Menikmati Senja di Rotterdam

Menikmati Senja di Rotterdam

Salah satu sisi Fort Rotterdam Bila anda berkunjung ke Makassar, Fort Rotterdam bisa jadi satu...

Menikmati Senja di Rotterdam
Kitorang Su Sampai Sorong Kaka

Kitorang Su Sampai Sorong Kaka

Bandara Domine Eduard Osok Dari Depan Sayang sekali memang karena saya hanya berada di Sorong...

Kitorang Su Sampai Sorong Kaka
Packing, Packing!

Packing, Packing!

Perjalanan Kadang saya malah kebanyakan membawa pakaian karena biasanya ada beberapa pakaian yang...

Packing, Packing!
Jogja Memang Istimewa

Jogja Memang Istimewa

Malioboro Di sini waktu rasanya seperti berhenti ya? Semua seperti slow motion Pesawat Sriwijaya...

Jogja Memang Istimewa
Samalona, Surga Kecil di Spermonde

Samalona, Surga Kecil di Spermonde

Samalona Mudah-mudahan pihak Pemda tergerak hatinya untuk menyelamatkan Samalona sebelum surga...

Samalona, Surga Kecil di Spermonde
Musik dan Wisata

Musik dan Wisata

Pakkacaping ( sumber : disbudpar Polman ) Makassar dan Bugis juga punya musik tradisional, ada...

Musik dan Wisata
Surabaya dan Kampung Inggris di Pare

Surabaya dan Kampung Inggris di Pare

Sepotong Surabaya Akhirnya saya bisa kembali menginjak Surabaya, kali ini bukan sekadar transit...

Surabaya dan Kampung Inggris di Pare
Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung

Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung

Pasar Apung Lok Baintan Tulisan ini adalah lanjutan dari dua tulisan terdahulu tentang Borneo....

Borneo 3 ; Kesederhanaan Yang Mengapung
Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah

Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah

Sunset di Martapura Dari dulu, setiap mendengar kata Kalimantan dua hal yang selalu terbayang di...

Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah
Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua

Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua

Bandara Syamsudin Noor Akhirnya, kesampaian juga menginjak tanah Borneo. Pulau terbesar kedua di...

Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua
Makassar ; Surga Sea Food

Makassar ; Surga Sea Food

Ragam Sajian Sea Food Ke Makassar kalau tidak sempat mencicipi hidangan olahan lautnya rasanya...

Makassar ; Surga Sea Food
Cara Mudah dan Murah ke Makassar

Cara Mudah dan Murah ke Makassar

Pantai Losari di Suatu Pagi Banyak teman yang bermukim di Jawa merasa kalau biaya ke Makassar...

Cara Mudah dan Murah ke Makassar
Mencicipi Alam di Bantimurung

Mencicipi Alam di Bantimurung

Air terjun Bantimurung Sulawesi Selatan punya banyak potensi wisata. Salah satunya adalah deretan...

Mencicipi Alam di Bantimurung
Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi

Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang Sudah lama saya ingin ke Malang, kota yang katanya dingin di...

Malang Yang Belum Sempat Dijelajahi
Mie Kering ; Pilihan Pas Di Kala Hujan

Mie Kering ; Pilihan Pas Di Kala Hujan

Salah satu pilihan mie kering Mie kering adalah salah satu makanan khas kota Makassar. Bentuknya...

Mie Kering ; Pilihan Pas Di Kala Hujan
Takabonerate Bag.2 ; Tinabo, Sepotong Surga di Selatan Sulawesi

Takabonerate Bag.2 ; Tinabo, Sepotong Surga di Selatan Sulawesi

Pulau Tinabo ; Takabonerate Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan bagian 1 Malam kian pekat,...

Takabonerate Bag.2 ; Tinabo, Sepotong Surga di Selatan Sulawesi

Archive for February, 2012

Foto Dalam Postinganmu 8

Foto Dalam Postinganmu

Add Media Di WordPress

Bukan meniru lagu lama dari grup musik Slank, tapi postingan ini memang mau bicara tentang peran foto dalam postingan.

Setiap kali membuat artikel di blog, foto selalu menjadi sebuah keharusan bagi saya. Biasanya selain membuat artikel, mencari foto yang tepat juga butuh waktu. Foto bagi saya adalah pelengkap dan pemanis untuk sebuah artikel blog, apalagi artikel yang saya tulis rata-rata memang panjang dan potensial membuat mata lelah dan pembaca bosan. Foto menjadi sebuah solusi sederhana untuk sedikit menyegarkan mata pembaca.

Memilih foto bukan pekerjaan mudah. Untuk artikel perjalanan tidak terlalu sulit, saya tinggal mencari koleksi foto hasil jepretan sendiri, kebetulan saya memang suka menjepret momen atau pemandangan. Masalah akan datang bila artikel yang saya muat berbau tips, opini atau blogging. Langkah awal memang melirik stok satu persatu, mencari foto yang kira-kira tepat mewakili postingan yang saya buat. Kalau tidak ada yang rasanya cocok barulah saya akan mencari dengan bantuan Google.

Dulu saya suka serampangan, mengambil gambar di internet dan memasangnya untuk pemanis blog tanpa mencantumkan sumbernya. Belakangan saya sadar kalau itu tidak benar, maka sejak itu saya selalu memasang sumber foto. Sebuah foto yang sudah sangat umum terpasang di internet akan saya tulis sumbernya sebagai Google, karena kadang saya sudah tidak tahu foto itu awalnya dari mana dan siapa yang pertama mempublikasikannya.

Mencari foto yang sesuai dengan isi artikel yang terlalu umum juga bukan persoalan gampang. Mencari dengan kata kunci sesuai artikel yang dibuat tidak selamanya akan diarahkan ke hasil pencarian yang persis seperti kita butuhkan. Sebenarnya saya suka foto yang ilustratif atau tidak secara gamblang merujuk ke isi artikel, tapi sekali lagi itu bukan pekerjaan mudah tentu saja.

Biasanya kalau sudah mentok dan tidak menemukan foto yang tepat maka saya akan menyerah dan memasukkan foto yang sebenarnya tidak tepat dengan isi artikel tapi kemudian saya paksakan saja. Contoh terakhir adalah postingan 7 Tips Untuk Cowok di mana saya betul-betul mentok dan tidak menemukan foto yang tepat untuk isi artikel tersebut sehingga kemudian memasukkan foto boneka yang saya ambil sendiri dan menambahkannya dengan keterangan yang mendekati isi artikel.

Kadang-kadang kalau mentok di foto dan masih ada waktu luang maka saya akan membuat sendiri ilustrasi untuk pemanis. Itu sudah beberapa kali saya lakukan.

Kemarin, daeng Taqdir yang mengelola beberapa blog dalam hostingnya mengeluh. Beberapa blog yang numpang hosting di tempatnya ternyata berisi megabyte yang cukup besar. Salah satu penyebabnya adalah besaran foto yang melebihi standar. Beberapa bahkan sampai resolusi maksimal tanpa ada proses resize.

Sebenarnya berapa sih standar ukuran foto untuk postingan ? Saya belum pernah baca, tapi saya selalu membatasi ukuran maksimal foto dalam postingan dengan ukuran terpanjang 600 pixel. Biasanya besaran file-nya berkisar antara 80an hingga 120an kb tergantung kerapatan gambar dan warna dalam foto tersebut. Ukuran 600 pixel itu menurut lebar main post yang tentu saja beragam pada tiap themes.

Sebelum mengunggah foto ke dalam artikel satu proses yang saya lewati adalah proses mengubah besaran file. Ada banyak perangkat lunak yang bisa melakukannya seperti windows file manager, photoshop atau resize picture. Biasanya saya menggunakan photoshop karena selain mengubah ukuran saya juga melakukan beberapa perbaikan seperti perbaikan gelap-terang atau perbaikan warna. Semua demi tampilan foto yang dinamis dan menarik perhatian.

Dulu saya juga asal taruh foto, dengan besaran yang beragam. Belakangan saya suka melihat cara teman saya, Hilman dalam memasang foto di postingan blognya. Ukurannya selalu seragam dan rata kanan kiri. Dari sana saya kemudian mencontek caranya, memuat foto dengan ukuran yang seragam ( biasanya 600×400 sesuai lebar main content ) dan menaruhnya dengan posisi rata kiri-kanan.

Iya, saya memang termasuk orang yang rewel kalau menyangkut foto dalam blog mulai dari pemilihan, ukuran hingga penempatan. Semua itu demi kenyamanan membaca selain tentu saja agar blog terlihat lebih menarik.

Nah, bagiamana dengan rekan blogger ? Apa punya pendapat sendiri tentang foto dalam postingan ?

[dG]

February 29, 2012 in Blogging, Rabu
Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah 9

Borneo 2 ; Martapura dan Batunya Yang Indah

Martapura

Sunset di Martapura

Dari dulu, setiap mendengar kata Kalimantan dua hal yang selalu terbayang di kepala saya : hutan dan batu yang indah. Saya tahu kalau bumi Kalimantan adalah penghasil bebatuan yang bila diolah bisa menjadi sangat indah. Itulah yang saya temukan kebenarannya di hari kedua di Banjar Baru.

Pagi di Banjar Baru, hari kedua menginjakkan kaki di Bumi Borneo. Di luar cuaca berawan, matahari tidak terlalu garang. Saya menyeruput teh panas dan gorengan sambil mengintip ke lini masa dan mengecek email. Almas – sobat dari Ambon- masih terlelap, maklumlah dia makhluk nocturnal yang tidur menjelang matahari datang.

Hari itu agenda kami ada dua, jalan-jalan ke pasar Martapura dan sore harinya melihat pendulangan intan di Cempaka.

Martapura tidak jauh dari Banjar Baru, perjalanan kami tempuh tidak lebih dari 20 menit menyusuri jalan lintas kabupaten yang besar dan lebar. Saya baru tahu kalau selain karena kekayaan alamnya, Martapura juga terkenal sebagai kota santri yang Islami. Menjelang pusat kota kami sempat mampir ke makam seorang ulama, tepatnya di daerah Sekumpul.

Makam yang menyatu dengan masjid itu cukup ramai oleh para peziarah. Di pelataran ada pipa air yang dilengkapi beberapa kran. Beberapa peziarah mengisi gelas aluminium dari sana dan meneguknya, ada juga yang mengusapnya ke wajah. Beberapa orang di antaranya membawa pulang airnya, memindahkan ke wadah yang lain.

