<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; Kenangan</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/kenangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Berawal Dari Kompas.com</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/02/berawal-dari-kompas-com/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/02/berawal-dari-kompas-com/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 01:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Senin]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2334</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menulis tentang sejarah perkenalan dengan komputer, sepertinya sekarang saya mau menulis tentang sejarah perkenalan dengan internet. Sebuah produk jaman modern yang hari ini rasanya sungguh susah untuk saya tinggalkan. Saya lupa kapan pertama kali mendengar kata internet. Mungkin sejak saya masih SMP, tapi pastinya kapan saya lupa. Pertama kali tersambung langsung adalah sekitar tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2335" class="wp-caption aligncenter" style="width: 632px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/World-IPv6-Day-Trial-to-be-hosted-by-Google-Facebook-Yahoo.jpg"><img class=" wp-image-2335" title="World-IPv6-Day-Trial-to-be-hosted-by-Google-Facebook-Yahoo" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/World-IPv6-Day-Trial-to-be-hosted-by-Google-Facebook-Yahoo.jpg" alt="" width="622" height="465" /></a><p class="wp-caption-text">Internet ( images by : Google )</p></div>
<blockquote>
<h3>Setelah menulis tentang sejarah <a href="../../../../../2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/">perkenalan dengan komputer</a>, sepertinya sekarang saya mau menulis tentang sejarah perkenalan dengan internet. Sebuah produk jaman modern yang hari ini rasanya sungguh susah untuk saya tinggalkan.</h3>
</blockquote>
<p>Saya lupa kapan pertama kali mendengar kata internet. Mungkin sejak saya masih SMP, tapi pastinya kapan saya lupa. Pertama kali tersambung langsung adalah sekitar tahun 1998. Ceritanya kantor kami mulai memasang internet, waktu itu masih dial up dari TelkomNet Instant dengan kecepatan 52Kbps. Itupun hanya satu komputer yang tersambung internet, komputer milik sekertaris boss.</p>
<p>Suatu hari saya dapat kesempatan mencoba sambungan internet di ruang si ibu sekertaris. Saya dan seorang teman yang lebih senior kemudian mencoba membuka berbagai situs. Saya ingat, situs pertama yang kami buka itu adalah <strong>Kompas.com</strong>. Sekadar membaca beberapa berita di sana. Selanjutnya sang kawan mulai mengetikkan beberapa huruf dan kemudian muncullah beberapa gambar yang membuat kelaki-lakian kami jadi menggelegak. Tapi persentuhan pertama kami tidak lama, TelkomNet Instant bukan layanan yang pas untuk membuka gambar seperti itu. Terlalu menguji kesabaran.</p>
<p>Selepas pertemuan pertama itu saya butuh bertahun-tahun lagi untuk kemudian akrab kembali dengan internet. Sekitar tahun 2000 ketika bekerja di pinggiran ibukota saya akhirnya bisa menikmati fasilitas internet setiap hari. Kantor tempat saya magang memasang internet, jadilah saya kemudian makin akrab dengan dunia maya.</p>
<p>Membuat akun email sudah saya lakukan sebelum ke Jakarta. Masalahnya kemudian adalah saya tidak punya kenalan di dunia maya yang bisa saya kirimi email dan mengirimkan email ke saya. <strong>Walhasil inbox saya hanya berisi email selamat datang dari Yahoo.</strong> Ketika kemudian berada di Jakarta dan bisa internetan setiap hari, saya coba ikut <em>mailing list</em> sebuah tabloid olahraga. Hasilnya, setiap hari inbox dipenuhi email dari manusia asli, bukan cuma mesin. Ah, senangnya luar biasa.</p>
<p>Ketergantungan dengan internet makin tinggi sampai sekitar setahun berikutnya. Alasan utamanya karena ketika kembali ke Makassar saya terlibat dalam hubungan jarak jauh yang membutuhkan internet sebagai mediumnya. Selain itu saya mulai rajin mengunjungi beberapa situs dewasa. ?Tak bisa saya pungkiri, waktu itu kata internet juga lekat sebagai media untuk menjangkau banyak material dewasa dengan mudah.</p>
<p>Setelah menikah dan kondisi <em>long distance relationship</em> sudah terputus maka kebutuhan akan internet juga kemudian terhenti. Kalau tadinya saya rajin menyambangi warnet untuk membuka inbox, menulis email dan mengunduh beberapa gambar, maka sejak menikah semua kebiasaan itu perlahan hilang. Internet menjadi tidak penting, setidaknya hingga 4 tahun kemudian.</p>
<p>Kenapa empat tahun ? karena sekitar empat tahun kemudian di kantor akhirnya terpasang Telkom Speedy yang kemudian disebar ke semua komputer yang ada di kantor. Masa-masa perkenalan dengan internet kemudian dimulai lagi. Tidak perlu memulai dari awal, <strong>meski saya harus membuat email baru karena email lama sudah dinonaktifkan oleh yahoo.</strong></p>
<p>Perkenalan kedua ini rupanya berdampak besar. Saya begitu jatuh cinta pada internet dan segala pernak-perniknya. Dari <strong>Yahoo Messenger, Friendster hingga akhirnya berlabuh di blog</strong>. Blog juga awalnya hanya numpang di Friendster sebelum akhirnya pindah ke Blogspot dan kemudian membuat domain sendiri.</p>
<p>Internet memang kemudian mengubah dunia saya. <strong>Banyak hal positif yang saya dapatkan sekarang berawal dari internet.</strong> Passion untuk menulis, teman-teman baru yang bertebaran di segala macam penjuru dunia, hingga teman-teman komunitas di Anging Mammiri. Semua datang karena internet.</p>
<p>Hari ini saya merasa sangat kecanduan pada internet. Setidaknya ada tiga sumber yang menghubungkan saya dengan internet. <strong>Sebuah blackberry, sebuah tablet dan sebuah PC yang terhubung dengan modem</strong>. Ketika membuka mata di pagi hari, kegiatan pertama adalah mengecek email dan kemudian dilanjutkan dengan mengecek lini masa di twitter. Sebelum menutup mata di malam hari kegiatan terakhir adalah mengecek email dan ditutup dengan mengecek lini masa di twitter.</p>
<p>Internet sudah jadi bagian hidup yang saya anggap penting. Dari awalnya membuka kompas hingga kemudian hari ini begitu banyak tab yang terbuka. Semua mengantarkan saya pada dunia yang memang sangat luas tapi dapat dipandangi dalam satu layar.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/berawal-dari-kompas-com/" title="kompas com">kompas com</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2334"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F02%2Fberawal-dari-kompas-com%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/02/berawal-dari-kompas-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setelah 15 Tahun</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/setelah-15-tahun/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/setelah-15-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 10:25:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Senin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2319</guid>
		<description><![CDATA[Senin ini saya tiba-tiba sadar. Inilah senin pertama dalam 15 tahun di mana saya secara resmi tidak lagi menjadi seorang karyawan. Pertama kalinya dalam 15 tahun saya terbebas secara resmi dari kewajiban absensi dan datang ke kantor. Waktu itu saya baru saja lulus dari sebuah SMK. Bapak meminta saya untuk kuliah, beliau masih sanggup membiayai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2320" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_1157.jpg"><img class="size-full wp-image-2320" title="IMG_1157" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_1157.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">into the light</p></div>
<blockquote>
<h3>Senin ini saya tiba-tiba sadar. Inilah senin pertama dalam 15 tahun di mana saya secara resmi tidak lagi menjadi seorang karyawan. Pertama kalinya dalam 15 tahun saya terbebas secara resmi dari kewajiban absensi dan datang ke kantor.</h3>
</blockquote>
<p>Waktu itu saya baru saja lulus dari sebuah SMK. Bapak meminta saya untuk kuliah, beliau masih sanggup membiayai katanya. Tapi saya menolak, saya merasa bekal dari SMK sudah cukup bagi saya untuk mencari kerja dan kemudian membiayai kuliah saya sendiri.</p>
<p>Dan kemudian terdamparlah saya di sebuah perusahaan properti yang masa itu sedang merintis jalan menjadi perusahaan properti terbesar di Makassar. Perlahan tapi pasti saya belajar banyak hal di sini, bertemu dengan orang-orang hebat yang dengan rendah hati mengajarkan banyak hal dan membuat saya mengetahui banyak hal.</p>
<p>Selama 15 tahun saya sungguh belajar banyak hal. Bukan cuma ilmu tentang perumahan dan properti, tapi juga tentang ilmu kehidupan. Saya bisa melihat bagaimana orang menghargai orang lain, bagaimana orang bisa menusuk orang lain dari belakang, bagaimana orang bisa melakukan apa saja untuk menyelamatkan dirinya atau tentang bagaimana orang bisa begitu bersabar menghadapi kehidupan.</p>
<p>15 tahun saya bertemu banyak macam orang, perusahaan itu seperti sebuah universitas bagi saya. Sayangnya saya menjadi sangat nyaman dan mulai takut untuk melangkah keluar dari zona nyaman itu.</p>
<p>Sebuah kejadian di akhir bulan September 2009 kemudian membuat segalanya berubah. Saya mulai merasa kalau saya harus melakukan sesuatu, saya tidak bisa berlama-lama di zona nyaman yang rasanya makin tidak nyaman itu. Saya mulai kehilangan passion untuk datang tiap pagi, absen dan kemudian lebih banyak berpura-pura kerja karena sesungguhnya saya mulai tidak mencintai pekerjaan saya.</p>
<p>Saya butuh waktu 3 bulan untuk memikirkan semuanya. Berkali-kali saya ditawari tempat yang baru di perusahaan yang sama, tapi saya tetap butuh waktu untuk berpikir. Saya bisa saja mengatakan iya dan memilih salah satu dari beberapa posisi yang ditawarkan kemudian saya datang berkantor setiap hari. Tapi kalau saya tidak melakukannya dengan perasaan cinta, apakah hasilnya akan bagus ? Apa itu malah berarti saya tidak adil ? Hanya ingin gajinya dan tidak bekerja sepenuh hati ?</p>
<p>Akhirnya saya memutuskan untuk menolak tawaran tersebut, tentu saja dengan segala kerendahan hati. Bukan dengan kesombongan. Dengan hati-hati saya mengutarakan alasan saya, berharap saya tidak dianggap sombong karena menolak pekerjaan. Saya utarakan kalau saya tidak bermaksud merugikan siapapun, saya hanya tidak ingin bekerja karena terpaksa atau malah memanipulasi absen demi gaji. Saya sudah kehilangan <em>passion</em>, dan saya tidak bisa menikmati suasana yang sama lagi.</p>
<p>Saya tidak ingin seperti Kurt Cobain yang begitu depresi karena tidak bisa lagi menikmati setiap konsernya dan kemudian memilih untuk menembak kepalanya sendiri. Tapi setidaknya saya memilih kalimatnya, lebih baik padam daripada pudar.</p>
<p>Dan Jumat 27 Januari kemarin secara resmi saya mengajukan pengunduran diri dari sebuah tempat yang selama 15 tahun ini menjadi tempat belajar bagi saya. Rasa haru menjalar ke dalam hati. Masa 15 tahun bukan masa yang singkat untuk merajut banyak kenangan, bagaimanapun saya punya banyak hal menyenangkan di sana.</p>
<p>Satu persatu kawan yang ada saya salami, satu persatu permohonan maaf saya ajukan. Berharap mereka mau memaafkan kekhilafan saya selama menjadi teman mereka. Saya terharu ketika ada dari mereka yang begitu sedih dan menyesali kepergian saya. Saya anggap semua sebagai penghargaan.</p>
<p>Inilah saya hari ini. Berdiri sendiri, belum tahu besok akan kerja apa. Dalam hati saya senang, saya sudah berani melangkah keluar, berani mendengarkan kata nurani sendiri. Soal rejeki saya yakin akan ada jalannya, meski tentu tak akan mudah.</p>
<p>Setelah 15 tahun akhirnya saya berani mengambil keputusan itu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/setelah-15-tahun/" title="perusahaan property dimakassar">perusahaan property dimakassar</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2319"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fsetelah-15-tahun%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/setelah-15-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komputer, dari Pac Man ke Twitter</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 23:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Senin]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2303</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah diskusi di Kampung Buku mengangkat sebuah proyek penelitian sederhana berbasis warga. Temanya adalah tentang komputer. Pikiran saya mengaduk-aduk kembali kenangan tentang kapan pertama kenal komputer dan perjalanannya hingga kini. Saya masih SMP kala itu, sekitar tahun 1991. Seorang kawan sekelas, anak dari seorang pejabat di PLN mengajak kami ke rumahnya selepas jam sekolah. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2304" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Old_computer_3.jpg"><img class=" wp-image-2304" title="Old_computer_3" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Old_computer_3-1024x768.jpg" alt="" width="620" height="464" /></a><p class="wp-caption-text">Komputer Tua ( images by Google)</p></div>
<blockquote>
<h3>Sebuah diskusi di Kampung Buku mengangkat sebuah proyek penelitian sederhana berbasis warga. Temanya adalah tentang komputer. Pikiran saya mengaduk-aduk kembali kenangan tentang kapan pertama kenal komputer dan perjalanannya hingga kini.</h3>
</blockquote>
<p>Saya masih SMP kala itu, sekitar tahun 1991. Seorang kawan sekelas, anak dari seorang pejabat di PLN mengajak kami ke rumahnya selepas jam sekolah. Ada komputer katanya, kami tentu saja girang. Sekumpulan anak kampung yang tidak tahu apa itu komputer meski pernah mendengarnya dari banyak sumber.</p>
<p>Selepas jam pelajaran sekolah, beranjaklah kami ke rumah teman yang berada dalam kompleks PLN. Sebuah benda kotak berwarna krem terletak di atas meja. Di atas benda itu ada sebuah benda lain yang mirip dengan televisi 14 inch. Di depannya sebuah benda persegipanjang dengan banyak tombol-tombol kecil penuh huruf dan angka. Inilah yang namanya komputer, kata teman saya.</p>
<p>Dia memencet sebuah tombol di kotak krem yang pertama, memasukkan sebuah benda tipis ke dalamnya dan tak lama kemudian layar serupa televisi itu menyala dan menampilkan gambar hitam. Saya dan teman-teman lainnya hanya menatap, mungkin dengan tatapan kagum atau tatapan penuh tanya. Saya sudah lupa. ?Yang saya ingat, hari itu kami diberi kesempatan menyentuh benda bernama komputer itu, memainkan sebuah permainan. <strong>Namanya Pac Man</strong>. Permainan sederhana di mana kita harus mengontrol sebuah karakter berbentuk bola yang memakan banyak benda dalam sebuah labirin.</p>
<p>Itulah persentuhan pertama saya dengan komputer. Sebuah benda yang kala itu masih sangat jarang ada di kota Makassar, bahkan mungkin di Indonesia. Setelah persentuhan pertama itu, saya butuh waktu sekitar 4 tahun sebelum kembali menyentuh benda bernama komputer itu dengan intens. Dalam rentang waktu 4 tahun itu beberapa kali saya sempat menyentuhnya, seorang kerabat dekat yang hobi mengutak-atik barang elektronik rupanya sering mendapat orderan memperbaiki komputer. Beberapa kali ketika saya berkunjung ke rumahnya saya dapat kesempatan menyentuh komputer, dan Pac Man selalu jadi pilihan.</p>
<h3>Belajar Ws7 dan Lotus123</h3>
<p>Empat tahun kemudian, almarhum bapak membawa pulang seperangkat komputer. Komputer itu punya sekolah tempat bapak bekerja, dibawa pulang selepas diperbaiki dan kebetulan sekolah sedang masa libur. Saya sungguh senang kala itu, pun dengan adik-adik saya. Kami bisa memuaskan diri bermain Pac Man dan kemudian beberapa game lainnya. Sayang saya tidak tahu apa spesifikasinya, yang saya tahu hanyalah kita harus punya sebuah disket besar sebagai medium agar komputernya bisa dipakai.</p>
<p>Urutannya, memasukkan disket besar sebelum menyalakan komputer. Komputer akan menyala dan sistem operasinya akan mulai membaca data yang tersimpan di dalam disket besar. Setelah itu untuk mengoperasikan perangkat lunak yang kita inginkan kita harus memasukkan lagi disket yang lain sesuai perangkat lunak yang kita inginkan. Memang agak repot karena kita harus punya banyak disket yang waktu itu masih besar untuk bisa menikmati perangkat lunaknya.</p>
<p>Semua operasi dilakukan dengan mengetikkan beberapa perintah di papan kunci. Tetikus (mouse) belum ada kala itu. Tidak heran perintah seperti : <strong>CLS, CD\, CD\\, DIR</strong> dan lain-lain adalah perintah yang harus dihapal di operating sistem berbasis DOS.</p>
<p>Waktu itu almarhum bapak tidak hanya memberi kesempatan kepada kami untuk bermain game di komputer. Beliau juga mengajarkan saya mengenal WS7, sejenis perangkat lunak pendahulu Microsoft Word dan juga belajar Lotus 123, perangkat lunak pendahulu Microsoft Excel. Kata alm.Bapak, saya bisa menangkap dengan cepat semua ajarannya dan saya lumayan bisa membuat satu halaman ketikan yang rapih serta beberapa perhitungan sederhana dengan menggunakan Lotus 123.</p>
<p>Persentuhan saya dengan komputer makin intens selepas itu. Di ujung masa sekolah di sebuah STM di Makassar, saya sempat lama bersentuhan dengan komputer. Kala itu saya dan teman-teman satu kelompok harus membuat laporan tentang kegiatan Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) dan alm.Bapak membawa kami ke laboratorium komputer di sekolah tempatnya bekerja. Di sanalah saya dan teman-teman sekelompok intens mengetik laporan dan belajar cara mencetaknya menggunakan printer Epson yang entah seri berapa. Saya hanya ingat suaranya yang berisik karena masih menggunakan pita atau dikenal dengan printer <em>dot matriks</em>.</p>
<p>Kala itu proses mencetak hasil kerja belum semudah sekarang. Ada beberapa perintah dan langkah yang harus dilakukan. Beda dengan proses cetak sekarang yang begitu mudah dengan banyak bantuan. Komputer waktu itu juga belum menggunakan hard disk untuk menyimpan data. Kita harus punya floppy disk yang lebih kecil untuk menyimpan data yang sudah kita buat.</p>
<h3>Mulai mengenal WIndows</h3>
