<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Do the evolution..!!! &#187; Idola</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/idola/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 00:10:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Konsistensi dan Passion : itu kuncinya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 06:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[review blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[daeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[
Namanya Kamaruddin Azis, di komunitas Blogger Makassar dan Panyingkul kami mengenalnya dengan nama Daeng Nuntung, karena memang itu nama paddaengannya. Orangnya ramah, santai dan senang melucu. Hebatnya lagi, joke yang dia sebar itu adalah joke-joke cerdas, beda sama joke-joke yang kebanyakan wara-wiri di layar televisi kita.
Dalam dunia blog, boleh dibilang beliau ini masih junior saya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/denun.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-600" title="denun" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/denun.jpg" alt="" width="500" height="396" /></a></p>
<p>Namanya <a href="http://www.denun.net/">Kamaruddin Azis</a>, di komunitas <a href="http://angingmammiri.org">Blogger Makassar</a> dan <a href="http://panyingkul.com">Panyingkul</a> kami mengenalnya dengan nama Daeng Nuntung, karena memang itu nama <a href="http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/">paddaengannya</a>. Orangnya ramah, santai dan senang melucu. Hebatnya lagi, joke yang dia sebar itu adalah joke-joke cerdas, beda sama joke-joke yang kebanyakan wara-wiri di layar televisi kita.</p>
<p>Dalam dunia blog, boleh dibilang beliau ini masih junior saya. Dia bergabung di Blogger Makassar dan Panyingkul selang beberapa bulan setelah saya bergabung. Pun sebagai kontributor di Panyingkul, dia berkontribusi belakangan, selang beberapa bulan setelah saya. Tapi, soal kualitas tulisan semuanya jadi terbalik. Meski terhitung junior sebagai Blogger dan Panyingkuler, tapi kualitas tulisannya luar biasa.</p>
<p>Di awal bergabung dengan Panyingkul, beliau konsisten menulis tentang berbagai isu kelautan karena latar belakang pekerjaannya yang aktif pada LSM yang membahas tentang isu kelautan serta tentu saja lata belakang pendidikannya sebagai sarjana kelautan. Topik lain yang selalu jadi cirri khasnya adalah tentang berbagai cerita dari tanah rencong, Aceh. Yah, kisaran tahun 2007-2008 beliau memang sedang berada di Aceh dan ikut serta dalam berbagai proyek pembangunan kembali Aceh pasca Tsunami.</p>
<p>Setelah kembali ke Makassar, topik tulisannya makin beragam, tidak melulu tentang laut dan Aceh lagi. Namun, meski topiknya beragam, Daeng Nuntung tetap setia pada garis yang diyakininya sejak awal. Garis yang lebih banyak berpihak pada mereka yang kadang tak pernah diekspos media, mereka yang kadang jadi komoditi para penguasa. Beberapa orang di komunitas Panyingkul menyebutnya sebagai penulis beraliran sosialis, yang banyak membahas tentang persoalan-persoalan sosial yang ada di sekitar kita.</p>
<p>Makin lama saya merasa tulisannya makin memikat. Gaya bertuturnya khas, ringan, lancar dan memikat. Meski kadang topik yang diangkatnya termasuk berat, tapi caranya bertutur membuat topik itu terasa ringan dan gampang dicerna. Daeng Nuntung juga punya kelebihan dari segi pengambilan sudut pandang, beberapa cerita mungkin sudah pernah kita lihat atau baca di tempat lain tapi dengan sudut pandang yang berbeda Daeng Nuntung menjadikan cerita itu berbeda dan terasa fresh.</p>
<p><span id="more-599"></span>Tahun 2009 kemarin Daeng Nuntung mendapatkan kehormatan. Komunitas Panyingkul membukukan kumpulan tulisannya dalam sebuah buku berjudul : Semesta GALESONG, Senarai Catatan Seorang Warga. Buku ini bercerita banyak tentang Galesong, tanah kelahiran Daeng Nuntung yang memang menyimpan banyak cerita. Buku itu menjadi sebuah tonggak pembuktian akan eksistensi dan konsistensi seorang Daeng Nuntung.</p>