Di sekitar parkiran makam dan masjid itu bertebaran pedagang kecil yang menjajakan bermacam-macam souvenir dan cemilan khas Kalimantan. Souvenirnya juga beragam, beberapa di antaranya adalah benda-benda yang berhubungan dengan sang ulama dan aktifitasnya. Ada aura khas yang bisa saya tangkap, aura yang sama ketika mengunjungi tempat-tempat perziarahan lainnya. Tenang, tentram dan damai.

Berfoto di Makam Sekumpul

Dari makam Sekumpul kami bergerak ke pasar Martapura yang tidak terlalu jauh, tidak sampai 10 menit perjalanan. Sepanjang jalan saya banyak mendapati lelaki muda berjubah putih dengan kitab suci di tangan, pun dengan gadis-gadis berjilbab besar. Sungguh gambaran kota santri.

Salah satu suvenir yang dijajakan di Pasar Martapura

Pasar Martapura cukup besar dan ramai. Dari depan sudah ketahuan jenis dagangan apa yang paling banyak di pasar itu. Beragam asesoris yang sebagian besarnya untuk kaum Hawa terpampang jelas di sana, benar-benar menarik perhatian. Dari kalung, gelang, cincin, anting, bros, hiasan jilbab dan entah apalagi. Saya membayangkan kaum Hawa yang berkunjung ke sana bisa-bisa langsung gelap mata dan jadi kalap untuk berbelanja.

Itu kaum Hawa, bagaimana dengan saya yang Adam tulen ? Bingung tentunya. Terlalu banyak pilihan yang justru membuat saya seperti berada di alam lain. Saya yang penggemar gelang etnik akhirnya hanya menjatuhkan pilihan pada beberapa gelang yang menurut saya menarik dan tentu saja berwarna hitam.

Soal harga, katanya barang-barang di sana jauh lebih murah. Istri mas Nophy yang bilang. Gelang batu pualam yang dilepas seharga Rp. 70.000,- di Surabaya katanya bisa dijual seharga minimal Rp. 180.000,- begitu juga dengan tasbih yang selisihnya bisa 100%. Tidak heran kalau pasar Martapura selalu ramai dikunjungi para turis lokal.

Lewat pukul 12 siang kami beranjak dari pasar Martapura, kembali ke rumah Harie sebelum pindah ke Asrama Haji tempat acara Aruh Blogger dipusatkan. Rencananya sore itu para peserta Aruh Blogger akan diajak mengunjungi tempat pendulangan intan di kawasan Cempaka, sekitar 30 menit perjalanan dengan motor dari Banjar Baru.

Menjelang pukul 5 sore saya dan rombongan berkonvoi ke Cempaka. Rencanya kami akan melihat langsung proses pendulangan intan. Dalam perjalanan kami mampir ke warung 41, sebuah warung di pinggir jalan yang menyediakan 41 jenis jajanan khas Banjar. Sayangnya karena hari sudah sore, jenis jajanannya sudah sangat berkurang, hanya ada sekitar belasan jajanan saja.

Jajanan Banjar

Ragam jajanan khas Banjar

Saya mencoba beberapa di antaranya, sebagian mirip dengan jajanan di Makassar yang sudah hampir punah atau yang hanya muncul di acara khusus saja. Ada yang namanya Magedi, terbuat dari kedelai dicampur tepung dan digoreng, ada juga Bingka Telu yang mirip dengan kue Sikaporo kalau di Makassar. Terbuat dari putih telur, tepung dan gula pasir hingga rasanya sangat manis. Satu yang paling berkesan bagi saya adalah cempedak goreng. Berkesan karena buah cempedak tidak mudah ditemukan di Makassar dan ini pertama kalinya saya menemukan cempedak yang digoreng.

Satu kekurangan dari bumi Kalimantan adalah karena mereka tidak punya kopi yang khas, beberapa kali menikmati kopi di warung saya hanya mendapatkan kopi bermerk.

Dari Warung 41 kami melanjutkan perjalanan ke Cempaka. Cempaka adalah sebuah pusat penambangan intan di Martapura. Katanya tempat ini dikelola cukong dan sudah hampir ditinggalkan karena sudah mulai kehabisan sumber daya alam. Tanahnya sendiri sudah dikembalikan ke pemerintah propinsi, meninggalkan lubang-lubang besar serupa danau.

Pendulang intan

Para pendulang intan

Karena hari sudah terlalu sore kami hanya mendapati tempat penambangan yang sudah sepi. Hanya ada beberapa penambang yang sedang melenggang ( istilah untuk mendulang intan secara tradisional dengan menggunakan alat sederhana ) Saya juga tidak sempat mewawancarai para pekerja karena tampaknya mereka sangat serius.

Seorang bapak yang menawarkan batu kecubung bercerita kalau bukan hanya intan saja yang bisa didulang, emaspun ada. Dia menunjukkan beberapa contoh butiran emas yang berhasil didulang. Bentuknya hanya sebesar butiran pasir dengan warna kuning emas yang terang. Nantinya butiran-butiran itu akan dilebur menjadi emas dalam ukuran yang lebih besar.

Ketika mentari mulai pulang, kamipun meninggalkan Cempaka. Ada satu hal yang saya renungkan. Lubang besar berbentuk danau yang tertinggal membuat saya berpikir kalau kadang kita manusia lupa untuk berterima kasih pada alam. Alam sudah berbaik hati menyediakan banyak isi perutnya untuk kita nikmati dan kita gunakan sebagai penopang kehidupan tapi kita selalu lupa untuk menjaganya.

Kadang kita terlalu rakus untuk meraupnya dan lupa untuk menyisakan buat anak cucu kita, sang pemilik yang sebenarnya.

Ah, Martapura memberi saya pelajaran. Semoga saya tidak serakus itu.
[dG]

February 28, 2012 in Budaya, Jalan-Jalan, Selasa, Wisata
Bukan Sekadar Permainan 2

Bukan Sekadar Permainan

Duka Portugal di WC2010

Ada olahraga yang lebih populer daripada sepakbola ? Sebutlah basket, olahraga mementalkan bola ke lantai yang begitu superior di Amerika Serikat. Tapi di negara lain ? Basket hanya sekadar pelengkap. Olahraga utama adalah sepakbola.

Orang Inggris menyebut dirinya sebagai penemu sepakbola dan negaranya sebagai home of football, faktanya memang pelaut Inggrislah yang menyebarkan sepakbola ke banyak negara di dunia seperti Italia, Argentina dan bahkan Brazil meski catatan sejarah menyebutkan kalau orang China sudah memainkan olahraga serupa sepakbola berabad-abad sebelum orang kulit putih memainkannya.

Olahraga yang dimainkan 22 lelaki ini ? belakangan juga dimainkan para wanita ? berkembang pesat menjadi sebuah olahraga yang tidak hanya melulu berurusan dengan lapangan hijau, tapi merambat jauh ke urusan lainnya. Politik, sosial, budaya dan ekonomi adalah ruang yang dijamah oleh sepakbola, di beberapa negara bahkan menyangkut soal agama.

Di Italia, sepakbola adalah budaya. Mereka bisa duduk dalam satu gereja di minggu pagi dan bunuh-bunuhan di malam harinya di stadion tempat tim andalan mereka bertanding. Di Brazil, sebuah keluarga akan meratapi nasib buruknya ketika mereka tidak dianugerahi anak lelaki yang cakap menendang bola.

Di Irlandia, dua klub sepakbola selama puluhan tahun selalu terlibat dalam pertarungan sengit yang kadang melibatkan nyawa dan darah hanya karena perbedaan Katolik dan Protestan. Di Argentina, sepakbola menjadi alat bagi kaum proletar untuk balik mencaci kaum borjuis yang menghina mereka.

Di Afrika, benua keling yang selalu jadi objek eksploitasi orang-orang dari benua biru sepakbola menjadi sebuah cara? untuk keluar dari kemiskinan. Anak-anak kecil belajar menendang bola di tanah yang tandus sambil berharap pencari bakat dari benua seberang melirik mereka.

Sungguh sepakbola sudah merasuk jauh ke dalam kehidupan manusia modern saat ini.

Tak usah heran ketika sebuah pertarungan yang berlangsung jauh di benua seberang bisa menyebabkan sebuah pertikaian di benua yang lain. Tak usah heran ketika yang bertikai itu sama sekali tidak punya hubungan darah dengan para lelaki di benua seberang yang sedang bertanding di lapangan hijau itu. Alasan pertikaian mereka hanya satu, sepakbola.

Sepakbola sudah menjadi sebuah bahasa global dalam pergaulan lintas negara saat ini. Sepakbola dipakai sebagai alat diplomasi, dipakai sebagai sebuah kekuatan ekonomi dan bahkan digunakan sebagai alat dominasi sebuah negara terhadap negara lainnya.

Lalu, kenapa sepakbola bisa begitu populer ? Centre National De La Rechecche Scientifique di Perancis mengatakan bahwa salah satu alasannya adalah karena sepakbola menggambarkan apa yang seharusnya dilakukan sebuah tim, organisasi bahkan negara jika ingin sukses di jaman sekarang. Sebuah kombinasi dari kerja individu dan tim, kebreuntungan, sedikit cara-cara licik dan keberpihakan wasit yang biasanya berhubungan dengan hukum dan penguasa.

Sepakbola memang tidak sesedarhana sebuah permainan di lapangan hijau yang melibatkan 22 orang berseragam. Sepakbola jauh lebih dalam dari itu. 2 kali 45 menit di lapangan hijau bisa berefek jauh lebih panjang. Kekalahan Jerman di piala dunia 1966 dari Inggris lewat satu gol kontroversial masih terus dibicarakan hingga saat ini dan tentu saja masih terus meninggalkan amarah dan duka di hati orang Jerman.

Sepakbola sampai kapanpun itu akan menjadi sebuah olahraga yang paling mampu menyedot perhatian warga bumi. Di dalamnya bukan hanya unsur sportifitas, tapi ada drama, ada kelicikan dan ada banyak hal lain yang kadang tidak bisa dinilai dengan rasio.

Itulah sepakbola, olahraga yang telah menembus banyak batas di dunia ini. Nikmatilah, karena sepakbola memang hadir untuk dinikmati.

[dG]

February 27, 2012 in Opini, Senin
7 Tips Buat Cowok 17

7 Tips Buat Cowok

Jomblo

Kumpulan Cowok Jomblo

Jomblo, kata ini seperti jadi momok untuk para lelaki dan perempuan saat ini meski saya tidak setuju kalau jomblo dikatakan sebagai kutukan atau bahkan musibah. Jomblo hanyalah sebuah proses, semua orang bisa melewatinya.

Meski begitu, keadaan jomblo kadang memang membuat pelakunya jadi sedikit stress dan merasa selalu berada dalam tekanan. Keadaan sekitarlah yang membuatnya seperti itu. Melihat teman-teman baik sepermainan sudah sibuk dengan pasangannya masing-masing jelas membuat sang jomblo mau tidak mau akan terpengaruh. Bagi yang kuat bertahan, gangguan itu akan lewat dengan cepat. Tapi yang tidak sekuat mereka, gangguan itu akan tinggal dalam waktu lama.

Kali ini saya tidak ingin sok-sokan dengan memberi saran buat teman-teman yang masih merasa jomblo. Tips yang saya tulis ini murni karena ingin membagi pengalaman, sekaligus juga kumpulan dari berbagai artikel atau pengamatan selama ini.

Berikut tips buat cowok dari saya, tujuannya adalah untuk membuka kesempatan menjalin hubungan dengan lawan jenis. Siapa tahu bisa digunakan untuk menghapus status jomblo.

Jujur dan jadi diri sendiri

Saya kira tidak ada orang menyukai kepura-puraan. Berhentilah berusaha kelihatan sempurna karena ingin dipuji dan disukai orang. Semua manusia suka pada kejujuran, termasuk wanita tentu saja.

Saran saya, kenali diri sendiri. Temukan potensi dan kelebihan diri sendiri, entah dari segi fisik ataupun non fisik. Kenali juga kekurangan dan berusaha untuk memperbaiki tanpa harus menjadi orang lain.

Cowok yang selalu ingin kelihatan sempurna dan mengutamakan pencitraan lebih potensial membuat cewek jadi malas. Kata Kurt Cobain, lebih baik dibenci karena menjadi diri sendiri daripada dicintai karena menjadi orang lain.

Percaya Diri

Setelah berbekal kejujuran, mulailah untuk membangun kepercayaan diri. Perhatikan sekitar, banyak cowok yang berhasil menaklukkan cewek karena dia punya modal kepercayaan diri yang menggunung. Kepercayaan diri dibangun tidak hanya lewat tampilan fisik semata, semua orang pasti dibekali kelebihan.

Masalahnya kemudian apakah kita bisa menonjolkan kelebihan itu atau tidak ? Ketika kita mencintai diri sendiri, percaya pada diri sendiri maka potensi untuk membuat orang lain cinta dan percaya pada kita akan semakin besar. Tapi ingat, kepercayaan diri jangan melewati ambang batas atau anda akan dianggap sombong dan menyebalkan.

Perluas Wawasan dan Tampil Cerdas

Cowok cerdas akan selalu terlihat lebih seksi. Sebagian besar wanita akan senang bila berada di dekat cowok cerdas, cowok yang bisa diajak ngomong apapun. Cowok yang tahu di mana letak kepulauan Derawan, cowok yang tahu cara memperpanjang BIS dan cowok yang tidak menggeleng ketika ditanya siapa itu Adolf Hitler.

Tidak perlu menjadi seorang rocket scientist atau punya otak sekelas Einstein. Cukup memperbanyak bahan bacaan dan sering-sering berkumpul dan bergaul dengan orang lain. Tapi kelihatan terlalu cerdas juga bukan pilihan yang bagus. Cewek bisa jadi kehilangan kepercayaan diri kalau anda selalu tampil seolah-olah seorang ilmuwan yang baru saja memenangkan nobel.

Tampil cerdaslah ketika diperlukan, dan selalu ingat menjaga takaran. Anda tidak mau terlihat terlalu show off kan ?

Perluas Pergaulan

Ingin punya banyak kesempatan mendapat pasangan ? Perluas pergaulan salah satu jawabannya. Ikut beragam komunitas, aktif dalam beragam kegiatan atau aktif di social media yang lagi gencar saat ini. Salah satu cara terbaik adalah dengan masuk ke komunitas atau kegiatan yang sesuai dengan minat dan hobi. Kesempatan untuk bertemu dengan cewek yang punya passion serupa tentu lebih besar.

Kalau punya keyakinan diri dan kemampuan menjaga diri yang besar, bolehlah sesekali bergaul dengan mereka yang dianggap nakal oleh lingkungan sosial. Sekedar tahu hal-hal yang kata orang negatif dan biasanya tidak disukai para wanita. Tapi, cara ini tentu saja butuh ketahanan diri yang kuat, jangan sampai ikut terseret jauh ke dalamnya.

Cintai Seni.

Sepertinya semua orang sepakat kalau seni yang penuh dengan keindahan itu memang selalu berhasil memikat lawan jenis. Coba perhatikan para seniman, meski dandanan mereka kadang a la kadarnya atau bahkan terlihat kumal tapi mereka selalu berhasil membuat wanita bertekuk lutut.

Seniman selain selalu tampil percaya diri dan menjadi dirinya sendiri juga punya modal yang besar, kecintaan pada seni. Tak perlu menguasai alat musik, pandai membuat puisi atau pandai membuat lukisan. Cukup dengan mencintainya dan mampu berbicara tentang seni, itu sudah cukup.

Miliki Rasa Humor

Ada yang bilang kalau cowok humoris itu otomatis akan kelihatan menarik. Percayalah, itu benar. Humor-selain seni- selalu berhasil menjadi ice breaker, memecah kebuntuan kala suasana sedang tidak nyaman. Cowok yang selalu berhasil membuat wanita terpingkal-pingkal akan selalu dirindukan.

Tapi harus diperhatikan juga selera humor macam apa yang harus kita miliki. Setidaknya bukan selera humor rendahan dengan joke yang kadang ofensif dan menjadikan lawan jenis sebagai objek. Belajarlah untuk memiliki selera humor yang cerdas. Ini tentu butuh latihan, tapi bukan hal yang mustahil.

Pahami Wanita

Semua modal sudah anda miliki, ditambah tampilan fisik yang melengkapi.? Tapi, anda tidak punya kepekaan untuk memahami wanita, hasilnya akan sia-sia saudaraku.

Memahami wanita memang bukan perkara mudah, bahkan Einsteinpun mengakuinya. Memang tak harus memahaminya seratus persen, cukup membaca beragam tanda tentang wanita dan selalu berusaha meredam ego.

Catatlah, sebagian besar wanita menganggap lelaki yang mengerti mereka ketika masa PMS datang itu adalah lelaki yang keren. Jadi berusahalah mengalah ketika mereka tiba-tiba menjadi lebih sensitif dan uring-uringan ketika PMS datang. Jadilah lelaki yang lebih sensitif dan peka, tak mengapa mengorbankan ke-macho-an untuk sejenak, toh hasilnya akan lebih terasa.

Nah, itulah 7 tips yang bisa saya bagi buat anda yang merasa cowok. Mungkin tak semuanya benar, tapi setidaknya hampir semuanya berhasil.? Dan ingatlah, jomblo itu hanya sebuah proses bukan musibah apalagi kutukan.

Keluarlah dan temukan cinta sejatimu.

[dG}

February 26, 2012 in Sabtu-Minggu, Tips
Gonta Ganti Themes 6

Gonta Ganti Themes

Themes Bombax

Salah satu themes yang saya pakai dalam waktu lama

Selama membesarkan daenggassing.com entah sudah berapa kali saya berganti-ganti template. Alasannya beragam, tapi yang paling sering adalah karena mulai bosan dan ingin mencari suasana baru.

Selama sebulan belakangan ini, daenggassing.com selalu mendapat serangan malware. Entah dari mana asalnya dan apa motif utamanya yang jelas malware itu benar-benar membuat pusing. Blog tidak bisa diakses karena sudah terlebih dahulu diblok oleh browser. Selain itu, Google juga mencantumkan kalau blog ini masuk kategori attacked pages. Sungguh membuat stress karena sebelum malware menyerang, daenggassing.com sudah termasuk trusted site dengan index yang lumayan di Google.

Setelah diusut, salah satu pintu tempat masuknya malware adalah lewat themes. Akhirnya setelah malware selesai dibasmi dengan berat hati saya terpaksa harus mengganti themes. Themes terakhir yang saya pakai namanya Brover, saya unduh dari sebuah situs yang menyediakan berbagai themes untuk wordpress.

Sebenarnya saya sangat menyukai themes Brover ini karena tampilannya yang sederhana dengan sebuah feature slider yang memungkinkan postingan dengan kategori tertentu tampail berganti-ganti di halaman depan. Hal lain adalah karena kemudahan untuk melakukan pengaturan sendiri, termasuk memasukkan kode iklan di tiap postingan.

Saya lupa kapan pertama kali menggunakan themes itu, tapi seingat saya cukup lama bahkan mungkin termasuk yang paling lama dari berbagai themes yang pernah saya pakai.

Themes lain yang pernah saya pakai dalam waktu lama namanya Typhography. Themes ini sangat sederhana, warnanya putih polos tanpa header. Karena kesederhanaannya maka saya bertahan cukup lama menggunakan themes ini sebelum kemudian menggantinya.

Themes lain yang berkesan dan sempat saya pakai dalam waktu lama bernama Bombax. Themes ini meski kelihatan agak ramai tapi punya kelebihan di bagian pengaturan. Kita gampang untuk mengatur posisi postingan di halaman depan, mengatur besar bingkai gambar dan pengaturan lainnya. Saya hanya kurang sreg pada warnanya yang hijau terang meski bertahan cukup lama di blog ini.

Saya sudah lupa total berapa kali saya mengganti themes, mungkin lebih dari sepuluh kali. Belakangan ini saya lebih fokus pada themes yang bertema magazine atau mirip majalah. Entahlah, saya lebih suka bila halaman depan blog berisi banyak postingan dan terlihat ramai meski tetap saja saya lebih suka yang berwarna netral dan lembut.

Nah, sebelum menggunakan themes yang sekarang saya sempat menggunakan themes WP Cover, salah satu themes magazine yang sudah terdaftar di wordpress. Saya sebenarnya suka karena themes itu mudah diatur termasuk mengganti warna latar dan header. Sayangnya saya kurang sreg dengan warna yang dominan cokelat.

Setelah mencari-cari di sebuah website yang punya banyak pilihan themes, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada themes yang sekarang. Saya suka karena warna dominannya yang putih dengan paduan warna biru laut. Selain itu tentu saja adalah karena ada feature slider yang menampilkan foto-foto untuk postingan dengan kategori tertentu.

Sebenarnya ada beberapa bagian yang masih belum bisa memuaskan saya, sampai sekarang saya masih mencari-cari bagaimana caranya untuk melakukan modifikasi sendiri agar bagian tersebut bisa pas sesuai dengan kemauan. Tapi secara umum saya sudah puas pada themes yang sekarang dan entah akan berhana berapa lama.