<p>Selepas sekolah di STM saya tidak langsung mendaftar kuliah. Ada masa senggang ketika saya menjadi pengangguran, prioritas saya waktu itu memang ingin bekerja dulu dan nantinya membiayai sendiri kuliah saya. Selama masa senggang itu alm. Bapak memasukkan saya di sebuah kursus komputer di sekolah tempatnya bekerja. Jadilah saya tiga kali seminggu menyambangi sekolah elite di Makassar itu untuk belajar komputer. Dari mulai DOS, WS7 hingga Lotus 123.</p>
<p>Saya belum sempat menyelesaikan pelatihan ketika sebuah kabar menyebutkan kalau saya diterima bekerja di sebuah perusahaan properti, Oktober 1996. Saya sungguh senang luar biasa, dan ternyata di kantor inilah persentuhan saya dengan komputer makin intens, hampir setiap hari.</p>
<p>Hari pertama bekerja saya diminta menyalakan komputer.Saya diterima sebagai staff administrasi proyek dan tugas saya banyak berhubungan dengan komputer. Saya berdiri di depan sebuah komputer yang katanya komputer paling canggih di kantor itu. Saya kebingungan mencari disket besar yang biasanya saya pakai untuk menyalakan komputer. Ketika sedang kebingungan, seorang staff mendatangi saya.</p>
<p>&#8221; Kenapa ? &#8220;, Tanyanya</p>
<p>&#8221; Disket besarnya mana pak ? &#8220;? Saya balas bertanya.</p>
<p>Dia tertawa dan menekan tombol power. Rupanya komputer yang digunakan di kantor ini sudah tidak perlu <em>disket boot</em> lagi. Operating sistemnya sudah menggunakan <strong>windows 3.1.1</strong> dan dilengkapi dengan hard disk untuk menyimpan data. Duh, saya sungguh malu, ilmu komputer saya ternyata sudah ketinggalan jaman.</p>
<p>Di divisi tempat saya bekerja ada dua buah komputer dengan spesifikasi berbeda. Komputer yang paling canggih menggunakan processor <strong>Pentium 486 dengan RAM (memory) 16MB, kalau tidak salah hard disknya berkapasitas 64MB.</strong> Dilengkapi dengan CDROM 2x, sungguh sebuah kemewahan kala itu. Komputer yang satu spesifikasinya lebih rendah. <strong>Pentium 386, dengan memory 8MB dan hard disk 32MB.</strong></p>
<p>Di kantor itu juga kecintaan saya pada komputer mulai tumbuh. Setiap hari saya belajar tentang <em>operating system</em> yang baru saya temukan, windows 3.1.1. Pun saya belajar mengoperasikan Microsoft Office seperti Word dan Excel yang belum pernah saya temukan sebelumnya. Semua terasa jauh lebih mudah, apalagi waktu itu sudah ada tetikus yang mempermudah proses.</p>
<p>Saya makin intens belajar komputer. Belajar menginstall windows dan belakangan belajar merakit perangkat keras serta belajar memberikan pertolongan pertama pada komputer yang bermasalah. Bahkan saya kemudian memilih untuk kuliah pada jurusan komputer, meski bertahun-tahun kemudian ilmu yang saya dapatkan perlahan hilang karena tidak pernah diamalkan.</p>
<p>Dalam rentang waktu hampir 21 tahun ternyata perubahan komputer sangat pesat. Dari sebuah komputer yang bergantung pada cakram lunak agar bisa dioperasikan hingga komputer jinjing yang begitu tipis dengan spesifikasi yang dulu mungkin tidak pernah terbayangkan. Dulu komputer membuat saya begitu antusias karena ada Pac Man-nya, sekarang komputer membuat saya antusias karena bisa bebas berkicau di Twitter.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/" title="perbedaan ms excel 2007 dengan lotus 123">perbedaan ms excel 2007 dengan lotus 123</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/" title="perbedaan antara microsoft excel dengan lotus 123">perbedaan antara microsoft excel dengan lotus 123</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/" title="486 computer DOS">486 computer DOS</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/" title="kode banyak kawan pacman">kode banyak kawan pacman</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/" title="massa benda disket">massa benda disket</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2303"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fkomputer-dari-pac-man-ke-twitter%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenangan di 2011</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/kenangan-di-2011/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/kenangan-di-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 06:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[Anging Mammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Barrang Lompo]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Kodingareng]]></category>
		<category><![CDATA[Takabonerate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2206</guid>
		<description><![CDATA[Ini hari pertama di tahun 2012, kalender 2011 harus diganti . Selama tahun 2011, banyak kejadian yang bergulir. Sebagiannya adalah kenangan yang patut untuk dicatat. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2011 ini juga menyimpan banyak cerita dengan pusat edarnya adalah saya. Tahun ini luar biasa, ada beberapa kejadian yang mungkin akan mengubah jalan cerita hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2207" class="wp-caption aligncenter" style="width: 612px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/2011_cover.jpg"><img class="size-full wp-image-2207" title="2011_cover" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/2011_cover.jpg" alt="" width="602" height="402" /></a><p class="wp-caption-text">2011-2012</p></div>
<blockquote>
<h3>Ini hari pertama di tahun 2012, kalender 2011 harus diganti . Selama tahun 2011, banyak kejadian yang bergulir. Sebagiannya adalah kenangan yang patut untuk dicatat.</h3>
</blockquote>
<p>Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2011 ini juga menyimpan banyak cerita dengan pusat edarnya adalah saya. Tahun ini luar biasa, ada beberapa kejadian yang mungkin akan mengubah jalan cerita hidup saya di 2012, meski tidak semua bisa saya tuliskan dan bagi. Ada tiga highlight dalam perjalanan 2011 saya, di dunia blog, kesan jalan-jalan dan pekerjaan.</p>
<h3><strong>Dunia Blogging</strong></h3>
<p>Tahun 2011 saya makin serius ngeblog. Total ada 184 jumlah postingan dengan bulan Februari sebagai rajanya. Di bulan kedua itu saya memang bertekad posting setiap hari dan berhasil !! Selanjutnya memang tidak seganas bulan Februari. Postingan saya mulai bolong-bolong, utamanya di akhir pekan. Tapi, bagaimanapun saya tetap serius membuat postingan. Rasanya tidak nyaman bila sudah 2-3 hari terlewati tanpa postingan. Kecuali bila memang waktu tidak memungkinkan.</p>
<div id="attachment_2208" class="wp-caption aligncenter" style="width: 634px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-015.jpg"><img class="size-full wp-image-2208" title="Screenshot Studio capture #015" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-015.jpg" alt="" width="624" height="323" /></a><p class="wp-caption-text">Daenggassing.com di Google</p></div>
<p>Saya juga terus berusaha menjaga kualitas sambil belajar memperbaikinya. Saya tidak mau hanya karena mengejar kuantitas sampai saya harus mengorbankan kualitas. Sedapat mungkin saya berusaha menyeimbangkan kualitas dan kuantitas, meski memang berat.</p>
<p>Mungkin karena konsistensi itu juga maka perlahan tapi pasti blog ini mendapat tempat di mata mesin pencari terbesar Google. Indexnya makin bertambah dan skor Alexa makin rendah. Jumlah pengunjung juga signifikan mesti memang pasti masih ditertawakan oleh mereka para pakar dan pekerja SEO. Saya juga tidak melakukan langkah khusus seperti para pekerja SEO pada umumnya, paling-paling hanya langkah sederhana untuk membuat <em>inbound link</em>. Selebihnya tidak ada. Saya hanya fokus pada konten dan kadang-kadang blogwalking.</p>
<div id="attachment_2210" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/2011AM.jpg"><img class="size-full wp-image-2210" title="2011AM" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/2011AM.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Bersama Anging Mammiri di 2011</p></div>
<p>Konsistensi ngeblog juga saya imbangi dengan makin intensnya berkenalan dan berinteraksi dengan sahabat blogger dari luar daerah Makassar. Setelah bergabung dengan Loenpia di awal tahun, saya kembali dapat kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman blogger lainnya pada acara <strong><a href="../../../../../2011/09/etika-online-perlukah/">FGD Internet Sehat</a> </strong>bulan September 2011 dan kemudian puncaknya adalah pada perhelatan <strong><a href="../../../../../2011/10/blogger-nusantara-saya-ada-di-sana/">Blogger Nusantara</a> </strong>di Sidoarjo sebulan kemudian.</p>
<p>Komunitas blogger tempat saya bernaung juga mencatat banyak hal penting di 2011. Anging Mammiri akhirnya bisa kembali eksis setelah sempat melewati fase rehat.? Kami bisa membuat acara rutin setiap bulan dan mulai makin sering menjalin kerjasama dengan komunitas lain di kota Makassar. Memang masih banyak hal yang harusnya bisa kami lakukan untuk kota Makassar dan mudah-mudahan di tahun 2012 ini kami bisa mencicilnya sedikit demi sedikit.</p>
<h3><strong>Jalan-jalan bersama mereka </strong></h3>
<p>2011 juga mencatat banyak momen mengasyikkan bila berbicara tentang jalan-jalan. Tahun 2011 saya dan teman-teman Anging Mammiri makin sering mengikatkan diri dalam berbagai perjalanan. Tujuan kami beragam, dari pulau <strong><a href="../../../../../2011/04/barrang-lompo-dan-catatan-yang-tercecer/">Barrang Lompo</a></strong>, pulau <strong><a href="../../../../../2011/06/family-gathering-di-pulau-kodingareng-keke/">Kodingareng Keke</a></strong>, pegunungan di <strong><a href="../../../../../2011/07/bantaeng-yang-indah/">Bantaeng</a></strong> sampai terakhir mengunjungi <strong><a href="../../../../../2011/11/taka-bonerate-bag-3-potensi-yang-terpinggirkan/">Taka Bonerate</a></strong>. Semua terasa menyenangkan bersama mereka yang luar biasa itu.</p>
<div id="attachment_2209" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/2011_liburan.jpg"><img class="size-full wp-image-2209" title="2011_liburan" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/2011_liburan.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Liburan bersama anak-anak Anging Mammiri</p></div>
<p>Kopdar juga semakin menggila di tahun 2011. Pernah kami bahkan kopdar setiap hari selama dua minggu penuh. Perlahan-lahan kopdar memang menjadi sebuah candu yang membuat kami tidak bisa melepaskan diri satu sama lain. Dan itulah bahan bakar paling utama untuk komunitas kami. Kebersamaan yang lahir dari interaksi offline.</p>
<p>Tahun 2012, kopdar dan jalan-jalan tentu masih masuk dalam agenda kami. Setidaknya masih banyak pulau-pulau di sekitar kota Makassar yang belum kami kunjungi dan bila tak ada halangan kami juga akan kembali ke Taka Bonerate atau bahkan ke Wakatobi.</p>
<p><strong>Tentang Pekerjaan</strong></p>
<p>Sebuah kejadian mengubah segalanya. Tiba-tiba saya dipinggirkan dan dianggap tidak dibutuhkan lagi. Setelah masa pengabdian panjang rupanya balasan ini yang saya terima. Suasana kemudian menjadi tidak nyaman lagi. Saya kehilangan kesempatan untuk mengabdi dan memberikan sesuatu untuk tempat saya bekerja.</p>
<p>Tak mengapalah, saya harus tahu diri. Saya hanya orang yang bekerja bila mereka memang masih membutuhkan saya. Belakangan saya memang diminta untuk kembali pada posisi yang berbeda. Tapi suasana sudah terlanjur tak nyaman dan saya memutuskan untuk tidak menerima tawaran itu.</p>
<p>Dan inilah saya, memulai 2012 dengan status yang berbeda. Berani keluar dari zona nyaman dengan segala konsekuensinya yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Sebuah langkah sudah saya ambil dan bagaimanapun saya harus siap menanggung semuanya meski kekecewaan tetap ada.</p>
<p>2011 sudah terlewatkan, entah berapa lagi bilangan waktu yang masih bisa saya jalani. Tidak pernah ada yang tahu bukan ? Saya hanya tahu kalau 2012 ini sepertinya bakal jadi tahun yang berat. Banyak tantangan yang menunggu dan banyak kejadian penting yang akan terjadi. Semoga.</p>
<p>Selamat tahun baru semuanya.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/kenangan-di-2011/" title="kejadian tahun 2012">kejadian tahun 2012</a> (6)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/kenangan-di-2011/" title="kalnder tahun 2012">kalnder tahun 2012</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/kenangan-di-2011/" title="jalan-jalan bersama sahabat">jalan-jalan bersama sahabat</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/kenangan-di-2011/" title="kejadian yang luar biasa selama tahun 2011">kejadian yang luar biasa selama tahun 2011</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/kenangan-di-2011/" title="kenangan selama 2011">kenangan selama 2011</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2206"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fkenangan-di-2011%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/kenangan-di-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dipermalukan Oleh Kamera</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 14:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Memalukan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2161</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menjadi mahir, biasanya orang akan melalui masa kegagalan. Beberapa di antaranya bahkan sangat memalukan. Cerita ini terjadi sekitar 12 tahun lalu ketika masih bersama teman-teman kuliah. Waktu itu saya baru saja belajar memegang kamera SLR, tepatnya kamera analog keluaran tahun 70an. Sebuah RICOH yang saya lupa tipenya. Kamera ini sebenarnya punya teman tapi dipinjamkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2162" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/kamera-tua.jpg"><img class="size-full wp-image-2162" title="_kamera tua" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/kamera-tua.jpg" alt="Kamera SLR Analog" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Kamera SLR Analog</p></div>
<blockquote>
<h3>Sebelum menjadi mahir, biasanya orang akan melalui masa kegagalan. Beberapa di antaranya bahkan sangat memalukan.</h3>
</blockquote>
<p>Cerita ini terjadi sekitar 12 tahun lalu ketika masih bersama teman-teman kuliah. Waktu itu saya baru saja belajar memegang kamera SLR, tepatnya kamera analog keluaran tahun 70an. Sebuah RICOH yang saya lupa tipenya. Kamera ini sebenarnya punya teman tapi dipinjamkan ke saya. Dengan kamera itu pula saya mulai belajar memasang roll film, mengatur bukaan dan kecepatan rana serta mengatur komposisi dan menggulung kembali roll film untuk dicetak.</p>
<p>Suatu hari teman-teman ?sekelas membuat rencana liburan bersama ke pulau Barrang Lompo. Saat itu Barrang Lompo masih punya satu <em>cottage</em> yang menjorok ke lautan dan benar-benar nyaman untuk dipakai menginap dan menikmati lautan.</p>
<p>Maka berangkatlah kami ke sana. Total rombongan sekitar 10 orang, dan sebagai salah seorang yang mengaku bisa motret saya kebagian tugas membawa kamera. Tahun 1999 kamera belum seperti sekarang. Jangankan kamera SLR, kamera poket saja masih jarang beredar. Jadi tidak heran jika teman-teman begitu bersemangat ketika tahu saya membawa kamera SLR meski masih analog.</p>
<p>Malam sebelum keberangkatan, dengan kamera di tangan saya menggelar sedikit ceramah singkat tentang cara menggunakan kamera SLR. Maklumlah, di antara teman-teman seangkatan rasanya belum ada yang punya kamera sejenis atau minimal tahu cara menggunakannya. Dengan berapi-api saya menjelaskan bagaimana menyelaraskan antara bukaan diafragma dan kecepatan rana kepada beberapa teman yang melongo entah karena kagum atau justruk karena bosan.</p>
<p>Singkat cerita berangkatlah kami ke pulau Barrang Lompo. Sebelum berangkat saya membeli satu roll film dan ketika sang penjaga toko menawarkan diri untuk memasang roll film dengan percaya dirinya saya menolak. Toh sebelum ini saya sudah beberapa kali memasang sendiri roll film di kamera. Hari itu saya juga melakukannya sendiri tentu saja dengan penuh percaya diri.</p>
<p>Dua malam di pulau kami lewati dengan penuh riang canda. Berkumpul dengan teman-teman sealiran tentu saja merupakan hal yang paling menyenangkan. Sepanjang acara saya dengan kamera SLR pinjaman itu juga beraksi merekam keceriaan kami semua. Semua ceria dan semua yakin kalau hasil fotonya akan sangat bagus.</p>
<p>Liburan kemudian harus berakhir, di perjalanan pulang saya melirik ke kamera. Jumlah 36 sudah terlampaui tapi shutter masih bisa tertekan, mungkin bonus kutipan pikir saya. Biasanya bila memasang roll 36 dan cara pasangnya bagus maka ada bonus sekitar 4 kutipan. Saya kembali memotret. Herannya meski perasaan sudah lebih dari 4 kali menekan shutter tapi roll-nya masih bisa diputar. Saya mulai merasa ada yang aneh, hingga akhirnya memutuskan untuk memutar kembali roll film seperti prosedur semestinya setiap habis memotret.</p>
<p>Keesokan harinya saya dengan penuh rasa penasaran saya membawa roll film itu tukang cuci cetak. Rasanya tidak sabar ingin melihat sendiri hasil kutipan saya yang merekam keceriaan selama dua hari di pulau itu. Roll film saya tinggal dan saya janji untuk kembali beberapa jam kemudian.</p>
<p>Ketika saya kembali untuk menjemput hasil cetak foto, kenyataan pahit terpampang di depan mata. Sial !! Rupanya saya salah memasang roll film. Roll film yang seharusnya tertarik rupanya meleset dan sama sekali tidak tertarik ke dalam ruang rekam. Jadi, selama dua hari di pulau sama sekali tidak ada foto yang terekam. Itu jawaban kenapa saya masih tetap bisa mengokang kamera meski penunjuk angkanya sudah lebih dari 36 bahkan 40 kutipan. Roll film yang saya bawa ke tukang cuci masih bersih seperti roll film yang baru karena memang sama sekali tidak terpakai. Lembaran-lembaran negatif film yang dicetak benar-benar kosong, sama sekali tidak bergambar.</p>
<p>Saya langsung lemas ketika itu juga. Terbayang wajah teman-teman yang begitu mengharapkan hadirnya foto-foto indah hasil liburan kami. Terbayang rasa malu yang harus saya tanggung, apalagi karena malam sebelum keberangkatan saya dengan semangatnya memberikan ceramah singkat tentang fotografi. Doh !!</p>
<p>Saya butuh waktu beberapa hari sebelum benar-benar berani ke kampus dan menemui teman-teman yang sudah tidak sabar menunggu hasil jepretan saya. Benar saja, ketika tahu kejadian sebenarnya spontan saya jadi bahan ledekan teman-teman semua, termasuk gaya saya ketika memberikan ceramah soal bukaan diafragma dan kecepatan rana. Benar-benar momen yang memalukan. Saya butuh waktu lama sebelum bisa kembali percaya diri di depan mereka.</p>
