<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; Idola</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/idola/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:56:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bung..</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/08/bung/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/08/bung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 07:19:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Proklamasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1796</guid>
		<description><![CDATA[Seandainya saja Bung Hatta masih hidup, kira-kira perasaan apa yang membuncah dalam dadanya melihat Indonesia hari ini ? Bung, 66 tahun lalu ketika kau bersama dengan Bung Karno memutuskan untuk membubuhkan tanda tangan di atas naskah proklamasi, apa yang ada dalam kepalamu ? Sebuah negara yang suatu hari nanti bisa kamu hisap semua sumber dayanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1797" class="wp-caption aligncenter" style="width: 654px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/bung-hatta2.jpg"><img class="size-full wp-image-1797" title="1949, Indonesia --- Dr. Mohammed Hatta the Prime Minister of Indonesia (1902-1980). --- Image by © Hulton-Deutsch Collection/CORBIS" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/bung-hatta2.jpg" alt="" width="644" height="479" /></a><p class="wp-caption-text">Bung Hatta</p></div>
<h3><strong>Seandainya saja Bung Hatta masih hidup, kira-kira perasaan apa yang membuncah dalam dadanya melihat Indonesia hari ini ?</strong></h3>
<p>Bung, 66 tahun lalu ketika kau bersama dengan Bung Karno memutuskan untuk membubuhkan tanda tangan di atas naskah proklamasi, apa yang ada dalam kepalamu ?</p>
<p>Sebuah negara yang suatu hari nanti bisa kamu hisap semua sumber dayanya ? sebuah negara yang kau harapkan bisa membuatmu, keluargamu dan keturunanmu kaya raya hingga tak perlu bekerja lagi ? Ataukah kau sungguh ikhlas memerdekakan bangsa ini, melepaskannya dari cengkeram erat jemari penjajah dan menuntunnya berdiri sendiri ?</p>
<p>Bung, 66 tahun yang lalu ketika kau memutuskan untuk berjuang memerdekakan bangsa ini, ?pernahkah kau memikirkan berapa banyak uang negara yang bisa kau simpan untuk dirimu sendiri ? atau untuk keluargamu, atau untuk keturunanmu ? Atau kau tak pernah memikirkan itu semua ?</p>
<p>66 tahun setelah naskah itu kau proklamirkan bersama Bung Karno, negeri ini telah mengaku bebas merdeka. Lepas dari orang-orang kulit putih atau kulit kuning seperti yang pernah kau lawan kehadirannya. Bung, kau mungkin akan tersenyum lebar melihatnya.</p>
<p>Saat kau mendampingi si Putra Sang Fajar di Pegangsaan Timur hari itu, mungkin terbersit dalam bayanganmu tentang sebuah negara yang bersatu, merdeka dan bebas dari bayang-bayang cengkeraman negara lain. Hari ini, 66 tahun lebih sehari dari tanggal itu negeri yang turut kau bidani kelahirannya benar telah merdeka. Tapi apakah benar lepas dari bayang-bayang negeri asing ? Sayangnya tidak..</p>
<p>Bung, negeri yang kau bantu kelahirannya sekarang menjadi negeri yang pemimpinnya takut pada raksasa di seberang lautan itu. Negeri yang pemimpinnya merasa negara di seberang lautan itu sebagai negeri keduanya, negeri tempatnya berkiblat, negeri tempatnya menetek dan menggadai harga diri.</p>
<p>66 tahun setelah peristiwa itu, negeri yang kau perjuangkan ini menjadi negeri tempat hidupnya orang-orang yang mencari makan lebih rakus dari tikus-tikus di selokan. Negeri ini menjadi sebuah panggung sandiwara, tempat mereka yang mengaku pemimpin itu berjoget di atas penderitaan kami rakyat kecil ini.</p>
<p>Bung, hari ini genap 66 tahun satu hari sejak peristiwa itu tapi negeri ini belum sepenuhnya merdeka. Mereka yang dulu kau usir itu sekarang kembali, tapi dalam bentuk yang berbeda. Mereka tak lagi bersenjata tank dan bedil, tapi sekotak kalkulator dan setumpuk kontrak. Bung, mereka menjajah dengan riangnya karena anak cucumu juga memberi mereka kesempatan, karena anak cucumu sudah cukup puas dengan perutnya yang gendut, tak peduli harga diri bangsa yang dia gadaikan dan tak peduli pada anak bangsa yang makin hari makin tak mengerti tentang arah negeri ini.</p>
<p>Bung, tahukah kamu ? Makin banyak anak negerimu yang memilih mengais rejeki di luar sana. Di negeri yang dulu pernah kau usir dan negeri-negeri yang lain. Mereka ke sana karena di negeri ini mereka tak diakui, mereka pintar tapi tak cukup cerdik untuk bertahan di negeri yang dulu kau perjuangkan kemerdekaannya ini.</p>
<p>Bung, negeri ini sekarang dipimpin seorang lelaki gagah bertubuh besar yang sangat prihatin. Jika kau melihatnya, mungkin kaupun akan prihatin. Seperti kata yang sering diucapkannya.</p>
<p>Ah, Bung..terima kasih sudah mengantarkan kata bernama merdeka ke negeri ini. Biarlah kami yang akan memaknainya, entah dengan cara apa. Mungkin dengan cara yang sesuai dengan jaman yang sudah digital ini, sehingga benderapun harus dikerek secara digital dan upacara dilakukan secara digital, maya dan semu.</p>
<p>Terima kasih bung, mudah-mudahan kau mendengar kami berteriak merdeka. Meski hanya lewat sebatang perangkat elektronik yang kami pegang.</p>
<p>Merdeka !!</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/bung/" title="foto bung karno">foto bung karno</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/bung/" title="bung hatta dan bung karno">bung hatta dan bung karno</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/bung/" title="kepergianmu">kepergianmu</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1796"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F08%2Fbung%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/08/bung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mereka Mencambuk Saya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/03/mereka-mencambuk-saya/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/03/mereka-mencambuk-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 09:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1210</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kemarin saya bercerita tentang blogger dan blog yang menginspirasi saya untuk jadi seorang blogger, maka hari ini saya mau cerita tentang blogger dan blog yang selalu mencambuk saya dengan berbagai kelebihannya. Cambukannya seperti memaksa saya untuk jadi lebih baik dalam menulis dan ngeblog. Denun.Net Bapak kelahiran Galesong, kabupaten Gowa Sulawesi Selatan ini adalah salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><strong><em>Setelah kemarin saya bercerita tentang <a href="../../../../../2011/03/02/mereka-yang-menginspirasi-saya/">blogger dan blog yang menginspirasi saya</a> untuk jadi seorang blogger, maka hari ini saya mau cerita tentang blogger dan blog yang selalu mencambuk saya dengan berbagai kelebihannya. Cambukannya seperti memaksa saya untuk jadi lebih baik dalam menulis dan ngeblog. </em></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">
<div id="attachment_1211" class="wp-caption aligncenter" style="width: 660px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/denun.jpg"><img class="size-full wp-image-1211" title="_denun" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/denun.jpg" alt="" width="650" height="411" /></a><p class="wp-caption-text">Denun.Net</p></div>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><a href="http://denun.net/">Denun.Net</a></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Bapak kelahiran Galesong, kabupaten Gowa Sulawesi Selatan ini adalah salah satu blogger favorit saya. Kami pertama kali bertemu sekitar tahun 2006. Waktu itu beliau sedang berada di Aceh, bergabung dengan sebuah LSM dalam rangka pemulihan Aceh pasa tsunami.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Lelaki ini berlatar belakang sarjana kelautan, tak heran kalau dia begitu mencintai laut. Bisa dibilang laut adalah istri pertamanya. Dia begitu concern pada isu-isu kelautan, ekosistem laut dan pengembangan daerah pesisir. Aktif di berbagai LSM berlatar kelautan dan pengembangan masyarakat pesisir membuatnya banyak bersentuhan dengan akar rumput.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Bagi pekerja LSM lainnya, kesempatan seperti itu mungkin hanya dilihat dari sudut pandang pekerjaan. Sesuatu yang dilakukan karena memang sudah tuntutan pekerjaan. Daeng Nuntung ( begitu kami menyapanya ) membingkai pengalaman itu dalam bingkai yang berbeda. Dia menuliskannya di blog, sebagai dokumentasi dan bukti nyata tentang kepeduliannya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Hebatnya lagi, dia tidak menuliskannya dengan cara yang biasa.</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Sejak beberapa tahun yang lalu, Daeng Nuntung punya impian membuat tulisan bergenre jurnalisme sastrawi dan kemudian tekun untuk mengembangkan kemampuannya. Pergulatan kami dalam komunitas citizen journalism membuat kami sama-sama saling belajar meningkatkan kualitas tulisan. Sama-sama belajar tapi kemudian saya merasa dia jauh meninggalkan saya. Kemampuannya meningkat tajam, sangat tajam malah.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Koran lokal sudah berkali-kali ditembusnya, pun surat kabar berskala nasional. Bahkan situs OhMyNews.com yang merupakan situs citizen journalism yang berbasis di Korea Selatan telah pernah menayangkan tulisannya. Sungguh sebuah pencapaian yang membuat saya kagum.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Daeng Nuntung mencambuk saya, mengingatkan saya untuk terus meningkatkan kualitas. Bukan sekedar membuat tulisan yang kejar tayang. Tapi tulisan yang berkualitas, seperti yang selalu dibuatnya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">
