<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; Pearl Jam</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/pearl-jam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:56:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>PJ20 ; Kisah Panjang Sebuah Band</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 23:00:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Grunge]]></category>
		<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[PJ20]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2200</guid>
		<description><![CDATA[Berapa banyak band besar yang mampu bertahan selama 20 tahun, hanya dengan sedikit pergantian personil dan tetap aktif mengeluarkan album dan menggelar konser ? Pearl Jam adalah salah satunya. Seattle, akhir dekade 80an. Kota di barat Amerika Serikat yang akrab dengan hujan itu tiba-tiba menjadi pusat perhatian dunia musik. Ketika jaman hair metal, glam rock [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2201" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/PJ20-the-band.jpg"><img class="size-full wp-image-2201" title="PJ20 the band" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/PJ20-the-band.jpg" alt="" width="640" height="425" /></a><p class="wp-caption-text">Pearl Jam</p></div>
<blockquote>
<h3>Berapa banyak band besar yang mampu bertahan selama 20 tahun, hanya dengan sedikit pergantian personil dan tetap aktif mengeluarkan album dan menggelar konser ? Pearl Jam adalah salah satunya.</h3>
</blockquote>
<p>Seattle, akhir dekade 80an. Kota di barat Amerika Serikat yang akrab dengan hujan itu tiba-tiba menjadi pusat perhatian dunia musik. Ketika jaman <em>hair metal</em>, <em>glam rock</em> atau apapun yang dinamakan orang perlahan memudar, era baru muncul dari Seattle. Orang menyebutnya sebagai <strong><em>grunge</em></strong>, sebagian menyebutnya alternatif rock meski mereka yang memainkannya tak pernah peduli apa jenis musik mereka.</p>
<p>Nirvana, Soundgarden, Alice in Chains,Pearl Jam. Itu nama-nama yang kemudian jadi makanan empuk industri musik. Dilempar ke pasaran, dikunyah pasar dan berhasil mendatangkan dollar. Sorotan lampu mengarah ke Seattle, sebagian besarnya mengarah ke sosok seperti Kurt Cobain, Chris Cornell dan Eddie Vedder para <em>frontman </em>dari band-band grunge paling terkenal masa itu.</p>
<p>Kurt tidak tahan sorotan dan menembak kepalanya di suatu hari di bulan April 1994. Chris Cornell dan Soundgarden bubar jalan, Alice in Chains meredup dan 20 tahun kemudian tersisa satu nama yang masih terus bertahan ; <strong>Pearl Jam</strong>.</p>
<p>Kenapa Pearl Jam bisa bertahan selama itu ?</p>
<p>Kesamaan visi adalah jawabannya. Band yang awalnya dibentuk oleh <strong>Stone Gossard</strong> dan <strong>Jeff Ament</strong> sebagai sebuah pilihan selepas bubarnya <strong>Mother Love Bone</strong> yang ditinggal mati Andy Wood sang vocalis ini berkembang menjadi salah satu band yang paling idealis. <strong>Mike McCready</strong> yang bergabung kemudian dan dilengkapi oleh sang penyanyi bersuara bariton <strong>Eddie Vedder</strong> menjadi band yang tidak mabuk oleh popularitas.</p>
<p>Ketika album pertama mereka Ten laku jutaan kopi di seluruh dunia, serta merta mereka menjadi <em>rock star</em>, diincar wartawan, masuk ke halaman depan majalah-majalah musik dunia, muncul di televisi dan seharusnya mencicipi kemewahan a la bintang. Tapi mereka menolak. Mereka sedapat mungkin tetap memijakkan kaki di tanah. Mereka menolak membuat video musik untuk single Black yang populer waktu itu.</p>
<p>Ketika sebuah band menjadi terkenal dan mulai mabuk ketenaran, Pearl Jam tidak. Mereka duduk dan merenungi tujuan mereka yang sebenarnya. Benarkah popularitas itu yang mereka cari ? Benarkah ketenaran itu yang jadi tujuan utama mereka ? Sebuah kebetulan yang sangat manis karena keempat anggota inti Pearl Jam ( di luar drummer yang sering berganti ) adalah orang-orang yang senang merenung, senang mencari jawaban dari semua kejadian. Bukan hanya menikmatinya.</p>
<p>Perjalanan 20 tahun mereka yang terekam dengan apik di PJ20 ibarat sebuah mozaik indah yang dikumpulkan keping demi keping untuk mendapatkan sebuah gambaran besar tentang sebuah band yang tetap memijak bumi meski ketenaran sudah ada di tangan mereka.</p>
<p>Hubungan antar anggota adalah hubungan yang sangat dalam. Ini juga yang menjadi satu kekuatan terbesar dari Pearl Jam. Eddie Vedder yang menjadi <em>frontman</em> dan memikul beban moral paling berat dari ketenaran itu tak lantas menjadikan dirinya tiran. Begitu juga dengan Stone dan Jeff yang sesungguhnya adalah pemilik Pearl Jam. Mereka semua membuat level yang sama, suara yang sama dan kesempatan yang sama.</p>
<div id="attachment_2202" class="wp-caption aligncenter" style="width: 659px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/Pj20-the-fans.jpg"><img class=" wp-image-2202" title="Pj20 the fans" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/Pj20-the-fans.jpg" alt="" width="649" height="430" /></a><p class="wp-caption-text">The Fans</p></div>
<p>PJ20 juga memuat kisah unik anggota Pearl Jam yang menjalin kekerabatan luar biasa dengan fans mereka. Selama 20 tahun mereka terus berusaha membela kepentingan fans dan memberikan yang terbaik meski itu berarti mereka harus siap dengan hukuman akibat kalah melawan tirani <strong>ticketmaster</strong>. Fans menghormati mereka sebagai sebuah band yang punya respek sangat besar kepada fansnya.</p>
<p><strong>Cameron Crowe</strong> sang sutradara yang berlatar belakang jurnalis itu memang punya <em>sense </em>yang tepat untuk membuat film dokumenter Pearl Jam. Gaya investigasinya sangat dalam dan berhasil mengangkat beberapa fakta yang selama ini mungkin hanya jadi pergunjingan penikmat musik rock. Salah satunya adalah soal pertikaian antara Kurt dan Eddie yang terlalu dibesar-besarkan media. Cameron sudah lama dekat dengan anggota Pearl Jam dan pemusik Seattle lainnya, jadi bukan masalah besar untuk menuliskan dan kemudian mengangkatnya ke layar lebar.</p>
<p>PJ20 adalah sebuah film dokumenter yang wajib disaksikan para penikmat musik, di dalamnya tersurat dengan jelas sebuah kisah sukses dari sebuah band yang melewati masa 20 tahun tidak dengan mudah. Ada banyak hal yang bisa dipetik dari perjalanan mereka. Tentang konsistensi, tanggung jawab, kedekatan, kerendah hatian dan perhatian pada fans.</p>
<blockquote><p><em><strong>&#8221; They never realize how much they do for us. The fans. And how we really really appreciate that &#8220;</strong><br />
</em></p></blockquote>
<p>Long live Pearl Jam !!</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/" title="10 band grunge terbaik terkenal">10 band grunge terbaik terkenal</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/" title="cerita sebuah band">cerita sebuah band</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/" title="film dokumentar musik rock grunge metal">film dokumentar musik rock grunge metal</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/" title="film kisah band">film kisah band</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2200"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fpj20-kisah-panjang-sebuah-band%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/pj20-kisah-panjang-sebuah-band/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Militansi A La Jamily</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/09/militansi-a-la-jamily/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/09/militansi-a-la-jamily/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 10:11:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[PJ20]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1890</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang menjadi penggerak dasar sebuah komunitas ? Uang ? Iming-iming jabatan dan kekuasaan ? Sepertinya tidak. Uang, jabatan dan kekuasaan hanya milik partai, tidak dengan komunitas. Komunitas hanya punya kecintaan dan rasa saling memiliki. Saya tidak pasti siapa yang memulai, berita tentang screening film dokumenter PJ20 menyebar di dunia maya. Berita yang membuat beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1891" class="wp-caption aligncenter" style="width: 646px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/PJ20.jpg"><img class="size-full wp-image-1891" title="#PJ20" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/PJ20.jpg" alt="" width="636" height="371" /></a><p class="wp-caption-text">Akhirnya nama Indonesia tercantum juga</p></div>
<blockquote>
<h3>Apa yang menjadi penggerak dasar sebuah komunitas ? Uang ? Iming-iming jabatan dan kekuasaan ? Sepertinya tidak. Uang, jabatan dan kekuasaan hanya milik partai, tidak dengan komunitas. Komunitas hanya punya kecintaan dan rasa saling memiliki.</h3>
</blockquote>
<p>Saya tidak pasti siapa yang memulai, berita tentang screening film dokumenter PJ20 menyebar di dunia maya. Berita yang membuat beberapa orang anggota komunitas Pearl Jam Indonesia seperti kebakaran jenggot.</p>
<p>Betapa tidak, film yang sudah dinantikan sejak awal tahun ini akan tayang di beberapa bioskop di berbagai belahan dunia. Tapi tidak di Indonesia !!</p>
<p>Parahnya lagi karena tetangga kita yang hanya berjarak kurang lebih dua jam bernama Singapura ternyata mendapat jatah tayang, bahkan 4 venue sekaligus !! Pun dengan Jepang yang berada di bagian utara Indonesia.</p>
<p>Para penggila band asal Seattle itu tidak tinggal diam. Beberapa dedengkotnya mulai menyusun rencana, melakukan apapun supaya film dokumenter besutan Cameron Crowe itu juga bisa tayang secara resmi di bioskop-bioskop tanah air. Apapun resikonya.</p>
<p>Maka gerilya itupun dimulai. Ada yang secara resmi menulis email kepada distributor film tersebut, mencoba mencari tahu bagaimana caranya agar film tersebut bisa masuk ke Indonesia. Ada yang mencoba mendekati salah satu agency film dalam negeri dan mencari tahu kemungkinan memutar film tersebut jika pihak distributor resmi benar-benar memberi jalan untuk pemutaran resminya di Indonesia.</p>
<p>Semua kemudian berjalan di alur yang tepat. Distributor resmi bersedia mendistribusikan film tersebut asalkan ada pihak yang bersedia menanggung biaya dan perijinan. Dari dalam negeri, pihak yang diharap juga memberi lampu hijau meski berarti untuk memutar film tersebut di sebuah bangunan bernama bioskop konon mereka harus menyediakan dana tidak kurang dari Rp. 60 juta rupiah. Dana yang mungkin hanya seujung kuku dari harta seorang Nazaruddin yang sekarang mendadak jadi orang bego itu.</p>
<p>Pesta harus tetap berjalan. Maka dimulailah penggalangan dana untuk sekadar membantu menutupi kekurangan dana untuk mendatangkan film PJ20 itu. Langkah pertama tentu saja lewat penjualan tiket, bagaimana caranya supaya tiket bisa sold out menjelang hari H. Syukurlah karena kabarnya hanya dalam beberapa hari tiket yang dibanderol seharga Rp. 100 ribu itupun sudah habis 250 lembar dari 500 lembar yang disediakan.? Langkah pertama bisa dibilang mulus.</p>
<p>Langkah yang lain adalah penggalangan dana secara sporadis, yaitu dengan membuat pertunjukan pre-event. Beberapa band secara sukarela menyumbangkan talenta mereka, tampil di panggung-panggung membawakan lagu-lagu Pearl Jam demi usaha untuk meraup tambahan rupiah sekaligus menjaring massa. Tanggal 13 September kemarin pre event pertama sudah digelar, berikutnya adalah tanggal 17 September besok.</p>
<p>Langkah berikutnya adalah, mengumpulkan dana sebanyak mungkin dari penjualan merchandise berupa kaos dan poster yang bertema PJ20. Pelakon utamanya adalah sebuah rumah produksi milik salah seorang Jamily ( sebutan bagi penggemar Pearl Jam ). ?Langkah yang bisa dibilang paling tidak biasa adalah lelang barang-barang PJ related, utamanya yang berkategori rare, jarang dan susah ditemukan. ?Kali ini pelakonnya adalah beberapa orang pentolan Pearl Jam Indonesia yang sudah terlanjur dikenal sebagai maniak Pearl Jam, orang-orang yang sepertinya mendedikasikan separuh hidupnya untuk mengumpulkan banyak material tentang Pearl Jam.</p>
<p>Orang-orang gila itu bekerja tanpa kenal lelah. Tidak ada unsur materi yang terkandung dalam setiap langkah mereka. Tidak ada juga keinginan untuk jadi populer, tenar, berkuasa atau apalah namanya. Orang-orang gila itu berjalan dengan satu semangat, mereka ingin agar nama Indonesia juga dikenal oleh manajemen Pearl Jam, agar nama Indonesia juga termasuk dalam daftar resmi yang mungkin tertulis di atas meja orang-orang di balik Pearl Jam.</p>
<p>Hasilnya terlihat tadi pagi. Di website resmi yang memuat tentang jadwal resmi pemutaran PJ20 nama Indonesia akhirnya masuk, sejajar dengan nama Jepang dan Singapore, dua negara yang pernah disinggahi Pearl Jam untuk menggelar konser.</p>
<p>Satu perjuangan yang membuahkan hasil, dan tidak menutup kemungkinan membuka pintu untuk perjuangan berikutnya, perjuangan yang lebih berat : membuat Pearl Jam manggung di Indonesia. Sebuah gerakan yang sudah digagas bertahun-tahun lamanya, diberi label Bring Pearl Jam To Indonesia.</p>
<p>Bagaimana dengan saya ? Sedihnya karena saya ada di Jakarta 4 hari sebelum pemutaran film PJ20, tapi sayangnya harus kembali ke Makassar sehari kemudian. Terlalu banyak hal yang harus dipertimbangkan bila ingin memperpanjang masa tinggal di Jakarta untuk ikut dalam euforia PJ20. Huh, sungguh menyedihkan.</p>
<p>Apapun itu, saya turut merasakan atmosfer kegembiraan yang merayap bersama sekumpulan orang-orang gila penggemar Pearl Jam itu. Mungkin memang bukan jodoh saya untuk ikut larut bersama mereka. Mungkin nanti, ketika Pearl Jam benar-benar datang untuk menggelar konser di Indonesia. Amin..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Catatan : jadwal dan info lebih lanjut tentang pemutaran PJ20 di Indonesia bisa dibaca <strong><a href="http://pj20.pearljamindonesia.com/">di sini</a>.</strong></em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/militansi-a-la-jamily/" title="militansi">militansi</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/militansi-a-la-jamily/" title="barang-barang bertema pearl jam">barang-barang bertema pearl jam</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/militansi-a-la-jamily/" title="din gassing">din gassing</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1890"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F09%2Fmilitansi-a-la-jamily%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/09/militansi-a-la-jamily/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>50 Fakta Tentang Pearl Jam</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/09/50-fakta-tentang-pearl-jam/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/09/50-fakta-tentang-pearl-jam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 06:33:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam 20]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PJ20]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1857</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak band yang bisa bertahan selama dua dekade dengan sedikit perubahan personel. Pearl Jam salah satunya. Terasa lebih spesial lagi karena Pearl Jam adalah band yang pada awal kehadirannya diklaim sebagai band beraliran grunge, aliran yang tumbuh di Seattle, Washington. Grunge pernah sangat populer pada periode tahun 90an dengan beberapa pengusung seperti Pearl Jam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1858" class="wp-caption aligncenter" style="width: 643px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/pearljam20crop.jpg"><img class="size-full wp-image-1858" title="pearljam20crop" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/pearljam20crop.jpg" alt="" width="633" height="291" /></a><p class="wp-caption-text">Pearl Jam 20</p></div>
<p>Tidak banyak band yang bisa bertahan selama dua dekade dengan sedikit perubahan personel. Pearl Jam salah satunya. Terasa lebih spesial lagi karena Pearl Jam adalah band yang pada awal kehadirannya diklaim sebagai band beraliran grunge, aliran yang tumbuh di Seattle, Washington.</p>
<p>Grunge pernah sangat populer pada periode tahun 90an dengan beberapa pengusung seperti <a href="http://daenggassing.com/50-fakta-tentang-pearl-jam/">Pearl Jam</a>, Nirvana, Alice in Chains dan Soundgarden. Selepas kematian Kurt Cobain, genre Grunge perlahan pudar. Para pengusungnyapun perlahan menghilang dari hingar bingar musik rock.</p>
<p>Dua dekade setelah masa jayanya aliran grunge, Pearl Jam ternyata masih ada meski mereka sekarang menyebut diri sebagai rock band. Pearl Jam masih aktif dengan jutaan fans fanatiknya di seluruh dunia.</p>
<p>September 2011, Pearl Jam akan genap berusia 20 tahun. Beragam acara digelar untuk memperingati 20 tahun Pearl Jam, salah satunya adalah peluncuran film dokumenter besutan <strong>Cameron Crowe</strong> ( sutradara Vanillay Sky, Almost Famous, Jerry McGuire, dll ). Di Indonesia, atas prakarsa ?komunitas Pearl Jam Indonesia film dokumenter ini akan tayang di XXI Epicentrum Walk 20 September nanti.</p>
<p>Sebelum menengok film tersebut, mungkin ada baiknya anda tahu dulu beberapa fakta tentang band asal Seattle ini. berikut ada 50 fakta tentang Pearl Jam :</p>
<p style="padding-left: 30px;"><span id="more-1857"></span>50. Selepas debut album mereka TEN, Pearl Jam disebut kritikus sebagai band komersil, tapi kemudian terbukti bahwa mereka adalah sebaliknya ketika mereka menolak untuk membuat banyak video klip padahal biasanya video klip dianggap sebagai alat marketing terbaik untuk banyak artis</p>
<p style="padding-left: 30px;">49. Gitaris Mike McCready lebih memilih bermain &#8220;dengan kuping&#8221; daripada bertumpu pada teknis. Mike mengatakan kalau dia tidak terlalu peduli pada hal-hal teknis.</p>
<p style="padding-left: 30px;">48. Sebagai bagian dari Rock the Vote dan Vote for Change bersama pemusik lainnya, Pearl Jam berusaha menarik calon pemilih sebanyak mungkin untuk ikut berpartisipasi dalam pemilihan umum di AS.</p>
<p style="padding-left: 30px;">47. Pada tahun 2010, Pearl Jam mengumumkan bahwa mereka akan mengganti rugi atas pengeluaran karbon mereka selama tur Backspacer di tahun 2009 dengan mendonasikan USD 210,000 ?untuk program penanaman pohon di wilayah Puget Sound, Washington.</p>
<p style="padding-left: 30px;">46. Majalah Rolling Stone menyebut Pearl Jam sebagai band yang menggelar tour secara konstan sekaligus sebagai band yang punya aksi panggung terbaik, mampu menarik fans fanatic, menyamai Grateful Death, penerus jiwa Bruce Springsteen, the Who dan U2.</p>
<p style="padding-left: 30px;">45. Dalam setiap rangkaian tour, Pearl Jam selalu membuat official bootlegs berisi lagu-lagu yang mereka bawakan dalam tur yang dikemas dalam kualitas tinggi untuk para fans.</p>
<p style="padding-left: 30px;">44. Dalam rangkaian tour VS (1994) Pearl Jam menetapkan patokan harga tertinggi untuk tiket mereka demi mencegah penyalahgunaan oleh calo.</p>
<p style="padding-left: 30px;">43. Lagu Jeremy ( album Ten 1992 ) beserta video klipnya terinspirasi oleh kisah nyata di sebuah sekolah menengah atas di AS yang mengisahkan seorang pelajar yang menembak kepalanya sendiri di depan kelas.</p>
<p style="padding-left: 30px;">42. Stone Gossard ( gitar) dan Jeff Ament ( bass) adalah anggota dari pelopor aliran grunge bernama Green River pada pertengahan tahun 1980an.</p>
<p style="padding-left: 30px;">41. Jeff Ament, Stone Gossard dan Eddie Vedder muncul di film berjudul Singles sebagai anggota band bernama Citizen Dick.</p>