<p>Yah, konsistensi. Ini adalah kata keramat yang jadi momok bagi banyak blogger dan penulis lepas. Di tengah kesibukan kerjaan sehari-hari, kami para blogger dan penulis lepas sering berlindung di balik kalimat klise : SUSAH CARI WAKTU UNTUK MENULIS. Ini juga jadi kalimat pembenaran yang sering saya gunakan. Blog ini sudah mulai jarang diupdate, sayapun sudah lupa kapan terakhir kalinya berkontribusi di Panyingkul. Semua karena kesibukan pekerjaan yang banyak menyita waktu, serta hal-hal lain yang kadang memang rasanya tidak mau mengalah untuk member saya waktu menulis.</p>
<p>Tapi Daeng Nuntung berbeda. Dia menolak berlindung di balik kalimat itu dan menolak menjatuhkan semua kesalahan pada kalimat itu. Dia punya cara sendiri untuk menjaga konsistensi. Simak blog pribadinya, dan lihat juga website panyingkul. Di sana tulisan-tulisannya hadir hampir seperti siramanan hujan di bulan Desember. Atau kalau belum cukup juga cek notesnya di Facebook, deretan notesnya begitu panjang dan hadir hampir setiap hari.</p>
<p>Dalam sebuah pertemuan di hotel Santika beberapa waktu yang lalu dia sempat berkata kalau targetnya memang menulis setiap hari meski hanya satu halaman dan hanya untuk konsumsi notes di Facebook. Targetnya tidak terlalu muluk menurut saya, tapi melaksanakannya butuh perjuangan luar biasa utamanya untuk seseorang yang punya pekerjaan professional dan punya keluarga.</p>
<p>10 maret kemarin dua buah tulisannya hadir di harian Kompas , tepatnya di Klasika zona Makassar. Ini menjadi satu bukti lagi kalau tulisannya memang bernas dan layak dibaca orang banyak. Hey, kita bicara tentang Kompas di sini, harian terbesar di Indonesia yang tentu saja punya standard tinggi dalam menentukan tulisan yang layak muat dan bila tulisan anda dimuat di sana maka jelaslah sudah kualitas tulisan anda.</p>
<p>Tulisan di Kompas ini adalah puncak pembuktian tentang kualitas tulisan Daeng Nuntung. Di harian lokal Tribun Timur, Daeng Nuntung juga sudah sangat sering wara-wiri. Di rubrik Opini maupun di rubrik khusus citizen reporter.</p>
<p>Dua hal itu berawal dari dua kata, passion dan konsistensi. Seorang blogger dan penulis lepas harus punya kedua hal itu. Anda tidak cukup punya passion tanpa punya konsistensi, tulisan anda mungkin bagus, berbobot tapi jika anda tidak punya konsistensi semua akan sia-sia. Anda juga tidak bisa hanya punya konsistensi tapi tidak punya passion. Tulisan anda akan terus hadir, tapi kualitasnya mungkin tidak akan berkembang, karena anda tidak punya passion untuk membuatnya berkembang. Daeng Nuntung membuktikan kalau dia punya kedua hal itu, dua hal yang dikawinkannya dan membuatnya mampu memukau banyak orang. Saya yakin dia akan memiliki dua hal itu dalam waktu yang lama, sangat lama.</p>
<p>Dia adalah role model saya. Bravo Daeng..!!</p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/&amp;title=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/&amp;t=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/&amp;t=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/&amp;title=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya&amp;link=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/&amp;Title=Konsistensi+dan+Passion+%3A+itu+kuncinya" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/03/16/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paolo Maldini, legenda hidup kota Milan</title>
		<link>http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 01:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[

  

&#160;

&#160;
Ada pemandangan yang berbeda pada laga derby de la madonina antara Inter Milan dan AC Milan hari minggu (15/2) kemarin. 
 
Sebuah spanduk besar yang dibentangkan tifosi Inter Milan berbunyi : Per 20 anni nostro rivale, ma nella vita sempre leale&#8216; atau kurang lebih berarti : selama 20 tahun engkau adalah musuh kami, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPEMASA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><br />
<style> <!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.apple-style-span 	{mso-style-name:apple-style-span;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://i168.photobucket.com/albums/u175/ipulji/foto%20blog/pAOLO_mALDINI.jpg" /></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Ada pemandangan yang berbeda pada laga <em>derby de la madonina</em> antara Inter Milan dan AC Milan hari minggu (15/2) kemarin. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Sebuah spanduk besar yang dibentangkan tifosi Inter Milan berbunyi :</span><strong><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN"> </span></em></strong><span class="apple-style-span"><strong><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia">Per 20 anni nostro rivale, ma nella vita sempre leale</span></em></strong></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia">&#8216; </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">atau kurang lebih berarti : selama 20 tahun engkau adalah musuh kami, tapi dalam hidup engkau adalah orang yang setia. Kata-kata itu ditujukan kepada seorang pemain AC Milan, seorang pemain besar yang telah mengabdikan 25 tahun hidupnya untuk klub merah hitam tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Pemain itu adalah Paolo Maldini, sang kapten. Tahun ini, pria kelahiran 26 Juni 1968 tersebut berniat untuk pensiun dari dunia yang telah membesarkan namanya. Niat ini merampungkan masa seperempat abad “perkawinannya” dengan sepakbola profesional yang dimulai sejak tahun 1984. Selama kurun waktu tersebut Paolo hanya mengabdi pada satu klub saja, AC Milan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Saya pertama kali mengenal lelaki bermata tajam itu ketika dia tampil membela Italia di piala dunia 1990. Saat itu Paolo disebut-sebut sebagai pemain muda berbakat yang baru saja berusia 21 tahun. Permainannya sebagai bek kiri dikenal sangat lugas, tanpa kompromi meski tak kasar. Paolo adalah bek sayap yang rajin naik membantu setiap serangan selain tentu saja kokoh di garis belakang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Di era kejayaan AC Milan di akhir tahun 80-an hingga pertangahan tahun 90-an, Paolo menjadi satu bagian penting dalam tim. Bersama kompatriotnya macam Franco Baresi, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassoti, Paolo menjadi pilar penting yang menenangkan para kiper. Pada piala dunia 1994, kuartet ini menjadi pilihan utama Arrigo Sacchi sang pelatih. Barisan belakang Italia waktu itu disebut sangat Milan Sentris dengan Paolo sebagai salah satu pilarnya. Hebatnya lagi, di sesi piala dunia itu, hanya Paolo lah satu-satunya pemain yang bermain mulai dari pertandingan pertama hingga pertandingan final melawan Brasil. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">AC Milan dan tim nasional Italia telah berkali-kali berganti pelatih, namun tak peduli siapapun yang melatih, nama Paolo Maldini selalu masuk dalam daftar pemain utama. Di piala dunia 1998, Paolo Maldini menjadi satu-satunya pemain Italia yang bermain sejak fase penyisihan grup, putaran final hingga Italia kandas di perempat final. Konsistensi dan aura kepemimpinan Paolo Maldini menjadi garansi mutlak bagi para pelatih. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-262"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Selepas kerpergian Franco Baresi, Paolo Maldini kemudian didaulat menjadi kapten tim, baik di AC Milan maupun di tim nasional. Tak ada yang meragukan kepemimpinan ayah 2 anak itu. Kharismanya begitu kuat dan mampu mengundang hormat baik dari sesama kolega maupun dari lawan-lawannya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Tak ayal seorang pemain sebesar Steven Gerrardpun mengakui kharisma sang kapten. Dalam pertemuan pada final piala Champion Eropa tahun 2005 di Istanbul, Steven Gerard mengaku grogi saat bersisian dengan Paolo di lorong menuju lapangan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Paolo Maldini jelas adalah seorang pemain yang patut untuk dihormati siapa saja. Kehidupannya di dalam dan luar lapangan bisa menjadi panutan. Meski di lapangan hijau dia adalah seorang bek yang keras dan tak kenal kompromi, namun di luar lapangan dia tetaplah seorang ayah dan suami yang lembut dan penuh kasih sayang. Hobinya memasak dan berkebun berbanding terbalik dengan sifat kerasnya di lapangan. Sepanjang karirnya Paolo nyaris tak pernah mendapatkan sorotan negatif dari para pencari berita. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Di masa jayanya, Paolo ditasbihkan sebagai salah satu bek terbaik di dunia. Bermacam-macam tipe penyerang telah pernah dihadapinya dan bermacam-macam penyerangpun telah dibuatnya frustasi. Sebagian besar dari mereka mengakui kehebatan <em>il capitano</em> Milan itu. Kejelian membaca permainan, teknik tinggi dan postur yang kokoh adalah senjata utamanya. Di usia senja, meski kecepatannya jelas telah jauh menurun namun pengalaman dan kharismanya masih sangat dibutuhkan AC Milan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Paolo adalah aset penting AC Milan. Silvio Berlusconi pernah mengatakan bahwa menjual Paolo Maldini adalah sama saja dengan menjual bendera klub, sesuatu yang tidak mungkin akan dilakukan. Paolo membalas perlakuan manajemen dengan sebuah loyalitas yang tak pernah luntur, bahkan 25 tahun sejak pertandingan perdananya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Saat musim ini berakhir, dan Paolo Maldini resmi menggantung sepatunya maka jersey bernomor 3 akan digantung untuk sementara sampai Christian Maldini-sang anak-akan siap untuk memakainya. Ini adalah penghormatan besar dari AC Milan untuk sang legenda, sekaligus meneruskan tradisi keluarga besar Maldini yang mengabdi pada Rossoneri selama 3 generasi. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Derby minggu kemarin adalah derby terakhir sang legenda dan supporter Inter Milan memberi bukti nyata kalau respek dan penghormatan yang tinggi dapat mengalahkan sebuah rivalitas dan persaingan berdarah-darah kedua tim. Paolo Maldini membalas perlakuan tifosi Inter dengan applaus penuh hormat yang kemudian langsung dibalas lagi oleh para tifosi Inter Milan dengan penghormatan yang sama. Sebuah momen yang mengharukan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Perjalanan selama 25 tahun bagi seorang Paolo Maldini adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh warna. Tawa riang dan tangis sedih datang silih berganti. Selama masa itu, dan diakhir kisah itu kemudian hanya ada sebuah respek dan penghormatan yang begitu besar pada legenda hidup yang telah mengabdi dengan penuh rasa cinta selama 25 tahun, bukan hanya pada klub dan negaranya, namun pada sepakbola pada umumnya. Paolo Maldini bukan hanya milik AC Milan semata, dia adalah legenda dan milik kota Milan&#8230;<o:p></o:p></span></p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/&amp;title=Paolo+Maldini%2C+legenda+hidup+kota+Milan" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/&amp;t=Paolo+Maldini%2C+legenda+hidup+kota+Milan" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/&amp;t=Paolo+Maldini%2C+legenda+hidup+kota+Milan" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/&amp;title=Paolo+Maldini%2C+legenda+hidup+kota+Milan" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Paolo+Maldini%2C+legenda+hidup+kota+Milan&amp;link=http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/&amp;Title=Paolo+Maldini%2C+legenda+hidup+kota+Milan" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2009/02/19/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurt Cobain in Memoriam</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 23:51:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Idola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[


Kurt Donald Cobain, atau yang lebih dikenal dengan nama Kurt Cobain adalah salah satu ikon musik rock tahun 90-an. Kurt dan band-nya Nirvana menjadi salah satu band yang meraih puncak popularitas sebagai pengusung aliran grunge. Kurt adalah seorang vokalis dan sekaligus frontman grup asal Seattle tersebut.
