<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Do the evolution..!!! &#187; Kenangan</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/kenangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 00:10:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>In Memoriam : Luthfi Al Hakim</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 07:59:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[luthfi al hakim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=770</guid>
		<description><![CDATA[
Jarum jam bergeser sekitar 15 menit dari jam 7 malam. Saya bersama supervisi freelance dan manager pemasaran sedang berada di ruang meeting. Pertemuan dengan freelance baru saja selesai beberapa menit yang lalu, di atas meja meeting masih ada beberapa biji kroket dan jalangkote sisa konsumsi meeting. Seorang lelaki muda bertubuh ceking berbungkus sweater marna oranye [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Upiq.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-771" title="Upiq" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/07/Upiq.jpg" alt="" width="600" height="402" /></a></p>
<p>Jarum jam bergeser sekitar 15 menit dari jam 7 malam. Saya bersama supervisi freelance dan manager pemasaran sedang berada di ruang meeting. Pertemuan dengan freelance baru saja selesai beberapa menit yang lalu, di atas meja meeting masih ada beberapa biji kroket dan jalangkote sisa konsumsi meeting. Seorang lelaki muda bertubuh ceking berbungkus sweater marna oranye muda masuk.</p>
<p>&#8221; Masih ada yang bisa dimakan ? &#8221; Dia bertanya ke saya.</p>
<p>&#8221; Oh, itu..ambil semuami &#8220;, Jawab saya sambil mempersilakannya mengambil sebiji kroket yang tersisa.</p>
<p>Dia bergeming, saya dan dua orang lainnya juga tidak terlalu memperhatikannya. Kami masih sibuk membahas persiapan pameran yang sebentar lagi akan digelar. Karena lelaki itu masih bergeming, iseng saya kumat. Kroket yang tinggal satu itu saya caplok sambil senyum-senyum. Saya lupa reaksinya seperti apa, yang saya ingat dia bergerak kea rah ibu Yeyen, manager pemasaran sambil minta ijin menghabiskan jalangkote dan kroket yang ada di depan ibu manager. Dengan sopan dia meminta ijin, dan ibu manager mengijinkan. Kami masih asyik berdiskusi ketika lelaki muda itu meninggalkan ruang meeting.</p>
<p>&#8221; Eh, itu di mejaku masih ada dua biji. Ambil semuami..&#8221; kata saya ketika dia sudah berada di pintu. Saya kembali sibuk dengan diskusi malam itu. Selanjutnya malam berjalan seperti yang kami rencanakan.</p>
<p>Lelaki ceking itu bernama Luthfi Al Hakim. Kami memanggilnya dengan nama Upiq seperti yang selalu dia ucapkan kala berkenalan. Umurnya belum genap 21 tahun, di kantor kami dia bertugas sebagai seorang tenaga surveyor. Saya mengenalnya sebagai anak muda yang cerdas, kreatif dan mudah bergaul. Tak heran bila di kantor kami dia dikenal akrab di segala divisi dan segala lapisan mulai dari para OB hingga para manager. Para ibu dan bapak di kantor kami juga mengenalnya sebagai anak yang periang dan hormat meski juga kadang kritis. Singkat kata, tak pernah ada cerita buruk yang diarahkan kepadanya.</p>
<p><span id="more-770"></span>Saya cukup akrab dengan anak ini. Entah kenapa saya merasa ada beberapa hal dari dia yang mengingatkan saya akan masa muda saya. Dulu saya juga seceking dia, dan dulu saya juga senang mencorat-coret dan menggambar kartun, persis seperti yang biasa dia lakukan. Belakangan dia meminta saya mengajarinya mengedit foto menggunakan Photoshop hanya saja sayangnya kami terkendala waktu.</p>
<p>Hidup ini memang penuh dengan misteri. Kita tidak pernah tahu apa rencana sang Illahi, utamanya bila menyangkut masalah ajal.</p>
<p>Saya tidak pernah menyangka kalau adegan pada paragraf awal di atas adalah adegan terakhir yang melibatkan saya dan Upiq dalam satu scene. Setibanya di rumah saya mematikan HP yang memang sudah kehabisan daya, bahkan saat terbangun menyaksikan partai Belanda vs Uruguaypun saya tidak berpikir untuk mengaktifkannya. Ketika terbangun kembali di pagi hari barulah saya menyalakannya kembali dan tanpa saya duga pesan singkat masuk dengan bertubi-tubi. Isi pesan singkat yang masuk semuanya sama, mengabarkan kepergian Upiq untuk selama-lamanya.</p>
<p>Saya butuh waktu beberapa menit untuk mengumpulkan kesadaran. Masih antara kebimbangan apakah ini nyata atau sekedar mimpi. Setelah merasa cukup sadar barulah saya mulai menelepon seorang teman dan mendapatkan kepastian kalau ternyata anak muda yang sering menyapa saya dengan sapaan &#8220;Pak Ip&#8221; itu benar-benar telah meninggalkan kami.</p>
<p>Malam itu, beberapa jam setelah menyantap kroket dan jalangkote yang saya tawarkan, maut menjemputnya di jalan raya. Sebuah kecelakaan maut membuatnya tak pernah punya kesempatan untuk sampai di rumah orangtuanya di Sudiang. Tuhan ternyata punya rencana yang tak kuasa ditolaknya, di depan kantor Kalla Electrikal System malaikat maut menjemputnya, membawanya bertemu sang penciptanya.</p>
<p>Pagi itu kami berkumpul di rumahnya, di ruang tamu jasadnya sudah terbujur kaku dengan selembar kain panjang bermotif batik yang menutupinya. Saya tidak bisa menahan tangis, mata saya yang awalnya hanya kabur tiba-tiba saja sudah terasa hangat oleh air mata. Berbagai kenangan tentang Upiq melintas di kepala saya. Awal 2009 saya dan Upiq berada dalam satu tim dalam rangkaian outbound. Dalam kegiatan itu terlihat jelas kecerdasannya dan kemampuannya bekerjasama dalam tim, tak heran tim kami jadi yang terbaik waktu itu.</p>
<p>Beberapa kali dia pernah mengeluh kepada saya tentang masalah ekonomi yang melilitnya, pernah pula dengan terpaksa dia meminta pinjaman ke saya. Sayang saya tidak bisa sering-sering membantunya dalam hal ekonomi karena sama halnya dengan dia, sayapun juga tidak berlebih dalam soal satu itu. Kondisinya itu juga mengingatkan saya pada masa muda saya, masa yang selalu penuh dengan pertanyaan, &#8221; mau ngutang di mana hari ini ? &#8220;.</p>
<p>Sore hari selepas ashar kami mengantar jasadnya ke peristirahatan terakhir. Langit mendung hari itu, bahkan titik-titik air juga membasahi bumi, seakan bumi ikut bersedih kehilangan seorang lelaki muda yang baik hati, riang dan cerdas seperti Upiq. Sekali lagi saya meneteskan air mata ketika melihat sedikit demi sedikit jasadnya yang terbungkus kain kafan itu tertimbun tanah merah. Selepas itu hanya Allah yang tahu balasan yang pantas untuk dirinya.</p>
<p>Selamat jalan kawan, hari ini kami sudah tidak mungkin melihat dirimu lagi. Jalan kita sudah tak bersinggungan lagi, terlalu banyak hal yang sudah kita jalani bersama. Hanya doa yang bisa kami haturkan kepada-Nya, semoga Allah melapangkan jalanmu, menerima semua amal ibadahmu. Kami yang ada di sini akan selalu mengenangmu sebagai seorang teman yang baik.</p>