Bagaimana dengan teman-teman ? Punya cerita tentang themes pada blog kalian ? Berbagi yuk..!!

[dG]

February 25, 2012 in Sabtu-Minggu, Tips
Batas Ngeblog Itu Cuma Semangat 12

Batas Ngeblog Itu Cuma Semangat

Abah Arsyad ketika sharing di "Aruh Blogger"

 

Berapa usia maksimal untuk jadi seorang blogger ? Jawabnya tidak ada !! Selama anda masih bisa punya semangat, anda bisa jadi seorang blogger. Saya bertemu dan berkenalan dengan seorang blogger asal Kalimantan Selatan yang usianya tidak muda lagi tapi semangatnya mengalahkan para blogger muda.

Namanya Arsyad Indradi, orang-orang memanggilnya dengan nama Abah Arsyad. Usianya tidak muda lagi, sudah kepala 6 kata orang. Saya lupa berapa pastinya, yang jelas uban di kepala, kerutan di wajah dan gigi yang mulai tanggal menggambarkan dengan jelas usianya. Beliau pensiunan PNS di Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

Saya pertama bertemu beliau di gelaran kopdar Blogger Nusantara Oktober tahun lalu di Sidoarjo. Sosoknya langsung menarik perhatian, dia jelas yang paling tua di antara para peserta kopdar Blogger Nusantara. Abah Arsyad sangat ramah, dia mendatangi kami dan begitu tahu kami datang dari Makassar dia dengan antusias mengajak kami ngobrol. Sangat antusias sampai-sampai kami susah menyela di antara kalimat-kalimat yang meluncur dari mulutnya.

Abah Arsyad seorang seniman. Dia penyair, cerpenis, pemain teater dan penari. Di keempat titik itulah dunianya berputar dan keempat titik itupula yang selalu jadi bahan utama obrolannya.

Pertemuan kedua saya dengan Abah Arsyad terjadi minggu lalu di Banjar Baru, kota tempatnya tinggal dan beraktifitas sebagai seniman. Tetap dengan gayanya yang khas, rambut lumayan panjang yang sebagian besarnya sudah berwarna perak, tubuh ceking yang dibalut pakaian sederhana serta gelang dan kalung dari batu khas Kalimantan. Semangatnya juga masih sama, membara di antara lontaran kalimat yang keluar dari mulutnya.

Semangat adalah sesuatu yang harus saya akui dari Abah Arsyad. Semangatnya mungkin melebihi anak-anak muda yang begitu gampang rapuh dan jatuh dalam keputusasaan hingga malas untuk belajar. Di usianya yang tak terbilang muda lagi beliau masih tetap mau belajar pada yang muda, belajar untuk memanfaatkan teknologi. Mengenal blog dan kemudian facebook.

Abah Arsyad kemudian memanfaatkan blog untuk memajang cerita dan hasil karyanya yang berkaitan dengan sastra dan seni. Tidak tanggung-tanggung, Abah Arsyad sampai punya 60 blog dan semuanya aktif ! Berapa orang di antara kita yang punya blog sebanyak itu dan kemudian punya waktu untuk mengelola semuanya ?

Profil Abah Arsyad di Kompas, Kamis 16 Februari 2012

Itu yang saya sebut sebagai semangat. Usia 60 tahun bagi sebagian orang adalah usia untuk berleha-leha, memanfaatkan waktu pensiun untuk menikmati hidup dengan bermain bersama cucu, berkebun atau mungkin kegiatan rekreatif lainnya. Abah Arsyad memilih blog sebagai kegiatannya menghabiskan masa pensiun dengan tetap membiarkan otaknya bekerja bagi kegiatan seni dan sastra utamanya di Banjar Baru.

Di usianya yang tak lagi muda, dia tetap seorang lelaki dengan semangat dan stamina yang luar biasa. Ketika berjumpa di Sidoarjo saya jadi saksi betapa malam yang semakin larut tidak membuatnya terkantuk-kantuk. Ketika orang tua lain seusianya memilih ranjang dan selimut sebagai kawan, dia masih memilih laptop sebagai karib. Matanya tetap nyalang ketika jarum jam sudah menunjuk angka 2 bahkan 3. Saya membayangkannya sebagai lelaki dengan baterei sekelas energizer sebagai penggeraknya.

” Ini gelang untuk pacar kelima belas abah, ” Katanya sambil menunjukkan lengan kirinya yang dililit gelang batu khas Martapura.

Becanda atau tidak, yang jelas itu ungkapan semangat dari seorang lelaki tua yang masih percaya diri bisa menarik perhatian lawan jenis. Saya tertawa renyah, lucu rasanya melihat semangat si Abah. Ketika bersama-sama ke pasar apung Lok Baintanpun dia tetap semangat menggoda para wanita yang ikut dalam rombongan.

Abah Arsyad adalah contoh nyata kalau ngeblog itu tidak dibatasi usia. Hanya semangatlah yang jadi batasnya. Ketika semangat itu masih menyala, usia hanyalah bilangan angka yang tidak ada artinya. Ketika semangat itu padam, semuda apapun kamu ngeblog tidak akan menarik lagi.

Hari ini saya begitu bersemangat untuk ngeblog, mencatat satu demi satu opini, cerita atau kenangan dalam hidup saya. Mudah-mudahan saya tidak akan berhenti di tengah jalan, mudah-mudahan saya akan seperti Abah Arsyad yang masih punya semangat untuk ngeblog meski gigi tak lagi utuh.

Duh, saya tiba-tiba malu pada lelaki dari Banjar Baru itu.

[dG]

February 22, 2012 in Blogging, Rabu
Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua 23

Borneo 1 ; Selamat Datang Di Bumi Banua

Bandara Syamsudin Noor

Akhirnya, kesampaian juga menginjak tanah Borneo. Pulau terbesar kedua di Indonesia yang dimiliki oleh tiga negara ; Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Ini adalah tulisan pertama tentang kesan-kesan selama di Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

Pukul 14 lebih lima menit. Pesawat Lion Air mulai memasuki kawasan udara Kalimantan Selatan. Dari atas terlihat hamparan tanah yang masih kosong, dari atas hanya warna hijau diselingi garis-garis tak beraturan berwarna kecoklatan. Pohon dan sungai, persis seperti bayangan awal saya tentang tanah Kalimantan. Agak jauh ke sebelah barat terlihat hamparan perkotaan yang lumayan sibuk dan padat dengan sebuah sungai besar yang lebar dan sibuk dengan puluhan kapal kecil dan besar yang hilir mudik. Itu kota Banjarmasin dengan sungai Baritonya.

Singa udara yang saya tumpangi akhirnya mendarat dengan mulus di bandara Syamsudin Noor. Bandara yang langsung mengingatkan saya pada bandara Sultan Hasanuddin bertahun-tahun yang lalu ketika masih berada di kawasan Mandai. Runway yang lebar dan panjang tapi terminal yang masih kecil. Meski kecil, terminal bandara Syamsudin Noor terlihat padat dan ramai. Mungkin salah satu bandara tersibuk di pulau Kalimantan.

Dari bandara, saya menuju rumah Harie, sang ketua komunitas blogger Kal-Sel Kayuh Baimbai. Malam pertama akan saya habiskan di sana sebelum pindah ke asrama haji tempat dilangsungkannya acara Aruh Blogger.

Cuaca Banjar Baru ( sekitar 30 KM sebelah timur kota Banjarmasin ) sedang berawan, tidak terlalu panas dan tidak juga dingin. Kesan pertama yang saya tangkap adalah kota ini belum terlalu ramai. Jalanannya lebar dan tidak padat, bahkan selama tiga hari di sana saya hanya menemukan satu lampu lalu lintas yang berfungsi tapi sama sekali tidak menemukan kemacetan.

Banjar Baru memang sedang berkembang. Kota ini disiapkan untuk jadi ibukota Kalimantan Selatan yang baru, menggantikan kota Banjarmasin yang katanya sudah terlalu padat.

Kasturi, Panting dan Pampakin

Tiba di rumah Harie, saya disambut keramahan khas Indonesia. Ternyata Harie bukan asli Banjar. Orang tuanya berasal dari Jogja meski dia memang lahir dan besar di Banjar. Istrinyapun orang Salatiga, lengkaplah nuansa Jawa di rumah itu. Percakapan dalam bahasa Jawa terdengar sepanjang hari, membuat saya sedikit disorientasi tempat. Ini Kalimantan atau Jawa ?

Pendatang dari suku Jawa memang cukup banyak bertebaran di Banjar Baru, sedangkan suku aslinya adalah suku Banjar. Selain Jawa dan Banjar, suku Madura serta pendatang dari Bugis dan Makassar juga banyak di Kalimantan Selatan. Sedangkan orang Dayak banyak berdiam di kawasan hulu sungai dan agak masuk ke pedalaman.

Buah Kasturi

Harie menyuguhkan buah buah khas Kalimantan. Namanya kasturi. Buah kecil berdiameter sekitar 5cm dengan kulit berwarna ungu gelap. Katanya masih keluarga dengan mangga. Saya coba mengupasnya sebiji dan betul saja, baunya memang mirip mangga. Tekstur dagingnya juga mirip, berserat banyak meski kasturi sedikit lebih keras. Dagingnya yang berwarna oranye dan berair itu terasa manis. Buah kasturi memang buah khas Kalimantan dan tidak didapatkan di pulau lainnya.

Kasturi itu ternyata baru pembuka. Berikutnya masih ada hal-hal lain khas Kalimantan yang segera saya temukan.

Tak jauh dari rumah Harie, beberapa anak kecil berkumpul dalam sebuah lingkaran kecil di teras sebuah rumah. Mereka bukan sekadar berkumpul. Tiga orang anak laki-laki antara 9-13 tahun memainkan alat musik yang disebut panting, mirip dengan kecapi. Tiga orang anak perempuan dengan usia yang sama bertindak sebagai penyanyi. Agak di luar lingkaran seorang anak lelaki memegang gong, seorang lagi memegang gendang dan satu lagi memegang simbal.

Anak-anak berlatih musik Panting

Mereka sedang berlatih membawakan alunan musik panting, musik khas Kalimantan Selatan. Sepintas musik itu mirip dengan musik kecapi melayu, lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu daerah berbahasa Banjar. Saya hanya mengenal dua di antaranya ; ampar-ampar pisang dan kota baru.

Ada yang luar biasa dari musik panting ini. Alat musik yang dipetik itu ternyata tidak memiliki chord khusus, hanya dipetik mengikuti naluri. Anak-anak yang belajar mengaku mereka butuh waktu satu tahun untuk bisa selihai sekarang. Sampai saat ini mereka sudah menguasai 22 jenis lagu daerah. Jumlah yang lumayan banyak.

Saya terpesona pada penampilan anak-anak itu. Mereka adalah masa depan Indonesia, tempat kita berharap semoga budaya yang begitu kaya dan eksotis ini tidak hilang tergerus budaya yang katanya lebih modern.

Bingka Pisang dan Teh Hangat

Sambil menikmati alunan musik panting, kami duduk di teras rumah seorang warga. Si ibu pemilik rumah tanpa diminta kemudian menghidangkan makanan ringan dan teh hangat. Inilah keramahan khas Indonesia, ketika pemilik rumah tanpa merasa keberatan menjamu tamu, bahkan yang tidak mereka undang sekalipun.

Maka datanglah dua piring bingka pisang. Kue berbentuk bulat berbahan dasar pisang dan tepung yang masih hangat beserta teh yang masih mengepul. Duh, sungguh sore yang menyenangkan.

Menikmati Sore dan Keramahan A La Indonesia

Buah Pampakin

Kejutan terakhir hari itu adalah buah pampakin. Satu lagi buah khas Kalimantan. Bentuknya mirip durian hanya saja sedikit lebih kecil. Meski sangat mirip durian, ternyata pampakin sangat jauh berbeda. Durinya tidak sekeras durian sehingga kita bisa memukulkannya ke badan tanpa rasa sakit. Dagingnya berwarna oranye terang dengan bau yang tidak terlalu menyengat seperti durian. Rasanya juga tidak menyengat dan tidak bikin mabuk. Saya berani menghabiskan dua biji pampakin sendirian, tidak seperti bila menghabiskan durian.

Belum genap enam jam di bumi Borneo saya sudah menemukan begitu banyak kekhasan dan keramahan dari tanah di tengah republik ini. Belum lagi gadis-gadis Banjar yang elok dan ramah, pun dengan kaum lelakinya yang begitu menghargai tamu dan selalu menyebar senyuman.

Borneo, Kalimantan atau apapun sebutan orang hanyalah satu permata dari sekian banyak permata yang ada di republik ini. Ah, Indonesia memang kaya.

Bersambung
[dG]

February 21, 2012 in Budaya, Jalan-Jalan, Selasa, Wisata
Negeri Yang Indah Dan Kaya 13

Negeri Yang Indah Dan Kaya

Satu Sisi Indonesia

 

Makin banyak jalan dan melihat ke dalam negeri ini, rasanya makin besar rasa cinta pada negeri berjuluk zamrud khatulistiwa ini.

Tahun 80an di satu-satunya stasiun televisi Indonesia ada sebuah film seri buatan dalam negeri. Judulnya ACI, akronim dari Aku Cinta Indonesia. Ceritanya tentang tiga orang remaja bersama kawan-kawannya yang bercerita tentang Indonesia. Film ini mungkin memang adalah bagian dari propaganda rejim orde baru, tapi judul film ini terus membekas hingga sekarang.

Saya lahir di negeri ini, dari sepasang orang tua yang juga lahir di tanah ini. Tumbuh dan besar di negeri ini tanpa sekalipun pernah menginjakkan kaki ke negeri seberang atau negeri yang lebih jauh. Hingga umur setua ini saya belum banyak mendatangi jengkal demi jengkal negeri ini. Pulau Sumatera, Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara dan Papua belum sekalipun saya injak. Negeri ini terlalu luas untuk bisa dijelajahi, tapi juga terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja.

Jumat hinga minggu kemarin ( 17-19/februari ) saya berkesempatan untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di bumi Borneo, pulau terbesar kedua di negeri ini. Pulau yang unik karena teritorinya dibagi untuk 3 negara, Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Pulau besar yang sudah lama ingin saya kunjungi, pulau besar yang sudah lama saya dengar tentang eksotisme dan ragam budayanya.

Tiga hari di kota Banjar Baru-sebuah kota sekitar 30km sebelah barat Banjarmasin-saya kembali membenarkan kalimat yang sering saya dengar, Indonesia memang kaya. Banjar Baru yang mayoritas dihuni suku? Banjar dan dilengkapi dengan beragam pendatang dari berbagai suku benar-benar menyajikan banyak harta yang melengkapi kekayaan Indonesia.

Saya disambut Kasturi, buah khas Kalimantan yang belum pernah saya dapatkan di pulau manapun. Telinga saya kemudian dimanjakan alunan musik Panting, musik khas Kalimantan Selatan yang menyejukkan. Saya dimanjakan jajanan khas Kalimantan Selatan yang eksotis, memanjakan lidah dengan ragam makanan yang berbeda dan tentu saja menikmati budaya lokal.

Indonesia bukan hanya Kalimantan, Indonesia juga bukan hanya Sulawesi dan Indonesia tentu saja bukan hanya Jawa yang sudah terlalu sering kita dengar. Indonesia membentang dari Aceh di bagian barat hingga Papua di bagian Timur.

Negeri ini memang terlalu indah dan terlalu kaya sehingga ada sebagian orang yang kemudian menjadi terlalu rakus dan memaksakan kantongnya terisi oleh kekayaan dari negeri ini. Mereka punya kuasa, mereka punya modal dan mereka kemudian menggabungkannya jadi satu dalam balut keserakahan. Tinggallah mereka yang tak punya apa-apa yang kemudian merenungi negeri ini sebagai negeri yang kaya tapi aliran kekayaannya seperti sungai yang mengalir ke satu arah saja.

Negeri ini memang kaya, tapi negeri ini juga jadi tempat bagi jutaan orang yang mengeluhkan kemiskinan dan mengutuki hidup. Negeri ini indah, tapi juga jadi tempat jutaan orang mengais tanah dan sampah hanya untuk sekadar menyambung hidup selama sehari.

Semakin banyak saya berjalan di setiap jengkal negeri ini, semakin saya sadari indah dan kayanya negeri ini. Semakin saya sadari juga betapa banyaknya warga negeri ini yang dikecewakan mereka yang menganggap dirinya pemimpin.

Negeri ini indah dan kaya, banyak dari kita yang mencintainya. Tapi negeri ini juga membuat banyak dari kita yang lebih memilih untuk menjejakkan kaki di negeri seberang atau negeri yang jauh di sana untuk menyambung hidup. Sebagian di antaranya tidak berniat untuk kembali lagi. Mereka tahu negeri ini indah dan kaya, tapi mereka juga tahu kekayaan negeri ini hanya milik beberapa orang saja.

Inilah Indonesia, negeri di mana saya lahir dan besar. Inilah Indonesia, negeri di mana saya berharap bisa menutup mata di atas tanahnya. Semakin saya jauh berjalan menyusuri setiap jengkal negeri ini semakin saya menyadari kalau saya mencintai negeri ini.

Negeri ini terlalu indah dan terlalu kaya.

[dG]

February 20, 2012 in Opini, Senin
Jangan Main-Main Dengan Judul 15

Jangan Main-Main Dengan Judul

Contoh Judul koran POS KOTA ( sumber : Google )

Empat tahun ngeblog, sampai sekarang saya masih punya satu kesulitan besar. Sulit mencari judul yang pas untuk tulisan yang sudah selesai.

Buat saya, membuat sebuah tulisan untuk blog tidak terlalu sulit. Hal pertama yang saya siapkan adalah ide, bila ide sudah dapat tinggal membuka aplikasi dan biasanya tulisan akan mengalir dengan lancar. Hambatan awal hanya ada di paragraf satu dan dua, paragraf yang selalu saya anggap penting sebagai pembuka menuju paragraf lainnya. Tapi bila itu terlewati maka semua akan lancar.

Rata-rata sebuah tulisan dengan 1000an kata saya selesaikan dalam 30 menit bila tidak ada gangguan dari luar.

Setelah selesai menulis biasanya kesulitanbesar? akan datang ketika menentukan judul. Entah kenapa, selama 4 tahun ngeblog saya masih saja terganjal pada masalah judul. Selalu susah mencari judul yang pas dan menarik, susah mencari judul yang nendang dan bisa mendatangkan rasa penasaran. Setelah semua tulisan selesai, saya biasanya butuh waktu beberapa saat untuk mengutak-atik calon judul yang saya anggap bagus.

Judul Yang Direvisi

Suatu hari saya membuat postingan tentang baliho yang lagi heboh di Makassar. Saya memilih sebuah judul yang saya anggap sudah cukup menarik dan nendang. Menebar Paku Di Jalanan Makassar, judul itu kemudian saya pampang di blog.

Beberapa waktu kemudian tulisan yang sama saya kirim ke Panyingkul.com, situs citizen reporter tempat saya dulu banyak belajar tentang teknik menulis yang baik. Oleh sang editor, tulisan saya dimuat tapi judulnya diubah menjadi lebih menarik. Obama Makassar Ternyata Tukang Paku. Judul yang dipilih sang editor benar-benar menarik bukan ? Dari catatan yang dikirim editor ke saya dia menegaskan kalau saya harus lebih kreatif mencari sudut yang tidak biasa untuk sebuah judul.

Kreatif mencari sudut untuk judul. Itu jelas bukan hal yang gampang. Butuh pengalaman bertahun-tahun dan tentu saja daya khayal yang tinggi khususnya untuk tulisan berjenis feature.

Mungkin akan sedikit berbeda ketika kita membuat tulisan yang berisi tips dan trik atau semacamnya, judul tentu tidak terlalu masalah karena bisa langsung merujuk kepada tips atau trik yang ingin dibagikan.

Bombastis dan Membuat Persepsi Berbeda

Hal yang berbeda dilakukan beberapa surat kabar dengan membuat judul yang bombastis dan fantastis bahkan kadang tanpa membaca isinya kita sudah bisa tahu dengan gamblang tentang berita yang ditayangkan.

Tapi, masalah judul juga kadang membuat lahirnya perbedaan persepsi. Sebagai contoh beberapa media di internet sering menggunakan kalimat yang provokatif sebagai judul. Link dari berita itu kemudian disebar melalui jejaring sosial. Karena sifat judulnya yang provokatif, link itu tersebar dengan cepat dan kemudian menciptakan persepsi baru yang mungkin saja berbeda bila kita membaca isi berita yang disebar itu. Kasus seperti ini sudah sering terjadi, apalagi karena orang Indonesia lebih banyak yang malas membuka tautan.

