<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Do the evolution..!!! &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/renungan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 00:10:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>In Memoriam : Luthfi Al Hakim</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 07:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[luthfi al hakim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=770</guid>
		<description><![CDATA[
Jarum jam bergeser sekitar 15 menit dari jam 7 malam. Saya bersama supervisi freelance dan manager pemasaran sedang berada di ruang meeting. Pertemuan dengan freelance baru saja selesai beberapa menit yang lalu, di atas meja meeting masih ada beberapa biji kroket dan jalangkote sisa konsumsi meeting. Seorang lelaki muda bertubuh ceking berbungkus sweater marna oranye [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Upiq.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-771" title="Upiq" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Upiq.jpg" alt="" width="600" height="402" /></a></p>
<p>Jarum jam bergeser sekitar 15 menit dari jam 7 malam. Saya bersama supervisi freelance dan manager pemasaran sedang berada di ruang meeting. Pertemuan dengan freelance baru saja selesai beberapa menit yang lalu, di atas meja meeting masih ada beberapa biji kroket dan jalangkote sisa konsumsi meeting. Seorang lelaki muda bertubuh ceking berbungkus sweater marna oranye muda masuk.</p>
<p>&#8221; Masih ada yang bisa dimakan ? &#8221; Dia bertanya ke saya.</p>
<p>&#8221; Oh, itu..ambil semuami &#8220;, Jawab saya sambil mempersilakannya mengambil sebiji kroket yang tersisa.</p>
<p>Dia bergeming, saya dan dua orang lainnya juga tidak terlalu memperhatikannya. Kami masih sibuk membahas persiapan pameran yang sebentar lagi akan digelar. Karena lelaki itu masih bergeming, iseng saya kumat. Kroket yang tinggal satu itu saya caplok sambil senyum-senyum. Saya lupa reaksinya seperti apa, yang saya ingat dia bergerak kea rah ibu Yeyen, manager pemasaran sambil minta ijin menghabiskan jalangkote dan kroket yang ada di depan ibu manager. Dengan sopan dia meminta ijin, dan ibu manager mengijinkan. Kami masih asyik berdiskusi ketika lelaki muda itu meninggalkan ruang meeting.</p>
<p>&#8221; Eh, itu di mejaku masih ada dua biji. Ambil semuami..&#8221; kata saya ketika dia sudah berada di pintu. Saya kembali sibuk dengan diskusi malam itu. Selanjutnya malam berjalan seperti yang kami rencanakan.</p>
<p>Lelaki ceking itu bernama Luthfi Al Hakim. Kami memanggilnya dengan nama Upiq seperti yang selalu dia ucapkan kala berkenalan. Umurnya belum genap 21 tahun, di kantor kami dia bertugas sebagai seorang tenaga surveyor. Saya mengenalnya sebagai anak muda yang cerdas, kreatif dan mudah bergaul. Tak heran bila di kantor kami dia dikenal akrab di segala divisi dan segala lapisan mulai dari para OB hingga para manager. Para ibu dan bapak di kantor kami juga mengenalnya sebagai anak yang periang dan hormat meski juga kadang kritis. Singkat kata, tak pernah ada cerita buruk yang diarahkan kepadanya.</p>
<p><span id="more-770"></span>Saya cukup akrab dengan anak ini. Entah kenapa saya merasa ada beberapa hal dari dia yang mengingatkan saya akan masa muda saya. Dulu saya juga seceking dia, dan dulu saya juga senang mencorat-coret dan menggambar kartun, persis seperti yang biasa dia lakukan. Belakangan dia meminta saya mengajarinya mengedit foto menggunakan Photoshop hanya saja sayangnya kami terkendala waktu.</p>
<p>Hidup ini memang penuh dengan misteri. Kita tidak pernah tahu apa rencana sang Illahi, utamanya bila menyangkut masalah ajal.</p>
<p>Saya tidak pernah menyangka kalau adegan pada paragraf awal di atas adalah adegan terakhir yang melibatkan saya dan Upiq dalam satu scene. Setibanya di rumah saya mematikan HP yang memang sudah kehabisan daya, bahkan saat terbangun menyaksikan partai Belanda vs Uruguaypun saya tidak berpikir untuk mengaktifkannya. Ketika terbangun kembali di pagi hari barulah saya menyalakannya kembali dan tanpa saya duga pesan singkat masuk dengan bertubi-tubi. Isi pesan singkat yang masuk semuanya sama, mengabarkan kepergian Upiq untuk selama-lamanya.</p>
<p>Saya butuh waktu beberapa menit untuk mengumpulkan kesadaran. Masih antara kebimbangan apakah ini nyata atau sekedar mimpi. Setelah merasa cukup sadar barulah saya mulai menelepon seorang teman dan mendapatkan kepastian kalau ternyata anak muda yang sering menyapa saya dengan sapaan &#8220;Pak Ip&#8221; itu benar-benar telah meninggalkan kami.</p>
<p>Malam itu, beberapa jam setelah menyantap kroket dan jalangkote yang saya tawarkan, maut menjemputnya di jalan raya. Sebuah kecelakaan maut membuatnya tak pernah punya kesempatan untuk sampai di rumah orangtuanya di Sudiang. Tuhan ternyata punya rencana yang tak kuasa ditolaknya, di depan kantor Kalla Electrikal System malaikat maut menjemputnya, membawanya bertemu sang penciptanya.</p>
<p>Pagi itu kami berkumpul di rumahnya, di ruang tamu jasadnya sudah terbujur kaku dengan selembar kain panjang bermotif batik yang menutupinya. Saya tidak bisa menahan tangis, mata saya yang awalnya hanya kabur tiba-tiba saja sudah terasa hangat oleh air mata. Berbagai kenangan tentang Upiq melintas di kepala saya. Awal 2009 saya dan Upiq berada dalam satu tim dalam rangkaian outbound. Dalam kegiatan itu terlihat jelas kecerdasannya dan kemampuannya bekerjasama dalam tim, tak heran tim kami jadi yang terbaik waktu itu.</p>
<p>Beberapa kali dia pernah mengeluh kepada saya tentang masalah ekonomi yang melilitnya, pernah pula dengan terpaksa dia meminta pinjaman ke saya. Sayang saya tidak bisa sering-sering membantunya dalam hal ekonomi karena sama halnya dengan dia, sayapun juga tidak berlebih dalam soal satu itu. Kondisinya itu juga mengingatkan saya pada masa muda saya, masa yang selalu penuh dengan pertanyaan, &#8221; mau ngutang di mana hari ini ? &#8220;.</p>
<p>Sore hari selepas ashar kami mengantar jasadnya ke peristirahatan terakhir. Langit mendung hari itu, bahkan titik-titik air juga membasahi bumi, seakan bumi ikut bersedih kehilangan seorang lelaki muda yang baik hati, riang dan cerdas seperti Upiq. Sekali lagi saya meneteskan air mata ketika melihat sedikit demi sedikit jasadnya yang terbungkus kain kafan itu tertimbun tanah merah. Selepas itu hanya Allah yang tahu balasan yang pantas untuk dirinya.</p>
<p>Selamat jalan kawan, hari ini kami sudah tidak mungkin melihat dirimu lagi. Jalan kita sudah tak bersinggungan lagi, terlalu banyak hal yang sudah kita jalani bersama. Hanya doa yang bisa kami haturkan kepada-Nya, semoga Allah melapangkan jalanmu, menerima semua amal ibadahmu. Kami yang ada di sini akan selalu mengenangmu sebagai seorang teman yang baik.</p>
<p>Selamat jalan..</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/&amp;title=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/&amp;t=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/&amp;t=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/&amp;title=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim&amp;link=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/&amp;Title=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jujurnya si Tukang Parkir</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 06:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[parkir motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[

Mall Ratu Indah, malam minggu jam 20.30 WITA. Pameran masih berlangsung, tapi saya tak bisa berlama-lama lagi. Saya harus menjemput Nadaa di rumah sepupunya sebelum malam kian larut. Setelah berpamit-pamitan pada rekan sejawat saya menuju ke parkiran, tepatnya di sebelah parkiran mall. Ya, saya memarkir motor di luar mall, bukan di parkiran resmi dalam mall. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/parkirmotor.jpg"><img class="size-full wp-image-590  aligncenter" title="parkirmotor" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/parkirmotor.jpg" alt="" width="551" height="412" /></a></p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">Mall Ratu Indah, malam minggu jam 20.30 WITA. Pameran masih berlangsung, tapi saya tak bisa berlama-lama lagi. Saya harus menjemput Nadaa di rumah sepupunya sebelum malam kian larut. Setelah berpamit-pamitan pada rekan sejawat saya menuju ke parkiran, tepatnya di sebelah parkiran mall. Ya, saya memarkir motor di luar mall, bukan di parkiran resmi dalam mall. Tujuannya hanya supaya lebih hemat. Parkir dalam mall pasti akan kena charge maksimum karena waktunya yang di atas 3 jam, sementara kalau parkir di luaran (baca: parkir liar) Cuma bayar Rp. 1000,- tanpa batas waktu.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan santainya saya berjalan ke arah parkiran sambil merogoh kantong celana mencari kunci motor yang biasanya ada di sana. Lama saya merogoh kantong kanan, pindah ke kantong kiri terus ke kantong belakang tapi si kunci tidak juga ketemu. Saya pindah merogoh kantong jaket, biasanya saya simpan di sana juga, tapi sama saja..nihil.</p>