<div id="attachment_1212" class="wp-caption aligncenter" style="width: 660px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/brad.jpg"><img class="size-full wp-image-1212" title="_brad" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/brad.jpg" alt="" width="650" height="411" /></a><p class="wp-caption-text">indobrad.wordpress.com</p></div>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><a href="http://indobrad.wordpress.com/">Indobrad</a></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Saya lupa kapan pertama kali mengenal beliau. Awalnya hanya saling mengunjungi blog, berbalas komentar dan kemudian makin akrab ketika bertemu di Pesta Blogger 2010. Opa Brad, demikian kami memanggilnya meski sebenarnya dia belum setua itu.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Dari awal saya kagum pada tulisannya. Dia mampu membuat tulisan panjang yang mengalir tanpa membosankan pembacanya. Saya melihat ada kesamaan antara Opa Brad dengan Daeng Nuntung, sama-sama penulis yang serius yang tidak main-main dengan dengan tulisan yang diciptakannya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Belakangan Opa Brad mulai berevolusi, tulisan yang panjang kemudian dipendekkannya menjadi tulisan yang lebih ringkas tanpa kehilangan mutunya. Buat saya ini sulit. Saya yang terbiasa menulis panjang-panjang selalu menemukan kesulitan ketika menulis postingan yang pendek dan tetap berisi.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Satu lagi yang membuat saya mengaguminya plus selalu merasa tercambuk. <strong>Konsistensi dan kontinuitasnya dalam menulis</strong> yang membuat saya bertekad untuk posting setiap hari selama sebulan penuh tanpa terpotong. Saya kagum pada luasnya lautan ide yang dipunyainya. Tak pernah kering, selalu ada saja yang melintas di kepalanya untuk ditulis.</p>
<p>Nah, teman-teman itulah dua blogger yang saya anggap selalu berhasil mencambuk saya dengan caranya masing-masing. Daeng Nuntung dengan kualitasnya dan Opa Brad dengan konsistensinya. Andai saya bisa menggabungkan keduanya, wah tentu hasilnya akan luar biasa.</p>
<p>Menyenangkan bila kita bisa menjadikan satu-dua orang sebagai sosok panutan, menempatkan mereka sebagai pemberi semangat, meski mereka mungkin tidak menyadarinya. Bagaimana dengan teman-teman ? Adakah sosok yang bisa mencambuk kalian untuk jadi lebih baik ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/03/mereka-mencambuk-saya/" title="cerita mencambuk mila">cerita mencambuk mila</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/03/mereka-mencambuk-saya/" title="contoh tulisan jurnalisme sastrawi">contoh tulisan jurnalisme sastrawi</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1210"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F03%2Fmereka-mencambuk-saya%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/03/mereka-mencambuk-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mereka Yang Menginspirasi Saya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/03/mereka-yang-menginspirasi-saya/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/03/mereka-yang-menginspirasi-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 09:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[inspirator]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1201</guid>
		<description><![CDATA[Setiap blogger pasti punya sosok inspiratif yang membuat mereka terjun ke dunia blogging. Entah karena adanya interaksi langsung atau karena interaksi satu arah antara penggemar dan idola. Saya punya banyak sosok blogger inspiratif yang membuat saya memilih menjadi blogger dan kemudian cukup aktif. Siapa saja di antara mereka ? Mari kita lihat Helman Taofani Blogger [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><strong><em>Setiap blogger pasti punya sosok inspiratif yang membuat mereka terjun ke dunia blogging. Entah karena adanya interaksi langsung atau karena interaksi satu arah antara penggemar dan idola. Saya punya banyak sosok blogger inspiratif yang membuat saya memilih menjadi blogger dan kemudian cukup aktif. Siapa saja di antara mereka ? Mari kita lihat</em></strong></p>
<div id="attachment_1202" class="wp-caption aligncenter" style="width: 660px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/hilman.jpg"><img class="size-medium wp-image-1202 " title="_hilman" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/hilman-300x213.jpg" alt="" width="650" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Blog milik Hilman Taofani</p></div>
<p style="padding-left: 30px; text-align: center;">
<p style="padding-left: 30px;"><strong><a href="http://helmantaofani.com/">Helman Taofani</a></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Blogger yang dulu bermukim di Surabaya sebelum tahun ini pindah ke Jakarta ini adalah inspirator terbesar saya. Pertama kenalan sekitar tahun 2006 via situs pertemanan Friendster. Saya jatuh cinta pada gaya tulisannya selain tentu saja topik yang diangkatnya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Saya punya banyak kesamaan dengan Hilman, sama-sama suka Pearl Jam, sama-sama penggemar berat AC Milan dan timnas Italia ( walaupun dia jelas lebih fanatik ), punya selera film yang sama dan sama-sama berlatar belakang arsitek, meski saya cuma arsitek bohongan.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Hilman adalah inspirator pertama saya, yang membuat saya akhirnya membuat blog sendiri dan kemudian aktif sampai sekarang. Sayangnya, mungkin karena kesibukannya Hilman sudah agak lama tidak mengupdate blognya.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">
<div id="attachment_1203" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/rusle.jpg"><img class="size-medium wp-image-1203 " title="_rusle" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/rusle-300x190.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Blognya Rusle</p></div>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><a href="http://daengrusle.wordpress.com/">Ruslee</a></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Inspirator kedua saya. Gaya tulisannya mengalir lancar, perspektifnya kadang luas dan berbeda. Saya menyukai gaya menulisnya. Di awal-awal bergabung dengan <a href="http://angingmammiri.org/">Anging Mammiri</a>, Ruslee dan blognya adalah salah satu favorit saya. Dia juga yang mendorong saya untuk bergabung dengan komunitas <a href="http://panyingkul.com/">Panyingkul!</a> Yang membuat saya banyak belajar memperbaiki tulisan.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Kami akrab di dunia maya dan butuh waktu 4 tahun sebelum akhirnya bertemu langsung, itupun hanya beberapa jam saja ketika perayaan pesta blogger 2010 di Jakarta. Bapak 3 anak yang Tahun ini resmi menjadi TKI di Timur Tengah menjadi blogger pasif sepanjang tahun 2010, meski terakhir katanya berjanji untuk kembali rajin posting.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">
<div id="attachment_1204" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/rara.jpg"><img class="size-medium wp-image-1204 " title="_rara" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/rara-300x190.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Blognya Rara</p></div>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><a href="http://i-rara.com/">Rara</a></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Anda kenal ibu dokter gigi yang satu ini ? Hmm mungkin agak aneh kalau anda tidak kena dia. Karena dialah sosok di balik berhasilnya pesta blogger 2010. Rara, pertama kali membaca blognya saya langsung terkesan kalau dia adalah seorang blogger yang potensial.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Saya suka gayanya menulis yang tingan dan santai.Dan ?yang paling utama, saya iri pada popularitasnya. Blognya rame dikunjungi orang dan ramai diisi komentar. Saat itu Rara memang sudah punya jaringan yang kuat di seluruh Indonesia.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Kesibukan sepanjang tahun 2010 sebagai chairwoman PB2010 membuat blognya terbengkalai. Untunglah di tahun 2011 ini dia kembali rajin mengisi blognya dengan postingan. Meski baru 1 postingan per bulan. Tapi itu adalah sebuah sinyal yang bagus bukan ?</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">
<div id="attachment_1205" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/intan.jpg"><img class="size-medium wp-image-1205 " title="_intan" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/intan-300x190.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Blognya Intan</p></div>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><a href="http://baidoeri.com/">Intan Baidoeri</a></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Saya ingat betul, ketika pertama kali mengunjungi blog lamanya,postingan yang membuat saya terkesan adalah soal timpalaja pada rumah adat Sulawesi Selatan. Ketika ada kesempatan kopdar perdana dengan Intan beberapa saat kemudian, saya bertanya : jadi ? ada berapa timpalaja di rumahmu ?</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Setahu saya dia adalah seorang gadis yang tegar, cerdas dan kritis. Tulisannya lumayan tajam dan tentu enak untuk dinikmati. Sayang, blognya sudah dipenuhi sarang laba-laba, berdebu dan di halamannya ditumbuhi rumput liar. Saya merindukan tulisannya yang tajam seperti dulu lagi.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">
<div id="attachment_1206" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/nanie.jpg"><img class="size-medium wp-image-1206 " title="_nanie" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/03/nanie-300x190.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Blognya Nanie</p></div>
<p style="padding-left: 30px;"><strong><a href="http://nanie.me/">Nanie</a></strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Salah satu punggawa Anging Mammiri. Awalnya saya kenali sebagai blogger yang rajin curhat di blognya. Meski ringan, saya bisa menangkap kejujuran dalam tulisannya. Saya yakin, seandainya saja dia mau lebih serius, dia bisa meningkat menjadi seorang penulis novel atau cerpen.</p>
<p style="padding-left: 30px;">
<p style="padding-left: 30px;">Meski sempat vakum lama, tapi belakangan ini dia mulai bangkit kembali. Muncul dengan postingan-postingan barunya. Mudah-mudahan dia akan terus punya semangat untuk kembali aktif ngeblog, karena sesungguhnya dia punya potensi.</p>
<p>Itulah sebagian blogger yang punya menurut saya punya andil besar dalam mendorong saya menjadi seorang blogger. Mereka semua adalah senior saya di dunia blogging, mengenal blog jauh lebih dulu dari saya. ?Saya hanya berharap mereka bisa menemukan kembali passion untuk ngeblog seperti dulu saat saya pertama mengenal mereka. Mudah-mudahan.</p>
<p>Teman-teman, siapa blogger inspiratormu ?</p>
<div class="shr-publisher-1201"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F03%2Fmereka-yang-menginspirasi-saya%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/03/mereka-yang-menginspirasi-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tin Tin ; The Legend</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/02/tintin/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/02/tintin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Feb 2011 08:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[TinTin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1161</guid>
		<description><![CDATA[Beribu juta topan badai Bazhi-bazhouk Kampret ( Sumpah serapah khas Kapten Haddock ) Anda suka komik ? Saya suka. Sebagian besar komik favorit saya adalah komik buatan Amerika dan Eropa. Komik Jepang yang biasanya bernama manga kurang melekat untuk saya. Entahlah, tapi saya memang lebih menyukai komik Amerika a la Marvell atau DC Comics dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1162" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/tintin-grp.jpg"><img class="size-full wp-image-1162" title="tintin-grp" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/tintin-grp.jpg" alt="" width="700" height="525" /></a><p class="wp-caption-text">Tin Tin dan tokoh-tokoh utama lainnya</p></div>
<p><em><strong>Beribu juta topan badai</strong></em></p>
<p><em><strong>Bazhi-bazhouk</strong></em></p>
<p><em><strong>Kampret</strong></em></p>
<p><em>( Sumpah serapah khas Kapten Haddock )</em></p>
<p>Anda suka komik ? Saya suka. Sebagian besar komik favorit saya adalah komik buatan Amerika dan Eropa. Komik Jepang yang biasanya bernama manga kurang melekat untuk saya. Entahlah, tapi saya memang lebih menyukai komik Amerika a la Marvell atau DC Comics dan komik Eropa seperti TinTin dan Asterix.</p>
<p>Dari beragam komik itu saya paling jatuh cinta pada the legend, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Petualangan_Tintin">Tin Tin</a>. Lupa kapan pertamakalinya kenal dengan komik produksi Belgia ini, yang jelas ketika masih berseragam putih merah. Adalah seorang sepupu saya yang lebih tua yang punya beberapa judul Tin Tin. Saya membacanya dari sana.</p>
<div id="attachment_1163" class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/220px-Tintin_bust_herge.jpg"><img class="size-full wp-image-1163" title="220px-Tintin_bust_herge" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/220px-Tintin_bust_herge.jpg" alt="" width="220" height="282" /></a><p class="wp-caption-text">Herge dan patung TinTin</p></div>
<p>Tin Tin sendiri adalah nama seorang tokoh dalam kisah Petualangan TinTin yang diciptakan <strong>oleh George Remi ( 1907-1983) </strong>seorang wartawan pada sebuah koran lokal di Belgia. George Remi kemudian menggunakan nama <strong>Herge</strong> singkatan dari inisialya, RG. ?Episode pertama TinTin sebagai lampiran pada halaman anak-anak adalah tanggal 10 januari 1929. Berikutnya ketika penggemarnya semakin banyak, TinTin kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dan terbit dalam 23 judul hingga tahun 1983, termasuk episode terakhir -<strong>Tin Tin dan Alpha Art</strong>- yang tidak sempat diselesaikan oleh Herge sebelum akhirnya meninggal dunia.</p>
<p>Kalau tidak salah ingat, judul pertama yang saya baca adalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepiting_Bercapit_Emas">kepiting bercapit emas</a> yang merupakan episode di mana TinTin untuk pertama kalinya bertemu dan kemudian bersahabat dengan kapten Haddock. Setelah itu satu persatu episode TinTin saya lahap, meski tidak sampai semua karena sepupu saya memang tidak punya semua judulnya.</p>
<p>Saya harus menunggu bertahun-tahun sebelum akhirnya bisa membeli sendiri komik petualangan TinTin, tepatnya sekitar tahun 2003 ketika berkunjung ke Surabaya. Judulnya adalah <strong>Tujuh Bola Ajaib </strong>dan lanjutannya, <strong>Tawanan Dewa Matahari</strong>. Jakarta pada periode tahun 2000 kemudian membuat saya bebas membeli TinTin. Memang tidak sampai semua judulnya bisa saya dapatkan, tapi setidaknya hanya 5 judul dari total 23 judul TinTin yang tidak berhasil saya dapatkan. Beberapa di antaranya adalah TinTin bekas, saya beli dari loakan di pasar Senen.</p>
<div id="attachment_1164" class="wp-caption alignright" style="width: 224px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/20Tintin_Cover_-_Tintin_in_Tibet.jpg"><img class="size-medium wp-image-1164" title="20Tintin_Cover_-_Tintin_in_Tibet" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/20Tintin_Cover_-_Tintin_in_Tibet-214x300.jpg" alt="" width="214" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Cover Tin Tin di Tibet</p></div>
<p>Episode TinTin yang terbaik menurut saya adalah <strong>TinTin Di Tibet</strong>. Ini adalah salah satu dari dua episode TinTin yang tidak menghadirkan tokoh antagonis (satunya lagi adalah <strong>Zamrud Castafiore</strong> ) Kenapa TinTin di Tibet menurut saya luar biasa ? Episode ini menggambarkan dengan jelas tentang kekuatan sebuah persahabatan. Ada kisah persahabatan yang luar biasa kuat dari seorang Tin Tin kepada kawan lamanya Chang, ada kisah persahabatan yang dan pengorbanan yang luar biasa dari seorang Kapten Haddock kepada Tin Tin dan terakhir, ada kisah persahabatan yang tidak biasa dari seorang Chang dan seekor Yeti.</p>
<p>Sampai sekarang kalau ditanya negara apa yang paling ingin saya datangi, maka jawaban saya yang ada di nomor satu adalah : Tibet. Gambaran tentang Tibet yang begitu eksotis dengan latar budaya yang unik berhasil dihadirkan dengan baik oleh Herge di komik TinTin ini. Dan itu membayangi saya dari sejak saya masih kecil.</p>
<p>Kenapa saya suka Tin Tin ? pertama tentu saja karena jalan ceritanya, setiap episode adalah perpaduan antara misteri, kisah detektif, dan tentu saja keucuan-kelucuan yang timbul dari aksi beberapa karakter pendukungnya seperti <strong>Kapten Haddock, duo detektif Thompson dan Thomson serta si professor budek, Calculus. </strong></p>
<p>Kisah yang ada dalam setiap petualangan Tin Tin ini memang sungguh memikat. Beberapa di antaranya adalah kisah yang ada kaitannya dengan ketegangan politik di masa tertentu, misalnya tentang perebutan kekuasaan, perebutan ladang minyak, pemberontakan dan bahkan mitologi kuno . Herge dianggap sangat jenius dalam merangkai sebuah cerita, entah jalan ceritanya ataupun gambar-gambar indah yang diciptakannya. Selama puluhan tahun Tin Tin menjadi semacam perbincangan dari para kritikus seni, dan ini membuktikan kalau Tin Tin memang bukan karya komik biasa. Banyak elemen di dalamnya yang mengundang perdebatan, bukan sekedar pujian.</p>
<p>Sejak tahun 2008, <strong>Gramedia </strong>mengambil alih penerbitan TinTin dio Indonesia dan sejak itu pula bentuk asli lembaran komik Tin Tin berubah menjadi lebih kecil, tidak seperti sebelumnya sewaktu masih dikeluarkan oleh <strong>Indira</strong>. Dari segi nama juga begitu. Bila sebelumnya Indira menggunakan standar nama Inggris untuk sebagian tokoh Tin Tin maka Tin Tin produksi Gramedia menggunakan nama asli tokoh-tokohnya seperti <strong>Milou </strong>( sebelumnya Snowy ), <strong>Dupon and Dupont</strong> ( Thompson and Thomson ) dan <strong>Lakmus</strong> ( Calculus ).</p>
<p>Buat saya perubahan ini agak aneh karena selama puluhan tahun saya sudah terbiasa dengan tokoh yang menggunakan versi Inggris. Ini juga yang jadi alasan kenapa saya tidak pernah membeli Tin Tin versi Gramedia ini. Bentuk dan nama tokohnya belum bisa saya terima.</p>
<p>Terus, seberapa banyak koleksi Tin Tin saya ? Tak banyak sebenarnya. Saya belum sampai mengoleksi semua episode komik Tin Tin meski sudah membaca semuanya, saya juga baru punya 2 edisi Tin Tin berbahasa asing ( satunya bahasa Spanyol dan satunya lagi bahasa Perancis ) Oh ya, saya juga punya boneka Tin Tin dan Snowy meski bukan produksi official. Tapi ketika ditanya siapa karakter komik yang paling saya sukai maka jawabannya jelas dan pasti : Tin Tin</p>
<p><strong>Bagaimana dengan anda ? Adakah di antara anda yang juga suka Tin Tin ?</strong></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/tintin/" title="here was one episode when Tintin and Captain Haddock been to Jakarta">here was one episode when Tintin and Captain Haddock been to Jakarta</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/tintin/" title="tokoh- tokoh dalam komik tintin">tokoh- tokoh dalam komik tintin</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/tintin/" title="cerita tentang tin">cerita tentang tin</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/tintin/" title="kapten haddock bahasa suroboyo">kapten haddock bahasa suroboyo</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/tintin/" title="komik bekas tintin di pasar senen">komik bekas tintin di pasar senen</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1161"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F02%2Ftintin%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/02/tintin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Luna Yang Tidak Maya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/02/luna-yang-tidak-maya/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/02/luna-yang-tidak-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 08:08:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[Luna Vidya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1151</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu malam di sebuah gedung hampir di pusat kota Makassar. Sebuah ruang terbuka berbentuk amphitheatre setengah lingkaran dengan sebuah bidang datar yang lebih rendah yang menjadi pusatnya. Lampu dipadamkan, menyisakan beberapa titik lampu kecil dengan warna yang berbeda-beda, menghadirkan suasana dramatis. Udara agak gerah, di atas langit cerah dengan bintang-bintang yang kerlap-kerlip dan purnama yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1152" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/Luna-Vidya.jpg"><img class="size-full wp-image-1152" title="Luna Vidya" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/Luna-Vidya.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Dramatical Reading Pembenci Jakarta</p></div>
<p>Sabtu malam di sebuah gedung hampir di pusat kota Makassar. Sebuah ruang terbuka berbentuk <em>amphitheatre</em> setengah lingkaran dengan sebuah bidang datar yang lebih rendah yang menjadi pusatnya. Lampu dipadamkan, menyisakan beberapa titik lampu kecil dengan warna yang berbeda-beda, menghadirkan suasana dramatis.</p>
<p>Udara agak gerah, di atas langit cerah dengan bintang-bintang yang kerlap-kerlip dan purnama yang benderang. Seorang wanita bergaun hitam maju ke tengah panggung dan kemudian duduk di sebuah kursi yang sudah dipersiapkan. Dia memulai perkenalan dengan gaya yang santai, khas. Persis seperti yang saya kenali selama ini.</p>
<p>Sesi pengantar selesai. Dia menghela nafas sejenak dan nampak berkonsentrasi. Tak lama kemudian rentetan kalimat meluncur deras dari mulutnya. Tidak hanya meluncur, kalimat-kalimat itu dibubuhi tekanan seperlunya, mimik yang pas dan gerakan yang pantas. Dramatis, senyap, menggoda, menghentak, menghanyutkan dan entah kata apalagi yang pas untuk menggambarkan suasana malam itu.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/Luna-Vidya-2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1153" title="Luna Vidya 2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/Luna-Vidya-2-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Selama kurang lebih 30 menit, wanita bertubuh lumayan gempal itu menghipnotis seluruh hadirin. Cerpen <strong>Pembenci Jakarta</strong> yang diceritakannya dengan penuh penjiwaan itu benar-benar menjadi hidup. Seluruh hadirin seakan melihat langsung tokoh-tokoh yang ada dalam cerpen karya Lily Yulianti Farid itu, pun dengan jalan ceritanya.</p>
<p>Wanita itu bernama <strong>Luna Vidya Matulessy</strong>, wanita berdarah Maluku kelahiran 27 Februari. Kami memanggilnya kak Luna. Malam itu dia kembali tampil luar biasa, membacakan cerpen Pembenci Jakarta dengan semangat dan penjiwaan yang benar-benar mampu menghipnotis seluruh hadirin. Persis seperti penampilan-penampilannya yang lain, yang selalu membuat saya kagum.</p>
<p>Saya lupa kapan tepatnya saya mengenal dia, seingat saya <a href="http://panyingkul.com/view.php?id=422">tulisannya tentang Ambon Kaart</a> di Panyingkul-lah yang pertama kali membuat saya mengenal namanya. Itu baru permulaan karena berikutnya saya selalu menyukai semua tulisan-tulisannya yang cerdas dan memikat. Belakangan saya baru tahu, dia juga seorang wanita yang pandai merangkai puisi.</p>
<p>Saya juga lupa kapan pertama kali bertemu langsung dengan dia, seingat saya dari pertama bertemu dia benar-benar seorang pribadi yang hangat, meledak-ledak, ceriwis dan apa adanya. Waktu itu saya belum tahu kalau dia juga mencintai seni peran, saya masih mengenalnya sebagai orang yang senang menulis saja serta sedikit pandai memotret. Yah, ada beberapa hasil tangkapan kameranya yang saya sukai, utamanya ketika dia pernah menginjak tanah Papua, Raja Ampat tepatnya.</p>
<p>Suatu hari di tahun 2008, dalam acara peluncuran buku <strong>Makkunrai </strong>karya Lily Yulianti Farid, untuk pertama kalinya saya melihat dia tampil sebagai seorang monologer. <strong>Cerpen Makkunrai dipentaskannya dengan sangat memikat</strong>. Untuk pertama kalinya saya melihat yang namanya monolog dan langsung jatuh cinta pada penampilan Luna Vidya. Saya bukan seorang yang mengerti tentang teater dan belum pernah menonton monolog sebelumnya. Tapi hari itu, saya baru tahu kalau seni teater, monolog atau apalah namanya ternyata bisa sangat memikat.</p>
<p><strong>Seorang Luna Vidya memikat saya pada suatu siang yang terik.</strong></p>
<p>Beberapa bulan kemudian dalam sebuah acara ulang tahun komunitas Panyingkul saya kembali berkesempatan melihat dia tampil membacakan cerpen <strong>Dapur </strong>karya Lily Yulianti. Kali ini lebih luar biasa, karena dia tidak sekedar membacakan cerpen tapi juga mendendangkan suaranya yang merdu. Ah, ternyata dia adalah pribadi yang komplit. Pandai menulis, bisa merangkai puisi, mumpuni sebagai seorang monologer dan punya suara merdu. Luar biasa.</p>
<p>Malam makin beranjak larut, purnama tersaput sedikit awan di atas sana. Udara makin terasa gerah, buliran keringat terlihat di dahinya, tapi wanita bergaun hitam itu masih tetap seperti yang saya kenal selama ini. Penuh semangat, berapi-api dan penuh totalitas.</p>
<p>Ketika dia menuntaskan cerpen Pembenci Jakarta, seluruh orang yang hadir malam itu serentak bertepuk tangan, memberikan applaus yang meriah. Semua orang terlihat puas, terhibur dan larut dalam 30 menit lebih yang begit mempesona. Luna berdiri, memberi hormat kepada mereka memberinya tepukan tangan, tawanya lebar. Persis seperti yang selama ini saya tahu.</p>
<p><strong>Bagi saya dia Luna yang tidak maya, Luna yang saya kagumi. </strong></p>
