10 Responses to “Balada si Benyamin”

  1. daengrusle' says:

    pertamax lagi
    wah sama2 rider nih, tp sa ndak ngerti mesin, biasanya kupercayakan saja kepada teman baikku yg sering jual mahal, AHASS!

  2. Ina says:

    Seniman sepanjang masa dan belum tergantikan sampe sekarang.
    *angkat topi tanda hormat
    :)

  3. Wah..boleh juga nih buat komunitas “blogger daeng rider”.
    Tunggangan saya sekarang Suzuki Shogun 2002 yang kalau saya dan seluruh “pasukan”ku (istri 2 anak) menaikinya, maka orang-orang akan mengelus dada prihatin dan berkata,”kasihan banget ya itu motor, dinaiki orang-orang montok yang tidak berperi-kemotoran”..hehehe

  4. ipul says:

    @daeng rusle:
    deh..batenya ambil pertamax ini orang kaue..mentang2 kerja di perusahaan minyak :P

    @Ina :
    ‘tul Ina…saya juga salut sama beliau, makanya namanya sy abadikan ke motorku..:)

    @p’Amril :
    hahahaha…sy bisa membayangkan bagaimana menderitanya si Shogun itu..ck..ck..ck..nasibnya kurang beruntung…:)

  5. pit says:

    wahhh..jadi ingat Vespa kesayangan bapak-ku.bapak juga tidak mau menjual Vespanya yg sdh menemaninya selama 25thn-lebih tua dr sy bowww!!walaupun tidak pernah dipakai lg krn sdh ada beberapa kendaraan dirumah. tp hampir tiap pagi bapak “panasi” dan melapnya. Vespa itu seperti anak pertamanya..:D

  6. blogblakan says:

    oh, ini toh orangnya yang banyak jadi bahan bincangan itu! salam kenal!

  7. blogblakan says:

    makasih mengisi shoutboxku. btw, ada 10 kata tentang blog ini di blogku!

  8. Mus_ says:

    Motor pertama saya juga tahun 2001, waktu masih SMA di Balikpapan. Suzuki Shogun Millenium Edition warna silver. Saya merantau ke Makassar, motor itu ikut serta. Motor itu sudah melalui lebih dari 15 kota/kabupaten di 2 propinsi! Keren!
    Balikpapan, Samarinda, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Sidrap, Pinrang, Gowa, Takalar, dan baaaanyak lagi yang saya mungkin sudah ndak bisa hitung (halah, hiperbola).

    Saya sudah bertekad untuk tidak menjualnya. Tapi apa daya, suatu hari di Balikpapan (motor itu ikut lagi ke sana), saya sedang jalan-jalan (kencan-red). Pulang pulang, bapak duduk di ruang tamu dengan mama, dan 2 orang lain yang saya tidak kenal.
    Tiba-tiba bapak menegur saya, “mus, mana BPKB motormu?”
    “kenapa?”
    “mau dibawa bapak ini dulu”
    …. (diam, masuk kamar, pura-pura tidak ada apa-apa)

    Setelah orang itu pulang, saya didatangi mama di kamar. Duduk dengan anggun di samping saya, mama berbicara dengan tenang, “besok itu kamu diminta bapak ngantar motormu ke DAM (suatu daerah di Balikpapan). Kasih STNK, BPKB, sama semua kunci motormu. Tadi motormu dijual sama bapak. Nanti kamu pakai motor merah yang baru saja.”
    Betapa sedihnya saya. Aaarghhh..

    Besoknya, dengan berat hati saya dan kakak antarkan motor itu ke tempat yang disuruhkan. Kunci motor ada 3, tapi saya ambil satu untuk kenang-kenangan. Ketika orang yang beli motor itu tanya “kok kuncinya cuma dua? kan biasanya ada tiga?”
    Saya cuma jawab, “satunya hilang. sudah lama.”

    Dan saya pulang dengan dibonceng kakak, tapi mata saya tidak lepas memandang ke belakang, ke arah motor saya yang semakin jauh dan semakin mengecil, hingga hilang di tikungan jalan.

    Sampai di rumah, dengan mata sembab, saya bilang ke mama, “besok kalau saya sudah punya banyak uang, terus kalau ketemu motorku di jalan, saya ikuti sampai di rumahnya. baru saya beli itu motorku lagi. ndak peduli berapa harganya. titik!!”

    Sejak itu, saya baru satu kali ‘ketemu’ motor saya di jalan. Tampilannya sudah berubah banyak. Aaaghh..

    (awwa, harusnya saya posting di blogku sendiri ini!! panjang dudu’i)

  9. Ipul says:

    @Mus:
    ah..menyedihkan sekali ceritamu..
    kadang2 kendaraan memang tanpa kita sadari sudah menjadi bagian dari hidup kita…karena bukan apa-apa, terkadang sebagian besar hidup kita dihabiskan bersamanya…

    ikut berduka cita Mus…:)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge