Category Archives: Hot Issue

Drama Putaran Pertama

Sepakbola adalah drama dan panggung terbesarnya adalah piala dunia. Ketika tulisan ini saya buat, 32 tim yang tergabung dalam 8 grup sudah tuntas menjalani partai perdana mereka. Ada kejutan dalam 16 laga tersebut, selebihnya adalah pertunjukan sepakbola yang menghibur dan sisanya adalah pertandingan membosankan.

Kejutan terakhir dari putaran pertama justru hadir dari tim yang ditasbihkan sebagai unggulan pertama, Spanyol. Dengan predikat sebagai juara Eropa 2008 dan tim dengan penampilan paling menghibur, Spanyol malah takluk dari negeri dingin Swiss. Bermain menekan sepanjang waktu, pemain Spanyol dibuat frustasi oleh disiplinnya pemain belakang Swiss yang malam ini bermain ultra defensif. Strategi mereka memang masuk akal. Sadar kalau kalah dari segi skill, Ottmar Hietzfield lebih memilih untuk memaksa pemainnya diam di garis belakang dan menunggu waktu yang tepat untuk menghujam jantung pertahanan Spanyol. Ottmar mungkin terilhami strategi Jose Mourinho ketika Inter Milan menghentikan langkah Barcelona di Champions Eropa.

Get the whole story »

Spesial dari The Special One

Tuntas sudah penantian selama 38 tahun itu. Massimo Moratti bisa tersenyum lebar sekarang. Lelaki berparas keras itu akhirnya menuai hasil panen dari benih yang ditanamnya selama hampir 2 dasawarsa. Entah berapa ratus juta lira yang sudah dihamburkannya demi membangun sebuah emporium baru di Italia, emporium yang beribukota pada sebuah klub berseragam biru hitam bernama Internazionale Milan. Deretan bintang-bintang kelas satupun sudah pernah berlabuh di seberang markas AC Milan itu. Ronaldo, Roberto Baggio, Cannavaro, Luis Figo, itu hanya sedikit nama dari talenta-talenta kelas satu yang pernah berbaju biru hitam.

Tahun ini, Moratti menuai hasilnya. 3 tropi dalam satu musim, salah satunya adalah tropi idaman semua klub sepakbola profesional di daratan Eropa. Tuntas sudah rasa haus selama 38 tahun. Tahun ini orang tak bisa lagi menyebut Inter Milan sebagai klub jago kandang yang melempem di kancah Eropa.

Get the whole story »

Jupe for Pacitan !!

Hari Minggu kemarin (9/5) saya sempat menon ton bagian akhir dari acara John Pantau di Trans TV. Karena menontonnya hanya di sepertiga bagian akhir, saya cuma bisa menebak topik yang diangkat. Kebetulan waktu itu ada 2 artis yang jadi topik utama, Maria Eva dan Julia Perez. Kita tahu kalau keduanya adalah artis-artis yang sedang hangat-hangatnya jadi bahan pembicaraan menyusul niatan mereka untuk menjadi wakil pemimpin di beberapa daerah di Jawa.

Maria Eva maju sebagai calon wakil bupati di Sidoarjo, sementara Julia Perez maju sebagai calon bupati di Pacitan. Mereka tidak hanya berdua, sudah ada nama Ayu Azhari dan Inul Daratista yang juga maju sebagai calon pemimpin di kabupaten yang berbeda. Ini seperti sebuah efek domino menyusul banyaknya artis yang lolos ke Senayan dan beberapa artis yang juga sukses menjadi pemimpin/wakil pemimpin di beberapa daerah. Tidak heran kalau pencalonan kedua artis itu dan dua lagi yang lainnya menyulut kontroversi dan perdebatan antara yang setuju dan tidak setuju.

Get the whole story »

Sekilas Tentang Daeng

Tulisan ini mungkin agak terlambat karena heboh pemanggilan ?daeng? kepada JK oleh Ruhut Sitompul sudah terjadi hampir seminggu yang lalu, tapi saya masih tetap merasa tertarik untuk menulis tentang ?daeng? ini, katakanlah sebagai sebuah informasi untuk teman-teman (khususnya teman-teman non SulSel) yang kurang mengerti tentang ?daeng?.