Sampai sekarang saya masih terus belajar mengasah kepekaan untuk mencari judul yang bisa nendang dan bisa mendatangkan rasa penasaran dari pembaca. Saya tahu, mencari judul itu susah dan saya juga tidak mau terjebak untuk memasang judul yang bisa menyesatkan orang.

Selamat menulis teman-teman, dan selamat mencari judul yang pas dan ingat, jangan main-main dengan judul

[dG]

February 15, 2012 in Blogging, Rabu
Makassar ; Surga Sea Food 10

Makassar ; Surga Sea Food

Ragam Sajian Sea Food

Ke Makassar kalau tidak sempat mencicipi hidangan olahan lautnya rasanya akan sia-sia. Kota ini lekat dengan beragam olahan hasil laut, mulai dari ikan, cumi, udang hingga kerang.

Sebagai kota di tepi pantai, Makassar memang lekat dengan laut dan tentu saja beragam makanan yang diambil dari laut. Bagi orang Bugis Makassar, ikan adalah sebuah keharusan. Tak lengkap rasanya melewati waktu makan tanpa menyantap beberapa potong ikan. Cara pengolahannyapun beragam, dari yang hanya digoreng biasa, digoreng pakai tepung hingga dimasak dengan beragam bumbu. Pokoknya ikan.

Di sekitar kota Makassar, ragam warung makan dengan menu utama hasil laut juga banyak bertebaran. Dari warung pinggir jalan hingga warung ber-AC. Kisaran harganya juga bermacam-macam, dari yang belasan ribu hingga yang puluhan ribu per-porsi.

Seorang teman dari Jawa pernah bilang kalau perbedaan paling mendasar antara sea food di Makassar dengan sea food di Jawa ( khususnya di Jakarta ) adalah soal rasa. Hasil laut di Makassar masih terasa segar dan gurih meski tidak menggunakan banyak macam bumbu.

Analisa sederhana saya adalah mungkin karena laut di sekitar Makassar memang relatif masih jernih dan bersih dari limbah industri sehingga membuat hasil lautnya juga terasa lebih segar dan gurih. Agak berbeda dengan beberapa kota besar di Jawa yang lautnya mulai tercemar oleh limbah industri dan semacamnya.

Beberapa warung sea food yang terkenal di Makassar semisal : warung makan Lae-Lae, warung makan Paotere, warung makan Bahari, warung makan Apong atau yang agak baru seperti warung makan HaDe. Semua warung makan itu menyediakan ragam hasil laut, mulai dari ikan, kepiting, cumi, udang hingga kerang.

Sebagian besar sea food tersebut diolah dengan cara dibakar dan sebagian dengan cara digoreng. Khusus untuk yang dibakar, bumbunya lebih minimalis. Berbeda dengan olahan ikan di Jawa yang biasanya menggunakan banyak bumbu. Begitupula untuk ikan yang digoreng, sebagian besar hanya digoreng polos, atau kalaupun ada tambahan biasanya ditambah dengan tepung dan sedikit bumbu.

Sop Kepala Ikan

Bentuk olahan lain adalah dengan dimasak. Salah satu variannya adalah yang bernama Ulu Juku ( kepala ikan ) yang bahannya terdiri dari kepala ikan, biasanya kepala ikan kakap atau ikan sunu. Kepala ikan tersebut dimasak dengan beberapa bumbu plus kunyit sehingga kuahnya berwarna agak kekuningan. Di Makassar ada beberapa warung yang terkenal dengan sajian Ulu Juku atau sop kepala ikan ini.

Buat anda yang senang menikmati sensasi rasa olahan hasil laut, silakan berkunjung ke Makassar. Ada banyak pilihan tempat menikmati hasil olahan laut yang nikmat, segar dan gurih. Sambil tentu saja tidak boleh lupa untuk terus peduli? pada laut kita yang sudah berbaik hati menyediakan begitu banyak hasil yang bisa kita nikmati.

[dG]

February 14, 2012 in Jalan-Jalan, Selasa, Wisata
The Battle Of Britain 1

The Battle Of Britain

Aksi Rooney Ketika Menjebol Gawang Liverpool

Inggris mengklaim diri sebagai tuan rumah sepakbola, pusat sepakbola modern dan tentu saja pemilik liga terbaik di dunia. Dan pertarungan paling panas sepanjang tahun adalah tentu saja sebuah pertarungan klasik antara dua klub penguasa EPL, Manchester United dan Liverpool.

Old Trafford, 11 Februari 2012. Begitu peluit akhir dibunyikan, pemain MU tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Mereka berhasil menaklukkan Liverpool dengan 2-1 sekaligus membalas kekalahan di piala FA. Patrice Evra bahkan mulai kebablasan. Lelaki keling berkewarganegaraan Perancis itu melakukan selebrasi tepat di depan Luis Suarez, lelaki asal Uruguay yang jadi tulang punggung Liverpool.

Rivalitas Evra dan Suarez jadi title utama laga malam itu. Kasus penghinaan berbau rasis yang dilontarkan Suarez ke Evra pada pertemuan pertama jadi bulan-bulanan media. Suarez sudah menjalani masa hukuman dari FA, tapi publik belum sepenuhnya memaafkan. Keadaan tambah suram ketika di awal pertandingan Suarez menolak menjabat tangan Evra, meski Ferdinand juga melakukan hal yang sama, menolak menjabat tangan Suarez.

Suarez dan Evra hanya salah satu remah-remah kecil dalam laga yang selalu disebut orang sebagai Battle of Britain, laga penguasa Britania Raya.

Manchester United dan Liverpool, dua klub tanah Inggris yang dianggap paling sukses dalam sejarah sepakbola negeri ratu Elizabeth itu. Liverpool sudah lebih dulu menancapkan kejayaannya dengan menguasai title juara liga Inggris sebanyak 18 kali sebelum akhirnya disalip MU dengan 19 kali juara. Perolehan yang tentunya membuat Liverpool makin sakit hati dan terus menyimpan dendam pada rival dari utara itu.

Periode 1970an hingga 1980an, Liverpool bukan hanya menguasai Inggris tapi juga hampir menguasai Eropa. Ketika itu MU adalah klub medioker yang tengah membangun kembali masa-masa kejayaannya. Kemudian datanglah seorang pria dari Scotlandia, pria biasa yang tak punya reputasi sebagai pemain atau pelatih besar. Namanya Alex Ferguson.

Perlahan tapi pasti lelaki itu membawa MU ke puncak klasemen. Merebut satu demi satu trofi yang perlu mereka rebut. Di saat yang bersamaan di bagian selatan Inggris, Liverpool mulai turun ke tengah klasemen. Beragam pelatih datang dan pergi, hanya Rafael Benitez asal Spanyol yang berhasil membawa kembali trofi Liga Champion Eropa dan sedikit menyelamatkan wajah Liverpool.

Benitez juga akhirnya harus pergi. Gempuran Arsenal, Chelsea dan belakangan City membuat Liverpool tak ubahnya klub semenjana yang berusaha mengintip peluang masuk ke empat besar liga Inggris.

Tapi, meski Liverpool jauh dari titik pusat persaingan tapi mereka tetaplah Liverpool dengan kenangan manis yang tertoreh pada sejarah sepakbola Inggris. Alex Ferguson tidak bisa tenang setiap kali bertemu si merah. Tensinya akan tinggi setiap kali timnya bertandang ke Anfield atau Theatre of Dreams kedatangan tamu dari Anfield. Arsenal, Chelsea dan sekarang Manchester City hanyalah penghalang sementara. Bagi Sir Alex dan semua fans MU, Liverpool adalah penghalang abadi tak peduli seberapa buruk penampilan mereka.

Rivalitas kedua kubu sudah berlangsung lama, disinyalir bahkan sudah ada sejak jaman revolusi industri di Inggris pada abad ke 18. Manchester di Utara sebagai pusat industri baja dan Liverpool di selatan sebagai pusat pelabuhan. Persaingan ini merambah ke lapangan hijau, tempat di mana sepakbola bagi orang Inggris dianggap setara dengan agama dan stadion sebagai altar pemujaan.

Saking ketatnya persaingan mereka, direct transfer ( perpindahan pemain secara langsung ) terakhir terjadi pada April 1964 oleh Phil Cisnall dari MU ke Liverpool. Dua musim lalu Michael Owen yang produk Liverpool memang bergabung dengan MU, tapi sebelumnya dia sudah melanglang buana ke beberapa klub lain.

Old Trafford 11 Februari 2012 adalah pertemuan terakhir mereka musim ini. Aroma panas itu masih terasa, apalagi ada Evra dan Suarez yang jadi bahan bakarnya.

Bila Spanyol punya rivalitas abadi berbau politik antara Barcelona dan Real Madrid, maka Inggris punya the Battle Of Britain bernama Liverpool vs Manchester United. Rivalitas yang akan bertahan lama dan tentunya akan menghangatkan lapangan hijau.

Mari menantikan pertemuan mereka selanjutnya.

[dG]

February 13, 2012 in Opini, Senin
Di Makassar, Pohon-Pohon Jadi Rebutan 0

Di Makassar, Pohon-Pohon Jadi Rebutan

Pohon yang jadi korban

Menjelang Pilkada yang meski masih setahun lagi, Makassar sudah sesak oleh spanduk, baliho besar maupun kecil yang berisi wajah-wajah sok akrab yang ingin mencalonkan diri jadi pemimpin. Beberapa di antaranya dengan sangat tega menempel wajah atau jargon mereka di pohon. Dengan paku tentu saja.

Di bilangan jalan utama yang bernama Jl. Andi Pangerang Petta Rani berdesakan banyak sekali baliho, poster dan spanduk yang memajang wajah-wajah penuh senyuman. Di antara wajah-wajah itu ada tulisan, kebanyakan adalah janji manis, selebihnya adalah motivasi kalau mereka bisa memberikan yang terbaik untuk kota ini.

Setiap perempatan atau pertigaan pasti penuh dengan baliho super besar yang sangat menusuk mata. Karena semua ruang untuk pamer diri sudah penuh, maka beberapa orang kemudian memilih ruang lain yang masih tersisa. Adalah pohon yang kemudian jadi korban.

Pohon lain yang jadi korban

Bukan hanya di seputaran jalan AP. Pettarani pohon-pohon terpilih jadi etalase untuk memasang wajah dan jargon itu, tapi di bilangan jalan lainnyapun banyak. Biasanya poster kecil seukuran 50x100cm itu dipasang di pohon-pohon dengan menggunakan paku. Jadilah pohon-pohon yang seharusnya jadi penyejuk kota dan mata itu berubah menjadi etalase wajah yang kadang malah bikin eneg.