<p style="padding-left: 30px;">40. Pearl Jam menyumbang dua buah lagu sebagai soundtrack untuk film besutan Cameron Crowe tahun 1992 itu. Dua lagu yang disumbang Pearl Jam adalah : State of Love and Trust serta Breath.</p>
<p style="padding-left: 30px;">39. Eddie Vedder mendapatkan inspirasi lagu BUGS dalam perjalanan pulang setelah membeli akordion. FYI, lagu BUGS adalah salah satu lagu Pearl Jam yang &#8220;paling aneh&#8221;</p>
<p style="padding-left: 30px;">38. Eddie Vedder sang vocalist mulai bermain rhythm gitar sejak album Vitalogy untuk membuat gitaris Stone Gossard dan Mike McCready mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.</p>
<p style="padding-left: 30px;">37. Gitaris utama Mike McCready sangat terpengaruh oleh Jimi Hendrix. Salah satu pengaruh besarnya bisa dilihat di lagu Yellow Ledbetter.</p>
<p style="padding-left: 30px;">36. Chris Cornell sering bermain bersama Pearl Jam di panggung dan tampil atas nama Temple Of The Dog, duet bersama Eddie Vedder. Salah satunya adalah hits berjudul Hunger Strike.</p>
<p style="padding-left: 30px;">35. Meski Kurt Cobain mengkritik dengan pedas album perdana <a href="http://daenggassing.com/50-fakta-tentang-pearl-jam/">Pearl Jam</a> berjudul Ten, namun frontman Nirvana itu sempat berdamai dengan Eddie Vedder menjelang kematiannya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">34. Selepas tragedy 9/11 Vedder dan McCready bergabung bersama Neil Young untuk membawakan lagu Long Road dari Merkin Ball EP pada konser bertajuk America : Tribute to Heroes Benefit Concert.</p>
<p style="padding-left: 30px;">33. Sutradara Tim Burton mendekati Pearl Jam dan meminta mereka mengisi soundtrack filmnya dengan lagu orisinil untuk film Big Fish. Setelah menonton cuplikan film tersebut, Pearl Jam kemudian merekam sebuah lagu berjudul Man Of The Hour yang kemudian mendapatkan nominasi Golden Globe Award. Lagu ini dapat didengarkan di akhir film Big Fish.</p>
<p style="padding-left: 30px;">32. Pada bulan Juli 2008 Pearl Jam tampil pada VH1 tribute to The Who bersama Foo Fighters, Incubus dan The Flaming Lips.</p>
<p style="padding-left: 30px;">31. Pearl Jam adalah sedikit dari band asli aliran grunge yang tumbuh di awal 90?an dan masih aktif sampai sekarang.</p>
<p style="padding-left: 30px;">30. Film documenter yang disutradai oleh Cameron Crow dan berjudul Pearl Jam Twenty akan dirilis sebagai bagian dari perayaan 20 tahun Pearl Jam.</p>
<p style="padding-left: 30px;">29. Pada tanggal 22 April 2011 Pearl Jam dianugerahi gelar Pelindung Bumi ( Planet Defenders )oleh Rock The Earth karena aktifitas cinta lingkungan mereka dan keseriusan mereka mengurangi emisi karbon.</p>
<p style="padding-left: 30px;">28. Para penggemar Pearl Jam sering disebut sebagai Jamily.</p>
<p style="padding-left: 30px;">27. Polling pembaca di USA Today pada tahun 2005 memilih Pearl Jam sebagai greatest American rock band of all time.</p>
<p style="padding-left: 30px;">26. Tahun 1993, Eddie Vedder ditunjuk sebagai pengarah untuk memperkenalkan The Doors masuk ke dalam Rock and Roll Hall of Fame dan menyanyikan lagu seperti, Break on Through ( To The Other Side ), Light My Fire dan Roadhouse Blues.</p>
<p style="padding-left: 30px;">25. Dalam setiap rekaman Pearl Jam, Eddie Vedder menggunakan nama alias Jerome Turner untuk karya non musical-nya seperti design dan artwork</p>
<p style="padding-left: 30px;">24. Single paling terkenal dan laris dari Pearl Jam adalah Las Kiss yang merupakan daur ulang dari lagu 1960 karya J. Frank Wilson. Seluruh keuntungan dari single tersebut diserahkan Pearl Jam kepada aksi sosial bernama Benefit for Kosovo yang merupakan pengumpulan dana untuk pengungsi Kosovo waktu itu.</p>
<p style="padding-left: 30px;">23. Eddie Vedder menyatakan kalau beberapa lirik dari lagu-lagu awal Pearl Jam seperti Alive datang ketika dia sedang asyik berselancar.</p>
<p style="padding-left: 30px;">22. Eddie Vedder adalah seorang peselancar yang lihai.</p>
<p style="padding-left: 30px;">21. Music video dari lagu Jeremy dinominasikan untuk 5 award pada MTV Video Music Award tahun 1993, Jeremy memenangkan penghargaan meski harus diputar secara terbatas karena ada bagian yang dianggap mempertunjukkan kekerasan.</p>
<p style="padding-left: 30px;">20. Pada konser Lollapalooza 2007 Eddie Vedder murka kepada AT&amp;T yang menyensor sebagian ucapan Vedder yang dicetuskannya sebagai bagian dari anti-Bush.</p>
<p style="padding-left: 30px;">19. Nama lengkap Eddie Vedder adalah Edward Louis Severson III tapi kemudian dia menggunakan nama belakang ibunya : Vedder setelah orang tuanya bercerai.</p>
<p style="padding-left: 30px;">18. Eddie Vedder menulis soundtrack untuk film Into The Wild yang disutradai oleh Sean Penn yang berkisah tentang kehidupan seorang pemuda bernama Christopher McCandless yang meninggalkan kehidupan nyamannya dan berkawan dengan alam liar. Vedder dan Sean Penn adalah sobat karib.</p>
<p style="padding-left: 30px;">17. Gitaris Stone Gossard punya label rekaman sendiri bernama Loosegroove records.</p>
<p style="padding-left: 30px;">16. Gitaris Pearl Jam yang sekarang, Matt Cameron juga adalah drummer band Soundgarden.</p>
<p style="padding-left: 30px;">15. Dulu Eddie Vedder dikenal dengan aksi panggungnya yang liar, termasuk diving dan memanjat kerangka panggung.</p>
<p style="padding-left: 30px;">14. Pearl Jam pernah berseteru dengan Ticketmaster dan bahkan sampai ke depan pengadilan dengan Stone Gossard dan Jeff Ament sebagai saksi di Washington DC. Mereka melawan Ticketmaster dengan dugaan praktek bisnis penjualan tiket yang tidak etis.</p>
<p style="padding-left: 30px;">13. Perseteruan dimulai ketika Pearl Jam menemukan fakta kalau Ticketmaster menambahkan servis ekstra pada konser di Chicago. Setelah itu Pearl Jam memulai aksi boikot terhadap Ticketmaster dan menolak bermain di venue yang disediakan oleh mereka.</p>
<p style="padding-left: 30px;">12. Bassist Jeff Ament terkenal sering menggunakan asesories yang menunjukkan kebenciannya pada mereka yang sok meniru rasta pada konser-konser awal Pearl Jam di tahun 90an.</p>
<p style="padding-left: 30px;">11. Eddie Vedder besar di Evanston, Illinois sebelum pindah ke California saat remaja.</p>
<p style="padding-left: 30px;">10. Ketika merilis debut album mereka, TEN ? majalah musik NME mengatakan kalau Pearl Jam berusaha mencuri uang dari kantong penggemar musik alterbatif.</p>
<p style="padding-left: 30px;">9. Album debut Pearl Jam, TEN diambil dari nomor punggung pebasket Mookie Blaylock. Mookie adalah pemain New Jersey Nets waktu itu.</p>
<p style="padding-left: 30px;">8. Nama Pearl diambil dari nama nenek Eddie Vedder dan Jam diinspirasi dari penampilan konser Neil Young di mana waktu itu dia nge-jam sebuah lagu selama 15-20 menit. ?Untuk urusan nama ini ada versi lain yang mengatakan bahwa Pearl Jam diambil dari nama nenek Eddie bernama Pearl yang senang mencampur obat bius ke dalam selai ( jam) nya, tapi di DVD Imagine in Cornice dalam sebuah percakapan Eddie sendiri mengaku bingung darimana asal nama Pearl Jam.</p>
<p style="padding-left: 30px;">7. Sebelum akhirnya resmi menggunakan nama Pearl Jam, mereka awalnya menggunakan nama Temple of The Dog dan Mookie Blaylock.</p>
<p style="padding-left: 30px;">6. Eddie Vedder diperkenalkan ke Pearl Jam melalui (mantan) gitaris Red Hot Chili Peppers bernama Jack Irons.</p>
<p style="padding-left: 30px;">5. Sebelum Eddie Vedder bergabung, band menawarkan posisi drummer kepada Jack Irons.</p>
<p style="padding-left: 30px;">4. Pearl Jam adalah gabungan mantan personil dari dua band bernama Mother Love Bone dan Shadow.</p>
<p style="padding-left: 30px;">3. Tahun 2006, Rolling Stone menggambarkan Pearl Jam sebagai band yang dengan sengaja menjauh dari popularitas dalam satu decade.</p>
<p style="padding-left: 30px;">2. Pearl Jam telah berkali-kali menyatakan kalau Alpine Valley East Troy, Wisconsin sebagai salah satu venue favorit mereka.</p>
<p style="padding-left: 30px;">1. Pearl Jam telah menjual lebih dari 60 juta rekaman di seluruh dunia.</p>
<p><em>sumber </em><em>diambil <a href="Pearl%20Jam:%2050%20Things%20You%20Didn%E2%80%99t%20Know%20http:/wxrt.radio.com/2011/08/29/pearl-jam-50-things-you-didnt-know/#photo-7">di sini</a></em></p>
<p><em>Informasi tentang penayangan film Pearl Jam 20 di Indonesia dapat dibaca <a href="http://pj20.pearljamindonesia.com/">di sini </a></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hail hail <a href="http://daenggassing.com/50-fakta-tentang-pearl-jam/">Pearl Jam</a> !!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Trailer film PJ20</p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/hGy8a18q_Ho" frameborder="0" width="640" height="390"></iframe></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/50-fakta-tentang-pearl-jam/" title="kisah lagu yellow ledbetter">kisah lagu yellow ledbetter</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/50-fakta-tentang-pearl-jam/" title="lagu pearl jam yang paling terkenal">lagu pearl jam yang paling terkenal</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/50-fakta-tentang-pearl-jam/" title="pearl jam 20">pearl jam 20</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/50-fakta-tentang-pearl-jam/" title="personil pearl jam">personil pearl jam</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/50-fakta-tentang-pearl-jam/" title="pearl jam tidak membuat video">pearl jam tidak membuat video</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-1857"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F09%2F50-fakta-tentang-pearl-jam%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/09/50-fakta-tentang-pearl-jam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pearl Jam ; Kuat Karena Lirik</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/03/pearl-jam-kuat-karena-lirik/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/03/pearl-jam-kuat-karena-lirik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2011 11:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Soundup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1242</guid>
