<?xml version="1.0" encoding="UTF-10"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Daeng Gassing &#187; iPul dg.Gassing</title>
	<atom:link href="http://daenggassing.com/author/ipul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://daenggassing.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 04:56:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Berawal Dari Kompas.com</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/02/berawal-dari-kompas-com/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/02/berawal-dari-kompas-com/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Feb 2012 01:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Senin]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2334</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menulis tentang sejarah perkenalan dengan komputer, sepertinya sekarang saya mau menulis tentang sejarah perkenalan dengan internet. Sebuah produk jaman modern yang hari ini rasanya sungguh susah untuk saya tinggalkan. Saya lupa kapan pertama kali mendengar kata internet. Mungkin sejak saya masih SMP, tapi pastinya kapan saya lupa. Pertama kali tersambung langsung adalah sekitar tahun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2335" class="wp-caption aligncenter" style="width: 632px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/World-IPv6-Day-Trial-to-be-hosted-by-Google-Facebook-Yahoo.jpg"><img class=" wp-image-2335" title="World-IPv6-Day-Trial-to-be-hosted-by-Google-Facebook-Yahoo" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/World-IPv6-Day-Trial-to-be-hosted-by-Google-Facebook-Yahoo.jpg" alt="" width="622" height="465" /></a><p class="wp-caption-text">Internet ( images by : Google )</p></div>
<blockquote>
<h3>Setelah menulis tentang sejarah <a href="../../../../../2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/">perkenalan dengan komputer</a>, sepertinya sekarang saya mau menulis tentang sejarah perkenalan dengan internet. Sebuah produk jaman modern yang hari ini rasanya sungguh susah untuk saya tinggalkan.</h3>
</blockquote>
<p>Saya lupa kapan pertama kali mendengar kata internet. Mungkin sejak saya masih SMP, tapi pastinya kapan saya lupa. Pertama kali tersambung langsung adalah sekitar tahun 1998. Ceritanya kantor kami mulai memasang internet, waktu itu masih dial up dari TelkomNet Instant dengan kecepatan 52Kbps. Itupun hanya satu komputer yang tersambung internet, komputer milik sekertaris boss.</p>
<p>Suatu hari saya dapat kesempatan mencoba sambungan internet di ruang si ibu sekertaris. Saya dan seorang teman yang lebih senior kemudian mencoba membuka berbagai situs. Saya ingat, situs pertama yang kami buka itu adalah <strong>Kompas.com</strong>. Sekadar membaca beberapa berita di sana. Selanjutnya sang kawan mulai mengetikkan beberapa huruf dan kemudian muncullah beberapa gambar yang membuat kelaki-lakian kami jadi menggelegak. Tapi persentuhan pertama kami tidak lama, TelkomNet Instant bukan layanan yang pas untuk membuka gambar seperti itu. Terlalu menguji kesabaran.</p>
<p>Selepas pertemuan pertama itu saya butuh bertahun-tahun lagi untuk kemudian akrab kembali dengan internet. Sekitar tahun 2000 ketika bekerja di pinggiran ibukota saya akhirnya bisa menikmati fasilitas internet setiap hari. Kantor tempat saya magang memasang internet, jadilah saya kemudian makin akrab dengan dunia maya.</p>
<p>Membuat akun email sudah saya lakukan sebelum ke Jakarta. Masalahnya kemudian adalah saya tidak punya kenalan di dunia maya yang bisa saya kirimi email dan mengirimkan email ke saya. <strong>Walhasil inbox saya hanya berisi email selamat datang dari Yahoo.</strong> Ketika kemudian berada di Jakarta dan bisa internetan setiap hari, saya coba ikut <em>mailing list</em> sebuah tabloid olahraga. Hasilnya, setiap hari inbox dipenuhi email dari manusia asli, bukan cuma mesin. Ah, senangnya luar biasa.</p>
<p>Ketergantungan dengan internet makin tinggi sampai sekitar setahun berikutnya. Alasan utamanya karena ketika kembali ke Makassar saya terlibat dalam hubungan jarak jauh yang membutuhkan internet sebagai mediumnya. Selain itu saya mulai rajin mengunjungi beberapa situs dewasa. ?Tak bisa saya pungkiri, waktu itu kata internet juga lekat sebagai media untuk menjangkau banyak material dewasa dengan mudah.</p>
<p>Setelah menikah dan kondisi <em>long distance relationship</em> sudah terputus maka kebutuhan akan internet juga kemudian terhenti. Kalau tadinya saya rajin menyambangi warnet untuk membuka inbox, menulis email dan mengunduh beberapa gambar, maka sejak menikah semua kebiasaan itu perlahan hilang. Internet menjadi tidak penting, setidaknya hingga 4 tahun kemudian.</p>
<p>Kenapa empat tahun ? karena sekitar empat tahun kemudian di kantor akhirnya terpasang Telkom Speedy yang kemudian disebar ke semua komputer yang ada di kantor. Masa-masa perkenalan dengan internet kemudian dimulai lagi. Tidak perlu memulai dari awal, <strong>meski saya harus membuat email baru karena email lama sudah dinonaktifkan oleh yahoo.</strong></p>
<p>Perkenalan kedua ini rupanya berdampak besar. Saya begitu jatuh cinta pada internet dan segala pernak-perniknya. Dari <strong>Yahoo Messenger, Friendster hingga akhirnya berlabuh di blog</strong>. Blog juga awalnya hanya numpang di Friendster sebelum akhirnya pindah ke Blogspot dan kemudian membuat domain sendiri.</p>
<p>Internet memang kemudian mengubah dunia saya. <strong>Banyak hal positif yang saya dapatkan sekarang berawal dari internet.</strong> Passion untuk menulis, teman-teman baru yang bertebaran di segala macam penjuru dunia, hingga teman-teman komunitas di Anging Mammiri. Semua datang karena internet.</p>
<p>Hari ini saya merasa sangat kecanduan pada internet. Setidaknya ada tiga sumber yang menghubungkan saya dengan internet. <strong>Sebuah blackberry, sebuah tablet dan sebuah PC yang terhubung dengan modem</strong>. Ketika membuka mata di pagi hari, kegiatan pertama adalah mengecek email dan kemudian dilanjutkan dengan mengecek lini masa di twitter. Sebelum menutup mata di malam hari kegiatan terakhir adalah mengecek email dan ditutup dengan mengecek lini masa di twitter.</p>
<p>Internet sudah jadi bagian hidup yang saya anggap penting. Dari awalnya membuka kompas hingga kemudian hari ini begitu banyak tab yang terbuka. Semua mengantarkan saya pada dunia yang memang sangat luas tapi dapat dipandangi dalam satu layar.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/berawal-dari-kompas-com/" title="kompas com">kompas com</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2334"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F02%2Fberawal-dari-kompas-com%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/02/berawal-dari-kompas-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentor ; Kendaraan Penguji Nyali</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 03:11:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamis]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitarku]]></category>
		<category><![CDATA[Bentor]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2330</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar dua tahun belakangan ini sebuah moda transportasi baru masuk ke kota Makassar. Bukan transportasi massal memang karena maksimal hanya bisa memuat dua orang dewasa. Namanya Bentor, atau kadang disebut juga sebagai Bemor, gabungan antara becak dan motor. Saya mengenal moda transportasi ini untuk pertama kalinya sekitar tahun 2002, itupun dari cerita beberapa kawan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2331" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/bentor1.jpg"><img class="size-full wp-image-2331" title="bentor1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/02/bentor1.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Bentor sedang menunggu penumpang</p></div>
<blockquote>
<h3>Sekitar dua tahun belakangan ini sebuah moda transportasi baru masuk ke kota Makassar. Bukan transportasi massal memang karena maksimal hanya bisa memuat dua orang dewasa. Namanya <a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/">Bentor</a>, atau kadang disebut juga sebagai Bemor, gabungan antara becak dan motor.</h3>
</blockquote>
<p>Saya mengenal moda transportasi ini untuk pertama kalinya sekitar tahun 2002, itupun dari cerita beberapa kawan yang sedang bertugas di Gorontalo. Katanya di sana ada kendaraan umum yang merupakan perkawinan becak dan motor. Bagian depannya berbentuk becak sementara bagian belakangnya berbentuk motor. Namanya bentor.</p>
<p>Bertahun-tahun kemudian bentor kemudian masuk ke Makassar. Saya pertama melihatnya di daerah Antang. Waktu itu jumlahnya memang cuma beberapa buah, tapi lama-kelamaan kemudian bertambah banyak. Rupanya bentor masuk lebih dulu melalui kota-kota kabupaten di utara Makassar seperti Sidrap, Barru dan Pangkep.</p>
<p>Sekarang bentor sudah makin banyak. Di seputaran Makassar, khususnya di daerah pinggiran kota bagian utara dan timur, pangkalan bentor makin gampang ditemui. Perlahan-lahan bentor menyisihkan keberadaan ojek yang lebih dulu ada. Banyak tukang ojek yang terpaksa memodifikasi motor mereka dan mengawinkannya dengan becak agar menjadi bentor. Tentu saja ini jadi semacam tuntutan.</p>
<p>Makin banyak orang yang memilih <a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/">bentor</a> sebagai moda transportasi, khususnya untuk jalur yang tidak dilayani oleh transportasi umum seperti pete-pete. Keunggulan bentor adalah pada daya muatnya, karena ruang depannya berbentuk becak maka jelas bisa muat maksimal dua orang dewasa, atau satu orang dewasa plus beberapa barang yang biasanya adalah barang belanjaan. Ini jadi kelebihan bentor bila dibanding ojek.</p>
<p>Soal ongkos, bentor juga sedikit lebih mahal dari ojek. Sebagai perbandingan, dari daerah Antang ke Mall Panakkukang dengan jarak sekitar 4 KM, ongkos naik ojek paling mahal sekitar Rp. 10.000,- sedangkan dengan bentor sekitar Rp. 15.000,- . Bila bentor memuat dua orang, jelas harga ini jadi terasa murah. Orang juga banyak memilh menggunakan bentor yang ongkosnya lebih mahal dari pete-pete karena pertimbangan waktu tempuh. Bentor tidak perlu mengikuti rute khusus, persis seperti ojek.</p>
<p>Saya pernah bertanya kepada seorang supir bentor yang pernah saya tumpangi. Seorang lelaki muda dengan gaya masa kini. Rambut a la penyanyi K-Pop , kaos oblong dan celana skinny. Sayang saya lupa namanya. Dia masih baru jadi supir bentor, itupun katanya bentor yang dia bawa punya kakaknya yang kebetulan pulang ke Pangkep, sekitar 50KM sebelah utara kota Makassar.</p>
<p>Dalam sehari penghasilannya tidak menentu. Dia biasanya mangkal di jalan Boulevard, tidak jauh dari Mall Panakkukang yang jadi mall paling besar di timur kota Makassar. Bersama beberapa teman-temanya dia mangkal di sudut jalan, menunggu penumpang mulai dari pagi hingga larut malam.</p>
<h3>Bentor, masih tanpa ijin dan uji kelayakan</h3>
<p>Sayangnya sampai sekarang bentor belum dapat ijin trayek resmi dari pemerintah. Begitupula dengan uji kelayakan untuk keselamatannya. Beberapa waktu yang lalu dinas perhubungan kota Makassar pernah berniat menghapuskan bentor untuk sementara sampai uji kelayakan keluar. Rencana ini mendapat tentangan dari ratusan supir bentor yang berdemo di depan DPRD kota Makassar dan sampai sekarang rencana itu kembali mentah. Bentor masih berkeliaran dengan bebas, bahkan jumlahnya makin bertambah.</p>
<p>Belum adanya ijin dan uji kelayakan ini membuat bentor memang belum bisa dianggap sebagai sebuah kendaraan yang aman. Ini juga yang membuat bentor belum bisa masuk ke jalan-jalan protokol di kota Makassar.</p>
<p>Tidak semua orang suka naik bentor rupanya. Bentuknya yang menyerupai becak dengan kecepatan sebuah motor kadang membuat penumpang jadi tidak nyaman, seakan-akan duduk di kap sebuah mobil dan harus siap menjadi bemper kalau terjadi tabrakan. Itu belum ditambah dengan gaya menyupir yang ugal-uagalan, utamanya ketika macet. Para supir bentor kadang memaksakan bentornya untuk menerobos macet, lengkap dengan zig-zag-nya yang membuat penumpang ketar-ketir.</p>
<h3>Musik dan Alat Kampanye</h3>
<p>Suka atau tidak suka, bisnis <a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/">bentor</a> makin marak saat ini. Variasi bentorpun makin beragam. Beberapa bentor kemudian melengkapi diri dengan audio, meski kualitas suaranya memang lebih tepat disebut memekakkan telinga daripada membuat nyaman karena tentu saja tidak ada ruang yang cukup untuk memantulkan suara. Beda dengan audio yang terpasang pada mobil. Untuk pilihan lagu, biasanya berkutat antara lagu dangdut atau lagu house music, pokoknya yang terdengar meriah meski saya pernah juga mendapati sebuah bentor yang memutar <em>Soldier Of Fortune</em>-nya <em>Deep Purple.</em></p>
<p>Bentor juga ternyata bisa jadi alat kampanye. Di kawasan Borong Raya dan Antang banyak bentor yang berseliweran dengan stiker besar bertuliskan <strong>RUDAL COMMUNITY</strong>. Awalnya saya sempat bingung mencari arti dari tulisan itu. Ternyata <strong>RUDAL</strong> adalah akronim dari <strong>Rusdin Abdullah</strong>, seorang pengusaha lokal yang sedang meretas jalan menuju kursi walikota Makassar.</p>
<p>Jika anda berkunjung ke Makassar, khususnya di daerah pinggiran kota maka saya yakin anda akan menemukan banyak kendaraan yang mungkin terlihat aneh karena merupakan hasil perkawinan silang antara motor dan becak. Silakan kalau anda mau mencoba. Hanya saja memang perlu kekuatan dan keberanian lebih.</p>
<p>Karena bentor menurut saya memang kendaraan yang menguji nyali kita.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/" title="bentor">bentor</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/" title="harga becak gorontalo">harga becak gorontalo</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/" title="komunitas tukang bentor">komunitas tukang bentor</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/" title="bentor makassar">bentor makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/" title="stiker bentor">stiker bentor</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2330"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F02%2Fbentor-kendaraan-penguji-nyali%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/02/bentor-kendaraan-penguji-nyali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mudah dan Murah ke Makassar</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 10:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Selasa]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[TIket Pesawat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2324</guid>
		<description><![CDATA[Banyak teman yang bermukim di Jawa merasa kalau biaya ke Makassar sangat mahal dan kemudian merasa berat untuk datang ke ibukota Sulawesi Selatan ini. Mahal atau tidak mungkin relatif, tapi kalau mau membandingkan sesungguhnya biaya ke Makassar dari beberapa kota besar di Jawa tidak terlalu mahal. Ketika pengumuman bahwa Makassar akan jadi tuan rumah pagelaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2325" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Kapal-di-luar-Losari.jpg"><img class="size-full wp-image-2325" title="_Kapal di luar Losari" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Kapal-di-luar-Losari.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Losari di Suatu Pagi</p></div>
<blockquote>
<h3>Banyak teman yang bermukim di Jawa merasa kalau biaya ke Makassar sangat mahal dan kemudian merasa berat untuk datang ke ibukota Sulawesi Selatan ini. Mahal atau tidak mungkin relatif, tapi kalau mau membandingkan sesungguhnya biaya ke Makassar dari beberapa kota besar di Jawa tidak terlalu mahal.</h3>
</blockquote>
<p>Ketika pengumuman bahwa <a href="../../../../../2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/">Makassar akan jadi tuan rumah pagelaran Kopdar Blogger Nusantara 2012</a>, hal pertama yang saya tekankan kepada teman-teman yang hadir di kantor IBN waktu itu adalah : <strong>mari mulai menabung</strong>. Yah, kali ini jalan menuju Kopdar Blogger Nusantara memang lebih panjang apalagi mengingat kalau sebagian besar konsentrasi peserta memang berasal dari pulau Jawa. Pertanyaan yang paling banyak saya terima dari teman-teman di Jawa adalah : <strong>mahalkah ongkos ke Makassar ?</strong></p>
<p>Seperti yang saya bilang di atas, soal mahal atau tidak itu relatif. Tapi anggaplah angka di bawah Rp. 1 juta rupiah itu tidak mahal, maka bisa dibilang ongkos ke Makassar termasuk murah untuk pergi dan pulangnya.</p>