Perlahan-lahan, wajah kota Makassar makin suram. Perempatan dan pertigaan jalan penuh dengan baliho besar, sementara pohon-pohonnya penuh dengan poster yang dipaku. Sungguh pemandangan yang sangat tidak nyaman. Orang menyebutnya sebagai polusi visual.

Beberapa waktu yang lalu kota Makassar dihebohkan dengan beberapa baliho besar yang mengusung jargon PAKUI. Sebuah jargon yang aneh dan sama sekali tidak menarik simpati. Belakangan ini di beberapa titik di kota Makassar ada baliho baru yang bisa dibilang sebagai lawan dari baliho PAKUI itu. Penyebarannya memang belum banyak dan besarannyapun tidak sebesar baliho PAKUI itu, tapi sudah cukup lumayan menarik perhatian.

Baliho Ambo Tang

Baliho itu bergambar seorang lelaki tua berpakaian adat warna putih lengkap dengan sarung dan kopiah khas Bugis. Di bagian atasnya bertuliskan : Ranjau Paku Di Mana-Mana !! dan bagian bawahnya ada tulisan ; Relawan Pencabut Paku. Ada juga tulisan nama H. Ambo Tang? yang merupakan nama khas Bugis meski Tang juga bisa diasosiasikan sebagai tang yang kita gunakan untuk mencabut paku.

Saya kurang tahu apakah si bapak H. Ambo Tang itu juga berniat mencalonkan diri untuk jadi walikota atau gubernur, atau hanya sebagai sindiran untuk baliho PAKUI saja ?

Stop Pakui Pohon

Sementara itu di bagian lain di Jl. AP Pettarani ada satu baliho kecil yang menarik perhatian saya. Sebuah baliho kecil yang mengusung jargon : STOP PAKUI POHON BOS, di bagian kanan atas ada tulisan : GERAKAN CABUT PAKU sementara di bagian bawah ada tulisan : BPP KPA SUL-SEL dan KOMITE PEMUDA PEMERHATI LINGKUNGAN.

Dari data yang saya peroleh di Internet, BPP KPA Sul-Sel ini adalah sebuah perkumpulan remaja pecinta alam. Makanya terasa wajar bila mereka kemudian merasa geram dengan makin maraknya para politikus yang memanfaatkan pohon sebagai media etalase wajah mereka.

Begitulah, pohon-pohon di Makassar rupanya menjadi rebutan banyak pihak. Ada yang berebut memakunya dan memasang wajahnya ada juga yang berebut mencabut pakunya. Entah sampai kapan pohon-pohon di Makassar bisa bebas dari kepentingan politik. Tidak bisakah mereka membiarkan pohon-pohon itu tetap di sana menjalankan tugasnya sebagai penyejuk kota ?

Kami mau pohon kami kembali bersih, tanpa wajah mereka yang entah kenapa kadang bikin eneg.

 

[dG]

February 09, 2012 in Kamis, Keliling Makassar, Makassar, Sekitarku
iPhone 4S Dari Telkomsel Mendarat di Indonesia 2

iPhone 4S Dari Telkomsel Mendarat di Indonesia

iPhone 4S

Beberapa hari yang lalu, cerita tentang iPhone 4S berkelebatan di lini masa. Rupanya benda istimewa itu berhasil membuat kegaduhan di dunia maya Indonesia? ketika iPhone 4S resmi masuk ke Indonesia. Saya tidak tahu banyak tentang benda satu itu, tapi melihatnya sepintas memang sukses membuat saya ngiler.

Adakah perangkat selular yang melebihi kehebohan yang diciptakan oleh iPhone ? Sejak pertama diluncurkan oleh Apple, iPhone sudah mencuri perhatian banyak orang. Di Amerika orang-orang rela menghabiskan malam di depan toko resmi Apple hanya agar bisa berada di barisan orang-orang pertama yang memegang iPhone.

iPhone akrab dengan gaya hidup yang mapan. Kecanggihan dan tentu saja harganya jadi jaminan kalau sang pemilik adalah seseorang yang “berpunya” dan dengan sendirinya menjadi sebuah gaya yang kadang memang menyilaukan.

iPhone terus berkembang. Meski sang pendiri Steve Jobs telah meninggal tapi inovasi iPhone tidak berhenti. Akhirnya iPhone 4S yang sempat tertunda peluncurannya kemudian membanjiri pasar. Membanjiri mungkin tidak tepat karena memang tidak semua pasar bisa menyerapnya. Tapi, melihat kehebohan di dunia maya menyambut kehadiran iPhone 4S di Indonesia, bisa dibilang kalau band iPhone memang sudah sangat kuat.

Fitur iPhone 4s

Pekan kemarin, iPhone 4S masuk ke Indonesia secara resmi. Gaungnya terasa di mana-mana, khususnya untuk mereka yang memang akrab dengan dunia selular atau IT.

Telkomsel sebagai operator selular terbesar dan terluas, ikut ambil bagian dalam hebohnya peluncuran iPhone 4s ini dengan mengeluarkan 3 varian iPhone 4S ini pada 2 paketnya. Pertama, paket iPhone 4S KartuHALO dan yang kedua paket iPhone 4S Prepaid. Di paket iPhone 4S KartuHALO, kita akan mendapatkan harga 699 ribu -?4.699 juta untuk iPhone 4S 16GB, 1.899 -?5.899? juta untuk iPhone 4S 32GB, 3.099 -?7.099 juta untuk iPhone 4S 64GB. Sedangkan di paket iPhone 4S Prepaid, kita akan mendapatkan harga 7.7 juta untuk iPhone 4S 16GB, 8.8 juta untuk iPhone 4S 32GB, 9.9 juta untuk iPhone 4S 64GB

Dari situs resmi Telkomsel, tertera secara detail tentang paket-paket yang mereka tawarkan. Namanya paket Perfect Match. Paketnya tersedia dalam berbagai pilihan, untuk kartu HALO maupun untuk kartu pra bayar. Untuk pra bayar, ada paket harian ada juga paket bulanan.

Ini juga sekaligus jadi jawaban tentang hashtag #itsAPerfectMatch yang minggu-minggu lalu ramai lalu lalang di twitter. Analoginya, Telkomsel dan iPhone 4s adalah pasangan yang serasi, a perfect match.

Bagaimana dengan saya ? Ngiler tentu saja iyya, tapi mungkin saya masih memilih untuk menunda dulu sampai benar-benar punya kemampuan lebih. Atau setidaknya menempuh cara lain, ikut lomba blog berhadiah iPhone 4S. Atau yang lebih ekstrem, menunggu ada yang menghadiahkan iPhone 4S.

Semoga ada yang terketuk hatinya.

February 07, 2012 in Random Post
Serenade Your World ; Rayakan Valentinemu 1

Serenade Your World ; Rayakan Valentinemu

Serenade Your World by Heineken

Valentine sudah dekat, dan anak-anak muda yang dilanda cinta sudah sibuk dengan persiapan mereka. Pertarungan mencari pasangan dimulai, bagi yang masih sendiri kegalauan mulai melanda. Valentine jadi ajang pembuktian, bisakah mereka memeluk pasangan tepat di hari kasih sayang itu ?

Bagi yang sudah punya pasangan, masalah tinggal bagaimana merayakan valentine dengan cara yang spesial. Cara yang mungkin akan dikenang dalam waktu lama dan tidak akan mudah untuk dilupakan.

Nah, buat kamu yang sudah punya pasangan atau sedang mengincar seseorang yang spesial, yuk kirim sesuatu yang spesial di hari Valentine. Heineken siap membantumu !

Lalau kamu mau mengajak seseorang kencan pada hari Valentine lewat rayuan dengan pertunjukkan musik (Serenade), maka kamu perlu melihat video terbaru dari Heineken di Kampanye “Open Your World” : Serenade Your World.

 

 

Video ini hadir sebagai bagian dari Facebook App Heineken menyambut Hari Valentine yang telah diluncurkan pada 1 Februari lalu.

Dengan mengklik link pada video ini, maka kamu akan masuk ke Facebook App, dimana kamu dapat membuat Serenade (Pertunjukan musik) untuk mengajak seseorang berkencan pada hari Valentine dengan hanya mengklik 4 tahapan:

Pertama, memilih Siapa, lalu KenapaDia, Seperti Apakencannya, dan kenapaKamu.

Setelah 4 tahapan mudah ini terlewati, maka Pertunjukan Musik yang telah didesain spesial untuk pasangan kencan anda akan segera dikirimkan.

Dan selanjutnya, tinggal menanti jawaban Ya atau Tidak dari calon pasangan kencan kamu. Dengan adanya 640 skenario Serenade yang tersedia (dalam 20 bahasa), kamu pasti tak akan menemukan kesulitan untuk membuat Serenade istimewa untuk kencan kali ini.

Pengirim dan penerima harus menggunakan Facebook App untuk dapat menikmati fasilitas ini. Untuk menambah semarak Facebook App ini, akan hadir Serenade Live, event global dan live selama 8 jam pada tanggal 9 Februari yang akan ditayangkan pada Youtube Channel Heineken.? Penuh dengan konten menarik, Serenade Live akan menjadi kampanye luar biasa yang mampu menghubungkan seluruh dunia.

Bagaimana ? Sudah jelas ? Ayo ikutan supaya valentine kamu bisa berbeda dan tentunya berkesan dengan valentine yang lalu-lalu.

[ Ini adalah Sponsored Post ]

 

 

 

February 07, 2012 in Random Post
Berawal Dari Kompas.com 11

Berawal Dari Kompas.com

Internet ( images by : Google )

Setelah menulis tentang sejarah perkenalan dengan komputer, sepertinya sekarang saya mau menulis tentang sejarah perkenalan dengan internet. Sebuah produk jaman modern yang hari ini rasanya sungguh susah untuk saya tinggalkan.

Saya lupa kapan pertama kali mendengar kata internet. Mungkin sejak saya masih SMP, tapi pastinya kapan saya lupa. Pertama kali tersambung langsung adalah sekitar tahun 1998. Ceritanya kantor kami mulai memasang internet, waktu itu masih dial up dari TelkomNet Instant dengan kecepatan 52Kbps. Itupun hanya satu komputer yang tersambung internet, komputer milik sekertaris boss.