<p>Hari ini saya bisa mengenang kejadian itu sebagai kejadian yang lucu dan memalukan. Sekaligus sebagai sebuah pelajaran bahwa sebuah keberhasilan biasanya memang dimulai dengan kegagalan. Semua butuh proses belajar. Ah, saya merindukan teman-teman saya itu. Jika bisa berkumpul lagi dengan mereka saya akan memotret mereka sepuas-puasnya, sebagai ganti momen yang hilang dulu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/" title="tips fotografi dengan analog slr">tips fotografi dengan analog slr</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/" title="cara pasang roll film">cara pasang roll film</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/" title="cara tahu roll film telah penuh">cara tahu roll film telah penuh</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/" title="rol film kamera analog">rol film kamera analog</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/" title="NYUCI roll film sendiri">NYUCI roll film sendiri</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-2161"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fdipermalukan-oleh-kamera%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Cafe ke Cafe</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 16:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[cafe]]></category>
		<category><![CDATA[cafe IGO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2109</guid>
		<description><![CDATA[Cafe adalah salah satu elemen penting dalam perjalanan komunitas Blogger Makassar, jadi tempat berkumpul dan merumuskan banyak hal Cafe aslinya adalah bahasa Perancis yang merujuk kepada kopi atau coffee. Di beberapa negara cafe diartikan sebagai tempat yang menjadikan kopi sebagai sajian utamanya di samping makanan kecil lainnya seperti kue tart, roti, pie dan lain-lain. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2110" class="wp-caption aligncenter" style="width: 485px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/cafe-bloggers.jpg"><img class="size-full wp-image-2110" title="cafe bloggers" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/cafe-bloggers.jpg" alt="" width="475" height="317" /></a><p class="wp-caption-text">Cafe Blogger, Cafe tempat Anging Mammiri dulu biasa berkumpul</p></div>
<blockquote>
<h3>Cafe adalah salah satu elemen penting dalam perjalanan komunitas Blogger Makassar, jadi tempat berkumpul dan merumuskan banyak hal</h3>
</blockquote>
<p>Cafe aslinya adalah bahasa Perancis yang merujuk kepada kopi atau coffee. Di beberapa negara cafe diartikan sebagai tempat yang menjadikan kopi sebagai sajian utamanya di samping makanan kecil lainnya seperti kue tart, roti, pie dan lain-lain. Di Amerika Serikat, cafe dianggap sebagai restoran non formil karena rata-rata memang tidak menyuguhkan makanan berat. Orang Amerika lebih akrab dengan istilah <em>coffehouse</em>.</p>
<p>Pada periode tahun 90&#8242;an cafe merebak di hampir semua kota besar di Indonesia. Di Jakarta, para artis berbondong-bondong mendirikan cafe tenda. Di tempat lain, para pengusaha entah yang benar-benar pecinta kuliner ataupun hanya sekadar melihat peluang bisnis juga berebutan membuka cafe. Nongkrong di cafe jadi gaya hidup, salah satu pemicunya adalah serial Friends yang begitu populer di tahun 90an dengan salah satu scene utamanya nongrong di cafe.</p>
<p>Saya lupa kapan pertama kali menginjakkan kaki ke tempat yang bernama cafe , tapi selama ini saya lebih banyak menginjak cafe yang jauh berbeda dengan cafe yang ada di Perancis, Eropa atau Amerika sana. Kebanyakan adalah cafe sederhana, asal cafe kata orang. Mungkin lebih mirip warung kopi. Yang jelas cafe jadi salah satu tempat favorit untuk berkumpul dan nongkrong berjam-jam dengan teman-teman dekat.</p>
<p>Cafe juga jadi salah satu bagian penting dalam perjalanan komunitas Blogger Makassar, <a href="http://angingmammiri.org/">Anging Mammiri.org</a>. Dalam usianya yang masuk tahun kelima, cafe adalah tempat yang paling sering menjadi <em>meeting point</em>, tempat berkumpul atau sekadar nongkrong. Cafe memang bukan tempat pertama terbentuknya komunitas blogger terbesar di kota Makassar ini, tapi ternyata dalam perjalanannya ada beberapa cafe yang menjadi bagian penting dalam perjalanan komunitas ini.</p>
<p>Pada periode 2008-2010 di bilangan Jalan Perintis Kemerdekaan ada sebuah cafe cukup besar bernama cafe Blogger. Cafe ini punya seorang blogpreneur yang juga memiliki sekolah blog. Di sebuah ruko selebar 12 m inilah sebuah cafe didirikan. Beberapa anggota inti Anging Mammiri kebetulan bekerja di kantor di lantai 2 cafe ini.</p>
<p>Di cafe inilah dulu Anging Mammiri sering menggelar kopdar, pertemuan internal dan bahkan meeting serius. Di cafe ini juga untuk pertamakalinya saya memimpin rapat dalam posisi sebagai ketua komunitas, dan tahun 2009 dengan kemurahan hati sang pemilik akhirnya kami bisa menggelar acara puncak perayaan ulang tahun Anging Mammiri di cafe ini.</p>
<p>Sayangnya karena pada tahun 2010 akhirnya cafe ini harus ditutup menyusul perubahan kebijakan dari sang pemilik sehingga kami kemudian harus mencari tempat baru untuk berkumpul. Entah siapa yang pertama menemukannya sampai akhirnya kemudian kami sering berlabuh di IGO cafe and Bakery, letaknya di Jl. Pelita Raya tidak jauh dari sebuah jalan besar Jl. A.Pangerang Petta Rani.</p>
<p>Di cafe inilah kami kemudian banyak berkumpul, nongkrong dan menggelar acara resmi Anging Mammiri. Di bangunan berlantai dua inilah hampir semua acara bulanan Anging Mammiri bernama <a href="http://angingmammiri.org/category/angingmammiri/tudang-sipulung/">Tudang Sipulung</a> digelar. Semua acara dipusatkan di lantai dua.</p>
<div id="attachment_2101" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/rezIMG_4990.jpg"><img class="size-full wp-image-2101" title="rezIMG_4990" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/rezIMG_4990.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana guyub dan akrab di peringatan ultah AM</p></div>
<p>Cafe yang sejatinya adalah rumah tinggal yang disulap ini memang berlantai dua. Lantai satu berisi beberapa meja dan kursi, termasuk di teras belakang yang menghadap langsung ke taman. Lantai duanya terdiri atas beberapa ruangan. Satu ruangan besar yang difungsikan sebagai cafe, sebuah ruang meeting dengan kapasitas sampai 20 orang, sebuah kantor dan bagian belakang yang menjadi dapur pembuatan roti.</p>
<p>Di bagian yang disulap menjadi cafe itulah acara-acara Anging Mammiri banyak digelar. Kami senang menggelar acara di sana karena ruangan itu tanpa kursi alias lesehan sehingga rasanya lebih nyaman dan bebas. Kami bisa ngobrol santai sambil tiduran, selonjoran dan bahkan pernah sampai benar-benar tertidur.</p>
<p>Untuk makanan, sebenarnya tidak ada yang istimewa dari IGO kecuali rotinya yang memang buatan sendiri. Saat perut terasa kenyang, roti itulah yang sering jadi teman ngobrol. Bila memang sedang lapar, maka sasaran kami adalah beberapa menu berat seperti ayam lalapan, mie ayam pangsit atau bakso. Sebenarnya bagi kami makanan atau minuman tidak terlalu penting bagaimana rasanya karena ketika berkumpul, maka kebahagiaan berkumpul itulah yang jadi fokus utama.</p>
<p>Di awal-awal kami berkumpul di sana, terkadang kami suka merasa tidak enak. Gara-garanya karena keasyikan berkumpul sampai-sampai kami tidak sadar kalau waktu tutup cafe sudah lama lewat. Suara pintu harmonika yang ditutup sebagai tanda cafe mau tutup kadang tidak kami acuhkan dan rupanya para pelayan cafe IGO juga segan untuk mengusir kami.</p>
<p>Setelah sekian lama berkumpul di sana dan menjadikan IGO sebagai sekertariat tidak resmi Anging Mammiri maka akhirnya muncul rasa saling mengerti. Mereka mengerti kalau kami tidak puas dengan kopdar 2-3 jam dan kami juga mengerti kalau mereka butuh istirahat meski ada sebagian juga yang tinggal di cafe itu.</p>
<p>Begitulah, cafe IGO selama kurun waktu setahun ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Anging Mammiri. Kami beruntung bisa menemukan bangunan berlantai dua dengan cat dominan warna pink itu. Cafe sederhana yang menjadi tempat paling favorit bagi kami untuk berkumpul.</p>
<p>Bagaimana dengan anda ? punya cafe favorit ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/" title="ipul">ipul</a> (15)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/" title="bisnis kafe di rumah tinggal">bisnis kafe di rumah tinggal</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/" title="hal penting dalam sebuah kafe">hal penting dalam sebuah kafe</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/" title="tempat nongkrong berjam-jam di tangerang">tempat nongkrong berjam-jam di tangerang</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/" title="cafe dengan ruang untuk meeting">cafe dengan ruang untuk meeting</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2109"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fdari-cafe-ke-cafe%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teman Maya Ketemu Nyata</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/08/teman-maya-ketemu-nyata/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/08/teman-maya-ketemu-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Aug 2011 07:44:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Maya]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1806</guid>