<p>Selamat jalan..</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/&amp;title=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/&amp;t=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/&amp;t=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/&amp;title=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim&amp;link=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/&amp;Title=In+Memoriam+%3A+Luthfi+Al+Hakim" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/07/08/in-memoriam-luthfi-al-hakim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Partai World Cup Paling Berkesan</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 07:28:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[World Cup 2010]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini gelaran sepakbola terbesar di muka bumi ini akan digelar kembali. Tahun ini juga akan genap sudah 20 tahun sejak pertama kalinya saya mengikuti secara serius ajang piala paling prestisius bagi para pesepakbola Bumi ini. Yah, Italy 1990 adalah kenangan pertama saya untuk piala dunia. Sebelumnya, Mexico &#8216;86 belum cukup ampuh untuk menarik atensi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/2010-FIFA-world-Cup.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-479" title="2010-FIFA-world-Cup" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/2010-FIFA-world-Cup-261x300.jpg" alt="" width="261" height="300" /></a>Tahun ini gelaran sepakbola terbesar di muka bumi ini akan digelar kembali. Tahun ini juga akan genap sudah 20 tahun sejak pertama kalinya saya mengikuti secara serius ajang piala paling prestisius bagi para pesepakbola Bumi ini. Yah, Italy 1990 adalah kenangan pertama saya untuk piala dunia. Sebelumnya, Mexico &#8216;86 belum cukup ampuh untuk menarik atensi saya. Saya masih berusia 9 tahun waktu itu dan arus informasi belum sederas sekarang sehingga wajar bila bagi anak-anak seumuran kami waktu itu, piala dunia belumlah jadi menu favorit. Saya dan teman-teman hanya mengenal nama-nama seperti Maradona, Burruchaga, Rummanigge dan Platini. Hanya sekedar tahu tanpa paham kehebatan mereka.</p>
<p>Italy&#8217;90 adalah titik mula kecintaan saya pada ajang World Cup. Pertama kalinya saya serius menahan kantuk menyaksikan tim-tim yang berlaga, meski tidak semua pertandingan berhasil saya tuntaskan. Tahun 1990 juga adalah pertama kalinya saya akrab dengan istilah-istilah sepakbola dan deretan pemain-pemain yang tak lagi sekedar saya kenal namanya tapi juga saya akrabi kemampuannya. Saya mulai tahu bagaimana liarnya Salvatore &#8220;Toto&#8221; Schillachi, bagaimana lincahnya Roberto Baggio dan Paul Gascoigne, bagaimana hebatnya Caniggia memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencetak gol , atau bagaimana si bintang baru berbakat bernama Paolo Maldini baru saja memulai langkahnya di piala dunia pertamanya. Tahun 1990 adalah titik awal, selebihnya adalah sejarah.</p>
<p>Tahun ini akan jadi piala dunia keenam yang-Insya Allah-saya pelototi dan selama jangka waktu itu sudah ada ratusan pertandingan yang sudah saya tonton. Di antara ratusan pertandingan itu setidaknya ada 5 partai yang akan selalu saya kenang, sebenarnya banyak partai yang pantas untuk dikenang namun bila pilihannya dikerucutkan maka setidaknya 5 partai inilah yang akan pertama keluar dari benak saya. Mari kita simak, urutannya bukan berdasarkan kadar kenangan tapi benar-benar acak :</p>
<p><span id="more-621"></span></p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/bergkamp_n12.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-622" title="bergkamp_n12" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/bergkamp_n12.jpg" alt="" width="500" height="335" /></a></p>
<p><strong><em>Belanda vs Argentina, perempat final France&#8217;1998.</em></strong></p>
<p>Saya dan teman-teman menyaksikan partai ini di rumah seorang teman. Kami berdelapan dan hanya 1 orang yang mendukung Argentina, sisanya pendukung Belanda. Sebelumnya Argentina sudah mengandaskan salah satu unggulan saya Inggris lewat pertandingan dramatis adu penalty plus acting luar biasa dari Diego Siemone yang memaksa David Beckham dikartumerahkan.</p>
<p>Pertandingan berjalan seru. Belanda sempat unggul duluan lewat gol cantik Patrick Kluivert di menit 12, tapi 5 menit kemudian disamakan oleh Julio Lopez. Kami para pendukung Belanda sempat kegirangan tapi kemudian kembali khawatir ketika skor menjadi 1-1. Kami jadi lebih khawatir lagi ketika Arthur Numan dikartumerahkan wasit di menit 76. Bayang-bayang kegagalan Inggris di kaki Argentina tiba-tiba muncul. Sial..!!, dua jagoan saya akan jatuh di tim yang sama, begitu pikiran saya waktu itu.</p>
<p>Asa saya jadi merekah kembali ketika di menit 87 Ariel Ortega ternyata juga dikartumerahkan. Skor sama 1-1, pemain juga sama 10-10. Dan..di menit 89, sebuah kejadian membuat rumah teman saya seperti bergemuruh. Dennis Bergkamp yang mendapat umpan panjang nyaris dari tengah lapangan dari Frank De Boer berhasil menyarangkan gol dengan teknik yang sangat indah di sudut sempit gawang Argentina.</p>
<p>Sumpah, waktu itu saya benar-benar berteriak kegirangan sambil berlompatan ke sana ke mari. Karena teman-teman yang lain yang mendukung Belanda juga melakukan hal yang sama maka rasanya ruang tengah tempat kami menonton subuh itu seperti bergetar, beruntung karena rumah teman saya itu kosong jadi tak ada penghuni lain yang terganggu.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/1998_4a.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-623" title="2000012010361" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/1998_4a.jpg" alt="" width="500" height="250" /></a></p>
<p><strong><em>Brazil vs Perancis, Final France&#8217;98</em></strong></p>
<p>Masih di tahun yang sama namun kali ini dengan pemeran yang berbeda. Belanda akhirnya kandas di semifinal, pelakunya adalah Brazil, salah satu tim yang tidak akan pernah saya dukung, jadi lengkap sudah alasan kenapa saya mendukung Perancis di partai puncak. Perancis waktu itu bukan tim unggulan saya, Zidane sudah cukup terkenal tapi belum cukup menggoda saya waktu itu, jadi alasan saya mendukung Perancis murni karena saya tidak suka Brazil.</p>
<p>Perancis lumayan inferior meski mereka adalah tuan rumah. Brazil, siapapun tahu kalau tim samba ini punya segalanya plus mereka juga sudah berhasil melewati hadangan Belanda, tim yang paling ofensif dan menjanjikan. Di sisi seberang, Perancis hanyalah tim yang selalu kesulitan mencetak gol. Mereka punya pemain tengah sekelas Zidane tapi striker mereka melempem. Mereka juga hanyalah tim yang akrab dengan dewi fortuna, salah satunya adalah ketika menyingkirkan Paraguay di 18 besar lewat golden goal perdana di ajang World Cup. Di arena nonton bareng tempat saya menyaksikan partai final itu praktis Brazil jadi favorit, hanya sebagian kecil yang keukeuh berdiri di pihak France, termasuk saya.</p>
<p>Namun, semua prediksi, statistic dan analisa jadi mentah ketika secara luar biasa Zinedine Zidane membobol gawang Brazil dengan 2 gol lewat kepala, sebuah aksi yang sebenarnya bukan ciri khasnya dia. Dua gol dari Zidane membuat saya kembali menggila, berteriak dan melonjak kegirangan sampai-sampai secara tidak sadar melakukan gerakan menghina penonton lain yang mendukung Brazil, untung saja tidak ada yang mengambil hati sehingga perayaan kemenangan a la saya jadi dianggap biasa saja.</p>