		<description><![CDATA[Seattle, awal 90an. Sebuah kota kecil yang hampir sepanjang tahun basah oleh hujan tiba-tiba menghangat oleh kehadiran deretan band-band lokal yang menyeruak di antara kepungan band rock dari Los Angeles. Pearl Jam salah satunya. Dengan aroma musik yang oleh media diberi label Grunge, mereka menapaki tangga kesuksesan, beriringan bersama band lain seperti Nirvana, Soundgarden dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><h2>
<p><div id="attachment_1243" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/pearljam_600.jpg"><img class="size-full wp-image-1243" title="pearljam_600" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/pearljam_600.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Pearl Jam</p></div></h2>
<h2><em>Seattle, awal 90an. Sebuah kota kecil yang hampir sepanjang tahun basah oleh hujan tiba-tiba menghangat oleh kehadiran deretan band-band lokal yang menyeruak di antara kepungan band rock dari Los Angeles. Pearl Jam salah satunya. Dengan aroma musik yang oleh media diberi label Grunge, mereka menapaki tangga kesuksesan, beriringan bersama band lain seperti Nirvana, Soundgarden dan Alice in Chains.</em></h2>
<p>Dua puluh tahun setelah masa jaya band-band asal Seattle itu berlalu, praktis hanya Pearl Jam dan Alice In Chains yang masih bertahan, sisanya bubar atau meredup tak bersinar lagi. Seleksi alam menggugurkan mereka yang memang tak bisa bertahan. Di antara para survivor mungkin Pearl Jam yang paling kuat dengan fanbase yang solid di seluruh dunia.</p>
<p>Kenapa Pearl Jam bisa tetap bertahan di usianya yang 20 tahun ? Di masa di mana aliran rock yang dulu dilabeli grunge sudah tidak populer lagi ? Ada banyak teori, ada banyak alasan yang bisa keluar dari mulut para fansnya. Attitude, kerendahan hati, soliditas, dan tentu saja musik dan lirik.</p>
<p>Musik dan lirik, dua komponen dasar kenapa Pearl Jam begitu spesial bagi para fansnya, sisanya adalah pelengkap penyempurna. Pearl Jam selalu serius menggarap musik mereka, deretan personil dengan kemampuan di atas rata-rata adalah senjata pamungkas untuk menciptakan musik dengan kualitas terbaik.</p>
<p>Pearl Jam juga beruntung dikarunia seorang lelaki bernama Eddie Vedder. Pria kelahiran San Diego ini adalah otak di balik sebagian besar lirik dalam rangkaian lagu Pearl Jam. Lelaki dengan masa lalu yang suram ini lihai merangkai kata dan menjadikannya deretan lirik dengan multi interpretasi. Eddie sungguh lihai memilih kata-kata, menggabungkannya dengan kata yang lain hingga tercipta lirik yang begitu kuat, dengan interpretasi yang macam-macam. Eddie, lelaki yang senang merenung itu ibarat seorang pesulap yang dengan tongkat ajaib berbentuk ballpoint atau pensil menyulap rangkaian huruf itu menjadi sebuah lirik. Ketika terbentuk menjadi sebuah lagu, Pearl Jam mengundang para fans, para kritikus, para penikmat atau siapa saja untuk menginterpretasikan lirik-lirik mereka sebebas-bebasnya.</p>
<p>Karena semua lagu adalah spesial, maka Pearl Jam tak pernah memberi label ?anak emas? untuk lagu-lagu mereka. Semua lagu punya muatan yang sama, lahir dari sebuah perenungan, diskusi dan pergulatan yang intens. Pearl Jam bukan band yang membuat satu atau dua hits dengan lagu-lagu lain sebagai pelengkap. Mereka mengistimewakan semua lagu dari 9 album dan puluhan single-single lainnya. Pearl Jam bisa manggung 2 hari berturut-turut dengan 30 lagu yang berbeda. Karena bagi Pearl Jam, semua lagu adalah anak emas, yang lahir dengan kemasan lirik dan musik yang tak sekedarnya.</p>
<p><strong><em>Artikel ini dimuat pada majalah : Soundup edisi februari 2011</em></strong></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/03/pearl-jam-kuat-karena-lirik/" title="asal kata pearl jam">asal kata pearl jam</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/03/pearl-jam-kuat-karena-lirik/" title="lirik berbeda adalah pelengkap">lirik berbeda adalah pelengkap</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1242"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F03%2Fpearl-jam-kuat-karena-lirik%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/03/pearl-jam-kuat-karena-lirik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tragedi Roskilde 2000</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/01/tragedi-roskilde-2000/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/01/tragedi-roskilde-2000/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Jan 2011 02:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Roskilde Tragedi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1004</guid>
		<description><![CDATA[30 Juni 2000, Festival Roskilde di Denmark akan dikenang sebagai sebuah tragedi paling memilukan dalam kisah perjalanan Pearl Jam. Hari itu, 9 orang fans menghembuskan nafas terakhirnya akibat terinjak-injak dalam sebuah kerusuhan antar penonton. Roskilde Festival sendiri adalah sebuah festival tahunan yang dianggap terbesar di benua Eropa. Diadakan di sebelah utara kota Roskilde di Denmark [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1005" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/dsc_0042.jpg"><img class="size-full wp-image-1005" title="dsc_0042" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/dsc_0042.jpg" alt="" width="700" height="465" /></a><p class="wp-caption-text">Pearl Jam</p></div>
<p>30 Juni 2000, Festival Roskilde di Denmark akan dikenang sebagai sebuah tragedi paling memilukan dalam kisah perjalanan Pearl Jam. Hari itu, 9 orang fans menghembuskan nafas terakhirnya akibat terinjak-injak dalam sebuah kerusuhan antar penonton.</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Roskilde_Festival">Roskilde Festival</a> sendiri adalah sebuah festival tahunan yang dianggap terbesar di benua Eropa. Diadakan di sebelah utara kota Roskilde di Denmark dan menghadirkan berbagai band dan pemusik papan atas dunia. Tahun 2000, Pearl Jam mendapat kesempatan untuk hadir bersama musisi besar lainnya seperti Oasis dan Pet Shop Boys.</p>
<p>Sekitar pukul 22.30 waktu setempat, Eddie Vedder mulai menyanyikan bait awal dari lagu <em>Corduroy</em> di depan puluhan ribu penonton yang tidak semuanya merupakan fans Pearl Jam. Karena ini adalah festival, jadi banyak fans band/musisi lain yang juga mengerubuti panggung utama yang disebut Orange Stage.</p>
<p>Pearl Jam baru membawakan beberapa lagu ketika suasana makin tidak terkendali. Penonton berdesakan merapat ke panggung, tanah yang basah dan berlumpur oleh hujan membuat banyak penonton mulai kehilangan keseimbangan. Beberapa orang mencoba untuk melakukan crowd-surfer, naik ke atas para penonton dan berharap tubuhnya dioper ke penonton yang lain melalui kepala untuk keluar dari kerumuman yang semakin tak terkendali itu. Sayangnya, tidak cukup orang yang mau menahan mereka sehingga kemudian mereka malah jatuh ke tanah yang berlumpur dan mulai terinjak-injak.</p>
<p>Ketika situasi makin menggila, Eddie Vedder menghentikan lagu <em>Daughter</em> dan berkata, &#8221; Apa yang terjadi 5 menit kemudian tidak ada hubungannya dengan musik, tapi ini penting. Bayangkan kalau saya adalah temanmu dan kau tidak akan tega untuk menyakitiku. Kalian semua punya teman di sini. Saya akan hitung sampai tiga dan meminta anda semua untuk mundur &#8220;. Eddie berusaha menetralkan suasana, meredakan kepanikan yang mulai terasa di antara penonton dan meminta penonton melonggarkan kerumunan.</p>
<p>Sayangnya, beberapa dari penonton menganggap kata-kata Eddie adalah bagian dari show. Bagi para fans rock, saling dorong, melompat dan semacamnya adalah hal lumrah dalam sebuah konser. Banyak yang belum sadar apa yang sebenarnya terjadi. Penonton tetap bersemangat, himbauan Eddie hilang ditelan udara malam yang semakin dingin.</p>
<p>Sebagian besar penonton belum paham drama yang sedang terjadi, mereka menanti dengan tidak sabar penampilan berikutnya dari Pearl Jam tapi sekitar pukul 23.25, tak ada lagi musik. Tak ada kesenangan yang tersisa pada Roskilde Festival 2000. Setelah sekitar 7 menit yang menegangkan, kerumuman itu mulai mereda, para penonton perlahan mundur cukup jauh. Sayangnya, itu terlambat. Sangat terlambat. 23.32, polisi kota Roskilde mendapat laporan 5 orang meninggal akibat terinjak.</p>
<p>Pearl Jam sepakat menghentikan sisa penampilannya malam itu, pun dengan Oasis dan Pet Shop Boyz yang membatalkan penampilannya di sisa dua hari festival. Mereka menganggap tak adil bagi para korban dan keluarganya bila terus memaksakan untuk tampil.</p>
<p>Polisi Denmark menyalahkan Pearl Jam atas tragedi tersebut, namun kemudian mereka meralatnya dan membersihkan nama Pearl Jam sebagai biang keladi kerusuhan.</p>
<p>Kejadian ini membekas dalam benak para personel Pearl Jam. Sebulan setelah kejadian di Roskilde, Pearl Jam tampil pada tour Amerika Utara. Di hadapan penonton, Eddie Vedder berkata, &#8221; Bermusik, menghadapi kerumunan fans dan berdiri bersama-sama membuat kami mampu memulai proses dari awal lagi &#8220;. 10 tahun setelah kejadian, dalam rentetan konsernya di Eropa Eddie berkali-kali menunjukkan duka citanya yang mendalam atas tragedi Roskilde. Bagi Eddie dan kawan-kawan, apa yang terjadi di tahun 2010 itu adalah sebuah kenangan mengerikan tentang bagaimana sebuah kesenangan pada awalnya bisa berubah menjadi sebuah tragedi dan tangisan pada akhirnya.</p>
<p>Tahun 2011, Pearl Jam berencana meluncurkan sebuah video dokumenter yang merekam perjalanan karir mereka selama 20 tahun. Bukan hanya kisah tentang kesuksesan, kegembiraan dan kebersamaan tapi juga tentang kesedihan, salah satunya adalah Roskilde Tragedy.</p>
<p>Semoga tragedi itu adalah yang terakhir, bukan cuma buat Pearl Jam tapi buat semua musis dan band di mana saja. Rasanya sungguh tidak adil saat kita harus mengorbankan nyawa untuk sebuah kesenangan bernama musik.</p>
<p>Mari menikmati musik, tanpa harus kehilangan nyawa.</p>
<blockquote><p>Catatan :</p>
<p>Cerita lain tentang Tragedy Roskilde bisa dibaca di sini : <a href="http://loveboat.forumcommunity.net/?t=1608569">http://loveboat.forumcommunity.net/?t=1608569</a></p>
<p>Catatan sorang fans tentang mitos dan fakta seputar Roskilde Tragedy bisa dibaca di sini : <a href="http://www.fivehorizons.com/feature/roskilde.shtml">http://www.fivehorizons.com/feature/roskilde.shtml</a></p></blockquote>
<p>Video Eddie Vedder yang menangis mengingat tragedi Roskilde bisa dilihat di sini :</p>
<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="625" height="405" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/A1DByznqP44" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="625" height="405" src="http://www.youtube.com/v/A1DByznqP44"></embed></object></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/tragedi-roskilde-2000/" title="TRAGEDI TRAGEDI YANG TERJADI DI TAHUN 2011">TRAGEDI TRAGEDI YANG TERJADI DI TAHUN 2011</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1004"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F01%2Ftragedi-roskilde-2000%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/01/tragedi-roskilde-2000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alienasi Seorang Fans</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/01/alienasi-seorang-fans/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/01/alienasi-seorang-fans/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 07:28:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[fans]]></category>
		<category><![CDATA[gathering]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=969</guid>
		<description><![CDATA[Pernah mempunyai perasaan berada dalam di luar sebuah lingkaran yang isi lingkarannya justru sebuah situasi yang anda idam-idamkan ? Berasa ingin masuk ke dalam pusat lingkaran dan bersenang-senang bersama orang-orang yang ada di dalamnya tapi anda tidak bisa ? Saya pernah (bahkan sering) merasakan hal seperti itu. Tepatnya dalam hubungan bersama teman-teman di komunitas Pearl [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_970" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/PJ-ID-Makassar.jpg"><img class="size-full wp-image-970" title="PJ ID Makassar" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/01/PJ-ID-Makassar.jpg" alt="" width="604" height="453" /></a><p class="wp-caption-text">Mini gathering bersama Uli dan Niken</p></div>
<p>Pernah mempunyai perasaan berada dalam di luar sebuah lingkaran yang isi lingkarannya justru sebuah situasi yang anda idam-idamkan ? Berasa ingin masuk ke dalam pusat lingkaran dan bersenang-senang bersama orang-orang yang ada di dalamnya tapi anda tidak bisa ?</p>
<p>Saya pernah (bahkan sering) merasakan hal seperti itu. Tepatnya dalam hubungan bersama teman-teman di komunitas Pearl Jam Indonesia. Berada di luar lingkaran yang jauh dari kota besar bernama Jakarta kadang membuat saya merasa kesepian dan terasing sambil terus mengiri melihat gerombolan anjing hilang itu bersenang-senang memuaskan hasrat dan kecintaan mereka pada Pearl Jam.</p>
<p>Cukuplah saya berteriak sendirian bersama Eddie Vedder dalam ruangan kantor yang tak seberapa luas, atau kadang melompat sendirian di ruang tengah rumah sekali lagi bersama Eddie Vedder yang terlihat kecil dalam kotak kaca. Semua saya lakukan sendiri, tanpa ada teman lain yang bisa saya temani berbagi cerita tentang Pearl Jam.</p>
<p>Pearl Jam ? okeh, dan kemudian dilanjutkan dengan mengangguk. Itu reaksi teman yang mungkin tak tega menyakiti hati saya, yang lebih tega akan menimpali dengan kalimat : band apaan sih ? gak kenal. Saya pernah bercengkerama dengan sesama fans berat Pearl Jam beberapa tahun silam sebelum si teman meninggalkan Makassar dan berlabuh di Jakarta.</p>
<p>Dan akhirnya masa itu tiba juga. Sore menjelang malam di foodcourt Mall Ratu Indah hari minggu (16/1) saya bertemu dua orang teman yang juga sama-sama suka Pearl Jam. Seorang dari mereka adalah gadis muda, barisan dharma wanita PJ.Id yang datang dari Jakarta untuk urusan dinas. Seorang lagi adalah lelaki asli kota Makassar yang pernah lama berdomisili di Jakarta dan merupakan kawan akrab Dedotz,vocalis band Perfect Ten yang adalah band hasil kongkow-kongkow anak-anak Pearl Jam Indonesia.</p>
<p>Bersama mereka saya bebas bercerita tentang Pearl Jam, bercerita tentang musik mereka, bercerita tentang aksi panggung mereka, semua tentang Pearl Jam. Saya bebas bercerita apa saja tentang Pearl Jam karena toh mereka berdua juga menyukainya. Tak ada pertanyaan : band apa sih ? Oh indahnya.</p>
<p>Tak lupa kami juga bertukar pendapat dalam diskusi kecil tentang Pearl Jam. Tak ada yang ahli di antara kami, yang ada hanya orang-orang yang sama-sama mencintai band asal Seattle itu, pendapat yang keluarpun murni pendapat pribadi yang digabung dengan beberapa fakta dan catatan berserakan yang bisa kami ingat. Sumbatan ide, hasrat atau apapun namanya yang sudah lama tertinggal dalam kepala rasanya mengalir begitu saja. Saya bahkan lupa kapan terakhir bisa berdiskusi selancar itu tentang Pearl Jam.</p>
<p>Dan malam itu, alienasi seorang fans yang berada jauh di luar lingkaran seperti yang selama ini saya rasakan sepertinya surut untuk sejenak. Saya bertemu dengan orang-orang yang mengerti dan sealiran dengan saya. Terima kasih untuk kalian yang sudah bisa sejenak menghilangkan rasa terasing itu. Sampai ketemu di lain waktu</p>
<p>Keep on Rockin? in a Free World</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/01/alienasi-seorang-fans/" title="alienasi">alienasi</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-969"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F01%2Falienasi-seorang-fans%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/01/alienasi-seorang-fans/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Cerita Tentang Plagiarism</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/11/sebuah-cerita-tentang-plagiarism/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/11/sebuah-cerita-tentang-plagiarism/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 07:58:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=889</guid>
		<description><![CDATA[Coba lihat dua poster di atas, ada yang bilang kalau keduanya tidak mirip ? Saya kira poster-poster itu bisa dijadikan bahan untuk sebuah kuis : temukan 10 perbedaan di antara kedua gambar ini. Poster sebelah kiri dibuat oleh Irul, salah seorang teman di komunitas Pearl Jam Indonesia. Poster itu dibuat dalam rangkaian acara a Tribute [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_890" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/11/plagiat-PJ.jpg"><img class="size-full wp-image-890" title="plagiat PJ" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/11/plagiat-PJ.jpg" alt="" width="500" height="378" /></a><p class="wp-caption-text">Temukan 10 perbedaan dari 2 gambar ini</p></div>
<p>Coba lihat dua poster di atas, ada yang bilang kalau keduanya tidak mirip ? Saya kira poster-poster itu bisa dijadikan bahan untuk sebuah kuis : temukan 10 perbedaan di antara kedua gambar ini.</p>
<p>Poster sebelah kiri dibuat oleh <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=618662761">Irul,</a> salah seorang teman di komunitas Pearl Jam Indonesia. Poster itu dibuat dalam rangkaian acara a Tribute to Pearl Jam tepat di hari ulang tahun Eddie Vedder sang vokalis, 23 Desember 2009. Poster sebelah kanan diposting oleh seorang fans Pearl Jam dari Italia bernama <a href="http://www.facebook.com/MasonIvan">Ivan Mason</a>, dipost di grup Pearl Jam di Facebook sebagai promosi untuk sebuah acara yang bertema tribute to Pearl Jam juga tanggal 19 November nanti.</p>
<p>Dari kasat mata jelas sekali kalau poster kedua yang waktu rilisnya berselang 9 bulan setelah poster pertama tayang mencontek habis tampilan dari poster pertama. Perubahan hanya dilakukan pada warna dasar plus sedikit mengubah tata letak gambar utama menjadi agak ke bawah untuk memberi ruang bagi tulisan nama band mereka di atas. Saya yakin ada proses copy-paste pada pembuatan poster kedua. Sebenarnya konteks terilhami atau inspired by sudah umum di kalangan para desainer. Hampir tidak ada karya yang benar-benar bersih dari pengaruh karya-karya sebelumnya. Buat saya ada garis tegas antara terilhami dengan mencontek, dan kasus poster di atas bukan lagi &#8220;terlilhami&#8221; tapi benar-benar sudah penjiplakan.</p>
<p>Satu-satunya hal yang menurut saya bisa diterima dalam kasus ini adalah karena kedua poster tersebut punya tujuan yang sama. Sama-sama ingin mempromosikan sebuah acara bertema &#8220;Tribute to Pearl Jam&#8221;, dalam arti komunitas Pearl Jam Indonesia (yang diwakili oleh Irul) dan Ivan Mason ( yang mungkin mewakili komunitas Pearl Jam di Italia) adalah bersaudara dengan satu passion yang sama. Hanya saja akan jauh lebih terhormat bila sekiranya si Ivan menuliskan kredit atas nama Irul sebagai pembuat poster pertama yang desainnya dia contek habis.</p>