<p style="text-align: left;">&#8221; Apa terjatuh di lemari ya..?&#8221; pikir saya, tadi jaket memang saya taruh di lemari di counter pameran kami, saya berharap kunci motor memang tercecer dalam lemari counter itu jadi berbaliklah saya kembali ke counter. Lemari counter saya obok-obok tapi kunci tidak ketemu, berarti memang jatuhnya bukan di sana. Saya berpikir keras, berusaha mengingat-ingat rute yang saya lewati sejak siang tadi. Ada kemungkinan kuncinya ikut jatuh waktu saya mengeluarkan uang dari kantong. Tapi rasanya koq tidak mungkin, kunci motorku ada gantungannya jadi kalaupun dia ikut keluar dan terjatuh waktu menarik uang pasti saya akan sadar.</p>
<p style="text-align: left;">Tiba-tiba sebuah pikiran melintas dikepala. Jangan-jangan kuncinya kelupaan di motor. Saya ingat selepas memarkir motor saya sempat membuka bagasi dan memasukkan sesuatu ke sana dan mungkin saja kuncinya memang kelupaan di bagian samping motor tempat membuka bagasi.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-589"></span>Dengan tergesa-gesa saya ke parkiran, pikiran pertama yang melintas adalah : kalau motornya sudah tidak di tempat berarti benar, kuncinya ketinggalan dan ada orang yang membawa lari motor. Wuihh..rasanya sudah benar-benar deg-degan sebelum sampai ke parkiran. Dari jauh saya lihat motornya masih di sana, pfiuhhh?syukurlah, berarti motornya masih aman. Hanya saja masalah belum selesai karena kuncinya belum ketemu.</p>
<p style="text-align: left;">Saya mendekati seorang lelaki tua yang jaga parkiran. Saya tanya, ada ndak orang yang sempat nitip kunci motor karena siapa tau saja ada orang yang berbaik hati mengambil kunci saya dan menitipkannya ke tukang parkir. Si bapak menjawab, &#8221; saya tidak tahu, tadi yang jaga anak saya dan dia gak bilang apa-apa&#8221; . Yaaahh..berarti kuncinya benar-benar hilang.</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimana nih ? saya mulai bingung. Untuk kembali ke rumah dan mengambil kunci serep kayaknya tidak mungkin, kunci yang satunya sudah duluan hilang. Berbagai kemungkinan mulai berseliweran dalam kepala, salah satunya adalah meminjam kunci motor teman, siapa tau aja bisa soalnya motor Honda biasanya punya kelemahan di kunci yang gampang dijebol.</p>
<p style="text-align: left;">Akhirnya dengan kunci motor punya Irdin di tangan saya kembali ke parkiran, mencoba mengutak-atik stop kontak motor, tapi hasilnya juga nihil. Saya mulai kehabisan option.</p>
<p style="text-align: left;">Si bapak tua tukang parkir kembali mendekati saya, dia nanya &#8221; kuncinya sudah ketemu ?&#8221;, saya jawab belum. Dengan lemas tentu saja. Seorang wanita tua dengan rompi oranye khas tukang parkir juga ikut mendekat, dia bertanya &#8221; kenapa pak ? kuncinya hilang ya ?&#8221;, saya jawab iya sambil berharap dia punya solusi.</p>
<p style="text-align: left;">Si ibu menjawab, &#8221; tunggu pak, tadi anak saya nitip kunci. Siapa tau itu kuncinya bapak &#8220;, tiba-tiba harapan saya kembali membuncah. Si ibu bergegas ke rumahnya yang tak jauh dari parkiran meninggalkan saya yang menunggu dengan deg-degan, berharap kunci yang dia maksud memang benar kunci saya. Tak berapa lama si Ibu datang kembali berjalan kea rah saya, di tangannya saya lihat ada sebuah kunci. Dari jauh saya sudah mengenali gantungannya, ya itu gantungan kunci saya. Dan benar saja, ketika dia menyerahkan si kunci ke saya dengan segera saya tahu itu kunci yang sempat membuat saya kuatir tadi.</p>
<p style="text-align: left;">Akhirnya dengan penuh rasa lega dan bersyukur saya menjabat tangan si Ibu sambil menyelipkan selembar uang. Si Ibu kelihatan senang, tapi sebenarnya saya yang jauh lebih senang. Segala macam kebingungan yang tadi sempat hinggap dengan segera lenyap. Rasanya lega luar biasa?!!</p>