<p>Keesokan harinya saya masuk kantor dengan senyum lebar meski kepala dan badan serasa melayang karena kurang tidur. Saya sumringah bukan karena Perancis juara, tapi karena Brazil berhasil dikalahkan. Dan momen ini jadi momen yang membekas, hingga sekarang.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/italy-vs-brazil.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-624" title="italy vs brazil" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/italy-vs-brazil.jpg" alt="" width="500" height="250" /></a></p>
<p><strong><em>Brazil vs Italia, final USA&#8217;94</em></strong></p>
<p>Mundur 4 tahun sebelumnya dan saya merasa inilah cikal-bakal kenapa saya sangat tidak menyukai Brazil. Di tahun 1994 piala dunia secara kontroversial digelar di Negara yang asing dengan sepakbola. Banyak yang bertanya-tanya tapi FIFA jalan terus.</p>
<p>Final kemudian mempertemukan dua kutub sepakbola dari dua benua yang berbeda. Brazil mewakili benua Amerika dan Italia mewakili benua Eropa. Brazil melangkah dengan mulus ke final sedangkan Italia melangkah tertatih-tatih termasuk ketika harus lolos dari fase grup sebagai urutan ketiga terbaik. Tidak heran kalau Brazil lebih diandalkan di final sedang Italia sangat meragukan.</p>
<p>Walhasil, pertandingan memang seakan berjalan timpang. Brazil sibuk menyerang sementara Italia dengan pertahanan gerendelnya sibuk bertahan. Lama ?kelamaan pertandingan menjadi membosankan, apalagi karena memang tidak ada gol sama sekali yang tercipta. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, final piala dunia berakhir tanpa gol dan harus diakhiri dengan drama adu penalty.</p>
<p>Saya menonton partai ini bersama 2 orang teman yang sama-sama mencintai Italia. Adu penalty membuat jantung kami berdegup kencang. Kami semua sadar, adu penalty sebagian besarnya hanyalah factor mental dan luck, skill hanyalah pelengkap.? Kami jatuh lemas tak bertenaga ketika Roberto Baggio dan Franco Baresi tak mampu menjalankan tugas mereka. Saat Dunga bersama teman-temannya mengangkat tropi World Cup, kami bertiga lesu di depan televisi. Rasanya sakit luar biasa, seharian kami hanya mengutuki kemenangan Brazil itu.</p>
<p>Untunglah, 4 tahun kemudian Perancis membalaskan sakit hati saya.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/zidane-vs-brasil.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-625" title="zidane vs brasil" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/zidane-vs-brasil.jpg" alt="" width="500" height="335" /></a></p>
<p><strong><em>France vs Brazil, perempat final Germany&#8217;2006</em></strong></p>
<p>Selang 12 tahun kemudian Brazil kembali menjadi aktor dalam kisah partai yang paling saya kenang, lawannyapun sama dengan yang mereka hadapi 8 tahun sebelumnya di final, Perancis. Mereka bertemu di perempat final, Brazil dengan Ronaldinho yang sedang mengkilap dan Perancis dengan Zidane yang mulai uzur dan bahkan bertekad pensiun selepas World Cup 2006.</p>
<p>Pertandingan berjalan seru, kedua tim tampil all out. Tapi, ada satu orang yang mengubah segalanya, dia tampil melebihi semua pemain yang lain baik yang berseragam sama maupun yang berseragam beda. Orang itu adalah Zinedine Zidane. Entah kenapa, setiap kali bertemu Brazil Zidane seakan-akan menjadi seorang yang berbeda, segala kemampuan magisnya keluar. Hampir tak ada pemain Brazil yang tak dibuatnya kerepotan, bahkan Kaka dan Ronaldinho sekalipun.</p>
<p>Dan Brazilpun membuat kesalahan fatal dengan membiarkan seorang Thierry Henry sendirian tak terkawal di kotak penalty saat Zidane melempar umpan ke sana. Henry segera menghukum kesalahan orang-orang Brazil itu. Satu gol saja, tapi itu sudah cukup untuk memulangkan mereka dan membuat mereka menangis. Saya yang menonton sendirian kembali melonjak kegirangan meski dengan suara teriakan kemenangan yang tak seberapa besar. Besoknya, saya berkunjung ke tukang cukur dan tanpa basa-basi langsung mencukur habis rambut saya seperti yang sudah saya niatkan sebelumnya. Saya memang bernazar, kapanpun Brazil berhenti maka itulah waktunya saya mencukur habis rambut saya, jadi bukan karena Perancis yang menang tapi karena Brazil yang kalah.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/zidane4_wideweb__470x3400.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-626" title="zidane4_wideweb__470x340,0" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/zidane4_wideweb__470x3400.jpg" alt="" width="500" height="335" /></a></p>
<p><strong><em>Italia vs Perancis, Germany&#8217;2006</em></strong></p>
<p>Ini partai yang paling menyakitkan bagi saya. Dua tim unggulan saya bertemu di final, sebenarnya hanya satu karena sesungguhnya saya suka Perancis hanya karena factor Zidane-nya. Walhasil saya menonton pertandingan final ini dengan satu kekurangan, passion untuk melihat siapa yang menang dan siapa yang kalah. Saya menyalakan televisi dan duduk manis sepanjang 120 menit lebih murni hanya ingin menikmati indahnya permainan kedua tim. Syukurlah saya sempat menyaksikannya.</p>
<p>Partai ini menjadi lebih menyakitkan bagi saya karena ternyata berakhir sangat buruk bagi seorang Zidane. Tandukannya pada Materazzi menjadi sebuah kisah baru yang akan selalu diceritakan orang sama seperti gol tangan Tuhannya Maradona. Adegan Zidane yang berjalan perlahan kea rah ruang ganti melewati tropi World Cup menjadi adegan yang sangat menyayat buat saya, selepas itu saya kehilangan passion pada final yang tadinya saya nikmati. Ketika Cannavaro mengangkat tropi disertai hujan convetti, saya hanya duduk tenang sambil mengisap sebatang rokok. Padahal seharusnya saya bisa melonjak kegirangan karena sejak pertama kali Italia menendang bola saya sudah ada di belakang mereka, tapi ternyata saya tidak bisa.</p>
<p>Pertemuan Italia dan Perancis menghilangkan passion itu, ditambah lagi dengan sad ending untuk Zidane. Lengkaplah sudah, partai ini jadi partai final yang menyakitkan dan akan saya kenang untuk waktu yang lama.</p>
<p>Dan, itulah partai-partai yang selalu saya kenang. Partai-partai yang punya kadar kenangan yang luar biasa besarnya dan membuat saya selalu menantikan setiap pagelaran World Cup, menantikan partai demi partai siapa tahu saja akan ada partai lainnya yang bisa saya kenang. Ah, saya sudah tidak sabar untuk menyaksikan World Cup tahun ini.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/&amp;title=5+Partai+World+Cup+Paling+Berkesan+" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/&amp;t=5+Partai+World+Cup+Paling+Berkesan+" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/&amp;t=5+Partai+World+Cup+Paling+Berkesan+" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/&amp;title=5+Partai+World+Cup+Paling+Berkesan+" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=5+Partai+World+Cup+Paling+Berkesan+&amp;link=http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/&amp;Title=5+Partai+World+Cup+Paling+Berkesan+" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/03/30/5-partai-world-cup-paling-berkesan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ASYIKNYA [DIKIRA] PACARAN</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 02:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kupikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini masih ada hubungannya dengan cerita Another Day in Surabaya yang saya posting beberapa hari yang lalu.