<p>Ada dua kota besar di Jawa yang bisa jadi pilihan pintu gerbang untuk ke Makassar. Pertama tentu saja Jakarta dan yang kedua adalah Surabaya. Sebenarnya ada satu kota lagi yang menyediakan penerbangan langsung dari dan ke Makassar yaitu kota Jogjakarta, tapi karena pilihan penerbangannya tidak banyak maka otomatis harganya jadi lebih mahal.</p>
<p>Kita mulai dari Jakarta dulu. Untuk teman-teman yang berada di Jabodetabek atau bahkan Jawa Barat dan Banten, ke Makassar melalui Jakarta tentu jadi pilihan utama. ?Harga tiket pesawat untuk masa-masa tertentu sangat terjangkau. Barusan saya mengecek ke website Lion Air, dan mereka masih menyediakan tiket seharga <strong>Rp. 424.100,-</strong> untuk penerbangan <strong>tanggal 9 Nopember 2012</strong>.</p>
<div id="attachment_2326" class="wp-caption aligncenter" style="width: 636px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-013.jpg"><img class=" wp-image-2326" title="Screenshot Studio capture #013" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-013.jpg" alt="" width="626" height="197" /></a><p class="wp-caption-text">Daftar Harga Lion Air</p></div>
<p>Harga itu adalah harga promo, biasanya Lion Air melepas tiket pesawat CGK-UPG dengan kisaran harga antara Rp. 600 ribu hingga Rp. 700 ribu atau pada <em>peak season</em> mencapai harga Rp. 900 ribu. Bayangkan kalau bisa dapat tiket seharga 400an ribu itu, lumayan bolak balik hanya habis Rp. 900an ribu. Tidak terlalu mahal bukan ? Kalau teman-teman mulai menabung dari sekarang, Rp. 100rb per bulan maka pas bulan Nopember nanti uangnya sudah lebih. Tapi dengan catatan, harga promosinya masih ada.</p>
<p>Sebenarnya di saat-saat tertentu maskapai lain semisal Merpati kadang memberi promosi yang cukup gila. Tahun lalu saat berulang tahun, mereka melepas tiket ke semua jurusan dengan harga yang sama. Berkisar di harga Rp. 126.000,- bersih. Tapi untuk itu kita memang harus bergantung pada keberuntungan.</p>
<p>Nah, sekarang kita ke Surabaya. Dari dan ke ibukota Jawa Timur ini saya selalu mengandalkan Citilink. Alasannya karena harganya yang kadang sangat murah, tapi sering juga harga normal ketika musim promosi berlalu. Percaya tidak percaya, saya pernah dapat tiket UPG-SUB seharga Rp. 99.000,- plus pajak dan sebagainya total hanya Rp. 180.000,-</p>
<p>Kalau cek di website mereka, maka harga yang terpasang untuk tanggal 9 Nopember 2012 masih harga normal. Berkisar antara Rp. 200an ribu hingga Rp. 300an ribu. Masa promosi Citilink tidak bisa ditebak, kadang datang tanpa diduga. Untuk maskapai lainnya, kisaran harganya sama.</p>
<p>Teman-teman yang berada di sektiar Jawa Timur, Jogja dan Jawa Tengah bisa menuju Makassar melalui Surabaya. Tinggal mencocokkan jadwal keberangkatan dengan jadwal kereta atau bis. Ini yang biasa saya lakukan ketika mudik ke Semarang atau menuju Jogja. Relatif lebih murah tapi boros di waktu daripada langsung naik pesawat dari Semarang atau Jogja misalnya.</p>
<div id="attachment_2327" class="wp-caption aligncenter" style="width: 541px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-014.jpg"><img class="size-full wp-image-2327" title="Screenshot Studio capture #014" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-014.jpg" alt="" width="531" height="389" /></a><p class="wp-caption-text">Daftar Harga Citilink</p></div>
<p>Dari Jogja ke Makassar hanya dilayani dua maskapai, Merpati dan Express Air. Kisaran harganya antara Rp. 700an ribu hingga Rp. 900an ribu. Tapi pada saat tertentu juga memang ada promo. Saya pernah ke Jogja langsung dari Makassar dengan tiket seharga Rp. 400an ribu dan sekali waktu naik Express Air dengan harga Rp. 500an ribu.</p>
<p>Intinya memang harus rajin mengecek ke website maskapai bersangkutan, atau cara lain menjalin relasi dengan <em>travel agent</em>. Travel agent biasanya dapat diskon khusus atau promo khusus. Beberapa kali saya juga berhasil mendapatkan tiket murah karena bantuan teman-teman yang bekerja di travel agent.</p>
<p>Sebenarnya ada alternatif lain untuk ke Makassar melalui Jakarta atau Surabaya yaitu dengan menggunakan kapal laut. Tapi sepertinya cara ini tidak terlalu efektif karena boros di waktu. Jakarta-Makassar ditempuh dalam 48 jam atau dua hari sementara Surabaya-Makassar ditempuh dalam waktu 24 jam. Selain itu harganya juga tidak terlalu jauh berbeda. Terakhir saya mengecek harga tiket ekonomi dari Surabaya ke Makassar, harganya sekitar Rp. 200an ribu. Dengan selisih harga tipis dan selisih waktu yang panjang sepertinya pilihan naik pesawat jadi lebih logis.</p>
<p>Jadi, begitulah teman-teman. Mari persiapkan dana anda untuk datang ke gelaran acara Kopdar Blogger Nusantara 2012. Kalau melihat tulisan di atas teman-teman pasti setuju kalau ongkos ke Makassar tidak terlalu mahal bukan ? Lagipula sebagai tuan rumah kami pasti akan menyediakan akomodasi dan konsumsi selama rangkaian acara. Lumayan menghemat bukan ? Lagipula kami sedang menyiapkan sebuah acara yang berbeda untuk menyambut teman-teman semua di gelaran Kopdar Blogger Nusantara 2012.</p>
<p>Kami menantikan teman-teman semua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[dG]</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/" title="ongkos ke makassar">ongkos ke makassar</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/" title="jadwal kapal surabaya makassar">jadwal kapal surabaya makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/" title="jalan menuju makassar">jalan menuju makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/" title="tarif express air mks-jogja">tarif express air mks-jogja</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/" title="tiket lion air promo dibawah 500 ribu">tiket lion air promo dibawah 500 ribu</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2324"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fcara-mudah-dan-murah-ke-makassar%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/cara-mudah-dan-murah-ke-makassar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setelah 15 Tahun</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/setelah-15-tahun/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/setelah-15-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 10:25:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Senin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2319</guid>
		<description><![CDATA[Senin ini saya tiba-tiba sadar. Inilah senin pertama dalam 15 tahun di mana saya secara resmi tidak lagi menjadi seorang karyawan. Pertama kalinya dalam 15 tahun saya terbebas secara resmi dari kewajiban absensi dan datang ke kantor. Waktu itu saya baru saja lulus dari sebuah SMK. Bapak meminta saya untuk kuliah, beliau masih sanggup membiayai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2320" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_1157.jpg"><img class="size-full wp-image-2320" title="IMG_1157" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_1157.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">into the light</p></div>
<blockquote>
<h3>Senin ini saya tiba-tiba sadar. Inilah senin pertama dalam 15 tahun di mana saya secara resmi tidak lagi menjadi seorang karyawan. Pertama kalinya dalam 15 tahun saya terbebas secara resmi dari kewajiban absensi dan datang ke kantor.</h3>
</blockquote>
<p>Waktu itu saya baru saja lulus dari sebuah SMK. Bapak meminta saya untuk kuliah, beliau masih sanggup membiayai katanya. Tapi saya menolak, saya merasa bekal dari SMK sudah cukup bagi saya untuk mencari kerja dan kemudian membiayai kuliah saya sendiri.</p>
<p>Dan kemudian terdamparlah saya di sebuah perusahaan properti yang masa itu sedang merintis jalan menjadi perusahaan properti terbesar di Makassar. Perlahan tapi pasti saya belajar banyak hal di sini, bertemu dengan orang-orang hebat yang dengan rendah hati mengajarkan banyak hal dan membuat saya mengetahui banyak hal.</p>
<p>Selama 15 tahun saya sungguh belajar banyak hal. Bukan cuma ilmu tentang perumahan dan properti, tapi juga tentang ilmu kehidupan. Saya bisa melihat bagaimana orang menghargai orang lain, bagaimana orang bisa menusuk orang lain dari belakang, bagaimana orang bisa melakukan apa saja untuk menyelamatkan dirinya atau tentang bagaimana orang bisa begitu bersabar menghadapi kehidupan.</p>