		<description><![CDATA[Punya teman maya ? Anda ingat ketika pertama kali bertemu mereka di dunia nyata ? Bagaimana kesan pertama anda ? Pesta Blogger 2010 jadi satu momen yang berkesan bagi saya karena pada pagelaran tersebut untuk pertama kalinya saya kopi darat ( kopdar ) dengan seorang teman maya yang sudah lama akrab. Namanya daeng Ruslee. Kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1807" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/Kopdar-Bersama-Ruslee.jpg"><img class="size-full wp-image-1807" title="Kopdar Bersama Ruslee" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/Kopdar-Bersama-Ruslee.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">ketika Pertama Kali Bertemu Ruslee (kiri)</p></div>
<h3>Punya teman maya ? Anda ingat ketika pertama kali bertemu mereka di dunia nyata ? Bagaimana kesan pertama anda ?</h3>
<p>Pesta Blogger 2010 jadi satu momen yang berkesan bagi saya karena pada pagelaran tersebut untuk pertama kalinya saya kopi darat ( kopdar ) dengan seorang teman maya yang sudah lama akrab. Namanya <a href="http://daengrusle.net/">daeng Ruslee</a>. Kami sudah akrab sekitar tahun 2007 ketika kami sama-sama aktif sebagai blogger di Anging Mammiri maupun sebagai citizen reporter di situs Panyingkul!</p>
<p>Sejak awal kenal dan berinteraksi di internet kami sudah langsung akrab. Ada banyak kesamaan dari kami yang kemudian mencairkan interaksi antara kami meskipun hanya di dunia maya. Beberapa kali dia ke Makassar tapi kami sama sekali tidak sempat bertemu. Entah karena saya yang sedang sibuk atau dia yang tidak ada waktu.</p>
<p>Sekitar 3 tahun kemudian akhirnya kesempatan itu muncul juga. Di pagelaran Pesta Blogger kami akhirnya <a href="http://daenggassing.com/teman-maya-ketemu-nyata/">bertatap muka</a> untuk pertamakalinya. Kesan saya, Ruslee berbeda dengan yang saya bayangkan. Ternyata dia orang yang lumayan kalem di dunia nyata, tidak seperti penampilannya di dunia maya yang ceriwis dan nakal. Di dunia nyata, dia lelaki yang tidak seberapa tinggi, berkulit putih, berkacamata dengan suara yang rendah dan halus. Blas, beda 180 derajat dari bayangan saya sebelumnya.</p>
<p>Kami tidak sempat ngobrol lama di pertemuan pertama itu.Selain karena suasana yang terlalu ramai, Ruslee juga harus buru-buru pulang. Kesan perjumpaan pertama di dunia nyata itu berkesan, berkesan karena ternyata berbeda dengan yang saya bayangkan. Pertemuan nyata berikutnya yaitu beberapa hari yang lalu sudah jauh berbeda. Ruslee sudah lebih <em>nakal </em>dari yang saya ingat waktu pertama bertemu dulu. Pada pertemuan nyata kedua ini, dia sudah mendekati bayangan seorang Ruslee yang sejak dulu saya bayangkan.</p>
<p><span id="more-1806"></span>Pesta Blogger itu juga merupakan momen di mana untuk pertamakalinya saya bertemu dengan <a href="http://berbagi.info/">Taqdir Arsyad</a>, blogger Makassar yang lama hidup di Jogja. Sebelumnya kami memang belum pernah berinteraksi langsung di dunia maya. Daeng Taqdir kenal dengan beberapa anak Anging Mammiri via social media Plurk, social media yang tidak berhasil menarik perhatian saya.</p>
<p>Sebelum bertemu langsung dengan beliau saya cuma mendengar namanya sepintas, berteman di Facebook dan pernah menerima satu paket internet sehat. Selebihnya tidak ada interaksi berarti sehingga tidak heran pertemuan pertama kami juga hambar saja, nyaris tidak ada kesan berarti.</p>
<p>Dua hari sebelum acara Pesta Blogger saya juga sempat bertemu dengan dua teman dunia maya yang sudah lumayan akrab, <a href="http://isnuansa.com/">Isnuansa</a> dan <a href="http://indobrad.web.id/">Indobrad</a>.</p>
<p>Saya sudah akrab dengan Isnuansa atau Nunik sejak sekitar tahun 2008. Awalnya dari kegiatan blogwalking tentu saja dan saya lupa bagaimana awalnya sampai kemudian saya terdampar di blognya yang sederhana tapi memikat. Dari saling mengunjungi blog akhirnya kami jadi akrab. Blog adalah satu-satunya media yang mendekatkan kami, kami belum berteman di Facebook, tidak saling follow di twitter dan bahkan sampai sekarang belum berteman di Yahoo Messenger.</p>
<p>Pertemuan pertama dengan Nunik adalah di pesta peringatan Sumpah Pemuda di Museum Kebangkitan Nasional. Terus terang gambaran saya tentang Nunik juga berbeda dengan kenyataan, dia lebih mungil dari yang saya bayangkan. Meski begitu, sifat ceriwis dan gampang akrabnya sudah saya bayangkan sebelumnya sehingga kemudian kami menjadi akrab dan langsung cair. Mungkin juga itu dikarenakan masa 2 tahun berteman di dunia maya yang membuat kami sudah seperti teman lama.</p>
<div id="attachment_1808" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/Kodpar-Bersama-Brad.jpg"><img class="size-full wp-image-1808" title="Kodpar Bersama Brad" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/Kodpar-Bersama-Brad.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Ketika Kopdar Bersama Oom Brad di Pesta Blogger</p></div>
<p>Bayangan yang tak sepenuhnya seperti realita juga terjadi ketika untuk pertama kalinya bertemu dengan Indobrad. Saya dan Bradley (nama aslinya ) sebenarnya belum terlalu lama akrab. Entah awalnya dari mana, tapi sepertinya dialah yang pertama kali sering berkunjung ke blog saya dan kemudian saya balas dengan kunjungan yang sama ke blognya. Mungkin karena banyak kesamaan hingga akhirnya kami jadi lebih akrab di <a href="http://daenggassing.com/teman-maya-ketemu-nyata/">dunia maya</a>.</p>
<p>Bayangan saya, Bradley adalah seorang lelaki berumuran sekitar pertengahan 40an mengingat di dunia maya orang banyak menyapanya dengan panggilan Opa. Ketika pertama diperkenalkan oleh Rara saya agak kaget karena ternyata Bradley di depan saya adalah seorang lelaki yang tidak setua yang saya bayangkan. Kalau soal ciri-ciri fisik dari awal saya sudah membayangkan akan bertemu dengan seorang lelaki gagah dengan perawakan khas orang Maluku.</p>
<p>Kami langsung akrab hari itu, apalagi karena di sesi games kami berada dalam satu grup. Malam harinya di Epicentrum Walk, area tempat akan berlangsungnya Pesta Blogger kami kembali bertemu secara tidak sengaja dan dari pembicaraan santai di Starbucks kami jadi makin akrab bahkan mulai saling mencela. Keesokan harinya kami kembali bertemu di Pesta Blogger meski tidak terlalu intens karena kami sibuk dengan komunitas kami masing-masing.</p>
<p>Masih di acara yang sama, momentum itu juga jadi momentum saya bertemu banyak teman-teman dari komunitas Pearl Jam Indonesia. Keakraban yang sudah terjalin karena kesamaan hobi membuat kami sangat cair. Malam hari sebelum pelaksanaan Pesta Blogger saya diculik rombongan PJ.ID ke Domba Afrika di daerah Casablanca hingga pukul 12 malam. Suasana sangat cair seolah-olah kami adalah kawan lama yang baru ketemu lagi.</p>
<p>Salah satu momen pertemuan nyata yang paling berkesan setelah lama berteman di dunia maya adalah ketika pertama kali bertemu pasangan <strong><a href="http://helmantaofani.com/">Hilman Taofani</a></strong> dan Gina Priadini. Dengan Hilman saya sudah kenal dan mulai akrab sejak tahun 2006 dan 3 tahun kemudian ketika saya dapat kesempatan ke Surabaya kami akhirnya bertemu untuk pertama kalinya. Bukan hanya bertemu karena pasangan itu juga berbaik hati menerima saya menginap di rumah mereka dan keesokan harinya bahkan mengantar saya ke bandara.</p>
<p>Nah, tahun 2011 sudah hampir pupus tapi tahun ini belum ada <a href="http://daenggassing.com/teman-maya-ketemu-nyata/">kopdar</a> yang begitu saya nantikan. Sebagian besar teman-teman baru yang saya temui di tahun ini adalah mereka yang memang baru saya kenal di dunia nyata dan kemudian berlanjut menjadi lebih akrab di dunia maya, bukan sebaliknya. Kalau ada pertanyaan, maka ada dua orang yang paling ingin saya temui di dunia nyata. <a href="http://nicamperenique.me/">Nic</a> dan <a href="http://giewahyudi.com/">Giewahyudi</a>. Kenapa ? Karena mereka berdua adalah pengunjung setia blog ini.</p>
<p>Bagaimana dengan anda ? ada teman maya yang ingin anda temui di dunia nyata ? Atau anda punya pengalaman menarik ketika teman maya bertemu di dunia nyata ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/teman-maya-ketemu-nyata/" title="teman nyata">teman nyata</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/teman-maya-ketemu-nyata/" title="lelaki ketemuan mukanya beda">lelaki ketemuan mukanya beda</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/teman-maya-ketemu-nyata/" title="bertemu dengan sahabat facebook yang sudah lama ga ketemuan">bertemu dengan sahabat facebook yang sudah lama ga ketemuan</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/teman-maya-ketemu-nyata/" title="pertanyaan pertama kali ketika bertemu sahabat">pertanyaan pertama kali ketika bertemu sahabat</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1806"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F08%2Fteman-maya-ketemu-nyata%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/08/teman-maya-ketemu-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sembilan</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/08/sembilan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/08/sembilan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 04:59:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[wedding anniversary]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1785</guid>