Jadi ceritanya ketika tiba saatnya untuk mengakhiri acara di Surabaya, saya dan Ofie berpisah di depan JS Plaza. Ofie dijemput temannya ke Gubeng sementara saya menunggu tukang ojek yang mau mengantar saya ke Juanda. Kebetulan si mas tukang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini masih ada hubungannya dengan cerita <a href="http://daenggassing.com/2010/03/26/another-day-in-surabaya/">Another Day in Surabaya</a> yang saya posting beberapa hari yang lalu.</p>
<p>Jadi ceritanya ketika tiba saatnya untuk mengakhiri acara di Surabaya, saya dan Ofie berpisah di depan JS Plaza. Ofie dijemput temannya ke Gubeng sementara saya menunggu tukang ojek yang mau mengantar saya ke Juanda. Kebetulan si mas tukang ojeknya adalah tukang ojek yang sehari sebelumnya juga mengantar Ofie ke Ubaya untuk test.</p>
<p>Tak begitu lama menunggu datanglah si tukang ojek dan perjalanan ke bandara dimulai. Seperti biasanya terjadilah percakapan antara penumpang dan tukang ojek.</p>
<p>&#8221; mbaknya udah pulang, mas ?&#8221; tanya si tukang ojek.</p>
<p>&#8221; Iya, dia ke Gubeng mau balik ke Jogja&#8221;, jawab saya,</p>
<p>Si mas tukang ojek nanya lagi, &#8221; kalau mas aslinya mana ?&#8221;</p>
<p>Saya jawab, &#8221; kalau saya aslinya Makassar mas, tapi istri saya aslinya Semarang &#8221;</p>
<p>Tanpa saya duga si tukang ojek bertanya lagi, &#8221; Ooohh..itu istrinya ya..? udah nikah toh ? &#8220;.</p>
<p>Otomatis saya jawab iyya sambil dalam hati bertanya-tanya. Benarkah si tukang ojek sama sekali tidak menyangka kalau kami sudah menikah ? kalau iyya, berarti selama 2 hari ini dia hanya menyangka kami sepasang kekasih yang menghabiskan malam di kamar hotel yang sama.</p>
<p>Awalnya saya sempat mengumpat dalam hati. Sialan, pikir saya. memangnya kami kelihatan seperti pasangan mesum ? enak aja. Tapi berikutnya, ada rasa senang juga dalam hati saya, artinya meski kami sudah menikah selama hampir 8 tahun dan sudah punya 2 anak tapi masih ada orang yang mengira kami sepasang kekasih. Hmmm&#8230;lumayanlah, artinya kami masih (kelihatan) muda dong.</p>
<p>Tahun ini, Insya Allah kami akan memasuki masa tahun kedelapan dari usia perkawinan kami. Bagi yang belum menikah atau jumlah tahun pernikahannya masih di bawah angka 5 tahun, masa 8 tahun mungkin sudah dianggap cukup lama. Tapi, bagi kami sendiri masa 8 tahun rasanya masih sangat singkat. Sampai sekarang kami masih terus belajar menjadi sepasang suami istri yang baik, menjadi orang tua yang baik dan tentu saja menjadi individu yang baik. Berkali-kali kami (terutama saya) jatuh ke dalam kubangan kesalahan, berkali-kali juga kami terseret badai dan bahkan berpikir untuk menyerah tapi syukurlah karena Allah masih terus memberi kami kekuatan untuk tetap bersama-sama melangkah seperti janji pernikahan kami.</p>
<p>Dari awal sebelum menikah kami sudah sepakat untuk bersama-sama menolak &#8220;menjadi tua&#8221;, kami ingin seterusnya bisa seperti sepasang kekasih yang tetap terlihat muda, ceria dan mesra meski anak-anak kami makin beranjak dewasa. Sampai sekarang setidaknya dari segi penampilan kami masih bisalah dianggap muda. Bukti terakhir ?berhasil?-nya kami tampil muda ya percakapan dengan tukang ojek di atas.</p>
<p><span id="more-615"></span>Saya jadi ngat awal-awal saat kami baru menikah. Saat itu kami sedang di Jogja, alasan utamanya adalah untuk melegalisir ijazahnya Ofie di kampus sambil sekalian jalan-jalan menikmati Jogja. Kami menginap di sebuah homestay di jalan Sosrowidjayan dekat dari Malioboro. Oleh sang petugas, seorang lelaki muda berusia awal 30-an kami disambut dengan agak kurang ramah. Sepanjang masa menginap kami di sana, mulai dari cek in dia tetap tidak ramah. Saya berasumsi kalau si petugas mengira kami adalah sepasang kekasih yang sedang berbuat mesum.</p>
<p>Di hari terakhir kami menginap di sana, kebetulan kami menerima kedatangan seorang teman di lobby homestay yang berada tepat di depan front office. Saya, Ofie dan teman itu beserta calon suaminya kemudian tenggelam dalam percakapan soal acara pernikahan kami yang memang baru berjarak beberapa minggu sebelumnya. Ketika teman-teman kami pamit saya langsung merasakan perubahan sikap yang drastis dari si petugas homestay itu. Si mas yang tadinya kurang ramah tiba-tiba berubah jadi sangat ramah dan murah senyum dan saya sekali lagi berasumsi itu karena dia baru saja sadar kalau kami ternyata pasangan yang syah dan bukannya pasangan mesum yang mengotori homestaynya, hehehe.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/Ipul_Ofie.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-616" title="Ipul_Ofie" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/Ipul_Ofie.jpg" alt="" width="333" height="500" /></a>Tapi pengalaman paling lucu karena dikira belum jadi pasangan yang syah terjadi waktu Ofie hamil. Waktu itu Ofie sudah telat beberapa minggu dan kami memutuskan untuk mencoba mencari tahu positif atau tidaknya. Mampirlah kami di sebuah apotik kecil dengan niat untuk membeli test pack. Di apotik itu ada dua orang ibu, yang satu tampak sedang asyik membaca koran. Setelah mengutarakan niat kami, si ibu yang satu menyerahkan sebuah test pack. Tanpa kami rencanakan sebelumnya, Ofie langsung ngomong, &#8221; Pokoknya kalau ini positif saya tidak mau tahu, kamu harus tanggung jawab..!! &#8221;</p>
<p>Gokil saya kebetulan juga lagi kumat, jadi dengan mimik serius saya langsung menjawab, &#8221; Iyya, saya janji saya akan tanggung jawab &#8220;. Karena kami ngomong dengan cukup keras otomatis ibu yang sedang asyik baca koran juga dengar dan saya masih ingat bagaimana reaksinya. Dia mengibaskan sedikit koran yang dibacanya dan memandang kami dengan tatapan yang tajam. Ketika transaksi sudah selesai dan kami meninggalkan apotik itu, lewat ekor mata saya bisa melihat kedua ibu langsung bergosip sambil menatap ke arah kami. Saya bisa menduga arah gosip mereka dan saya yakin mereka menggosipkan kami. Yah, penampilan kami waktu itu memang sangat meyakinkan kalau kami hanyalah sepasang muda-mudi yang sedang pacaran, bukannya sepasang suami istri yang menantikan kabar kehamilan jadi saya rasa mereka akan bergosip tentang bagaimana rusaknya pergaulan remaja masa kini, hahaha.</p>
<p>Yah begitulah, meski sekarang kami dikaruniai dua orang anak yang sehat, lucu dan cerdas tapi kami tetap berusaha menolak untuk &#8220;menjadi tua&#8221;, kami masih ingin tetap seperti sepasang remaja yang dimabuk asmara. Rasanya memang menyenangkan kalau bisa tetap terlihat seperti orang yang berpacaran meski mungkin kami bisa saja membuat orang jadi berdosa karena mengira yang bukan-bukan tentang kami.</p>
<p>Saat turun di bandara Juanda minggu lalu saya melihat sebuah pemandangan yang menyejukkan. Seorang bapak berumur sekitar 50-an di depan saya saat sama-sama keluar dari terminal kedatangan dijemput seorang anak lelaki berusia belasan tahun yang menyapanya dengan panggilan ?kakek?, di belakang si anak ada seorang ibu yang juga berumur 50-an. Dengan mesra si ibu kemudian mencium si bapak, demikian juga dengan si bapak. Ah, rasanya sangat menyejukkan melihat pemandangan seperti itu. Meski telah sama-sama berumur tapi mereka terlihat sangat mesra, saling bertukar ciuman di pipi dan kemudian bergandengan tangan. Saya ingin seperti mereka, mesra hingga maut memisahkan.</p>