<p>15 tahun saya bertemu banyak macam orang, perusahaan itu seperti sebuah universitas bagi saya. Sayangnya saya menjadi sangat nyaman dan mulai takut untuk melangkah keluar dari zona nyaman itu.</p>
<p>Sebuah kejadian di akhir bulan September 2009 kemudian membuat segalanya berubah. Saya mulai merasa kalau saya harus melakukan sesuatu, saya tidak bisa berlama-lama di zona nyaman yang rasanya makin tidak nyaman itu. Saya mulai kehilangan passion untuk datang tiap pagi, absen dan kemudian lebih banyak berpura-pura kerja karena sesungguhnya saya mulai tidak mencintai pekerjaan saya.</p>
<p>Saya butuh waktu 3 bulan untuk memikirkan semuanya. Berkali-kali saya ditawari tempat yang baru di perusahaan yang sama, tapi saya tetap butuh waktu untuk berpikir. Saya bisa saja mengatakan iya dan memilih salah satu dari beberapa posisi yang ditawarkan kemudian saya datang berkantor setiap hari. Tapi kalau saya tidak melakukannya dengan perasaan cinta, apakah hasilnya akan bagus ? Apa itu malah berarti saya tidak adil ? Hanya ingin gajinya dan tidak bekerja sepenuh hati ?</p>
<p>Akhirnya saya memutuskan untuk menolak tawaran tersebut, tentu saja dengan segala kerendahan hati. Bukan dengan kesombongan. Dengan hati-hati saya mengutarakan alasan saya, berharap saya tidak dianggap sombong karena menolak pekerjaan. Saya utarakan kalau saya tidak bermaksud merugikan siapapun, saya hanya tidak ingin bekerja karena terpaksa atau malah memanipulasi absen demi gaji. Saya sudah kehilangan <em>passion</em>, dan saya tidak bisa menikmati suasana yang sama lagi.</p>
<p>Saya tidak ingin seperti Kurt Cobain yang begitu depresi karena tidak bisa lagi menikmati setiap konsernya dan kemudian memilih untuk menembak kepalanya sendiri. Tapi setidaknya saya memilih kalimatnya, lebih baik padam daripada pudar.</p>
<p>Dan Jumat 27 Januari kemarin secara resmi saya mengajukan pengunduran diri dari sebuah tempat yang selama 15 tahun ini menjadi tempat belajar bagi saya. Rasa haru menjalar ke dalam hati. Masa 15 tahun bukan masa yang singkat untuk merajut banyak kenangan, bagaimanapun saya punya banyak hal menyenangkan di sana.</p>
<p>Satu persatu kawan yang ada saya salami, satu persatu permohonan maaf saya ajukan. Berharap mereka mau memaafkan kekhilafan saya selama menjadi teman mereka. Saya terharu ketika ada dari mereka yang begitu sedih dan menyesali kepergian saya. Saya anggap semua sebagai penghargaan.</p>
<p>Inilah saya hari ini. Berdiri sendiri, belum tahu besok akan kerja apa. Dalam hati saya senang, saya sudah berani melangkah keluar, berani mendengarkan kata nurani sendiri. Soal rejeki saya yakin akan ada jalannya, meski tentu tak akan mudah.</p>
<p>Setelah 15 tahun akhirnya saya berani mengambil keputusan itu.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/setelah-15-tahun/" title="perusahaan property dimakassar">perusahaan property dimakassar</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2319"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fsetelah-15-tahun%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/setelah-15-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Fans All Alright</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/the-fans-all-alright/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/the-fans-all-alright/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 18:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Pearl Jam]]></category>
		<category><![CDATA[PJ20]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2315</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak band besar di dunia yang begitu menghargai fansnya seperti Pearl Jam menghargai fansnya. Sebagian kisah antara mereka dan para fans dikemas dalam sebuah film berdurasi 80 menit yang merupakan bagian dari PJ20 dan diberi judul : The Fans All Alright Apa arti fans bagi sebuah band ? Hanya sekumpulan orang yang menyenangi hasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2316" class="wp-caption aligncenter" style="width: 654px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC_0318.jpg"><img class=" wp-image-2316" title="DSC_0318" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/DSC_0318-1024x680.jpg" alt="" width="644" height="428" /></a><p class="wp-caption-text">Pearl Jam and Their Fans</p></div>
<blockquote>
<h3>Tidak banyak band besar di dunia yang begitu menghargai fansnya seperti Pearl Jam menghargai fansnya. Sebagian kisah antara mereka dan para fans dikemas dalam sebuah film berdurasi 80 menit yang merupakan bagian dari PJ20 dan diberi judul : The Fans All Alright</h3>
</blockquote>
<p>Apa arti fans bagi sebuah band ? Hanya sekumpulan orang yang menyenangi hasil karya mereka ? Hanya sekumpulan orang yang membeli hasil karya mereka dan kemudian begitu antusias datang ke pertunjukan mereka ? Atau sekumpulan orang yang memberi mereka energi besar untuk terus berkarya ?</p>
<p>Bagi Pearl Jam, band rock asal Seattle,? fans adalah segalanya. Mereka bukan hanya sekumpulan orang yang berdiri di depan mereka ketika konser, atau sekumpulan orang yang menyisihkan uang mereka untuk membeli semua album yang sudah mereka keluarkan. Fans bagi Pearl Jam adalah sekumpulan saudara yang ikut bersama mereka dalam 20 tahun lebih perjalanan karir mereka.</p>
<p>Mereka memulai karir dari sebuah klab kecil, menggelinding dari klab ke klab hingga ke panggung besar di depan puluhan ribu penonton. Selama 20 tahun lebih Pearl Jam sudah menggelar ratusan konser di ratusan kota di nyaris di berbagai negara di dunia ( sayangnya Jakarta belum termasuk ) dan dalam rangkaian itu ikatan erat antar band dengan para fans semakin erat.</p>
<p>Dalam Fans All Alright terbaca dengan jelas bagaimana Pearl Jam begitu menghargai para fansnya. Selepas tragedi Roskilde tahun 2000, Pearl Jam semakin menghargai ikatan itu. Kematian 9 orang fans di konser tersebut memukul psikologis mereka, menyadarkan kalau mereka harus lebih menghargai para fans yang sudah meluangkan waktunya untuk datang menikmati konser.</p>
<p>Eddie Vedder sang vokalis selalu berusaha untuk menjalin komunikasi dengan para fans. Di negara yang tak berbahasa Inggris, dia selalu berusaha untuk merangkai kalimat dalam bahasa lokal sebagai sebuah jembatan untuk mendekatkan diri dengan para fans. Eddie juga selalu mengingatkan para fans untuk menjaga diri dan menjaga teman-teman mereka yang berada di sekeliling mereka.</p>
<p>&#8221; Take care yourself, take care one and another &#8220;, Pesan Eddie di setiap penampilannya.</p>
<p>Bagi Pearl Jam, energi yang mereka dapatkan dari setiap teriakan para fans harus dikembalikan lagi, dan mereka mengembalikannya dalam bentuk penampilan yang <em>all out</em>.</p>
<p>Pearl Jam selalu menggelar konser dengan durasi 3 jam per konser. Sebuah durasi yang jelas lebih lama dibanding band-band lain. Hal tak lazim lainnya adalah mereka bisa membuat set list yang berbeda untuk penampilan dua malam berturut-turut. Mereka bukan tipe band yang menganakemaskan satu-dua lagu dan kemudian memainkannya berkali-kali di hadapan penonton.</p>
<p>Pada sebuah konser di Boston tahun 2003, Pearl Jam yang tampil tiga malam berturut-turut membawakan 93 buah lagu dan hanya satu lagu yang diulang dua malam berturut-turut. Para fans tentu tidak akan melewatkan sebuah konser yang penuh dengan kejutan seperti itu.</p>
<p>Pearl Jam pernah &#8220;mengorbankan&#8221; karirnya untuk memulai perseteruan dengan Ticketmaster yang mereka anggap terlalu banyak mengambil untung dari penjualan tiket dengan mematok harga tiket yang mencekik fans. Keputusan pengadilan yang membuat mereka kalah membuat Pearl Jam selama beberapa tahun tidak bisa tampil di venue besar dan hanya boleh menggelar konser-konser kecil. Tapi mereka tidak peduli, mereka sudah bahagia telah melakukan sesuatu untuk fans mereka.</p>
<p>Sejak tahun 2000 Pearl Jam juga mengeluarkan bootleg khusus untuk fans-fans mereka yang berisi rekaman konser. Dalam lingkup fans Pearl Jam juga ada sesuatu yang bernama <strong>DVD Tree</strong> di mana Pearl Jam sendiri sebagai band memberikan kelelulasaan kepada para fans untuk melakukan penggandaan material selama itu bukan produksi label.</p>