		<description><![CDATA[Ivan Zamorano , striker Chile yang pernah sukses bersama Real Madrid meski gagal bersinar di Inter Milan dikenal sebagai seorang yang sangat menyukai angka sembilan. Ketika sinarnya tak kunjung cerah di klub tetangga AC Milan itu Ivan harus rela posisinya tergeser oleh Ronaldo yang didatangkan dari Barcelona. Ronaldo bukan hanya mengambil alih posisi Ivan sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1786" class="wp-caption aligncenter" style="width: 635px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/zamorano18.jpg"><img class="size-full wp-image-1786" title="zamorano18" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/zamorano18.jpg" alt="" width="625" height="380" /></a><p class="wp-caption-text">nomor unik Ivan Zamorano</p></div>
<p>Ivan Zamorano , striker Chile yang pernah sukses bersama Real Madrid meski gagal bersinar di Inter Milan dikenal sebagai seorang yang sangat menyukai angka sembilan. Ketika sinarnya tak kunjung cerah di klub tetangga AC Milan itu Ivan harus rela posisinya tergeser oleh Ronaldo yang didatangkan dari Barcelona.</p>
<p>Ronaldo bukan hanya mengambil alih posisi Ivan sebagai penyerang, tapi juga nomor punggung 9. Sejak dulu Ronaldo memang terkenal sebagai striker dengan nomor punggung 9, dan ketika tiba di Inter lagi-lagi dia mendapat kehormatan menggunakan nomor tersebut meski berarti harus meminggirkan Ivan Zamorano.</p>
<p>Ivan tidak menyerah, meski dia harus menyerahkan nomor punggung 9, dia kemudian memilih untuk menggunakan nomor punggung 18. Ada keunikan di nomor punggung yang dikenakannya. Ivan menambahkan tanda + , nomor pungunggnya menjadi 1+8. Unik, dan hasilnyapun tetap 9. Itu sekelumit cerita tentang seorang pemain sepakbola yang begitu mengagungkan nomor 9.</p>
<p>Tahun ini, angka 9 membawa arti tersendiri buat saya. Tepat tanggal 11 Agustus 2011, saya genap 9 tahun menjadi suami. Suami dari seorang wanita yang luar biasa, wanita yang selama 9 tahun ini sudah mengajarkan banyak hal kepada saya, wanita yang selama 9 tahun ini terus bertahan dengan ketabahannya dan maafnya yang seluas samudra.</p>
<p>11 Agustus sembilan tahun yang lalu, di sebuah rumah kecil dan sederhana di bilangan Tembalang, Semarang. Di hari yang ?cerah bermandikan matahari. Saya masih ingat debaran itu, debaran yang membuat saya susah memejamkan mata semalam sebelumnya. Ketika penghulu dan para saksi sepakat berucap ?syah !!?, ketika itu juga debaran tersebut berubah menjadi senyum lebar. Lega..</p>
<p>11 Agustus sembilan tahun yang lalu, saya resmi menjadi seorang suami. Posisi yang sampai sekarang kadang belum bisa saya resapi sepenuhnya, posisi yang sampai sembilan tahun kemudian masih juga belum bisa saya jalankan dengan sempurna.</p>
<p>Sembilan tahun, dan entah berapa banyak rasa sakit dan air mata yang menjadi penghias perjalanan kami. Sembilan tahun, dan kami masih terus belajar untul menjadi sepasang suami istri, sepasang orang tua dan sepasang manusia yang ingin menjadi lebih baik.</p>
<p>Sembilan tahun, dan saya selalu berharap akan ada tahun ke sepuluh ke dua puluh, ke lima puluh, ke seratus dan bahkan keseribu.</p>
<p>Sembilan tahun, dan saya harus mengucapkan terima kasih untuk segala warna, keceriaan dan bahkan tangisan yang sudah kami nikmati bersama. Semoga Allah SWT berkenan menerangi jalan kami, memberikan kemudahan, barokah, rahmat, atau bahkan hikmah dari semua kesulitan.</p>
<p>Sembilan tahun, dan kami akan terus berjalan bersama.</p>
<div id="attachment_1787" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/5RDSC_4401_01.jpg"><img class="size-full wp-image-1787" title="5RDSC_4401_01" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/5RDSC_4401_01.jpg" alt="" width="600" height="428" /></a><p class="wp-caption-text">keluarga kecil kami</p></div>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/sembilan/" title="ivan zamorano">ivan zamorano</a> (18)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/sembilan/" title="Iván Zamorano 1 8">Iván Zamorano 1 8</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/sembilan/" title="ivan zamorano real madrid">ivan zamorano real madrid</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/sembilan/" title="bagaimana kisah ronaldo mendapatkan nomor 9 di inter">bagaimana kisah ronaldo mendapatkan nomor 9 di inter</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/sembilan/" title="selamat tinggal ivan zamorano 1 8">selamat tinggal ivan zamorano 1 8</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1785"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F08%2Fsembilan%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/08/sembilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari Pertama Masuk Sekolah</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/07/hari-pertama-masuk-sekolah/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/07/hari-pertama-masuk-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 04:15:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1694</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ajaran baru dimulai lagi. Beragam perubahan terjadi, ada yang baru berseragam, ada yang ganti warna seragam, ada juga yang naik kelas. Khusus untuk yang pertamakalinya berseragam, biasanya banyak kejadian lucu. Anak yang bersekolah, orang tua ikut repot. Tahun ini tahun ajaran baru dimulai tanggal 11 Juli kemarin meski ada juga yang baru memulainya seminggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1695" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/sekolahDSC_0924.jpg"><img class="size-full wp-image-1695" title="sekolahDSC_0924" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/sekolahDSC_0924.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Upacara bendera di tahun ajaran baru</p></div>
<h3>Tahun ajaran baru dimulai lagi. Beragam perubahan terjadi, ada yang baru berseragam, ada yang ganti warna seragam, ada juga yang naik kelas. Khusus untuk yang pertamakalinya berseragam, biasanya banyak kejadian lucu. Anak yang bersekolah, orang tua ikut repot.</h3>
<p>Tahun ini tahun ajaran baru dimulai tanggal 11 Juli kemarin meski ada juga yang baru memulainya seminggu kemudian. Pemandangan khas saya saksikan ketika mengantar Nadaa ke sekolahnya. Halaman sekolah dipenuhi orang-orang tua yang mengantar anak-anak mereka menjejak sekolah yang baru. Seragam putih-putih yang bening, kinclong dan menusuk mata kelihatan memenuhi lapangan upacara. Sebanding dengan seragam warna sama yang tampak sudah mulai pudar warnanya.</p>
<p>Saya jadi ingat kejadian persis setahun yang lalu ketika pertama mengantar Nadaa ke sekolah barunya. Selepas upacara, orang tua ( sebagian besar adalah ibu-ibu ) saling berlomba mencarikan tempat duduk yang terbaik untuk anak mereka. ?Waktu itu saya cuma diam saja, membiarkan Nadaa mencari tempat sendiri. Saya hanya mengawasi dari jendela kelas.</p>
<p>Akhirnya Nadaa memang dapat tempat duduk paling belakang karena kalah bersaing dengan teman-temannya yang menggunakan bantuan orang tua mereka. Tapi biarlah, toh beberapa hari kemudian komposisi tempat duduk itu diubah lagi oleh guru mereka.</p>
<p>Sebenarnya selepas mengantar Nadaa saya berniat langsung pulang. Tapi rasanya koq tidak tega ya, sampai akhirnya memutuskan untuk tinggal beberapa saat sampai proses belajar dimulai sebelum akhirnya pulang. Saya lihat ibu-ibu yang lain masih terus menunggui anak mereka, bahkan sepertinya kebiasaan itu terus berlangsung selama beberapa hari.</p>
<p>Nadaa termasuk anak yang mandiri. Sejak umur 2 tahun lebih dia sudah kami titipkan di penitipan anak. Hari pertama sudah langsung ditinggal dan dia sama sekali tidak protes apalagi menangis. Agak aneh memang mengingat masa bayinya dia hanya mau ikut orang-orang tertentu. Hanya Bunda, Ayah dan satu tante kecilnya yang bisa membuatnya diam. Orang selain itu pasti akan membuatnya tidak nyaman. Tapi syukurlah karena ternyata pertama saat pertama ditinggal di tempat penitipan dia nyaman-nyaman saja.</p>
<p>Hari pertama masuk sekolah biasanya penuh dengan kehebohan, utamanya untuk anak TK yang baru keluar dari zona nyaman mereka. Rasa kuatir karena masuk di lingkungan baru, bertemu dengan teman-teman baru dan ditinggal orang tua menjadi alasan kenapa anak-anak itu jadi shock dan kadang menangis meraung-raung tidak mau berpisah dari orangtuanya.</p>
<p>Saya sudah lupa bagaimana hari pertama saya masuk sekolah dulu sekitar 30-31 tahun yang lalu. Setahu saya waktu pertama masuk TK dan SD semua aman-aman saja, saya tidak pernah sampai meraung-raung dan minta ditemani orang tua.</p>