<p style="text-align: left;">Malam itu saya belajar tentang sebuah kejujuran dari sepasang (atau tepatnya satu keluarga) tukang parkir. Bayangkan kalau mereka bukan orang-orang yang jujur. Mereka bisa saja membawa lari motor saya, toh kuncinya ada di motor dan statusnya juga adalah parkiran liar. Saya sebagai konsumen sama sekali tidak punya hak untuk menuntut mereka, saya yang teledor dan saya juga yang memilih memarkir motor di parkiran liar. Kondisinya mungkin berbeda kalau motor saya hilang di parkiran mall yang resmi. Saya bisa menuntut pihak parkir kalau saya kehilangan motor, karena untuk mengeluarkan motor dari mall harus memakai karcis atau kalau karcisnya hilang harus menunjukkan STNK.</p>
<p style="text-align: left;">Malam itu saya bersyukur dipertemukan dengan keluarga tukang parkir itu. Mereka adalah orang-orang yang meninggikan kualitas mereka sendiri karena kejujurannya. Mereka dengan tampilan yang sangat sederhana bahkan terkesan kumal itu telah mengajarkan sesuatu pada saya, mereka mungkin tidak punya banyak harta tapi mereka punya sesuatu yang sangat berharga. <strong>KEJUJURAN.</strong></p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/&amp;title=Jujurnya+si+Tukang+Parkir" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/&amp;t=Jujurnya+si+Tukang+Parkir" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/&amp;t=Jujurnya+si+Tukang+Parkir" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/&amp;title=Jujurnya+si+Tukang+Parkir" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Jujurnya+si+Tukang+Parkir&amp;link=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/&amp;Title=Jujurnya+si+Tukang+Parkir" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/03/04/jujurnya-si-tukang-parkir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It is Hard To Be a Single Parent</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 06:58:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[single parent]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu film favorit saya sepanjang masa adalah &#8220;Pursuit of Happyness&#8221;, film ini sungguh menyentuh saya. Terus terang saya sampai meneteskan air mata saat menyaksikan film ini. Kisah tentang perjuangan Christopher Gardner yang berjuang seorang diri membesarkan sang anak adalah sebuah kisah perjuangan yang luar biasa. Hebatnya lagi karena film ini diangkat dari kisah nyata.
Perjuangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Pursuit-of-Happyness.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-567" title="Pursuit of Happyness" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Pursuit-of-Happyness.jpg" alt="" width="320" height="399" /></a>Salah satu film favorit saya sepanjang masa adalah <strong>&#8220;Pursuit of Happyness&#8221;</strong>, film ini sungguh menyentuh saya. Terus terang saya sampai meneteskan air mata saat menyaksikan film ini. Kisah tentang perjuangan Christopher Gardner yang berjuang seorang diri membesarkan sang anak adalah sebuah kisah perjuangan yang luar biasa. Hebatnya lagi karena film ini diangkat dari kisah nyata.</p>
<p>Perjuangan Chris Gardner ini kembali menginspirasi saya akhir-akhir ini. Minggu lalu sebuah kabar sempat mampir ke telinga saya, bagian HRD dan bapak direktur kabarnya geram melihat catatan prosentase ketepatan waktu saya yang sangat rendah. Dalam sebulan nilai keterlambatan saya mencapai angka 80%, jauh di atas sebagian besar teman-teman kantor. Sampai sekarang memang surat teguran belum terbit, dan kabar kegeraman tersebut saya dengar dari OB yang di kantor saya kadang berfungsi sebagai mata-mata yang bisa menyerap berbagai informasi tanpa terlihat atau terdeteksi.</p>
<p>Harus saya akui, saya memang bukan tipikal orang yang disiplin apalagi soal waktu. Rasanya sungguh sulit bagi saya untuk selalu patuh pada timeline yang sebenarnya sering saya buat sendiri. Semuanya kemudian jadi lebih rumit karena sekitar 8 bulan ini saya jadi orang tua tunggal sehingga aktifitas di pagi hari jadi lebih rumit.</p>