<p>Rekaman penampilan Luna Vidya dalam acara TEDx Makassar, Juli 2010</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="600" height="494" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/pSzo7wqHjP8" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="600" height="494" src="http://www.youtube.com/v/pSzo7wqHjP8"></embed></object></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="600" height="350" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/_uZY1h4UZo0&amp;feature" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="600" height="350" src="http://www.youtube.com/v/_uZY1h4UZo0&amp;feature"></embed></object></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/luna-yang-tidak-maya/" title="pribadi yang komplit">pribadi yang komplit</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/luna-yang-tidak-maya/" title="luna vidya">luna vidya</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/luna-yang-tidak-maya/" title="teater monolog cinta pertama">teater monolog cinta pertama</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1151"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F02%2Fluna-yang-tidak-maya%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/02/luna-yang-tidak-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Pendekar Keadilan</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/02/sang-pendekar-keadilan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/02/sang-pendekar-keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 09:24:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[baharuddin lopa]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1095</guid>
		<description><![CDATA[Nonton Mata Najwa hari Rabu (9/2) kemarin ? Kebetulan episodenya adalah tentang para pendekar keadilan. Salah satunya adalah membahas tenang Alm. Baharuddin Lopa, mantan jaksa agung di jaman Gus Dur yang dikenal orang sebagai seorang jaksa yang sederhana, lurus dan teguh dalam pendirian. Dalam acara Mata Najwa dihadirkan berbagai cerita betapa lurus, tegas dan sederhananya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1096" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/baharuddin-lopa.jpg"><img class="size-full wp-image-1096" title="baharuddin lopa" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/baharuddin-lopa.jpg" alt="baharuddin lopa" width="700" height="560" /></a><p class="wp-caption-text">Baharuddin Lopa ; sumber : kepakgaruda.wordpress.com</p></div>
<p>Nonton Mata Najwa hari Rabu (9/2) kemarin ? Kebetulan episodenya adalah tentang <strong><em>para pendekar keadilan</em></strong>. Salah satunya adalah membahas tenang Alm. Baharuddin Lopa, mantan jaksa agung di jaman Gus Dur yang dikenal orang sebagai seorang jaksa yang sederhana, lurus dan teguh dalam pendirian. Dalam acara Mata Najwa dihadirkan berbagai cerita betapa lurus, tegas dan sederhananya kehidupan beliau.</p>
<p>Di SulSel sendiri sudah banyak cerita yang beredar tentang segala kelurusan, ketegasan dan kesederhanaan sang jaksa kelahiran Polewali Mandar itu. Menjadi semacam sebuah legenda tersendiri. Ada yang benar-benar terjadi dan diceritakan apa adanya, tapi ada juga yang sudah ditambahi bumbu-bumbu sehingga kebenarannya bisa dipertanyakan lagi.</p>
<p>Saya pernah mendengar sebuah cerita (yang kemudian dibenarkan oleh Jusuf Kalla), saat alm. Baharuddin Lopa menjabat sebagai kepala kejaksaan tinggi ( atau negeri ya ? lupa) beliau berniat membeli sebuah sedan Toyota. JK yang memang memegang lisensi sebagai dealer Toyota berniat memberikan harga khusus kepada Baharuddin Lopa. Sang jaksa menolak, dia minta harga normal atau kalaupun ada diskon tetap sesuai dengan ketentuan, bukan sebesar yang tadinya ditawarkan oleh JK.</p>
<p>Tadinya JK menawarkan harga Rp. 5 juta untuk sebuah sedan yang harga aslinya Rp. 30 juta (waktu itu). Baharuddin Lopa menolak, dia minta harga normal dengan maksimal diskon seperti yang diterima orang lain. Akhirnya kesepakatan jatuh pada angka Rp. 27 juta, itupun dicicil ! Luar biasa, seorang kepala kejaksaan menolak sebuah kemudahan dan memilih untuk tidak menggunakan kekuasaannya demi kepentingan pribadi.</p>
<p>Seorang teman yang salah satu kerabatnya pernah menjadi ajudan almarhum Baharuddin Lopa pernah bercerita bagaimana tegasnya sang jaksa. Suatu hari mereka mengadakan kunjungan kerja ke sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan. Baharuddin Lopa tahu kalau bensin mobil dinasnya tinggal sedikit. Ketika urusan kerja selesai beliau mendapati kalau tiba-tiba jarum penunjuk bahan bakarnya berada di atas, artinya tanki bensin habis diisi.</p>
<p>&#8221; Siapa yang mengisi bensin ? &#8220;, Tanya Baharuddin Lopa pada supirnya.</p>
<p>&#8221; Pak jaksa, pak &#8221; Jawab si supir sambil menyebut nama seorang pejabat di kejaksaan negeri yang baru saja mereka datangi.</p>
<p>Sontak pak Baharuddin Lopa naik pitam, disuruhnya sang supir kembali ke kantor kejaksaan yang sudah lama mereka tinggalkan. Sang pejabat yang memberi bensin diperintahkan untuk menghisap kembali bensin yang dimasukkannya, persis sejumlah yang dia masukkan. Bagi Baharuddin Lopa, uang jalan yang didapatnya harus dipergunakan sesuai kebutuhan, sesuai peruntukannya.</p>
<p>Dua cerita di atas adalah sekelumit cerita tentang bagaimana teguhnya Almarhum Baharuddin Lopa dalam memegang amanah dan prinsip hidupnya. <strong><em>Beliau adalah sosok &#8220;aneh&#8221; dalam masa sekarang</em></strong>, di mana hampir semua pejabat seperti hidup dalam gelimang harta dan kekuasaan yang memabukkan.</p>
<p>Secara realistis, memang susah menggantungkan harapan tegaknya keadilan negeri ini hanya pada seorang Baharuddin Lopa. Hampir semua masalah hukum, korupsi dan mafia peradilan di negeri ini berada dalam pusaran tarik menarik kepentingan politik yang kuat. Masa singkat sebagai seorang jaksa agung jelas sekali membuka mata Baharuddin Lopa. Tapi dia tidak peduli, baginya jabatan adalah amanah dari Tuhan dan dari rakyat Indonesia, selama presiden masih percaya dia akan terus berjuang. Berat memang, karena bisa jadi hanya dia sendiri yang berjuang di antara deretan parasit yang pasti mencari jalan untuk menjatuhkannya.</p>
<p><strong><em>Lopa mungkin terlalu naif dan aneh</em></strong>, tapi setidaknya bagi banyak pihak dia adalah angin segar yang berhembus di tengah kekacauan dan ketidakpastian hukum negeri ini. Kepergiannya yang tiba-tiba itu ibarat sebuah sambaran gledek yang meruntuhkan harapan rakyat Indonesia akan tegaknya bangunan keadilan yang lama didambakan.</p>
<p>Orang seperti almarhum Baharuddin Lopa tidak banyak, sangat jarang malah. Tapi sosoknya selalu dirindukan di negeri yang wajah hukumnya carut marut tidak karuan. Lopa, seperti juga jenderal Hoegoeng dan Yap adalah para pendekar keadilan, mereka yang setia hidup dalam kesederhanaan dan keteguhan memegang prinsipnya.</p>
<p>Semoga kita masi bisa bersabar menantikan datangnya para pendekar keadilan lainnya.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/sang-pendekar-keadilan/" title="kepak garuda">kepak garuda</a> (8)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/sang-pendekar-keadilan/" title="pendekar keadilan">pendekar keadilan</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/sang-pendekar-keadilan/" title="lopa">lopa</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/sang-pendekar-keadilan/" title="kisah hidup baharuddin lopa">kisah hidup baharuddin lopa</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/sang-pendekar-keadilan/" title="kesederhanaan baharudin lopa">kesederhanaan baharudin lopa</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-1095"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F02%2Fsang-pendekar-keadilan%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/02/sang-pendekar-keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teladan dari si Bung</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/02/teladan-dari-si-bung/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/02/teladan-dari-si-bung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 02:50:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Hatta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1069</guid>
		<description><![CDATA[Bung Hatta adalah salah satu idola saya. Kesederhanaan, kepemimpinan, kedisiplinan dan kelurusannya dalam mengabdi adalah contoh terbaik seorang negarawan. Acara Mata Najwa tanggal 2 Februari kemarin kembali membuka mata saya tentang keunggulan si Bung, Halida Hatta putri keduanya hadir memberikan testimoni tentang ayahnya, testimoni tentang kesederhanaannya dan bagaimana dia tetap menjaga hubungan persaudaraan dengan founding [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1070" class="wp-caption aligncenter" style="width: 710px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/hatta.jpg"><img class="size-full wp-image-1070" title="hatta" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/hatta.jpg" alt="Bung Hatta" width="700" height="509" /></a><p class="wp-caption-text">Bung Hatta dan Keluarga</p></div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta">Bung Hatta</a> adalah salah satu idola saya. Kesederhanaan, kepemimpinan, kedisiplinan dan kelurusannya dalam mengabdi adalah contoh terbaik seorang negarawan.</p>
<p>Acara Mata Najwa tanggal 2 Februari kemarin kembali membuka mata saya tentang keunggulan si Bung, Halida Hatta putri keduanya hadir memberikan testimoni tentang ayahnya, testimoni tentang kesederhanaannya dan bagaimana dia tetap menjaga hubungan persaudaraan dengan <em>founding father</em> Indonesia lainnya, Soekarno.</p>
<p>Berikut adalah beberapa hal yang sangat patut dibanggakan dari si Bung, saya rangkum dari berbagai sumber.</p>
<p><strong>Hatta dan Kesederhanaan</strong></p>
<p>Meski berstatus wakil presiden dan kemudian mantan wakil presiden namun Hatta selalu hidup dalam kesederhanaan. Hatta punya impian memiliki sepatu Bally namun tak pernah punya cukup uang untuk membelinya. Beliau menggunting sebuah iklan sepatu Bally dan menyimpannya di buku harian. Keluarga baru menyadarinya ketika beliau sudah berpulang.</p>
<p><em>Jaman sekarang, masih adakah pejabat negara yang seperti itu ?</em></p>
<p>Ketika meninggal, Hatta hanya mewariskan 60.000 judul buku kepada anak-anaknya. Tak ada emas batangan, tak ada deposito dan tabungan di rekening luar negeri, tak ada berhektar-hektar tanah dan ratusan properti. Gemala Hatta bercerita bahkan suatu hari Hatta merasa perlu menemui gubernur DKI (waktu itu) Ali Sadikin untuk meminta keringanan pembayaran rekening listrik yang tak sanggup dia bayar.</p>
<p><em>Jaman sekarang, masih adakah pejabat negara yang seperti itu ? </em></p>
<p>Hatta terlahir dari keluarga cukup terpandang di tanah Minang, Sumatera Barat. Kalau saja dia mau, dia bisa hidup enak dengan harta peninggalan keluarganya, atau menerima pinangan beberapa perusahaan besar yang memintanya menjadi komisaris ketika dia memutuskan untuk berhenti sebagai wakil presiden. Tapi dia tidak memilih itu semua, dia lebih memilih hidup di pembuangan dalam segala keterbatasan dan beban penderitaan demi negeri yang dia cintai, negeri yang diperjuangkannya untuk lahir. Indonesia. Dan dia memilih hidup dari uang pensiun dan beberapa honor sebagai penulis.</p>
<p><em>Jaman sekarang, masih adakah pejabat negara yang seperti itu ? </em></p>
<p><strong>Hatta dan kelurusan sikapnya</strong></p>
<p>Meski berstatus sebagai seorang wakil presiden namun Hatta tidak semena-mena memanfaatkan posisinya itu. Dia tahu sang istri sangat mengidamkan sebuah mesin jahit dan sudah menabung bertahun-tahun untuk membelinya. Ketika duit ibu Rahmi Hatta sudah cukup, tiba-tiba turun kebijakan pemotongan uang dan dengan terpaksa ibu Halida harus menahan keinginannya.</p>
<p>Dengan agak bersungut-sungut beliau menyalahkan Hatta yang tak memberitahunya tentang rencana pemotongan uang itu. Dengan kalem Hatta menjawab, &#8221; Ini kan rahasia negara, tidak boleh diceritakan kepada orang lain &#8221;</p>
<p>Cerita lainnya adalah ketika salah seorang adiknya sedang berusaha memasang sambungan telepon ke rumahnya. Karena menunggu lama dan telepon tak kunjung disambungkan, dia meminta tolong kepada bung Hatta untuk memperlancar urusan sambungan telepon itu. Dengan tenang Hatta menolak dan meminta sang adik untuk tetap mengikuti jalur yang seharusnya. Hatta tak hendak menggunakan kekuasaannya sebagai wakil presiden.</p>
<p><em>Jaman sekarang, masih adakah pejabat negara yang seperti itu ?</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Itu hanya sekelumit kisah tentang seorang Hatta. Banyak hal positif yang bisa kita ambil dari kehidupan si Bung. Pejabat negara kita sekarang harusnya bercermin banyak pada kisah Bung Hatta, bercermin pada kisah kehidupan si Bung, bagaimana dia hidup dalam kesederhanaan dan pengabdian yang tulus pada negeri yang dia cintai.</p>
<p>Pasti susah untuk 100% meniru sikap hidup si Bung di jaman yang sudah demikian kompleksnya ini. Tapi, meniru setengahnya kan bisa ?</p>
<p>Tapi siapa pejabat yang mau menirunya ? Anda tahu ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/teladan-dari-si-bung/" title="ibu halida hatta">ibu halida hatta</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/teladan-dari-si-bung/" title="kesederhanaan">kesederhanaan</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/teladan-dari-si-bung/" title="peninggalan bung hatta">peninggalan bung hatta</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/teladan-dari-si-bung/" title="teladan bung karno">teladan bung karno</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/teladan-dari-si-bung/" title="bercermin pada cerita anak">bercermin pada cerita anak</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1069"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F02%2Fteladan-dari-si-bung%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/02/teladan-dari-si-bung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsistensi dan Passion : itu kuncinya</title>
		<link>http://daenggassing.com/2010/03/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2010/03/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 06:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[review blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[daeng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=599</guid>
		<description><![CDATA[Namanya Kamaruddin Azis, di komunitas Blogger Makassar dan Panyingkul kami mengenalnya dengan nama Daeng Nuntung, karena memang itu nama paddaengannya. Orangnya ramah, santai dan senang melucu. Hebatnya lagi, joke yang dia sebar itu adalah joke-joke cerdas, beda sama joke-joke yang kebanyakan wara-wiri di layar televisi kita. Dalam dunia blog, boleh dibilang beliau ini masih junior [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/denun.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-600" title="denun" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2010/03/denun.jpg" alt="" width="500" height="396" /></a></p>
<p>Namanya <a href="http://www.denun.net/">Kamaruddin Azis</a>, di komunitas <a href="http://angingmammiri.org">Blogger Makassar</a> dan <a href="http://panyingkul.com">Panyingkul</a> kami mengenalnya dengan nama Daeng Nuntung, karena memang itu nama <a href="http://daenggassing.com/2010/01/21/sekilas-tentang-daeng/">paddaengannya</a>. Orangnya ramah, santai dan senang melucu. Hebatnya lagi, joke yang dia sebar itu adalah joke-joke cerdas, beda sama joke-joke yang kebanyakan wara-wiri di layar televisi kita.</p>
<p>Dalam dunia blog, boleh dibilang beliau ini masih junior saya. Dia bergabung di Blogger Makassar dan Panyingkul selang beberapa bulan setelah saya bergabung. Pun sebagai kontributor di Panyingkul, dia berkontribusi belakangan, selang beberapa bulan setelah saya. Tapi, soal kualitas tulisan semuanya jadi terbalik. Meski terhitung junior sebagai Blogger dan Panyingkuler, tapi kualitas tulisannya luar biasa.</p>
<p>Di awal bergabung dengan Panyingkul, beliau konsisten menulis tentang berbagai isu kelautan karena latar belakang pekerjaannya yang aktif pada LSM yang membahas tentang isu kelautan serta tentu saja lata belakang pendidikannya sebagai sarjana kelautan. Topik lain yang selalu jadi cirri khasnya adalah tentang berbagai cerita dari tanah rencong, Aceh. Yah, kisaran tahun 2007-2008 beliau memang sedang berada di Aceh dan ikut serta dalam berbagai proyek pembangunan kembali Aceh pasca Tsunami.</p>
<p>Setelah kembali ke Makassar, topik tulisannya makin beragam, tidak melulu tentang laut dan Aceh lagi. Namun, meski topiknya beragam, Daeng Nuntung tetap setia pada garis yang diyakininya sejak awal. Garis yang lebih banyak berpihak pada mereka yang kadang tak pernah diekspos media, mereka yang kadang jadi komoditi para penguasa. Beberapa orang di komunitas Panyingkul menyebutnya sebagai penulis beraliran sosialis, yang banyak membahas tentang persoalan-persoalan sosial yang ada di sekitar kita.</p>
<p>Makin lama saya merasa tulisannya makin memikat. Gaya bertuturnya khas, ringan, lancar dan memikat. Meski kadang topik yang diangkatnya termasuk berat, tapi caranya bertutur membuat topik itu terasa ringan dan gampang dicerna. Daeng Nuntung juga punya kelebihan dari segi pengambilan sudut pandang, beberapa cerita mungkin sudah pernah kita lihat atau baca di tempat lain tapi dengan sudut pandang yang berbeda Daeng Nuntung menjadikan cerita itu berbeda dan terasa fresh.</p>
<p><span id="more-599"></span>Tahun 2009 kemarin Daeng Nuntung mendapatkan kehormatan. Komunitas Panyingkul membukukan kumpulan tulisannya dalam sebuah buku berjudul : Semesta GALESONG, Senarai Catatan Seorang Warga. Buku ini bercerita banyak tentang Galesong, tanah kelahiran Daeng Nuntung yang memang menyimpan banyak cerita. Buku itu menjadi sebuah tonggak pembuktian akan eksistensi dan konsistensi seorang Daeng Nuntung.</p>
<p>Yah, konsistensi. Ini adalah kata keramat yang jadi momok bagi banyak blogger dan penulis lepas. Di tengah kesibukan kerjaan sehari-hari, kami para blogger dan penulis lepas sering berlindung di balik kalimat klise : SUSAH CARI WAKTU UNTUK MENULIS. Ini juga jadi kalimat pembenaran yang sering saya gunakan. Blog ini sudah mulai jarang diupdate, sayapun sudah lupa kapan terakhir kalinya berkontribusi di Panyingkul. Semua karena kesibukan pekerjaan yang banyak menyita waktu, serta hal-hal lain yang kadang memang rasanya tidak mau mengalah untuk member saya waktu menulis.</p>
