Category Archives: Renungan

Jujurnya si Tukang Parkir

Mall Ratu Indah, malam minggu jam 20.30 WITA. Pameran masih berlangsung, tapi saya tak bisa berlama-lama lagi. Saya harus menjemput Nadaa di rumah sepupunya sebelum malam kian larut. Setelah berpamit-pamitan pada rekan sejawat saya menuju ke parkiran, tepatnya di sebelah parkiran mall. Ya, saya memarkir motor di luar mall, bukan di parkiran resmi dalam mall. Tujuannya hanya supaya lebih hemat. Parkir dalam mall pasti akan kena charge maksimum karena waktunya yang di atas 3 jam, sementara kalau parkir di luaran (baca: parkir liar) Cuma bayar Rp. 1000,- tanpa batas waktu.

Dengan santainya saya berjalan ke arah parkiran sambil merogoh kantong celana mencari kunci motor yang biasanya ada di sana. Lama saya merogoh kantong kanan, pindah ke kantong kiri terus ke kantong belakang tapi si kunci tidak juga ketemu. Saya pindah merogoh kantong jaket, biasanya saya simpan di sana juga, tapi sama saja..nihil.

” Apa terjatuh di lemari ya..?” pikir saya, tadi jaket memang saya taruh di lemari di counter pameran kami, saya berharap kunci motor memang tercecer dalam lemari counter itu jadi berbaliklah saya kembali ke counter. Lemari counter saya obok-obok tapi kunci tidak ketemu, berarti memang jatuhnya bukan di sana. Saya berpikir keras, berusaha mengingat-ingat rute yang saya lewati sejak siang tadi. Ada kemungkinan kuncinya ikut jatuh waktu saya mengeluarkan uang dari kantong. Tapi rasanya koq tidak mungkin, kunci motorku ada gantungannya jadi kalaupun dia ikut keluar dan terjatuh waktu menarik uang pasti saya akan sadar.

Tiba-tiba sebuah pikiran melintas dikepala. Jangan-jangan kuncinya kelupaan di motor. Saya ingat selepas memarkir motor saya sempat membuka bagasi dan memasukkan sesuatu ke sana dan mungkin saja kuncinya memang kelupaan di bagian samping motor tempat membuka bagasi.

Get the whole story »

3 Maret

George Remi lahir di Belgia, 22 mei 1907. Penggemar komik mengenalnya dengan nama panggung Herge, pencipta tokoh komik terlaris dan legendaries, TinTin. Awalnya Herge hanya menempatkan TinTin sebagai suplemen di harian Le Petit Vengtieme, harian tempatnya bekerja. TinTin lahir 10 januari 1929 dalam episode TinTin di tanah Sovyet. Belakangan TinTin hadir dalam bentuk komik dan disebar ke seluruh dunia. Kepopulerannya dengan cepat menanjak, utamanya di Perancis, Belgia dan Belanda.

Selama bertahun-tahun Herge terus membesarkan TinTin yang sudah dianggapnya anak sendiri. Tercatat 24 episode TinTin lahir dari kemampuannya merangkai cerita dan gambar. TinTin terus bertransformasi menjadi sososk legenda dalam dunia komik. Dari generasi ke generasi penggemarnya tak pernah surut.

Herge dan TinTin adalah salah satu favorit saya sepanjang masa. Saya pertama kali mengenal TinTin ketika masih belia berseragam putih merah, tepatnya di tempat sepupu saya yang lebih tua. Saya lupa episode mana yang pertama kali saya baca, yang jelas setiap kali saya berkunjung ke tempat sepupu saya itu, TinTinlah yang pertama kali saya cari.

Tahun 1983, Herge sedang dalam proses pembuatan buku terakhir dari TinTin. Judulnya TinTin et L?alph Art atau TinTin dan Alpha Art. Sayang, Herge tak sempat menyelesaikan karya terakhirnya itu. Goresannya belum final ketika dia harus menghadap yang kuasa tepat di tanggal 3 maret 1983.

5 tahun sebelum Herge meninggal dunia, di tanggal yang sama di tempat yang terpisah jarak ribuan mil jauhnya, seorang bayi wanita mungil baru saja hadir ke bumi. Tepatnya di sebuah tempat bernama Kutowinangun di Kabupaten Kebumen, kota yang berada di arah Selatan kota Semarang. Wanita mungil ini hadir sebagai anak kedua sepasang suami istri sederhana.

Perjalanan hidup membuat si gadis kecil harus melintas berbagai kota. Semarang dan Jogja menjadi salah satu kota tempatnya tumbuh. Jakarta sempat pula menjadi tempatnya mencari nafkah sebelum akhirnya berlabuh di kota Makassar. Seorang lelaki medioker yang ditemuinya di Bekasi berhasil meyakinkannya untuk menyeberang pulau ke sebuah tempat yang belum pernah dia didatangi sebelumnya (keduali sekali waktu masih berpacaran dengan sang lelaki medioker).

Agustus 2002 awal perjalanan hidupnya yang baru mulai. Dengan niat yang tulus dan suci dia menyeberang lautan, memasrahkan diri diboyong sang lelaki medioker yang kemudian resmi menjadi suaminya. Bukan hal yang mudah, dia harus beradaptasi dengan semua hal baru. Lingkungan yang baru, suasana yang baru, budaya yang baru, status yang baru dan kehidupan yang baru tanpa pekerjaan yang baru. Perlahan-lahan dia terus menyesuaikan diri meski ombak deras masih saja jadi bagian hidupnya.

Get the whole story »

It is Hard To Be a Single Parent

Salah satu film favorit saya sepanjang masa adalah “Pursuit of Happyness”, film ini sungguh menyentuh saya. Terus terang saya sampai meneteskan air mata saat menyaksikan film ini. Kisah tentang perjuangan Christopher Gardner yang berjuang seorang diri membesarkan sang anak adalah sebuah kisah perjuangan yang luar biasa. Hebatnya lagi karena film ini diangkat dari kisah nyata.

Perjuangan Chris Gardner ini kembali menginspirasi saya akhir-akhir ini. Minggu lalu sebuah kabar sempat mampir ke telinga saya, bagian HRD dan bapak direktur kabarnya geram melihat catatan prosentase ketepatan waktu saya yang sangat rendah. Dalam sebulan nilai keterlambatan saya mencapai angka 80%, jauh di atas sebagian besar teman-teman kantor. Sampai sekarang memang surat teguran belum terbit, dan kabar kegeraman tersebut saya dengar dari OB yang di kantor saya kadang berfungsi sebagai mata-mata yang bisa menyerap berbagai informasi tanpa terlihat atau terdeteksi.

Harus saya akui, saya memang bukan tipikal orang yang disiplin apalagi soal waktu. Rasanya sungguh sulit bagi saya untuk selalu patuh pada timeline yang sebenarnya sering saya buat sendiri. Semuanya kemudian jadi lebih rumit karena sekitar 8 bulan ini saya jadi orang tua tunggal sehingga aktifitas di pagi hari jadi lebih rumit.

Saya agak susah untuk bangun pagi. Alarm disetel jam 5 pagi meski kenyataannya saya lebih banyak terbangun untuk kemudian mematikan alarm. Walhasil saya baru bisa bangun yang betul-betul bangun sekitar setengah jam kemudian atau bahkan 45 menit kemudian. Acara kemudian akan diisi dengan acara cuci piring, menyiapkan sarapan dan bekal untuk Nadaa, kemudian membangunkan dia, membuatkan susu, mandi untuk diri sendiri sebelum kemudian memandikan Nadaa. Kadang-kadang diselingi dengan acara menyetrika pakaian untuk hari itu dan beberapa hari ke depan. Setelah semua selesai acara akan dilanjutkan dengan mengantar Nadaa ke sekolah yang arahnya berkebalikan dengan arah kantor. Sebenarnya kalau bisa lebih cepat keluar rumah saya masih sempat mengantar Nadaa ke rumah sepupunya yang kebetulan satu sekolah, sayangnya kadang sang sepupu sudah berangkat lebih dulu sebelum saya tiba.

Get the whole story »

Catatan Untuk Bapak

..oh dear dad, can you see me now, I am my own like you somehow. I wait up in the dark, for you speak to me.. ( Release – Pearl Jam )

Hari jumat (15/1) genap sudah seminggu bapak di rumah sakit. Beliau punya masalah di jantung. Denyut jantungnya tak normal, bahkan sangat jauh di bawah normal. Akibatnya beliau jadi susah bernafas dan kadang terasa nyeri di dada. Sampai hari ini beliau masih di ruang ICU, belum boleh pindah ke kamar, kata dokter.

Entah kenapa malam ini saya jadi tergerak untuk menuliskan sesuatu tentang bapak, sesuatu yang seingatku belum pernah kutulis sejauh ini.

Terus terang selama ini saya memang kurang dekat dengan bapak. Hubungan kami hanya satu arah, murni hubungan antara bapak dan anak. Beliau memerintah, saya menjalankan. Tak ada sesi debat atau sharing. Bapak tipikal orang Makassar asli, beliau keras, cenderung bersumbu pendek dan gampang meledak, meski sekarang ini usia rupanya telah membuatnya sedikit lebih kalem. Setidaknya menurutku.

Sedari kecil saya selalu dididik dengan keras oleh beliau sehingga kemudian perlahan-lahan muncullah jarak di antara kami. Sifatnya yang keras selalu mampu membuat saya mengkerut, bahkan sebelum bicara sekalipun. Walhasil saya lebih sering menggunakan Ibu sebagai perantara di kala butuh sesuatu dari bapak. Bahkan setelah menikah dan punya anakpun saya masih tetap segan untuk bicara santai dan rileks dengan beliau. Sisa didikan keras sedari kecil rupanya tetap membekas di alam bawah sadarku.

Get the whole story »

Pentil di Mobil

Anda tahu pentil ? itu lho, benda kecil yang ada di ban yang fungsinya untuk menahan angin agar tidak keluar dari ban. Saya kira semua orang tahu, meski ada juga yang langsung mengkonotasikan kata pentil dengan sesuatu yang agak saru, tapi khusus untuk postingan ini saya hanya akan bicara tentang pentil di ban itu.

Kita mungkin sepakat kalau pentil ini adalah sebuah bagian yang paling jarang diperhatikan di sebuah kendaraan. Orang kalau bicara mobil pasti yang dibahas Cuma model, kapasitas mesin, tenaga kuda, audio, dan interior lainnya. Saya belum pernah lihat iklan mobil yang menggambarkan betapa hebatnya pentil di mobil tersebut, pentil benar-benar hanya sebuah benda yang nyaris terlupakan. Jika berada di sebuah motor nasibnya mungkin lebih mendingan karena ada juga beberapa orang yang menghiasi pentil mereka dengan penutup yang keren dan modis.

Nah, sekarang mari kita bayangkan seandainya kita punya mobil yang keren dengan model yang futuristik, mesin bertenaga banyak ekor kuda lengkap dengan audio yang membuat jantung berdegup kencang tapi pentilnya ternyata bermasalah. Tengsin kan ? yakin deh anda yang punya mobil pasti kesalnya luar biasa. Apa enaknya punya mobil keren tapi tidak bisa dipakai karena bannya kempes gara-gara pentilnya bermasalah atau malah hilang. Pada titik ini tiba-tiba kita merasa kalau pentil ternyata penting juga, bukan begitu ?

Sepuluh tahun lalu ada sebuah analogi luar biasa yang saya dapatkan dari seorang bapak di kantor saya. Ceritanya waktu itu ada seorang teman kantor yang mengundurkan diri. Teman itu seorang surveyor atau juru ukur. Sehari-harinya si Syahrir-nama teman itu-ibarat pentil dalam sebuah mobil. Dia kecil dan nyaris tidak diberi perhatian khusus, tidak seperti para manager, kabag atau engineer di kantor kami. Karena itu pengunduran dirinya dianggap biasa saja, toh hanya seorang surveyor ini, nyari gantinya gampang koq.

Get the whole story »