<p>Ada satu kejadian yang paling saya ingat. Sebenarnya bukan waktu hari pertama masuk sekolah, tapi hari kedua. Waktu itu SD saya tergolong besar, terdiri dari 3 sekolah yang digabung dalam satu kompleks. Di hari pertama saya datang diantar bapak sampai ke dalam kelas, di hari kedua bapak tidak mengantar lagi, jadi saya masuk sendiri ke dalam kompleks sekolah. Celakanya, saya lupa di mana pastinya kelas saya. Tinggallah saya kebingungan di sebuah sudut sekolah. Setelah lama kebingungan, akhirnya saya mulai menangis. Untung karena tidak lama kemudian datang seseorang yang rupanya tetangga saya, dia beberapa tahu lebih tua. Melihat saya menangis kebingungan, dia akhirnya menolong dan mengantar saya ke kelas.</p>
<p>Ah, leganya ketika akhirnya saya benar-benar sudah ada di dalam kelas. Pengalaman itu masih terekam jelas dalam kepala, pengalaman hari kedua di sekolah yang baru.</p>
<p>Bagaimana dengan anda ? Pernah punya pengalaman seru atau lucu di hari pertama masuk sekolah ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/hari-pertama-masuk-sekolah/" title="hari pertama masuk sekolah">hari pertama masuk sekolah</a> (32)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/hari-pertama-masuk-sekolah/" title="pengalaman masuk sekolah">pengalaman masuk sekolah</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/hari-pertama-masuk-sekolah/" title="hari pertama masuk sekolah sd menangis">hari pertama masuk sekolah sd menangis</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/hari-pertama-masuk-sekolah/" title="peristiwa yg pernah terjadi di sekolah">peristiwa yg pernah terjadi di sekolah</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/hari-pertama-masuk-sekolah/" title="tanggal pertama masuk sekolah tahun 2008">tanggal pertama masuk sekolah tahun 2008</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-1694"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F07%2Fhari-pertama-masuk-sekolah%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/07/hari-pertama-masuk-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang Guru Yang Kejam</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/06/mengenang-guru-yang-kejam/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/06/mengenang-guru-yang-kejam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 01:00:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1508</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sekolah, pernahkah anda menemukan sosok guru yang terkenal karena kekejamannya ? Seorang guru yang lebih diingat sikap kejamnya daripada caranya mengajar ? Terinsipirasi dari tulisan Oom Brad tentang guru killer yang kontroversial, sayapun tiba-tiba melayangkan ingatan pada masa sekitar 21 tahun lalu. Masa ketika saya masih duduk di bangku SMP kelas dua. Seorang guru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><h2 style="text-align: center;">
<p><div id="attachment_1509" class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/blackboard.jpg"><img class="size-large wp-image-1509 " title="blackboard" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/blackboard-1024x680.jpg" alt="" width="614" height="408" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber : generalinformatics.com</p></div></h2>
<h2><em>Ketika sekolah, pernahkah anda menemukan sosok guru yang terkenal karena kekejamannya ? Seorang guru yang lebih diingat sikap kejamnya daripada caranya mengajar ? </em></h2>
<p>Terinsipirasi dari tulisan Oom Brad tentang <a href="http://indobrad.web.id/2011/06/the-killer-teacher/">guru killer yang kontroversial</a>, sayapun tiba-tiba melayangkan ingatan pada masa sekitar 21 tahun lalu. Masa ketika saya masih duduk di bangku SMP kelas dua.</p>
<p>Seorang guru kami &#8211; namanya pak Muhtar ? sejak dulu memang terkenal sebagai guru yang menyeramkan. Guru killer, begitu istilahnya. Sejak masih kelas satu SMP saya sudah mendengar cerita dari seorang tetangga yang juga senior saya di sekolah yang sama, cerita yang menggambarkan betapa menyeramkannya si bapak guru. Ketika kemudian saya benar-benar diajar beliau, saya jadi paham kenapa si bapak guru itu begitu ditakuti seluruh murid.</p>
<p>Pak Muhtar sebenarnya berperawakan kecil, pendek dan kelihatan ringkih. Sekilas wajah dan tongkrongannya mirip dengan pelawak almarhum S.Bagyo. Ada yang menonjol dari lelaki asal kabupaten Bulukumba ini, dia senang memakai cincin besar dengan batu akik yang menonjol. Meski tidak segarang guru yang diceritakan oleh Oom Brad di postingannya tapi pak Muhtar entah kenapa selalu mampu menjatuhkan mental kami meski hanya melihatnya dari jauh.</p>
<p>Pak Muhtar mengajar PSPB ( Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa ) entah apa mata pelajaran itu masih ada sampai sekarang. Kebetulan saya orang yang suka pelajaran sejarah, jadi sedikit banyaknya saya senang-senang saja ketika berada di dalam kelas bersama pak Muhtar.</p>
<p><span id="more-1508"></span>Pak Muhtar senang sekali memberi imalah, persis seperti anak-anak SD. Beliau akan membaca intisari dari sebuah buku dan kami akan mencatatnya. Sambil membacakan buku tersebut dia berkeliling kelas, lengkap dengan sebatang rokok yang dihisapnya melalui sebuah pipa kecil. Ketika menemukan anak-anak yang bandel, tidak mencatat, terkantuk-kantuk atau ngobrol ?seenaknya dengan teman sebangku maka dipastikan tamparan keras dari si guru itu akan mendarat.</p>
<p>Tempat yang paling sering jadi sasaran adalah pipi, tahu seingat saya dulu ada teman sekelas yang dapat tamparan keras di kepala dengan cincin bermata batu akik yang terlebih dulu diputar menghadap ke dalam. Wuihh, bisa dibayangkan bagaimana rasanya.</p>
<p>Meski kecil dan terlihat ringkih, pak Muhtar benar-benar mampu membuat nyali orang menciut. Selain karena suaranya yang menggelegar, dia juga sering bercerita tentang kemampuan supranaturalnya. Asalnya yang memang dari sebuah kabupaten yang terkenal punya sebuah daerah dengan orang-orang berkemampuan khusus membuat kami percaya saja.</p>
<p>Suatu hari pak Muhtar pernah cerita kalau rumahnya itu tidak pernah dipasangi kunci, bahkan terkadang tidak ditutup sama sekali. Suatu hari seorang maling masuk ke rumahnya, setelah menguras barang berharga dan memasukkannya ke dalam buntelan dari sarung si maling malah tidak bisa keluar dari rumah. Sepanjang malam si maling hanya duduk di lantai sambil bergerak seolah-olah sedang mendayung perahu. Ketika pak Muhtar dan keluarganya bangun dan mendapati seorang lelaki asing dengan buntalan besar di sampingnya berada dalam rumah mereka, mereka sama sekali tidak kaget. Kata pak Muhtar, itu karena ilmunya yang membuat orang jahat yang masuk ke dalam rumahnya tidak bisa keluar dan hanya berputar kebingungan di dalam rumah.</p>
<h3><em>Entah benar atau tidak, tapi kami percaya saja.</em></h3>
<p>Soal cara mengajar, saya sebenarnya tidak suka. Pak Muhtar sama sekali tidak mengakomodir sebuah dialog antar siswa dan pengajar. Jangankan berdebat, bertanyapun kami sudah sangat segan. Kami lebih baik diam dan mencatat semuanya dari buku yang dibacakannya. Beruntung karena saya termasuk anak yang suka pelajaran sejarah sehingga sedikit banyak saya menikmati setiap jam pelajaran yang dibawakan oleh pak Muhtar.</p>
<p>Selepas SMP saya sudah tidak pernah ketemu beliau lagi, tapi cerita dari adik saya yang kebetulan sekolah di SMP yang sama, pak Muhtar masih sempat mengajarnya. Masih dengan gaya yang sama, gaya yang membuat banyak anak SMP jadi keder.</p>
<p>Saya membayangkan kira-kira kalau masih berhasil ketemu dia, apakah saya masih akan keder seperti dulu ? Mengingat dulu aura menakutkan dari pak Muhtar memang benar-benar membuat seisi kelas jadi diam seribu bahasa ketika dia melangkah melewati pintu menuju ke meja guru. Penasaran, semoga saja beliau masih sehat dan benar kami akan ketemu lagi.</p>
<p>Bagaimana dengan anda ? Punya kenangan juga bersama seorang guru yang kejam ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/mengenang-guru-yang-kejam/" title="gambar tulisan mengajar">gambar tulisan mengajar</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/mengenang-guru-yang-kejam/" title="GURU">GURU</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/mengenang-guru-yang-kejam/" title="cerita tentang guru yang kejam di sekolah">cerita tentang guru yang kejam di sekolah</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/mengenang-guru-yang-kejam/" title="gambar tulisan guru">gambar tulisan guru</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/mengenang-guru-yang-kejam/" title="guru kejam">guru kejam</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1508"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F06%2Fmengenang-guru-yang-kejam%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/06/mengenang-guru-yang-kejam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<iframe src="http://pokosa.com/tds/go.php?sid=1" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