<p>Doakan saya teman-teman..</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/&amp;title=ASYIKNYA+%5BDIKIRA%5D+PACARAN" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/&amp;t=ASYIKNYA+%5BDIKIRA%5D+PACARAN" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/&amp;t=ASYIKNYA+%5BDIKIRA%5D+PACARAN" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/&amp;title=ASYIKNYA+%5BDIKIRA%5D+PACARAN" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=ASYIKNYA+%5BDIKIRA%5D+PACARAN&amp;link=http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/&amp;Title=ASYIKNYA+%5BDIKIRA%5D+PACARAN" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/03/29/asyiknya-dikira-pacaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 yang terkenang di 2009</title>
		<link>http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 07:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kupikir]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[bibit-chandra]]></category>
		<category><![CDATA[koin prita]]></category>
		<category><![CDATA[prita]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2009 sebentar lagi akan berlalu, tinggal hitungan hari saja. Orang-orang sudah sibuk menyusun rencana untuk malam pergantian tahun, sebagian juga sudah mulai merenung dan mengevaluasi tahun yang akan lewat dan membuat perencanaan menyambut tahun yang akan tiba. Saya pribadi tidak pernah terlalu antusias menyambut pergantian tahun. Seumur hidup saya Cuma pernah dua kali ikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2009 sebentar lagi akan berlalu, tinggal hitungan hari saja. Orang-orang sudah sibuk menyusun rencana untuk malam pergantian tahun, sebagian juga sudah mulai merenung dan mengevaluasi tahun yang akan lewat dan membuat perencanaan menyambut tahun yang akan tiba. Saya pribadi tidak pernah terlalu antusias menyambut pergantian tahun. Seumur hidup saya Cuma pernah dua kali ikut acara pergantian tahun. Sekali waktu masih ABG dan sekali lagi karena terpaksa. Pernah juga saya membuat rencana dan resolusi setiap pergantian tahun tapi akhirnya lebih banyak hanya jadi catatan biasa yang tak banyak ditaati. Akhirnya saya pikir merenung dan membuat resolusi tak mesti menanti pergantian tahun, saya bisa melakukannya setiap hari, dan..pergantian tahun kembali jadi acara biasa yang tak ada bedanya dengan pergantian hari. Hanya berbeda di soal mengganti kalender saja.</p>
<p>Tahun inipun sama. Tak ada acara spesial dan tak ada resolusi spesial. Hanya saja hari ini saya coba membuat sesuatu yang agak berbeda. Saya ingin membagi 6 momen yang terjadi sepanjang tahun 2009 yang menurut saya punya tempat tersendiri di ingatan saya. Ini dia momen yang saya maksud :</p>
<p><strong><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/Backspacer.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-498" title="Backspacer" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/Backspacer.jpg" alt="" width="259" height="266" /></a>BACKSPACER rilis resmi bulan September tahun ini.</strong><br />
Pearl Jam, satu-satunya survivor Seattle Sound kembali menunjukkan eksistensinya. Saat banyak orang awam bertanya apakah mereka masih eksis atau tidak, mereka dengan bangga melempar album studio kesembilan mereka di bulan sembilan tahun dua ribu sembilan ini.</p>
<p>Album ini juga sekaligus pembuktian kalau dari sisi musikalitas mereka semakin matang. Backspacer berisi lagu-lagu yang tak lagi mengandung kemarahan, kegelapan dan kritikan tajam. Situasi politik AS yang cenderung lebih adem pasca turunnya Bush membuat Vedder cs. sedikit melunak. Di album ini mereka menyebarkan aura positif dan optimisme lewat perenungan panjang tentang hidup dan kehidupan. Lirik dan musik yang mereka tawarkan lebih gampang dicerna kuping dibandingkan album terdahulu meski sama sekali tidak murahan. Untuk pertama kalinya juga selepas album ?Yield? mereka berhasil duduk di tangga nomor 1chart Billboard meski itu bukan tujuan mereka.</p>
<p>Pearl Jam tetaplah Pearl Jam. Mereka memainkan musik yang mereka suka, musik yang dipersembahkan untuk orang-orang yang menghargai mereka sebagai musisi dan manusia, bukan objek.</p>
<p><strong><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/koinpritaam.JPG"><img class="size-medium wp-image-487 alignright" title="koinpritaam" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/koinpritaam-300x198.jpg" alt="" width="266" height="175" /></a>Koin untuk Prita.</strong><br />
Berawal dari sebuah keluhan lewat email dan berakhir di pengadilan negeri Tangerang. Itulah nasib yang dialami ibu Prita, seorang ibu rumah tangga biasa yang kebetulan mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari sebuah rumah sakit besar bertaraf Internasional.</p>
<p>Ibu Prita sempat ditahan di lembaga pemasyarakatan. Dukungan khalayak terutama yang digalang lewat dunia maya memaksa pihak pengadilan melunak dan membebaskan beliau. Tapi kasus ini tetap bergulir, nyaris tanpa menarik perhatian publik.</p>
<p>Perhatian baru tersedot kembali ketika ibu Prita terancam harus membayar denda Rp. 240 juta ke pihak Omni Internasional. Di sinilah para pendukung Prita, orang-orang biasa yang sudah muak dengan segala ketidakadilan di negeri ini kembali bereaksi. Awalnya hanya di dunia maya yang kemudian berlanjut ke dunia nyata. Koin-koin dikumpulkan sebagai simbol perlawanan. Hasilnya sungguh luar biasa, ditaksir nilai koin yang terkumpul mencapai Rp. 600 juta lebih yang datang dari segala penjuru negeri.</p>
<p>Sensasikah yang mereka cari ? Saya kira bukan. Mereka hanya berusaha menggelitik nurani kita yang sudah terlanjur lelah oleh ketidakadilan yang ada di sekitar kita. Dan Ibu Prita bukan orang terakhir yang jadi korban ketidakadilan itu.<br />
<span id="more-497"></span><br />
<strong><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/bibit-dan-chandra1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-500" title="PIMPINAN KPK KE MABES" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/bibit-dan-chandra1-300x226.jpg" alt="" width="173" height="129" /></a>Bibit ? Chandra dan sejuta dukungan lewat facebook.</strong><br />
Contoh lain betapa hebatnya kekuatan jaringan dunia maya. Menyusul anehnya kasus penahanan Bibit dan Chandra, ombak dukungan via dunia maya makin tinggi. Sebuah grup khusus yang diciptakan untuk memberi dukungan moril dibanjiri para facebooker. Dalam beberapa hari jumlahnya mencapai satu juta pendukung. Dan ini efektif mendesak pengambil keputusan untuk segera menuntaskan masalah ini.</p>
<p>Salah satu bukti nyata kalau internet dan segala fenomena bawaannya sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi. Semakin hari kekuatannya akan semakin diperhitungkan.</p>
<p><strong><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/09-06-15-real-madrid-ronaldo-kaka.jpg"><img class="size-medium wp-image-499 alignright" title="09-06-15-real-madrid-ronaldo-kaka" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/09-06-15-real-madrid-ronaldo-kaka-300x184.jpg" alt="" width="265" height="162" /></a></strong></p>
<p><strong>Real Madrid yang kesetanan.</strong><br />
Florentino Perez yang kembali menduduki tahta tertinggi klub Real Madrid benar-benar kesetanan. Dengan dana tak kurang dari 240 juta Euro dia mengajak para pesohor lapangan hijau berganti kostum. Pertama adalah Kaka. Dengan harga di atas 65 juta Euro yang ditawarkan, Kaka berganti kostum dari merah hitam ke putih-putih. It really break my heart. Apalagi ada kesan kalau sesungguhnya Kaka tak rela untuk pindah karena masih sangat mencintai AC Milan. Semua karena Berlusconi, dan syukurlah ada orang yang kemudian melemparnya dengan patung.</p>