<p>Tapi Daeng Nuntung berbeda. Dia menolak berlindung di balik kalimat itu dan menolak menjatuhkan semua kesalahan pada kalimat itu. Dia punya cara sendiri untuk menjaga konsistensi. Simak blog pribadinya, dan lihat juga website panyingkul. Di sana tulisan-tulisannya hadir hampir seperti siramanan hujan di bulan Desember. Atau kalau belum cukup juga cek notesnya di Facebook, deretan notesnya begitu panjang dan hadir hampir setiap hari.</p>
<p>Dalam sebuah pertemuan di hotel Santika beberapa waktu yang lalu dia sempat berkata kalau targetnya memang menulis setiap hari meski hanya satu halaman dan hanya untuk konsumsi notes di Facebook. Targetnya tidak terlalu muluk menurut saya, tapi melaksanakannya butuh perjuangan luar biasa utamanya untuk seseorang yang punya pekerjaan professional dan punya keluarga.</p>
<p>10 maret kemarin dua buah tulisannya hadir di harian Kompas , tepatnya di Klasika zona Makassar. Ini menjadi satu bukti lagi kalau tulisannya memang bernas dan layak dibaca orang banyak. Hey, kita bicara tentang Kompas di sini, harian terbesar di Indonesia yang tentu saja punya standard tinggi dalam menentukan tulisan yang layak muat dan bila tulisan anda dimuat di sana maka jelaslah sudah kualitas tulisan anda.</p>
<p>Tulisan di Kompas ini adalah puncak pembuktian tentang kualitas tulisan Daeng Nuntung. Di harian lokal Tribun Timur, Daeng Nuntung juga sudah sangat sering wara-wiri. Di rubrik Opini maupun di rubrik khusus citizen reporter.</p>
<p>Dua hal itu berawal dari dua kata, passion dan konsistensi. Seorang blogger dan penulis lepas harus punya kedua hal itu. Anda tidak cukup punya passion tanpa punya konsistensi, tulisan anda mungkin bagus, berbobot tapi jika anda tidak punya konsistensi semua akan sia-sia. Anda juga tidak bisa hanya punya konsistensi tapi tidak punya passion. Tulisan anda akan terus hadir, tapi kualitasnya mungkin tidak akan berkembang, karena anda tidak punya passion untuk membuatnya berkembang. Daeng Nuntung membuktikan kalau dia punya kedua hal itu, dua hal yang dikawinkannya dan membuatnya mampu memukau banyak orang. Saya yakin dia akan memiliki dua hal itu dalam waktu yang lama, sangat lama.</p>
<p>Dia adalah role model saya. Bravo Daeng..!!</p>
<div class="shr-publisher-599"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2010%2F03%2Fkonsistensi-dan-passion-itu-kuncinya%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2010/03/konsistensi-dan-passion-itu-kuncinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paolo Maldini, legenda hidup kota Milan</title>
		<link>http://daenggassing.com/2009/02/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2009/02/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 01:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; Ada pemandangan yang berbeda pada laga derby de la madonina antara Inter Milan dan AC Milan hari minggu (15/2) kemarin.   Sebuah spanduk besar yang dibentangkan tifosi Inter Milan berbunyi : Per 20 anni nostro rivale, ma nella vita sempre leale&#8216; atau kurang lebih berarti : selama 20 tahun engkau adalah musuh kami, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPEMASA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><br />
<style> <!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.apple-style-span 	{mso-style-name:apple-style-span;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p style="text-align: center"><img src="http://i168.photobucket.com/albums/u175/ipulji/foto%20blog/pAOLO_mALDINI.jpg" /></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Ada pemandangan yang berbeda pada laga <em>derby de la madonina</em> antara Inter Milan dan AC Milan hari minggu (15/2) kemarin. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Sebuah spanduk besar yang dibentangkan tifosi Inter Milan berbunyi :</span><strong><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN"> </span></em></strong><span class="apple-style-span"><strong><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia">Per 20 anni nostro rivale, ma nella vita sempre leale</span></em></strong></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia">&#8216; </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">atau kurang lebih berarti : selama 20 tahun engkau adalah musuh kami, tapi dalam hidup engkau adalah orang yang setia. Kata-kata itu ditujukan kepada seorang pemain AC Milan, seorang pemain besar yang telah mengabdikan 25 tahun hidupnya untuk klub merah hitam tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Pemain itu adalah Paolo Maldini, sang kapten. Tahun ini, pria kelahiran 26 Juni 1968 tersebut berniat untuk pensiun dari dunia yang telah membesarkan namanya. Niat ini merampungkan masa seperempat abad “perkawinannya” dengan sepakbola profesional yang dimulai sejak tahun 1984. Selama kurun waktu tersebut Paolo hanya mengabdi pada satu klub saja, AC Milan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Saya pertama kali mengenal lelaki bermata tajam itu ketika dia tampil membela Italia di piala dunia 1990. Saat itu Paolo disebut-sebut sebagai pemain muda berbakat yang baru saja berusia 21 tahun. Permainannya sebagai bek kiri dikenal sangat lugas, tanpa kompromi meski tak kasar. Paolo adalah bek sayap yang rajin naik membantu setiap serangan selain tentu saja kokoh di garis belakang.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Di era kejayaan AC Milan di akhir tahun 80-an hingga pertangahan tahun 90-an, Paolo menjadi satu bagian penting dalam tim. Bersama kompatriotnya macam Franco Baresi, Alessandro Costacurta dan Mauro Tassoti, Paolo menjadi pilar penting yang menenangkan para kiper. Pada piala dunia 1994, kuartet ini menjadi pilihan utama Arrigo Sacchi sang pelatih. Barisan belakang Italia waktu itu disebut sangat Milan Sentris dengan Paolo sebagai salah satu pilarnya. Hebatnya lagi, di sesi piala dunia itu, hanya Paolo lah satu-satunya pemain yang bermain mulai dari pertandingan pertama hingga pertandingan final melawan Brasil. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">AC Milan dan tim nasional Italia telah berkali-kali berganti pelatih, namun tak peduli siapapun yang melatih, nama Paolo Maldini selalu masuk dalam daftar pemain utama. Di piala dunia 1998, Paolo Maldini menjadi satu-satunya pemain Italia yang bermain sejak fase penyisihan grup, putaran final hingga Italia kandas di perempat final. Konsistensi dan aura kepemimpinan Paolo Maldini menjadi garansi mutlak bagi para pelatih. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-262"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Selepas kerpergian Franco Baresi, Paolo Maldini kemudian didaulat menjadi kapten tim, baik di AC Milan maupun di tim nasional. Tak ada yang meragukan kepemimpinan ayah 2 anak itu. Kharismanya begitu kuat dan mampu mengundang hormat baik dari sesama kolega maupun dari lawan-lawannya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Tak ayal seorang pemain sebesar Steven Gerrardpun mengakui kharisma sang kapten. Dalam pertemuan pada final piala Champion Eropa tahun 2005 di Istanbul, Steven Gerard mengaku grogi saat bersisian dengan Paolo di lorong menuju lapangan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Paolo Maldini jelas adalah seorang pemain yang patut untuk dihormati siapa saja. Kehidupannya di dalam dan luar lapangan bisa menjadi panutan. Meski di lapangan hijau dia adalah seorang bek yang keras dan tak kenal kompromi, namun di luar lapangan dia tetaplah seorang ayah dan suami yang lembut dan penuh kasih sayang. Hobinya memasak dan berkebun berbanding terbalik dengan sifat kerasnya di lapangan. Sepanjang karirnya Paolo nyaris tak pernah mendapatkan sorotan negatif dari para pencari berita. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Di masa jayanya, Paolo ditasbihkan sebagai salah satu bek terbaik di dunia. Bermacam-macam tipe penyerang telah pernah dihadapinya dan bermacam-macam penyerangpun telah dibuatnya frustasi. Sebagian besar dari mereka mengakui kehebatan <em>il capitano</em> Milan itu. Kejelian membaca permainan, teknik tinggi dan postur yang kokoh adalah senjata utamanya. Di usia senja, meski kecepatannya jelas telah jauh menurun namun pengalaman dan kharismanya masih sangat dibutuhkan AC Milan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Paolo adalah aset penting AC Milan. Silvio Berlusconi pernah mengatakan bahwa menjual Paolo Maldini adalah sama saja dengan menjual bendera klub, sesuatu yang tidak mungkin akan dilakukan. Paolo membalas perlakuan manajemen dengan sebuah loyalitas yang tak pernah luntur, bahkan 25 tahun sejak pertandingan perdananya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Saat musim ini berakhir, dan Paolo Maldini resmi menggantung sepatunya maka jersey bernomor 3 akan digantung untuk sementara sampai Christian Maldini-sang anak-akan siap untuk memakainya. Ini adalah penghormatan besar dari AC Milan untuk sang legenda, sekaligus meneruskan tradisi keluarga besar Maldini yang mengabdi pada Rossoneri selama 3 generasi. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Derby minggu kemarin adalah derby terakhir sang legenda dan supporter Inter Milan memberi bukti nyata kalau respek dan penghormatan yang tinggi dapat mengalahkan sebuah rivalitas dan persaingan berdarah-darah kedua tim. Paolo Maldini membalas perlakuan tifosi Inter dengan applaus penuh hormat yang kemudian langsung dibalas lagi oleh para tifosi Inter Milan dengan penghormatan yang sama. Sebuah momen yang mengharukan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN"><o:p> </o:p></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana" lang="IN">Perjalanan selama 25 tahun bagi seorang Paolo Maldini adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh warna. Tawa riang dan tangis sedih datang silih berganti. Selama masa itu, dan diakhir kisah itu kemudian hanya ada sebuah respek dan penghormatan yang begitu besar pada legenda hidup yang telah mengabdi dengan penuh rasa cinta selama 25 tahun, bukan hanya pada klub dan negaranya, namun pada sepakbola pada umumnya. Paolo Maldini bukan hanya milik AC Milan semata, dia adalah legenda dan milik kota Milan&#8230;<o:p></o:p></span></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2009/02/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/" title="maldini ac milan">maldini ac milan</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2009/02/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/" title="tifosi inter milan">tifosi inter milan</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2009/02/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/" title="maldini legenda">maldini legenda</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2009/02/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/" title="maldini jadi panutan bek">maldini jadi panutan bek</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2009/02/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/" title="orang tua paolo maldini">orang tua paolo maldini</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-262"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2009%2F02%2Fpaolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2009/02/paolo-maldini-legenda-hidup-kota-milan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurt Cobain in Memoriam</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/04/kurt-cobain-in-memoriam/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/04/kurt-cobain-in-memoriam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 23:51:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Idola]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Kurt Donald Cobain, atau yang lebih dikenal dengan nama Kurt Cobain adalah salah satu ikon musik rock tahun 90-an. Kurt dan band-nya Nirvana menjadi salah satu band yang meraih puncak popularitas sebagai pengusung aliran grunge. Kurt adalah seorang vokalis dan sekaligus frontman grup asal Seattle tersebut. Kurt gampang dikenali dari gaya berpakaiannya yang sangat urakan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="fools" style="text-align: justify"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/04/kurt-cobain.jpg" title="kurt-cobain.jpg"></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/04/kurt-cobain.jpg" alt="kurt-cobain.jpg" height="540" width="375" /></p>
<p></a></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Kurt Donald Cobain, atau yang lebih dikenal dengan nama Kurt Cobain adalah salah satu ikon musik rock tahun 90-an. Kurt dan band-nya Nirvana menjadi salah satu band yang meraih puncak popularitas sebagai pengusung aliran grunge. Kurt adalah seorang vokalis dan sekaligus frontman grup asal Seattle tersebut.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Kurt gampang dikenali dari gaya berpakaiannya yang sangat urakan, terkesan kumuh dan betul-betul anti kemapanan. Selaras dengan jenis musik yang diusungnya. Wajahnya tampan, namun lebih sering terlihat kuyu dan tak terurus. Kurt jelas adalah orang yang tak pernah peduli pada penampilannya sendiri.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Kurt adalah seorang yang penuh kontroversi. Ini tak lepas dari kepribadiannya yang susah ditebak dan cenderung introvert. Namun, meski introvert Kurt tetap mampu menciptakan sederet musik yang kemudian jadi muara perlawanannya. Perlawanan terhadap banyak hal. </span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Musik yang diusung Kurt dan bandnya-Nirvana-sekilas memang jauh dari rasa indah. Bunyi gitar yang kasar dan penuh distorsi dengan gebukan drum dan betotan bas yang garang disempurnakan dengan lirik yang simpel dan kadang sangat pendek. Namun sesungguhnya di situlah letak keindahan musik Nirvana. Simpel dan tidak macam-macam.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Nirvana dengan cepat menarik perhatian kaum muda yang sedang gamang mencari idola baru. Kurt dan Nirvana dinobatkan banyak orang sebagai juru bicara kaum muda. Para pemilik modalpun segera memanfaatkan kesempatan ini. Habis-habisan mereka menggunakan Nirvana sebagai tambang emas mengeruk keuntungan. Fanspun makin bertambah.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Sayangnya, popularitas yang datang dengan cepat itu membuat Kurt jadi labil. Sifatnya yang susah ditebak, akhirnya jadi makin susah ditebak. Di atas panggung, hobi menghancurkan instrumentnya makin menjadi-jadi. Di luar panggung, dengan kehidupan yang nyaris tak bisa dimengerti orang lain, Kurt jatuh ke pelukan heroin. Pusat rehabilitasi menjadi langganannya. Band jadi mulai terlantar, beberapa tur akhirnya dibatalkan karena Kurt kadang terlalu mabuk untuk naik ke panggung. Termasuk sebuah kejadian di Roma yang membuatnya masuk rumah sakit.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Punya istri dan kemudian punya anak tak jua membuat Kurt jadi lebih kalem. Meski sempat terlihat lebih “sehat”, Kurt tetaplah seorang Kurt dengan pribadi yang tak bisa dimengerti orang banyak. Diam-diam Kurt kembali ke pelukan heroin.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span id="more-137"></span><span lang="IN">Puncaknya adalah saat dia kabur dari pusat rehabilitasi sambil membawa sepucuk pistol hadiah ulang tahun dari seorang sahabatnya. Orang-orang yang mencintainya kebingungan mencari sang bintang. Nyaris tak ada kabar sebelum akhirnya pada tanggal 8 April 1993 mayatnya ditemukan di lantai atas sebuah garasi rumah ibunya. Menurut keterangan, tubuh tersebut telah menjadi mayat sejak 3 hari sebelumnya. <span> </span></span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Kurt nekad mengakhiri hidupnya sendiri. Di atas sepucuk surat yang menjadi suicide notes-nya Kurt mengungkapkan alasan kenapa dia memilih jalur pintas tersebut. Kurt mengaku tidak bisa lagi menikmati semua sorotan yang diarahkan kepadanya. Sorak-sorai para fans dan gegap gempita sebuah panggung tak lagi mampu memikatnya. Bahkan Kurt mengaku bersalah telah menjalani semua itu tanpa perasaan suka. Di ujung suratnya Kurt menuliskan kata terakhirnya, lebih baik padam daripada pudar, it’s better been burn than fade away&#8230;</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Ah, Kurt memang sosok yang sangat sulit untuk dimengerti. Pribadinya terlalu kompleks dan tertutup. Mungkin memang hanya Kurtlah seorang yang bisa mengerti dirinya sendiri dan kenapa dia memilih jalan itu untuk mengakhiri hidupnya.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><span lang="IN">Kurt menyusul banyak musisi rock lainnya yang mati dalam usia muda. Kurt mungkin belum syah ditasbihkan sebagai seorang legenda besar seperti Jimi Hendrixx, Jim Morrison atau Janis Joplin, namun bagi sebagian orang Kurt tetaplah seorang legenda. Seorang pendobrak yang akan selalu dikenang.</span></p>
<p class="fools" style="text-align: justify"><em><span lang="IN">“ a truants find home “&#8230; <o:p></o:p></span></em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2008/04/kurt-cobain-in-memoriam/" title="kurt cobain">kurt cobain</a> (235)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2008/04/kurt-cobain-in-memoriam/" title="kurt cobain nirvana">kurt cobain nirvana</a> (12)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2008/04/kurt-cobain-in-memoriam/" title="kurt cobain grunge">kurt cobain grunge</a> (9)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2008/04/kurt-cobain-in-memoriam/" title="gambar kurt cobain">gambar kurt cobain</a> (6)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2008/04/kurt-cobain-in-memoriam/" title="desain kaos grunge">desain kaos grunge</a> (3)</li></ul><div class="shr-publisher-137"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2008%2F04%2Fkurt-cobain-in-memoriam%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/04/kurt-cobain-in-memoriam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