Kurt gampang dikenali dari gaya berpakaiannya yang sangat urakan, terkesan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="fools" style="text-align: justify"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/04/kurt-cobain.jpg" title="kurt-cobain.jpg"></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/04/kurt-cobain.jpg" alt="kurt-cobain.jpg" height="540" width="375" /></p>
<p></a></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Kurt Donald Cobain, atau yang lebih dikenal dengan nama Kurt Cobain adalah salah satu ikon musik rock tahun 90-an. Kurt dan band-nya Nirvana menjadi salah satu band yang meraih puncak popularitas sebagai pengusung aliran grunge. Kurt adalah seorang vokalis dan sekaligus frontman grup asal Seattle tersebut.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Kurt gampang dikenali dari gaya berpakaiannya yang sangat urakan, terkesan kumuh dan betul-betul anti kemapanan. Selaras dengan jenis musik yang diusungnya. Wajahnya tampan, namun lebih sering terlihat kuyu dan tak terurus. Kurt jelas adalah orang yang tak pernah peduli pada penampilannya sendiri.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Kurt adalah seorang yang penuh kontroversi. Ini tak lepas dari kepribadiannya yang susah ditebak dan cenderung introvert. Namun, meski introvert Kurt tetap mampu menciptakan sederet musik yang kemudian jadi muara perlawanannya. Perlawanan terhadap banyak hal. </span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Musik yang diusung Kurt dan bandnya-Nirvana-sekilas memang jauh dari rasa indah. Bunyi gitar yang kasar dan penuh distorsi dengan gebukan drum dan betotan bas yang garang disempurnakan dengan lirik yang simpel dan kadang sangat pendek. Namun sesungguhnya di situlah letak keindahan musik Nirvana. Simpel dan tidak macam-macam.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Nirvana dengan cepat menarik perhatian kaum muda yang sedang gamang mencari idola baru. Kurt dan Nirvana dinobatkan banyak orang sebagai juru bicara kaum muda. Para pemilik modalpun segera memanfaatkan kesempatan ini. Habis-habisan mereka menggunakan Nirvana sebagai tambang emas mengeruk keuntungan. Fanspun makin bertambah.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Sayangnya, popularitas yang datang dengan cepat itu membuat Kurt jadi labil. Sifatnya yang susah ditebak, akhirnya jadi makin susah ditebak. Di atas panggung, hobi menghancurkan instrumentnya makin menjadi-jadi. Di luar panggung, dengan kehidupan yang nyaris tak bisa dimengerti orang lain, Kurt jatuh ke pelukan heroin. Pusat rehabilitasi menjadi langganannya. Band jadi mulai terlantar, beberapa tur akhirnya dibatalkan karena Kurt kadang terlalu mabuk untuk naik ke panggung. Termasuk sebuah kejadian di Roma yang membuatnya masuk rumah sakit.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Punya istri dan kemudian punya anak tak jua membuat Kurt jadi lebih kalem. Meski sempat terlihat lebih “sehat”, Kurt tetaplah seorang Kurt dengan pribadi yang tak bisa dimengerti orang banyak. Diam-diam Kurt kembali ke pelukan heroin.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span id="more-137"></span><span lang="IN">Puncaknya adalah saat dia kabur dari pusat rehabilitasi sambil membawa sepucuk pistol hadiah ulang tahun dari seorang sahabatnya. Orang-orang yang mencintainya kebingungan mencari sang bintang. Nyaris tak ada kabar sebelum akhirnya pada tanggal 8 April 1993 mayatnya ditemukan di lantai atas sebuah garasi rumah ibunya. Menurut keterangan, tubuh tersebut telah menjadi mayat sejak 3 hari sebelumnya. <span> </span></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Kurt nekad mengakhiri hidupnya sendiri. Di atas sepucuk surat yang menjadi suicide notes-nya Kurt mengungkapkan alasan kenapa dia memilih jalur pintas tersebut. Kurt mengaku tidak bisa lagi menikmati semua sorotan yang diarahkan kepadanya. Sorak-sorai para fans dan gegap gempita sebuah panggung tak lagi mampu memikatnya. Bahkan Kurt mengaku bersalah telah menjalani semua itu tanpa perasaan suka. Di ujung suratnya Kurt menuliskan kata terakhirnya, lebih baik padam daripada pudar, it’s better been burn than fade away&#8230;</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Ah, Kurt memang sosok yang sangat sulit untuk dimengerti. Pribadinya terlalu kompleks dan tertutup. Mungkin memang hanya Kurtlah seorang yang bisa mengerti dirinya sendiri dan kenapa dia memilih jalan itu untuk mengakhiri hidupnya.