<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; Euro08</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/euro08/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kemenangan Spanyol, Kemenangan Adidas</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/07/kemenangan-spanyol-kemenangan-adidas/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/07/kemenangan-spanyol-kemenangan-adidas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 03:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Euro08]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[Hello..!!, it’s been a while..yah, semenjak postingan terakhir tentang kemenangan Spanyol di Euro’08, sy memang belum lagi punya kesempatan untuk mengupdate blog. Kesibukan jualah yg memisahkan saya dengan ranah blog. Kebetulan, sekarang waktunya sudah lumayan longgar dan saya punya sedikit kesempatan untuk mengisi kembali blog saya, meskipun postingan yang ini masih berbau sepak bola. Maklum, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPEMASA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><br />
<style> <!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]><br />
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/07/adidas-vs-nike.jpg" title="adidas-vs-nike.jpg"></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/07/adidas-vs-nike.jpg" alt="adidas-vs-nike.jpg" width="468" height="345" /></p>
<p></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Hello..!!, it’s been a while..yah, semenjak postingan terakhir tentang kemenangan Spanyol di Euro’08, sy memang belum lagi punya kesempatan untuk mengupdate blog. Kesibukan jualah yg memisahkan saya dengan ranah blog. Kebetulan, sekarang waktunya sudah lumayan longgar dan saya punya sedikit kesempatan untuk mengisi kembali blog saya, meskipun postingan yang ini masih berbau sepak bola. Maklum, hype-nya masih terasa.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Minggu lalu, di sebuah tabloid olahraga terbesar di Indonesia ada sebuah iklan yang cukup <em>eye catching</em>. Serombongan pemain Spanyol tampak bersukacita setelah peluit panjang ditiupkan wasit. Di iklan yang besarnya sampai satu halaman itu terpampang tulisan, “ if you dream big, impossible is nothing”. Jelas sekali kalau iklan itu adalah kepunyaan produsen olahraga made in Jerman-Adidas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Yup, kemenangan Spanyol tentu saja merupakan anugerah terbesar bagi produsen alat-alat olahraga terkemuka di dunia itu. Beberapa tahun belakangan ini rivalitas antara para pemasok kebutuhan olahraga-khususnya sepakbola-mulai mengerucut menjadi rivalitas antara dua raksasa, Adidas dan Nike. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Nike-produsen alat-alat olahraga asal Amerika memang tergolong pemain baru di kancah persaingan produsen alat-alat Sepakbola. Sebelumnya Nike lebih terkenal di ranah Basket dan Tennis sebelum akhirnya berusaha mengusik “ketenangan” Adidas sekitar akhir tahun 80-an. Sebelumnya, para penggila sepakbola entah sebagai pemain maupun hanya sebagai supporter sepakat kalau Adidas adalah raja di sana. Dominasi Adidas hanya bisa diganggu dalam skala kecil oleh Puma yang tak lain adalah saudaranya juga, selain Adidas dan Puma orang mungkin hanya mengenal UMBRO, LOTTO, Diadora, Hummel dan beberapa appareal kecil lainnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Nike, dengan teknik pemasaran yang mumpuni (khas Amrik) berhasil mencuri perhatian dunia dan secara perlahan mulai menerbitkan kekhawatiran pada kubu Adidas. Keberhasilan Nike menggaet CBF (konfederasi Sepakbola Brasil) dan KNVB (Konfederasi Sepakbola Belanda) mebuat Adidas semakin pusing untuk membendung derasnya pengaruh Nike di dunia sepakbola.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Persaingan kedua kubu ini semakin terasa setiap kali ajang sepakbola besar sebangsa Piala Dunia dan Euro digelar. Saya masih ingat sebuah iklan milik Adidas di sebuah tabloid olahraga Indonesia selepas kemenangan Perancis di piala dunia 1998. Saat itu sangat kebetulan seluruh pemain Perancis menggunakan satu set produk milik Adidas. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Di tabloid tersebut, dalam sebuah iklan satu halaman penuh terpampang grafis pola permainan sepakbola. Brasil menggunakan pola 4-4-2 dan Perancis (waktu itu) menggunakan pola 4-5-1. di setiap titik milik pemain Brasil tertulis nama-nama sang pemain, sementara di setiap titik pemain Perancis hanya ada lambang Adidas. Jelas ini adalah sebuah provokasi yang menjelaskan kalau Adidas telah menang melawan Nike.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span id="more-206"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Di ajang Piala Dunia, Adidas mungkin memang kurang mendominasi. Semenjak tahun 1990 saat terakhir kali Jerman menang, Adidas kemudian hanya mengirimkan satu “wakilnya” sebagai juara, yaitu lewat Perancis di tahun 1998. Tahun 1994, Brasil menjadi juara namun masih berbaju UMBRO, tahun 2002, Brasil kembali juara-kali ini berbaju Nike. Terakhir tahun 2006, Puma berhasil menyodok di antara persaingan dua raksasa ini dengan mengirimkan Italia sebagai wakilnya untuk menjadi juara.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Meski tak terlalu dominan di Piala Dunia, namun Adidas bisa dibilang raja di tanah Eropa. Sejak tahun 1996 hingga 2008 ini, Adidas selalu keluar sebagai “juara”. Tahun 1996, Jerman menjadi kampiun, kemudian disusul Perancis empat tahun kemudian. Yunani yang jadi fenomenadi tahun 2004 juga berbaju Adidas, dan puncaknya tahun ini kala Spanyol melengkapi dominasi Adidas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Hebatnya lagi, Euro’08 ini mempertemukan 2 tim berbaju Adidas di final. Spanyol dan Jerman. Sebelumnya di semifinal, kedua tim ini sukses menyingkirkan 2 tim berbaju Nike, Turki dan Rusia. Jelas ini adalah ajang promosi yang mampu membuat senyum para petinggi Adidas merekah.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Serunya lagi karena masih dalam suasana Euro, pihak Nike telah mengumumkan kalau mereka berhasil merebut hati petinggi FFF (Federasi Sepakbola Perancis) untuk mengganti baju Adidas mereka dengan baju Nike. Padahal kerjasama FFF dengan Adidas telah berlangsung selama 37 tahun.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Kontrak baru yang diajukan pihak Nike memang lebih besar dari kontrak yang selama ini berlaku antara Adidas dan FFF. Durasi kontraknya adalah 7,5 tahun mulai tahun 2011 nanti. Jelas ini adalah pukulan berat bagi Adidas yang harus kehilangan salah satu “etalase” mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Sebelumnya pihak Nike juga sudah berusaha merayu DBF (Federasi Sepakbola Jerman) untuk berpindah hati ke Nike. Dengan tergopoh-gopoh pihak Adidas memagari salah satu asset terbesar mereka itu dengan nilai kontrak yang berlipat-lipat. Bila saja DBF sampai tergoda, maka jelas ini akan menjadi sebuah arang paling hitam yang tercoreng di jidat Adidas mengingat Jerman adalah negeri kelahiran mereka. Satu lagi, kerjasama Adidas dan DBF telah terjalin selama lebih dari 5 dekade.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Langkah Nike yang agak “kurang ajar” dengan merayu DBF ini ditengarai sebagai aksi balas dendam setelah sebelumnya Adidas juga berusaha merayu CBF untuk menggunakan kostum mereka. Timnas Brasil saat ini memang sudah kadung terkenal sebagai pemakai kostum Nike, apalagi sebagian besar bintang mereka-minus Kaka-adalah para bintang iklan utama Nike. Kabarnya, Nike sampai harus melipatgandakan kontrak mereka untuk mencegah CBF mengganti kostum. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Bila dicermati, memang akan terasa sangat menarik pertarungan kedua raksasa ini. Imbasnya, mereka berdua terus berusaha untuk mencari inovasi-inovasi paling mutakhir dan kreatif untuk menciptakan produk-produk olahraga terbaru. Ujung-ujungnya para konsumen juga yang akan diuntungkan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Namun, yang tidak boleh dilupakan juga adalah era kebangkitan PUMA yang dimulai pada piala dunia 2006 kemarin. Puma mencatatkan diri sebagai produsen yang paling banyak memiliki wakil di Germany’06. Apalagi karena di penghujung acara, sang andalan-Italia-akhirnya keluar sebagai juara. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Nampaknya pertarungan antar produsen apparel di dunia sepakbola akan makin ketat di masa-masa yang akan datang. Kita tunggu saja..</span><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia" lang="IN">[DG]</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2008/07/kemenangan-spanyol-kemenangan-adidas/" title="bintang iklan adidas">bintang iklan adidas</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2008/07/kemenangan-spanyol-kemenangan-adidas/" title="10 produsen alat olahraga terbesar dunia">10 produsen alat olahraga terbesar dunia</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-206"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2008%2F07%2Fkemenangan-spanyol-kemenangan-adidas%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/07/kemenangan-spanyol-kemenangan-adidas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Congrats..!!</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/06/congrats/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/06/congrats/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 06:08:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Euro08]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, pagelaran sepakbola terbesar di benua Eropa itu telah usai juga. Perang pamungkas yang mempertemukan Jerman dan Spanyol juga telah selesai. Spanyol bergembira di tanah Austria. Casillas mengangkat tropi Henry Delaunay mewakili rekan-rekannya. Hasil yang menasbihkan kemenangan sepakbola. Yah, sepakbola memang menang karena tim yang berkalung medali emas adalah tim terbaik di turnamen ini. Spanyol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 11" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 11" /></p>
<link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPEMASA%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List" /><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><br />
<style><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/spain_1.jpg" title="spain_1.jpg"></a></p>
<p><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/spain_1.jpg" title="spain_1.jpg"></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/spain_1.jpg" alt="spain_1.jpg" /></p>
<p></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Akhirnya, pagelaran sepakbola terbesar di benua Eropa itu telah usai juga. Perang pamungkas yang mempertemukan Jerman dan Spanyol juga telah selesai. Spanyol bergembira di tanah Austria. Casillas mengangkat tropi Henry Delaunay mewakili rekan-rekannya. Hasil yang menasbihkan kemenangan sepakbola. Yah, sepakbola memang menang karena tim yang berkalung medali emas adalah tim terbaik di turnamen ini. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Spanyol tak pernah kalah dari sejak sesi penyisihan grup. Spanyol juga menjadi tim yg paling agresif dengan mencetak 12 gol. Hanya Italia yang bisa menahan Torres dkk. untuk tidak mencetak gol. Spanyol juga selalu tampil menarik dengan permainan individu yang digabungkan dengan kolektivitas tim khas Eropa daratan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Sebenarnya hasil final yang dimenangkan Spanyol sedikit di luar perkiraan saya. Sebelumnya saya menjagokan Jerman yang akan keluar sebagai juara berdasarkan hitung-hitungan sejarah dan faktor mental juara. Sayang, Jerman malam itu bukan Jerman yang kita kenal selama ini. Malah Spanyol yang bermain lebih Jerman dari Jerman itu sendiri.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">10 menit awal, saya hampir yakin prediksi saya benar. Jerman tampil menekan Spanyol. Sayang, itu hanya terjadi 10 menit awal, setelah itu Spanyol berhasil keluar dari tekanan dan mulai menguasai pertandingan. Spanyol menekan dengan ketat setiap pemain Jerman yang memegang bola. Kalah dari segi postur tak membuat gelandang-gelandang mungil Spanyol jadi keder. Faktor Xavi Hernandez dan Marcos Senna berhasil membuat Ballack, Schweinsteiger dan Podolski jadi gugup. Di sisi lain, Frings musti kerja keras menahan laju Iniesta dan Fabregas.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span id="more-201"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Aragones benar, dengan postur yang jelas kalah dia hanya punya satu senjata, yaitu kecepatan. Dan anak buahnya berhasil memperagakannya dengan sempurna di lapangan hijau. Hampir tak ada celah bagi para pemain Jerman untuk mengembangkan permainan karena anak-anak Spanyol selalu berhasil mengisi ruang kosong di lapangan, baik ketika menyerang maupun ketika bertahan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Dan hasilnya sudah kita lihat. Torres jadi orang Spanyol yang paling dicintai di negerinya. Pemuda yang mencari nafkah di tanah Inggris ini sukses menipu kiper yang ironisnya juga mencari nafkah di Inggris. Torres mungkin sudah hapal bagaimana gaya Lehmann mengantisipasi tusukan seorang striker, maka dengan cerdik Torres memanfaatkan satu peluang kecil untuk mengirim bola ke sudut kanan gawang Lehmann. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Lehmann mungkin terlalu lama duduk di bangku cadangan Arsenal di belakang Almunia, sehingga dia lupa bagaimana gerak tipu dan kecepatan seorang Torres. Lehmann yang akan segera menutup karir internasionalnya selepas Euro’08 mungkin akan mengingat momen itu sepanjang sisa hidupnya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Di panggung kehormatan, Casillas yang tampan dan jadi idola banyak perempuan dunia itu mengangkat tropi Henry Delauney yang baru. Gelar kedua bagi Spanyol dalam 3 kali percobaan final mereka. Hasil ini jelas menghapus sedikit paradigma orang tentang Spanyol yang hanya piawai di babak kualifikasi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Aragones yang segera akan berlabuh ke Turki berhasil menerapkan pondasi utama tim yang terdiri dari sebagian besar tenaga muda. Sekarang tinggal tugas Vicente Del Bosque-salah satu pelatih favorit saya-yang akan menentukan langkah Spanyol di piala dunia 2010 Afrika Selatan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Selamat untuk Spanyol yang telah berhasil memenangkan pagelaran ke-13 Euro. Turut berduka cita buat Jerman yang gagal memetik hasil maksimal dari generasi emas mereka. Mungkin giliran Jerman akan datang bila Ballack si “tuan Runner Up” itu pensiun. Apapun itu, Euro kali ini betul-betul nikmat, kejutan datang silih berganti namun ditutup dengan pertarungan berkualitas tinggi antara dua tim besar.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0cm"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Selamat berpisah, semoga kita masih bertemu di Euro-2012 di Polandia-Ukraina. <o:p></o:p></span></p>
<div class="shr-publisher-201"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2008%2F06%2Fcongrats%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/06/congrats/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prediksi</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/06/prediksi/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/06/prediksi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 04:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Euro08]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Partai demi partai pada Euro’08 ini mulai habis satu persatu. Sekarang tinggal tersisa 1 partai puncak yang mempertemukan Jerman dan Spanyol. Saya yakin kalau sepanjang turnamen ini anda pasti telah sering membuat prediksi. Sebelum sebuah pertandingan digelar, semua penggemar sepakbola pasti telah mepersiapkan diri dengan berbagai prediksi tentang hasil pertandingan. Prediksinya bisa berdasarkan data dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 9" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 9" /></p>
<link href="file:///C:/DOCUME%7E1/PENGEL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/01/clip_filelist.xml" rel="File-List" /><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:DoNotOptimizeForBrowser/>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><br />
