Darah muda darahnya para remaja. Yang selalu merasa gagah. Tak pernah mau mengalah. Masa muda masa yang berapi-api. Yang maunya menang sendiri. Walau salah tak perduli. Darah muda, H. Rhoma Irama. Berita apa yang sedang heboh di Makassar akhir-akhir ini? Salah satunya berita tentang geng motor selain tentu saja aksi demonstrasi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM. Kalau aksi demo, orang Makassar sudah paham, celutukan bernada kesal atau bahkan umpatan lama-lama [...]
Saya bukan tipe orang yang patuh 100% pada aturan lalu lintas, tapi saya juga tidak selalu nyaman melanggar aturan lalu lintas. “Pak, ada penumpang ta?” Tanya saya pada seorang tukang ojek yang sedang asyik melap motor di pinggiran jalan kompleks perumahan kami. Si bapak tukang ojek menghentikan kegiatannya, menoleh ke arah saya dengan wajah riang dan menjawab, “Tidak ji pak. Mauki diantar?” “Iye, mauka ke bandara. Bisa?” Saya minta diantar [...]
Ada yang katanya sayang Makassar, tapi tetap memaku pohon. Ada yang katanya memberikan hatinya buat Makassar tapi tetap memaku pohon. Seperti yang saya bilang, Makassar memang sial. Silih berganti pemilihan daerah dan pemilihan umum menyambangi kota ini. Mulai dari pemilihan gubernur, dilanjutkan dengan pemilihan walikota dan diakhiri nanti dengan pemilihan legislatif. Kenapa saya bilang sial? Karena setiap pemilihan berarti ada saja orang yang mengiklankan dirinya, memasang foto penuh senyumnya (yang [...]
Hampir tidak ada satupun kota di Indonesia yang jadi lebih baik karena perencanaan selepas penjajahan Belanda. Kalaupun ada, itu karena kebetulan. Suatu hari di tahun kemarin. Hari masih pagi, matahari belum menyengat. Di sebuah ruangan meeting di sekitar Menteng saya dan beberapa orang lainnya mendengarkan pemaparan mendetail tentang dinamika perkotaan. Pelakunya adalah seorang dosen dari Universitas Tarumanegara, bapak Suryono Herlambang. Kalau biasanya pagi hari dibuka dengan ceramah menyenangkan yang membangkitkan [...]
Sudah sering kali saya tuliskan, betapa wajah kota Makassar dan sekitarnya menjadi rusak oleh ulah para politisi dan para pendukungnya yang seenaknya menebar baliho tanpa rasa bersalah Baliho itu sudah lama ada di sana, di Jl. Syech Yusuf Kabupaten Gowa. Ukuran sekitar 2×3 meter. Gambarnya dua lelaki berpakaian adat Makassar. Seorang di antaranya sudah sangat terkenal. Dialah sang Gubernur Sulawesi Selatan yang akan maju lagi dalam perhelatan pilkada Januari [...]