Suatu hari saya dapat kesempatan mencoba sambungan internet di ruang si ibu sekertaris. Saya dan seorang teman yang lebih senior kemudian mencoba membuka berbagai situs. Saya ingat, situs pertama yang kami buka itu adalah Kompas.com. Sekadar membaca beberapa berita di sana. Selanjutnya sang kawan mulai mengetikkan beberapa huruf dan kemudian muncullah beberapa gambar yang membuat kelaki-lakian kami jadi menggelegak. Tapi persentuhan pertama kami tidak lama, TelkomNet Instant bukan layanan yang pas untuk membuka gambar seperti itu. Terlalu menguji kesabaran.

Selepas pertemuan pertama itu saya butuh bertahun-tahun lagi untuk kemudian akrab kembali dengan internet. Sekitar tahun 2000 ketika bekerja di pinggiran ibukota saya akhirnya bisa menikmati fasilitas internet setiap hari. Kantor tempat saya magang memasang internet, jadilah saya kemudian makin akrab dengan dunia maya.

Membuat akun email sudah saya lakukan sebelum ke Jakarta. Masalahnya kemudian adalah saya tidak punya kenalan di dunia maya yang bisa saya kirimi email dan mengirimkan email ke saya. Walhasil inbox saya hanya berisi email selamat datang dari Yahoo. Ketika kemudian berada di Jakarta dan bisa internetan setiap hari, saya coba ikut mailing list sebuah tabloid olahraga. Hasilnya, setiap hari inbox dipenuhi email dari manusia asli, bukan cuma mesin. Ah, senangnya luar biasa.

Ketergantungan dengan internet makin tinggi sampai sekitar setahun berikutnya. Alasan utamanya karena ketika kembali ke Makassar saya terlibat dalam hubungan jarak jauh yang membutuhkan internet sebagai mediumnya. Selain itu saya mulai rajin mengunjungi beberapa situs dewasa. ?Tak bisa saya pungkiri, waktu itu kata internet juga lekat sebagai media untuk menjangkau banyak material dewasa dengan mudah.

Setelah menikah dan kondisi long distance relationship sudah terputus maka kebutuhan akan internet juga kemudian terhenti. Kalau tadinya saya rajin menyambangi warnet untuk membuka inbox, menulis email dan mengunduh beberapa gambar, maka sejak menikah semua kebiasaan itu perlahan hilang. Internet menjadi tidak penting, setidaknya hingga 4 tahun kemudian.

Kenapa empat tahun ? karena sekitar empat tahun kemudian di kantor akhirnya terpasang Telkom Speedy yang kemudian disebar ke semua komputer yang ada di kantor. Masa-masa perkenalan dengan internet kemudian dimulai lagi. Tidak perlu memulai dari awal, meski saya harus membuat email baru karena email lama sudah dinonaktifkan oleh yahoo.

Perkenalan kedua ini rupanya berdampak besar. Saya begitu jatuh cinta pada internet dan segala pernak-perniknya. Dari Yahoo Messenger, Friendster hingga akhirnya berlabuh di blog. Blog juga awalnya hanya numpang di Friendster sebelum akhirnya pindah ke Blogspot dan kemudian membuat domain sendiri.

Internet memang kemudian mengubah dunia saya. Banyak hal positif yang saya dapatkan sekarang berawal dari internet. Passion untuk menulis, teman-teman baru yang bertebaran di segala macam penjuru dunia, hingga teman-teman komunitas di Anging Mammiri. Semua datang karena internet.

Hari ini saya merasa sangat kecanduan pada internet. Setidaknya ada tiga sumber yang menghubungkan saya dengan internet. Sebuah blackberry, sebuah tablet dan sebuah PC yang terhubung dengan modem. Ketika membuka mata di pagi hari, kegiatan pertama adalah mengecek email dan kemudian dilanjutkan dengan mengecek lini masa di twitter. Sebelum menutup mata di malam hari kegiatan terakhir adalah mengecek email dan ditutup dengan mengecek lini masa di twitter.

Internet sudah jadi bagian hidup yang saya anggap penting. Dari awalnya membuka kompas hingga kemudian hari ini begitu banyak tab yang terbuka. Semua mengantarkan saya pada dunia yang memang sangat luas tapi dapat dipandangi dalam satu layar.

February 06, 2012 in Kenangan, Senin
Bentor ; Kendaraan Penguji Nyali 20

Bentor ; Kendaraan Penguji Nyali

Bentor sedang menunggu penumpang

Sekitar dua tahun belakangan ini sebuah moda transportasi baru masuk ke kota Makassar. Bukan transportasi massal memang karena maksimal hanya bisa memuat dua orang dewasa. Namanya Bentor, atau kadang disebut juga sebagai Bemor, gabungan antara becak dan motor.

Saya mengenal moda transportasi ini untuk pertama kalinya sekitar tahun 2002, itupun dari cerita beberapa kawan yang sedang bertugas di Gorontalo. Katanya di sana ada kendaraan umum yang merupakan perkawinan becak dan motor. Bagian depannya berbentuk becak sementara bagian belakangnya berbentuk motor. Namanya bentor.

Bertahun-tahun kemudian bentor kemudian masuk ke Makassar. Saya pertama melihatnya di daerah Antang. Waktu itu jumlahnya memang cuma beberapa buah, tapi lama-kelamaan kemudian bertambah banyak. Rupanya bentor masuk lebih dulu melalui kota-kota kabupaten di utara Makassar seperti Sidrap, Barru dan Pangkep.

Sekarang bentor sudah makin banyak. Di seputaran Makassar, khususnya di daerah pinggiran kota bagian utara dan timur, pangkalan bentor makin gampang ditemui. Perlahan-lahan bentor menyisihkan keberadaan ojek yang lebih dulu ada. Banyak tukang ojek yang terpaksa memodifikasi motor mereka dan mengawinkannya dengan becak agar menjadi bentor. Tentu saja ini jadi semacam tuntutan.

Makin banyak orang yang memilih bentor sebagai moda transportasi, khususnya untuk jalur yang tidak dilayani oleh transportasi umum seperti pete-pete. Keunggulan bentor adalah pada daya muatnya, karena ruang depannya berbentuk becak maka jelas bisa muat maksimal dua orang dewasa, atau satu orang dewasa plus beberapa barang yang biasanya adalah barang belanjaan. Ini jadi kelebihan bentor bila dibanding ojek.

Soal ongkos, bentor juga sedikit lebih mahal dari ojek. Sebagai perbandingan, dari daerah Antang ke Mall Panakkukang dengan jarak sekitar 4 KM, ongkos naik ojek paling mahal sekitar Rp. 10.000,- sedangkan dengan bentor sekitar Rp. 15.000,- . Bila bentor memuat dua orang, jelas harga ini jadi terasa murah. Orang juga banyak memilh menggunakan bentor yang ongkosnya lebih mahal dari pete-pete karena pertimbangan waktu tempuh. Bentor tidak perlu mengikuti rute khusus, persis seperti ojek.

Saya pernah bertanya kepada seorang supir bentor yang pernah saya tumpangi. Seorang lelaki muda dengan gaya masa kini. Rambut a la penyanyi K-Pop , kaos oblong dan celana skinny. Sayang saya lupa namanya. Dia masih baru jadi supir bentor, itupun katanya bentor yang dia bawa punya kakaknya yang kebetulan pulang ke Pangkep, sekitar 50KM sebelah utara kota Makassar.

Dalam sehari penghasilannya tidak menentu. Dia biasanya mangkal di jalan Boulevard, tidak jauh dari Mall Panakkukang yang jadi mall paling besar di timur kota Makassar. Bersama beberapa teman-temanya dia mangkal di sudut jalan, menunggu penumpang mulai dari pagi hingga larut malam.

Bentor, masih tanpa ijin dan uji kelayakan

Sayangnya sampai sekarang bentor belum dapat ijin trayek resmi dari pemerintah. Begitupula dengan uji kelayakan untuk keselamatannya. Beberapa waktu yang lalu dinas perhubungan kota Makassar pernah berniat menghapuskan bentor untuk sementara sampai uji kelayakan keluar. Rencana ini mendapat tentangan dari ratusan supir bentor yang berdemo di depan DPRD kota Makassar dan sampai sekarang rencana itu kembali mentah. Bentor masih berkeliaran dengan bebas, bahkan jumlahnya makin bertambah.

Belum adanya ijin dan uji kelayakan ini membuat bentor memang belum bisa dianggap sebagai sebuah kendaraan yang aman. Ini juga yang membuat bentor belum bisa masuk ke jalan-jalan protokol di kota Makassar.

Tidak semua orang suka naik bentor rupanya. Bentuknya yang menyerupai becak dengan kecepatan sebuah motor kadang membuat penumpang jadi tidak nyaman, seakan-akan duduk di kap sebuah mobil dan harus siap menjadi bemper kalau terjadi tabrakan. Itu belum ditambah dengan gaya menyupir yang ugal-uagalan, utamanya ketika macet. Para supir bentor kadang memaksakan bentornya untuk menerobos macet, lengkap dengan zig-zag-nya yang membuat penumpang ketar-ketir.

Musik dan Alat Kampanye

Suka atau tidak suka, bisnis bentor makin marak saat ini. Variasi bentorpun makin beragam. Beberapa bentor kemudian melengkapi diri dengan audio, meski kualitas suaranya memang lebih tepat disebut memekakkan telinga daripada membuat nyaman karena tentu saja tidak ada ruang yang cukup untuk memantulkan suara. Beda dengan audio yang terpasang pada mobil. Untuk pilihan lagu, biasanya berkutat antara lagu dangdut atau lagu house music, pokoknya yang terdengar meriah meski saya pernah juga mendapati sebuah bentor yang memutar Soldier Of Fortune-nya Deep Purple.

Bentor juga ternyata bisa jadi alat kampanye. Di kawasan Borong Raya dan Antang banyak bentor yang berseliweran dengan stiker besar bertuliskan RUDAL COMMUNITY. Awalnya saya sempat bingung mencari arti dari tulisan itu. Ternyata RUDAL adalah akronim dari Rusdin Abdullah, seorang pengusaha lokal yang sedang meretas jalan menuju kursi walikota Makassar.

Jika anda berkunjung ke Makassar, khususnya di daerah pinggiran kota maka saya yakin anda akan menemukan banyak kendaraan yang mungkin terlihat aneh karena merupakan hasil perkawinan silang antara motor dan becak. Silakan kalau anda mau mencoba. Hanya saja memang perlu kekuatan dan keberanian lebih.

Karena bentor menurut saya memang kendaraan yang menguji nyali kita.

February 02, 2012 in Kamis, Keliling Makassar, Makassar, Sekitarku

Kampanye

Kalender Post

February 2012
M T W T F S S
« Jan   Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Switch to our mobile site