<p>Saya agak susah untuk bangun pagi. Alarm disetel jam 5 pagi meski kenyataannya saya lebih banyak terbangun untuk kemudian mematikan alarm. Walhasil saya baru bisa bangun yang betul-betul bangun sekitar setengah jam kemudian atau bahkan 45 menit kemudian. Acara kemudian akan diisi dengan acara cuci piring, menyiapkan sarapan dan bekal untuk Nadaa, kemudian membangunkan dia, membuatkan susu, mandi untuk diri sendiri sebelum kemudian memandikan Nadaa. Kadang-kadang diselingi dengan acara menyetrika pakaian untuk hari itu dan beberapa hari ke depan. Setelah semua selesai acara akan dilanjutkan dengan mengantar Nadaa ke sekolah yang arahnya berkebalikan dengan arah kantor. Sebenarnya kalau bisa lebih cepat keluar rumah saya masih sempat mengantar Nadaa ke rumah sepupunya yang kebetulan satu sekolah, sayangnya kadang sang sepupu sudah berangkat lebih dulu sebelum saya tiba.</p>
<p><span id="more-566"></span>Ok, anda mungkin bisa bilang kalau beberapa hal yang saya kerjakan di pagi hari sebenarnya bisa saja dipersiapkan malam sebelumnya biar acara pagi hari tidak terlalu padat. Teorinya sih seperti itu, tapi kembali ke masalah kedisiplinan. Saya bukan orang yang disiplin, lagipula malam hari setiba di rumah badan rasanya sudah tidak bisa diajak kompromi. Itu belum termasuk kalau ada kerjaan ekstra yang juga menyita waktu. Walhasil, teori-teori tersebut harus kembali mentah.</p>
<p>Pada titik inilah saya kembali mengagumi sosok Chris Gardner yang digambarkan di film Pursuit of Happyness.</p>
<p>Di sana, Chris digambarkan sebagai seorang ayah yang punya tekad kuat dan pekerja keras. Tanpa kenal lelah dia terus berusaha membesarkan sang anak dengan perhatian penuh sambil tetap mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Itu belum termasuk usahanya mencari tempat berteduh bagi mereka yang pernah bahkan berakhir di toilet stasiun. Benar-benar sebuah perjuangan ekstra keras yang membutuhkan tenaga dan tekad yang luar biasa besar.</p>
<p>Saya masih lebih beruntung dari Chris (sebelum dia jadi orang sukses). Saya masih punya tempat berteduh tetap, masih punya orang tua yang bisa jadi tempat penitipan anak gratis, dan punya pekerjaan tetap sehingga tak mesti berlarian ke sana ke mari mencari pendapatan, lagipula saya juga masih punya istri yang meski jauh tapi sangat supportif dalam kehidupan sehari-hari. Saya harusnya bisa lebih berhasil dari Chris. Tantangan yang saya hadapi bukan apa-apa kalau dibandingkan dengan tantangan dan rintangan yang Chris hadapi.</p>
<p>Pada point ini saya kadang merasa malu pada diri saya sendiri yang kadang terlalu manja dan menganggap saya tidak akan bisa melewati ini semua hingga kemudian mengeluh. Sebuah hasil yang luar biasa tentu tidak akan datang dengan perjuangan yang biasa-biasa saja. Saya jadi ingat kata-kata bijak, seorang pelaut ulung tidak akan lahir dari laut yang tenang.</p>
<p>Bukan sekali dua kali kekaguman saya pada sosok orang tua tunggal yang berhasil seperti Chris hadir. Saya membungkukkan tubuh sedalam-dalamnya pada orang-orang seperti Chris dan ribuan bahkan mungkin jutaan orang lainnya yang berhasil melalui rintangan berat untuk tetap bisa berperan sendirian sebagai orang tua yang berhasil membesarkan dan membahagiakan anak-anaknya. Mereka adalah orang-orang luar biasa yang mampu mengeluarkan semua potensi yang mereka punya. Saya bukan apa-apa dibandingkan dengan mereka, saya hanya sementara menjadi orang tua tunggal tapi sudah berkali-kali nyaris menyerah bahkan dengan kehidupan yang sebenarnya tidak kurang ini.</p>
<p>Jadi, kalau ada yang menganggap kalau menjadi orang tua tunggal itu gampang, pikirkan lagi teman. Saya akan jadi orang pertama yang menentang anggapan anda.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/&amp;title=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/&amp;t=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/&amp;t=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/&amp;title=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent&amp;link=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/&amp;Title=It+is+Hard+To+Be+a+Single+Parent" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/02/08/it-is-hard-to-be-a-single-parent/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Untuk Bapak</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 04:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[aku dan bapak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[..oh dear dad, can you see me now, I am my own like you somehow. I wait up in the dark, for you speak to me.. ( Release &#8211; Pearl Jam )