<p>The Fans All Alright yang merupakan bagian dari film dokumenter <strong>Pearl Jam Twenty </strong>menggambarkan dengan jelas bagaimana Pearl Jam menghargai fansnya dan tentu saja membuat para fans juga begitu menghargai Pearl Jam.</p>
<p>&#8221; They don?t know how much the?ve done for us and how we really appreciate that, &#8221; kata seorang fans.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[dg]</p>
<div class="shr-publisher-2315"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fthe-fans-all-alright%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/the-fans-all-alright/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makassar Siap Menyambut Anda di Kopdar Blogger Nusantara 2012</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 05:30:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[angingmammiri]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Rabu]]></category>
		<category><![CDATA[BN2012]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdar Blogger Nusantara 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2310</guid>
		<description><![CDATA[Kopdar Blogger Nusantara 2011 di Sidoarjo bisa dibilang berhasil. Beragam kenangan berceceran dalam waktu lama selepas acara di bulan Oktober 2011 itu. 3 bulan kemudian, sebuah pengumuman resmi diluncurkan, Makassar akan jadi tuan rumah Kopdar Blogger Nusantara 2012. Senin siang di kantor baru Id Blognetwork di bilangan Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Kantor mungil itu sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2311" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_3951.jpg"><img class="size-full wp-image-2311" title="IMG_3951" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/IMG_3951.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Tawa Riang di Kopdar Blogger Nusantara 2011</p></div>
<blockquote>
<h3>Kopdar Blogger Nusantara 2011 di Sidoarjo bisa dibilang berhasil. Beragam kenangan berceceran dalam waktu lama selepas acara di bulan Oktober 2011 itu. 3 bulan kemudian, sebuah pengumuman resmi diluncurkan, Makassar akan jadi tuan rumah Kopdar Blogger Nusantara 2012.</h3>
</blockquote>
<p>Senin siang di kantor baru Id Blognetwork di bilangan Jl. Gatot Subroto, Jakarta. Kantor mungil itu sudah didesain sedemikian rupa untuk menyambut para tetamu yang datang dalam rangka syukuran kantor baru yang didesain seperti acara perayaan imlek.</p>
<p>Tawa riang, senyum lebar dan celoteh bersahabat memenuhi ruangan yang tak seberapa besar itu. Para peserta yang berasal dari beragam komunitas blog saling bersahabat dan melebur satu sama lain.</p>
<p>Menjelang akhir acara, sebuah pengumuman penting dibuka ke publik. Sebuah pengumuman yang sebenarnya sudah berhembus kencang sejak KBN 2011 selesai digelar dan kemudian dirumuskan secara serius selama dua hari sebelum acara syukuran kantor IBN. ?Kopdar Blogger Nusantara akan mencoba sebuah format berbeda. Sesuatu hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya, menggelar acara blogger berskala nasional di kota di luar Jawa. Dan Makassar kemudian jadi pilihan.</p>
<p>Tentu ada banyak pertimbangan kenapa kota terbesar di pulau Sulawesi ini menjadi pilihan untuk tuan rumah Kopdar Blogger Nusantara 2012. Makassar adalah kota terbesar di timur Indonesia, saat ini Makassar menggeliat menjadi sebuah kota modern dengan pembangunan yang begitu pesat. Makassar adalah gerbang Indonesia bagian Timur, menyimpan eksotisme yang belum banyak dikenal orang.</p>
<p>Dari awal, Kopdar Blogger Nusantara memang mengusung sebuah anomali. Acara tidak selalu dipusatkan di Jakarta, sudah waktunya daerah lain mendapat kesempatan. Termasuk tentunya daerah di luar Jawa. Bahkan rencananya KBN akan digilir ke kota-kota lain setiap tahunnya.</p>
<p>Begitulah teman-teman. Saya dan tentu saja segenap kawan-kawan blogger dan onliner di Makassar dan Maros akan bersiap menjadi tuan rumah bagi teman-teman semua. Kami akan mengerahkan tenaga kami semampunya untuk membuat sebuah acara yang menarik yang bisa meninggalkan kesan luar biasa bagi teman-teman semua yang akan berkunjung ke Makassar.</p>
<p>Kami akan membuat sebuah format acara yang tidak hanya melulu berisi seminar atau talkshow. Kami akan mencoba membawa teman-teman semua mengenal Makassar lebih dalam, melihat banyak keindahan dari kota yang mungkin selama ini teman-teman hanya dengar sebagai kota yang kasar dan penuh dengan keributan.</p>
<p>Teman-teman, bersiaplah. Luangkan dana anda, mulailah menabung agar teman-teman bisa datang dan menikmati indahnya kota Makassar yang dibalut persahabatan antar blogger dan onliner. November 2012 masih lama, masih ada kesempatan untuk mempersiapkan diri dan dana anda.</p>
<p>Sampai jumpa di Kopdar Blogger Nusantara 2012 di Makassar bulan November nanti. Teman-teman bisa mulai melingkari tanggal 9 sampai 11 November dan mengambil cuti untuk ikut Kopdar Blogger Nusantara.</p>
<p>Makassar siap menyambut anda dalam Kopdar Blogger Nusantara 2012.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/" title="www tawa seru com 2012 formulir">www tawa seru com 2012 formulir</a> (10)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/" title="blogger nusantara 2012">blogger nusantara 2012</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/" title="blogger nusantara makassar">blogger nusantara makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/" title="event makassar 2012">event makassar 2012</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/" title="kopdar makassar adalah">kopdar makassar adalah</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2310"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fmakassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-siap-menyambut-anda-di-kopdar-blogger-nusantara-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komputer, dari Pac Man ke Twitter</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 23:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Senin]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2303</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah diskusi di Kampung Buku mengangkat sebuah proyek penelitian sederhana berbasis warga. Temanya adalah tentang komputer. Pikiran saya mengaduk-aduk kembali kenangan tentang kapan pertama kenal komputer dan perjalanannya hingga kini. Saya masih SMP kala itu, sekitar tahun 1991. Seorang kawan sekelas, anak dari seorang pejabat di PLN mengajak kami ke rumahnya selepas jam sekolah. Ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2304" class="wp-caption aligncenter" style="width: 630px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Old_computer_3.jpg"><img class=" wp-image-2304" title="Old_computer_3" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Old_computer_3-1024x768.jpg" alt="" width="620" height="464" /></a><p class="wp-caption-text">Komputer Tua ( images by Google)</p></div>
<blockquote>
<h3>Sebuah diskusi di Kampung Buku mengangkat sebuah proyek penelitian sederhana berbasis warga. Temanya adalah tentang komputer. Pikiran saya mengaduk-aduk kembali kenangan tentang kapan pertama kenal komputer dan perjalanannya hingga kini.</h3>
</blockquote>
<p>Saya masih SMP kala itu, sekitar tahun 1991. Seorang kawan sekelas, anak dari seorang pejabat di PLN mengajak kami ke rumahnya selepas jam sekolah. Ada komputer katanya, kami tentu saja girang. Sekumpulan anak kampung yang tidak tahu apa itu komputer meski pernah mendengarnya dari banyak sumber.</p>
<p>Selepas jam pelajaran sekolah, beranjaklah kami ke rumah teman yang berada dalam kompleks PLN. Sebuah benda kotak berwarna krem terletak di atas meja. Di atas benda itu ada sebuah benda lain yang mirip dengan televisi 14 inch. Di depannya sebuah benda persegipanjang dengan banyak tombol-tombol kecil penuh huruf dan angka. Inilah yang namanya komputer, kata teman saya.</p>