<style> <!--  /* Font Definitions */ @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin-top:6.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:6.0pt; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:Georgia; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in" align="center"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/ballack.jpg" title="ballack.jpg"><img src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/ballack.jpg" alt="ballack.jpg" width="488" height="488" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Partai demi partai pada Euro’08 ini mulai habis satu persatu. Sekarang tinggal tersisa 1 partai puncak yang mempertemukan Jerman dan Spanyol. Saya yakin kalau sepanjang turnamen ini anda pasti telah sering membuat prediksi. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Sebelum sebuah pertandingan digelar, semua penggemar sepakbola pasti telah mepersiapkan diri dengan berbagai prediksi tentang hasil pertandingan. Prediksinya bisa berdasarkan data dan fakta kondisi terakhir tim yang akan berlaga, tapi bisa juga hanya berdasarkan emosi atau fanatisme pada sebuah tim.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Di enam laga fase knock out yang baru berakhir ini saya mencoba membuat prediksi berdasarkan data dan fakta serta sebagian berdasarkan emosi, dan dari enam prediksi yang saya buat 4 di antaranya benar dan 2 di antaranya ternyata meleset.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Partai Jerman vs Portugal sudah saya prediksikan akan meloloskan Jerman ke semifinal. Asumsi saya, Jerman adalah tim dengan label “spesialis turnamen”, mental pemain Jerman sudah sangat teruji dalam ajang sekelas Euro. Meski sempat dikalahkan Kroasia 2-1 di penyisihan grup, namun Jerman makin membaik di pertandingan terakhir. Trend peningkatan grafik penampilan ini saya yakin berbanding lurus dengan mental pantang menyerah mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Di sisi lain, Portugal yang sudah ongkang-ongkang kaki di pertandingan penyisihan grup terakhir sudah sempat mendingin setelah hanya memainkan lapis kedua di pertandingan tersebut, tambahan lagi hasil yang mereka dapatkan justru adalah kekalahan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Kedua faktor inilah yang membuat saya yakin kalau Jerman bisa mengatasi Portugal. Dan prediksi saya terbukti.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Partai lainnya yang membenarkan prediksi saya adalah Turki vs Kroasia. Turki pasti sedang memanas setelah berhasil melakukan come back sempurna melawan Rep. Ceska di pertandingan terakhir penyisihan grup. Ini jelas modal yang sangat berguna menghadapi pertandingan perempat final melawan Kroasia. Sebaliknya Koasia meski mendulang kemenangan di pertandingan terakhir melawan Polandia namun tampil dengan lapis keduanya yang tentu saja memutuskan momentum bagus yang sudah mereka buat sebelumnya. Dan kali inipun, prediksi saya tepat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Dua partai yang membuat saya harus gigit jari karena prediksi saya terbukti salah adalah partai Belanda vs Rusia dan Italia vs Spanyol. Untuk kedua partai ini sebenarnya saya bukan membuat prediksi melainkan hanya membuat sebuah harapan. Maklum saja karena Belanda dan Italia adalah tim favorit saya, jadi tidak heran kalau saya berharap kedua tim ini yangakan melenggang ke partai semifinal. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span id="more-200"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Sayangnya prediksi atau tepatnya harapan saya tidak jadi kenyataan. Awalnya saya memang ragu akan Belanda, tentu saja karena faktor kehilangan momentum di pertandingan terakhir fase grup melawan Rumania di mana mereka hanya turun dengan pemain lapis kedua. Namun, saya tetap tidak yakin dan menutup mata akan kemampuan Rusia yang sebelumnya telah digilas Spanyol 1-4. Sayangnya saya juga menutup mata pada faktor Hiddink, pelatih luar biasa yang tentu saja mengenal dengan baik sepakbola Belanda-calon lawannya. Faktor keteledoran inilah yang membuat prediksi saya meleset.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Di partai Italia vs Spanyol, saya sangat percaya Italia bakal lolos. Selain karena faktor sejarah, saya juga sangat yakin kalau Italia sedang dalam mental yang bagus setelah lolos dari lubang jarum selepas menghempaskan Perancis. Dan biasanya, Italia yang memulai langkah dengan tertatih-tatih akan berhasil melangkah hingga ke final. Tapi, sayangnya..prediksi saya tidak terbukti tepat. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Di dua partai semifinal saya kembali membuat prediksi. Saya yakin Jerman akan menang atas Turki dan Spanyol akan mengatasi Rusia. Dasar pertimbangan saya adalah bahwa perkembangan mental Jerman makin membaik dari hari ke hari. Berbanding lurus dengan penampilan mereka yang menawan kala menekuk Portugal. Meski Turki adalah tim yang sedang naik daun dan tengah rajin membuat kejutan, tapi faktor mental dan tradisi saya kira jadi faktor utama. Selain itu fakta bahwa Turki akan tampil tanpa 9 pemain kuncinya tentu akan menyulitkan mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Prediksi saya terbukti betul, meski harus diraih dengan berdebar-debar. Turki ternyata sangat memukau, meski tampil tanpa sebagian besar pemain intinya tapi mereka mampu menyulitkan Jerman. Tapi, seperti yang saya bilang di atas faktor mental dan tradisi yang berbicara banyak.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Berikutnya untuk partai Spanyol vs Rusia, saya yakin Spanyol akan berhasil melewati hadangan Rusia. Spanyol yang sudah berhasil melepaskan diri dari kutukan Italia tentu tak mau berhenti sampai di sini. Meski Rusia punya Hiddink namun, Spanyol tetap punya banyak kelebihan lainnya. Skill, mental dan tentu saja nama besar. Rusia mungkin mengejutkan, tapi mereka hanya sebatas pengejut. Dan sekali lagi terbukti, Spanyol berhasil melewati hadangan Rusia.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Senin dini hari nanti, Jerman akan bertemu Spanyol di partai final. Dua raksasa Eropa itu seakan mengembalikan level sepakbola Eropa ke level aslinya. Pertemuan dua raksasa dengan track perjalanan dengan level yang bagus dan nyaris konstan. Khusus untuk Spanyol, mereka memang tak pernah kalah dan hampir selalu mencetak gol di waktu 90 menit kecuali saat melawan Italia. Jerman memang pernah kalah, namun mereka selalu mencetak gol di 90 menit pertandingan. Selain itu Jerman adalah “penguasa” Euro. 6 kali masuk final (termasuk tahun ini) dengan rekor 3 kali juara. Spanyol hanya masuk sekali dan juara sekali, itupun lebih dari 40 tahun yang lalu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText"><span lang="IN">Di final nanti saya akan pegang siapa ?. Jawaban saya, saya akan pegang Jerman. Faktor kualitas permainan yang lebih solid dan kolektif saya kira akan menyulitkan Spanyol yang lebih banyak bermain secara individu. Selain itu faktor postur dan stamina akan memegang peranan penting, serta tentu saja faktor mental dan tradisi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Jadi..saya akan berada di barisan supporter Jerman. </span><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia" lang="IN">[DG]</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<div class="shr-publisher-200"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2008%2F06%2Fprediksi%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/06/prediksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>It is over..!!</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/06/it-is-over/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/06/it-is-over/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 03:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Euro08]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Italia, harus terhenti di kaki Spanyol. (foto:Euro2008.com) &#160; Setiap kali ajang sepakbola besar digelar, sebutlah Piala Dunia atau Euro, maka ada dua tim yang secara tradisional selalu jadi tim favorit saya. Belanda dan Italia. Sejak akhir 80-an atau tepatnya sejak Ruud Gullit, Marco Van Basten dan Frank Rijkaard membawa Belanda juara piala Eropa 1988, maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 9" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 9" /></p>