<p><em>Catatan : akhirnya sang pelaku mengirim pesan ke FB Irul, meminta maaf telah menggunakan karya Irul tanpa ijin sambil tetap bertanya apakah dia diperbolehkan untuk tetap menggunakan karya tersebut. Dia mengaku tidak tahu kalau itu hasil karya Irul dan hanya mendapatkannya via googling. Untuk sementara poster tersebut diturunkan dari grup Pearl Jam. Setidaknya terlihat ada niat dari sang pelaku dan mungkin memang ini terjadi murni hanya karena kekhilafan saja.</em></p>
<p>Ini bukan pertama kalinya karya Irul dicontek dan diakui orang. Hampir setahun yang lalu Irul sempat membuat heboh milis Pearl Jam Indonesia dengan sebuah editan foto yang menggambarkan para personil Pearl Jam sedang nongkrong di sebuah warung soto ayam Lamongan.? Entah awalnya dari mana, gambar editan karya Irul menyebar ke sana ke mari, termasuk ke forum online terbesar di Indonesia. Parahnya, penyebaran foto editan yang begitu pesat itu tidak diikuti dengan penyebaran informasi tentang siapa pembuatnya. Belakangan di forum online terbesar di Indonesia itu ada orang lain yang kemudian mengklaim kalau editan itu adalah karyanya. Mungkin hanya lingkungan sekitar Irul sendiri yang tahu pasti kalau karya itu adalah murni 100% hasil kreasi Irul.</p>
<div id="attachment_891" class="wp-caption aligncenter" style="width: 503px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/11/n618662761_1062492_8495.jpg"><img class="size-full wp-image-891 " title="n618662761_1062492_8495" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/11/n618662761_1062492_8495.jpg" alt="" width="493" height="334" /></a><p class="wp-caption-text">Karya Irul yang diakui orang lain</p></div>
<p>Di FB-nya sendiri Irul tidak banyak menanggapi ketika beberapa dari kami terkesan geram pada penjiplakan karya dan pengakuan semena-mena atas karyanya. Dengan kalem Irul cuma bilang : Lha wong nabi aja banyak yang ngaku-ngaku, apalagi kalau cuma karya kek gini. Hmm, apatis atau cuek ? entahlah. Itu semua memang kembali kepada personnya saja, toh Irul juga menambahkan kalau dia percaya pada karma. Reaksi setiap orang terhadap penyimpangan dan ketidakadilan memang berbeda-beda dan bagi Irul, diam dan tidak terlalu memusingkannya mungkin jadi pilihan meski terus terang bagi saya ini cukup membuat gregetan.</p>
<p>Saya jadi teringat sebuah cerita hampir dua tahun yang lalu saat seorang teman di sebuah milis mengangkat sebuah persoalan tentang plagiarisme. Sebuah karyanya yang dimuat di sebuah media online dijiplak oleh seorang redaktur senior sebuah koran lokal. Mungkin agak kurang tepat bila dikatakan menjiplak 100% karena si bapak redaktur senior itu sempat menuliskan nama si teman dalam salah satu paragraf tulisannya. Tapi ada yang kurang dari caranya mem-parafrasekan tulisan orang lain sehingga bagi kaum awam atau yang belum pernah membaca tulisan awal pasti akan mengira kalau seluruh tulisan yang ada di esai tersebut murni hasil karya si bapak sang redaktur senior itu.</p>
<p>Sang redaktur senior itu mendapat teguran keras dari pemilik media online tempat pertama kalinya tulisan sang teman diterbitkan. Awalnya sang redaktur menjawab dengan jawaban yang melintir ke sana ke mari sebelum akhirnya mengakui kesalahannya. Persoalan kemudian dianggap selesai sampai di situ.</p>
<p>Beberapa kisah di atas buat saya adalah contoh nyata kalau penjiplakan atau plagiarism bisa terjadi di mana saja dan dilakukan oleh siapa saja. Mereka kaum kulit putih itu bisa saja menjiplak karya kita kaum kulit coklat ini, atau mereka yang sudah berposisi redaktur senior plus berpendidikan S3 bisa saja menjadi seorang penjiplak dari karya seorang lelaki muda lulusan S1. ?Tak ada jaminan kalau kita bukan pelaku atau bukan korban dari plagiarisme. ?Bagaimanapun menurut saya yang terbaik adalah mengembangkan potensi sendiri meski ?untuk beberapa hal kita juga masih tergantung pada inspirasi dari karya orang lain.</p>
<p>Ingatkan saya bila anda menganggap saya plagiat.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2010/11/sebuah-cerita-tentang-plagiarism/" title="pearl jam di soto">pearl jam di soto</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/11/sebuah-cerita-tentang-plagiarism/" title="plagiat poster">plagiat poster</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/11/sebuah-cerita-tentang-plagiarism/" title="bring pearl jam to indonesia">bring pearl jam to indonesia</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/11/sebuah-cerita-tentang-plagiarism/" title="foto plagiat">foto plagiat</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/11/sebuah-cerita-tentang-plagiarism/" title="kasus plagiarisme pada desain poster">kasus plagiarisme pada desain poster</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-889"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F11%2Fsebuah-cerita-tentang-plagiarism%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/11/sebuah-cerita-tentang-plagiarism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Level Fans Pearl Jam</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 00:30:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[pearl jam fans]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=574</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah fans Pearl Jam. Mungkin sudah masuk dalam kategori terobsesi karena selama bertahun-tahun saya hampir hanya mendengarkan musik dan lagu dari mereka. Prosentasenya mungkin di atas 80% lagu-lagu Pearl Jam berbanding kurang dari 20% lagu-lagu dari kelompok atau musisi dan penyanyi yang lain. Alasannya tidak usah saya ceritakan lagi, semua ada di blog ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Ed_and_fans.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-575" title="Ed_and_fans" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Ed_and_fans.jpg" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p>Saya adalah fans <a href="http://pearljam.com">Pearl Jam</a>. Mungkin sudah masuk dalam kategori terobsesi karena selama bertahun-tahun saya hampir hanya mendengarkan musik dan lagu dari mereka. Prosentasenya mungkin di atas 80% lagu-lagu Pearl Jam berbanding kurang dari 20% lagu-lagu dari kelompok atau musisi dan penyanyi yang lain. Alasannya tidak usah saya ceritakan lagi, semua ada di blog ini. Meski tergila-gila pada Pearl Jam, saya juga belum berani mengklaim diri sejajar dengan <a href="http://helmantaofani.blogspot.com">Hilman</a> dan Reza, dua orang kamus berjalan Pearl Jam di Indonesia.</p>
<p>Sebagai fans berat sebuah band yang masa keemasannya sudah lewat namun belum cukup memenuhi kriteria sebagai legenda, adalah sebuah kesulitan sendiri untuk menemukan orang-orang yang senasib dan searah dengan saya, utamanya di dunia nyata. Saya cukup beruntung bisa berkenalan dengan para &#8220;Lost Dog&#8221; se Indonesia yang membuat saya benar-benar tidak merasa sendirian.</p>
<p>Beberapa waktu yang lalu saat iseng mencari seorang teman di jejaring sosial Facebook saya menemukan sebuah account bernama Pearl Jam. Pemiliknya adalah seorang lelaki muda yang berdomisili di Makassar. Didasari oleh keinginan untuk berkenalan dengan sesama Jamily utamanya yang berdomisili di Makassar, saya menambahkan dia sebagai teman. Tak lama kemudian ajakan saya bersambut. Dengan segera saya menulis di dindingnya, bertanya apakah dia benar-benar seorang fans Pearl Jam sambil tak lupa memperkenalkan diri sebagai seorang penggemar Pearl Jam juga.</p>
<p>Tak berapa lama pertanyaan saya terjawab. Dia mengaku suka pada Pearl Jam. Sampai di sini saya sudah mulai kehilangan semangat dan bisa menebak seperti apa kadar &#8220;suka&#8221; si cowok ini. seorang fans berat (setahu saya) tidak akan menggunakan kata &#8220;suka&#8221; apabila dipancing berbicara tentang idolanya. Setidaknya dia akan menggunakan kata &#8220;suka banget&#8221; atau bahkan &#8220;tergila-gila&#8221;. Percakapan kami lewat dinding FB berlanjut dan berujung pada kekecewaan di pihak saya.</p>
<p><span id="more-574"></span>Pasalnya, saat saya bertanya lagu Pearl Jam yang mana yang paling dia sukai, jawabannya : Last Kiss. Oke, jawaban itu sudah cukup untuk mengindikasikan level &#8220;suka&#8221; si pemilik account Pearl Jam itu. Pembicaraan kemudian lebih banyak berkutat pada tema yang basi. Saya kehilangan semangat, pupus sudah harapan untuk bertemu dengan sesama penggila Pearl Jam dari kota Makassar.</p>
<p>Saya kemudian teringat pada teori tentang 3 level fans Pearl Jam yang saya ciptakan sendiri. Teori saya mungkin sangat gampang untuk didebat dan dipatahkan, tapi setidaknya teori itu saya muculkan seiring dengan beberapa pengalaman saya saat bertemu dengan orang yang mengaku kenal dan suka dengan Pearl Jam. Saya jelaskan teori 3 level fans Pearl Jam menurut saya ya, 3 level itu adalah sebagai berikut :</p>
<p>Level &#8220;Last Kiss&#8221;<br />
Level ini adalah level terendah seorang fans Pearl Jam, bahkan kalau menurut saya level ini adalah level non fans. Orang-orang yang termasuk pada level ini adalah orang-orang yang ketika ditanya, &#8221; suka Pearl Jam, nggak ?&#8221; kemudian menjawab, &#8221; Oh iyya, suka. Last Kiss keren tuh..saya paling suka sama lagu yang itu&#8221;, atau jawaban lain yang sejenis seperti, &#8221; hmmm..cuman tau satu lagu aja sih, Last Kiss. Keren juga tuh lagunya&#8221;.</p>
<p>Nah, bagi saya orang-orang yang menjawab dengan jawaban seperti itu otomatis saya masukkan pada level Last Kiss, atau level terendah menurut saya. Kenapa ? jujur saja, bagi fans berat Pearl Jam, Last Kiss bukan Pearl Jam banget. Aslinya lagu ini juga adalah &#8220;Supposed to be a joke from Pearl Jam&#8221;, meski memang lagu ini kemudian jadi single terlaris Pearl Jam sepanjang masa. Untungnya juga semua keuntungan dari lagu ini disetor Pearl Jam ke sebuah gerakan kemanusiaan untuk para pengungsi Kosovo di akhir milenium pertama.</p>