Sebenarnya ?daeng? ada dua macam. Pertama ?daeng? sebagai sebutan kepada orang yang lebih tua atau yang dituakan. Sifatnya sama dengan Mas bagi orang Jawa, atau Akang bagi orang Sunda. Panggilan ini awalnya hanya milik suku Makassar saja karena ?daeng? memang sebenarnya adalah bagian dari budaya suku Makassar. Daeng sebagai panggilan kepada orang yang lebih tua dipergunakan merata kepada pria ataupun wanita.

?Daeng? yang kedua atau yang lebih spesifik adalah bagian dari ?paddaengang?. Nah, ?Paddaengang? ini dalam tradisi suku Makassar adalah sebuah bagian penting. Istilah lainnya adalah ?areng alusu? atau nama halus. Seseorang yang bersuku Makassar biasanya akan menerima penyematan nama halus atau paddaengang ini di belakang nama aslinya. Contohnya seperti saya, nama asli saya Syaifullah tapi kemudian ditambahkan dengan paddaengang yaitu daeng gassing, jadilah nama lengkap saya Syaifullah daeng Gassing.

Get the whole story »

KOIN, PRITA dan KEADILAN

koinpritaam

Seorang teman saya- namanya Kele – datang dengan sekantong plastik kecil berisi uang logam dalam berbagai nominal. Saya tidak tahu jumlahnya berapa tapi jelas berpuluh-puluh ribu rupiah.

“ Ini sumbangan Naufal untuk ibu Prita”, katanya ketika menyerahkan kantong plastik kecil itu ke saya. Naufal adalah nama anak pertamanya, usianya belum 3 tahun saya rasa.
Sehari sebelumnya saat pertama kali saya mengedarkan kaleng berisi koin sumbangan untuk Prita, Kele memang sudah cerita kalau dia punya celengan berisi koin punya anaknya di rumah.

Yah, seminggu yang lalu saya memang berinisiatif untuk mengedarkan kaleng kecil bekas tempat sarung di kantor saya sebagai wadah untuk menampung koin-koin berbagai nominal sebagai bentuk dukungan untuk ibu Prita Mulyasari. Kaleng itu sudah terisi lebih dari ¾ bagian, hasil tabungan saya setiap kali saya ada uang koin kembalian. Biasanya kaleng itu saya buka setahun sekali atau sepenuhnya saja. Biasanya isinya lebih dari Rp. 100 ribu, tapi pernah juga hanya sekitar 90-an ribu.

Terus terang saya cukup tergugah dengan kasus ibu Prita ini. Ada sesuatu dalam diri saya yang rasanya terusik oleh kasus yang ibaratnya David vs Goliath ini. Sebenarnya agak terlambat sih karena inisiatif mengumpulkan koin sudah lama bergulir sebelum saya menyadarinya. Ketika riuh rendah acara puncak ulang tahun komunitas AngingMammiri baru saja berakhir, saya berinisiatif mengajak teman-teman blogger Makassar untuk ikut mendukung gerakan moral ini dan syukurlah teman-teman menyambut baik. Kami lalu menyebar di sekitar tempat tinggal dan tempat kerja kami untuk mengumpulkan koin sebanyak mungkin dan kemudian menyatukannya untuk dikirim ke posko koinkeadilan.com. Beritanya bisa dibaca di sini.

Bagi saya gerakan ini penting, sangat penting malah. Intinya bukan pada berapa jumlah koin yang terkumpul, atau seberapa besar sensasi yang ditimbulkan, tapi intinya adalah pada seberapa besar kita peduli pada sebuah ketidakadilan yang sedang terjadi. Kasus ibu Prita melawan RS.Omni International ini adalah preseden buruk tentang wajah keadilan di negeri kita. Bagaimana mungkin seorang ibu rumah tangga yang jadi korban buruknya pelayanan rumah sakit yang kemudian berkeluh kesah tentang kesusahannya malah kemudian berakhir sebagai korban.

Get the whole story »