Hari jumat (15/1) genap sudah seminggu bapak di rumah sakit. Beliau punya masalah di jantung. Denyut jantungnya tak normal, bahkan sangat jauh di bawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/01/akudanbapak.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-537" title="akudanbapak" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/01/akudanbapak-242x300.jpg" alt="" width="242" height="300" /></a>..oh dear dad, can you see me now, I am my own like you somehow. I wait up in the dark, for you speak to me.. ( Release &#8211; Pearl Jam )</em></p>
<p>Hari jumat (15/1) genap sudah seminggu bapak di rumah sakit. Beliau punya masalah di jantung. Denyut jantungnya tak normal, bahkan sangat jauh di bawah normal. Akibatnya beliau jadi susah bernafas dan kadang terasa nyeri di dada. Sampai hari ini beliau masih di ruang ICU, belum boleh pindah ke kamar, kata dokter.</p>
<p>Entah kenapa malam ini saya jadi tergerak untuk menuliskan sesuatu tentang bapak, sesuatu yang seingatku belum pernah kutulis sejauh ini.</p>
<p>Terus terang selama ini saya memang kurang dekat dengan bapak. Hubungan kami hanya satu arah, murni hubungan antara bapak dan anak. Beliau memerintah, saya menjalankan. Tak ada sesi debat atau sharing. Bapak tipikal orang Makassar asli, beliau keras, cenderung bersumbu pendek dan gampang meledak, meski sekarang ini usia rupanya telah membuatnya sedikit lebih kalem. Setidaknya menurutku.</p>
<p>Sedari kecil saya selalu dididik dengan keras oleh beliau sehingga kemudian perlahan-lahan muncullah jarak di antara kami. Sifatnya yang keras selalu mampu membuat saya mengkerut, bahkan sebelum bicara sekalipun. Walhasil saya lebih sering menggunakan Ibu sebagai perantara di kala butuh sesuatu dari bapak. Bahkan setelah menikah dan punya anakpun saya masih tetap segan untuk bicara santai dan rileks dengan beliau. Sisa didikan keras sedari kecil rupanya tetap membekas di alam bawah sadarku.</p>
<p><span id="more-536"></span>Bapak adalah seorang pekerja keras yang serba bisa. Beliau resminya tak sampai lulus SMA dan hanya ikut ujian persamaan untuk mendapatkan ijasah SMA, namun jangan remehkan kemampuan beliau dalam hal-hal yang berkaitan dengan mesin dan listrik. Beliau belajar dari sekitarnya, beliau orang yang tak kenal lelah dalam belajar, selalu punya spirit dan rasa ingin tahu yang besar. Beliau pernah bilang kalau ada sebuah barang baru yang menarik perhatiannya dia akan selalu penasaran untuk mengetahui cara kerjanya, bukan Cuma cara mengoperasikannya. Keahlian beliau dalam memperbaiki dan merawat mesin membuat banyak orang membutuhkannya, salah satunya adalah Jusuf Kalla. Sebelum JK jadi presiden, bapak selalu jadi langganan keluarga JK kalau mereka punya masalah khususnya masalah dengan AC dan beragam mesin pendingin lainnya.</p>
<p>Beliau memang pekerja keras dengan etos kerja dan loyalitas yang tinggi. 2 tahun lalu beliau pensiun dari PT. Hadji Kalla setelah mengabdi lebih dari 30 tahun, meski begitu sesekali beliau masih sering dipanggil kantor lamanya jika tenaga dan pikirannya dibutuhkan. Saya sudah banyak mendengar cerita dari orang-orang tentang kemampuan dan keseriusannya dalam bekerja. Sialnya, kadang ada orang yang membandingkan saya dengan beliau.</p>
<p>? Masak bapakmu bisa, kamu ndak bisa..?, beberapa tahun yang lalu saya pernah kesal karena seseorang berkata begitu. Bukan hanya dari sisi kemampuan dan keseriusan itu, bahkan dari segi fisikpun ada orang yang membandingkan saya dengan beliau. ? Bapakmu kelihatan lebih muda dari kamu..?, begitu kata mereka.</p>
<p>Saya sering mencuri pandang ke bapak dan harus saya akui di usianya yang hampir 60 tahun beliau masih gagah. Sisa tetesan darah arabnya masih kental. Hidung mancung, rambut ikal dan jenggot serta kumis tipisnya selalu membuat saya kagum. Pernah suatu waktu kala masih ABG saya berharap bisa punya kumis dan jenggot seperti beliau, bahkan saya pernah merasa beliau mirip dengan Bucek Depp. Sumpah..!!</p>
<p>Sekarang, sudah seminggu tepat dan bapak masih terbaring di ruang ICU. Semalam kondisinya memburuk hingga harus kembali dibantu oksigen dan detak jantungnya terus dimonitor.</p>