<p>Banyak memang orang yang mengenal Pearl Jam lewat Last Kiss ini dan bagi yang tidak terlalu paham mereka kemudian menganggap Pearl Jam adalah band cemen degan lagu yang menye-menye. Jadi mereka yang mengaku kenal dan suka Pearl Jam dari lagu ini maka kualitas &#8220;suka&#8221;-nya sudah langsung ketahuan.</p>
<p>Level &#8220;Jeremy&#8221;</p>
<p>Nah, level kedua ini menurut saya adalah level milik seorang yang bisa jadi seorang fans tapi belum termasuk kategori fans berat.? Saat bertanya, lagu mana dari Pearl Jam yang paling kamu suka dan kemudian dia menjawab, &#8221; aku paling suka sama Jeremy, Daughter, Given to Fly atau I Am Mine&#8221;, maka otomatis saya akan memasukkan ke level yang kedua ini.</p>
<p>Level kedua ini menurut saya dihuni oleh orang-orang yang lumayan kenal Pearl Jam, utamanya lewat lagu-lagu mereka yang sempat hits dan sering wara-wiri di stasiun radio di jamannya. Orang-orang di level ini suka dan kenal Pearl Jam meski kadar kualitas sukanya masih dipertanyakan. Untuk menguji lebih lanjut, bisa dengan pertanyaan seperti , &#8221; kalau Hunger Strike tau nggak ?&#8221;, atau &#8221; Suka gak sama In My Tree..?&#8221; atau pokoknya sebut saja semua lagu-lagu Pearl Jam yang tidak terlalu populer utamanya di album No Code, Binaural, Riot Act atau Avocado. Kalau jawabannya &#8221; Oh iyya..bagus juga tuh&#8221;, atau &#8221; Iyya, aku pernah dengar tapi gak terlalu suka &#8221; maka si penjawab punya potensi untuk naik ke level ketiga, level tertinggi untuk para fans Pearl Jam. Kalau jawabannya, &#8221; wah..gak tau tuh..taunya Cuma sampe Daughter aja &#8220;, atau jawaban semacamnya maka si penjawab cukup berada di level kedua.</p>
<p>Level &#8221; In My Tree &#8221;<br />
Naaahhh&#8230;.level ini adalah level tertinggi untuk para fans Pearl Jam.</p>
<p>Di level ini berkumpul orang-orang yang kalau ditanya &#8221; suka lagu Pearl Jam yang mana ? &#8221; tidak akan langsung menjawab. Bukan karena tidak tahu lagunya tapi karena bingung untuk memilih lagu mana yang paling disukainya di antara ratusan lagu Pearl Jam. Orang-orang di level ini punya kadar kecintaan pada setiap lagu Pearl Jam, entah lagu asli dari Pearl Jam ataupun lagu cover dari musisi lain. Orang-orang di level ini selalu kesulitan apabila disuruh membuat list 5 lagu Pearl Jam yang paling disukai, dan biasanya bila berhasil dia akan menempatkan lagu-lagu yang kurang dikenal publik tapi punya arti dan muatan filosofis yang tinggi. Biasanya lagi nih, orang-orang di level ini akan menyodorkan jawaban yang berbeda bila pertanyaan yang sama diajukan beberapa hari kemudian.</p>
<p>Intinya, orang-orang di level ini mencintai semua lagu yang pernah dibawakan oleh Pearl Jam. Ujung-ujungnya, orang di level ini tanpa sadar akan memancarkan binar penuh semangat di matanya ketika diajak berdiskusi tentang Pearl Jam. Dan, setidaknya saya termasuk pada level ini. Namun sayangnya di dunia nyata saya sangat sulit untuk bertemu dengan orang-orang di level ini. Dunia maya adalah satu-satunya ruang bagi saya untuk bertemu dengan teman-teman di level ini.</p>
<p>Sekali lagi, teori level yang saya ciptakan di atas benar-benar sebuah teori asal-asalan yang sangat rapuh dan sangat bisa untuk didebat. Mungkin ada di antara anda yang punya teori berbeda , Silakan..</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/" title="pearl jam">pearl jam</a> (6)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/" title="lagu pearl jam yang kamu sukai apa">lagu pearl jam yang kamu sukai apa</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/" title="download lagu taniaka daeng gassing">download lagu taniaka daeng gassing</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/" title="pearl jam album ten">pearl jam album ten</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-574"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F02%2F3-level-fans-pearl-jam%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/02/3-level-fans-pearl-jam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AMPLANG dan HANGATNYA MENJADI JAMMILY</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 02:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[amplang]]></category>
		<category><![CDATA[jammily]]></category>
		<category><![CDATA[pearl jam fans]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa bulan yang lalu saya sungguh senang ketika seorang jammers (penggemar Pearl Jam) bergabung dengan keluarga besar Pearl Jam Indonesia. Hal yang agak luar biasa dari jammers yang baru jadi jammily (sebutan untuk keluarga besar fans Pearl Jam) ini adalah domisilinya yang berada di Samarinda-Kalimantan Timur. Domisili jammily baru yang namanya mbak Melli ini agak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Pearl-Jam-Fans.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-564" title="Pearl Jam Fans" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/02/Pearl-Jam-Fans.jpg" alt="" width="500" height="332" /></a></p>
<p>Beberapa bulan yang lalu saya sungguh senang ketika seorang jammers (penggemar Pearl Jam) bergabung dengan keluarga besar Pearl Jam Indonesia. Hal yang agak luar biasa dari jammers yang baru jadi jammily (sebutan untuk keluarga besar fans Pearl Jam) ini adalah domisilinya yang berada di Samarinda-Kalimantan Timur.</p>
<p>Domisili jammily baru yang namanya mbak Melli ini agak luar biasa bagi saya mengingat selama ini konsentrasi besar fans Pearl Jam di Indonesia hanya terpusat di pulau Jawa dan Bali, dan dengan adanya seorang lagi fans Pearl Jam yang domisilinya di luar Jawa saya serasa menemukan keluarga baru. Saya memang secara tidak syah sudah diangkat oleh teman-teman di Pearl Jam Indonesia sebagai penanggung jawab Pearl Jam Indonesia region Indonesia Timur. Alasannya sederhana saja, saya adalah fans dari Indonesia Timur yang lumayan aktif nimbrung di milis meski belum pernah ikutan acara offline.</p>
<p>Nah, karena merasa mendapatkan teman baru saya kemudian berinisiatif meneruskan program DVD tree yang digagas oleh komunitas Pearl Jam Indonesia. Program ini sejatinya dilandasi oleh semangat berbagi material-material Pearl Jam. Caranya satu orang mengirimkan material-material Pearl Jam (biasanya berupa DVD konser) ke beberapa orang yang jadi penanggung jawab, seterusnya sang penanggung jawab akan meneruskan lagi ke orang-orang yang lain, begitu seterusnya. Tapi perlu digarisbawahi bahwa material yang dibagikan hanya material yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh label sehingga tidak bisa dikategorikan sebagai barang bajakan. Pearl Jam sendiri melegalkan pembagian material seperti ini.</p>
<p><span id="more-563"></span>Singkat kata saya kemudian menggandakan dan mengirimkan beberapa material Pearl Jam yang saya punya. Tak lama berselang ucapan terima kasih via FB masuk dari mbak Melli. Ok, saya pikir tugas saya sudah selesai. Via FB juga dengan becanda saya bilang kalau balasannya cukuplah dengan amplang yang merupakan kudapan khas dari Kalimantan Timur. Bulan berlalu setelah kejadian itu, sayapun merasa tak ada yang perlu saya tagih karena niat saya murni hanya ingin menjalankan tugas sebagai penanggung jawab PJ.Id region Indonesia Timur.</p>
<p>Kemarin, tanpa saya duga setelah berselang beberapa bulan semenjak pengiriman DVD itu sebuah paket dalam kardus coklat tiba di kantor. Saya bertanya-tanya dari siapa gerangan, tapi sebuah label putih di salah satu sisinya dengan segera memberitahukan siapa sang pengirim. Ternyata mbak Melli dari Samarinda. Tanpa membuka kardusnya saya sudah bisa menebak kalau isinya pastilah amplang. Dan benar saja,ketika malamnya saya membuka si kardus, isinya memang amplang, lampok durian, abon serta kue keminting. Sungguh luar biasa.</p>
<p>Bagi saya hal yang paling luar biasa bukan karena isi si kardus, tapi kerelaan mbak Melli mengirim amplang dan teman-temannya itu. Ini adalah kali kesekian saya bisa merasakan kehangatan dari keluarga besar Jammily di Indonesia.</p>
<p>Sekitar bulan April tahun lalu saya sempat merasakan kehangatan dan keramahan luar biasa dari pasangan Jammily di Surabaya. Hilman dan istrinya Gina menjadi tuan rumah yang hangat yang bersedia menampung saya di Surabaya. Bukan sekedar menampung mereka juga rela menyisihkan waktu menjemput saya di Bungurasih, memberi makan malam, memberi tempat berteduh, memberi sarapan, memberi makan siang dan akhirnya mengantar ke bandara keesokan harinya. Sungguh sebuah kehangatan dan keramahan yang luar biasa. Kami belum pernah bertatap muka sebelumnya, semua pertemanan hanya dijalin di dunia maya lewat milis, FB, Friendster, blog dan YM.</p>
<p>Dua peristiwa di atas adalah pelengkap dari beberapa kehangatan lainnya yang sudah saya rasakan dari sesama Jammers. Ada Dani Satria yang mengirimkan 7 keping DVD berisi bootleg lengkap dari tahun 2004-2006, terus ada Denny yang mengirimkan berkeping-keping DVD konser hasil donlotan.</p>
<p>Apa yang saya rasakan dari kehangatan sesama Jammers mungkin masih tidak ada apa-apanya dibanding kehangatan yang dirasakan Reza, salah seorang sesepuh Pearl Jam Indonesia. Beliau ini sampai pernah ditolong Jammily Belanda sampai bisa menonton langsung Pearl Jam di Duesseldorf. Reza yang tidak punya tiket dan visa untuk menyeberang dari Belanda ke Jerman diselundupkan oleh beberapa orang Jammers sampai kemudian berhasil menonton langsung konser Pearl Jam. Semua itu hanya karena persahabatan yang dibangun via dunia maya.</p>
<p>Sekitar 2 tahun yang lalu juga ada berita dari seorang fans Pearl Jam di Eropa yang tertimpa musibah kebakaran hingga semua material Pearl Jamnya ikut hangus terbakar. Tanpa diminta, para fans Pearl Jam kemudian mengulurkan tangan untuk ikut menyumbangkan kopian material Pearl Jam yang mereka miliki. Sungguh sebuah spontanitas yang luar biasa.</p>
