15 Responses to “Macet..Macet..Macet”

  1. n t a n? says:

    pengen bike to work tapi Sudiang – Sungai Saddang Baru itu jauhnya naudzubillah
    >.<
    .-= n t a n?´s last blog ..Kasus (Lama) itu Terulang Lagi =-.

  2. Okkots says:

    Tadi sore busway yang kutumpangi ikut macet padahal busway sudah ada jalur khusus nya. Rasanya pengen teriak tadi, hampir saja gak dapat maghrib…..
    .-= Okkots´s last blog ..Belajar okkots Bagian 3 =-.

  3. Cipu says:

    Kalau tidak diambil tindakan segera, perlahan-lahan Makassar akan jadi bak Jakarta juga. Jangan tunggu parah dulu baru dibenahi.

  4. saya pun tdk mau “Makassar sama macetnya dengan kota Jakarta”
    oiya salam kenal…!! saya tglx di daerah GTC mall, beberapa bulan lalu saya masih menganggap klo jalan dari Barombong pantai losari itu adalah “jalan bebas hambatan (tol) ke 2 di makassar”. Tapi hari ini saya katakan “tidak lagi”. kenapa bedenk..??? ya..karena, sekarang jln itu sdh rusak parah, lubang dimana-mana membuat pengendara sangat lambat… begitupun akses transportasi umum, sulit ditemukan walaupun ada 2-3 pete-pete dalam 1 jam…(deh lamax org menunggu….)
    .-= Nayarre Pata Blog´s last blog ..Tukeran Link Yuk..!!! =-.

  5. oiya.. sorry lupa…
    Daeng Gassing Tukeran Link Yuk..!!!
    sy pasang mi Link ta di blogku, bisa dicek dolo disini…
    http://nayarre-pata.blogspot.com/
    Tx..

  6. haerulsohib says:

    bukan cuma di Antang, di pettarani yang berdekatan dengan Rappocini juga sangat macet, kemudian di cendrawasih, jalanan berlubang juga sama banyaknya dengan rambut putih nenek alias susah dihitung lagi karena saking banyaknya. pokoknya, makassar tidak lama lagi seperti di Jakarta. aku juga heran, mengapa permasalahan ini tidak begitu mendapatkan respon yang sangat, padahal waktu menjelang kampanye banyak yang berkoar-2, tapi kalau udah menjabat, tenang2 saja mereka. rakyat biasa seperti saya mungkin ngak penting, jadi biarkan saja kasat kusut di jalanan. Kalau pejabat tinggi yang lewat khan biasanya jalanan harus disterilkan malah membunyikan sirene, atau malah ada jalanan yang ditutup. Jadi aku heran, yang punya daerah ini siapa ya. mungkin kita ngontrak saja dengan membayar pajak.
    .-= haerulsohib´s last blog ..Murah Meriah Oiii…. =-.

  7. ipul says:

    @n t a n?: Bwahahaha…padahal kan Sudiang itu kependekan dari SUngai SadIDANG..harusnya dekatan ji..

  8. ipul says:

    @Nayarre Pata Blog: OK..deh..no problem..nanti sy link balik..

  9. ipul says:

    @Cipu: itulah..padahal kan sebenarnya Makassar masih relatif gampang dibenahi dibandingkan Jakarta yang sudah terlalu kompleks..tapi keknya pemerintah kota memang masih terlena dan lebih sibuk dengan proyek2 yang sifatnya “memeprcantik” wajah..

  10. kmonoarfa says:

    oh please. semoga kemacetan di makassar gak makin parah. amin..
    .-= kmonoarfa´s last blog ..Gold Guns Girls/(acoustic) by Metric =-.

  11. rusle says:

    macet?
    jangang2 walkot Aco mengaku mi sedeng sbg ahlina, kayak di jakarta sini…

    ahli biking banjir dan macet…:(
    .-= rusle´s last blog ..Renungan Bonte’ =-.

  12. srie buna says:

    Wah sedih bgt ceritanya pak.

    Iya sih padahal daerah tsb sudah termasuk jalur alternatif. Berarti macetnya sudah stadium 4 tuh pak hehe.

    Lalu jalur alternatif tsb apakah gak ada lampu merah yah pak ?
    Jika pemkot belum ada dana untuk penambahan traffic light bisa saja dipikirkan alternatif lain yang lebih baik. atau jika memungkinkan perlunya membuka tutup jalur menjadi satu arah khusus untuk jam-jam tertentu dengan menempatkan petugas2 DLLAJR ditiap ruas jalan yang diangggap sering terjadi macet. Sekecil apapun unit/personil yang diturunkan, dengan kondisi lalu lintas yang cukup padat seperti mks mungkin itu cukup membantu (asal penempatannya pada saat belum terjadi kemacetan bo)

    Trus menyambung catatan bapak perihal implikasinya dengan bertambahnya volume kendaraan semakin sering terjadinya kemacetan. yah mau tidak mau pak pemkot/pemda sudah harus memikirkan hal itu pak. Bukankah cita-citanya pak ilham arief ingin menjadikan kota makassar jadi kota terpandang se asia tenggara ? jadi persoalan macet bukanlah dijadikan PR lagi khan pak :) .

    Gitu aja sih pak maaf jadi panjang banget komennya dan jika ada yang kurang berkenan dalam komen saya, maafkan dirikyu :)

    Salam

  13. ipul says:

    @kmonoarfa: Yah, mari kita berdoa (dan berusaha semampunya) semoga Makassar tidak sampai se semrawut Jakarta..

  14. ipul says:

    @rusle: Hahaha..mudah2an tidakji kodong. cuma memang sekarang ini Makassar lebih konsentrasi membedaki mukanya tapi lupa memperbaiki lubang2 pori yang besar di kulit wajah…

  15. ipul says:

    @srie buna: Hehehe..begitulah, jalur alternatif saja macetnya minta ampun. intinya, pemerintah kota tidak punya perencanaan yang detail dan konsisten untuk keluar dari masalah kemacetan ini.
    sebagai warga saya cuma bisa berharap semoga Makassar tidak sampai jadi makin semrawut..

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge