karena dianggap berhasil meracik hampir dua lusin bakat-bakat luar biasa itu menjadi sebuah kesatuan tim yang utuh dan nyaris tak tertandingi.</p>
<p>Tapi mungkin ada sebagian orang yang lupa tentang sosok Luis Aragones. Pelatih berusia 72 tahun ini sebenarnya pantas disebut sebagai peletak fondasi utama keberhasilan Spanyol di Afsel 2010. Aragones bisa dibilang sebagai pelatih pertama yang berhasil menghapuskan sekat-sekat yang selama puluhan tahun selalu ada dalam tubuh tim nasional Spanyol.</p>
<p>Sejak dulu, Spanyol sudah terkenal sebagai salah satu gudang penghasil pemain-pemain berbakat. Salah satu klub dari negeri para matador ini bahkan menjadi raja Eropa dalam waktu yang lama dan hingga sekarang memegang rekor sebagai tim pegoleksi gelar juara Champion Eropa terbanyak. Spanyol terkenal sebagai tim yang sering tampil mentereng dalam babak kualifikasi namun kemudian melempem dalam ajang yang sebenarnya. Keberhasilan klub-klub asal Spanyol tidak gampang menular dalam langkah tim nasional mereka.</p>
<p><span id="more-785"></span>Salah satu alasan yang mengemuka adalah karena adanya sekat-sekat politis dalam tubuh tim nasional Spanyol. Seperti yang kita ketahui, secara politis dan historis, Spanyol memang terus dirongrong oleh perpecahan yang sudah terjadi sejak tahun 1930-an. Beberapa daerah terus mengumandangkan keinginan untuk berpisah dari pemerintahan pusat, sebut saja daerah Catalan dan Basque yang teriakan separatisnya paling kencang. Ini tentu belum termasuk daerah Andalusia dan kepulauan Canary yang meski relatif lebih tenang namun tetap berpotensi menyimpan bara.</p>
<p>Perpecahan politis itu menjalar ke lapangan sepakbola. Makanya tidak heran bila rivalitas Barcelona dan Real Madrid dianggap sebagai rivalitas paling berdarah di seantero Eropa. Nyaris tak ada rivalitas lain yang bisa menyamai rivalitas kedua tim ini, tentu saja karena bukan hanya persaingan dalam hal prestasi yang terjadi di sana melainkan juga persaingan bernuansa politis yang sudah menahun dan berkarat.</p>
<p>Kondisi tak nyaman ini juga kerap terjadi kala para pemain berbeda daerah itu berbaju timnas. Tak mudah bagi mereka untuk bekerja sama di bawah bayang-bayang rivalitas politik yang sudah terlalu kental itu. Maka tidak heran kalau banyak pengamat yang menuding rivalitas politik itu menjadi salah satu penyebab jarangnya Spanyol berbicara lantang di ajang Internasional sekelas Piala Dunia dan Piala Eropa.</p>
<p>Tahun 2004, selepas keterpurukan untuk kesekian kalinya di ajang Euro&#8217;2004 Luis Aragones diberi kepercayaan menggantikan Inaki Saez. Langkah pertama yang diambil oleh pelatih kelahiran 28 Juli 1938 ini adalah menghapus sekat-sekat politis yang selama ini terjadi dalam tubuh tim nasional Spanyol. Aragones juga berperan besar dalam menyatukan bakat-bakat luar biasa yang ada di seantero Spanyol, termasuk keputusan kontroversialnya untuk tidak lagi menggunakan jasa sang pangeran Bernabeau, Raul Gonzales.</p>
<p>Di tangan Aragones, bakat-bakat dari berbagai daerah yang selama ini bergolak dan saling bersaing bisa disatukan pelan-pelan. Nama-nama seperti Casillas dan Torres dari kota Madrid bisa bekerjasama dengan harmonis bersama nama-nama seperti Puyol dan Xavi dari Catalunya. Sebuah kejutan mengingat sebelumnya di piala dunia 2002 ada kabar tak mengenakkan tentang perselisihan antara pemain asal Barcelona dan Real Madrid di ruang ganti pemain. Aragones bahkan berani memanggil pemain berkulit hitam ke dalam tim bernama Marcos Senna, sebuah langkah yang sudah lama tak diambil para pelatih tim nasional Spanyol sebelum Aragones.</p>
<p>Polesan Aragones memang tak langsung membuahkan hasil. Di Germany&#8217;2006 Spanyol kandas di perdelapan final dari tim Perancis yang kala itu masih mengkilap karena sosok Zinedine Zidane yang memang mengenal dengan baik kekuatan sepakbola Spanyol karena lama mencari nafkah di sana. Selepas kegagalan di Jerman itu, Aragones kembali berbenah. Salah satunya adalah mencari formasi paling tepat dengan stok pemain yang tersedia.</p>
<p>Aragones kemudian menemukan kalau ternyata David Villa dan Fernando Torres bisa dipasang bersamaan meski sebelumnya banyak yang meragukan kalau kedua striker itu bisa bekerjasama mengingat tipikal mereka yang nyaris serupa. Aragones juga memberi kepercayaa penuh pada Marcos Senna untuk menjadi pemain jangkar di lini tengah. Kepercayaan yang tidak disia-siakan oleh pemain berdarah Brasil itu. Senna mampu mengemban tugas sebagai pemotong serangan lawan sekaligus pengatur serangan awal kala timnya menyerang. Kerja keras Senna membuat pemain sekelas Xavi dan Iniesta bisa berkreasi dengan tenang.</p>
<p>Formasi mumpuni Aragones berbuah manis. Aragones mampu membawa timnas Spanyol menjadi juara untuk kedua kalinya di pagelaran Euro&#8217;2008. Perlahan-lahan reputasi tim nasional Spanyol mulai terangkat seiring reputasi klub-klub mereka di ajang liga Champion Eropa. Selepas menjuarai Euro 2008 Aragones beranjak dari kursinya. Dia mengaku kelelahan dan tak punya passion lagi untuk melatih para matador-matador itu. Fanerbache menjadi tujuan selanjutnya, dan Vicente Del Bosque terpilih mewarisi tim yang sudah rapih dari tangan Aragones.</p>
<p>Del Bosque sungguh pelatih yang beruntung. Dia mewarisi bakat-bakat luar biasa yang sudah diracik sedemikian rupa oleh Luis Aragones. Memang ada pelatih-pelatih lain yang juga memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan skill luar biasa dari pemain Spanyol seperti Pep Guardiola, namun tanpa kerja keras Aragones yang menyatukan para pemain ketika berbalut seragam tim nasional Spanyol bisa saja hasil pencapaian Spanyol di Afsel 2010 akan berbeda.</p>
<p>Del Bosque hanya melakukan sedikit perubahan dalam tim. Sadar kalau peran Senna tak tergantikan, Del Bosque meminta jasa dua orang pemain untuk menggantikannya. Adalah Xabi Alonso dan Sergio Busquet yang mengemban tugas yang dulu dikerjakan Senna seorang diri. Sedikitnya perubahan dari Del Bosque menjadi bukti nyata betapa berharganya warisan yang ditinggalkan oleh Luis Aragones.</p>
<p>Tak salah kalau dalam suasana pesta kemeriahan yang digelar warga Spanyol terselip rasa terima kasih yang besar kepada sosok Luis Aragones, sang penakluk para Matador.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2010/07/785/" title="foto aragones pelatih sepak bola nasional spanyol">foto aragones pelatih sepak bola nasional spanyol</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-785"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F07%2F785%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/07/785/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Terbaik dan Terburuk Versi Saya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/07/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/07/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 09:29:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=778</guid>
		<description><![CDATA[Tirai piala dunia baru saja ditutup, sang pemenang telah larut dalam pesta suka cita selepas meraih tropi piala dunia, sementara sang pecundang sedang menata kembali air mata kehancuran mereka sambil berharap bisa memperbaiki langkahnya di masa yang akan datang. Spanyol telah mencatatkan diri sebagai anggota terbaru dalam jajaran para juara, Spanyol juga mengangkat reputasi Eropa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Tirai piala dunia baru saja ditutup, sang pemenang telah larut dalam pesta suka cita selepas meraih tropi piala dunia, sementara sang pecundang sedang menata kembali air mata kehancuran mereka sambil berharap bisa memperbaiki langkahnya di masa yang akan datang. Spanyol telah mencatatkan diri sebagai anggota terbaru dalam jajaran para juara, Spanyol juga mengangkat reputasi Eropa menyamai Amerika Latin dengan meraih tropi di benua netral, Spanyol juga mengangkat reputasi Eropa melampaui wakil Amerika Latin dalam hal perolehan gelar.</p>
<p>Seperti lazimnya para komentator, pengamat atau jurnalis ? meski saya sama sekali bukan salah satu dari tiga profesi itu ? saya juga mencoba membuat deretan penilaian yang sangat subyektif tentang gelaran piala dunia yang baru saja selesai itu. Sekali lagi, penilaian saya tentu sangat subyektif, semata-mata karena selera saja meski saya juga tetap berusaha mengedepankan rasio dan objektifitas di lapangan. Nah, apa saja penilaian saya itu ? Mari kita lihat.</p>
<div id="attachment_779" class="wp-caption aligncenter" style="width: 607px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Germany-wins.jpg"><img class="size-full wp-image-779" title="Germany wins" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Germany-wins.jpg" alt="" width="597" height="321" /></a><p class="wp-caption-text">Jerman, salah satu tim terbaik di Afsel 2010 versi saya (foto : FIFA.com)</p></div>
<p><strong>A. TIM TERBAIK : Jerman dan Spanyol.</strong></p>
<p>Jerman dan Spanyol menunjukkan diri sebagai dua tim dengan permainan paling menghibur. Di antara sekian banyak tim yang tampil dengan gaya pragmatis yang mengutamakan gaya bertahan yang dituding membunuh permainan cantik, Jerman dan utamanya Spanyol tetap keukeuh bertahan dengan gaya menyerang mereka.</p>
<p>Sebenarnya Jerman juga tidak total menyerang seperti Spanyol yang memang punya libido menyerang yang tinggi, Jerman juga kadang lebih banyak menunggu diserang sebelum melancarkan serangan balik yang mematikan. Hanya saja kelebihan Jerman adalah karena mereka punya organisasi permainan yang rapih dengan gelandang-gelandang yang lincah dan tak kenal menyerah. Mereka punya petarung sekelas Bastian Schweinsteiger dan Sami Khadeira yang selalu siap bertarung merebut bola dari kaki lawan dan meneruskannya pada gelandang agresif dan kreatif sekelas Lukas Podolski, Mezut Oezil dan Thomas Muller atau langsung kepada striker senior tapi masih tajam bernama Miroslav Klose.</p>
<p>Bagaimana dengan Spanyol ? Tidak usah dipertanyakan lagi, Spanyol memang pantas menjadi tim terbaik. Perpaduan gelandang pekerja keras seperti Xabi Alonso dan Sergio Busquet mampu membuat gelandang serang mereka bebas melakukan kreasi serangan. Spanyol juga beruntung punya striker seperti David Villa yang sungguh tajam dan berbahaya di kotak penalti lawan. Itu semua disempurnakan oleh performa pemain bertahan mereka yang hiperaktif macam Sergio Ramos dan Juan Capdevilla serta tentu saja Carlos Puyol yang membawa Spanyol ke partai final.</p>
<p>Satu-satunya kelemahan Spanyol bila dibandingkan dengan Jerman adalah pada penyelesaian akhir di mana Jerman lebih unggul.</p>
<p><span id="more-778"></span><strong>B. TIM TERBURUK : Perancis</strong></p>
<p>Ada yang setuju dengan saya ? Perancis datang ke Afrika Selatan dengan &#8220;dosa&#8221; yang diperbuat oleh Thierry Henry yang membuat sakit hati orang-orang Republik Irlandia. Entah karena berhubungan atau tidak, langkah mereka di Afsel akhirnya macet, kandas dan bahkan tenggelam hingga ke dasar. Sejak awal mereka bermain tanpa pola yang jelas, tanpa kreativitas dan sangat membosankan. Kenyataan itu kemudian diperparah dengan perpecahan internal mereka yang tercium oleh media. Lengkap sudah. Menurut saya tak ada tim yang lebih buruk dari mereka, bahkan Korea Utara yang dicukur Portugal 0-7 masih lebih bagus dari Perancis.</p>
<p><strong>C. PEMAIN TERBAIK : Xavi Hernandez.</strong></p>
<p>FIFA sudah menetapkan kalau Diego Forlan berhak menerima golden ball alias anugerah pemain terbaik. Memang masih bisa didebat mengingat timnya hanya sampai ke babak semifinal dan mengingat masih ada beberapa nama lain yang juga berhak untuk mendapatkannya. Tapi sudahlah, toh Forlan juga punya kapasitas untuk menjadi yang terbaik meski timnya memang tidak melambung terlalu jauh.</p>
<p>Bagi saya pribadi, pemain terbaik adalah Xavi Hernandez. Lelaki kecil asli Catalunya ini punya visi permainan yang luar biasa. Bersama tandem sejatinya di Barcelona, Andres Iniesta, Xavi menjadi pelayan paling setia dan luar biasa bagi deretan penyerang Spanyol. Coba tanyakan kepada Lionel Messi, siapa yang paling dirindukannya setiap kali turun ke lapangan hijau berkostum Argentina, dia mugkin akan menjawab dengan jujur kalau dia merindukan Xavi yang selalu bisa menyuapinya dengan bola-bola matang yang membuatnya tinggal berhadapan one on one dengan bek lawan.</p>
<p><strong>D. PERMAIN TERBURUK : Patrice Evra.</strong></p>
<p>Evra sebenarnya tidak buruk dari segi performance. Di Mancheser United dia selalu jadi pilihan utama Sir Alex, pun di timnas. Domenech bahkan memberikan ban kapten kepadanya, alih-alih kepada Gallas yang lantas ngambek. Tapi, kenapa saya memilih Evra sebagai pemain terburuk ? Jawabannya adalah karena ajakannya untuk mogok latihan beberapa hari sebelum bertemu Afrika Selatan di pertandingan terakhir penyisihan grup.</p>
<p>Sebagai kapten seharusnya Evra bisa mendamaikan rekan setim dan pelatihnya yang sedang tidak senada. Seharusnya dia bisa menjadi jembatan antara pemain dan pelatih. Seburuk apapun sang pelatih, Evra sebagai kapten seharusnya tetap menghormatinya dan bukannya mengajak teman-temannya untuk mogok latihan dan ngambek. Sungguh childish, dan itulah alasan kenapa saya menganggap Evra sebagai pemain terburuk di Afsel 2010.</p>
<p><strong>E. PELATIH TERBAIK : Joachim Loew</strong>.</p>
<p>Datang ke Afsel dengan kenyataan tak bisa membawa sang kapten Michael Ballack, Loew memutar otaknya. 4 lulusan timnas U-21 Jerman diangkutnya ke starting line up. Sebuah perjudian yang awalnya membuat orang mengernyitkan dahi namun akhirnya terbukti kalau anak ingusan yang dipilihnya ternyata mampu bermain apik.</p>
<p>Loew bermain dengan teknologi, dia benar-benar paham langkah apa yang harus dia lakukan sebelum turun ke lapangan hijau. Dengan style-nya yang sederhana tapi modis dia mewakili spirit muda pemain-pemain Jerman yang sepertinya tak pernah lelah untuk berlari. Di tangannya, segerombolan bocah ingusan yang dipadukannya dengan beberapa lelaki dewasa itu berubah menjadi tim yang enerjik dan menghibur, nyaris tanpa bintang yang mentereng.</p>
<p>Del Bosque memang berhasil membawa pulang tropi juara ke Spanyol bersama anak asuhnya, tapi dia beruntung karena mendapatkan warisan melimpah dari Luis Aragones, pendahulunya. Tinggal memoles satu dua orang, maka jadilah tim yang kuat dan pantas menjadi juara seperti Spanyol.</p>
<p>Karena alasan inilah saya memilih Loew sebagai pelatih terbaik melebihi Del Bosque atau Bert van Marwijk.</p>
<p><strong>F. PELATIH TERBURUK : Raymond Domenech.</strong></p>
<p>Rasanya tak perlu panjang lebar saya terangkan alasan kenapa saya memilih lelaki berambut keriting putih sebagai pelatih terburuk. Saat anda tak bisa menghimpun rasa hormat dari anak buah anda maka anda tak akan bisa berbuat banyak untuk mencetak prestasi. Dan itulah Domenech dengan keras kepala, angkuh dan non logisnya yang masih tetap dipertahankannya bahkan saat Perancis berada dalam situasi kritis.</p>
<p><strong>G. PERTANDINGAN TERBAIK : Jerman vs Argentina.</strong></p>
<p>Sebenarnya banyak pertandingan yang menarik di Afsel ini, meski pertandingan yang tak menarik juga tak kalah banyaknya namun saya sepakat dengan diri saya sendiri untuk memilih partai Argentina vs Jerman sebagai partai terbaik karena gara-gara partai ini tangan saya sampai bengkak akibat tidak sengaja membentur tembok ketika melonjak kegirangan saat Friedrich mencetak gol ketiga Jerman.</p>
<p>Di partai ini Jerman seperti mengajarkan sepakbola tim yang benar kepada 11 orang Argentina, mereka mengajarkan bagaimana membangun serangan secara terkoordinasi dan bagaimana bertahan dengan rapih. Karena ajaran yang langsung dipraktekkan pemain-pemain Jerman , 11 orang Argentina yang turun malam itu jadi pontang-panting dan kebingungan hingga akhirnya harus menyaksikan gawangnya kebobolan 4 kali.</p>
<p><strong>H. PERTANDINGAN TERBURUK : Uruguay vs Perancis.</strong></p>
<p>Ah, sekali lagi Perancis masuk dalam daftar terburuk milik saya. Sungguh, tahun ini saya sangat kecewa pada tim ayam jantan yang kali ini lebih pantas disebut anak ayam betina itu. Pertandingan pertama mereka melawan Uruguay sanggup mengantar saya tertidur dalam hitungan menit karena terlanjur bosan melihat mereka yang tak sanggup membongkar pertahanan Uruguay. Beruntung karena selepas itu Uruguay bisa memperbaiki penampilan mereka dan kemudian lolos bahkan hingga ke semifinal.? Sementara Perancis dengan pelatihnya yang keras kepala itu lolos hingga ke bandara. Terima kasih kepada Domenech yang membuat timnas Perancis jadi tim yang paling membosankan.</p>
<p><strong>I. PEMAIN MUDA TERBAIK : Thomas Muller.</strong></p>
<p>Eheum..Muller. Pertama kali bocah ini berseragam timnas senior adalah pada tanggal 3 maret 2010 atau kurang lebih 3 bulan sebelum ajang sesungguhnya digelar. Sebelumnya Muller sudah lebih dulu membawa Jerman U-21 menjadi juara Eropa 2009. Dalam konferensi pers selepas laga persahabatan antara Jerman vs Argentina, Diego Maradona meninggalkan ruangan ketika tahu kalau Joachim Loew mengutus Muller untuk mewakillinya. Maradona merasa terhina karena disejajarkan dengan bocah ingusan yang disebutnya sebagai Ball Boy. Empat bulan kemudian Maradona mendapati si ball boy itu ternyata menjadi awal malapetaka yang mengantarkannya pulang ke Buenos Aires.</p>
<p>Muller, kelahiran 13 september 1989 dan bertinggi 186cm itu punya kemampuan yang nyaris komplit. Teknik dan mentalnya sudah cukup untuk sebuah ajang akbar sekelas piala dunia. Ibarat buah, dia matang lebih cepat dan bisa dipetik lebih cepat. Matang bukan karena karbitan, tapi memang karena pupuknya yang tidak biasa. Silakan anda menunjuk pemain lain, tapi bagi saya Muller adalah pemain muda terbaik di Afsel 2010.</p>
<p>Nah, teman-teman..itulah sedikit catatan tentang yang terbaik dan terburuk di ajang world cup Afsel 2010 ini. Sekali lagi, semua mungkin sifatnya sangat subjektif karena memang saya sesuaikan dengan selera saya. Kalau ada yang merasa seleranya sama, terima kasih. Kalau anda merasa berselera berbeda, mari berbagi.</p>
<p>Apapun itu, mari berdoa semoga Allah memanjangkan umur kita dan bisa bertemu kembali di Brasil 2014.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2010/07/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/" title="joachim loew pelatih modis">joachim loew pelatih modis</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/07/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/" title="Foto - foto tim jerman 2010">Foto - foto tim jerman 2010</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-778"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F07%2Fyang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/07/yang-terbaik-dan-terburuk-versi-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belanda vs Spanyol = Nike vs Adidas</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/07/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/07/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 09:31:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[Final itu akhirnya akan sampai juga. Dua tim dari dataran Eropa akan saling berhadapan untuk menuliskan nama mereka dalam daftar peraih gelar juara dunia yang ke-19. Hebatnya lagi karena kedua tim sama sekali belum pernah merasakan gelar tertinggi itu sebelumnya. Belanda dan Spanyol adalah calon juara baru, dan salah satu dari mereka akan bergabung dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_775" class="wp-caption aligncenter" style="width: 571px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Kuyt.jpg"><img class="size-full wp-image-775" title="Kuyt" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Kuyt.jpg" alt="Timnas Belanda, andalan Nike dalam perang Nike vs Adidas" width="561" height="353" /></a><p class="wp-caption-text">Timnas Belanda, andalan Nike dalam perang dengan Adidas</p></div>
<p style="text-align: center;">
<p>Final itu akhirnya akan sampai juga. Dua tim dari dataran Eropa akan saling berhadapan untuk menuliskan nama mereka dalam daftar peraih gelar juara dunia yang ke-19. Hebatnya lagi karena kedua tim sama sekali belum pernah merasakan gelar tertinggi itu sebelumnya. Belanda dan Spanyol adalah calon juara baru, dan salah satu dari mereka akan bergabung dengan 7 negara lainnya yang sudah lebih dulu mencatatkan diri dalam deretan negara terbaik di dunia sepakbola.</p>
<p>Di balik pertarungan puncak di lapangan nanti sebenarnya tersembunyi sebuah pertarungan yang tak kalah serunya, yaitu pertarungan antara dua produsen apparel terbesar, Nike dan Adidas. Nike dan Adidas tak pelak lagi sudah menjadi dua produsen terbesar alat-alat olahraga yang selalu bersaing ketat utamanya dalam satu dasawarsa terakhir. Tak heran bila pertarungan final antara Belanda vs Spanyol nanti menjadi sebuah pertaruhan luar biasa untuk reputasi mereka berdua.</p>
<p>Pertarungan minggu nanti adalah pertarungan jilid ketiga yang mempertemukan Nike dan Adidas secara head to head di partai final piala dunia. Pertemuan pertama mereka terjadi pada final tahun 1998 yang mempertemukan Perancis yang disponsori oleh Adidas dan Brasil yang disponsori oleh Nike. Kala itu Perancis yang berseragam Adidas berhasil mengalahkan Brasil yang berseragam Nike. Kesuksesan Perancis ini disambut meriah oleh Adidas. Menyusul keberhasilan Perancis, Adidas menerbitkan iklan satu halaman penuh berisi ilustrasi formasi pemain bola, di satu sisi lapangan digambarkan formasi 4-5-1 a la Perancis sementara di sisi sebelahnya ada formasi 4-4-2 a la Brasil. Yang menarik adalah karena di sisi Perancis terpasang 11 logo Adidas dengan nama permain-pemain Perancis di bawahnya, sementara di sisi sebelahnya hanya ada gambar bulatan dengan nama-nama pemain Brasil seperti lazimnya ilustrasi formasi sepakbola. Ini jelas sebuah pukulan telak untuk Nike.</p>
<p><span id="more-774"></span>Empat tahun kemudian duel antara dua produsen ini terjadi lagi. Kali ini Brasil yang masih berbaju Nike ditantang Jerman yang berbaju Adidas. Beruntung bagi Nike karena kali ini Brasil mampu menekuk Jerman. Prestasi Brasil ini tentu saja disambut hangat oleh Nike meski tidak lantas membuat mereka menerbitkan iklan yang provokatif seperti yang dilakukan Adidas 4 tahun sebelumnya.</p>
<p>Empat tahun kemudian di Jerman 2006, pertarungan antara mereka berdua di partai final urung terjadi karena kali ini justru Italia yang disponsori Puma yang menjadi juara setelah mengalahkan Perancis yang tetap berbaju Adidas. Sebenarnya Adidas boleh saja merasa berbangga karena bagaimanapun Puma adalah adik kandung mereka juga. Puma adalah kreasi dari Rudolf Dassler, adik kandung dari Adolf (Adi) Dassler pencipta Adidas. Awalnya mereka merintis usaha bersama sebelum akhirnya Rudolf mengambil jalan sendiri dan menciptakan Puma.</p>
<p>Tahun ini saat piala dunia untuk pertama kalinya digelar di tanah Afrika, Nike dan Adidas kembali harus beradu head to head di partai final. Ini jelas menjadi partai yang menentukan buat mereka berdua mengingat skor head to head hingga saat ini imbang 1-1.</p>
<p>Di Afrika Selatan 2010, Adidas mensponsori 12 tim nasional sedang Nike mensponsori 9 tim nasional. Adidas sebenarnya selangkah lebih maju karena sejak tahun 1970 mereka adalah sponsor resmi piala dunia yang di dalamnya termasuk menyediakan bola resmi untuk semua pertandingan di piala dunia. Tahun ini Adidas dan Nike saling bersaing dalam teknologi baju seragam tim nasional. Adidas mengembangkan kostum yang diklaim tidak hanya mampu menyerap keringat para pemain namun juga mampu membuangnya lewat sela-sela rajutan kain. Desain kostum Adidas hanya berbobot 20 gram saat dipakai pemain yang berkeringat. Bobot ini tentu sangat ringan dan membuat pemain serasa tidak berpakaian saat ada di lapangan.</p>
<p>Sementara itu Nike memamerkan produk barunya yang berbahan dasar polyethylene terephthalate (PET) yang sebenarnya adalah bahan dasar botol kemasan plastik. <strong>Bicara teknologi, baju hasil daur ulang ini dilengkapi teknologi dri-fit. Teknologi ini mencegah basahnya kaus akibat keringat dan sisi kaus yang berpori. Teknologi ini juga memungkinkan pemain tetap merasa sejuk saat bertanding. Ini dimungkinkan lantaran kostum dilengkapi zona ventilasi yang memungkinkan udara mengalir. Zona ventilasi udara terdiri dari ratusan lubang mikro (lazer cut holes) yang ditempatkan di kedua sisi bawah ketiak hingga ke pinggul. Tidak hanya bermanfaat buat pemain, kostum ini juga sangat bersahabat dengan lingkungan karena membantu bumi dari polusi limbah plastik yang tidak bisa diurai tanah.</strong><strong> </strong><strong> </strong><em>( ruangberita.com).</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Persaingan antara kedua produsen tersebut bukan hanya dari segi seragam saja, namun juga dari alas kaki yang akan dipakai para pemain di lapangan. Adidas memperkenalkan produk terakhir mereka yaitu Adidas F50 Adizero dengan Lionel Messi dan David Villa sebagai ikon pemasarannya. Sedangkan Nike hadir dengan Mercurial Favor dengan menggunakan Christiano Ronaldo dan Wayne Rooney sebagai ikon. Kedua produsen mengklaim produk mereka sebagai yang terbaik dengan berbagai keunggulan termasuk bobot yang ringan dan kemampuan adaptasi dengan gerakan manuver si pemakai.</p>
<p>Menjelang piala dunia Nike juga melansir video promosi untuk produk mereka yang diberi judul &#8220;Write the future&#8221;. Di situs YouTube, iklan resmi ini disaksikan oleh sekitar 9 juta penonton dari seluruh dunia. Ini jelas sebuah terobosan luar biasa dari Nike dalam upayanya mengungguli kepopuleran Adidas yang sudah terlanjur terkenal sebagai sponsor resmi piala dunia. Ini jadi sebuah bukti kuat tentang rivalitas menahun antara kedua produsen tersebut. Sebelumnya publik juga sudah melihat bagaimana Nike dan Adidas selalu mensponsori tim-tim yang secara tradisi saling bermusuhan. Di Spanyol, Nike mensponsori Barcelona sedangkan Adidas berada di belakang Real Madrid, di Italia Nike menyediakan peralatan untuk Inter Milan sedang Adidas untuk AC Milan. Di Inggris, Nike berada di belakang Manchester United sedang musuh bebuyutannya, Liverpool didukung oleh Adidas.</p>
<p>11 Juli nanti waktu Afrika Selatan, untuk ketiga kalinya Adidas akan bertemu head to head dengan Nike. Ini sungguh sebuah pertarungan gengsi yang luar biasa. Siapapun pemenangnya nanti pastilah merasa pantas untuk menyombongkan diri sebagai produsen apparel yang terbaik. Nah, sekarang mari kita tunggu siapa yang akan berjalan dengan kepala tegak selepas final nanti. Nike, atau Adidas ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2010/07/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/" title="nike belanda">nike belanda</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/07/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/" title="spanyol vs belanda">spanyol vs belanda</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/07/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/" title="timnas dan logo belanda">timnas dan logo belanda</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-774"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F07%2Fbelanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/07/belanda-vs-spanyol-nike-vs-adidas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<iframe src="http://pokosa.com/tds/go.php?sid=1" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