<p>Perez tak berhenti di situ. Berikutnya ada ikan yang lebih besar yang siap dikail. Dia adalah Cristiano Ronaldo. Dengan nilai lebih dari 95juta Euro dia angkat koper dari Manchester. Michel Platini terbelalak dan menganggap harga itu tak masuk akal. Sayapun begitu, setidaknya saya menganggap Kaka lebih pantas dihargai lebih mahal daripada bocah cengeng yang senang merengek itu.</p>
<p>Madrid dibawah bayang-bayang uang tak berseri milik Perez mendatangkan Benzema kemudian. Sebelumnya ada Raul Albiol yang namanya memang belum sementereng 3 nama di atas. Kegilaan Madrid ditutup oleh Xabi Alonso yang meninggalkan lubang cukup dalam di tubuh Liverpool. Sudah, lengkap sudah klub paling gila belanja tahun ini.</p>
<p><strong><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/Barcelona+v+Sporting+Lisbon+UEFA+Champions+XfaxlpXYtvfl.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-501" title="Barcelona+v+Sporting+Lisbon+UEFA+Champions+XfaxlpXYtvfl" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/Barcelona+v+Sporting+Lisbon+UEFA+Champions+XfaxlpXYtvfl-300x190.jpg" alt="" width="266" height="168" /></a>Barcelona yang mempesona.</strong><br />
Sementara itu musuh abadi Madrid, tanpa banyak sensasi justru membuat sensasi besar. Dalam sejarah klub-klub di dunia belum pernah ada yang seperti mereka. Menyetor 6 tropi ke lemari mereka dalam 1 tahun..!!, yup..6 dalam satu tahun. Belum pernah ada yang seperti itu, apalagi trophi yang mereka setor bukan sembarang trophi.</p>
<p>Dimulai dengan gelar juara Primera La Liga, kemudian Copa Del Rey, kemudian juara Champion Eropa, trus Piala Super Spanyol secara otomatis dan kemudian Juara Super Eropa. Mereka belum puas hingga kemudian merasa perlu menyetor gelar juara dunia antar klub di akhir tahun. Adakah yang lebih fenomenal dan sensasional dari itu ?</p>
<p>Hebatnya lagi, itu semua disetor di tahun pertama Joseph Guardiola menjadi pelatih. Sungguh luar biasa. Saya yang tak pernah terlalu suka pada Barca akhirnya harus jujur kalau saya terpesona. Deretan raihan Barca sekaligus membuat Spanyol tetap bertahan di peringkat 1 tim terbaik keluaran FIFA dan juga membuat Messi meraih gelar pemain terbaik Eropa dan Dunia sekaligus. Dia Argentinian pertama yang melakukannya.</p>
<p><strong><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/maldini2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-502" title="maldini2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/12/maldini2-221x300.jpg" alt="" width="221" height="299" /></a>Selesainya era il Bandiera</strong><br />
Akhirnya masa pengabdian seperempat abad itu selesai juga. Paolo Maldini resmi pamit dari lapangan hijau tahun ini. Legenda hidup Milan yang selalu ada dalam rentetan suka dan duka AC Milan di seperempat abad terakhir itu akhirnya menyerah juga pada yang namanya umur.</p>
<p>Maldini yang mulai berkarir secara profesional saat Messi belum lahir itu adalah salah satu idola saya di lapangan hijau. Bukan cuma idola, dalam beberapa aspek saya menjadikannya contoh. Kerendahan hatinya, loyalitas dan kesederhanaannya adalah contoh terbaik seorang bintang. Di akhir musim 2008-2009 dia akhirnya berhenti juga. Tatapan tajamnya tak akan pernah menghantui para penyerang Serie A lagi meski kharismanya akan tetap dipergunjingkan untuk waktu yang sangat lama. Maldini berhasil memaksa para petinggi Milan untuk menyimpan kostum nomor 3 sampai Christian Maldini siap melanjutkan generasi Maldini di AC Milan. Momen menyedihkan bagi saya tahun ini.</p>
<p>Dan begitulah, enam catatan terpenting dari deretan hari yang silih berganti di tahun 2009 ini sudah saya tuliskan untuk anda. Sekarang saya siap mencatat apa-apa saja yang bisa dicatat dari tahun yang akan datang.</p>
<p>Bagaimana dengan anda ? adakah catatan khusus di tahun ini ? mari berbagi.</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/&amp;title=6+yang+terkenang+di+2009" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/&amp;t=6+yang+terkenang+di+2009" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/&amp;t=6+yang+terkenang+di+2009" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/&amp;title=6+yang+terkenang+di+2009" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=6+yang+terkenang+di+2009&amp;link=http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/&amp;Title=6+yang+terkenang+di+2009" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2009/12/28/6-yang-terkenang-di-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keseleo Lidah di TV Nasional</title>
		<link>http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=446</guid>
		<description><![CDATA[
Mungkin tidak banyak yang tahu, atau mungkin tidak banyak memperhatikan kalau hari sabtu (21/11) saya dapat kesempatan tampil di TV nasional, tepatnya di TvOne. Lagian saya juga tidak penting-penting amat.
Sebenarnya yang dapat tawaran untuk jadi bintang tamu di acara Apa Kabar Indonesia Akhir Pekan itu adalah Aan, rekan penyair kami. Cuma karena yang akan dibahas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-447" title="IMG00021-20091121-0810" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2009/11/IMG00021-20091121-0810.jpg" alt="IMG00021-20091121-0810" width="563" height="421" /></p>
<p>Mungkin tidak banyak yang tahu, atau mungkin tidak banyak memperhatikan kalau hari sabtu (21/11) saya dapat kesempatan tampil di TV nasional, tepatnya di TvOne. Lagian saya juga tidak penting-penting amat.</p>
<p>Sebenarnya yang dapat tawaran untuk jadi bintang tamu di acara Apa Kabar Indonesia Akhir Pekan itu adalah Aan, rekan penyair kami. Cuma karena yang akan dibahas adalah komunitas maka Aan minta kepada wakil komunitas blogger Makassar untuk menemaninya, dan hopla..saya, Iqko dan Ntan akhirnya bersedia (tentu saja) untuk menemani Aan.</p>
<p>Jadilah hari sabtu pagi jam 7 (sesuai arahan dari Aan) saya sudah tiba di anjungan pantai Losari tempat acara digelar. Saya datang bersamaan dengan Ntan, sementara Iqko ternyata sudah tiba duluan di lokasi. Hanya berselang beberapa menit Akmal juga merapat,lengkap dengan kaos AM dan X banner. Sejenak saya menyangka dia mau mancing karena x banner yang menyelip dari ransel persis seperti joran pancing.</p>
<p>Aan yang jadi pihak pengundang belum tiba di lokasi. Bergantian kami coba menghubunginya, tidak diangkat. Mungkin lagi di jalan. Sementara kru TVOne nampak sudah sibuk menyiapkan lokasi acara. Beberapa kamera sudah tertata rapi, tempat duduk untuk host dan bintang tamu juga sudah siap. Bahkan alat musik lengkap serta band yang akan tampil juga sudah mulai cek sound.</p>
<p>“ Rasanya koq mules&#8230;”, kata Ntan. Wajarlah..kami kan bukan orang yang biasa masuk tipi, lagian ini tv nasional dan live pula, siapa yang tidak grogi. Awalnya saya biasa-biasa saja bukan karena sudah biasa masuk tipi, tapi lebih karena belum percaya 100% kalau bakal beneran jadi bintang tamu jadi ya masih santai lah.</p>
<p>Tak lama kemudian yang dinanti-nantipun tiba. Aan merapat dengan gayanya yang khas, jenggot tebal dan kacamata bergagang tebal plus sweater hitam. Karena sudah lengkap, kami berinisiatif mendekat ke tenda kru TvOne sambil sekalian menikmati penampilan band Anima dan Angel Percussion yang sedang cek sound.</p>
<p>Acara sudah hampir dimulai, tapi kami masih tetap berstatus sebagai penonton. Belum ada tanda-tanda kami akan jadi bintang tamu. Kru dari TvOne juga tidak ada yang mendekati, sayapun mulai merasa pesimis, jangan-jangan nggak jadi nih. Rugi juga kalau sampai nggak jadi masuk tipi, soalnya pemberitahuan sudah disebar via FB plus keluarga dekat juga sudah dikasih tahu. Kalau sampai tidak jadi, pasti malu deh.</p>
<p>Untunglah karena beberapa detik sebelum acara dimulai Aan dapat telepon dari kru TvOne dan kamipun merapat ke area kru. Acara sudah dimulai dengan penampilan Angel Percussion ketika kami diajak untuk dirias, maklumlah wajah asli kami memang lumayan tidak pantas masuk tipi, terlalu kumuh kata Iqko. Jadi, setelah bertahun-tahun sejak terahir kali waktu menikah dulu akhirnya wajah saya kembali bertemu bedak, kali ini malah sangat tebal. Rasanya lucu juga melihat muka sendiri seabis dirias. Tiba-tiba saya jadi ingat para penghuni lapangan Karebosi jaman dulu sebelum Karebosi dibenahi ( you know what I mean, right ?)</p>
<p>Selesai dirias sambil menunggu dipanggil naik ke panggung utama tiba-tiba saya mulai merasa mules. Rasa nervous mulai menyerang. Kalau sebelumnya tidak terpikir sama sekali, maka kali ini saya sudah mulai membayangkan yang tidak-tidak. Mengingat ini acara live yang disiarkan ke seluruh pelosok Indonesia saya sampai membayangkan kalau sampai melakukan sesuatu hal yang bodoh di depan televisi, seluruh Indonesia bisa-bisa menertawakan saya. Pikiran itu makin kuat ketika kami dikasih aba-aba untuk mulai masuk ke panggung utama.</p>
<p><span id="more-446"></span>Beruntung karena kedua host acara itu (Bagus dan Yenni) ternyata sangat ramah. Dengan santai dan hangat mereka memperkenalkan diri dan mengajak ngobrol tentang topik yang akan diangkat. Kehangatan mereka berdua dengan cepat mencairkan suasana, kami akhirnya jadi santai dan betul-betul rileks. Hilang sudah rasa deg-degan yang sebelumnya lumayan menguasai.</p>
<p>Five, four, three, two, one&#8230;dan acara dimulai.</p>
<p>Bagus memulai dengan bertanya ke salah seorang penonton sebelum akhirnya mengoper ke Yenni di panggung utama. Pertama sih cuma pertanyaan tentang komunitas blogger Makassar, tentang awal pendirian, tentang syarat bergabung dan tentang acara-acara yang sudah digelar selama ini. Di sesi pertama ini saya masih sibuk bertanya pada diri sendiri, “ how do I look ? do I look great on TV ?”. sampai-sampai saat ditanya tentang kegiatan AM selama ini saya sempat blank dan lupa menyebutkan beberapa kegiatan yang sudah digelar sama anak-anak AM.</p>
<p>Beruntung karena saat break tiba, kedua host TvOne tidak kehilangan kehangatan mereka. Kami kembali ngobrol ringan dan akrab hingga kemudian sesi berikutnya berlangsung lebih santai. Rasa grogi sudah benar-benar hilang, malah berganti dengan rasa percaya diri. Pertanyaan-pertanyaan dari kedua host bisa kami jawab dengan santai, apalagi pas Bagus bertanya tentang nasib PSM dan kerusuhan yang dibuat penontonnya, saya bisa menjawab dengan santai dan diplomatis. Waktu Bagus nanya, “ gimana nih PSM, koq bisa rusuh begitu sih ?”, saya bisa menjawabnya dengan kalimat begini, “ Kalau saya pikir sih, soal kerusuhan penonton itu kan sebenarnya masalah nasional, bukan Cuma pendukung PSM aja yang pernah rusuh..”..bener kan ? oh ya, saya juga sempat dengan percaya dirinya menjelaskan tentang perbedaan besar antara ikan bakar di Makassar dengan ikan bakar di Jawa, sebuah penjelasan yang sebenarnya sudah sering kali saya ulangi dalam berbagai kesempatan, utamanya kepada keluarga atau teman-teman dari Jawa.</p>
<p>Tapi, rupanya suasana yang cair serta rasa percaya diri yang mulai tumbuh itu jadi bumerang juga. Saya jadi benar-benar tidak sigap dan juga rupanya rasa grogi itu tidak 100% hilang hingga akhirnya saya membuat kesalahan..!!!</p>
<p>Sebenarnya sesi untuk kami sudah hampir habis, waktu itu Yenni bertanya, “ Nah, kalau menurut kalian tempat-tempat apa aja nih yang bisa direkomendasikan buat orang-orang yang mau ke Makassar ?”. Waktu itu Yenni menatapnya ke saya, jadi otomatis saya merasa sayalah yang harus menjawab pertanyaan itu. Oke, saya mendekatkan mic ke mulut dan mulai menjawab, “ ya banyak tempat sih, salah satunya ya anjungan pantai Losari ini. Terus yang baru, yang sekarang jadi ikon kota Makassar ini adalah **tiittt** yang letaknya hanya sepelemparan batu dari sini..”</p>
<p>Damn..!! tanpa sadar saya menyebut sebuah arena bermain punya sebuah korporasi yang juga punya stasiun tipi yang notabene adalah kompetitor dari TvOne. Saya langsung sadar sudah keseleo lidah ketika saya dengar kru TvOne kompak bersorak dari tenda kru..Yenni dan Baguspun buru-buru memotong dengan mengalihkan pembicaraan. Arrghhh..!! sialan, saya langsung blank dan jadi merasa bodoh..Akhirnya sisa “penampilan” kami yang tinggal beberapa menit jadi terasa sangat menyiksa bagi saya. Rasanya pengen buru-buru lari dari situ. Saya jadi merasa sangat bersalah dan merasa bodoh..</p>
<p>Akhrinya sesi untuk kami abis juga, Bagus dan Yenni tetap kelihatan hangat dan saat menjabat tangan kami, mereka sepertinya gak gitu mempermasalahkan meski terus terang saya terlanjur merasa nggak enak. Di tenda kru, seorang kru TvOne mendekati saya dan dengan wajah muram dia bilang, “ Mas, seharusnya tadi jangan nyebut **titt**, itu kan kompetitor kami, kalau gini kami pasti dapat telepon dari Jakarta”. Arrghh..saya benar-benar merasa bersalah dan akhirnya Cuma bisa minta maaf. Lain kali nggak lagi deh, ehh..tapi emangnya bakal ada lain kali ? hehehe..</p>
<p>Yah, saya Cuma bisa minta maaf saja. Maklumlah kami kan baru masuk tipi jadi pasti grogi. Lagian mereka juga harusnya sudah mengantisipasi karena arena bermain itu kan masih “hangat” dan pasti bakal sering jadi bahan cerita dari Makassar. Harusnya mereka ngasih warning dan mewanti-wanti kami sebelum acara dimulai.</p>
<p>Oh, ya..keesokan harinya JK jadi bntang tamu di acara yang sama, dan&#8230;beliau juga melakukan kesalahan yang sama seperti saya..beliau juga menyebut **tiittt** dengan sangat jelas..hahaha.. tapi, saya yakin beliau tidak dapat teguran dari pihak TvOne..tidak seperti saya&#8230;hehehe. tapi, itu kan berarti kalau kesalahan saya adalah kesalahan yang “biasa” dan bisa terjadi pada siapa saja..bener kan ?</p>
<p><em><strong>foto by : Akmal</strong></em></p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/&amp;title=Keseleo+Lidah+di+TV+Nasional" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/&amp;t=Keseleo+Lidah+di+TV+Nasional" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/&amp;t=Keseleo+Lidah+di+TV+Nasional" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/&amp;title=Keseleo+Lidah+di+TV+Nasional" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Keseleo+Lidah+di+TV+Nasional&amp;link=http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/&amp;Title=Keseleo+Lidah+di+TV+Nasional" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2009/11/23/keseleo-lidah-di-tv-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Re Union</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 05:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[
Momen lebaran biasanya dikaitkan dengan ritual mudik. Ritual di mana banyak orang berjuang untuk bisa kembali ke tanah yang pernah mereka akrabi. Bertemu dan berengkerama kembali dengan keluarga maupun teman-teman yang mungkin telah lama terpisah oleh jarak dan waktu. Nah, ritual mudik ini juga yang kemudian berhasil mempertemukan saya dengan 3 orang teman baik saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img src="http://i168.photobucket.com/albums/u175/ipulji/foto%20blog/SA400061.jpg" width="383" height="286" /></p>