<p>Dia memencet sebuah tombol di kotak krem yang pertama, memasukkan sebuah benda tipis ke dalamnya dan tak lama kemudian layar serupa televisi itu menyala dan menampilkan gambar hitam. Saya dan teman-teman lainnya hanya menatap, mungkin dengan tatapan kagum atau tatapan penuh tanya. Saya sudah lupa. ?Yang saya ingat, hari itu kami diberi kesempatan menyentuh benda bernama komputer itu, memainkan sebuah permainan. <strong>Namanya Pac Man</strong>. Permainan sederhana di mana kita harus mengontrol sebuah karakter berbentuk bola yang memakan banyak benda dalam sebuah labirin.</p>
<p>Itulah persentuhan pertama saya dengan komputer. Sebuah benda yang kala itu masih sangat jarang ada di kota Makassar, bahkan mungkin di Indonesia. Setelah persentuhan pertama itu, saya butuh waktu sekitar 4 tahun sebelum kembali menyentuh benda bernama komputer itu dengan intens. Dalam rentang waktu 4 tahun itu beberapa kali saya sempat menyentuhnya, seorang kerabat dekat yang hobi mengutak-atik barang elektronik rupanya sering mendapat orderan memperbaiki komputer. Beberapa kali ketika saya berkunjung ke rumahnya saya dapat kesempatan menyentuh komputer, dan Pac Man selalu jadi pilihan.</p>
<h3>Belajar Ws7 dan Lotus123</h3>
<p>Empat tahun kemudian, almarhum bapak membawa pulang seperangkat komputer. Komputer itu punya sekolah tempat bapak bekerja, dibawa pulang selepas diperbaiki dan kebetulan sekolah sedang masa libur. Saya sungguh senang kala itu, pun dengan adik-adik saya. Kami bisa memuaskan diri bermain Pac Man dan kemudian beberapa game lainnya. Sayang saya tidak tahu apa spesifikasinya, yang saya tahu hanyalah kita harus punya sebuah disket besar sebagai medium agar komputernya bisa dipakai.</p>
<p>Urutannya, memasukkan disket besar sebelum menyalakan komputer. Komputer akan menyala dan sistem operasinya akan mulai membaca data yang tersimpan di dalam disket besar. Setelah itu untuk mengoperasikan perangkat lunak yang kita inginkan kita harus memasukkan lagi disket yang lain sesuai perangkat lunak yang kita inginkan. Memang agak repot karena kita harus punya banyak disket yang waktu itu masih besar untuk bisa menikmati perangkat lunaknya.</p>
<p>Semua operasi dilakukan dengan mengetikkan beberapa perintah di papan kunci. Tetikus (mouse) belum ada kala itu. Tidak heran perintah seperti : <strong>CLS, CD\, CD\\, DIR</strong> dan lain-lain adalah perintah yang harus dihapal di operating sistem berbasis DOS.</p>
<p>Waktu itu almarhum bapak tidak hanya memberi kesempatan kepada kami untuk bermain game di komputer. Beliau juga mengajarkan saya mengenal WS7, sejenis perangkat lunak pendahulu Microsoft Word dan juga belajar Lotus 123, perangkat lunak pendahulu Microsoft Excel. Kata alm.Bapak, saya bisa menangkap dengan cepat semua ajarannya dan saya lumayan bisa membuat satu halaman ketikan yang rapih serta beberapa perhitungan sederhana dengan menggunakan Lotus 123.</p>
<p>Persentuhan saya dengan komputer makin intens selepas itu. Di ujung masa sekolah di sebuah STM di Makassar, saya sempat lama bersentuhan dengan komputer. Kala itu saya dan teman-teman satu kelompok harus membuat laporan tentang kegiatan Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) dan alm.Bapak membawa kami ke laboratorium komputer di sekolah tempatnya bekerja. Di sanalah saya dan teman-teman sekelompok intens mengetik laporan dan belajar cara mencetaknya menggunakan printer Epson yang entah seri berapa. Saya hanya ingat suaranya yang berisik karena masih menggunakan pita atau dikenal dengan printer <em>dot matriks</em>.</p>
<p>Kala itu proses mencetak hasil kerja belum semudah sekarang. Ada beberapa perintah dan langkah yang harus dilakukan. Beda dengan proses cetak sekarang yang begitu mudah dengan banyak bantuan. Komputer waktu itu juga belum menggunakan hard disk untuk menyimpan data. Kita harus punya floppy disk yang lebih kecil untuk menyimpan data yang sudah kita buat.</p>
<h3>Mulai mengenal WIndows</h3>
<p>Selepas sekolah di STM saya tidak langsung mendaftar kuliah. Ada masa senggang ketika saya menjadi pengangguran, prioritas saya waktu itu memang ingin bekerja dulu dan nantinya membiayai sendiri kuliah saya. Selama masa senggang itu alm. Bapak memasukkan saya di sebuah kursus komputer di sekolah tempatnya bekerja. Jadilah saya tiga kali seminggu menyambangi sekolah elite di Makassar itu untuk belajar komputer. Dari mulai DOS, WS7 hingga Lotus 123.</p>
<p>Saya belum sempat menyelesaikan pelatihan ketika sebuah kabar menyebutkan kalau saya diterima bekerja di sebuah perusahaan properti, Oktober 1996. Saya sungguh senang luar biasa, dan ternyata di kantor inilah persentuhan saya dengan komputer makin intens, hampir setiap hari.</p>
<p>Hari pertama bekerja saya diminta menyalakan komputer.Saya diterima sebagai staff administrasi proyek dan tugas saya banyak berhubungan dengan komputer. Saya berdiri di depan sebuah komputer yang katanya komputer paling canggih di kantor itu. Saya kebingungan mencari disket besar yang biasanya saya pakai untuk menyalakan komputer. Ketika sedang kebingungan, seorang staff mendatangi saya.</p>
<p>&#8221; Kenapa ? &#8220;, Tanyanya</p>
<p>&#8221; Disket besarnya mana pak ? &#8220;? Saya balas bertanya.</p>
<p>Dia tertawa dan menekan tombol power. Rupanya komputer yang digunakan di kantor ini sudah tidak perlu <em>disket boot</em> lagi. Operating sistemnya sudah menggunakan <strong>windows 3.1.1</strong> dan dilengkapi dengan hard disk untuk menyimpan data. Duh, saya sungguh malu, ilmu komputer saya ternyata sudah ketinggalan jaman.</p>
<p>Di divisi tempat saya bekerja ada dua buah komputer dengan spesifikasi berbeda. Komputer yang paling canggih menggunakan processor <strong>Pentium 486 dengan RAM (memory) 16MB, kalau tidak salah hard disknya berkapasitas 64MB.</strong> Dilengkapi dengan CDROM 2x, sungguh sebuah kemewahan kala itu. Komputer yang satu spesifikasinya lebih rendah. <strong>Pentium 386, dengan memory 8MB dan hard disk 32MB.</strong></p>
<p>Di kantor itu juga kecintaan saya pada komputer mulai tumbuh. Setiap hari saya belajar tentang <em>operating system</em> yang baru saya temukan, windows 3.1.1. Pun saya belajar mengoperasikan Microsoft Office seperti Word dan Excel yang belum pernah saya temukan sebelumnya. Semua terasa jauh lebih mudah, apalagi waktu itu sudah ada tetikus yang mempermudah proses.</p>
<p>Saya makin intens belajar komputer. Belajar menginstall windows dan belakangan belajar merakit perangkat keras serta belajar memberikan pertolongan pertama pada komputer yang bermasalah. Bahkan saya kemudian memilih untuk kuliah pada jurusan komputer, meski bertahun-tahun kemudian ilmu yang saya dapatkan perlahan hilang karena tidak pernah diamalkan.</p>
<p>Dalam rentang waktu hampir 21 tahun ternyata perubahan komputer sangat pesat. Dari sebuah komputer yang bergantung pada cakram lunak agar bisa dioperasikan hingga komputer jinjing yang begitu tipis dengan spesifikasi yang dulu mungkin tidak pernah terbayangkan. Dulu komputer membuat saya begitu antusias karena ada Pac Man-nya, sekarang komputer membuat saya antusias karena bisa bebas berkicau di Twitter.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/" title="perbedaan ms excel 2007 dengan lotus 123">perbedaan ms excel 2007 dengan lotus 123</a> (3)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/" title="perbedaan antara microsoft excel dengan lotus 123">perbedaan antara microsoft excel dengan lotus 123</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/" title="486 computer DOS">486 computer DOS</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/" title="kode banyak kawan pacman">kode banyak kawan pacman</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/" title="massa benda disket">massa benda disket</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2303"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fkomputer-dari-pac-man-ke-twitter%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/komputer-dari-pac-man-ke-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komik ; Kamu Ditilang !!</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/komik-kamu-ditilang/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/komik-kamu-ditilang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 23:16:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<category><![CDATA[Sabtu-Minggu]]></category>
		<category><![CDATA[Kamu Ditilang]]></category>