<link href="file:///C:/DOCUME%7E1/PENGEL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/01/clip_filelist.xml" rel="File-List" /><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:DoNotOptimizeForBrowser/>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><br />
<style> <!--  /* Font Definitions */ @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/italy_spain2.jpg" title="italy_spain2.jpg"></p>
<p style="text-align: center"><img src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/italy_spain2.jpg" alt="italy_spain2.jpg" width="626" height="358" /></p>
<p></a></p>
<p align="center"><em>Italia, harus terhenti di kaki Spanyol. (foto:Euro2008.com) </em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Setiap kali ajang sepakbola besar digelar, sebutlah Piala Dunia atau Euro, maka ada dua tim yang secara tradisional selalu jadi tim favorit saya. Belanda dan Italia. Sejak akhir 80-an atau tepatnya sejak Ruud Gullit, Marco Van Basten dan Frank Rijkaard membawa Belanda juara piala Eropa 1988, maka sejak itulah saya jatuh cinta pada sepakbola Belanda. Beberapa tahun kemudian saya jatuh cinta juga pada sepakbola Italia berkat ketiga orang itu yang mengabdi pada AC Milan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Belakangan memang ada beberapa negara yang ikut-ikutan masuk sebagai tim favorit saya pada ajang-ajang akbar sepakbola dunia. Sebutlah Inggris dan Perancis, tapi kedua negara itu hanya singgah sementara dan tidak menetap secara permanen. Saya kadang jadi pendukung Inggris tentu saja karena faktor MU-nya, sementara Perancis pernah jadi tim favorit saya semasa Zidane masih mengabdi di sana. <span> </span>Belakangan saat Zidane sudah pensiun dan prestasi Inggris mandek, kedua negara itu mulai keluar dari daftar favorit. Tinggallah Belanda dan Italia yang menetap.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Di Euro tahun ini sebenarnya saya punya ekpektasi yang besar pada Belanda, utamanya setelah-ironisnya- melumat juara dunia Italia dan runner up juara dunia, Perancis. Tadinya saya berpikir ini waktu yang tepat untuk Belanda di bawah asuhan Marco Van Basten untuk mengulang kesuksesan 20 tahun lalu. Sayangnya, Van Basten musti mengakui keunggulan sang senior Guus Hiddink. Hiddink ternyata lebih cerdik meramu strategi dan lebih mampu membangun motivasi anak-anak asuhnya dibanding Basten. Akhir yang menyesakkan bagi tim Belanda dan tentu saja bagi saya, supporter mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Sementara itu Italia memang memulai perjalanan dengan sangat tidak mulus. Tadinya saya berharap pertandingan Belanda-Italia akan berakhir imbang, sama dengan pertandingan Perancis-Rumania sehingga kans Belanda dan Italia untuk lolos ke perempat final bisa sama besarnya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Italia memang akhirnya mendampingi Belanda ke perempatfinal dengan penampilan yang makin membaik sejak digebuk Belanda. Sekali lagi saya percaya pada yang namanya mental juara, mental yang tidak dimiliki oleh semua tim.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Menjelang Italia vs Spanyol, saya punya keyakinan besar kalau Tim Azzuri akan mampu melewati Spanyol. Faktor mental yang berbicara, selain faktor sejarah tentu saja. Performa Italia mungkin memang kalah mentereng dari Spanyol kali ini, tapi kala itu saya betul-betul yakin De Rossi dkk. akan mampu melewati rintangan Spanyol.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Sayangnya, harapan saya jadi harapan kosong.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span id="more-198"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Spanyol ternyata berhasil mengatasi kutukan Italia. Untuk pertama kalinya mereka berhasil mengalahkan Italia di sebuah ajang besar. Parahnya lagi, kutukan itu mereka patahkan lewat drama adu penalti yang sebenarnya bukan spesialisasi mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Italia juga bukan tim yang selalu unggul dalam adu penalti. Di pagelaran World Cup, tiga WC berturut-turut menjadi saksi kepedihan mereka. Di Italy’90, Argentina membawa tangis buat mereka justru di kota tempat sang dewa Argentina-Diego Maradona-merumput. Empat tahun berikutnya di USA’94 giliran Brasil yang membuat Italia menangis. Roberto Baggio dan Franco Baresi jadi korban ketidaksanggupan memikul beban mental di pundak mereka. Empat tahun berselang, giliran tuan ruan rumah Perancis yang menghentikan mereka lewat drama adu penalti. Catatan ini memang makin mengesahkan status Italia sebagai tim yang tak pernah beruntung di adu tos-tosan dari titik putih.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Sebenarnya Italia sempat memperbaiki catatan mereka di ajang Euro 2000 saat mengalahkan Belanda di semifinal lewat adu penalti. Tapi hal itu bisa dibilang murni karena keberuntungan, toh Belanda juga adalah tim yang tak punya keberuntungan bila menyangkut adu penalti. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Namun, titik balik sesungguhnya bagi Italia adalah di Germany’06 saat di final mereka sukses mengalahkan Perancis, tim yang punya cukup keberuntungan dalam adu penalti. Sejak itu saya berpikir kalau Italia sudah bisa keluar dari kutukan adu penalti.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Namun, senin subuh kemarin Spanyol kembali memberi bukti kalau Italia tak seperti Jerman yang selalu beruntung di arena adu penalti. Spanyol-utamanya Iker Casillas-sukses mengantarkan kesedihan bagi Italia. Akhirnya perjalanan Gli Azzuripun harus berakhir sampai di perempatfinal saja. Hasil yang tentu saja tak sepadan dengan status mereka sebagai juara dunia.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Dan Euro’08 ini sesungguhnya telah berakhir untuk saya. Gugurnya Belanda dan Italia sedikit banyaknya mengurangi debaran pada ajang para raksasa Eropa itu. Untungnya saya bukan fans yang gelap mata. Meski kedua tim unggulan saya sudah gugur, tapi tetap ada emosi yang tersisa untuk menyimak partai-partai yang belum digelar. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Meskipun dua tim unggulan saya sudah gugur, namun sebagai penggemar sepakbola saya masih tetap akan menikmati pertandingan-pertandingan yang tersisa di Euro’08 ini. Karena sesungguhnya, I Really Love This Game !!!. </span><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia" lang="IN">[DG]</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<div class="shr-publisher-198"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2008%2F06%2Fit-is-over%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/06/it-is-over/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Midas dari Dataran Rendah</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/06/si-midas-dari-dataran-rendah/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/06/si-midas-dari-dataran-rendah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 03:21:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Euro08]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[  Di dunia ini ada banyak orang yang diberkati kemampuan luar biasa. Mereka adalah orang-orang istimewa yang dengan sentuhannya mampu mengubah banyak hal biasa menjadi hal yang luar biasa. Mengubah batu biasa menjadi sebuah emas. Dalam legenda, tersebut cerita tentang Midas, orang yang mampu mengubah apa saja yang dipegangnya menjadi emas. Dan sebutan inilah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in" align="center"> <a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/hiddink.jpg" title="hiddink.jpg"><img src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/hiddink.jpg" alt="hiddink.jpg" height="279" width="489" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Di dunia ini ada banyak orang yang diberkati kemampuan luar biasa. Mereka adalah orang-orang istimewa yang dengan sentuhannya mampu mengubah banyak hal biasa menjadi hal yang luar biasa. Mengubah batu biasa menjadi sebuah emas. Dalam legenda, tersebut cerita tentang Midas, orang yang mampu mengubah apa saja yang dipegangnya menjadi emas. Dan sebutan inilah yang lekat dengan karakter orang-orang istimewa seperti itu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Di dunia sepakbola ada sebuah nama<span>  </span>yang sering disamakan kemampuannya dengan Midas. Dialah Guus Hiddink, seorang pelatih senior asal Belanda-negeri dari dataran yang sangat rendah di benua Eropa. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Tahun 1998, Hiddink mulai menghentak dunia dengan membawa tim Oranje kala itu hingga ke semifinal sebelum dihentikan Brasil lewat adu keberuntungan di titik putih. Tim Oranje kala itu tampil luar biasa, mengusung filosofi khas Belanda-Totaal Football-Hiddink mencuri perhatian dunia. Sejenak orang berharap Belanda bisa meraih mahkota untuk pertama kalinya. Sayang, karakter juara mereka masih kalah dari sang juara 4 kali (waktu itu) Brasil.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Namun, sentuhan emas Hiddink yang sesungguhnya baru mulai 4 tahun kemudian. Di tanah Korea-Jepang, Hiddink menorehkan prestasi luar biasa. Tuan rumah Korea Selatan dibawanya menjadi tim Asia pertama yang lolos ke perempat final, bahkan menjadi tim Asia tersukses yang mampu finish di urutan keempat. Meski perjalanan Korea Selatan diwarnai berbagai kontroversi termasuk kecurigaan adanya bantuan dari wasit, namun kerja Hiddink tetaplah luar biasa.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Sebelum Hiddink datang, Korea Selatan memang sudah jadi langganan wakil Asia di piala dunia. Tapi, keikutsertaan mereka hanya sebatas penggembira saja. Bahkan di beberapa kesempatan, mereka kadang jadi lumbung gol, tempat negara-negara besar sepakbola mengumpulkan surplus gol sebanyak-banyaknya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span id="more-195"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Tapi Hiddink datang dan mengubahnya. Sadar anak asuhnya punya kekurangan di segi teknik, Hiddink menjadikan segi fisik dan mental sebagai senjata rahasia. Dengan semangat yang luar biasa yang dipadu dengan fisik yang nyaris tak pernah lelah, anak-anak asuhan Hiddink menggulung negara-negara besar sekelas Portugal, Italia dan Spanyol. Hanya Jerman dengan mental yang lebih matanglah yang menghentikan langkah mereka.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Empat tahun setelahnya, Hiddink yang jadi orang yang sangat dihormati di Korea Selatan, memulai tantangan baru dengan target membawa Australia berlaga di Germany’06. Tantangan pertama sukses dilewati dengan mengalahkan Uruguay di babak <em>Play Off</em>.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Dan sentuhan emas Hiddink berlanjut. Australia yang untuk kali kedua menikmati tampil di ajang sebesar World Cup bisa dibawanya melewati fase grup. Hanya Grosso dari Italia yang mampu menghentikan mereka di babak perdelapan final. Kontroversi seputar pelanggaran atas Grosso di kotak penalti Australia mewarnai gugurnya anak asuhan Guus Hiddink.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Dua tahun kemudian, giliran orang-orang Rusia yang membutuhkan sentuhan emasnya. Semenjak Uni Sovyet pecah dan membentuk negara-negara kecil, belum ada satupun dari pecahan-pecahan itu yang mampu meneruskan hegemoni negara besar dari ujung utara Bumi itu. Rusia tak pernah berhasil lolos dari fase grup di ajang Euro maupun di piala dunia. Rusia nyaris tak mewarisi kehebatan Uni Sovyet.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Tertatih-tatih di penyisihan grup, Rusia memanfaatkan dengan baik ketololan Inggris yang gagal lolos akibat dipermalukan Kroasia di Wembley. Namun, langkah di Swiss-Austria juga tak begitu mulus.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Rasa pesimis terhadap kemampuan Rusia di Euro’08 mendadak muncul ketika di pertandingan pertama mereka digasak Spanyol 4-1. Hampir tak ada orang yang yakin kalau mereka akan bisa lolos ke putaran kedua mengingat di grup D masih ada Swedia dan Yunani sang juara bertahan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Tapi di sisi inilah Hiddink menunjukkan kemampuannya. Pasukan muda Rusia dihelanya ke babak kedua, melewati Yunani dan Swedia. Di luar dugaan, apalagi mengingat bahwa sebagian besar awak mereka adalah anak-anak muda miskin pengalaman di ajang besar.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Belanda-negeri asal Hiddink-menunggu di perempat final. Anak-anak asuhan Van Basten menorehkan hasil sempurna dengan 3 kemenangan, 9 memasukkan dan hanya sekali kemasukan. Juara dunia digasak 3-0, runner up dipermak 4-1. Apa yang lebih istimewa dari itu ?.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Tapi Hiddink mampu menyuntikkan sesuatu ke dalam darah orang-orang Rusia yang diasuhnya. Catatan mentereng punya Sneijder dkk. dibuat hanya sebatas catatan bagi Hiddink dan anak asuhnya. Hiddink menghela anak-anak muda itu masuk ke lapangan hijau tanpa rasa takut sedikitpun.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Dan Hiddink berhasil. Entah ucapan apa yang dipakainya untuk mencuci otak Pavlyuchenko dkk, tapi yang pasti mereka sama sekali tidak terlihat gentar memandang wajah-wajah Sneijder dkk. Sepanjang pertandingan, anak-anak Rusia mengepung Belanda. Pressing ketat mereka membuat Van Der Vaart, Sneijder, Nistelrooy dan pemain berbaju oranye lainnya tampil gugup dan tertekan. Praktis hanya Van Der Sar yang mampu tampil tenang dan jadi penyelamat sepanjang pertandingan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Tapi, sekokoh apapun Van Der Sar, dia tetaplah bagian dari sebuah tim. Ketika bagian lain dari tim tidak bekerja sebagaimana mestinya, maka Van Der Sar pun harus rela jadi pesakitan. Pavlyuchenko mampu membuat anak-anak Oranje meradang. Meski van Nistelrooy mampu membangkitan asa, tapi hasil akhir tetaplah memihak Rusia.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Skor 3-1 menutup masa 120 menit yang paling menyesakkan bagi para Hollander dan para pendukungnya. Tak ada cerminan Total Football seperti yang mereka peragakan kala menghempaskan Italia dan Perancis. Van Basten jelas kalah dalam hal adu strategi dan adu motivasi dengan seniornya Guus Hiddink.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Hiddink seorang profesional sejati. Ketika anak buahnya mencetak gol, dia tetap merayakannya dengan selebrasi yang tulus dan tidak dibuat-buat. Tak peduli bahwa tim yang sedang diusirnya pulang adalah tim di mana dia pernah mengabdi, dan negara yang sedang dibenamkannya adalah negara tempat kelahirannya. Hiddink tetap meloncat kegirangan meski dia sadar di darahnya mengalir darah Belanda. Dan sekarang mungkin Hiddink menjadi orang Belanda yang paling dibenci di Belanda.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Guss Hiddink memang istimewa. Sentuhannya selalu membawa sejarah bagi tim nasional yang dipegangnya. Jika di Indonesia kita mengenal Gus Muh yang piawai mengobati, maka di Belanda sana mereka mengenal Guus Hiddink yang juga piawai mengobati. Bukan fisik, tapi prestasi sepakbola sebuah negara.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Mungkin sudah waktunya kita mencoba menggunakan jasanya, biar negeri kita juga bisa membuat sejarah mentereng di pentas dunia. Tapi ah, saya kok pesimis ya. Se-midas apapun Guus Hiddink, bila harus berurusan dengan Nurdin Halid dan konco-konconya rasanya akan sia-sia saja. Setidaknya kita baru sampai pada tahap bermimpi saja, entah sampai kapan..</span><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia" lang="IN">[DG]</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2008/06/si-midas-dari-dataran-rendah/" title="dataran rendah di dunia">dataran rendah di dunia</a> (19)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2008/06/si-midas-dari-dataran-rendah/" title="dataran rendah di benua australia">dataran rendah di benua australia</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2008/06/si-midas-dari-dataran-rendah/" title="dataran rendah di eropa">dataran rendah di eropa</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2008/06/si-midas-dari-dataran-rendah/" title="dataran rendah di benua eropa">dataran rendah di benua eropa</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2008/06/si-midas-dari-dataran-rendah/" title="cerita tentang midas">cerita tentang midas</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-195"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2008%2F06%2Fsi-midas-dari-dataran-rendah%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/06/si-midas-dari-dataran-rendah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fantastic..!!