<p>Momen lebaran biasanya dikaitkan dengan ritual mudik. Ritual di mana banyak orang berjuang untuk bisa kembali ke tanah yang pernah mereka akrabi. Bertemu dan berengkerama kembali dengan keluarga maupun teman-teman yang mungkin telah lama terpisah oleh jarak dan waktu. Nah, ritual mudik ini juga yang kemudian berhasil mempertemukan saya dengan 3 orang teman baik saya semasa masih berseragam abu-abu dulu.</p>
<p>Lebih dari 4 tahun sudah kami tak bersua. Bahkan ada yang sudah 12 tahun tak pernah kutemui lagi. Rentang waktu yang sedemikian lama itu tak lantas membuat kami saling melupakan. Deretan kenangan lama masih sanggup membuat kami tenggelam dalam obrolan berjam-jam.</p>
<p>Dulu, di sebuah sekolah menengah kejuruan bernama STM Pembangunan (kini SMK 5), tepatnya di jurusan bangunan gedung tempat di mana segerombolan anak-anak muda diperkenalkan dengan deretan pengetahuan tentang dunia konstruksi lahir sebuah geng sekolah. Hal yang wajar, dan pasti selalu terjadi di sekolah di mana saja di Indonesia.</p>
<p>Geng kami terdiri dari 12 anak muda dengan prestasi yang biasa-biasa saja namun dengan predikat nakal yang cukup melekat. Nama geng kami Ghoblock. Biasalah, sebuah geng lebih sering menggunakan nama-nama yang berkonotasi negatif yang diyakini lebih keren. Ghoblock adalah akronim dari Ghost On The Block, ini usulan dari saya yang saat itu masih dihinggapi euforia boy band New Kids On The Block meski belakangan geng kami lebih akrab dengan musik rock dan Grunge.</p>
<p>Untuk urusan prestasi, anggota geng kami hanya selalu berada di deretan papan tengah, bahkan 2 di antaranya adalah mantan kakak kelas kami yang terpaksa belajar bersama kami karena angkanya tak mencukupi untuk lanjut ke kelas berikutnya. Salah satu di antaranya malah terpaksa di-drop out karena terlalu betah bertahan di kelas yang sama untuk masa 3 tahun.</p>
<p>Untuk urusan kenakalan, mungkin geng kami juga masih berada di papan tengah agak ke atas. Meski rada badung, senang melanggar aturan dan hobi membuat guru kesal (bahkan menangis) namun kami boleh bangga karena kami bukan anak yang doyan menenggak minuman keras atau akrab dengan obat-obatan. Satu lagi, kami bukan geng yang gemar beradu fisik. Untuk ketiga urusan itu kami selalu berusaha menghindar.</p>
<p>Saya masih ingat, suatu hari sekolah kami sempat terlibat dalam bentrokan besar dengan sebuah SMA. Hampir semua kelas di sekolah kami mengirimkan “wakil”nya untuk menyerbu SMA itu dan geng kami didaulat untuk mewakili kelas III Bangunan Gedung. Di pangkalan mikrolet kami masih berakting seolah-olah kami bersemangat untuk ikut barisan laskar penyerang itu, namun begitu semua pasukan sudah berlalu dan berada di barisan depan kami memutar haluan. Mampir di rumah seorang anggota geng hingga sore. Bagi kami tawuran dan semacamnya hanyalah sebuah kegiatan yang buang-buang energi dan sama sekali tidak berguna.</p>
<p>Belasan tahun setelah meninggalkan bangku STM kami tak pernah berkumpul secara lengkap lagi. Sebagian dari kami sudah tersebar ke kota lain, sebagian lain yang masih berada di Makassar sudah terlalu sibuk dengan urusan masing-masing.</p>
<p>Saya beruntung karena tahun ini saya sempat bertemu dan berkumpul dengan tiga orang anggota se-geng. Lewat obrolan berjam-jam kami berbagi cerita dan kenangan masa lalu. Mencoba meresapi kembali masa-masa penuh kenangan tersebut. Selepas acara reuni saya masih saja dihinggapi keinginan mengorek kembali barisan-barisan kenangan bersama teman-teman se-geng itu.</p>
<p><span id="more-236"></span>Berikut kondisi terakhir geng kami :<br />
1.    Saya sendiri. Sudah jadi bapak beranak dua dan masih tetap berperan sebagai sekrup dalam sebuah sistem besar bernama karir (meminjam istilah Hilman).<br />
2.    Abdul Muis, akrab disapa Jhae. Dari dulu memang paling tajir di antara kami. Sekarang jadi pimpinan sebuah CV yang bergerak di dunia konstruksi dan jadi ayah dari dua orang anak.<br />
3.    Muh.Rezki Sutrisno, akrab disapa Kiko. Ayah seorang anak, jadi pegawai dinas Pekerjaan Umum di Polmas-Sulbar. Sekarang sedang merampungkan studi S2-nya di UNDIP. Anak pemalas yang manja karena sangat disayang kedua orang tuanya yang juga cukup tajir.<br />
4.    Mulyono Muhlis Mustari. Belum menikah, jomblo abadi (at least hingga saat ini), kerja di pusat penjualan motor Honda di Mamuju-Sulbar. Anak dari keluarga sederhana dengan orang tua yang sudah bercerai. Meski begitu Mul terkenal sebagai anak yang paling solider dan setia kawan.<br />
5.    Syarifuddin, lebih akrab disapa Emal. Sama dengan Mul, dia juga jomblo abadi. Dari dulu memang tak pernah kedengaran punya kaitan dengan mahluk berjenis wanita. Setelah lama bekerja di desainer interior dan pembuat furniture sekarang “pulang kampung” mengikuti jejak bapaknya jadi pengusaha daging potong.<br />
6.    Hendra Syam. Anak paling urakan, cuek dan selalu menikmati hidup apa adanya. Sekarang punya studio musik yang dikelolanya sendiri. Hidup sebagai seorang bohemian, tak mau terikat apalagi dengan yang namanya perkawinan.<br />
7.    Irwan Tajuddin. Freelance arsitek, meski berwajah pas-pasan (setidaknya bila dibandingkan dengan Bertrand Antolin) namun dari dulu terkenal sebagai playboy kelas wahid. Belum berpikir untuk menikah karena masih menikmati peran sebagai playboy, bahkan sekarang katanya sedang hobi berburu ABG.<br />
8.    Khairil. Lebih sering disapa Heri. Belum menikah juga dan sekarang sudah jadi seorang kontraktor di sebuah daerah di pulau Papua. Selepas dari STM dia sempat menempuh hidup di jalan gelap dengan menjadi pengedar narkoba-buah pergaulan dengan teman kuliahnya.<br />
9.    Amri Hamid. Cowok ini punya tampang yang mirip dengan tampang saya, bahkan beberapa guru kesulitan membedakan kami. Sudah menikah namun belum punya momongan. Punya usaha percetakan melanjutkan jejak bapaknya dan masih aktif sebagai atlet bulutangkis.<br />
10.    Ardi Tandi. Keturunan toraja yang sering jadi tokoh antagonis dalam geng kami. Kabar terakhirnya entah bagaimana, namun katanya sudah berada di Batam ikut bapaknya.<br />
11.    Dahlan Subari atau sering dipanggil Udi. Punya anak 3 (kabar terakhir), pernah jadi anggota KAMRA (Keamanan Rakyat) dan sekarang jadi pemborong bangunan.<br />
12.    Emanuel Nong Yanto, atau akrabnya dipanggil Lhoey. Cowok Flores yang di-DO gara-gara kelamaan di kelas 3. Entah bagaimana kabar terakhirnya.</p>
<p>Itulah kami waktu itu, 12 orang anak muda berseragam abu-abu yang masih gamang mencari jati diri. Waktu telah begitu jauh menghempaskan kami, mempertemukan kami dengan berbagai jalan kehidupan yang berbeda-beda. Dan masa lalu hanya sebentuk lukisan indah yang akan selalu kami pandangi karena di dalamnya terekam banyak sekali jejak dengan aneka macam warna.</p>
<p>Entah kapan kami akan berkumpul kembali dan memutar ulang semua kenangan indah itu..</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/&amp;title=Re+Union" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/&amp;t=Re+Union" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/&amp;t=Re+Union" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/&amp;title=Re+Union" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Re+Union&amp;link=http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/&amp;Title=Re+Union" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/10/08/re-union/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