<p>Kenapa keluarga besar fans Pearl Jam bisa sehangat itu ? susah untuk merumuskan penyebab pastinya. Saya hanya bisa meraba kalau hal tersebut terjadi karena kami keluarga besar Jammily mencontoh apa yang dilakukan oleh idola kami. Eddie Vedder dan kawan-kawannya bukanlah tipikal rock star yang begitu berhasil menjual jutaan kopi rekaman kemudian seakan tinggal di tingkatan yang berbeda dengan para fansnya. Eddie dan kawan-kawan tetap menjalin kedekatan dengan para fans, mereka bahkan berpihak kepada fans daripada para promotor. Contohnya ya kasus antitrust mereka kepada Ticketmaster yang mana mereka menganggap Ticketmaster mengambil terlalu banyak keuntungan dari harga tiket yang gila-gilaan dan merugikan fans. Karena kalah dalam kasus tersebut mereka sempat tidak diijinkan manggung besar-besaran dalam waktu yang cukup lama.</p>
<p>Eddie dkk juga pernah menarik kembali tiket yang sudah terjual hanya karena mensinyalir kalau sebagian besar tiket tersebut diborong para calo. Bagi Eddie dan kawan-kawannya, hal yang paling utama adalah kesenangan fans, meski sebagian fans menganggap mereka sudah seperti dewa tapi mereka sendiri tetap menganggap diri mereka manusia biasa yang sama seperti para fansnya.</p>
<p>Penghargaan yang tinggi kepada fans ini kemudian menular kepada fans setianya. Penghargaan tinggi kepada sesama fans menjadi sebuah keharusan yang ujung-ujungnya kemudian menumbuhkan kehangatan antar fans meski mereka tak pernah bertatapan langsung.</p>
<p>Apa yang dicontohkan oleh Eddie dkk dan kemudian dipraktekkan oleh para fansnya membuat saya bangga menjadi bagian dari Jammily. Yup, I’m proud to be Jammily.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2010/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/" title="kue keminting">kue keminting</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-563"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F02%2Famplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/02/amplang-dan-hangatnya-menjadi-jammily/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Versus dan 19 Oktober</title>
		<link>http://daenggassing.com/2009/10/versus-dan-19-oktober/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2009/10/versus-dan-19-oktober/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 10:40:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Hari jumat minggu lalu saya berusaha mengingat-ingat berbagai kejadian penting yang terjadi pada tanggal 19 Oktober, iseng aja. Saya pengen tahu kejadian penting apa yang terjadi tepat di tanggal lahir saya itu. Informasi dari Wikipedia tidak banyak, satu-satunya hal yang saya ingat baik tentang kejadian penting dan patut diingat di tanggal 19 adalah kecelakaan kereta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><img class="alignleft size-full wp-image-420" title="Pearl_Jam_-_Vs_-_front" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/10/Pearl_Jam_-_Vs_-_front.jpg" alt="Pearl_Jam_-_Vs_-_front" width="258" height="258" />Hari jumat minggu lalu saya berusaha mengingat-ingat berbagai kejadian penting yang terjadi pada tanggal 19 Oktober, iseng aja. Saya pengen tahu kejadian penting apa yang terjadi tepat di tanggal lahir saya itu. Informasi dari Wikipedia tidak banyak, satu-satunya hal yang saya ingat baik tentang kejadian penting dan patut diingat di tanggal 19 adalah kecelakaan kereta api di Bintaro tahun 1987 yang dicatat Iwan Fals dalam salah sebuah lagunya berjudul “1910”.</p>
<p>Saya rupanya tidak ingat (atau mungkin memang belum pernah tahu) kalau ternyata di tanggal itu ada sebuah kejadian penting yang terjadi pada band yang paling saya puja. Tanggal 19 Oktober 1993, Pearl Jam resmi meluncurkan album kedua mereka. Titelnya VS dengan sampul depan gambar domba yang difoto pake lensa wide angle. Saya baru sadar soal peluncuran album VS itu dan tanggal peluncurannya yang tepat di tanggal lahirku ketika topik tentang VS dilempar ke milis. Nah, untuk menghormati album yang (bagi saya) spesial ini tak salah rasanya kalau saya coba bercerita kembali meski tentu saja dengan cara pandang seseorang yang sangat awam akan musik.</p>
<p>Meski lahir di tahun 1993 namun saya baru benar-benar bertemu dengan VS justru di tahun 2000. Tahun 1993 saat VS diluncurkan saya masih seorang ABG yang jatuh cinta pada Nirvana sehingga kemudian sedikit menutup telinga pada album lain. Apalagi posisi saya yang berada jauh dari episentrum informasi di Indonesia membuat saya (dan sebagian besar teman-teman) kemudian hanya kenal dan fanatik pada Nirvana. Otomatis dari album ini saya hanya kenal “Daughter” saja yang waktu itu memang lumayan sering wara-wiri di stasiun radio. Selebihnya gelap.</p>
<p>Tahun 2000 adalah perkenalan kedua saya dengan Pearl Jam, perkenalan yang kemudian membuat saya jatuh cinta dan meminangnya hingga sekarang. Deretan albumnya kemudian satu persatu saya koleksi. VS adalah album ketiga yang saya beli setelah sebelumnya membeli Ten (itupun dari loakan di daerah Matraman) dan Live on Two Legs (yang waktu saya kira adalah album the best of-nya Pearl Jam).</p>
<p>Ekspektasi saya setelah lama tak bersua dengan Pearl Jam adalah bahwa band ini masih tetap keras dan mengusung nilai-nilai grunge yang kasar dan penuh distorsi. Ten jelas masih merefleksikan nilai-nilai itu, tapi Live on Two Legs sudah tidak sepenuhnya seperti itu. Saya sempat agak kecewa saat menemukan lagu-lagu balad dan lagu-lagu bernafaskan hard rock dan rock n’ roll di kompilasi penampilan Pearl Jam di Eropa tersebut. Maka, ketika membeli dan mendengarkan semua isi album VS saya merasa menemukan kembali Pearl Jam yang sesuai dengan yang saya inginkan (waktu itu). Perjalanan waktu kemudian membuat saya menyadari kalau Pearl Jam tidak mau tampil sesuai apa yang fansnya inginkan tapi tampil sesuai apa yang mereka inginkan, bila fans tetap mau menerimanya maka itu artinya mereka benar-benar adalah fans. Ini cerita berbeda, saya hanya akan fokus pada album VS saja.</p>
<p>Sebagian besar lagu dalam VS menurut saya masih kental meneruskan tradisi grunge yang memang masih sangat  laku dijual waktu itu. VS masih tetap tampil dengan irama yang menghentak, distorsi dan noise yang kuat khas grunge yang dibuka dengan nomor “GO”. Lirik-lirik pada VS sebagian besar masih tentang kemarahan meski sebagian besar juga sudah mulai melebar kepada kritikan sosial. Sedikit berbeda dengan sebagian besar lirik di TEN yang lebih banyak berbicara tentang hal-hal yang pribadi.</p>
<p>Penggarapan album VS sepenuhnya masih menggunakan tenaga Dave Abruzzese drummer ketiga Pearl Jam. Dibandingkan dengan drummer setelahnya, Dave memang terkenal dengan gebukannya yang powerfull, cocok dengan keseluruhan tema grunge yang memang sedang hype waktu itu. Ada dua nomor di album ini yang bagi saya menunjukkan harmonisasi yang luar biasa antara Dave dan Jeff Ament si pembetot bass, WMA dan Rearviewmirror.</p>
<p>Di dua nomor itu, bass dan drum seakan terasa lebih dominan terutama di WMA sebuah lagu yang bercerita tentang rasisme yang menimpa kaum kulit hitam Amerika. Rearviewmirror sendiri kemudian menjadi sebuah lagu yang nyaris menjadi lagu wajib di setiap konser Pearl Jam. Dalam setiap konser,lagu Rearviewmirror memberi ruang lebih kepada drum dan bass untuk berimprovisasi lebih di tengah lagu.</p>
<p>Nomor lain dari album ini yang selalu memberi ruang lebih untuk improvisasi di setiap konser adalah lagu Daughter. Ujung dari Daughter ini seringkali digabungkan dengan lagu lain, atau kadang improvisasi spontan dari Eddie Vedder termasuk tentu saja ucapan “ George Bush find yoursef another home, George Bush leave this world alone” yang kontroversial pada penampilan mereka di Lollapalooza 2007.</p>
<p>VS adalah salah satu album terlaris dari Pearl Jam, laku sebanyak lebih dari 950 ribu kopi di minggu pertamanya dan nangkring di top chart Billboard. Sebenarnya ini bukan hal yang luar biasa mengingat Pearl Jam waktu itu memang sedang dalam masa jayanya menyusul booming yang diraih Ten dua tahun sebelumnya serta tentu saja karena demam grunge yang sedang melanda dunia musik kala itu.</p>
<p>16 tahun kemudian, VS memang terdengar sedikit ketinggalan jaman kecuali pasti bagi para die hard fansnya. VS adalah album terakhir Pearl Jam yang dibuat “sesuai selera publik” karena setelahnya mereka lebih banyak bermain dengan idealisme mereka tanpa peduli pada nilai dan besaran penjualan. 16 tahun setelah lahirnya VS, Pearl Jam masih eksis dan masih mengeluarkan album kesembilan mereka meski tentu saja dengan nilai penjualan yang jauh berkurang, namun bila mau membandingkan VS dengan BACKSPACER yang adalah album terakhir mereka maka akan jelas terasa sebuah proses pendewasaan dalam bermusik. Sebuah proses yang membuat mereka tetap bertahan sejauh ini.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2009/10/versus-dan-19-oktober/" title="pearl jam vs">pearl jam vs</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2009/10/versus-dan-19-oktober/" title="picture of Pearl Jam - Vs">picture of Pearl Jam - Vs</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2009/10/versus-dan-19-oktober/" title="kejadian penting di tahun 1993">kejadian penting di tahun 1993</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2009/10/versus-dan-19-oktober/" title="kejadian yang terjadi tanggal 19 oktober">kejadian yang terjadi tanggal 19 oktober</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2009/10/versus-dan-19-oktober/" title="Pearl jam VS jpg">Pearl jam VS jpg</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-419"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2009%2F10%2Fversus-dan-19-oktober%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2009/10/versus-dan-19-oktober/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