		<category><![CDATA[Komik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2297</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya sudah lama saya tidak menyentuh lagi sketch book dan pensil 2B. Karena dorongan beberapa teman, akhirnya saya kembali berhasrat menyentuhnya dan mulai mencorat-coret kembali. Sekitar seminggu yang lalu, tagar #kamuditilang ramai di lini masa saya. Pelakunya sebagian besar adalah anak-anak Makassar. Mulanya karena iseng di tengah malam dan kemudian jadi efek domino dan membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><blockquote>
<h3>Rasanya sudah lama saya tidak menyentuh lagi sketch book dan pensil 2B. Karena dorongan beberapa teman, akhirnya saya kembali berhasrat menyentuhnya dan mulai mencorat-coret kembali.</h3>
</blockquote>
<p>Sekitar seminggu yang lalu, tagar #kamuditilang ramai di lini masa saya. Pelakunya sebagian besar adalah anak-anak Makassar. Mulanya karena iseng di tengah malam dan kemudian jadi efek domino dan membuat banyak yang ikut serta meramaikan. Isinya lucu-lucu, lumayan membuat geli dan bahkan gelak tawa.</p>
<p>Bertepatan dengan masa ketika saya merasa kembali bersemangat mencorat-coret di sketch book, akhirnya saya tergoda untuk membuat komik dengan tema dari tagar #kamuditilang itu. Hanya butuh waktu beberapa menit sebelum akhirnya saya berhasil membuat dua komik.</p>
<p>Saya baru ingat seminggu kemudian. Komik yang sudah saya bikin akhirnya saya pindahkan ke komputer. Tadinya berniat untuk mewarnai, tapi keburu malas sehingga akhirnya saya cuma memberi dialog.</p>
<p>Dan, inilah kedua komik saya. Masih kasar karena memang belum sempat saya perhalus apalagi saya warnai. Dua komik ini membuat saya bersemangat untuk membuat komik-komik lainnya, meneruskan hobi yang sudah lama tertinggal.</p>
<p>Selamat menikmati dan mohon kritikannya.</p>
<div id="attachment_2299" class="wp-caption aligncenter" style="width: 512px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/kamu-ditilang-1.jpg"><img class="size-full wp-image-2299" title="kamu ditilang 1" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/kamu-ditilang-1.jpg" alt="" width="502" height="403" /></a><p class="wp-caption-text">Kamu ditilang 1</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_2300" class="wp-caption aligncenter" style="width: 541px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/kamu-ditilang-2.jpg"><img class="size-full wp-image-2300" title="kamu ditilang 2" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/kamu-ditilang-2.jpg" alt="" width="531" height="403" /></a><p class="wp-caption-text">Kamu ditilang 2</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komik-kamu-ditilang/" title="komik">komik</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/komik-kamu-ditilang/" title="tema lucu twitter">tema lucu twitter</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2297"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fkomik-kamu-ditilang%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/komik-kamu-ditilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makassar Nol Kilometer ; Dari Supporter PSM Hingga Cafe di Losari</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 23:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku-ku]]></category>
		<category><![CDATA[Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Ininnawa]]></category>
		<category><![CDATA[makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar Nol Kilometer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2294</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Makassar tidak hanya lewat brosur wisata atau catatan manis di situs-situs travel atau milik pemerintah saja. Makassar punya banyak cerita, dari pinggiran kota hingga ke pusat kota. Sebagian cerita itu dirangkum 14 orang warga dalam buku Makassar Nol Kilometer. Cerita ini dibuka dengan kisah para supporter setia klub sepakbola PSM. Cerita tentang bagaimana mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2295" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/makassar-nol-kilometer.jpg"><img class="size-full wp-image-2295" title="makassar nol kilometer" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/makassar-nol-kilometer.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">Makassar Nol Kilometer</p></div>
<blockquote>
<h3>Mengenal Makassar tidak hanya lewat brosur wisata atau catatan manis di situs-situs travel atau milik pemerintah saja. Makassar punya banyak cerita, dari pinggiran kota hingga ke pusat kota. Sebagian cerita itu dirangkum 14 orang warga dalam buku Makassar Nol Kilometer.</h3>
</blockquote>
<p>Cerita ini dibuka dengan kisah para supporter setia klub sepakbola PSM. Cerita tentang bagaimana mereka bersedia menyabung nyawa mengawal klub kesayangan mereka yang tandang ke kota-kota lain di luar Sulawesi, tentang bagaimana mereka harus berhadapan dengan amarah supporter tuan rumah yang jumlahnya berlipat ganda. Juga cerita tentang semangat mereka memerahkan stadion Mattoangin setiap kali PSM menjadi tuan rumah untuk klub tamu.</p>
<p>Cerita seperti ini mungkin sudah sering terbaca di berbagai media, utamanya media lokal. Tapi kedalaman cerita yang dipaparkan di bab : Pengawal Pasukan Ramang karya Muh. Nur Abdurrahman ini melebihi kedalaman cerita wartawan biasa.</p>
<p>Buku ini memang dibuat dengan dasar menggali kepedulian warga biasa tentang kotanya. Ragam cerita yang terangkum adalah ragam cerita tentang keseharian, tentang kehidupan warga biasa yang mungkin tidak akan bisa ditemukan di media mainstream, apalagi media mainstream lokal yang lebih banyak diisi acara seremonial pejabat dan gosip artis.</p>
<p>Simak cerita tentang penjual jajanan buroncong ( kue pancong khas Makassar ) di seputaran Tamalanrea atau tentang para payabo ( sebutan untuk para pengumpul barang bekas atau pemulung ) Kisah remeh temeh itu biasanya tidak mendapat tempat di koran lokal, atau kalaupun mendapat tempat, porsinya kecil dan nyaris tidak terlihat.</p>
<p>Buku ini dibagi dalam 4 bagian, Komunitas, Kuliner, Fenomena dan Ruang. Masing-masing memotret lebih dalam tentang kehidupan warga biasa di kota Makassar. Cara penulisannya beragam, sesuai dengan gaya dari keempatbelas penulis meski tetap punya benang merah yang sama yaitu feature yang dalam dan memikat.</p>
<p>Makassar Nol Kilometer terbitan penerbit Ininnawa ini sudah masuk cetakan kedua. Tiga orang editornya dikenal baik sebagai orang-orang yang aktif di dunia literasi kota Makassar. Mereka adalah Anwar J. Rahman, Nurhady Sirimorok dan M. Aan Mansyur.</p>
<p>Kedalaman cerita, sudut pandang yang berbeda dan cara mengemas yang apik menjadikan Makassar Nol Kilometer sebagai sebuah buku yang harus dibaca oleh mereka yang ingin tahu lebih dalam tentang Makassar, atau mereka yang ingin mendengar kisah nyata perjuangan masyarakat pinggiran sebuah kota yang terus berkembang dan memoles wajahnya hingga kelihatan menor.</p>
<p>Makassar Nol Kilometer dibuka oleh tulisan tentang supporter setia pasukan Ramang ( julukan PSM ) dan ditutup dengan cerita tentang cafe di sekitar pantai Losari yang makin hari makin terjepit hingga sekarang nyaris menghilang. Mari melihat sisi terdalam kota Makassar lewat buku Makassar Nol Kilometer.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>[dG]</strong></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="cafe di makassar">cafe di makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="hotel melati dilosari makasar">hotel melati dilosari makasar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="ininnawa cafe makassar">ininnawa cafe makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/" title="kue pancong makasar">kue pancong makasar</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2294"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fmakassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/makassar-nol-kilometer-dari-supporter-psm-hingga-cafe-di-losari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Membantu Mereka Yang Telah Membantu</title>
		<link>http://daenggassing.com/2012/01/mari-membantu-mereka-yang-telah-membantu/</link>
		<comments>http://daenggassing.com/2012/01/mari-membantu-mereka-yang-telah-membantu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 23:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iPul dg.Gassing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kamis]]></category>