<p>Semalam juga untuk pertama kalinya selama puluhan tahun saya kembali bisa memijit kakinya. Beliau mengeluh susah bernafas dan perutnya kembung. Entah dorongan dari mana saya mulai memijit kakinya, lembut seperti biasa saya memijit kaki Ofie. Saya rasa bapak menikmatinya dan mulai bisa tenang sambil menutup mata meski tidak benar-benar tertidur.</p>
<p>Saya tak bisa berbuat banyak untuk meringankan bebannya. Saya hanya bisa berdoa semoga semuanya bisa jadi lebih baik, semoga Tuhan berkenan memberinya kemudahan dan kekuatan. Masih banyak hal yang harus saya perbaiki tentang hubungan saya dengan beliau, masih banyak kebaikan dan pengorbanan yang belum saya balas.</p>
<p>Sejauh ini saya masih lebih banyak memberi kesusahan pada beliau. Sejauh ini saya baru bisa memberinya seorang cucu yang senang duduk di pangkuannya dan mempermainkan jenggotnya. Meski saya tahu beliau bahagia dengan pelakuan cucunya tapi saya rasa itu belum cukup sama sekali untuk membalas semua pengorbanannya bagi keluarga.</p>
<p>Apa yang terjadi pada saya dan bapak selama ini membuat saya bertekad untuk menjadi ayah yang baik bagi anak saya. Saya mau memperbaiki kesalahan beliau, saya tak mau Nadaa dan Hilmy tumbuh menjadi anak yang takut pada ayahnya. Saya mau menjadi ayah dan teman untuk Nadaa dan Hilmy, saya mau Nadaa dan Hilmy lebih bahagia dari saya dan saya tahu kalau itu terjadi maka bapak pasti akan ikut bahagia.</p>
<p>Semoga cepat sembuh bapak, kami berdoa untukmu.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/&amp;title=Catatan+Untuk+Bapak" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/&amp;t=Catatan+Untuk+Bapak" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/&amp;t=Catatan+Untuk+Bapak" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/&amp;title=Catatan+Untuk+Bapak" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Catatan+Untuk+Bapak&amp;link=http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/&amp;Title=Catatan+Untuk+Bapak" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/01/15/catatan-untuk-bapak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentil di Mobil</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 03:32:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kupikir]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[mobil]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=532</guid>
		<description><![CDATA[Anda tahu pentil ? itu lho, benda kecil yang ada di ban yang fungsinya untuk menahan angin agar tidak keluar dari ban. Saya kira semua orang tahu, meski ada juga yang langsung mengkonotasikan kata pentil dengan sesuatu yang agak saru, tapi khusus untuk postingan ini saya hanya akan bicara tentang pentil di ban itu.
Kita mungkin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/01/sketch_car09_2-copy.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-533" title="sketch_car09_2 copy" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/01/sketch_car09_2-copy-300x264.jpg" alt="" width="300" height="264" /></a>Anda tahu pentil ? itu lho, benda kecil yang ada di ban yang fungsinya untuk menahan angin agar tidak keluar dari ban. Saya kira semua orang tahu, meski ada juga yang langsung mengkonotasikan kata pentil dengan sesuatu yang agak saru, tapi khusus untuk postingan ini saya hanya akan bicara tentang pentil di ban itu.</p>
<p>Kita mungkin sepakat kalau pentil ini adalah sebuah bagian yang paling jarang diperhatikan di sebuah kendaraan. Orang kalau bicara mobil pasti yang dibahas Cuma model, kapasitas mesin, tenaga kuda, audio, dan interior lainnya. Saya belum pernah lihat iklan mobil yang menggambarkan betapa hebatnya pentil di mobil tersebut, pentil benar-benar hanya sebuah benda yang nyaris terlupakan. Jika berada di sebuah motor nasibnya mungkin lebih mendingan karena ada juga beberapa orang yang menghiasi pentil mereka dengan penutup yang keren dan modis.</p>
<p>Nah, sekarang mari kita bayangkan seandainya kita punya mobil yang keren dengan model yang futuristik, mesin bertenaga banyak ekor kuda lengkap dengan audio yang membuat jantung berdegup kencang tapi pentilnya ternyata bermasalah. Tengsin kan ? yakin deh anda yang punya mobil pasti kesalnya luar biasa. Apa enaknya punya mobil keren tapi tidak bisa dipakai karena bannya kempes gara-gara pentilnya bermasalah atau malah hilang. Pada titik ini tiba-tiba kita merasa kalau pentil ternyata penting juga, bukan begitu ?</p>