</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/06/fantastic/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/06/fantastic/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 03:10:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Euro08]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Fantastic !!, itu kata yang paling tepat menggambarkan hasil pertarungan perempat final Euro’08 antara Turki dan Kroasia. Sebuah pertarungan yang beberapa hari sebelumnya disebut Ruslee-seorang sahabat blogger Makassar-sebagai final bayangan. Kedua negara sama-sama berstatus Kuda Hitam dalam pagelaran kali ini. Kedua negara juga punya catatan perjalanan yang tidak stabil di beberapa ajang besar. Setelah mengkilap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in" align="center"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/turkiye.jpg" title="turkiye.jpg"><img src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/turkiye.jpg" alt="turkiye.jpg" height="284" width="494" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Fantastic !!, itu kata yang paling tepat menggambarkan hasil pertarungan perempat final Euro’08 antara Turki dan Kroasia. Sebuah pertarungan yang beberapa hari sebelumnya disebut Ruslee-seorang sahabat blogger Makassar-sebagai final bayangan. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Kedua negara sama-sama berstatus Kuda Hitam dalam pagelaran kali ini. Kedua negara juga punya catatan perjalanan yang tidak stabil di beberapa ajang besar. Setelah mengkilap di World Cup 98-Perancis, Kroasia nyaris tak pernah meletup lagi. Dalam beberapa ajang besar sesudahnya Kroasia hanya tinggal “kenangan”, sekedar tim yang pernah mengejutkan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Turki juga hampir sama. Setelah meledak di WC’2002-bahkan finish di urutan ketiga-Turki kembali tenggelam dalam riuh rendah sepakbola Eropa dan dunia. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Tahun ini, Kroasia memulai kejutannya dengan menghalangi Inggris ke Swiss-Austria lewat kemenangan 3-2 di Wembley. Di ajang sesungguhnya, Kroasi kembali membuat kejutan dengan menenggelamkan Jerman 2-1. Jerman yang datang ke Swiss-Austria dengan status unggulan dipaksa menyerah padahal sebelumnya tampil garang dengan melibas Polandia 2-0. Hasil ini membuat kenangan akan kehebatan Kroasia di WC’98 kembali terngiang. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Di sisi berbeda, Turki memulai langkahnya dengan tidak nyaman. Dipukul Portugal-unggulan lainnya-dengan skor 2-0, Turki bisa menembus babak perempat final setelah sukses di dua langkah berikutnya. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Akhirnya, babak perempat final kedua mempertemukan kedua negara spesial kejutan ini.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span id="more-194"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Pertandingannya sendiri cenderung berawal dengan membosankan. Kedua tim bermain hati-hati dan sama-sama menumpuk banyak pemain di lapangan tengah. Hasilnya, bola lebih banyak bermain di tengah lapangan dan nyaris hanya menyisakan sedikit peluang untuk membuat peluang-peluang berbahaya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Tensi pertandingan meningkat sedikit-demi sedikit ketika pertandingan makin mendekat menit ke-90. Namun sampai peluit panjang ditiup, hasil 0-0 tanpa gol memaksa kedua tim menapaki babak perpanjangan waktu. Di babak inilah, drama besar terjadi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Dua menit menjelang masa perpanjangan waktu diselesaikan, Ivan Klasnic mengubah persepsi para supporter. Rustu Recber membuat sebuah kesalahan fatal yang menyebabkan mantan kiper Barcelona ini memungut bola dari dalam gawangnya. Jutaan orang Krosia pasti mulai berpesta waktu itu. Dua menit sisa pertandingan, rasanya sangat sulit bagi orang-orang Turki untuk merubahnya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Tapi, Fatih Semih merubah segalanya. Masa injury time di perpanjangan waktu dimanfaatkannya dengan baik. Bola dari Recber hanya memantul sekali di tanah sebelum diselesaikannya menjadi sebuah gol penyeimbang. Hampir tak ada orang yang menyangkanya, kecuali mungkin segelintir orang Turki yang paham betul makna “tak pernah menyerah”. Kenyataan pahit memaksa pemain-pemain Kroasia untuk memasuki ajang adu penalti. Mental anak asuhan Slaven Bilic jelas sudah hancur. Jutaan orang Turki hanya menunggu saat yang tepat untuk mulai berpesta.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Dan benar saja, 3 dari empat penendang Kroasia gagal menanggung beban mental yang sungguh berat itu. Berbanding terbalik dengan Turki yang sukses dengan 3 penendangnya. Dan, orang-orang Turki pasti percaya kalau malam itu Tuhan bekerja dengan cara yang aneh. Tuhan memberi kesempatan kepada orang-orang Kroasia untuk berpesta, paling tidak selama 3 menit sebelum menghempaskan mimpi mereka di depan hidung orang-orang Turki. Malam itu Tuhan lebih mencintai orang-orang Turki.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Turki melanjutkan <em>come back</em> sempurnanya seperti yang mereka lakukan kala menghadang langkah Rep. Ceko di pertandingan terakhir grup B. Turki memperlihatkan semangat juang yang sungguh luar biasa, semangat yang tak bisa dipadamkan oleh detak waktu yang makin mendekati akhir. Filosofi yang dulu sangat lekat dengan tim Jerman Barat, jangan berhenti sebelum peluit panjang dibunyikan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Dan di Semifinal nanti, Turki akan bertemu dengan Jerman, penerus tradisi tak kenal menyerah dari Jerman Barat.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Tugas berat tentunya, apalagi Jerman adalah tim spesialis turnamen yang baru saja menyingkirkan bakat-bakat luar biasa dari tepi laut tengah-Portugal. Jerman punya kelebihan dari segi fisik, mental dan tentu saja catatan sejarah. Jerman adalah pelanggan tetap ajang sekelas Euro atau piala dunia. Sementara Turki baru sekedar tim pembuat kejutan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Letupan Turki bisa saja terus berlanjut, meski di semifinal nanti Turki harus kehilangan 3 pemain intinya akibat akumulasi kartu. Namun, Turki juga bisa saja terhenti di semifinal. Pertarungan melawan Kroasia bisa jadi adalah klimaks dari penampilan mereka. Seluruh energi telah dikuras habis di pertandingan tersebut, sehingga mungkin tak akan ada lagi yang tersisa.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Apapun hasil semifinal nanti, yang pasti Turki telah mengajarkan sesuatu kepada kita bahwasanya dalam sebuah pertarungan tak boleh ada kata menyerah. Sebelum peluit panjang dibunyikan, semua bisa saja terjadi. </span><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia" lang="IN">[DG]<o:p></o:p></span></strong></p>
<div class="shr-publisher-194"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2008%2F06%2Ffantastic%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/06/fantastic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tarian Salsa dari Pinggiran Laut Tengah</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/06/tarian-salsa-dari-pinggiran-laut-tengah/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/06/tarian-salsa-dari-pinggiran-laut-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 09:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Euro08]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Formasi Spanyol kala menghadapi Swedia (foto: Euro2008.com) Kalau kemarin saya tertarik bercerita tentang tim dari negeri kincir angin alias Belanda, maka sekarang rasanya saya tak tahan untuk tidak bercerita tentang para penari Salsa dari pinggiran Laut Tengah, Spanyol. Spanyol, negeri para matador, tidak pernah berhenti menelurkan pemain-pemain penuh bakat di dunia sepakbola. Sejak jaman Alfredo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 9" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 9" /></p>
<link href="file:///C:/DOCUME%7E1/PENGEL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/01/clip_filelist.xml" rel="File-List" /><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:DoNotOptimizeForBrowser/>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><br />
<style><!--  /* Font Definitions */ @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	font-family:Georgia; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p style="text-align: center"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/spain-copy2.jpg" title="spain-copy2.jpg"><img src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/spain-copy2.jpg" alt="spain-copy2.jpg" /></a></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in" align="center"><em>Formasi Spanyol kala menghadapi Swedia (foto: Euro2008.com)</em></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Kalau kemarin saya tertarik <a href="http://daenggassing.com/?p=190">bercerita tentang tim dari negeri kincir angin alias Belanda</a>, maka sekarang rasanya saya tak tahan untuk tidak bercerita tentang para penari Salsa dari pinggiran Laut Tengah, Spanyol.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Spanyol, negeri para matador, tidak pernah berhenti menelurkan pemain-pemain penuh bakat di dunia sepakbola. Sejak jaman Alfredo Di Stefano-walaupun aslinya adalah orang Argentina-, Emilio Butragueno, hingga Josep “Pep” Guardiola, Raul Gonzales hingga Fernando Torres saat ini. Prestasi klub-klub mereka juga tak kalah menterengnya. Real Madrid adalah raja Eropa dengan menyabet 9 juara European Champion League bahkan dengan kemenangan fantastis 5 kali berturut-turut.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Sayangnya di level tim nasional, Spanyol tak jua mendapatkan tempat yang layak di panggung kejuaraan-kejuaraan besar. Di piala dunia, prestasi terbaik mereka hanya menjadi peringkat keempat di Brasil 1950, lebih dari setengah abad yang lalu. Sementara di level Eropa, Spanyol hanya berhasil sekali menjadi juara, yaitu di tahun 1964, serta sekali menjadi runner up di tahun 1984. <o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Dalam tiga pagelaran piala dunia terakhir, Spanyol hanya mampu finish di penyisihan grup (France’98), perdelapan final (Korea-Jepang-2002) dan perempat final (Jerman 2006). Sementara dua edisi piala Eropa terakhir juga tak lebih bagus. Bandingkan dengan prestasi Real Madrid, Barcelona, Valencia, Villareal dan Sevilla di kancah Eropa satu dasawarsa terakhir.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Penyebab utama mandeknya prestasi tim nasional Spanyol rasanya lebih banyak berputar pada masalah kekompakan tim. Perpecahan politik dalam negeri yang melibatkan pihak sayap kanan dengan dua seteru politik abadinya (Basque dan Catalunya) berimbas cukup kuat ke arena sepakbola. Bukan rahasia lagi kalau persaingan mengakar antara klub ibukota kesayangan raja Juan Carlos-Real Madrid-dengan klub asal Catalunya yang jadi lambang perlawanan-Barcelona-seringkali mengakibatkan ketidakharmonisan dalam tubuh tim <em>La Furia Roja</em>. Ujung-ujungnya tak ada prestasi berarti yang bisa ditorehkan kala mereka berbaju merah-kuning-biru.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Tahun ini, anak-anak asuhan Luis Aragones datang ke Swiss-Austria dengan status non unggulan. Mereka melewati fase penyisihan grup dengan tertatih-tatih dan lolos sebagai <em>runner up</em> di pertandingan-pertandingan terakhir. Agak di luar kebiasaan mereka di mana biasanya Spanyol selalu lolos dengan mudah dari fase penyisihan grup namun akhirnya melempem di putaran final.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Dua pertandingan pertama sudah dilakoni dengan sempurna. Rusia dibantai 4-1, terakhir Swedia dipaksa menyerah 2-1 lewat gol dramatis David Villa di menit 92. Menyimak dua kali penampilan Spanyol, wajar bila asa para pendukung membubung tinggi.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Spanyol, bersama Portugal (sebelum takluk di tangan Swiss 0-2) dan Belanda bisa dikategorikan tim-tim yang tampil dengan sangat menghibur. Kreasi serangan sangat bervariasi, dipadukan dengan ketajaman dan kerjasama apik dua striker mereka, David Villa dan Fernando Torres.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span id="more-192"></span><span lang="IN">                Kunci kesuksesan Spanyol memang ada pada kuarter gelandang mereka yang sebagian besar dihuni gelandang bertubuh mungil. Kerjasama apik Andres Iniesta, Xavi Hernandez, David Silva dan Marcos Senna sangat mumpuni untuk menghadirkan serangan-serangan mematikan yang bisa langsung dieksekusi dengan manis oleh duet Torres-Villa. Marcos Senna mampu melakoni peran sebagai gelandang bertahan dengan sangat bagusnya, membuat tiga kompatriot mungilnya bisa mengkreasikan serangan dengan santainya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Di depan, Torres dan Villa mampu bekerjasama dengan baik. Duo ini tadinya diperkirakan bakal bersaing menempati satu posisi di barisan penggedor, namun ternyata Aragones berhasil meramu dua kekuatan mematikan ini menjadi satu senjata yang mematikan. Ibarat seorang pandai besi yang mampu melebur dua macam besi untuk membuat sebuah pedang yang tajam mematikan. Torres tak egois, kesempatannya mencetak gol dengan ringannya diberikan kepada Villa yang lebih siap. Villapun tak lantas jumawa, <em>hattrick</em>-nya di pertandingan pertama dipersembahkannya kepada sang tandem. Lengkaplah sudah duet maut ini.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Satu-satunya kelemahan Spanyol mungkin terletak di barisan belakang yang dihuni dua bek senior dan dua bek junior. Ramos dan Capdevilla yang bermain sebagai bek sayap cukup mampu menjalankan tugas sebagai pembantu serangan yang menyisir sisi luar pertahanan lawan. Sayangnya, mereka –utamanya Ramos- terkadang terlalu hiperaktif hingga meninggalkan lubang di sisi pertahanan. Duet Puyol dan Marchena belum terlalu padu, apalagi terkadang masih ada salah koordinasi dengan Senna yang bermain sebagai jangkar. Beruntung Spanyol punya Casillas, sang kiper milik Real Madrid yang selalu sigap mengamankan gawangnya dari kebobolan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Kalau Villa dkk. mau mencatatkan nama mereka di buku sejarah negeri yang berbatasan dengan benua Afrika itu, maka sekaranglah saatnya. Kondisi tim sedang kondusif dengan berbagai torehan positif. Semangat mereka sedang tinggi-tingginya, dan saya kira tak ada alasan untuk tidak membebani mereka dengan segudang harapan.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0in; text-indent: 0.5in"><span lang="IN">Jadi, wajar saja bila tahun ini kita berharap akan mendapati bendera Spanyol di stadion Ernt-Happel, 29 Juni nanti. Kita tunggu saja&#8230;</span><strong><span style="font-size: 8pt" lang="IN">[DG]</span></strong><span lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2008/06/tarian-salsa-dari-pinggiran-laut-tengah/" title="tari spanyol salsa">tari spanyol salsa</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2008/06/tarian-salsa-dari-pinggiran-laut-tengah/" title="tarian salsa">tarian salsa</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2008/06/tarian-salsa-dari-pinggiran-laut-tengah/" title="tariansalsa">tariansalsa</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-192"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2008%2F06%2Ftarian-salsa-dari-pinggiran-laut-tengah%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/06/tarian-salsa-dari-pinggiran-laut-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Badai Kincir Angin</title>
		<link>http://daenggassing.com/2008/06/badai-kincir-angin/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2008/06/badai-kincir-angin/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 07:29:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Euro08]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[&#160; formasi Belanda kala menghadapi Perancis (foto: Euro2008.com) &#160; “ Whatever the Frenchman can do, the Dutchman can do better” Itu ungkapan yang keluar dari mulut sang komentator pertandingan Belanda vs Perancis ketika Arjen Robben mencetak sebuah gol indah dari sudut yang sangat sempit. Tidak sampai semenit sebelumnya, Thierry Henry baru saja melesakkan satu gol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8" /><meta name="ProgId" content="Word.Document" /><meta name="Generator" content="Microsoft Word 9" /><meta name="Originator" content="Microsoft Word 9" /></p>
<link href="file:///C:/DOCUME%7E1/PENGEL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/01/clip_filelist.xml" rel="File-List" /><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:DoNotOptimizeForBrowser/>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><br />
<style><!--  /* Font Definitions */ @font-face 	{font-family:Georgia; 	panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --> </style>
<p class="MsoNormal" align="center"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/hollanda.jpg" title="hollanda.jpg"><img src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2008/06/hollanda.jpg" alt="hollanda.jpg" /></a></p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" align="center"><em>formasi Belanda kala menghadapi Perancis (foto: Euro2008.com)</em></p>
<p class="MsoNormal" align="center">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">“ Whatever the Frenchman can do, the Dutchman can do better”<o:p></o:p></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Itu ungkapan yang keluar dari mulut sang komentator pertandingan Belanda vs Perancis ketika Arjen Robben mencetak sebuah gol indah dari sudut yang sangat sempit. Tidak sampai semenit sebelumnya, Thierry Henry baru saja melesakkan satu gol yang sebenarnya juga tak kalah indahnya, dicetak dengan gaya khas Henry yang dingin. Sayangnya, Arjen Robben melakukan sesuatu yang sungguh mampu memupus kekaguman orang pada gol Henry tersebut. Yah, apapun yang bisa dilakukan Prancis, Belanda akan melakukannya dengan lebih bagus.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Saat ini Marco Van Basten mungkin sedang mengenang nostalgia indah 20 tahun lalu saat bersama kompatriotnya berhasil membawa pulang tropi piala Eropa untuk pertama kalinya. Saat itu Van Basten dan seluruh tim oranje di bawah asuhan Rinus Michel berhasil sekali lagi mempraktekkan Total Football dan meraih hasil sempurna.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Marco Van Basten adalah “pewaris” syah gaya permainan Total Football selepas era Johann Cruyff dkk. yang hanya sukses menjadi finalis piala dunia 1974 dan 1978. Tahun 1988, Van Basten bersama Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Gerald Vanenburg, Adri Van Tigelen, Ronald dan Erwin Koeman, Hans Van Breukelen serta sederet pemain berbaju oranye lainnya sukses mempertontonkan kembali keindahan sepakbola efektif dan mematikan hasil temuan Rinus Michel tersebut.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Dua puluh tahun kemudian, Van Basten yang adalah “the three musketeers”<span>  </span>terakhir yang menjajal keberuntungan sebagai pelatih setelah Ruud Gullit dan Frank Rijkaard telah lebih dulu mencicipinya, datang ke Austria dan Swiss dengan segerombolan pemain yang didominasi darah muda. Sekali lagi Van Basten mencoba mengaktualisasikan semangat Total Football, seperti yang dirasakannya dua puluh tahun yang lalu.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Hasilnya sungguh mempesona. Datang sebagai tim non unggulan dan berada di bawah bayang-bayang unggulan seperti Jerman dan Portugal serta ditempatkan di grup neraka bersama juara dunia 2006 , Italia dan runner up 2006, Perancis serta kuda hitam Rumania, Belanda ternyata mampu memetik nilai fantastis di dua laga awal.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Italia yang pincang pasca musibah yang menimpa Fabio Cannavaro dibuat tidak berkutik dan harus takluk 3-0. Perancis yang masih gamang selepas kepergian Zinedine Zidane lebih parah lagi. Sang runner up dunia 2006 itu dibekuk 4-1.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span id="more-190"></span><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Apa rahasia kesuksesan pasukan van Basten tersebut ?. Tak lain adalah karakter Total Football yang berhasil mereka tunjukkan. Para pemain bergerak nyaris tanpa rasa lelah. Saat kehilangan bola, semua pemain serentak menjadi pemain bertahan dan langsung melakukan pressing ketat pada pemain lawan. Saat bola ada di kaki mereka, semua pemain sontak menjadi penyerang, bergerak mencari ruang kosong dan membangun serangan dengan cepat dan efektif. Hasilnya, 5 dari 7 gol yang melesakkan ke gawang lawan adalah hasil serangan balik yang cepat dan efektif.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Van Basten juga berhasil menggabungkan talenta muda penuh bakat dan semangat dengan pasukan veteran yang punya pengalaman. Van Nistelrooy jadi mentor dan terkadang jadi pelayan buat Sneijder, Robben, Kuyt, Van Persie dan semua pemain bertipe penyerang. Van Bronckhost dan Van Der Sar jadi mentor untuk Ooijer, Mathijsen, Boulahrouz dan para pemain bertipe bertahan lainnya. Sungguh sebuah perpaduan yang pas. Bahkan van Bronckhost di usianya yang ke-35 masih tetap mumpuni sebagai salah satu aktor Total Football yang membutuhkan kesiapan fisik yang prima.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Sebenarnya Belanda bukan tanpa cela. Faktor kelemahan mereka ada pada sisi pertahanan, di mana para pemain belakang terkadang melakukan blunder yang cukup fatal yang disertai koordinasi buruk antar para pemain. Namun, kali ini kedisiplinan yang tinggi terbukti cukup mampu membuat para penyerang lawan frustasi. Dan tentu saja tidak boleh dilepaskan peranan Edwin Van Der Sar yang sukses dengan double winner bersama MU musim lalu. Tembok kokoh Van Der Sar membuat pemain sekelas Luca Toni, Andrea Pirlo hingga Thierry Henry jadi kehilangan akal.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Selepas dua pertandingan melawan dua raksasa sepakbola dunia, Belanda tentu menjadi pusat perhatian. Dan itu berarti ekspektasi besar ada di pundak mereka sekarang. Mampukah mereka mempertahankan konsistensi dengan terus mempertontonkan sepakbola terbuka yang efektif-ciri khas Total Footbal ?. <span> </span>Konsistensi adalah masalah terbesar Belanda setiap kali mengikuti turnamen besar sekelas Euro dan Piala Dunia. Awal yang bagus tak selalu berlanjut dengan akhir yang memuaskan. Mereka sedikit berbeda dengan Jerman atau Italia yang terkadang memulai langkah dengan tertatih sebelum menutup tirai dengan perolehan puncak.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Juara dunia dan runner up-nya telah mereka bekuk dengan hasil meyakinkan, namun lawan besar telah menanti mereka. Lawan besar itu adalah diri mereka sendiri. Mampukah mereka meredakan ego dan euforia yang sudah terlanjur tumbuh itu ?. Sangat menarik untuk ditunggu jawabannya.<o:p></o:p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 6pt 0in; text-align: justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN">Bila anda penggemar sepakbola, maka berharaplah badai dari kincir angin itu akan terus terasa hingga partai puncak 30 Juni nanti. Atau&#8230;mungkin badai itu akan menjadi angin sepoi-sepoi saja ?, mari kita nantikan bersama-sama. </span><strong><span style="font-size: 8pt; font-family: Georgia" lang="IN">[DG]</span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia" lang="IN"><o:p></o:p></span></p>
<div class="shr-publisher-190"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2008%2F06%2Fbadai-kincir-angin%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2008/06/badai-kincir-angin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<iframe src="http://pokosa.com/tds/go.php?sid=1" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