		<category><![CDATA[Keliling Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitarku]]></category>
		<category><![CDATA[Help Sokola Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[HelpSokolaMks]]></category>
		<category><![CDATA[Sokola Pesisir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://daenggassing.com/?p=2288</guid>
		<description><![CDATA[Sekola Pesisir atau Sokola Makassar, sebuah oase di tengah padang bagi warga pesisir Mariso. Selama 10 tahun mereka sudah membantu warga miskin kota di pesisir pantai Makassar untuk bisa mengenal huruf dan memiliki keterampilan. Sekarang mereka sedang kesulitan dan butuh bantuan kita. Namanya Habibie, tubuh jangkungnya dibalut kulit legam. Tampilannya agak sangar dengan rambut gondrong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!-- Start Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetTop Automatic --><div id="attachment_2289" class="wp-caption aligncenter" style="width: 589px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-004.jpg"><img class="size-full wp-image-2289" title="Screenshot Studio capture #004" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/Screenshot-Studio-capture-004.jpg" alt="" width="579" height="383" /></a><p class="wp-caption-text">Sokola Pesisir Mariso</p></div>
<blockquote>
<h3>Sekola Pesisir atau Sokola Makassar, sebuah oase di tengah padang bagi warga pesisir Mariso. Selama 10 tahun mereka sudah membantu warga miskin kota di pesisir pantai Makassar untuk bisa mengenal huruf dan memiliki keterampilan. Sekarang mereka sedang kesulitan dan butuh bantuan kita.</h3>
</blockquote>
<p>Namanya Habibie, tubuh jangkungnya dibalut kulit legam. Tampilannya agak sangar dengan rambut gondrong sebahu. Tapi siapa yang sangka kalau hatinya sangat lembut. Habibie adalah salah satu relawan di Sekola Pesisir atau kadang disebut Sokola Makassar. Selama bertahun-tahun dia mengabdikan hidupnya bersama relawan lainnya membantu anak-anak dan warga pesisir Mariso untuk hidup lebih layak.</p>
<p>Sekolah Pesisir adalah sebuah oase, dia lahir di tengah-tengah pemukiman kumuh di pesisir pantai Makassar tidak jauh dari landmark kota ini, Pantai Losari. Awalnya mereka hanya ingin membantu anak-anak miskin yang tidak sempat bersekolah formal itu agar bisa mengenal huruf, membaca dan menulis. Perlahan-lahan mereka diterima dengan baik oleh warga di sana. Bukan hanya anak-anak kecil yang ikut larut bersama mereka tapi juga anak remaja dan bahkan orang tua yang dengan diam-diam meminta diajarkan tulis dan baca.</p>
<p>Mereka bukan cuma mengajarkan baca tulis, belakangan Sekola Pesisir mulai mengajarkan keterampilan. Komputer, photoshop, membuat kerajinan tangan, dan bahkan fotografi mereka ajarkan kepada anak-anak dan remaja itu. Berharap bisa menjadi bekal mereka untuk hidup lebih layak di masa depan.</p>
<div id="attachment_2290" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/habibie.jpg"><img class="size-full wp-image-2290" title="KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA" src="http://daenggassing.com/wp-content/uploads/2012/01/habibie.jpg" alt="" width="500" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Habibie, Salah satu relawan pengajar di Sokola Pesisir</p></div>
<p>Sekola Pesisir berdiri di atas tanah pinjaman milik seorang warga setempat. Bangunan dari kayu milik mereka adalah sumbangan dari Pertamina. Untuk operasional tiap bulan mereka mendapat bantuan dari Sokola pusat di Jakarta. Sekola Pesisir memang berafiliasi pada Sokola Rimba punya Butet Manurung. Selebihnya mereka memutar roda aktifitas dari sumbangan para sukarelawan.</p>
<p>&#8221; Selalu saja ada sumbangan yang bisa membuat kami bertahan hidup,&#8221; Kata Habibie.</p>
<p>Akhir tahun 2011 berita tidak mengenakkan menghampiri Sekola Pesisir. Pemilik tanah yang meminjamkan tanahnya berharap mereka bisa pindah secepatnya, sang pemilik ingin mengambil tanahnya kembali. Tak soal apa alasannya, toh itu memang haknya dia. Sekola Pesisir diberi waktu sampai bulan Mei 2012 untuk pindah dan mencari tempat baru.</p>
<p>Sekarang teman-teman dari Sekola Pesisir sedang meretas jalan mengumpulkan donasi untuk membiayai kepindahan mereka. Sempat terbetik niat untuk menutup sekolah itu, tapi warga setempat bersikeras agar mereka tidak pindah, mereka sudah terlanjur jatuh hati pada Sekola Pesisir yang sudah banyak membantu mereka selama ini.</p>
<p>Jaringan komunitas di Makassar sekarang ini sedang berusaha merapatkan barisan, melakukan segala macam cara untuk bisa membantu agar Sekola Pesisir tetap berdiri dan memberi manfaat untuk warga kurang mampu di pesisir Makassar itu.</p>
<p>Bagi anda yang berniat untuk mengulurkan tangan, ada banyak ragam cara. Di antaranya :</p>
<p><strong>Memberikan donasi sukarela kepada mereka melalui akun :</strong></p>
<blockquote>
<h3>BNI Cab. Mattoangin,</h3>
<h3>a.n. Andi Sulfiani qq Sokola Pesisir</h3>
<h3>no. 0243682214</h3>
</blockquote>
<p><strong>Menyumbangkan pakaian layak pakai anda yang nantinya akan dijual murah kepada masyarakat setempat dan hasil penjualannya akan ditabung untuk penggalangan dana sekolah mereka.</strong> Sumbangan pakaian layak pakai anda bisa diberikan langsung ke alamat</p>
<ul>
<li>Sokola Pesisir Mariso di Jl. Nuri lr. 300, no 131, Makassar (a.n <strong>Efi Sulfiani</strong> di 081355505895,?<strong>Habibi</strong>?di? 081242249056 dan <strong>Imran </strong>di 082190358797)</li>
<li>Kampung Buku, Komp. CV Dewi, Jl. Abd. Dg. Sirua 192E, Makassar (a.n Anwar Jimpe Rahman, 081342398338)</li>
</ul>
<p><strong>Membeli produk karya anak-anak Pesisir Mariso</strong> berupa kerajinan tangan, buku, foto, lukisan dan film. Info mengenai produk anak-anak Pesisir Mariso bisa menghubungi : <strong>Efi Sulfiani (081355505895)</strong></p>
<p><strong>Menyebarluaskan informasi ini</strong> ke sanak, kerabat, teman dan handai taulan lainnya.</p>
<p><strong>Memberitahu bos, pimpinan, direksi kantor tempat anda bekerja agar diikutkan kedalam program CSR kantor anda.</strong></p>
<p><strong>Turut hadir dan berpartisipasi pada acara penggalangan dana yang pelaksanaannya akan diumumkan dalam waktu dekat.</strong></p>
<p>Mari luangkan sedikit waktu, tenaga dan mungkin rejeki anda untuk ikut bersama-sama membantu Sekola Pesisir. Bantuan sekecil apapun akan sangat berarti bagi mereka, bagi warga kurang beruntung di pesisir Mariso.</p>
<p>Sekarang saatnya membantu mereka yang sudah membantu. Help Sokola Makassar</p>
<blockquote><p><em>?Tulisan lain tentang Sokola Pesisir bisa diklik di sini :</em></p>
<p><em>1.<a href="http://sekolahpesisir.wordpress.com/"> Sekolah Pesisir</a></em></p>
<p><em>2. <a href="http://radioholicz.com/ordinary-day/sekolah-pesisir-sekolah-kehidupan.html">Radioholicz.</a></em></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>[dG]</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/mari-membantu-mereka-yang-telah-membantu/" title="sokola pesisir">sokola pesisir</a> (2)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/mari-membantu-mereka-yang-telah-membantu/" title="imran blog anak maksar">imran blog anak maksar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/mari-membantu-mereka-yang-telah-membantu/" title="mereka yang butuh bantuan dana di makassar">mereka yang butuh bantuan dana di makassar</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/mari-membantu-mereka-yang-telah-membantu/" title="sekolah pesisir">sekolah pesisir</a> (1)</li><li><a href="http://daenggassing.com/2012/01/mari-membantu-mereka-yang-telah-membantu/" title="sokola rimba">sokola rimba</a> (1)</li></ul><div class="shr-publisher-2288"></div><!-- Start Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic --><!-- End Shareaholic LikeButtonSetBottom Automatic -->
<p class="FacebookLikeButton"><fb:like href="http%3A%2F%2Fdaenggassing.com%2F2012%2F01%2Fmari-membantu-mereka-yang-telah-membantu%2F" layout="standard" show_faces="true" width="450" action="like" colorscheme="light"></fb:like></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://daenggassing.com/2012/01/mari-membantu-mereka-yang-telah-membantu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