<p>Sepuluh tahun lalu ada sebuah analogi luar biasa yang saya dapatkan dari seorang bapak di kantor saya. Ceritanya waktu itu ada seorang teman kantor yang mengundurkan diri. Teman itu seorang surveyor atau juru ukur. Sehari-harinya si Syahrir-nama teman itu-ibarat pentil dalam sebuah mobil. Dia kecil dan nyaris tidak diberi perhatian khusus, tidak seperti para manager, kabag atau engineer di kantor kami. Karena itu pengunduran dirinya dianggap biasa saja, toh hanya seorang surveyor ini, nyari gantinya gampang koq.</p>
<p><span id="more-532"></span>Ternyata tidak semudah itu. Setelah kepergian Syahrir, macam-macam kesulitan mulai timbul. Para kontraktor mengeluh tidak bisa mulai kerja karena lahannya belum dilevel. Bagian perencanaan juga mengeluh tidak bisa merencanakan kawasan baru karena lahannya belum diukur. Singkatnya banyak pihak yang mulai merasa kehilangan. Mesin besar di mobil kami akhirnya terasa sia-sia.</p>
<p>Kami memang sempat mempekerjakan surveyor baru, seorang bocah fresh graduate yang bersedia dibayar seperti bayaran yang diterima Syahrir. Asal tahu saja, bayaran untuk seorang surveyor berpengalaman itu lumayan tinggi karena skill mereka unik dan tidak banyak yang menguasai. Ternyata langkah ini tidak menyelesaikan masalah. Karena masih baru, si bocah ini kesulitan untuk memenuhi semua permintaan yang harusnya jadi tugasnya. Hasil pengukurannya juga masih salah di sana-sini hingga akhirnya malah merepotkan banyak orang.</p>
<p>Walhasil, seorang bapak yang sudah cukup senior di kantor kami berucap, ? Syahrir itu seperti pentil di mobil. Dia kecil dan nyaris tidak diperhatikan, tapi begitu dia hilang semua baru repot?.</p>
<p>Pernahkah kita membayangkan (utamanya bagi yang kerja kantoran), bagaimana repotnya kita kalau dikantor tidak ada OB dan Cleaning Service ? Kita datang pagi-pagi harus merepotkan diri dulu untuk membersihkan ruangan dan menyiapkan minuman. Belum lagi kalau ada keperluan untuk fotokopi atau semacamnya. Bayangkan berapa banyak waktu yang terbuang percuma untuk kegiatan-kegiatan seperti itu.</p>
<p>Bersyukurlah kita karena masih ada teman-teman kita yang rela bekerja dengan posisi yang kadang menurut orang kastanya adalah kasta sudra dalam struktur organisasi. Persis seperti pentil di mobil. Kecil dan nyaris tak diperhatikan.</p>
<p>Contoh lainnya pasti masih banyak. Bukan Cuma di lingkungan kantor tapi di semua lingkungan. Bayangkan bagaimana kehidupan kita sehari-hari kalau tak ada tukang sampah. Berapa banyak sih dari kita yang rela bersusah payah membuang sampah ke TPA ? Atau seberapa tahan sih kita mencium bau sampah di sekitar kita yang menumpuk selama berminggu-minggu ?</p>
<p>Sekarang mari kita merenung sejenak, lihat sekeliling kita. Berapa banyak orang-orang yang selama ini mungkin kita anggap remeh, orang-orang yang selama ini mungkin tidak berarti bagi kita sampai-sampai kita memandangnya sebelah mata atau tak memandang sama sekali. Bayangkan kalau mereka tiba-tiba tidak ada di sekitar kita lagi, bayangkan kerepotan yang akan timbul tanpa keberadaan mereka. Luar biasa bukan ?</p>
<p>Tahun 2010 baru saja mulai, ada baiknya di tahun yang baru ini kita ubah sedikit sudut pandang kita dan mulai menghormati orang-orang yang tak seberuntung kita. Ada baiknya kita mulai merawat pentil di mobil kita karena seberapapun besarnya kemampuan mesin yang kita punya atau seberapa keren mobil kita tapi tanpa pentil itu semua tak ada artinya. Mari lebih menghormati sesama.</p>
<p>Yuk, mari&#8230;</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/&amp;title=Pentil+di+Mobil" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/&amp;t=Pentil+di+Mobil" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/&amp;t=Pentil+di+Mobil" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/&amp;title=Pentil+di+Mobil" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Pentil+di+Mobil&amp;link=http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/&amp;Title=Pentil+di+Mobil" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/01/12/pentil-di-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