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Kurt menyusul banyak musisi rock lainnya yang mati dalam usia muda. Kurt mungkin belum syah ditasbihkan sebagai seorang legenda besar seperti Jimi Hendrixx, Jim Morrison atau Janis Joplin, namun bagi sebagian orang Kurt tetaplah seorang legenda. Seorang pendobrak yang akan selalu dikenang.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><em><span lang="IN">“ a truants find home “&#8230; <o:p></o:p></span></em></p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/&amp;title=Kurt+Cobain+in+Memoriam" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/&amp;t=Kurt+Cobain+in+Memoriam" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/&amp;t=Kurt+Cobain+in+Memoriam" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/&amp;title=Kurt+Cobain+in+Memoriam" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Kurt+Cobain+in+Memoriam&amp;link=http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/&amp;Title=Kurt+Cobain+in+Memoriam" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/04/06/kurt-cobain-in-memoriam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang sang pendekar</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 05:23:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[“Jelaga di wajah jaksa”, itu judul acara sebuah tayangan investigasi di sebuah stasiun televisi tanah air hari Minggu kemarin. Judul itu terasa sangat tepat menggambarkan wajah aparat hukum tersebut akhir-akhir ini. Sebuah kasus menyeret seorang jaksa, merubah statusnya sebagai orang yang disegani di muka pengadilan menjadi pesakitan.
Siapapun tahu kalau kasus ini bukanlah kasus pertama yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="fools" style="text-align: justify"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/03/baharudin_lopa.jpg" title="baharudin_lopa.jpg"><img src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/03/baharudin_lopa.jpg" alt="baharudin_lopa.jpg" align="left" height="257" width="188" /></a><span style="font-family: Verdana" lang="IN">“Jelaga di wajah jaksa”, itu judul acara sebuah tayangan investigasi di sebuah stasiun televisi tanah air hari Minggu kemarin. Judul itu terasa sangat tepat menggambarkan wajah aparat hukum tersebut akhir-akhir ini. Sebuah kasus menyeret seorang jaksa, merubah statusnya sebagai orang yang disegani di muka pengadilan menjadi pesakitan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Siapapun tahu kalau kasus ini bukanlah kasus pertama yang mengotori wajah penegak hukum di negeri kita. Deretannya bisa sangat panjang bila kita mengikutkan berbagai perilaku minus dari para penegak-penegak hukum lainnya seperti polisi dan hakim. Negeri ini sudah sangat kacau, terkadang hukum dankeadilan sudah sama sekali tak bisa diharapkan lagi. <o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Memang perilaku mereka tak bisa kita pukul rata. Di antara sekian banyak aparat penegak hukum yang bobrok, masih ada juga satu-dua yang berhati putih dan teguh di jalan yang benar meskipun untuk mencarinya ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. <o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Salah satu dari sekian banyak yang masih lurus itu, tersebutlah sosok Alm.Baharuddin Lopa. Sosok beliau seperti sebiji permata di kubangan lumpur. Sederhana, jujur, lurus dan tegas-itu mungkin kata yang cocok untuk menggambarkan sang jaksa dari Majene ini. Sayang, beliau belum sempat berbuat terlalu banyak untuk negeri kita sebelum sang Khalik memanggilnya. Tapi, sederet perjuangannya telah meninggalkan cerita manis dan legenda tersendiri bagi orang Indonesia yang nyaris tak bisa melihat lagi keadilan di negeri ini.<o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Ada banyak cerita-cerita yang dituturkan dari mulut ke mulut hingga kemudian menjadi semacam legenda tentang bagaimana sang Jaksa ini memelihara sikap tegas dan tawadhu-nya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Dari seorang teman yang pamannya pernah menjadi ajudan beliau saat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan saya mendengar satu cerita:<o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Suatu hari selepas kunjungan kerja di sebuah kabupaten di SulSel Alm.Barlop (demikian beliau biasa disapa) mendapati meteran bensin mobil dinas yang dikendarainya bergerak ke arah F, padahal seingat beliau ketika tiba di tujuan meteran masih mendekati berada di bawah, dekat tanda E. <o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span id="more-124"></span><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Beliau bertanya perihal bensin tersebut. Dari jawaban sang ajudan beliau tahu kalau ternyata bensin yang bertambah tersebut adalah pemberian dari pejabat setempat. Tanpa membuang-buang waktu beliau memerintahkan sang ajudan untuk kembali ke tempat semula. Beliau juga memerintahkan sang pejabat yang memberi bensin agar menyedot kembali bensin yang sudah diberikannya tadi. Alasan beliau, “ saya punya uang jalan untuk beli bensin, dan itu harus saya pakai&#8230;”. Alasan yang sederhana tapi masuk akal. Saya yakin masih ada alasan lain yang lebih mendasar bagi beliau.<o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Ada satu lagi cerita yang sangat menggetarkan saya, terlepas dari benar atau tidaknya. Suatu waktu,beliau menghadiri acara perkawinan seorang kerabatnya dengan menumpang taxi. Sewaktu ditanya kenapa naik taksi dan bukannya naik mobil,beliau menjawab : “ mobil itu kan mobil dinas, dipakai untuk keperluan dinas, sementara acara ini bukan keperluan dinas jadi saya tidak berhak memakainya”. Subhanallah&#8230;anda bisa bayangkan bukan seandainya para pejabat kita meniru perilaku beliau, niscaya akan tenteram damai negeri kita ini.<o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Soal mobil ini juga ada ceritanya. Di dealer mobil terbesar di kota Makassar, Baharuddin Lopa pernah tercatat menyicil sebuah mobil bekas hanya karena tidak punya uang untuk membelli mobil baru secara tunai. Padahal waktu itu beliau adalah kepala kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan. Dengan posisi seperti itu bisa anda bayangkan bukan jika seandainya beliau mau meminta keringanan harga atau semacamnya tentu bukanlah hal yang sulit. Tapi itulah Alm. Baharuddin Lopa. Beliau tidak pernah mau menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan pribadi semata.<o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Sesaat setelah beliau meninggal, Panda Nababan-anggota DPR RI-di sebuah stasiun televisi banyak menceritakan tentang kesederhaan beliau. Betapa sang jaksa sampai harus bersusah payah menagih honor tulisannya di majalah yang sebesar Rp. 500 ribu hanya karena sedang butuh semen untuk renovasi rumahnya, atau kenyataan bahwa bahkan saat beliau telah menjadi pejabatpun beliau masih tetap berusaha mencari pendapatan sampingan dari usaha wartel kelas C di rumahnya. Sangat sederhana. <o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Soal ketegasan dan keseriusannya dalam menegakkan hukum saya kira tidak usah ditanya lagi. Atau kalau anda masih penasaran, anda mungkin bisa menanyakannya langsung ke Nurdin Halid, tokoh yang pernah merasakan tidak enaknya menjadi sasaran tembak Alm. Baharuddin Lopa. Bahkan ketegasannya itu pula yang membuatnya berkali-kali “masuk kotak” dan diserahi tugas yang sangat jauh dari bidang keahliannya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Tapi itulah Baharuddin Lopa, jaksa yang mengaku bahwa dalam upayanya dalam menegakkan hukum sama sekali tidak takut pada siapapun kecuali Allah SWT. Di sebuah sidang dengan anggota DPR, Baharuddin Lopa dengan logat Sulawesi Selatan yang berapi-api berkata. “ kalau saya tidak bisa adil, untuk apa saya jadi Jassa (jaksa), lebih baik saya <em>pi</em> kerja yang lain”. Tegas dan langsung ke tujuan. Itulah Baharuddin Lopa. Kata-katanya tak pernah mengandung unsur politis, sederhana namun tegas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Sayang, beliau hanya sempat menjabat sebagai jaksa agung selama 1,5 bulan namun dalam masa jabatan yang sangat singkat tersebut beliau telah membuat daftar panjang tugas berat yang harus diselesaikan. Sayang memang, beliau tak sempat menyelesaikan apa yang sudah dimulainya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span style="font-family: Verdana" lang="IN">Dan, di tengah makin carut marutnya wajah penegak hukum negeri ini, sosok Baharuddin Lopa akan selalu menjadi sosok yang kita rindukan. Semoga masih akan lahir Baharuddin Lopa yang lain yang akan lahir dan menegakkan hukum di negeri kita ini. Semoga..</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify">&nbsp;</p>
<p class="fools" style="text-align: justify">**foto diambil dari <a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/b/baharuddin-lopa/">sini</a></p>


<!-- Begin SexyBookmarks Menu Code -->
<div class="sexy-bookmarks sexy-bookmarks-expand sexy-bookmarks-bg-love">
<ul class="socials">
		<li class="sexy-delicious">
			<a href="http://del.icio.us/post?url=http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/&amp;title=Mengenang+sang+pendekar" rel="nofollow" title="Share this on del.icio.us">Share this on del.icio.us</a>
		</li>
		<li class="sexy-technorati">
			<a href="http://technorati.com/faves?add=http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/" rel="nofollow" title="Share this on Technorati">Share this on Technorati</a>
		</li>
		<li class="sexy-myspace">
			<a href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/&amp;t=Mengenang+sang+pendekar" rel="nofollow" title="Post this to MySpace">Post this to MySpace</a>
		</li>
		<li class="sexy-facebook">
			<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/&amp;t=Mengenang+sang+pendekar" rel="nofollow" title="Share this on Facebook">Share this on Facebook</a>
		</li>
		<li class="sexy-comfeed">
			<a href="http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/feed" rel="nofollow" title="Subscribe to the comments for this post?">Subscribe to the comments for this post?</a>
		</li>
		<li class="sexy-google">
			<a href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=add&amp;bkmk=http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/&amp;title=Mengenang+sang+pendekar" rel="nofollow" title="Add this to Google Bookmarks">Add this to Google Bookmarks</a>
		</li>
		<li class="sexy-tipd">
			<a href="http://tipd.com/submit.php?url=http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/" rel="nofollow" title="Share this on Tipd">Share this on Tipd</a>
		</li>
		<li class="sexy-friendfeed">
			<a href="http://www.friendfeed.com/share?title=Mengenang+sang+pendekar&amp;link=http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/" rel="nofollow" title="Share this on FriendFeed">Share this on FriendFeed</a>
		</li>
		<li class="sexy-bebo">
			<a href="http://www.bebo.com/c/share?Url=http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/&amp;Title=Mengenang+sang+pendekar" rel="nofollow" title="Share this on Bebo">Share this on Bebo</a>
		</li>
</ul>
<div style="clear:both;"></div>
</div>
<!-- End SexyBookmarks Menu Code -->

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/03/12/mengenang-sang-pendekar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
