12 Responses to “Laskar Pemimpi ; kritik terhadap modernitas”

  1. rusle says:

    aih, saya malah belum dapat buku Dandy ini. saya justru baru menyelesaikan Maryamah Karpov, dan masih terbuai oleh modernitas yang diagungkan oleh Andrea dalam bentuk tidak lebih dari sebuah roman percintaan..

    hmm..this book is categorized as next target hunting…!

  2. mmm….beli-ngga-beli-ngga-beli-ngga
    hehe…maryamah kaprov aj blm beli…
    well, salam kenal nach… :)

  3. mey says:

    ikutan gabung…..
    hidup ni mang harus seimbang da yang pro dn kontra, disini aku tidak akan bicara sebagi penggemar laskar pelangi tetapi sebagai mahasiswa sosial
    bicara tentang modernitas, kita gk mungkin melarikan diri dari modernitas, dan semua juga tahu modernitas itu selalu dari barat, bukannya prosesor komputer hanya USA yang mampu membuatnya!!!!
    ini bukan soal mengekor, tapi mengadopsi kemudian menandingi……
    menolak modernitas sama saja menolak dunia, dan mereka yang menolak dunia harusnya berada dibalik pepohonan lebat (Hutan, mis suku Badui, suku Samin)

  4. ipul says:

    @Mey :
    modernitas selalu dari barat..?. mungkin sebagai pengingat saja. salah satu kebudayaan tertua dan paling modern di dunia adalah kebudayaan China dan Mesir, dan kedua kebudayaan tersebut bukan ada di Barat bukan..?
    terus berabad-abad yang lalu, ilmuwan Islam pada masa pertengahan memiliki tingkat modernitas yang jauh lebih tinggi daripada bangsa Eropa pada umumnya.
    di Amerika sendiri, bangsa asli benua America (Inca dan Aztec) adalah dua bangsa dengan peradaban yang sangat modern, jauh melebihi bangsa Eropa waktu itu.

    tapi, orang-orang Barat dengan rasa haus luar biasa akan kekuasaan kemudian datang ke Timur, menjarah dan menjajah satu persatu bangsa-bangsa di Timur, membawa pengetahuan mereka ke Barat, mengembangkannya sedemikian rupa kemudian mengklaim kalau itu adalah asli pengetahuan mereka.sementara itu bangsa-bangsa di Timur tetap dijajah dan ditindas sedemikian rupa, budaya asli mereka diberangus dengan alasan sudah ketinggalan jaman, tidak modern dan tidak beradab…

    kemudian pertanyaan saya, apakah suku-suku yang kata anda itu terasing (suku Badui, suku Samin) itu tidak punya kualitas hidup hanya karena mereka tidak modern seperti kita ?. toh mereka telah berhasil bertahan selama berabad-abad dengan budaya mereka sendiri, dan saya yakin mereka tetap bahagia dan punya standar kualitas hidup sendiri..

    maaf, tapi saya sarankan anda untuk membaca buku “Laskar Pemimpi” ini..akan menambah perspektif dan cara pandang anda tentang modernitas..

    btw, nice to meet you, sayang anda tak meninggalkan jejak..

  5. niluh sari says:

    saya sudah baca “laskar pemimpi”.
    sebagai kritik cukup menarik…
    tapi mungkin formatnya lebih cocok sebagai artikel ketimbang buku..
    atau malah dijadiin skripis ajah…hehehhe…

    tentang maryamah karpov, buku ke-4 andrea…saya sudah mengkritisinya..
    silakan mampir ke http://tehpocipanas.blogspot.com/2008/12/maryamah-karpov-yang-membingungkan.html

  6. isnuansa says:

    saya [sedikit malu untuk mengakui] kalo sampe sekarang bahkan belom menyelesaikan membaca laskar pelangi. entah kenapa, saya nggak antusias untuk meneruskannya :(

  7. Rhiena says:

    em dengan semangat 45 ku menjelaskan tentang asal-usul modernisasi. Good work Pul. Sy jadi ingat kata-katanya k’ Rusle yang di pajang di blognya dulu, “bahwa orang yang kaya adalah orang yang mengenal sejarahnya sendiri”. Dan itu adalah kau ces. Lanjutkan perjuanganmu…biar orang-orang yang ada di negeri kita sadar akan kekayaan mereka sendiri dan merasa bangga telah menjadi bagian dari negeri ini..

  8. syamsoe says:

    sy blum baca juga bukunya, daeng… tapi mau tongka buat buku dehh.. laskar orang pulau saja hehe

  9. sulfiana says:

    modernitas sih..boleh boleh aja (kali yah)!!!!

    yang penting jangan lupa jati diri, dan jangan lupa daratan…

    katte singkamma tongjaki makassara…
    tea mako contoh2i punna tena ni cocoki…

    modernitasi..???au ah gelap

    wekekekekekekeke

  10. khusnu says:

    Sebagai informasi buku laskar pemimpi memuat cover karya cipta seorang fotografer yang diambil tanpa ijin. Kepada penulis, penerbit dan desainer…. ditunggu komitmen ada terhadap penghargaan karya cipta orang lain….

  11. belum baca bukunya nih. nggak ada duit buat beli. ada yg mau minjemin ga? :D
    .-= laskar nusakambangan´s last blog ..Batal Uji Coba PSCS vs Persekam =-.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge